A. Penilaian Program Bimbingan dan Konseling
Sebagai upaya pendidikan, khususnya dalam rangka pengembangan kompetensi siswa, hasil-hasil layanan Bimbingan dan Konseling harus dinilai, baik melalui penilaian terhadap hasil layanan maupun proses pelaksanaannya. Penilaian ini selanjutnya dapat dipakai untuk melihat keefektifan layanan di satu sisi, dan sebagai dasar pertimbangan bagi pengembangannya di sisi lain.
1. Penilaian Hasil Layanan
a. Untuk mengetahui keberhasilan layanan dilakukan penilaian. Dengan penilaian ini dapat diketahui apakah layanan tersebut efektif dan membawa dampak positif terhadap siswa yang mendapatkan layanan. b. Penilaian ditujukan kepada perolehan siswa yang menjalani layanan.
Perolehan ini diorientasikan pada :
• Pengentasan masalah siswa :sejauh manakah perolehan siswa menunjang bagi pengentasan masalahnya ? Perolehan itu diharapkan dapat lebih menunjang terbinanya tingkah laku positif, khususnya berkenaan dengan permasalahan dan perkembangan diri siswa.
• Perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa, seperti sikap, motivasi, kebiasaan, keterampilan dan keberhasilan belajar, konsep diri, kemam-puan berkomunikasi, kreatifitas, apresiasi terhadap nilai dan moral.
c. Secara khusus fokus penilaian diarahkan kepada berkembangnya:
• Pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan, dalam kaitannya dengan masalah yang dibahas.
• Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan.
• Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya.
Semua fokus penilaian itu, khususnya rencana kegiatan secara jelas mengacu kepada kompetensi yang diaplikasikan siswa untuk pengentasan permasalahan yang dihadapinya dalam rangka kehidupan sehari-hari yang lebih efektif.
d. Penilaian dapat dilakukan melalui :
• format individual, kelompok, dan/atau klasikal
• penggunaan panduan dan/atau instrumen baku dan/atau yang disusun sendiri oleh guru pembimbing.
e. Tahap-tahap penilaian meliputi :
• Penilaian segera (laiseg), merupakan penilaian tahap awal, yang dilakukan segera setelah atau menjelang diakhirinya layanan yang dimaksud.
• Penilaian jangka pendek (laijapen), merupakan penilaian lanjutan yang dilakukan setelah satu (atau lebih) jenis layanan dilaksanakan selang beberapa hari sampai paling lama satu bulan.
• Penilaian jangka panjang (laijapang), merupakan penilaian lebih menyeluruh setelah dilaksanakannya layanan dengan selang satu unit waktu tertentu, seperti satu semester.
2. Penilaian Proses Kegiatan
a. Penilaian dalam Bimbingan dan Konseling dilakukan juga terhadap proses kegiatan dan pengelolaannya, yaitu terhadap :
• kegiatan layanan Bimbingan dan Konseling
• kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling
• mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam kegiatan
• pengelolaan dan administrasi kegiatan
b. Hasil penilaian proses digunakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan Bimbingan dan Konseling secara menyeluruh.
3. Penilaian Satuan Pendukung
Khusus untuk kesatuan kegiatan pendukung, evaluasi dilakukan dengan cara berikut :
1. Mengungkapkan perolehan guru pembimbing sebagai hasil dari kegiatan pendukung yang nantinya akan dimanfaatkan untuk kegiatan layanan bimbingan terhadap peserta didik,
2. Mengungkapkan komitmen pihak-pihak yang terkait dalam penanganan masalah peserta didik (butir ini terutama untuk kegiatan konferensi kasus, kunjungan rumah, dan alih tangan kasus), dan
3. Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan kegiatan pendukung.
Berbeda dengan hasil evaluasi pengajaran yang pada umumnya berbentuk angka atau skor maka hasil evaluasi bimbingan dan konseling berupa deskripsi tentang aspek-aspek yang dievaluasi (yaitu partisipasi aktivitas dan pemahaman peserta didik; perolehan peserta didik dari layanan, minat peserta didik terhadap layanan lebih lanjut, dan perkembangan peseta didik dari waktu ke waktu). Deskripsi tersebut mencerminkan sejauh mana proses penyelenggaraan layanan pendukung memberikan suatu yang berharga bagi kemajuan dan memberikan bahan atau kemudahan untuk kegiatan layanan terhadap peserta didik.
Penilaian di tingkat sekolah di bawah tanggung jawab kepala sekolah yang di bantu oleh pembimbing khusus dan personil sekolah lainya. Di samping itu, penilaian kegiatan bimbingan dilakukan oleh penjabat yang berwenang dari instansi yang lebih tinggi di wilayah tersebut dalam hal ini Kabupaten Bandung.
Sumber informasi untuk keperluan penilaian ini, antara lain peserta didik, kepala sekolah, para wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua, tokoh masyarakat, para pejabat Depdiknas, organisasi profesi bimbingan, dan sebagainya. Penilaian dilakukan dengan menggunakan berbagai cara dan alat seperti wawancara, observasi, studi dokumentasi, angket, tes, analisis hasil kerja peserta didik, dan sebagainya.
B. Analisis Hasil Evaluasi pelaksanaan Bimbingan dan Konseling
Setelah pelaksanaan Bimbingan dan Konseling dievaluasi, ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan maka dianalisis atau dicari penyebab ketidakberhasilan layanan atau kegiatan Bimbingan dan Konseling, dengan melihat program apakah tidak sesuai dengan yang dibutuhkan atau apakah prosesnya atau pelaksanaannya tidak sesuai dengan waktu, suasana,
tempat dan lingkungan. Hasil analisis ini dituangkan dalam form Analisis Hasil Evaluasi
C. Tindak Lanjut
Bila hasil evaluasi dari layanan Bimbingan dan Konseling tidak memberikan peningkatan, maka sesuai dengan analisis akan diadakan perbaikan program dan perbaikan proses untuk program di masa mendatang, yaitu program yang tidak perlu dicoret dengan menggantinya dengan yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan siswa dan mengenai pelaksanaannya akan sangat memperhatikan waktu, suasana, tempat, dan lingkungan dan kegiatan ini dituangkan dalam Tindak Lanjut Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling
D. Pelaporan
Sebagai bukti fisik kegiatan pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling, guru Bimbingan dan Konseling dituangkan dalam Laporan Agenda Harian.
E. LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Program Kerja Tahunan BK
2. Program Kegiatan Layanan BK per Semester
3. Program Kerja Bulanan
4. Program Kerja Mingguan
5. Silabus Layanan BK
6. Satuan Kegiatan Layanan Bimbingan
7. Data Kerawanan
8. Angket Sosiometri
9. Format Rekapitulasi Presensi
10. Satuan Kegiatan Pendukung Kunjungan Rumah 11. Satuan Kegiatan Pendukung Konferensi Kasus 12. Satuan Kegiatan Pendukung Alih Tangan Kasus 13. Daftar Siswa Asuh/Layanan Binaan BK
Mengetahui Pameungpeuk, Juli 2014 Kepala SMP Negeri 1 Pameungpeuk, Guru Bimbingan dan Konselor,
Drs. H. Rusmana, M.Pd Winny Indriyani K., S.Pd.