• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, PENELITIAN YANG RELEVAN, KERANGKA

A. Tinjauan Pustaka

9. Penilaian dalam Pembelajaran Menulis Puisi

Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan siswa menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Teknik penilaian yang tepat memerlukan data yang berkaitan dengan objek penelitian yang dilakukan diantaranya adalah teknik penilaian unjuk kerja dan portofolio. Untuk mengetahui unjuk kerja siswa adalah dengan menggunakan instrumen skala penilaian. Skala penilaian tersebut terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna, misalnya: 1 = cukup baik; 2 = baik; dan 3 = sangat baik. Dalam menentukan bobot penilaian hendaknya guru memperhatikan kriteria penilaian yang digunakan

commit to user

serta tujuan yang akan dicapai sehingga penilaian tersebut benar-benar dapat mengukur keberhasilan tujuan pembelajaran baik proses maupun hasil.

Penilaian pembelajaran, tidak hanya bermanfaat untuk mengetahui tercapai tidaknya perubahan tingkah laku siswa, tetapi juga sebagai umpan balik bagi upaya memperbaiki proses pembelajaran. Dalam penilaian pembelajaran, perlu dilihat sejauh mana keefektifan proses pembelajaran dalam mengupayakan perubahan tingkah laku siswa. Oleh sebab itu, penilaian hasil dan proses belajar saling berkaitan satu sama lain sebab hasil belajar yang dicapai siswa merupakan akibat dari proses pembelajaran yang ditempuhnya (pengalaman belajarnya). a. Penilaian Proses Pembelajaran

Menurut Sudjana (2008: 3) penilaian proses belajar adalah upaya memberi nilai terhadap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru dalam mencapai tujuan-tujuan pengajaran. Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa saat proses pembelajaran, siswa perlu diberikan penilaian yang berkaitan dengan materi pelajaran. Hal tersebut perlu diterapkan agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang aktif, inovatif, dan kreatif.

Berdasarkan pedoman penilaian kelas oleh Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional, objek yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut.

1) Sikap terhadap materi pelajaran

Siswa perlu memiliki sikap positif terhadap materi pelajaran. Sikap positif dalam diri siswa akan menumbuhkan minat belajar sehingga akan lebih mudah diberi motivasi dan tentunya akan lebih mudah menyerap materi pelajaran yang diajarkan.

2) Sikap terhadap guru/ pengajar

Siswa perlu memiliki sikap positif terhadap guru. Siswa yang tidak memiliki sikap positif terhadap guru akan cenderung mengabaikan hal-hal diajarkan sehingga siswa memiliki sikap negatif terhadap guru/ pengajar.

3) Sikap terhadap proses pembelajaran

Siswa juga perlu memiliki sikap positif terhadap proses pembelajaran. Proses pembelajaran mencakup suasana pembelajaran, strategi, metodologi dan

commit to user

teknik pembelajaran yang digunakan. Proses pembelajaran yang menarik, nyaman dan menyenangkan dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa, sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal.

4) Sikap berkaitan dengan nilai/ norma yang berhubungan dengan materi pelajaran

Siswa juga perlu memiliki sikap yang tepat, yang dilandasi oleh nilai-nilai positif terhadap kasus tertentu, misalnya masalah lingkungan hidup.

Tabel 1. Rubrik penilaian proses saat berlangsungnya pembelajaran menulis puisi di kelas : Nama Siswa Keaktifan siswa selama apersepsi Keaktifan dan perhatian siswa pada saat guru menyampaikan materi Minat dan motivasi siswa saat mengikuti kegiatan pembelajaran

skor Nilai Keterangan

(Diadopsi dari Sarwiji S, 2009: 130) 1. Kolom penilaian sikap diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria

berikut.

1 = sangat kurang 4 = baik

2 = kurang 5 = amat baik

3 = cukup

2. Menghitung nilai

͂hȖ̜h = Ŕk̊Ǵ u̜kŔhumu

15 × 100

3. Keterangan diisi dengan kriteria berikut. 1. Nilai = 10 - 29 (sangat kurang) 2. Nilai = 30 - 49 (kurang)

3. Nilai = 50 – 69 (cukup) 4. Nilai = 70 – 89 (baik)

commit to user Keterangan

a. Keaktifan siswa selama apersepsi

Skor 5 : Jika siswa sepenuhnya (sangat aktif) selama apersepsi. Skor 4 : Jika siswa aktif selama apersepsi.

Skor 3 : Jika siswa cukup aktif pada saat apersepsi.

Skor 2 : Jika siswa kurang aktif pada saat kegiatan apersepsi. Skor 1 : Jika siswa sama sekali tidak aktif

b. Keaktifan dan perhatian siswa pada saat mengikuti pelajaran

Skor 5 : Jika siswa pada saat guru menyampaikan materi, sepenuhnya memperhatikan guru, sangat aktif bertanya, menjawab, menamai, memberikan tanggapan, serta mengerjakan tugas.

Skor 4 : Jika siswa memperhatikan guru menyampaikan materi, sesekali mau bertanya, menjawab, memberikan tanggapan, serta mengerjakan tugas.

Skor 3 : Jika siswa hanya memperhatikan saat menyampaikan materi, dan tidak mau bertanya, menjawab, memberikan tanggapan, serta mengerjakan tugas.

Skor 2 : Jika siswa kurang memperhatikan serta kurang fokus saat guru menyampaikan materi dan sama sekali tidak mau bertanya, menjawab, menamai, serta memberikan tanggapan.

Skor 1 : Jika siswa sama sekali tidak memperhatikan guru saat menyampaikan materi, tapi justru sibuk berbicara sendiri dan membuat gaduh.

c. Minat dan motivasi siswa saat mengikuti kegiatan pembelajaran.

Skor 5 : Jika siswa bersungguh-sungguh dan menunjukkan adanya kesenangan dalam mengerjakan setiap tugas yang diberikan, antusias, senang serta bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.

commit to user

tampak bersemangat dan antusias dalam mengikuti pembelajaran.

Skor 3 : Jika siswa mengerjakan setiap tugas yang diberikan tapi kurang bersemangat dan antusias dalam pembelajaran. Skor 2 : Jika siswa hanya sekadar mengerjakan tugas yang

diberikan dan terlihat tidak bersemangat dalam pembelajaran (meletakkan kepala di meja).

Skor 1 : Jika siswa sama sekali tidak mau mengerjakan tugas yang diberikan dan sama sekali tidak bersemangat (tampak bosan, tertidur).

b. Penilaian Hasil Pembelajaran

Sudjana (2008: 3) mengungkapkan bahwa penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu. Hal ini mengisyaratkan bahwa objek yang dinilai adalah hasil belajar siswa yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Nurgiyantoro (2009: 331) menyatakan bahwa tes kesastraan (termasuk puisi) mencakup tes kognitif, tes afektif, dan tes psikomotorik. Tes kognitif berhubungan dengan kemampuan proses berpikir. Ranah afektif berhubungan dengan sikap, pandangan, dan nilai-nilai yang diyakini seseorang. Tes psikomotorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas otot, fisik, atau gerakan anggota badan. Tes-tes yang disusun guru tersebut hendaklah disesuaikan dengan tujuan pengajaran kebahasaan dan kesastraan yang hendak dicapai.

Berdasarkan pendapat para ahli diperoleh kesimpulan bahwa dalam penilaian hasil belajar perlu digunakan untuk mengetahui hasil pencapaian belajar siswa, pada bidang kajian sastra penilaian hasil belajar mencakup 3 ranah yaitu afektif, kognitif, dan psikomotorik. Pada dasarnya, penilaian tersebut berfungsi sebagai alat ukur mengetahui tercapai-tidaknya tujuan pembelajaran, umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar, serta sebagai dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya.

Hal-hal yang menjadi indikator penilaian meliputi: pengungkapan gagasan/ide, pemilihan kata (diksi), rima (persajakan), dan bahasa kiasan.

commit to user

Keempat hal tersebut disesuaikan dengan makna puisi dan cara untuk mencapai keindahan karya sastra.

Tabel 2. Penilaian menulis puisi:

No Nama Siswa

Aspek yang Dinilai

Skor Nilai Pengungkapan

gagasan/ide Diksi Rima

Bahasa Kiasan

(Diadopsi dari Sarwiji S, 2009: 129) Tabel 3. Pedoman Penskoran

No Aspek yang dinilai Skor

1. Pengungkapan gagasan/ide Skor 1 – 4

a. Pengungkapan gagasan baik dan dapat dipahami 4 b. Pengungkapan gagasan cukup baik dan cukup dapat

dipahami

3

c. Pengungkapan gagasan kurang baik dan kurang dapat dipahami

2

d. Belum dapat mengungkapkan gagasan secara jelas (pengungkapan gagasan tidak jelas sama sekali)

1

2. Diksi Skor 1 – 4

a. Kata-kata yang digunakan padat, singkat, dan dapat mengekspresikan perasaan dengan baik

4

b. Kata-kata yang digunakan padat, singkat, dan cukup dapat mengekspresikan perasaan dengan baik

3

c. Kata-kata yang digunakan kurang mampu mengekspresikan perasaan

2

d. Kata-kata yang digunakan sama sekali tidak dapat mengekspresikan perasaan

1

3. Rima Skor 1 – 4

commit to user

menimbulkan efek keindahan dengan sangat baik

b. Terdapat beberapa perulangan bunyi sehingga efek keindahan sudah cukup terasa

3

c. Sedikit sekali perulangan bunyi yang digunakan sehingga efek keindahan kurang terasa

2

d. Tidak terdapat perulangan bunyi sehingga sama sekali tidak menimbulkan efek keindahan

1

4. Bahasa Kiasan Skor 1- 4

a. Bahasa kiasan yang digunakan sudah sesuai sehingga efek keindahan yang ditimbulkan terasa dengan baik

4

b. Bahasa kiasan yang digunakan cukup sesuai sehingga efek keindahan yang ditimbulkan sudah cukup terasa

3

c. Bahasa kiasan yang digunakan kurang sesuai sehingga efek keindahan yang ditimbulkan kurang terasa

2

d. Sama sekali tidak menggunakan bahasa kiasan sehingga efek keindahan tidak terasa

1 Skor maksimal 1, 2, 3, 4 Skor maksimum 16 ͂hȖ̜h hŔ ̜= Ŕk̊Ǵ u̜kŔhumu ŔhŔ ̜ 16 × 100

Dokumen terkait