• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Hasil Penelitian

3. Siklus Ketiga

a. Merencanakan tindakan pada siklus III berdasarkan hasil refleksi pada siklus II.

Peneliti bersama guru berdiskusi merencanakan proses pembelajaran dengan teknik kancing gemerincing. Guru dan peneliti mendiskusikan

commit to user

langkah-langkah pembelajaran dengan teknik kancing gemerincing, menyusun RPP dan indikator pencapaian tujuan, mempersiapkan topik membuat puisi yang bertemakan pemandangan, menyusun instrumen penelitian berupa tes dan nontes, menentukan jadwal pelaksanaan tindakan yaitu pada Kamis, 17 Maret 2011 dan 31 Maret 2011.

b. Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana yang telah disusun dan diperbaiki pada siklus II.

1) Permasalahan pada siklus II dilakukan penanganan pada siklus III. Guru membuka pelajaran dan melakukan apersepsi.

2) Guru membagikan teks puisi berjudul guru dan siswa diminta berdiskusi menganalisis unsur instrinsik dan ekstrinsik. Siswa satu per satu maju menuliskan unsur ekstrinsik dan instrinsik yang ditemukan. Sama dengan siklus sebelumnya, sebelum berpendapat harus menyerahkan sendok dan mendapatkan bintang penghargaan.

3) Pada pertemuan kedua, siswa diajak ke luar ruangan untuk mengamati objek langsung dan menulis puisi secara individu. Pemahan yang diperoleh saat diskusi kelompok menganalisis unsur instrinsik dan ekstrinsik diterapkan saat menulis puisi secara individu.

c. Melakukan observasi/pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan siklus III. Guru melaksanakan pembelajaran menulis puisi dengan menerapkan teknik kancing gemerincing, sedangkan peneliti bertindak sebagai partisipan pasif dan melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Pada tahap ini, diketahui kualitas proses pembelajaran serta kelemahan baik dari guru, siswa, maupun teknik pembelajaran.

d. Melakukan revisi atau perbaikan oleh peneliti.

Perlakuan tindakan diakhiri pada siklus III karena siswa telah mencapai indikator yang ditentukan baik proses maupun hasil pembelajaran. Peningkatan kualitas hasil diketahui dari jumlah siswa yang telah mencapai batas KKM semakin meningkat.

commit to user BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Paparan hasil penelitian dari rumusan masalah pada BAB I akan disajikan pada BAB IV. Proses penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri atas 4 tahapan, yakni: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi dan interpretasi; dan (4) analisis dan refleksi. Namun sebelum hasil penelitian dipaparkan, terlebih dahulu akan diuraikan mengenai kondisi awal (pratindakan) pembelajaran menulis puisi siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Bayat. Dengan demikian, pada bab ini akan dikemukakan mengenai: (1) kondisi awal proses pembelajaraan menulis puisi; (2) pelaksanaan tindakan dan hasil penelitian; (3) dan pembahasan hasil penelitian.

A. Kondisi Awal

Sebelum melaksanakan proses penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan kegiatan survei awal dengan tujuan untuk mengetahui keadaan nyata yang ada di lapangan. Dalam survei ini dilakukan dengan beberapa langkah sebagai berikut: (1) observasi lapangan; (2) membagikan angket untuk diisi siswa; dan (3) wawancara dengan guru dan siswa. Observasi lapangan dilakukan untuk mengetahui proses pembelajaran menulis puisi. Peneliti mengamati pembelajaran dengan bertindak sebagai partisipan pasif dan duduk di kursi paling belakang. Kegiatan observasi dilakukan pada Sabtu, 15 Januari 2011. Sebelum proses observasi tersebut dilaksanakan, peneliti melakukan wawancara dengan guru.

Wawancara dengan guru dilaksanakan pada Rabu, 12 Januari 2011 di ruang guru saat istirahat berlangsung. Menurut guru, pembelajaran menulis puisi belum dapat berjalan lancar. Guru menjelaskan bahwa siswa kurang semangat dan kurang antusias mengikuti pembelajaran menulis puisi. Rata-rata siswa merasa bosan dan jenuh saat pembelajaran menulis puisi berlangsung. Hal tersebut terjadi karena guru belum menemukan model pembelajaran yang sesuai untuk materi pelajaran menulis puisi.

commit to user

Kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran menulis puisi dipertegas oleh hasil wawancara dengan enam siswa. Dari keenam siswa tersebut, hanya dua siswa yang menyatakan suka dengan pembelajaran menulis puisi. Pada umumnya siswa masih mengalami kesulitan dalam mengungkapkan ide maupun pemilihan kata. Selain wawancara, peneliti juga menyebarkan angket pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Bayat. Hasil dari pengisian angket siswa dapat diperoleh fakta bahwa siswa tidak tertarik pada pembelajaran sastra, khusunya puisi. Siswa beranggapan bahwa materi puisi merupakan materi yang membosankan dan sukar untuk dipahami.

Berdasarkan observasi pratindakan dan diskusi dengan guru dapat diidentifikasi empat faktor penyebab permasalahan dalam pembelajaran menulis puisi. Keempat faktor tersebut adalah: (1) siswa kurang berminat dalam pembelajaran puisi; (2) siswa terlihat kurang aktif ketika apersepsi maupun dalam pembelajaran menulis puisi; (3) guru masih menggunakan metode konvensional, sehingga siswa pasif sedangkan guru aktif; dan (4) guru tidak menguasai kelas, hanya berdiri di depan kelas saja.

Dengan demikian, hasil kegiatan survei awal yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut.

1. Siswa kurang berminat dalam pembelajaran puisi

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada saat survei awal, terungkap bahwa siswa menunjukkan sikap kurang antusias/kurang berminat terhadap pembelajaran menulis puisi. Ketika proses pembelajaran berlangsung, banyak siswa yang kurang fokus seperti berbicara dengan teman sebangku, menopang dagu, bahkan meletakkan kepalanya di atas meja.

Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, diketahui bahwa siswa bosan dengan sistem pembelajaran yang kurang variatif. Kejenuhan ini membuat siswa tidak fokus dan kurang berminat mengikuti pembelajaran. Kurang berminatnya mengikuti pembelajaran diperkuat dengan hasil angket yang menunjukkan 19 % (7 siswa) menyukai puisi sedangkan 81 % (31 siswa) menyukai pembelajaran sastra yang lainnya seperti dongeng, cerpen,

commit to user

maupun novel. Ini berarti bahwa siswa kurang berminat pada pembelajaran puisi, khusunya menulis puisi.

2. Siswa terlihat kurang aktif ketika apersepsi maupun dalam pembelajaran menulis puisi

Selama proses pembelajaran menulis puisi pada survei awal ini tampak bahwa siswa kurang aktif. Pada saat guru melakukan tanya jawab sebagai aperspesi hanya beberapa siswa yang menjawab dan bukan karena kesadaran sendiri, tapi karena ditunjuk oleh guru untuk menjawabnya. Siswa seolah tidak peduli dengan guru yang sedang menerangkan materi. Ketika guru menugaskan untuk menulis puisi, terlihat siswa malas atau ogah-ogahan menulis puisi, sehingga menghasilkan karya puisi yang tidak baik. Kurang baiknya karya puisi terbukti dengan terdapat siswa yang menuliskan lirik lagu pada lembar pekerjaannya. Ini menunjukkan minimnya kreativitas serta keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis puisi.

3. Guru masih menggunakan metode konvensional, sehingga siswa pasif sedangkan guru aktif

Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan siswa dan guru mengenai metode pembelajaran yang biasa digunakan, dapat disimpulkan bahwa selama ini guru menggunakan metode konvensional. Guru menerangkan dengan metode ceramah tanpa mengombinasikan dengan model pembelajaran lain, dan tidak melakukan tanya jawab. Hal ini mengakibatkan siswa pasif hanya diam dan mendengarkan guru, sedangkan guru tidak menguasai kelas. Dalam pembelajaran, guru juga kurang menjalin interaksi dengan siswa.

Minimnya pemanfaatan media pembelajaran juga mempengaruhi siswa sehingga sulit untuk mengungkapkan atau menggunakan bahasa kias dalam puisi. Berdasarkan pretes yang dilakukan saat survei awal terlihat hanya 19 siswa yang mendapatkan nilai di atas batas tuntas, sedangkan 21 siswa masih mendapatkan nilai di bawah batas ketuntasan. Dari hasil koreksi pekerjaan siswa, siswa masih kesulitan dalam pemilihan kata yang sesuai serta penggunaan bahasa kias dalam puisi.

commit to user

4. Guru tidak menguasai kelas, hanya berdiri di depan kelas saja

Setelah melakukan pengamatan kondisi awal, guru kurang menjalin interaksi dengan siswa. Selain itu, guru juga kurang memberikan motivasi agar siswa antusias belajar. Selama proses pembelajaran, guru tidak menguasai kelas dan hanya berdiri di depan kelas saja. Ini mengakibatkan siswa yang duduk jauh dari jangkauan pengamatan, terlihat gaduh sendiri dan tidak memperhatikan guru.

Setelah melakukan pengamatan kondisi awal, guru dan peneliti melakukan diskusi untuk mencari solusi permasalahan menulis puisi kelas VIII B. akhirnya tercapai kesepakatan bahwa peneliti akan melakukan penelitian bersama guru sebagai kolaborator dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing pada pembelajaran menulis puisi siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Bayat.

B. Deskripsi Hasil Penelitian

Proses penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus yang masing-masing terdiri dari empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi dan interpretasi; dan (4) analisis dan refleksi.

1. Siklus Pertama

a. Perencanaan Tindakan

Tahap perencanaan ini dilaksanakan pada Sabtu, 26 Februari 2011 di ruang guru SMP N 1 Bayat. Peneliti dan guru mendiskusikan rancangan tindakan yang akan dilakukan dalam proses penelitian siklus pertama.

Adapun urutan tindakan perencanaan pembelajaran siklus pertama adalah sebagai berikut.

1) Peneliti dan guru menyusun skenario pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing yaitu sebagai berikut.

a) Guru memberi salam, mengondisikan kelas, dan mengecek presensi siswa.

commit to user

b) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, yaitu siswa dapat menulis puisi dengan pilihan kata yang sisuai dan dapat menyunting sendiri pilihan kata yang ditulis.

c) Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai pengalaman siswa dalam menulis puisi bebas, yang menyatakan bahwa sebagian siswa tidak suka menulis puisi.

d) Siswa membentuk kelompok yang beranggotakan empat orang, lalu guru membagikan sendok es krim sebagai pengganti kancing, masing-masing siswa mendapat tiga buah sendok.

e) Guru membagikan naskah teks puisi rumpang yang bertemakan lingkungan dengan topik kupu-kupu pada masing-masing kelompok. f) Siswa diskusi kelompok melengkapi teks puisi rumpang, satu per satu siswa maju menuliskan satu baris puisi dengan menyerahkan sendok yang dimiliki. Siswa mendapat bintang penghargaan untuk ditempel di kolom kelompok pada papan penilaian.

g) Guru menuliskan puisi rumpang di papan tulis dan bagi siswa yang ingin melengkapi puisi rumpang harus menyerahkan sendok yang dimilikinya. Guru memberikan bintang pada siswa yang telah melengkapi puisi, sebagai penghargaan bagi siswa yang telah berani maju menuliskan pendapatnya.

h) Guru bersama siswa menyunting puisi utuh dan apabila masih terdapat kerancuan dalam puisi, siswa diperbolehkan melakukan pembenaran dengan menyerahkan sisa sendok yang dimiliki dan berhak memperoleh bintang penghargaan.

i) Guru bersama siswa melakukan refleksi dan menyimpulkan kegiatan pembelajaran, bahwa dalam menulis puisi harus memperhatikan koherensi serta pemilihan kata yang sesuai.

j) Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas, lalu menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.

commit to user

2) Peneliti dan guru berdiskusi menyusun RPP siklus I serta menyusun indikator pencapaian tujuan.

3) Peneliti dan guru mempersiapkan topik menulis puisi untuk memancing keaktifan siswa yaitu “Keindahan Kupu-kupu”.

4) Peneliti dan guru menyusun instrumen penelitian berupa tes dan nontes. Instrumen tes untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam menulis puisi secara tertulis yang berupa karya tulisan puisi. Instrumen nontes dinilai berdasarkan rubrik penilaian proses pembelajaran menulis puisi yang meliputi keaktifan selama apersepsi, keaktifan dan perhatian siswa selama kegiatan pembelajaran, dan minat serta motivasi siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

5) Guru dan peneliti menentukan jadwal pelaksanaan tindakan siklus I yaitu pada Kamis, 3 Maret 2011 dan Jumat, 4 Maret 2011. Siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, alasannya karena kegiatan pembelajaran menulis puisi merupakan kegiatan yang memerlukan banyak waktu. Selain itu, siswa perlu mengasah kemampuan secara kelompok dan individu.

Dengan demikian diperoleh kesepakatan perencanaan tindakan siklus I secara singkat adalah sebagai berikut: (1) menyamakan persepsi antara peneliti dan guru mengenai penelitian yang akan dilakukan; (2) peneliti mengusulkan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing dalam pembelajaran siklus I serta menjelaskan penerapan serta proses pembelajarannya; (3) peneliti bekerjasama dengan guru menyusun indikator pencapaian tujuan; (4) peneliti dan guru berdiskusi menyusun RPP siklus pertama; (5) peneliti dan guru berdiskusi tentang instrumen penelitian berupa tes dan nontes; dan (6) peneliti dan guru menentukan jadwal pelaksanaan siklus.

b. Pelaksanaan Tindakan

Tindakan siklus I ini berlangsung selama dua kali pertemuan yakni pada Kamis, 3 Maret 2011 dan Jumat, 4 Maret 2011 di ruang kelas VIII B

commit to user

SMP N 3 Bayat. Pertemuan pertama dan kedua dilakukan 2x40 menit. Pembelajaran menulis puisi dilaksanakan berdasarkan skenario dan RPP yang telah didiskusikan antara guru dan peneliti pada Sabtu 26 Februari 2011. Peneliti duduk di bagian belakang mengamati pembelajaran yang berlangsung menggunakan teknik kancing gemerincing dan bertindak sebagai partisipan pasif dan sesekali ke depan untuk mengambil gambar kegiatan pembelajaran sebagai dokumentasi.

1) Pertemuan Pertama

Pelaksanaan siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada kamis 3 Maret 2011 mulai pukul 11.30 - 12.50 WIB. Adapun urutan pelaksanaan tindakan siklus I adalah sebagai berikut.

a) Guru memberi salam, mengondisikan kelas, dan mengecek presensi siswa.

b) Guru menyampaiakan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, yaitu siswa dapat menulis puisi dengan pilihan kata yang sisuai dan dapat menyunting sendiri pilihan kata yang ditulis.

c) Guru melakukan apersepsi pada siswa dengan menggali pemahaman siswa mengenai pengertian puisi serta syarat-syarat yang diperlukan dalam menulis puisi.

d) Siswa menuliskan pendapat-pendapat mengenai pengertian dan pemahaman siswa.

e) Siswa berkumpul pada kelompok masing-masing, kelompok kelas yang telah terbentuk merupakan kelompok tetap mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah dibentuk sejak awal semester genap. Masing-masing kelompok beranggotakan empat siswa.

f) Guru membagikan sendok es krim sebagai pengganti kancing, setiap siswa memperoleh tiga buah sendok. Sendok yang dimiliki siswa merupakan media untuk berpendapat, saat berpendapat siswa harus menyerahkan sendok yang dimilikinya. Apabila sendok yang dimiliki telah habis, maka siswa tidak diberi kesempatan untuk

commit to user

berpendapat lagi dan memberi kesempatan siswa lain yang masih memiliki sendok.

g) Guru membagikan teks puisi rumpang dan gambar kupu-kupu pada masing-masing kelompok. Gambar kupu-kupu berguna untuk mempermudah siswa dalam berimajinasi.

h) Siswa berdiskusik melengkapi teks puisi rumpang menjadi menjadi puisi utuh.

Gambar 2. Siswa Melakukan Diskusi Kelompok

i) Setelah selesai, siswa diperbolehkan menuliskan satu baris puisi dan dilanjutkan baris berikutnya dituliskan oleh siswa yang lain. Saat menuliskan puisinya, siswa harus menyerahkan kancing yang dimiliki dan berhak menerima bintang penghargaan untuk ditempelkan di kolom kelompok masing-masing pada papan penilaian.

j) Guru berkeliling kelas untuk memantau dan membantu siswa yang mengalami kesulitan.

commit to user

Gambar 3. Guru Keliling kelas Memantau Diskusi Siswa

k) Siswa bersama-sama guru mengecek puisi yang telah jadi, jika masih terjadi kerancuan siswa diperkenankan menuliskan pembenarannya dan menyerahkan sisa sendok yang dimiliki. l) Guru dan siswa mengamati puisi yang telah jadi, guru

membenarkan puisi utuh di papan tulis jika masih ada kesalahan. m) Guru bersama siswa melakukan refleksi dan menyimpulkan

kegiatan pembelajaran yang dilakukan.

n) Guru menempelkan bintang emas di papan penilaian pada kelompok yang paling aktif.

commit to user

o) Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas.

p) Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam. 2) Pertemuan Kedua

Pertemuan kedua siklus I dilakukan pada Jumat 4 Maret 2011 selama dua jam pelajaran, yaitu pukul 08.20 - 09.55 WIB, jeda istirahat pukul 09.00 – 09.15 WIB. Pada pertemuan pertama difokuskan pada proses pembelajaran dan mengetahui kualitas puisi karya siswa yang telah dikerjakan secara kelompok, sedangkan pertemuan kedua difokuskan pada penilaian hasil kemampuan menulis puisi secara individu. Adapun urutan pelaksanaan siklus I pada pertemuan kedua adalah sebagai berikut.

a) Guru memberi salam, mengondisikan kelas, dan mengecek presensi siswa.

b) Guru mengulang sekilas materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya dengan melakukan tanya jawab pada siswa. c) Guru mengingatkan siswa tentang proses pembelajaran yang telah

berlangsung pada pertemuan pertama dan menggali pemahaman siswa mengenai pemilihan kata dan koherensi pada teks puisi rumpang yang telah dikerjakan pada pertemuan sebelumnya.

d) Siswa menuliskan kata-kata asing yang ditemukan pada teks puisi rumpang dan guru menjelaskan maksud kata-kata tersebut.

e) Guru membagikan gambar pemandangan pada masing-masing siswa, gambar tersebut dimaksudkan untuk mempermudah siswa dalam mengembangkan imajinasi selama menulis puisi.

commit to user

Gambar 5. Guru Membagikan Gambar Pemandangan

f) Siswa menuliskan topik-topik penting yang diperoleh dari hasil pengamatan gambar, dan siswa mengembangkan topik-topik tersebut menjadi puisi utuh.

g) Setelah selesai, siswa diberi kesempatan untuk menyunting puisi yang telah dibuatnya.

h) Guru melakukan refleksi dan menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.

i) Guru memberikan kesempatan siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas.

j) Guru menutup pelajaran dengan memberi salam.

c. Observasi dan Interpretasi

Observasi tindakan I dilaksanakan pada Kamis, 3 Maret 2011 pukul 11.30 - 12.50 WIB dan Jumat 4 Maret 2011 pukul 08.20 - 09.55 WIB di ruang kelas VIII B SMP N 3 Bayat. Pada pertemuan pertama proses pembelajaran dengan menerapkan teknik kancing gemerincing, selain itu untuk mengetahui kualitas puisi karya siswa yang dikerjakan secara kelompok. Pada pertemuan kedua pembelajaran difokuskan pada hasil kemampuan menulis puisi secara individu yang dibantu dengan media gambar untuk mempermudah menulis puisi.

commit to user

Dari kedua pertemuan tersebut, observasi difokuskan untuk mengetahui kegiatan pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas, baik proses maupun aktivitas siswa dan guru. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai partisipan pasif yang berada di belakang agar dapat mengamati proses pembelajaran. Selain itu, observasi siklus I ini bertujuan untuk mengetahui apakah kelemahan yang terdapat pada pratindakan sudah dapat diatasi atau belum.

Berdasarkan pengamatan peneliti, secara garis besar diperoleh gambaran tentang proses pembelajaran pada siklus I sebagai berikut.

1) Sebelum mengajar, guru sudah membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang dijadikan sebagai pedoman dalam mengajar. Rencana pembelajaran sesuai dengan silabus mata pelajaran Bahasa Indonesia yang ada dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

2) Pelaksanaan tindakan siklus I berlangsung selama 2 kali pertemuan, pertemuan pertama dan kedua diikuti oleh siswa kelas VIII B SMP N 3 Bayat yang berjumlah 40 siswa.

3) Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran menulis puisi sesuai dengan rancangan pembelajaran yang telah dibuat.

4) Pada awal pembelajaran, guru mengemukakan materi menulis puisi dengan jelas. Tidak hanya menggunakan metode ceramah tapi juga dengan metode tanya jawab. Pembelajaran berlangsung dua arah antara guru dan siswa. Kemudian guru menjelaskan tentang model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing.

5) Pada saat kegiatan apersepsi, guru menuliskan puisi dan siswa diminta mencermati puisi sehingga dari pengamatan diperoleh pengertian serta unsur-unsur yang terkandung dalam puisi. Dalam kegiatan apersepsi tersebut guru bertanya jawab pada siswa untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang menulis puisi. Tahap apersepsi ini sebagian siswa menunjukkan antusiasnya, tapi masih terlihat siswa yang pasif dan tidak memperhatikan guru.

commit to user

Gambar 6. Guru Melakukan Apersepsi dengan Menulis Puisi di Papan Tulis

6) Ketika guru menyampaikan materi, beberapa siswa masih tampak kurang berminat dan beraktivitas sendiri. Akan tetapi, sebagian besar siswa tampak antusias mengikuti pelajaran. Melihat suasana kelas yang belum sepenuhnya terlihat aktif, guru melakukan intermezo memberikan celotehan-celotehan sehingga membangkitkan semangat siswa lagi.

Gambar 7. Siswa Antusias dengan Mengangkat Tangan

7) Setelah memberi penjelasan, guru meminta siswa duduk secara berkelompok sesuai dengan kelompok masing-masing. Guru membagikan kancing, masing-masing siswa memperoleh tiga buah

commit to user

sendok es krim. Setelah itu guru membagikan teks puisi beserta gambar kupu-kupu pada masing-masing kelompok.

Gambar 8. Guru membagikan Kancing

8) Setelah terbentuk puisi utuh, guru meminta siswa menyunting puisi hasil diskusinya.

9) Guru menuliskan puisi rumpang di papan tulis, dan satu per satu siswa menuliskan pendapatnya melengkapi baris-baris puisi. Setiap siswa menuliskan pendapatnya, maka ia harus menyerahkan sendok es krim yang dimiliki. Siswa yang telah memanfaatkan sendok es krimnya, berhak mendapatkan bintang penghargaan. Setelah terbentuk puisi yang utuh siswa dengan bimbingan guru menyunting puisi hasil perpaduan pendapat beberapa siswa tersebut. Jika ada puisi yang terlihat masih rancu ataupun tidak koheren, siswa lain berhak menyampaikan pendapat yang ia rasa benar, begitu seterusnya sampai terbentuk puisi yang koheren dan padu. Pada kegiatan diskusi tersebut, masih terdapat siswa yang sama sekali tidak menyumbangkan pendapatnya. Akan tetapi, banyak kelompok yang telah mengumpulkan pundi-pundi bintang penghargaannya.

commit to user

Gambar 9. Siswa menempelkan bintang di papan penghargaan

10) Ketika tahap refleksi, ada tiga siswa yang menyimpulkan pembelajaran yang telah berlangsung. Ada siswa yang menyampaikan inti dari puisi yang telah didiskusikan, ada pula siswa yang berpendapat tentang kegiatan diskusi kelompok pada pembelajaran menulis puisi tersebut. 11) Setelah dilakukan tindakan siklus I dilakukan wawancara dengan siswa.

Wawancara ini dimaksudkan untuk mengetahui kelemahan yang dirasakan siswa sehingga dapat diatasi pada tindakan siklus II. Wawancara dilakukan setelah pelajaran berakhir yaitu pada Jumat, 4 Maret 2011 di ruang kelas VIII B setelah sekolah telah usai.

commit to user

12) Kelemahan yang ditemukan selama pelaksanaan tindakan siklus I dapat dilihat dari beberapa aspek sebagai berikut.

a) Kelemahan yang ditemukan dari siswa, yaitu.

(1) Siswa terlihat belum sepenuhnya aktif dalam mengikuti pembelajaran. Sebagian siswa masih melakukan aktivitas pribadi, seperti mengganggu teman, berbicara dan bercanda dengan teman sebangku.

(2) Masih banyak siswa yang tidak merespon stimulus atau pertanyaan dari guru. Misalnya saja saat refleksi atau penyampaian materi, hanya sebagian siswa yang berani mengutarakan pendapatnya.

(3) Siswa kurang bisa mengoptimalkan waktu dengan baik, baik

Dokumen terkait