commit to user e Communicative Language Teaching (CLT)
BUKU TEKS BAHASA INGGRIS YANG DIGUNAKAN DI SMK
A. Buku Teks yang Digunakan di SMK
2. Penilaian In-depth Analysis Evaluation
Penilaian kedua—in-depth analysis evaluation—dilakukan dengan menelaah bagian-bagian tertentu dari tiap buku teks untuk dianalisis secara lebih mendalam. Cunningsworth (1995: 2) menyarankan langkah praktis pelaksanaannya dengan memilih satu atau dua unit buku teks tersebut yang mewakili isi buku secara keseluruhan. Berdasarkan saran ini, dua bab yang mewakili isi buku teks tersebut
commit to user
ii 158
dipilih dari ketiga buku teks di atas untuk dinilai dengan menggunakan tujuh indikator yang disarankan Cunningsworth.
Langkah pertama dalam penilaian ini adalah meringkas butir-butir tersebut berdasarkan beberapa aspek yang paling penting dan dominan dalam konteks penilaian buku teks. Butir-butir tersebut dikelompokkan ke dalam empat subkategori berikut: tujuan atau aims and objectives, rancangan dan organisasi unsur bahasa dan isi atau design and organization of language and content, keterampilan berbahasa atau skills, dan pertimbangan praktis atau practical consideration. Rangkuman hasil analisis disajikan dalam tabel 4.3.
a. Global Access 1). Tujuan
GA adalah buku teks yang resmi diterbitkan oleh Dikmenjur. Tujuan penerbitannya adalah sebagai bahan pegangan dalam mengembangkan kompetensi komunikatif bahasa Inggris siswa SMK sesuai dengan kebutuhan berkomunikasi dengan sederhana di dunia pekerjaan serta komunikasi secara umum (Hendraswari, et al., 2000: ii). Dalam kata pengantar disebutkan bahwa buku yang diterbitkan dalam tiga jilid tersebut dirancang berdasarkan tingkatan kompetensi bahasa Inggris internasional yang diukur dengan skor TOEIC test. Buku jilid I dirancang bagi siswa yang tingkat kompetensi bahasa Inggrisnya setara dengan skor 300 pada TOEIC test, buku II 400, dan buku III 500. Jika tujuan ini dicapai, lulusan SMK diharapkan mampu mengembangkan kompetensi mereka untuk mampu menduduki jabatan tertentu dalam struktur tenaga kerja yang menjadi tujuan pendidikan dan latihan di SMK.
commit to user
ii 159
Untuk mencapai tujuan tersebut buku ini menyajikan bahan pembelajaran dan pelatihan kegiatan berkomunikasi melalui pengembangan keempat keterampilan bahasa sesuai dengan tuntutan dunia kerja, khususnya keterampilan wicara dan menyimak, termasuk latihan mengerjakan soal-soal TOEIC test.
2). Rancangan dan Organisasi
Sajian muatan GA disusun berdasarkan pendekatan fungsional yang mengutamakan penguasaan fungsi bahasa dalam tindak komunikasi yang melibatkan keempat keterampilan berbahasa. Sajian ini dilakukan secara deduktif melalui berbagai kegiatan pembelajaran. Setiap unit dirancang untuk menyajikan satu fungsi bahasa tertentu dengan berbagai kegiatan pembelajaran dengan mengangkat tema sekitar situasi yang biasa mereka hadapi atau kondisi di dunia kerja yang mereka harapkan. Pemilihan materi dalam GA baik yang berupa fungsi bahasa ataupun lexico- grammar pendukung disusun berdasarkan tingkatan kesulitan yang diturunkan dari tingkatan skor TOEIC test. Sebagai kelengkapan pembelajaran, tiap unit disertai dengan pemajanan grammar yang digunakan dalam unit tersebut, termasuk latihan yang biasa digunakan dalam TOEIC test.
Cakupan GA sangat ringkas. Tiap jilid yang terdiri dari sekitar 130 halaman berisi 11 unit yang dialokasikan untuk materi diklat selama satu tahun. Selain jumlah halaman untuk tiap unit tidak banyak, ada beberapa unit yang berisi cukup banyak gambar yang digunakan sebagai latihan mengembangkan keterampilan menyimak ala tes TOEIC yang membuat cakupan tiap unit menjadi lebih sempit. Dengan demikian dapat dimaklumi jika GA hanya menyajikan bahan ajar diklat di kelas dan tidak disediakannya bahan untuk belajar mandiri.
commit to user
ii 160
3). Keterampilan Berbahasa
GA menyajikan bahan belajar untuk mengembangkan keempat keterampilan berbahasa yang dikaitkan dengan konteks pemakaiannya dalam interaksi siswa SMK sehari-hari atau di lingkungan tempat kerja yang mungkin mereka hadapi. Pencermatan terhadap jenis pembelajaran di tiap unit menunjukkan bahwa kegiatan diklat yang dirancang hanya melibatkan keterampilan berbahasa tertentu dan kurang integratif dengan keterampilan bahasa yang lain. Meskipun dalam pengantar disebutkan bahwa pengembangan keterampilan menyimak menjadi salah satu yang diutamakan, bahan yang mendukung untuk pengembangan keterampilan menyimak sangat kurang.
Kualitas bahasa yang digunakan masih kurang baik. Di beberapa bagian buku terdapat banyak pemakaian bentuk bahasa yang kurang tepat. Yang paling menonjol adalah pemakaian genre bahasa tulis ke dalam genre bahasa lisan. Di samping itu, terdapat cukup banyak konteks pemakaian bahasa yang kurang tepat.
4). Pertimbangan Praktis
Buku ini disediakan untuk semua SMK baik negeri mapupun swasta oleh Dikmenjur secara gratis. Meskipun tidak dijual di toko buku secara bebas, tiap sekolah memperolehnya dalam jumlah yang cukup, paling tidak sebanyak 50 eksemplar untuk digunakan oleh siswa satu kelas.
b. English for Vocational School (EVS) 1). Tujuan
EVS dirancang sebagai modul bahasa Inggris untuk siswa SMK. Dalam halaman prakata disebutkan bahwa buku ini dirancang sebagai panduan belajar
commit to user
ii 161
sehingga mereka mampu mengembangkan seperangkat kompetensi yang dicantumkan dalam kurikulum yang berlaku, yaitu KTSP 2006, serta siap menempuh UN (Krisnani, 2007: i). Untuk mencapai pengembangan kompetensi tersebut EVS memuat berbagai bahan belajar serta latihan atau praktik berbahasa, termasuk latihan mengerjakan soal-soal yang mirip dengan soal yang dipakai dalam UN.
2). Rancangan dan Organisasi
EVS disusun sebagai bahan ajar utama dalam proses diklat di berbagai jurusan SMK. Buku ini dicetak dalam 6 (enam) jilid yang masing-masing digunakan untuk bahan belajar satu semester. Pemilihan sajian untuk tiap jilid didasarkan pada urutan KD yang ada dalam KTSP. KD yang sering dijumpai dan yang melibatkan unsur kebahasaan yang sederhana disajikan dalam jilid awal, sedangkan KD yang memerlukan unsur kebahasaan yang lebih rumit disajikan di jilid akhir.
Buku ini mencakup hampir semua unsur yang harus dikuasai siswa, seperti grammar, vocabulary, kegiatan pengembangan keempat keterampilan berbahasa melalui topik-topik yang biasa dihadapi siswa SMK. Materi yang disediakan dengan porsi cukup adalah kosa kata, tata bahasa, latihan membaca, dan latihan wicara. Materi untuk mengembangkan keterampilan menyimak dan menulis belum seimbang dengan materi yang lain, dan materi untuk latihan pelafalan tidak tersedia.
Ancangan penyajian materi menggunakan pendekatan deduktif. Sajian tiap unit diawali dengan pemajanan bentuk bahasa yang bervariasi antara genre bahasa lisan dan genre bahasa tulis dengan penjelasannya dan dilanjutkan dengan latihan atau praktik pemakaian bentuk tersebut. Pengembangan keterampilan wicara dilakukan setelah pemajanan pola kalimat atau bentukan tertentu. Kemudian siswa diminta untuk mempraktikkannya dalam interaksi yang dirancang sebagai kerja berpasangan.
commit to user
ii 162
Pengembangan keterampilan berbahasa tulis, khususnya membaca, latihan yang disediakan adalah menjawab pertanyaan berdasarkan teks, baik yang bentuk tes objektif atau esei. Termasuk di dalamnya adalah latihan memahami konstruksi- konstruksi bahasa yang digunakan, serta menerjemahkan.
3). Keterampilan Berbahasa
EVS menyajikan bahan belajar untuk mengembangkan keempat keterampilan berbahasa. Materi untuk pengembangan keterampilan wicara dan membaca memperoleh perhatian lebih besar dari bahan untuk mengembangkan keterampilan lainnya. Selain porsi keempat keterampilan tersebut kurang seimbang, setiap kegiatan pembelajaran dirancang terfokus pada satu keterampilan bahasa tententu, atau tidak integratif dan kurang mencerminkan konteks sosial terjadinya komunikasi yang nyata (authentic). Dalam kegiatan wicara, misalnya, siswa hanya diminta untuk mempraktikkan pola kalimat, ekspresi atau gambit yang dipajankan tanpa disertai situasi komunikatif rekaan atau simulasi yang dapat membantu siswa bermain peran dalam situasi tersebut.
4). Pertimbangan Praktis
EVS tidak dijual di toko buku, melainkan langsung dipasarkan oleh penerbit— LPPIP Yogyakarta—kepada guru, sekolah atau pemakai langsung, baik perseorangan maupun kelompok. Strategi tersebut dimaksudkan untuk menekan harga buku agar terjangkau oleh orang tua siswa dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Dengan sampul dari kertas manila warna tipis dan halaman isinya menggunakan kertas buram harga tiap jilid pada tahun 2010 mencapai sekitar Rp. 7.000; jika membeli lebih dari 30 ekspemplar dan Rp. 8.000; jika membeli satuan.
commit to user
ii 163
c. Interchange 1). Tujuan
Interchange disusun sebagai bahan untuk mengembangkan kompetensi komunikatif bahasa Inggris para pembelajar dewasa yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris (Richards, Hull dan Proctor, 2006: x). Langkah tersebut ditempuh dengan menyediakan berbagai bahan pembelajaran dan latihan yang dirancang untuk mengembangkan keempat keterampilan berbahasa yang integratif. Termasuk di dalamnya adalah unsur kosa kata, pelafalan. Semua bahan tersebut disajikan dalam bingkai fungsi bahasa dan dilengkapi dengan komponen leksikogramatika yang dibutuhkan untuk mengungkapkan fungsi bahasa tersebut. Fungsi bahasa disajikan dalam topik atau tema yang biasa digunakan dalam berkomunikasi sehari-hari.
Cakupan Interchange memuat unsur-unsur yang diperlukan untuk mengembangkan kompetensi berbahasa Inggris secara umum. Sebagian cakupan tersebut relevan dengan tuntutan kurikuler bahasa Inggris di SMK. Karena penyusunannya berbasis keperluan komunikasi dalam konteks internasional, pemakaiannya di SMK perlu pencermatan lebih teliti bagian mana yang paling tepat dengan tuntutan kurikulum SMK. Buku panduan untuk guru atau Teachers’ Book disediakan untuk menyediakan berbagai kemungkinan pengembangan kegiatan- kegiatan pembelajaran yang lebih interaktif dan variatif.
2). Rancangan dan Sistimatika Buku
Butir-butir kebahasaan yang merupakan bahan ajar dalam Interchange disajikan bervariasi dari induktif, deduktif dan campuran. Sajian tiap unit dimulai dengan pemajanan bentukan bahasa dalam fungsi bahasa tertentu. Kegiatan pembelajaran tersebut diikuti oleh latihan pemakaian bentuk tersebut dalam tindak
commit to user
ii 164
komunikasi yang dikembangkan berdasarkan fungsi bahasa yang sesuai dengan konteks yang (mendekati) sesungguhnya.
Pemilihan dan penyajian bahan tiap unit didasarkan pada tingkat kompleksitas fungsi bahasa yang tercemin dari kompleksitas lexicogrammar yang digunakan untuk mengungkapkan fungsi bahasa tersebut. Sub-unit yang disebut language focus disajikan untuk membantu siswa memahami bentukan yang digunakan dalam kegiatan interaksi tersebut. Kosa kata baru serta beberapa bentuk ekspresi yang diperlukan dalam konteks tersebut disediakan dalam bagian word power yang diikuti dengan kegiatan pembelajaran untuk menggunakan kosa kata tersebut dalam tindak komunikasi. Untuk meyakinkan pembelajar mampu mengucapkan dengan benar disediakan bagian pronunciation.