• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengukuran Biomassa danKarbon Tanaman pada Plot Contoh A. Pengukuran biomassa tanaman pada setiap lahan

BAHAN DAN METODE 3.1 Lokasi dan Waktu

3.7 Penilaian Stok Karbon

3.7.3 Pengukuran Biomassa danKarbon Tanaman pada Plot Contoh A. Pengukuran biomassa tanaman pada setiap lahan

Melibatkan 3 tahap kegiatan:

1. Membuat plot contoh pengukuran (transek pengukuran)

a) Untuk lahan hutan: membuat plot berukuran 5 mx40 m = 200 m (disebut sub-plot). Sub-plotdipilih pada lokasi yang kondisi vegetasinya seragam.

17

c) Ukuran sub-plot diperbesar bila dalam lahan yang diamati terdapat pohon besar (diameter batang > 30 cm) menjadi 20 mx100 m = 2.000m (disebut plot besar).

d) Untuk sistem agroforestri atau perkebunan yang memiliki jarak tanam antar pohon cukup lebar, dibuat sub-plotbesar ukuran 20 m x 100 m = 2.000 m.

e) Ditentukan pula minimal 6 titik contoh pada setiap sub-plot untuk pengambilan contoh tumbuhan bawah, seresah dan tanah; setiap titik berukuran 0,5 m x 0,5 m = 0,25 m .

Gambar 4 Sub-plot contoh untuk pengukuran biomassa dan nekromassa (Hairiah, 2007).

2. Mengukur biomassa pohon

Pengukuran biomassa pohon dilakukan dengan cara 'non-destructive' (tidak merusak bagian tanaman).

Cara pengukuran:

a) sub-plot dibagi menjadi 2 bagian, dengan memasang tali di bagian tengah sehingga ada sub-sub-plot, masing-masing berukuran 2,5m x 40m.

b) Nama setiap pohon dicatat, dan diukur diameter batang setinggi dadanya (dbh = diameter at breast height = 1,3 m dari permukaan tanah) semua pohon yang masuk dalam sub-sub-plot sebelah kiri dan kanan. Pengukuran dbh hanya dilakukan pada pohon berdiameter 5

cm hingga 30 cm. Pohon dengan dbh<5 cm diklasifikasikan sebagai tumbuhan bawah.

c) Khusus untuk pohon-pohon yang batangnya rendah dan bercabang banyak, misalnya pohon kopi yang dipangkas secara regular, maka diukur semua diameter semua cabang. Bila pada sub-plot terdapat tanaman tidak berkeping dua (dikotil) seperti bambu dan pisang, maka diukur diameter dan tinggi masing-masing individu dalam setiap rumpun tanaman. Demikian pula bila terdapat pohon tidak bercabang seperti kelapa atau tanaman jenis palem lainnya.

d) Bila terdapat tunggul bekas tebangan yang masih hidup dengan tinggi > 50 cm dan diameter > 5 cm, maka diukur diameter batang dan tingginya.

e) Ditetapkan berat jenis (BJ) kayu dari masing-masing jenis pohon dengan jalan memotong kayu dari salah satu cabang, lalu ukur panjang, diameter dan timbang berat basahnya. Dimasukkan dalam oven, pada suhu 100O C selama 48 jam dan timbang berat keringnya. Hitung volume dan BJ kayu dengan rumus sebagai berikut:

Volume (cm3) = πR2 T

Keterangan: R = jari-jari potongan kayu = ½ x Diameter (cm) T = panjang kayu (cm)

BJ (g/cm3) = Berat kering (g) Volume (cm3)

3. Mengukur biomassa tumbuhan bawah

Pengambilan contoh biomassa tumbuhan bawah dilakukan dengan metode 'destructive' (merusak bagian tanaman).Tumbuhan bawah yang diambil sebagai contoh adalah semua tumbuhan hidup berupa pohon yang berdiameter < 5 cm, herba dan rumput-rumputan.

19

Gambar 5 Bentuk kuadran untuk pengambilan contoh tumbuhan bawah dan serasah (Hairiah 2007).

Cara pengambilan contoh tumbuhan bawah ('understorey') a. Tempatkan kuadran bambu, kayu atau aluminium di dalam

sub-plot (5 m x 40 m) secara acak.

b. Semua tumbuhan bawah (pohon berdiameter < 5 cm, herba dan rumbut-rumputan) yang terdapat di dalam kuadran dipotong. c. Contoh tumbuhan bawah dimasukkan ke dalam kantong. d. Berat basah daun atau batang ditimbang.

e. Ambil sub-contoh tanaman dari masing-masing biomassa daun dan batang sekitar 100-300g.

f. Sub-contoh biomassa tanaman yang telah diambil dikeringkan dalam oven pada suhu 80 OC selama 2 x 24 jam.

g. Timbang berat keringnya.

Gambar 6 Penempatan kuadran (titik contoh) dalam sub-plot (Hairiah 2007).

Pengolahan data

Hitung total berat kering tumbuhan bawah per kuadran dengan rumus sebagai berikut:

Total BK (g) = BK subcontoh (g) X Total BB (g) BB subcontoh (g)

Dimana, BK = berat kering dan BB = berat basah

B. Pengukuran Nekromassa tanaman

Lakukan pengambilan contoh 'nekromassa' (bagian tanaman mati) pada permukaan tanah yang masuk dalam sub-plot (5 m x 40 m) dan/atau plot besar (20 m x 100 m). Pengambilan contoh nekromassa yang berdiameter antara 5 cm hingga 30 cm dilakukan pada sub-plot, sedangkan batang berdiameter > 30 cm dilakukan pada plot besar. Nekromassa dibedakan menjadi 2 kelompok:

a. Nekromassa berkayu: pohon mati yang masih berdiri maupun yang roboh, tunggul-tunggul tanaman, cabang dan ranting yang masih utuh yang berdiameter 5 cm dan panjang 0.5 m.

b. Nekromassa tidak berkayu: seresah daun yang masih utuh (seresah kasar), dan bahan organik lainnya yang telah terdekomposisi sebagian dan berukuran > 2 mm (seresah halus).

a) Nekromassa berkayu

Cara pengukuran:

• Ukur diameter (lingkar batang) dan panjang (tinggi) semua pohon mati yang berdiri maupun yang roboh, tunggul tanaman mati, cabang dan ranting.

• Catat dalam blangko pengukuran masing-masing, baik untuk nekromassa yang berdiameter > 30 cm dan maupun untuk nekromassa yang berdiameter antara 5 - 30 cm.

• Apabila dalam subplot maupun plot besar terdapat batang roboh melintang, maka diukur diameter batang pada dua posisi (pangkal dan

21

ujung) dan panjang batang hanya diukur pada contoh yang masuk dalam sub-plot atau plot besar saja.

• Ambil sedikit contoh kayu ukuran 10 cm x 10 cm x 10 cm, timbang berat basahnya, masukkan dalam oven suhu 80o C selama 48 jam untuk menghitung BJnya.

b) Nekromassa tidak berkayu

Cara pengambilan contoh seresah

• Gunakan kuadran kayu/bambu/aluminium. Ambillah contoh seresah kasar langsung setelah pengambilan contoh biomassa tumbuhan bawah, lakukan pada titik contoh dan luas kuadran yang sama dengan yang dipakai untuk pengambilan contoh biomassa tumbuhan bawah. • Ambil semua sisa-sisa bagian tanaman mati, daun- daun dan

ranting-ranting gugur yang terdapat dalam tiap-tiap kuadran, masukkan ke dalam kantong kertas dan beri label sesuai dengan kode titik contohnya.

• Keringkan semua seresah di bawah sinar matahari, bila sudah kering goyang-goyangkan agar tanah yang menempel dalam seresah rontok dan terpisah dengan seresah.

• Ambil sub-contoh seresah sebanyak 100-300 g untuk dikeringkan dalam dalam oven pada suhu 80o C selama 48 jam. Bila biomassa contoh yang didapatkan hanya sedikit (< 100 g), maka timbang semuanya dan jadikan sebagai sub-contoh.

• Timbang berat keringnya dan catat dalam blangko. Estimasi BK seresah kasar per kuadran melalui perhitungan sebagai berikut:

Total BK (g) = BK subcontoh (g) X Total BB (g) BB subcontoh (g)

Keterangan, BK = berat kering dan BB = berat basah

Dokumen terkait