BAB 3. ANALISIS RISIKO BENCANA DESA DILEM
3.2. Penilaian Kerentanan
Kerentanan adalah kondisi dari suatu komunitas atau masyarakat yang mengarah atau menyebabkan ketidakmampuan dalam menghadapi ancaman bencana. Komponen yang mempengaruhi tinggi dan rendahnya risiko bencana tidak hanya faktor ancaman, tapi juga perlu memperhitungkan kerentanan yang dimiliki oleh daerah tersebut terhadap bahaya yang menimpa.
Dalam Terimologi Pengurangan Risiko Bencana yang dikeluarkan oleh Asian Disaster Reduction and Response Network (ADRRN) Kerentanan didefinisikan sebagai karakteristik dan kondisi sebuah komunitas, sistem atau aset yang membuatnya cenderung terkena dampak merusak yang diakibatkan ancaman bahaya.25
Variabel yang digunakan dalam penghitungan kerentanan pada kajian ini menggunakan pentagon asset, atau biasa disebut dengan lima asset penghidupan dasar yang meliputi manusia, sosial-budaya, ekonomi, infrastuktur dan lingkugan.26
Seberapa besar potensi risiko bencana yang terjadi di Desa Dilem bisa diketahui dengan melihat dan menganalisis seberapa besar kerentanan terhadap Manusia, Ekonomi, Infrastruktur, Sosial-budaya dan Lingkungan dari masing-masing bencana. Berdasarkan kajian bersama warga diperoleh nilai kerentanan sebagai berikut:
3.2.1. Kerentanan terhadap Tanah Longsor
Dilihat dari letak geografis dan topografisnya, Desa Dilem adalah desa yang memiliki kerentanan cukup tinggi terhadap terpaparnya bahaya longsor. Ditambah dengan perilaku masyarakat dalam merambah dan menggunduli hutan, membuat Desa Dilem menjadi semakin rentan terpapar ancaman tersebut.
Manusia
Sebanyak 171 warga Dilem atau 100% dari penduduk yang ada di desa tersebut memiliki potensi yang sangat tinggi terpapar bahaya longsor. Hal tersebut dikarenakan letak rumah seluruh warga ada di lereng perbukitan, dengan struktur tanah yang labil dan menghawatirkan, terlebih saat intensitas hujan yang turun sangat tinggi.
Sosial-Budaya
Secara tradisional masyarakat telah memiliki kepekaan yang tinggi terhadap situasi yang ada di desa mereka. Masyarakat mengenali gejala longsor dengan mengamati gejala-gejala alam yang terjadi, seperti suara gemuruh maupun tinggi rendahnya intensitas hujan. Dari segi komposisi jenis kelamin, jumlah laki-laki di desa tersebut lebih banyak dibandingkan jumlah perempuannya, sehingga secara sosial-budaya kerentanan terhadap tanah longsor di Desa Dilem dapat dianggap sedang.
Ekonomi
Hampir seluruh penduduk yang ada di Desa Dilem menggantungkan mata pencaharian mereka dari bertani, berladang dan memanfaatkan hasil hutan, sehingga perekonomian warga akan terganggu saat terjadi tanah longsor, terlebih lagi jika kejadian tanah longsor tersebut melanda sawah/ladang masyarakat.
25 ADRRN, op. cit., hlm 20.
26 Ibid., hlm 49.
Infrastruktur
Beberapa infrastruktur penting berada di daerah-daerah yang rawan longsor, seperti sekolah, kantor balai desa, dan bak penampung air warga yang berada di hutan. Sehingga dari segi infrastruktur Desa Dilem sangat rentan terpapar bahaya tanah longsor.
Lingkungan
Rusaknya lahan pertanian, ladang maupun hutan akibat prilaku penggundulan dan pembakaran hutan membuat Desa Dilem semakin rentan terhadap bahaya longsor.
Menilai dari letak lokasi, jumlah dan komposisi manusia yang terpapar, kondisi ekonomi, sosial-budaya, infrastruktur dan lingkungan yang ada di Desa Dilem, maka dapat disimpulkan bahwa Desa Dilem memiliki kerentanan yang TINGGI terhadap bahaya Tanah Longsor.
3.2.2. Kerentanan terhadap Banjir
Letak Desa Dilem sesungguhnya berada di atas lereng, sehingga sangat kecil kemungkinan terpapar bahaya banjir. Akan tetapi karena wilayahnya yang dilalui Sungai Klorak, banyak persawahan dan irigasi warga yang berdekatan dengan aliran sungai tersebut, sehingga desa tersebut menjadi rentan terpapar luapan banjir Sungai Klorak, terutama pada sektor pertanian.
Manusia
Sebagian besar rumah warga letaknya jauh dari sungai, sehingga potensi terpaparnya bahaya banjir di Desa Dilem dilihat dari sisi kerentanan manusianya dapat dikatakan rendah.
Sosial-Budaya
Kesadaran warga belum terbangun secara menyeluruh terkait penjagaan hutan dan tempat tangkapan air, sikap tersebut berpotensi meningkatkan kerentanan Desa Dilem dan sekitarnya terhadap bahaya banjir.
Ekonomi
Beberapa sawah warga terancam rusak akibat terjadinya banjir, meskipun belum pernah menimbulkan kerugian yang signifikan bagi warga.
Infrastruktur
Irigasi sawah di Desa Dilem sebagian menggunakan pipa PVC, sehingga banjir berpotensi untuk merusak saluran irigasi warga.
Lingkungan
Berkurangnya tangkapan air akibat terjadi penggundulan hutan di hulu Desa Dilem adalah salah satu faktor yang memperparah terjadinya banjir saat musim hujan.
Menilai dari letak lokasi, jumlah dan komposisi manusia yang terpapar, kondisi ekonomi, sosial-budaya, infrastruktur dan lingkungan yang ada di Desa Dilem, maka dapat disimpulkan bahwa Desa Dilem memiliki kerentanan SEDANG terhadap bahaya Banjir.
3.2.3 Kerentanan terhadap Banjir Bandang
Desa Dilem yang dilalui oleh pertemuan dua hulu sungai (Sungai Klorak dan Sungai Sabrangan) membuatnya menjadi rentan terpapar banjir bandang terutama dari segi lingkungan dan infrastrukturnya.
Manusia
Sebagian besar rumah warga letaknya jauh dari sungai, hanya ada lima rumah warga yang letaknya di bawah dan dekat dengan sungai, sehingga potensi terpaparnya bahaya banjir bandang di Desa Dilem dapat dikatakan rendah jika dinilai dari segi kerentanan manusianya.
Sosial-Budaya
Kesadaran warga belum terbangun secara menyeluruh terkait penjagaan hutan dan tempat tangkapan air, sikap tersebut berpotensi meningkatkan kerentanan Desa Dilem dan sekitarnya terhadap bahaya longsor, banjir maupun banjir bandang.
Ekonomi
Beberapa sawah warga yang letaknya persis di tepi Sungai Klorak membuat Desa Dilem menjadi sangat rentan terhadap banjir bandang dilihat dari segi ekonominya. Mengingat daya rusak yang ditimbulkan saat banjir bandang terjadi dapat menghancurkan area persawahan warga, dan membuat sebagian warga terancam tidak dapat lagi memanfaatkan sawah mereka untuk bertani akibat sawah yang rusak tertimbun material banjir bandang.
Infrastruktur
Beberapa infrastruktur penting yang ada di Desa Dilem sangat rentan terpapar banjir bandang.
Terutama dua jembatan yang menghubungkan Desa Dilem dengan Begaganlimo (Troliman) dan Kalikatir (Dokare), bak penampung air, saluran pipa air bersih dan saluran irigasi warga, karena kedahsyatan banjir bandang dapat meluluh lantakan infrastruktur tersebut.
Lingkungan
Dilihat dari letak wilayahnya yang dilalu pertemuan dua hulu sungai (Sungai Klorak dan Sungai Sabrangan) dimana sering terjadi tanah longsor pada hulu sungai tersebut, maka wilayah Dilem dan Kalikatir memang menjadi sangat rentan terpapar oleh banjir bandang.
Gambar 18: Jembatan Troliman Rusak Ringan (Kiri) dan Jembatan Dilem Rusak Berat (Kanan) Akibat Banjir Bandang
Foto: Erstayudha Nurrizqi/USAID APIK
Menilai dari letak lokasi, jumlah dan komposisi manusia yang terpapar, kondisi ekonomi, sosial-budaya,infrastruktur dan lingkungan yang ada di Desa Dilem, maka dapat disimpulkan bahwa Desa Dilem memiliki kerentanan TINGGI terhadap bahaya Banjir Bandang.
3.2.4. Kerentanan terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan
Sebagai desa yang terletak di tepian hutan, Desa Dilem juga memiliki kerentanan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan, terutama saat terjadi musim kemarau. Terlebih karena akhir-akhir ini semakin marak pembukaan lahan dan hutan untuk dialih fungsikan menjadi lahan pertanian dengaan cara membakar.
Manusia
Pemukiman warga Dilem berbatasan langsung dengan hutan, sehingga menjadi rentan terpapar kebakaran, terlebih lagi saat musim kemarau, angin yang berhembus dapat meluas dan tidak terkendali.
Sosial-Budaya
Perilaku beberapa perambah hutan, baik warga dari Desa Dilem maupun warga yang berasal dari luar Desa Dilem yang kurang bijak dalam menjaga hutan membuat Desa Dilem menjadi rentan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan dilihat dari segi sosial-budayanya.
Ekonomi
Sebagian penghasilan warga didapat dari hutan, seperti hasil buah-buahan, umbi-umbian maupun rumput untuk pakan ternak. secara ekonomi warga Dilem menjadi rentan terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Infrastruktur
Pipa-pipa air bersih yang melintasi hutan terbuat dari pipa PVC yang mudah terbakar, sehingga menjadi rentan terpapar bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Lingkungan
Menilai dari letak lokasi, jumlah dan komposisi manusia yang terpapar, kondisi ekonomi, sosial-budaya, infrastruktur dan lingkungan yang ada di Desa Dilem, maka dapat disimpulkan bahwa Desa Dilem memiliki kerentanan SEDANG terhadap bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan.
Tabel 8: Indeks Kerentanan Desa Dilem27
No Jenis Ancaman Manusia SosBud Ekonomi Infrastruktur Lingkungan Keterangan
1 Tanah Longsor 3 2 3 3 3 Tinggi
2 Banjir 1 2 2 2 3 Sedang
3 Banjir Bandang 1 3 3 3 3 Tinggi
4 Kebakaran Hutan dan Lahan 2 3 3 2 2 Sedang