RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SIFAT KIMIA ASAM SULFAT
I. Penilaian Pembelajaran Penilaian Skala Sikap
Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial
Bentuk penilaian : lembar pengamatan
Instrumen penilaian : jurnal (terlampir) Pengetahuan
Jenis/Teknik tes : tertulis, lisan,dan Penugasan
Bentuk tes : uraian
Instrumen Penilaian : (terlampir) Keterampilan
Teknik/Bentuk Penilaian :
Praktik/Performence
Fortofolio
Instrumen Penilaian : (terlampir) Remedial
Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa memberikan soal tambahan misalnya.
CONTOH PROGRAM REMIDI
Sekolah : ………..
Kelas/Semester : ………..
Mata Pelajaran : ………..
Ulangan Harian Ke : ………..
Tanggal Ulangan Harian : ………..
Bentuk Ulangan Harian : ………..
Materi Ulangan Harian : ………..
(KD / Indikator) : ………..
KKM : ………..
No
Nama Peserta
Didik
Nilai Ulangan
Indikator yang Belum Dikuasai
Bentuk Tindakan Remedial
Nilai Setelah
Remedial Keterangan 1
2 dst
Pengayaan
Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut :
j. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan.
k. Mencari informasi secara online tentang materi
l. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi m. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar.
Mengetahui: Kendal, 17 Juni 2022
Kepala SMK N 3 Kendal, Guru Mata Pelajaran,
Bambang Dite Wahyono,S.Pd,M.Pd Indiana Krisnawati,S.T
NIP. 19640403 198803 1 014 NIP. 19770609 202221 2 003 Catatan Kepala Sekolah
...
...
...
Lampiran
Materi Pembelajaran
INDUSTRI PUPUK UREA
• Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam, atau tanaman untuk
mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik.
PUPUK UREA
Pupuk Urea adalah pupuk kimia mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih, dengan rumus kimia CO(NH2)2
MANFAAT PUPUK UREA
1. Pupuk urea membuat daun tanaman lebih hijau, rimbun, dan segar.
2. Pupuk urea juga mempercepat pertumbuhan tanaman. Kondisi tanaman akan makin tinggi, dengan jumlah anakan yang banyak.
3. Pupuk urea juga mampu menambah kandungan protein di dalam tanaman.
4. Pupuk urea bersifat universal dapat digunakan untuk semua jenis tanaman.
SIFAT PUPUK UREA
• 1. Memiliki tekstur yang cukup kasar.
• 2. Berbentuk butiran-butiran seperti kristal berwarna putih.
• 3. Mudah larut dalam air sehingga mudah diserap oleh tanaman.
• 4. Mudah berikatan dengan air (higroskopis) sehingga harus disimpan di tempat yang kering.
PROSES PEMBUATAN Bahan baku :
• Gas CO2 dan Liquid NH3 yang di supply dari Pabrik Amoniak Proses pembuatan Urea di bagi menjadi 6 Unit yaitu :
• 1. Sintesa Unit
• 2. Purifikasi Unit
• 3. Kristaliser Unit
• 4. Prilling Unit
• 5. Recovery Unit
• 6. Proses Kondensat Treatment Unit Lampiran Instrumen Penilaian
K.INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP - Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap
No Nama Siswa
Sikap
spiritual Sikap sosial Jumlah
Skor Mensyukuri
1-4
Jujur 1-4
Kerja sama 1-4
Harga diri 1-4 1
2 3 4 dst
a. Sikap Spiritual
Indikator sikap spiritual “mensyukuri”:
• Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran
• Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut
• Saling menghormati, toleransi
• Memelihara hubungan baik dengan sesama teman sekelas.
Rubrik pemberian skor:
• 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut
• 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut
• 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut
• 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.
b. Sikap Sosial a.Sikap jujur
Indikator sikap sosial “jujur”
• Tidak berbohong
• Mengembalikan kepada yang berhak bila menemukan sesuatu
• Tidak nyontek, tidak plagiarism
• Terus terang.
Rubrik pemberian skor
• 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut
• 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut
• 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut
• 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.
b. Sikap kerja sama
Indikator sikap sosial “kerja sama”
• Peduli kepada sesama
• Saling membantu dalam hal kebaikan
• Saling menghargai/ toleran
• Ramah dengan sesama.
Rubrik pemberian skor
• 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut
• 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut
• 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut
• 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.
c. Sikap Harga diri
Indikator sikap sosial “harga diri”
• Tidak suka dengan dominasi asing
• Bersikap sopan untuk menegur bagi mereka yang mengejek
• Cinta produk negeri sendiri
• Menghargai dan menjaga karya-karya sekolah dan masyarakat sendiri.
Rubrik pemberian skor
• 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut
• 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut
• 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut
• 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.
K.INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN dan KETERAMPILAN KISI-KISI SOAL PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN
Mata Pelajaran : PIK Tahun Pelajaran : 2022/2023
Kelas : XI/Gasal Jumlah Soal : 10 Soal
Kompetensi Keahlian : KI Alokasi Waktu : 60 menit
Penilaian : Penilaian Harian No. Kompetensi
Dasar
IPK Indikator Soal
Soal Pilihan Ganda :
Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a, b, c, d, dan e di depan jawaban yang paling tepat!
1. Pupuk yang mengandung nitrogen disebut dengan ...
a. Pupuk fosfor b. Pupuk urea c. Pupuk kandang d. Pupuk alami e. Pupuk Nitrogen
2. Perhatikan sifat-sifat pupuk dibawah ini ! (1). Memiliki tekstur yang cukup kasar.
(2). Mudah larut dalam alkohol
(3). Mudah berikatan dengan air (higroskopis) sehingga harus disimpan di tempat yang kering.
(4) . Berbentuk kristal putih
Yang merupakan sifat dari pupuk urea adalah...
a.1 dan 2 b. 1 dan 3 c.1 dan 4 d.2 dan 3 e.2 dan 4
3. Bahan baku dari pupuk urea adalah...
a.NH4 b.CO2 c,.NH3 d.CO e. NO
4. Pelarut yang digunakan untuk pupuk fosfat adalah...
a.air b.alkohol
c.eter
d.asam klorida e. asam formiat
5. Bahan baku pupuk fosfat adalah...
a. Fluoroapatit b. Nitrogen c. Karbon d. Amalgam e. Fosfat
Pedoman Penskoran Soal Pilihan Ganda : NO
SOAL KUNCI JAWABAN SKOR
Benar Salah
1 Jawaban : b 2 0
2 Jawaban : b 2 0
3 Jawaban : c 2 0
4 Jawaban : a 2 0
5 Jawaban : a 2 0
TOTAL SKOR MAKSIMUM 10 0
L.INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN Soal Praktek Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa Program Keahlian : Teknik Kimia
Kompetensi Keahlian : Kimia Industri (C3) Mata Pelajaran : Proses Industri Kimia Kelas / Semester : XI / Gasal
No Komponen/Sub Komponen
Pencapaian Kompetensi
Tidak
Ya CK
7,0-7,9
K 8,0-8,9
SK 9,0-10
1 2 3 4 5 6
I Persiapan Kerja (Skor maksimal 30) 1.1 Penggunaan pakaian kerja 1.2 Persiapan Alat dan Bahan 1.3 Persiapan LKPD
II Proses dan Hasil Kerja
Preparasi bahan untuk Uji
Melaksanakan Uji kualitas air
III Sikap kerja
a. kerapihan dalam bekerja Bekerja dengan rapih 85 - 100 Bekerja dengan cukup rapih 75 - 84
Bekerja dengan kurang rapih 65 - 74 b. Kedisiplinan dalam bekerja Bekerja dengan disiplin 85 - 100
Bekerja dengan cukup disiplin 75 - 84 Bekerja dengan kurang disiplin 65 - 74 c. Ketelitian dalam bekerja Bekerja dengan teliti 85 - 100
Bekerja dengan cukup teliti 75 - 84 Bekerja dengan kurang teliti 65 - 74 d. ketekunan dalam bekerja Bekerja dengan tekun 85 - 100
Bekerja dengan cukup tekun 75 - 84 Bekerja dengan kurang tekun 65 - 74 RATA-RATA SIKAP KERJA
IV Waktu
Penyelesaian pekerjaan Selesai sebelum waktu berakhir 85 - 100 Selesai tepat waktu 75 - 84 Selesai setelah waktu berakhir 65 - 74 RATA-RATA WAKTU
Pengolahan Nilai Keterampilan :
Nilai Praktik(NP)
Persiapan Proses dan Hasil Kerja
Sikap
Kerja Waktu ∑ NP
1 2 3 5 6
Rata-rata skor perolehan Skor Maksimum
Bobot 10% 60% 20% 10%
NK
Keterangan:
Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian
Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian
Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100
NK = Nilai Komponenmerupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimum
Mengetahui Kendal, 17 Juni 2022
Kepala SMK N 3 Kendal, Guru Mata Pelajaran,
Bambang Dite Wahyono,S.Pd,M.Pd Indiana Krisnawati,S.T
NIP. 19640403 198803 1 014 NIP. 19770609 202221 2 003
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 3 KENDAL
Jalan Boja - Limbangan Kilometer 1 Boja, Kabupaten Kendal Kode Pos 51381
Telepon 0294-572623Faksimile0294-572623 Surat Elektronik [email protected],[email protected]
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMK Negeri 3 Kendal Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa Program Keahlian : Teknik Kimia
Kompetensi Keahlian : Kimia Industri (C3) Mata Pelajaran : Proses Industri Kimia Kelas / Semester : XI / I
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Jam Pelajaran : 21 JP (@ 45 Menit) A. Kompetensi Inti
KI-3
(Pengetahuan) :
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Kimia pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI-4
(Keterampilan) :
Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik Kimia. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
B.Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.5.Menerapkan pembuatan keramik, semen
dan kaca.
3.5.1 Menentukan proses pembuatan keramik, semen dan kaca.
3.5.2 Menentukan bahan baku dan bahan penunjang pembuatan keramik, semen dan kaca.
4.5 Membuat keramik, semen dan kaca. 4.5.1 Mempersiapkan peralatan yang
dibutuhkan pada pembuatan keramik, semen dan kaca.
4.5.2 Membuat keramik, semen dan kaca.
C.Tujuan Pembelajaran
Melalui langkah pembelajaran model Discovery Learning dengan pendekatan saintifik peserta didik menerapkan pembuatan keramik,semen,dan kaca, mengamati, mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan serta mengomunikasikan untuk dapat mencapai kompetensi pengetahuan (memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi),
Melalui langkah pembelajaran model Discovery Learning dengan pendekatan saintifik peserta didik membuat keramik,semen dan kaca, mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan serta mengomunikasikan untuk dapat mencapai kompetensi keterampilan (mengamati, mencoba, menyaji, dan menalar), dan sikap (jujur, santun, dan tanggungjawab).
D.Materi Pembelajaran Materi Faktual
dapat diamati dengan indera atau alat
Keramik ,semen dan kaca
Materi Konseptual
Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan
Bahan baku dan bahan penunjang pembuatan keramik,semen dan kaca
Materi Prinsip
Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait
Peralatan yang dibutuhkan pada pembuatan keramik,semen dan kaca
Materi Prosedural
Sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip
Pembuatan keramik,semen dan kaca
E.Pendekatan, Metode dan Model
Pendekatan : Saintifik
Metode : Ekspositori, Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan
Model : Discovery Learning F.Alat dan Media Pembelajaran
Vidio Pembelajaran.
Slide Powerpoint.
LCD Proyektor.
G.SumberBelajar
Hand Out
Austin, G. T, 1984, Shreve‟s Chemical Process Industries, Edisi ke – empat, Mc - Graw Hill, Book Company.
Suparni, 2008, Kimia Industri Untuk SMK Jilid 3, Direktorat Pembinaan SMK, Jakarta.
Proses Industri Kimia, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Kelas XI Semester 3, 2013.
Operasi teknik kimia, warren mc cabe, J smith, Yasyifi.
Principle of unit operation, allan foust, LA wenze; wiley & sons l
Perry chemical engineering hand book, six edition, mc graw hill,
Jurnal – jurnal kimia.
Materi dari internet.
H.Kegiatan Pembelajaran Pembelajaran Pertama
Tahap Sintaks Kegiatan Langkah Saintifik PPK Waktu
pembelajaran Model Pembelajaran
Pembelajaran M 1 salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran
Religiositas
Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Disiplin
Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali pelajaran yang akan dipelajari.
Rasa ingin tahu
Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya,
Literasi
Guru menyampaikan tatacara sistem
Guru menampilkan tayangan dan materi tentang pembuatan tayangan dan materi tentang pembuatan tayangan materi tentang pembuatan keramik,semen dan
tentang pembuatan diberikan guru secara berkelompok.
Menarik kesimpulan
Siswa menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tanggapan dari siswa lain dan guru
Siswa menyimpulkan materi tentang
Guru menyimpulkan pelajaran yang sudah dibahas
Guru melaksanakan penilaian
peralatan, media dan ruangan.
Disiplin
Guru mengarahkan siswa untuk berdo‟a sebelum selesai pembelajaran.
Religiositas
Pembelajaran Kedua salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran
Religiositas
Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Disiplin
Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali pelajaran yang akan dipelajari.
Rasa ingin tahu
Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya,
Literasi
Guru menyampaikan tatacara sistem
Guru menjelaskan pembuatan
Pengumpulan diberikan guru secara berkelompok.
Menarik kesimpulan
Siswa menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tanggapan dari siswa lain dan guru
Siswa menyimpulkan materi tentang
pembuatan keramik ,semen dan kaca skala laboratorium
Penutup
Guru menyimpulkan pelajaran yang sudah dibahas
Guru melaksanakan penilaian
Siswa melakukan Disiplin
pembersihan
peralatan, media dan ruangan.
Guru mengarahkan siswa untuk berdo‟a sebelum selesai pembelajaran.
Religiositas
I.Penilaian Pembelajaran Penilaian Skala Sikap
Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial
Bentuk penilaian : lembar pengamatan
Instrumen penilaian : jurnal (terlampir) Pengetahuan
Jenis/Teknik tes : tertulis, lisan,dan Penugasan
Bentuk tes : uraian
Instrumen Penilaian : (terlampir) Keterampilan
Teknik/Bentuk Penilaian :
Praktik/Performence
Fortofolio
Instrumen Penilaian : (terlampir) Remedial
Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa memberikan soal tambahan misalnya.
CONTOH PROGRAM REMIDI
Sekolah : ………..
Kelas/Semester : ………..
Mata Pelajaran : ………..
Ulangan Harian Ke : ………..
Tanggal Ulangan Harian : ………..
Bentuk Ulangan Harian : ………..
Materi Ulangan Harian : ………..
(KD / Indikator) : ………..
KKM : ………..
No
Nama Peserta
Didik
Nilai Ulangan
Indikator yang Belum Dikuasai
Bentuk Tindakan Remedial
Nilai Setelah
Remedial Keterangan 1
2 dst
Pengayaan
Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut :
n. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan.
o. Mencari informasi secara online tentang materi
p. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi q. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar.
Mengetahui: Kendal, 17 Juni 2022
Kepala SMK N 3 Kendal, Guru Mata Pelajaran,
Bambang Dite Wahyono,S.Pd,M.Pd Indiana Krisnawati,S.T NIP. 19640403 198803 1 014 NIP. 19770609 202221 2 003 Catatan Kepala Sekolah
...
Lampiran
Materi Pembelajaran
INDUSTRI SEMEN Definisi semen
Semen adalah suatu senyawa kimia yang bersifat hidrolis yang digunakan sebagai bahan perekat yang dapat merekatkan bagian-bagian benda padat menjadi bentuk yang kuat kompak dan keras Bahan baku semen:
1. Batu kapur : Komponen yg banyak mengandung CaCO3 dg sedikit tanah liat, magnesium karbonat, alumina silikat & senyawa oksida lain
2. Tanah liat : Komponen utama senyawa alumina : silikat hidrat
3. Pasir Besi : Bahan koreksi pd campuran tepung baku (Raw mix). Pasir besi digunakan utk menaikkan kandungan Fe2O3 dalam Raw mix
4. Pasir silika : Digunakan utk menaikkan kandungan SiO2, sebagai pelengkap komponen kimia esensial yg diperlukan utk pembuatan semen
5. Gypsum : Kadar kalsium yg mendominasi pd mineralnya. Gipsum yg paling umum ditemukan adl jenis hidrat kalsium sulfat dg rumus kimia CaSO4.2H2O
Jenis Semen :
1. Semen portland : Semen yg dihasilkan dg cara menghaluskan kliner dari silikat kalsium yg bersifat hidrolisis dg gipsum sbg bahan tambahan
a.Semen Portland Tipe I (ordinary portland cement) : Digunakan utk keperluan konstruksi bangunan yg tidak memerlukan persyaratan khusus (gedung bertingkat, rumah pemukiman, dll).
b.Semen Portland Tipe II (moderate heat cement) : Digunakan utk keperluan beton yg memerlukan ketahanan sulfat/panas hidrasi sedang (utk bengunan pinggir laut, aliran irigasi, landasan jembatan, dll)
c. Semen Portland Tipe III (High Early Strengh Cement) : Digunakan utk konstruksi bangunan yg memerlukan kekuatan tekan tinggi pd fase permulaan setelah pengikatan terjadi (utk daerah yg bersuhu tinggi, bangunan dalam air yg tdk memerlukan ketahanan thdp sulfat).
d. Tipe IV (low heat portland cement),digunakan untuk bangunan dengan panas hiderasi rendah misalnya pada bangunan beton yang besar dan tebal.
e. Tipe V (shulphato resistance portland cement),sering digunakan untuk bangunan di daerah yang kandungan sulfatnya tinggi,misal pelabuhan,terowongan,pengeboran
f. Semen putih (White cemen),digunakan untuk arsitektur dan dekorasi
g. Semen sumur minyak (Oil Well cement),digunakan antara lain untuk melindungi ruangan antara rangka sumur minyak dengan karang atau tanah sekelilingnya.
h. Semen Mansory i. Semen berwarna j. Semen cat 2. Semen Nonportland
a. Semen alam
b. Semen alumina tinggi c. Semen Portland Pazzolan d. Semen Sorel
e. Portland Blast Furnace slag cement
INDUSTRI KERAMIK
Keramik berasal dari seni pembuatan tembikar,peralatam dari tanah liat.definisi keramik secara ilmiah adalah benda-benda yang dibuat dari bahan lunak dari alam yang dijadikan keras dengan cara pemanasan.Material keramik adalah non-logam ,senyawa inorganik,biasanya senyawa ikatan oksigen,karbon,nitrogen,boron dan silikon.
Keramik industri dibuat dari bubuk yang telah diberi tekana sedemikian rupa kemudian
dopanaskan pada temperatur tinggi.Keramik tradisional seperti porcelain,ubin dan tembikar dibuat dari bubuk yang terdiri dari berbagai material seperti tanah liat (lempung),talc,silica,dan
feldspar.Akan tetapi,sebagian besar keramik industri dibentuk dari bubuk kimia khusus seperti silicon karbida,alumina,dan barium titanate.
Jenis-jenis Keramik :
Pada prinsip keramik dapat dibagi menjadi dua ,yaitu:
1. Keramik tradisional
Keramik tradisional yaitu yang dibuat dengan menggunakan bahan alam,seperti
kuarsa,kaolin,dan lain-lain.Yang termasuk keramik ini adalah : barang pecah seperti kuarsa ,kaolin dan lain-lain.Yang termasuk keramik ini adalah : barang pecah belah
(dinnerware),keperluan rumah tangga(tile bricks) dan untuk industri (refraktory) 2. Keramik halus (keramik industri)
Fine ceramiks (keramik modern atau biasa disebut keramik teknik,advanced
ceramic.engineering ceramic,technical ceramic) adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam atau logam,seperti oksida logam (Al2O3,ZrO2,MgO dan lain-lain.Penggunaannya : elemen pemanas,semikonduktor,komponen turbin,dan pada bidang medis.
SIFAT KERAMIK 1. Sifat kimia 2. Sifat mekanik 3. Sifat fisika 4. Sifat panas 5. Sifat elektrik 6. Sifat magnetik BAHAN BAKU DASAR
Tiga bahan utama yang digunakan untuk membuat keramik klasik atau triaksial adalah
lempung,feldspar dan pasir.Lempung adalah aluminium silikat hidrat yang tidak terlalu murni yang terbentuk sebagai hasil pelapukan dari batuan beku yang mengandung feldspar sebagai salah satu mineral asli yang penting.
Ada tiga feldspar yang umum,yaitu potas (K2Oal2O3.SiO2) ,soda (NaO.Al2O3.6SiO2),batu gamping (CaO.Al2O3.6SiO3).Feldspar sangat penting sebagai pemberi sifat fluks dalam formulasi keramik.
KEGUNAAN KERAMIK INDUSTRI
1. Peralatan yang dibuat dari alumina dan silikon nitrida dapat digunakan sebagai pemotong,pembentuk dan penghancur.
2. Keramik tipe zirconias,silikon nitride maupun karbida dapat digunakan untuk saluran pada rotorturbocharger diesel temperatur tinggi dan Gas Turbine Engine
3. Keramik sebagai insulator adalah aluminium oksida (AlO3)
4. Keramik dengan campuran semen dan logam digunakan untuk pelapis pelindung panas pada pesawat ulang alik dan satelit
5. Keramik biomedical jenis porous alumina digunakan sebagai implant pada tubuh manusia.
6. Butiran uranium termasuk keramik yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir.
7. Keramik berbasis feldspar dan tanah liat digunakan di industri bangunan 8. Keramik juga digunakan sebagai coating (pelapis) untuk mencegah korosi.
TAHAP PEMBUATAN KERAMIK 1. Pengolahan bahan
2. Pembentukan 3. Pengeringan 4. Pembakaran 5. Pengglasiran
LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN KERAMIK 1. Pembentukan
Proses pembentukan ini antara lain: slip coating,Pressure coating,Injection molding,Etrusion
2. Densifikasi
Menggunakan panas yang tinggi untuk menjadikan sebuah keramik menjadi produk yang keras dan padat.Setelah dibentuk,keramik dipanaskan pada tungku (furnace) dengan temperatur antara 1000 sampai 1700◦C.
INDUSTRI KACA
Kaca merupakan bahan lutsinar,kuat,tahan hakis,lengai dan secara biologi merupakan bahan yang tidak aktif,yang boleh dibentuk menjadi permukaan yang tahan dan licin.Ciri-ciri ini menjadikan kaca sebagai bahan yang sangat berguna.Komponen utama kaca adalah silika.Silika adalah galian yang mengandung silikon dioksida.
Kaca biasa biasanya terdiri daripada silikon dioksida (SiO2),yang merupakan sebatian kimia yang serupa dengan kuarsa atau dalam bentuk polihabluran,pasir.Silika tulen mempunyai tahap lebur sekitar 2000 celsius,jadi dua bahan lain sering dicampurkan kepada pasir dalam pembuatan kaca.Satu daripadanya adalah soda(sodium karbonat Na2CO3),atau potas,setara dengan sebatian kalium karbonat,yang menurunkan tahap lebur kepada sekitar 1000 celsius.
SIFAT KACA
a. Secara Fisika,merupakan zat cair yang sangat dingin.Disebut demikian karena struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia sendiri berwujud padat.Ini terjadi akibat proses pendinginan (cooling) yang sangat cepat,sehingga partikel-partikel silika tidak sempat menyusun diri secara teratur.
b. Secara kimia,kaca adalah gabungan dari berbagai oksida anorganik yang tidak mudah menguap,yang dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali dan alkali tanah,pasir serta penyusun lainnya.Kaca memiliki sifat-sifat yang khas dibanding dengan golongan keramik lainnya.Kekhasan sifat-sifat kaca ini terutama dipengaruhi oleh keunikan silika (SiO2) dan proses pembentukkannya.
c. Secara umum,kaca mempunyai sifat :
Padatan amorf (short range order)
Berwujud padat tapi susunan atom-atomnya seperti pada zat cair
Tidak memiliki titik lebur yang pasti
Mempunyai viscositas cukup tinggi (lebih besar dari 1012 Pas)
Transparan,tahan terhadap serangan kimia kecuali hidrogen fluorida
Efektif sebagai isolator
Mampu menahan vakum tetapi rapuh terhadap benturan REAKSI PEMBUATAN KACA
Na2CO3 + aSiO2 Na2O.aSiO2 + CO3 CaCO3 + bSiO2 CaO.bSiO2 + CO3
Na2SO4 + cSiO2 + C NaSO2.cSiO2 + SO2 +CO JENIS-JENIS KACA
1. Silika lebur 2. Alkali silikat 3. Kaca soda gamping 4. Kaca timbal
5. Kaca borosilikat 6. Kaca khusus
7. Serat kaca (fiber glass) 8. Kaca laminated
9. Kaca motif (pattern)
10. Kaca bending (kaca lengkung) 11. Kaca bavel
PEMBUATAN KACA
A. Persiapan bahan baku (bathching) B. Pencairan (Melting/Fushing) C. Leburan kaca
A. Persiapan bahan baku (bathching) B. Pencairan (Melting/Fushing) C. Leburan kaca