BAB IV RENCANA TINDAK PENGENDALIAN
B. Penilaian Risiko dan Kegiatan Pengendalian
Penilaian risiko merupakan proses yang dilakukan oleh organisasi dan merupakan bagian yang integral dari proses pengelolaan risiko dengan melakukan tahap identifikasi risiko dan analisis risiko terhadap tujuan organisasi. Kegiatan penilaian risiko dilakukan dengan metode Focus group discussion (FGD), melalui forum diskusi yang terfokus pada kegiatan identifikasi dan analisis risiko, dalam rangka membangun persamaan persepsi di antara seluruh pegawai tentang profil risiko yang harus dikelola organisasi.
Setelah risiko diidentifikasi dan dianalisis, ditetapkan kegiatan pengendalian
yang dipandang tepat untuk mengatasi risiko, dengan mempertimbangkan
kecukupan kegiatan pengendalian existing. Dengan demikian, hasil penilaian risiko
dapat menggambarkan level risiko melekat berdasarkan kegiatan pengendalian
existing (inherent risk) dan level risiko tersisa yang dapat diterima setelah adanya
rancangan kegiatan pengendalian lanjutan (residual risk).
Berdasarkan hasil Analisis Risiko dan RCA sebagaimana diuraikan dalam BAB III huruf A, terhadap tiga belas (13) risiko Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara yang tingkat risikonya lebih besar dari selera risiko (risk appetite), yang kemudian dirancang mitigasi risiko (pengendalian). Mitigasi risiko (pengendalian) tersebut untuk menghindari terjadinya akar penyebab risiko dengan mengurangi frekuensi atau dampak risiko, termasuk menetapkan Indikator terlaksananya mitigasi (seperti dokumen/aplikasi/dsb) dan Penanggung jawab pelaksana mitigasi serta menentukan Risiko residual harapan. Rancangan mitigasi risiko (pengendalian) berdasarkan urutan tiga belas risiko sebagaimana terlampir dalam Daftar mitigasi risiko unit kerja dalam lampiran V, adalah sebagai berikut:
1. Menyusun Nota Dinas Kepala Perwakilan terkait kewajiban update data kepegawaian di Smile;
2. Membuat daftar monitoring absensi per bidang setiap bulan;
3. Rapat Koordinasi dengan Kepala BPKAD Prov. Malut dan Kantor BPN terkait Penyelesaian sertifikat tanah;
4. Meningkatkan kualitas/kompetensi SDM di lingkungan Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara dengan mengintensifkan pelaksanaan PPM/Workshop tentang materi Penugasan Audit/Consulting, Penyusunan dokumen KKA, dan Maturitas SPIP/manajemen risiko.
5. Mengintensifkan peer review KKA;
6. Mengirimkan surat permintaan data minimal 1 minggu sebelum penugasan;
7. Menyusun dan mengusulkan PKPT berdasarkan letak greografis daerah dan jumlah SDM;
8. Memberikan surat atensi kepada Pemerintah Daerah di wilayah Provinsi Maluku Utara tentang dokumentasi pendukung penyelenggaraan SPIP;
9. Penunjukan personil yang kompeten dan belum kompeten dalam penugasan untuk mengatasi keterbatasan SDM dari segi jumlah dan pengalaman/memahami materi, agar kualitas asistensi/bimtek tetap optimal;
10. Membuat daftar konsultasi dari pemda setiap bulan berdasarkan media
WhatsApp (WA) Group dan panggilan telpon;11. Membuat peta kompetensi auditor dan dokumen rencana PPM bagi auditor
12. Melakukan pembahasan Hasil Audit Investigasi/Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) bersama di level tim sebelum dilanjutkan dengan ekspose internal.
Berdasarkan reviu dokumen yang telah dilakukan secara mandiri dengan pendekatan Control Self Assessment (CSA) terdapat Area of Improvement (AoI) dalam rangka meningkatkan level Maturitas SPIP sebagaimana terlampir dalam lampiran XI. Dari rencana atas tindak lanjut Area of Improvement (AoI), telah direalisasikan perbaikan pengendalian sampai dengan Triwulan II Tahun 2020, yaitu sebagai berikut:
1. Sub Unsur Pembinaan Sumber Daya Manusia, yaitu:
a. Evaluasi berkala dan terdokumentasi atas kinerja pegawai, dengan dokumen pendukung berupa SKP Pegawai;
b. Adanya program aplikasi pemantauan atas pelaksanaan evaluasi kinerja pegawai dengan dokumen pendukung berupa Hasil observasi yang menunjukkan pemanfataan Aplikasi SKP;
c. Adanya pengembangan berkelanjutan pembinaan SDM, dengan dokumen pendukung berupa Hasil wawancara yang menyimpulkan rencana diklat disusun berdasarkan kompetensi(kinerja) pegawai.
2. Sub Unsur Penetapan dan Reviu Indikator, yaitu:
a. Pengembangan berkelanjutan atas IKU, dengan dokumen pendukung berupa Hasil wawancara adanya revisi Perjanjian Kinerja setiap tahun;
b. Terdapat kesesuaian IKU dengan tupoksi/mandat organisasi/tujuan/sasaran strategis, dengan dokumen pendukung berupa Dokumen IKU dan Renstra Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara.
3. Sub Unsur Informasi yang Relevan, yaitu:
a. Terdapat sistem informasi operasional dan keuangan yang dapat mendukung program dan kegiatan, dengan dokumen pendukung berupa Hasil Observasi yang menunjukkan adanya pemanfaatan SIMA;
b. Laporan program kegiatan yang memuat Evaluasi Infokom, dengan
dokumen pendukung berupa Nota Dinas dan Laporan Evaluasi
Permasalahan SIMA.
4. Sub Unsur Komunikasi yang efektif, yaitu:
a. Tersedia saluran komunikasi yang terbuka dan efektif dengan stakeholder, dengan dokumen pendukung berupa Hasil wawancara menyimpulkan adanya media kominukasi yang efektif kepada stakeholder;
b. Kode etik dikomunikasikan dengan stakeholder, dengan dokumen pendukung berupa Hasil observasi menunjukkan Kode etik telah dikomunikasikan kepada stakeholder;
c. Terdapat Laporan setiap program kegiatan yang dilaksanakan yang memuat evaluasi berkala komunikasi internal dan eksternal, dengan dokumen pendukung berupa Laporan evaluasi berkala yang memuat komunikasi internal dan eksternal.
C. Informasi dan Komunikasi
Informasi adalah data yang telah diolah yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah, sedangkan Komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau informasi dengan menggunakan simbol atau lambang tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mendapatkan umpan balik.
Informasi tersebut harus direkam dan dikomunikasikan kepada pimpinan
organisasi dan seluruh stakeholders yang memerlukannya dalam bentuk dan waktu
yang tepat untuk melaksanakan pengendalian intern dan tanggung jawab
operasional. Komunikasi atas informasi wajib diselenggarakan secara efektif. Untuk
menyelenggarakan komunikasi yang efektif pimpinan organisasi
sekurang-kurangnya :
Terkait dengan pelaksanaan kegiatan pengendalian, setelah Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara menyetujui infrastruktur pengendalian yang akan diterapkan dalam rangka mengatasi kekurangan pengendalian yang ada. Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara merencanakan mengkomunikasikan pengendalian yang dibangun tersebut kepada pihak-pihak terkait misalnya Kepala Bagian TU, Koordinator Pengawasan, Dalnis. PFA, pelaksana kegiatan, dan sebagainya dalam rangka meyakini bahwa informasi pengendalian telah disampaikan dan dipahami oleh semua pihak terkait sesuai rencana pengomunikasian yang tertuang dalam dalam Lampiran VI.
D. Pemantauan
Pemantauan berkelanjutan dilaksanakan atas pengendalian kunci untuk meyakinkan bahwa pengendalian tersebut dijalankan sebagaimana seharusnya.
Setiap unit kerja pemilik risiko membangun dan melaksanakan pemantauan berkelanjutan. Pemantauan berkelanjutan diselenggarakan melalui kegiatan pengelolaan rutin, supervisi, perbandingan, rekonsiliasi, dan tindakan lain yang terkait dalam pelaksanaan tugas.
Terkait dengan pelaksanaan kegiatan pengendalian, sesuai Rencana Tindak Pengendalian yang telah disusun, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara menetapkan mekanisme pemantauan atas pelaksanaan pengendalian sesuai infrastruktur pengendalian yang telah dibuat. Pemantauan atas kegiatan pengendalian bertujuan untuk memastikan bahwa pengendalian yang telah dirancang, telah dilaksanakan dan berjalan secara efektif. Rencana pemantauan mitigasi risiko menggunakan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran VII dan pemantauan nilai risiko menggunakan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran VIII.
Selain itu, dalam rangka pendokumentasian keterjadian risiko yang akan
dikendalikan, maka Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara membuat catatan
mengenai kapan risiko terjadi (risk event), dengan tujuan untuk mengetahui tingkat
keterjadian risiko. Pencatatan realisasi kejadian risiko dilakukan oleh Unit Pemilik
Risiko pada Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara, dengan cara menuliskan
realisasi kejadian pada formulir Lampiran X.
BAB V PENUTUP
Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di lingkungan Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara merupakan wujud komitmen dalam rangka meningkatkan manajemen pemerintahan dan menguatkan akuntabilitas.
Penyelenggaraan SPIP pada Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara dirancang untuk dapat diimplementasikan secara integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus, disamping itu dalam implementasinya menekankan pada pentingnya pengendalian berdasarkan faktor soft control yaitu mengutamakan faktor komitmen Kepala Perwakilan dan keterlibatan seluruh pejabat serta pegawai.
Dalam rangka meningkatkan maturitas level penyelenggaraan SPIP, Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara secara berkelanjutan telah berupaya melakukan perbaikan atas proses pengendalian intern dan proses bisnis kegiatan unit kerja melalui pemantauan atas pengendalian intern yang telah dilakukan secara mandiri dengan pendekatan Control Self Assessment (CSA) dalam rangka menguji dan menilai efektivitas pengendalian intern. Agar peningkatan maturitas level penyelenggaraan SPIP dapat berhasil dengan baik, diperlukan perbaikan-perbaikan yang terus menerus dan komunikasi yang berkesinambungan oleh Kepala Perwakilan, seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara.
Penyelenggaraan SPIP pada Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara diarahkan
untuk dapat memberikan keyakinan memadai bagi tercapainya efektivitas dan efisiensi
pencapaian tujuan sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) dan
Rencana Kerja Tahunan (RKT), keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset
negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Penyelenggaraan SPIP
diharapkan menjadi alat kendali bagi pengelola kegiatan pada Perwakilan BPKP Provinsi
Maluku Utara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan menjadi early warning
systems agar pelaksanaan semua kegiatan seluruh unit kerja yang ada di lingkunganPerwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara dapat berjalan dalam koridor serta sesuai
ketentuan yang berlaku, tidak ada penyimpangan, efisien, dan efektif. Disamping itu,
penyelenggaraan SPIP pada Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara sebagai bentuk
komintmen dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi dan good governance
sehingga diharapkan “BPKP Hadir dan Bermanfaat”.Lampiran I / 1 - 40
R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 R21 R22 R23 R24 R25 R26 R27 R28 R29 R30 R31 R32 R33 R34 R35 R36 R37 R38 R39 R40 R41 R42 R43 R44 R45 Mo dus
(1) (2) (4)
A MEMADAI
1 Apakah Saudara telah mendapatkan
sosialisasi SPIP Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tdk Ya Ya Ya memadai
2 Apakah Saudara telah mengikuti workshop
SPIP Tdk Tdk Tdk Ya Ya Tdk Ya Ya Ya Ya Tdk Ya Tdk Ya Ya Ya Tdk Ya Tdk Ya Ya Tdk Tdk Ya Ya Ya Tdk Ya Tdk Ya Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Ya Ya Ya Tdk Tdk Tdk Tdk Tdk Ya memadai 3 Apakah Saudara telah mengikuti
pelatihan/diklat SPIP Tdk Ya Ya Ya Tdk Tdk Ya Tdk Ya Ya Ya Ya Tdk Tdk Ya Ya Ya Tdk Ya Tdk Tdk Ya Ya Tdk Ya Tdk Tdk Tdk Ya Tdk Tdk Ya Tdk Ya Ya Ya Tdk Ya Ya Tdk Tdk Ya Ya Tdk Tdk Ya memadai
4 Apakah saudara telah memahami SPIP 3 2 3 4 2 1 4 3 3 3 3 3 3 2 4 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 2 4 3 2 3 2 3 2 3 memadai
B MEMADAI
1 Pegawai mendapatkan pesan integritas &
nilai etika secara rutin dari Kepala Perwakilan (Misalnya keteladanan, pesan moral, dll)
3 4 2 4 4 3 2 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 memadai
2 Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara telah memiliki aturan perilaku (misalnya kode etik, pakta integritas, dan aturan perilaku pegawai) yang telah dikomunikasikan kepada seluruh pegawai
4 4 4 4 4 1 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 memadai
3 Telah terdapat fungsi khusus di dalam Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara yang melayani pengaduan masyarakat atas pelanggaran aturan perilaku/kode etik
2 2 2 3 3 1 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 4 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 2 1 4 3 3 3 3 3 3 3 memadai
4 Pelanggaran aturan perilaku/kode etik telah
ditindaklanjuti 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 2 3 memadai
C MEMADAI
1 Standar kompetensi setiap pegawai/posisi 3 3 3 4 3 2 2 4 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 memadai
2 Pegawai yang kompeten telah secara tepat
mengisi posisi/jabatan 3 3 3 4 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 memadai
3 Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara telah memiliki dan menerapkan strategi peningkatan kompetensi pegawai
3 3 3 3 3 2 1 4 3 3 3 3 3 2 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 2 3 3 3 3 4 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 memadai
4 Terdapat pelatihan terkait pengelolaan risiko, baik pelatihan khusus maupun pelatihan terintegrasi secara berkala
2 2 1 3 3 1 2 3 3 3 3 2 3 2 4 3 2 2 3 3 3 3 2 1 3 3 3 2 2 2 2 3 4 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 1 2 3 memadai
D MEMADAI
1 Kepala Perwakilan telah menetapkan kebijakan pengelolaan risiko yang memberikan kejelasan arah pengelolaan risiko
3 3 2 3 3 1 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 1 4 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 memadai
2 Kepala Perwakilan menerapkan pengelolaan risiko dan pengendalian dalam pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan
3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 memadai
KEPEMIMPINAN YANG KONDUSIF GAMBARAN UMUM PEMAHAMAN SPIP
(3)
PENEGAKAN INTEGRITAS DAN NILAI ETIKA
KOMITMEN TERHADAP KOMPETENSI
HASIL CONTROL ENVIRONMENT EVALUATION (CEE) PERWAKILAN BPKP PROVINSI MALUKU UTARA
NO. PERTANYAAN/KUESIONER
JAWABAN RESPONDEN
SIMPULAN KUESIONER
Lampiran I / 2 - 40
3 Kepala Perwakilan membangun komunikasi yang baik dengan anggota organisasi untuk berani mengungkapkan risiko dan secara terbuka menerima/ menggali pelaporan risiko/ masalah
3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 2 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 memadai
4 Gaya kepemimpinan Kepala Perwakilan dapat mendorong pegawai untuk meningkatkan kinerja
3 4 3 3 3 2 2 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 memadai
5 Kepala Perwakilan menetapkan Sasaran strategis yang selaras dengan visi dan misi
Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara 3 4 4 4 3 1 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 4 4 3 1 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 2 4 4 3 3 3 3 3 3 memadai
6 Rencana/sasaran strategis Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara telah dijabarkan ke dalam PKPT bidang
3 3 4 4 3 1 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 4 4 4 3 2 4 3 3 3 3 2 3 3 4 3 2 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 memadai
7 Rencana strategis dan rencana kerja Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara telah
menyajikan informasi mengenai risiko 3 3 2 4 2 1 2 2 3 2 3 3 3 2 4 3 2 3 3 3 3 3 3 1 3 2 3 3 3 2 3 3 4 2 2 3 4 2 3 4 3 3 3 3 2 3 memadai
8 Kepala Perwakilan berperan serta dan mengikutsertakan pejabat dan pegawai terkait dalam proses pengelolaan risiko
3 4 4 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 memadai
E MEMADAI
1 Setiap Kegiatan Pengawasan telah dilaksanakan oleh bidang/unit kerja yang tepat
3 4 4 4 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 memadai
2 Masing-masing pihak dalam Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara telah memperoleh kejelasan dan memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam pengelolaan risiko
2 2 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 2 3 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 memadai
3 Pegawai Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara merupakan pegawai tetap dan bukan
pegawai yang bersifat adhoc (sementara) 4 3 3 4 3 4 2 4 3 4 3 3 3 3 3 4 2 3 4 4 4 4 2 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 2 2 3 memadai
4 Adanya transparansi dan ketepatan waktu pelaporan pelaksanaan peran dan tanggung jawab masing-masing dalam pengelolaan risiko
3 3 2 3 3 4 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 memadai
F MEMADAI
1 Kriteria pendelegasian wewenang telah
ditentukan dengan tepat 3 3 4 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 memadai
2 Pendelegasian wewenang dan tanggung
jawab dilaksanakan secara tepat 3 3 4 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 memadai
3 Kewenangan direviu secara periodiK 3 3 2 3 3 1 3 2 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 2 4 3 3 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 memadai
G MEMADAI
1 Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara telah
menginternalisasi budaya sadar risiko 3 2 2 2 3 2 2 4 3 2 3 3 3 2 4 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 4 3 3 4 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 2 3 memadai
PENYUSUNAN DAN PENERAPAN KEBIJAKAN YANG SEHAT TENTANG PEMBINAAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDELEGASIAN WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB DILAKSANAKAN SECARA TEPAT
PEMBENTUKAN STRUKTUR ORGANISASI YANGS SESUAI DENGAN KEBUTUHAN
Lampiran I / 3 - 40
2 Adanya pemberian reward dan/atau punishment atas pengelolaan risiko
(Misalnya mempertimbangkan
pertanggungjawaban pengelolaan risiko dalam penilaian kinerja)
2 3 1 3 2 1 2 2 3 2 3 3 3 2 3 4 2 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 2 3 2 2 4 3 3 3 3 3 2 3 memadai
3 Terdapat evaluasi kinerja pegawai, dan telah dipertimbangkan dalam perhitungan penghasilan
3 4 2 3 3 1 2 4 3 3 3 2 3 1 2 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 2 3 2 3 4 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 memadai
H MEMADAI
1 Inspektorat BPKP melakukan reviu atas efisiensi/ efektivitas pelaksanaan setiap kegiatan pengawasan Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara secara periodik
3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 memadai
2 Inspektorat BPKP melakukan reviu atas
kepatuhan hukum dan aturan lainnya 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 memadai
3 Inspektorat BPKP memberikan layanan fasilitasi penerapan pengelolaan risiko dan penyelenggaraan SPIP
3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 4 4 2 3 3 2 3 3 2 2 3 4 4 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 memadai
4 Auditor Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara telah melaksanakan pengawasan berbasis risiko
3 3 2 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 2 3 memadai
5 Temuan dan saran/rekomendasi pengawasan Inspektorat BPKP telah ditindaklanjuti oleh Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara
3 4 4 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 memadai
I MEMADAI
1 Hubungan kerja yang baik dengan instansi/organisasi lain yang memiliki keterkaitan operasional telah terbangun
3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 memadai
2 Hubungan kerja yang baik dengan instansi
yang terkait atas fungsi
pengawasan/pemeriksaan (inspektorat dan BPK) telah terbangun
3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 memadai
Keterangan
Kolom c diisi dengan jawaban responden Keterangan Jawaban:
1: Tidak Paham / Tidak Setuju / Belum ada/belum dibangun
2: Kurang Paham / Kurang Setuju / Telah dibangun atau diterapkan, akan tetapi belum konsisten 3: Paham / Setuju / Sudah dibangun atau diterapkan dengan baik, tapi masih dapat ditingkatkan
4: Sangat Paham / Sangat Setuju / Sudah dibangun atau diterapkan dengan baik dan dapat ditularkan ke organisasi lain
Kolom d diisi dengan simpulan hasil penilaian lingkungan pengendalian tiap pertanyaan dan kesimpulan tiap sub unsur lingkungan pengendalian Misal:
kesimpulan tiap pertanyaan :
"Memadai", apabila modus jawaban responden adalah 3 atau 4 dan "Kurang Memadai" apabila modus jawaban responden adalah 1 atau 2 kesimpulan sub unsur lingkungan pengendalian:
"Memadai", apabila seluruh simpulan tiap pertanyaan pada sub unsur tersebut telah "memadai, dan "kurang memadai" apabila terdapat simpulan pertanyaan pada sub unsur tersebut yang "Kurang Memadai"
HUBUNGAN YANG BAIK DENGAN INSTANSI PEMERINTAH TERKAIT
HUBUNGAN KERJA YANG BAIK DENGAN INSPEKTORAT BPKP YANG EFEKTIF
Lampiran II / 4 - 40
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Nilai Optimalisasi Penerimaan Negara/Daerah Yang Terealisasi
Pengawasan atas Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah
Nilai optimalisasi pendapatan asli daerah yang terealisasi
Evaluasi atas Penerimaan Daerah Mendorong peningkatan kinerja PAD dan pemungutan pajak daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku
APD
Potensi Penerimaan Negara/Daerah yang Dioptimalisasi
Pengawasan atas Potensi Pendapatan Asli Daerah
Potensi Pendapatan Asli Daerah yang dioptimalisasi
Audit COVID Memberi keyakinan yang
memadai bahwa kegiatan percepatan penanganan COVID dilaksanakan sesuai ketentuan
IPP
Pembangunan Prioritas Nasional berupa Pengawasan Program Prioritas Nasional K/L yaitu Audit Loan, Stunting, Evaluasi WBBK dan RB, Reviu PTN (002)
Memberi keyakinan yang memadai bahwa kegiatan Audit Loan, Stunting, Evaluasi WBBK dan RB, serta Reviu PTN dilaksanakan sesuai ketentuan
IPP
Pengawasan Akuntabilitas dan Tata Kelola KLDK yaitu
Pengawasan PISEW, PKH, SKD dan SKB CPNS (006)
Memberi keyakinan yang memadai bahwa kegiatan Audit PISEW, PKH, SKD dan SKB CPNS dilaksanakan sesuai ketentuan
IPP
Evaluasi atas Bantuan Keuangan Partai Politik pada Pemda
Meningkatkan Akuntabilitas Pengeolaan Bantuan Keuangan Partai Politik pada Pemda
APD
Implementasi/ Asistensi Aplikasi E-Gov terintegrasi SIMDA Next-G pada pemda
Meningkatkan akuntabilitas proses perencanaan dan penganggaran pada pemerintah daerah
APD
Pengawasan kebijakan fiskal/dana transfer Pemda
memberikan informasi kepada Bank Dunia dan Kementerian Keuangan tentang jumlah nilai penggantian akhir pada pemda yang berpartisipasi dalam Proyek Pemerintah Daerah (DAK)
APD
Evaluasi atas Penyaluran dan Penggunaan Dana Desa
memberikan informasi kepada Presiden atas penggunaan Dana Desa tahun berjalan dan Silpa Tahun sebelumnya
APD MAPPING KESELARASAN PROGRAM DAN KEGIATAN RESTRA BPKP DENGAN PKPT
PERWAKILAN BPKP PROVINSI MALUKU UTARA
No
Berdasarkan Kewenangan Perwakilan BPKP sesuai Renstra BPKP Tahun 2020 - 2024 PKPT Tahun 2020 Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara
Keterangan
Program Sasaran Program Indikator Porgram Kegiatan Sasaran Kegiatan Indikator Sasaran Kegiatan PKPT Tujuan Kegiatan PKPT
Pengawasan atas Nilai efisiensi pengeluaran Negara/Daerah
Nilai efisiensi pengeluaran negara dan daerah
Nilai Efisien Pengeluaran Negara/Daerah yang 1 Program
Pengawasan Pembangunan
Lampiran II / 5 - 40
No
Berdasarkan Kewenangan Perwakilan BPKP sesuai Renstra BPKP Tahun 2020 - 2024 PKPT Tahun 2020 Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara
Keterangan
Program Sasaran Program Indikator Porgram Kegiatan Sasaran Kegiatan Indikator Sasaran Kegiatan PKPT Tujuan Kegiatan PKPT
Jumlah Program Prioritas yang tercapai sesuai target
Jumlah Kegiatan Prioritas yang tercapai sesuai target
Jumlah Proyek Prioritas Strategis yang tercapai sesuai target
Reviu PSN Untuk memperoleh gambaran
dan identifikasi permasalahan serta solusi atas kelancaran, akuntabilitas dan efektivitas pelaksanaan PSN sebagai bagian dari pengawasan tata kelola PSN sesuai Perpres Nomor 3 Tahun 2016
IPP
Pengawasan Lintas Sektoral Daerah Prioritas Nasional Bidang Kesehatan
Menilai kinerja Pemerintah Daerah terkait pelayanan kepada masyarakat pada Bidang Kesehatan
APD
Evaluasi Program Prioritas Nasional Perlindungan Sosial dan Tata Kelola Kependudukan terkait Pendampingan pada Proses Perencanaan dan Pelaporan Pembangunan Desa
Memastikan terciptanya konsistensi dan keselarasan antara kebijakan pembangunan nasional dan pembangunan daerah (kebijakan provinsi bagi kabupaten/kota).
APD
Reviu Tata Kelola PSN KEK dan Energi Asal Sampah Triwulan
untuk memperoleh gambaran dan identifikasi permasalahan serta solusi atas kelancaran, akuntabilitas dan efektivitas pelaksanaan PSN sebagai bagian dari pengawasan tata kelola PSN sesuai Perpres Nomor 3 Tahun 2016
APD
Pengawasan atas PSN yang Ditargetkan, Pengawasan atas Dukungan BU Terhadap Pembangunan Nasional
Mendorong PSN agar berjalan sesuai target, dan mendorong BUMN/D, BLUD serta BUMDes untuk bertatakelola yang baik dan berkinerja baik.
AN
Jumlah Program Prioritas yang memenuhi Dimensi Akuntabilitas
Persentase hambatan pelaksanaan pembangunan yang diselesaikan
Pengawasan atas Hambatan Pelaksanaan Pembangunan
Persentase hambatan pelaksanaan pembangunan yang diselesaikan
Evaluasi Hambatan Kelancaran Pembangunan
Meningkatnya persentase hambatan pelaksanaan pembangunan yang dapat diselesaikan
Jumlah Proyek Strategis Nasional yang tercapai sesuai target
Pengawasan atas Proyek Prioritas Nasional (PSN) yang ditargetkan
Jumlah PSN yang tercapai sesuai target Pelaksanaan Pengawasan
Pembangunan 1 Program
Pengawasan Pembangunan
Lampiran II / 6 - 40
No
Berdasarkan Kewenangan Perwakilan BPKP sesuai Renstra BPKP Tahun 2020 - 2024 PKPT Tahun 2020 Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara
Keterangan
Program Sasaran Program Indikator Porgram Kegiatan Sasaran Kegiatan Indikator Sasaran Kegiatan PKPT Tujuan Kegiatan PKPT
Persentase hasil pengawasan refresif yang
dimanfaatkan/ditindaklanjuti
Persentase hasil pengawasan represif yang dimanfaatkan/ditindaklanjuti
Meningkatnya efisiensi pengeluaran negara dan daerah
INVESTIGASI
Meningkatnya persentase hasil pengawasan represif yang dimanfaatkan/ditindaklanjuti
INVESTIGASI
Pemberian Keterangan Ahli (PKA) Meningkatnya persentase hasil pengawasan represif yang dimanfaatkan/ditindaklanjuti
INVESTIGASI
Fraud Control Plan (FCP) INVESTIGASI
Fraud Risk Assessment (FRA) INVESTIGASI
Masyarakat Pembelajaran Anti Korupsi
INVESTIGASI
Penilaian Budaya Organisasi Anti Korupsi
INVESTIGASI
Jumlah Badan Usaha dengan Tingkat Dukungan Fiskal Terhadap Keuangan Negara dan Daerah Kategori Baik
Persentase Efisiensi Biaya pada Badan Usaha
Jumlah Badan Usaha dengan Tingkat Dukungan terhadap Pembanguan nasional dengan kategori baik
Jumlah PSN yang tercapai sesuai Target
Meningkatnya Persentase BU dengan Efektivitas
Meningkatnya persentase hasil pengawasan preventif dan edukatif yang
dimanfaatkan/ditindaklanjuti
Meningkatnya Pengawasan Pembangunan atas dukungan fiskal BU terhadap Keuangan Negara dan Daerah Meningkatnya Pengawasan Pembangunan atas dukungan BU terhadap Pembangunan Nasional
Pengawasan atas efektivitas hasil pengawasan
Persentase hasil pengawasan preventif dan edukatif yang dimanfaatkan/ditindaklanjuti
Persentase hasil Pengawasan preventif dan edukatif yang dimanfaatkan/
ditindaklanjuti
Lampiran II / 7 - 40
No
Berdasarkan Kewenangan Perwakilan BPKP sesuai Renstra BPKP Tahun 2020 - 2024 PKPT Tahun 2020 Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara
Keterangan
Program Sasaran Program Indikator Porgram Kegiatan Sasaran Kegiatan Indikator Sasaran Kegiatan PKPT Tujuan Kegiatan PKPT
Persentase BUMD dengan Kinerja Sehat
Persentase BU dengan pengelolaan koorperasinya baik
Persentase BLUD dengan Kinerja Sehat
Persentase BUMD dengan Kinerja Sehat Persentase BLUD dengan kinerja sehat
Jumlah BUMDes yang mampu menyusun laporan
Peningkatan Kualitas APBDesa Memastikan bahwa proses penyusunan APBDes telah sesuai ketentuan
APD
Jumlah K/L dengan Efektivitas Pengendalian Korupsi Baik
Jumlah badan usaha dengan efektivitas pengendalian korupsi baik
Meningkatnya Badan Usaha dengan efektivitas
pengendalian korupsi Baik
INVESTIGASI
Jumlah Pemda dengan Efektivitas Pengendalian Korupsi Baik
Jumlah pemda dengan efektivitas pengendalian korupsi Baik
Meningkatnya Pemda dengan efektivitas pengendalian korupsi Baik
INVESTIGASI
Jumlah Badan Usaha dengan Efektivitas Pengendalian Korupsi Baik
Persentasi APIP K/L/Pemda dengan
Persentasi APIP K/L/Pemda dengan