• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penilaian Tertulis

Dalam dokumen Pengembangan Pembelajaran IPA DI SD (Halaman 36-40)

PENILAIAN PEMBELAJARAN IPA

2. Penilaian Tertulis

Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal siswa tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya.

Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu 1) soal dengan memilih jawaban (pilihan ganda,dua pilihan (benar-salah, ya-tidak), dan menjodohkan); 2) Soal dengan mensuplai-jawaban (isian singkat atau melengkapi,uraian terbatas, uraian obyektif/non-obyektif, dan uraian terstruktur/non-terstruktur) .

Dari berbagai alat penilaian tertulis, tes memilih jawaban benar-salah, isian singkat, dan menjodohkan merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami. Pilihan ganda mempunyai kelemahan, yaitu siswa tidak mengembangkan sendiri jawabannya tetapi cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika siswa tidak mengetahui jawaban yang benar, maka siswa akan menerka. Hal ini menimbulkan kecenderungan siswa tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Selain itu pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi yang cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis atau memodifikasi pengalaman belajar.

Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut siswa untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. Siswa mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kompetensi, misalnya mengemukakan pendapat, berpikir logis, dan menyimpulkan. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan terbatas.

Pengembangan Pembelajaran IPA SD 167

Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal- hal berikut.

a. Materi, misalnya kesesuian soal dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian pada kurikulum tingkat satuan pendidikan;

b. Konstruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. c. Bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang

menimbulkan penafsiran ganda.

d. Kaidah penulisan , harus berpedoman pada kaidah penulisan soal yang baku dari berbagai bentuk soal penilaian.

Contoh soal tertulis;

Soal Tertulis Bentuk Piliahan Ganda

Berilah tanda silang pada huruf di depan jawaban yang paling tepat! 1. Yang termasuk satuan tidak baku yaitu ….

a. meter b.centimeter c.jengkal 2. Yang termasuk satuan baku ialah ….

a.meter b. depa c.langkah kaki

Skor : Setiap jawaban benar diberi skor 1 dan jawaban salah diberi skor 0 (nol)

Soal Tertulis Bentuk Isian

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat ! 1. Satuan panjang Centimeter dan Meter adalah contoh satuan ...

2. Satuan panjang langkah kaki , depa dan jengkal termasuk satuan …

3. Hasil pengukuran dengan menggunakan alat ukur baku .... dibanding hasil pengukuran dengan alat ukur tidak baku.

Skor :Setiap jawaban 100% benar diberi skor 2, jawaban benar 50% diberi skor 1, jawaban yang salah diberi skor 0 (nol)

100 soal jumlah benar yang jawaban jumlah x Nilai

168 Pengembangan Pembelajaran IPA SD

3. Penilaian Proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan siswa pada mata pelajaran tertentu secara jelas.

Pada penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:

a. Kemampuan pengelolaan

Kemampuan siswa dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.

b. Relevansi

Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.

c. Keaslian

Proyek yang dilakukan siswa harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek siswa.

Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapan laporan tertulis. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian.

Contoh Penilaian Proyek:

Siswa ditugasi melakukan penyelidikan daur hidup kupu-kupu dan daur hidup ayam. Penyelesaian tugas siswa dipandu dengan LKS. Untuk melakukan penilaian guru membuar rancangan penilaian sebagai berikut.

Pengembangan Pembelajaran IPA SD 169

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/Semester : IV / 1

No Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Indikator Aspek Tehnik penilaian 1 Memahami daur hidup beragam jenis makhluk hidup Mendeskripsi kan daur hidup beberapa hewan dilingkungan sekitar, misalnya kecoa, nyamuk, kupu-kupu, kucing.  Mendeskripsikan urutan daur hidup hewan, misalnya kupu-kupu, nyamuk dan kecoa secara sederhana.  Menyimpulkan berdasarkan pengamatan bahwa tidak semua hewan berubah bentuk dengan cara yang sama.  Menyimpulkan bahwa berubahnya bentuk pada hewan menunjukkan adanya pertumbuhan.  Menyimpulkan hasil pengamatan daur hidup hewan yang dipeliharanya *) Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan  Jenis: ulangan  Bentuk: tes tertulis, penugas an.

4.

Penilaian Produk

Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan siswa membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam.

Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:

170 Pengembangan Pembelajaran IPA SD

a. Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan siswa dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.

b. Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan siswa dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.

c. Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang dihasilkan siswa sesuai kriteria yang ditetapkan.

Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik.

a. Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap appraisal.

b. Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan.

Dalam dokumen Pengembangan Pembelajaran IPA DI SD (Halaman 36-40)

Dokumen terkait