BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Deskripsi Data dan Analisis Data
1. Peningkatan Hasil Belajar
Jonggol Bogor
2. Kontribusi penggunaan media chart terhadap hasil belajar ekonomi siswa pada konsep permintaan dan penwaran di Madrasah Aliyah Negeri Jonggol Bogor.
D. Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi dan perumusan masalah yang akan diteliti dapat dirumuskan:
1. Bagaimanakah peningkatan hasil belajar ekonomi siswa setelah menggunakan mediachartdi Madrasah Aliyah Negeri Jonggol Bogor.
2. Bagaimana kontribusi penggunaan media chart terhadap hasil belajar ekonomi siswa pada konsep permintaan dan penwaran di Madrasah Aliyah Negeri Jonggol Bogor.
E. Tujuan Penelitian
Untuk mendapat gambaran tentang bagaimana kontribusi mediachart
terhadap hasil belajar ekonomi siswa pada konsep permintaan dan penawaran di kelas X MAN Jonggol Bogor Jawa barat.
F. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat diantaranya :
1. Bagi penulis, untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang pemanfaatan media dalam pembelajaran.
2. Bagi sekolah, hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan yang baik bagi sekolah dalam perbaikan pembelajaran dan peningkatan mutu proses pembelajaran khususnya mata pelajaran ekonomi.
3. Bagi pembaca, dapat menjadi bahan baca yang menambah wawasan mengenai salah satu bagian dari dunia pendidikan.
BAB II
KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR
A. Kajian Teori 1. Hakikat Media
a. Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa Latin, yakni “medius secara harfiahnya berarti tengah, pengantar, atau perantara. Dalam bahasa Arab, media disebut perantara (wasail) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan”.18
Media Menurut Heinich merupakan “alat saluran komunikasi”.19 Sedangkan AECT (Association for Education and Communication Technology) mendefenisikan media merupakan “segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi.”20
Media pun erat kaitannya dalam dunia pendidikan, di mana komunikasi itu berlangsung secara efektif terutama antara guru dan siswa, karena guru sebagai sumber pesan dan siswa sebagai penerima pesan. Menurut Hamalik media pendidikan adalah “metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan
18
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004), Cet.5. h. 3
19
Rudi Susilana dan Cepi Riyana, Media Pembelajaran : Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian. (Bandung: CV Wacana Prima, 2008) cet ke-2, h.6
20
interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah”.21 Dalam media pembelajaran, Gagne menyatakan bahwa media adalah “berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang merangsang untuk belajar. Sementara Brigs berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar”.22 Sedangkan menurut Arsyad media adalah “komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar”.23
Heinich mencontohkan media ini seperti “film, televisi, diagram, bahan tercetak (printed materials), komputer dan instruktur”.24 Media dalam proses belajar mengajar dapat diartikan sebagai alat-alat visual, audio, audio-visual dan elektronis atau sebagai mediator untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual dan verbal yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
Sedangkan menurut Munadi, media pembelajaran merupakan “sumber-sumber belajar selain guru yang disebut penyalur atau penghubung pesan ajar yang diadakan dan/atau diciptakan oleh para guru atau pendidik”.25
Penggunaan media secara kreatif dapat memungkinkan siswa untuk belajar lebih baik dan meningkatkan performance siswa sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Dari batasan yang disampaikan para ahli mengenai media, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian media dalam pembelajaran
21
Oemar Hamalik, Media Pendidikan. (Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 1994) cet ke-7 h. 12.
22
Arif S. Sadiman dkk. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2009) h. 6
23
Azhar Arsyad,MediaPembelajaran……….h.4
24
Rudi Susilana dan Cepi Riyana, Media Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian………...h.6
25
Yudhi Munadi. Media Pembelajaran, Sebuah Pendekatan Baru,( Jakarta: Gaung Persada Press, 2008) h.5
adalah segala bentuk alat komunikasi yang dapat digunakan menyampaikan informasi dari sumber kepada peserta didik yang bertujuan untuk merangsang pikiran, perasaan dan kemauan mereka untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Media selain digunakan untuk mengantarkan pembelajaran secara utuh dapat juga dimanfaatkan, untuk menyampaikan bagian tertentu dari kegiatan pembelajaran, memberikan penguatan motivasi.
b. Fungsi-fungsi Media
Menurut Susilana dan Riyana Media digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena memiliki kegunaan untuk:
a. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan tenaga dan daya indera.
c. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.
d. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya. e. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan
pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama. Dalam kaitannya dengan fungsi media pembelajaran dapat ditekankan beberapa hal berikut:
a. Sebagai sarana bantu untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang efektif.
b. Merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran.
c. Dalam penggunaannya harus relevan dengan kompetensi yang ingin dicapai dan isi pembelajaran itu sendiri.
d. Bukan sebagai alat hiburan.
e. Untuk mempercepat proses belajar.
f. Untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar. g. Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berfikir.26 Menurut Yudhi Munadi fungsi media pembelajaran terbagi menjadi 5 yaitu :
1. Sebagai sumber belajar, yakni sebagai penyalur, penyampai, penghubung dan lain-lain.
26
Rudi Susilana dan Cepi Riyana, Media Pembelajaran : Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Penilaian.………..h. 9-10
2. Fungsi Semantik, yakni kemampuan media dalam menambah perbendaharaan kata (simbol verbal) yang makna atau maksudnya benar-benar dipahami anak didik. (tidak verbalistik).
3. Fungsi manipulatif, media memiliki dua kemampuan, yang mengatasi batas-batas ruang dan waktu dan mengatasi keterbatasan inderawi.
4. Fungsi psikologis, fungsi ini terdiri dari fungsi atensi (perhatian), afektif, kognitif, imajinatif, dan motivasi. 5. Fungsi kultural, yakni mengatasi hambatan
sosio-kultural antar peserta komunikasi pembelajaran.27
Fungsi utama media pembelajaran adalah “sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.”28
Agar proses pembelajaran ekonomi berjalan dengan baik, menarik dan mudah dipahami oleh siswa, guru baiknya menggunakan media karena media menurut Hamalik mempunyai beberapa fungsi yakni “edukatif, sosial, ekonomi, politis dan seni budaya”.29 Media pembelajaran dapat merangsang minat anak, meningkatkan motivasi belajar anak dan dapat juga menanamkan konsep secara konkrit. Proses belajar yang demikian juga dapat meningkatkan dan mempertinggi mutu belajar. Media dapat menjadi penting dalam pembelajaran ekonomi karena media dapat menjelaskan sesuatu yang tidak bisa dimengerti oleh siswa dengan mudah.
Dapat di simpulkan fungsi-fungsi media sebagai berikut: 1. Sebagai sarana bantu untuk mewujudkan situasi pembelajaran
yang efektif. Untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar.
2. Dalam penggunaannya harus relevan dengan kompetensi yang ingin dicapai dan isi pembelajaran itu sendiri.
3. Fungsi semantik, yakni memperjelas pesan (tidak verbalistik).
27
Yudhi Munadi,Media Pembelajaran, Sebuah Pendekatan Baru………h. 37-48
28
Azhar Arsyad,Media Pembelajaran ………. h.15
29
4. Fungsi manipulatif, mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan tenaga dan daya indera
5. Fungsi psikologis, menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuannya. 6. Fungsi sosio-kultural, yakni mengatasi hambatan sosio-kultural
antar peserta komunikasi pembelajaran.
Dengan fungsi-fungsi tersebut di atas diharapkan tujuan pembelajaran pun dapat tercapai.
c. Jenis-jenis Media Pembelajaran
Media harus dirancang dengan baik dalam batas-batas tertentu yang dapat merangsang timbulnya dialog internal dalam diri siswa dengan media atau antara siswa dengan guru.
Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar kita dapat mempergunakan bermacam-macam bentuk media pembelajaran, sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dicapai, macam-macam media pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar dapat dikelompokkan sebagai berikut:
Rudi Bertz dan Basyiruddin Usman mengelompokkan media dalam 5 klasifikasi diantaranya:
a. Media audio visual gerak seperti film suara, video kaset, TV, dan lain-lain.
b. Media audio visual diam seperti film bingkai suara, film rangkai suara, cetak suara dan lain-lain.
c. Media visual gerak seperti film strip, dan lain-lain.
d. Media visual diam seperti gambar, chart, transparansi, OHP, dan lain-lain.
e. Media audio seperti tape recorder, kaset rekaman, dan radio dan lain-lain.30
30
Basyirudidin Usman,Media Pembelajaran, (Jakarta : Ciputat Press, 2002), cet ke-1, h. 27
Dengan penggunaan berbagai macam media dalam pembelajaran diharapkan mampu mendorong motivasi serta minat siswa dalam mengikuti pembelajaran sehingga memperoleh hasil yang memuaskan sebagaimana tujuan akhir proses pembelajaran.
Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kognitif siswa adalah penggunaan media dalam setiap pembelajaran karena media merupakan salah satu sumber belajar yang bermanfaat untuk mengatasi perbedaan gaya belajar, minat interaksi, dan keterbatasan daya indera.
Media memiliki peranan penting dalam mencapai keberhasilan siswa dalam memahami pelajaran. Seperti yang penelitian dilakukan oleh Paivio seorang pakar pendidikan, ia menyatakan bahwa “informasi yang diterima seseorang diproses melalui salah satu dari duachannel, yaitu channel verbal seperti teks dan suara, danchannel
visual (nonverbal image) seperti diagram, gambar, dan animasi. Kedua channel ini dapat berfungsi baik secara independen, secara paralel, atau juga secara terpadu bersamaan”.31 Dari hasil penelitiannya mengindikasikan bahwa dengan memilih perpaduan media yang tepat, kegiatan belajar dari seseorang dapat ditingkatkan. Dengan perpaduan informasi, dari verbal (lisan) dan non verbal (non lisan) yang relevan memiliki kecenderungan lebih mudah dipelajari dan dipahami daripada informasi yang menggunakan teks saja, suara saja, perpaduan teks dan suara saja, atau ilustrasi saja.
Begitu juga Dyah Dwihastuti dalam penelitiannya menyatakan bahwa“hasil belajar IPS dengan menggunakan media grafis lebih baik daripada tidak menggunakan media grafis”.32 Hal ini dikarenakan siswa akan lebih tertarik pada suatu hal yang membuatnya lebih fokus
31 Joko Sutrisno, “Dual Coding Theory” darihttp://joko.tblog.com, 11 November 2010
32
Dyah Dwihastuti Hubungan Media Grafis Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas IV SD Negeri Tlogosari Wetan 01–02 Kecamatan Pedurungan.(Semarang: Jurnal Pendidikan Iswara Manggala, 2005) Vol 1 No. 5 h. 14
memahami dan mempelajari suatu pelajaran karena informasi yang diberikan tidak hanya secara verbal, namun juga non verbal.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat di simpulkan bahwa antara kedua sistem yakni sistem teori verbal (lisan) dan sistem teori non verbal (non lisan) dapat saling menguatkan satu sama lain jika keduanya dipadukan, sistem verbal yang dijelaskan oleh pendidik dapat mudah dimengerti oleh siswa dengan penjelasan melalui media pembelajaran. Hal tersebut dapat terbukti sukses jika antara materi dan media ini sesuai dalam penyajiannya.
Menurut Gardner telah menekankan bahwa pemikiran visual adalah dasar dan bagian yang unik dari proses pemahaman. Visualisasi juga merupakan bagian dari sistem verbal dan simbol (non verbal) untuk mengungkapkan ide dan pemikiran. Format pengajaran visual bergambar memiliki kentungan terhadap keterampilan yaitu:
1. “Kemampuan untuk menunjukan suatu hubungan 2. Hubungan yang sebanding dengan suatu objek 3. Mempermudah pemahaman terhadap kesimpulan”.33
Media visual “merupakan penyajian baru dalam strategi belajar yang mengedepankan pemahaman secara utuh, ketika siswa mengkonstruksi jaringan kerja visual mereka menyimbolkan pengetahuan sains dengan gambar-gambar yang menonjol dalam mengidentifikasikan kata, warna dan bentuk.”34
Menurut Susilana dan Riyana, media visual atau media grafis adalah “yang menyajikan fakta, idea atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-angka dan simbol/gambar. Grafis biasanya digunakan untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, dan mengilustrasikan fakta-fakta sehingga menarik dan diingat orang.”35
33Catherine McLoughin, “Visual Thinking and Telepededagy”. Dalam
http://www.Nature.com/eye/journal/V17/N6/Full/6700500a.html, h. 2, 14 Juni 2010
34
Palma J Longo,Visual Tinking Networking PromotesProblem Solving Achievement For 9th Grade Earth Science Students, dalam elektronik Journal of Science Education, No 1 Vol 7, September 2002. H 3
35
Dari paparan teori di atas bahwa media visual sangat mengedepankan pemahaman serta memiliki keuntungan keterampilan untuk menunjukan hubungan pada suatu objek.
Media grafis atau media visual memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya, yaitu: “a). dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan. b). dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik perhatian siswa. c). pembuatannya mudah dan harganya murah. Sedangkan kelemahannya, membutuhkan keterampilan khusus danlam pembuatannya, terutama untuk grafis yang kompleks dan penyajian pesan hanya berupa unsure visual.”36
Dari beberapa sumber eksperimen diantaranya yang dilakukan oleh Moreno dan Mayer tentang “siswa yang memakai media visual dalam proses belajarnya tidak menjamin memperoleh pemahaman yang mendalam dibandingkan dengan siswa yang tidak menggunakan media visual namun setidaknya dapat mengaplikasikan pemahaman dalam proses belajar.”37
Berdasarkan pendapat para ahli dapat di simpulkan bahwa siswa yang memakai media visual dalam proses belajar mengajarnya, belum tentu mendapatkan pemahaman yang lebih baik jika dibandingkan dengan siswa yang belajar tanpa menggunakan media visual. Media visual dapat diukur keberhasilannya dilihat dari hasil belajar yang diperoleh siswa setelah belajar dengan menggunakan media visual, apakah terdapat perbedaan bagi siswa yang memakai media visual dengan siswa yang belajar tanpa memakai media sama sekali. Media visual memiliki fungsi yang penting bukan hanya sebagai pelengkap semata dalam proses belajar-mengajar namun fungsinya dapat memperdalam pemahaman siswa dalam menerima
36
Rudi Susilana dan Cepi Riyana, Media Pembelajaran……h. 14
37
Roxana Moreno dan Richard E Mayer. Pedagogival Agents in Constructivist Multimedia Environments: The Role of Images and Languge in The Instructional Communication. Dalam Elektronic Journal of Science Education. 2000 h. 3
informasi dalam proses belajarnya. Baik media visual yang diberikan oleh guru ataupun yang didapat dari pengalaman secara personal dari lingkungan.
Dalam proses pembelajaran media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah kegiatan pembelajaran, hal ini berlaku bagi segala jenis media, baik yang canggih dan mahal ataupun media yang sederhana dan murah.
Media merupakan komponen sumber belajar yang mengandung materi pembelajaran di bangku sekolah yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Secara implisit media pembelajaran meliputi alat secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pelajaran sperti buku, tape recorder, kaset, video kamera, film, slide, gambar, grafik, televisi, komputer dan lain-lain.
d. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran
Media merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar, karena beranekaragamnya media tersebut maka masing-masing media mempunyai karakteristik yang berbeda-beda untuk itu perlu memilihnya dengan cermat dan tepat agar dapat secara tepat guna.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih media, oleh karena itu beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan menurut Sadiman antara lain :
1) Media yang dipilih hendaknya selaras dan menunjang tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Masalah tujuan pembelajaran ini merupakan komponen utama yang harus diperhatikan dalam memilih media.
2) Aspek materi menjadi pertimbangan yang dianggap penting dalam memilih media, sesuai atau tidaknya antara materi dengan media yang digunakan akan berdampak pada hasil pembelajaran.
3) Kondisi audiens (siswa) dari segi subjek belajar menjadi perhatian yang serius bagi guru dalam memilih media yang sesuai dengan kondisi anak, faktor umur, intelegensi, latarbelakang pendidikan.
4) Ketersediaan media di sekolah atau memungkinkan bagi guru mendesian sendiri media yang akan digunakan merupakan hal yang perlu dipertimbangkan.
5) Media dipilih seharusnya dapat menjelaskan apa yang akan disampaikan kepada audiens (siswa) secara tepat dan berhasil guna.38
Begitu juga Menurut Dick dan Carey dalam pemilihan media setidaknya ada empat faktor yang harus diperhatikan antara lain:
1. Ketersediaan sumber setempat, maksudnya bila media yang bersangkutan tidak terdapat pada sumber-sumber yang ada, harus dibeli atau dibuat sendiri.
2. Apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana, tenaga fasilitasnya,
3. Faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media.
4. Efektifitas biayanya dalam jangka waktu panjang.39
Media dapat dipilih sesuai kebutuhan yang diintegrasikan dengan materi yang diajarkan agar tercapai suatu tujuan akhir dalam proses pembelajaran yakni hasil belajar.
Dapat disimpulkan dalam pemilihan media hendaknya memperhatikan beberapa hal berikut:
1) Media yang dipilih hendaknya selaras dengan tujuan 2) Sesuai atau tidaknya antara materi dengan media
3) Ketersediaan media di sekolah memudahkan guru dapat mendesain sendiri, atau membeli media.
4) Media yang dipilih seharusnya dapat menjelaskan apa yang akan disampaikan kepada audiens (siswa) secara tepat dan berhasil guna.
5) Faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media.
38
Basyiruddin Usman,Media Pembelajaran,………..h. 15-16
39
2. MediaChart
a. Pengertian MediaChart
Media grafis termasuk media visual yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan (receiver), dimana pesan dituangkan melalui lambang atau simbol komunikasi visual. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Sadiman “simbol-simbol tersebut harus dipahami benar artinya agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efisien”40. Selain itu fungsi umum itu secara khusus grafis berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghasilkan fakta yang mungkin akan cepat dilupakan, atau diabaikan bila tidak digrafiskan. Salah satu media grafis adalahchart.
Menurut Asnawir dan Usman Chart atau bagan adalah “gambaran dari sesuatu yang dilukiskan dengan garis dan kata-kata.”41 Maksudnya untuk memperagakan suatu pokok pelajaran yang menunjukkan adanya hubungan, perkembangan atau perbandingan sesuatu. Chart pada umumnya digunakan untuk menggambarkan sebuah peristiwa secara kronologis, jumlah kuantitas secara kronologis.
Lebih lanjut Menurut Asnawir dan Usman bahwa Media bagan/chart adalah “suatu media pembelajaran yang penyajiannya secara diagramatik dengan menggunakan lambang-lambang visual, untuk mendapatkan sejumlah informasi yang menunjukkan ide, objek lembaga, orang keluarga ditinjau dari sudut waktu dan ruang”.42 Bagan hampir sama dengan diagram, namun“bagan lebih menekankan kepada suatu perkembangan atau suatu proses atau susunan suatu organisasi”.43
Chart atau bagan mampu memvisualisasikan sebuah hubungan yang bersifat abstrak seperti kronologis sebuah kejadian, atau struktur
40
Arif S. SadimanMedia Pendidikan …………..h 28
41
Asnawir dan Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta : Ciputat Pers 2003), h.11
42
Asnawir dan Basyiruddin Usman Media Pembelajaran.,……….. h. 33
43
organisasi. Dengan kemampuan tersebut chart merupakan cara untuk memvisualisasikan informasi atau materi yang rumit dengan cara yang sederhana dan singkat. Untuk merancang sebuah chart yang efektif dapat dimanfaatkan berbagai jenis grafis seperti gambar, sketsa, grafik, diagram atau bahkan bentuk verbal.
Ada beberapa pertimbangan penting mengapa media chart
dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman tentang suatu konsep bagi siswa, yaitu dapat memperjelas seluruh bagan secara efisien dalam berbagai bentuk, penggunaan media chart mampu menyampaikan beragam pengalaman pada peserta didik. Hal ini sejalan dengan pendapat Sadiman bahwa “seringkali siswa bingung bila dihadapkan pada data yang banyak sekaligus. Oleh karena itu, guru hendaknya memakai chart yang dapat menyajikan pesan secara bertahap”.44
Dari sejumlah media grafis, chart merupakan jenis yang paling banyak digunakan, mudah dikenali dan mudah dimengerti secara langsung tanpa memerlukan interpretasi.
Chart sering terdapat dalam buku-buku pelajaran dan pelajaran materi lainnya. Dalam proses pembelajaran dengan menggunakan media chart, pembuatan chart disusun sesuai tujuan pelajaran yang ditentukan secara jelas. Bagi siswa suatu chart yang disajikan berisi satu konsep atau gambaran konsep. Sebaiknya “chart itu ditekan hingga hanya berisi informasi verbal dan visual yang minimum untuk dapat dipahami, jika ingin mengungkapkan beberapa gagasan atau konsep.”45 Bagan atau chart termasuk media visual fungsi yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep yang sulit jika hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan yang mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi.
44
Arif S SadimanMedia Pendidikan ………h. 36
45
Pembelajaran ekonomi dengan menggunakan media chart yaitu sebuah media pembelajaran yang penyajiannya secara diagramatik yang menggunakan lambang-lambang visual. Fungsi pokoknya adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan, secara visual, suatu proses perkembangan atau hubungan-hubuangan penting. Sebagai media yang baik mediachart harus:
1. Dapat dimengerti anak.
2. Sederhana dan lugas tidak rumit atau berbelit-belit.
3. Diganti pada waktu-waktu tertentu agar tidak kehilangan daya tarik.46
Fungsi tersebut diharapkan mampu memberikan hasil yang baik untuk para siswa, itu membuktikan pentingnya sebuah media chart
dalam pembelajaran bukan hanya sebuah alat namun juga media diharapkan mampu menjadi tranformator yang efektif dalam kemampuan berpikir siswa.
Dari pembahasan mediachart di atas dapat disimpulkan bahwa media chart merupakan gambaran dari sesuatu yang dilukiskan dengan garis dan kata-kata. Chart atau bagan mampu memvisualisasikan sebuah hubungan yang bersifat abstrak seperti kronologis sebuah kejadian, atau struktur organisasi dan dapat meningkatkan pemahaman tentang suatu konsep bagi siswa, yaitu dapat memperjelas seluruh bagan secara efisien dalam berbagai bentuk, penggunaan media chart
mampu menyampaikan beragam pengalaman pada peserta didik. Seringkali siswa bingung bila dihadapkan pada data yang banyak