• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peningkatan Pelayanan Infrastruktur Sesuai Standar Pelayanan Minimum (SPM)

MATRIKS KINERJA PRIORITAS 4: PEMULIHAN EKONOMI YANG DIDUKUNG OLEH PEMBANGUNAN PERTANIAN, INFRASTRUKTUR, DAN ENERGI

Fokus 13. Peningkatan Pelayanan Infrastruktur Sesuai Standar Pelayanan Minimum (SPM)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Pagu Definitif

(Rp Miliar) Capaian

sd. Juni 2010 Pelaksana Instansi Fokus/

Kegiatan Prioritas Keluaran Analisis Fokus Analisis Prioritas

No. Program Realisasi Anggaran sd. Juni 2010 Analisis KP

e Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Pengambilan dan Saluran Pembawa Air Baku

Terpeliharanya prasarana pengambilan dan saluran pembawa untuk air baku sebanyak 56 buah

25.93% Program Penyediaan dan Pengelolaan

Air Baku Kemen PU 6.33 1.31 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

b. Penanggulangan Lumpur Sidoarjo

a Pembangunan jalan nasional (1) Terselesaikannya pengadaan tanah untuk jalur jalan TOL, jalan arteri, dan pipa air (sisa kekurangan TA 2009) sekitar 30 Ha; (2) Terselesaikannya konstruksi relokasi Jalan Arteri Raya Siring-Porong (paket 1,2,3, dan 4) sepanjang 7,1 km;

(3) Terbangunnya Interchange Fly Over (jalan simpang susun) Kesambi.

0.00% Program Peningkatan Jalan dan

Jembatan BPLS 344.90 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

b Pembangunan sarana dan prasarana

pengendali banjir (1) Terselesaikannya pelunasan jual beli tanah di 3 desa (sebesar 80%); (2) Terkendalinya luapan lumpur dan terlaksananya pengaliran lumpur ke Kali Porong, termasuk mengoptimalkan pemanfaatan pompa pembuang lumpur; (3) Terpeliharanya tanggul penahan lumpur sepanjang 14 km; (4) Terselesaikannya saluran drainase di seputar tanggul sepanjang 10 km; (5) Terpeliharanya kondisi kali porong dan Muara-nya sepanjang 500 m untuk menjamin kelancaran pengaliran lumpur ke muara Kali Porong/Laut lepas; (6) Terpeliharanya spoilbank hasil pengerukan dengan mereklamasi lahan seluas 20 Ha, yang berfungsi untuk konservasi dan budidaya hasil laut; (7) Tersedianya 4 unit kapal keruk, 1 unit pompa air dan 1 unit pompa lumpur; (8) Terlaksananya kegiatan

0.00% Program Pengendalian Banjir dan

Pengamanan Pantai BPLS 831.20 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

c. Transportasi

a Pengadaan Bus Perintis Bus Perintis 40 Unit; Bus besar AC untuk pengembangan BRT 30 Unit; Bus sedang Non AC 10 unit & AC 38 unit untuk angkutan

pelajar/mahasiswa/umum dan pemadu moda (menjadi Bus Perintis 37 unit; Bus Ukuran Besar AC Euro II Engine (Bantuan untuk Pengembangan Angkutan Umum Massal) Model 1 Pintu 18 unit; Pengadaan Bus Ukuran Besar AC Euro II Engine (Bantuan untuk Pengembangan Angkutan Umum Massal) Model 2 Pintu 25 unit; Pengadaan Bus Ukuran Sedang AC Euro II Engine PS>= 120 PS (Bantuan untuk Pengembangan Angkutan Umum Massal) 10 unit; Pengadaan Bus Ukuran Sedang Non AC Euro II Engine PS>= 120 PS ( Bus Bantuan Angkutan

Kota/Pelajar/Mahasiswa) 38 unit Total Bus Perintis

6.21% Program Peningkatan Aksesibilitas Pelayanan Angkutan LLAJ

Kemenhub 66.40 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 (Rp Miliar)

sd. Juni 2010 Pelaksana

Kegiatan Prioritas sd. Juni

2010

b Pelayanan Angkutan Jalan Perintis 22 Provinsi dengan 146

lintasan 33.92% Program Peningkatan Aksesibilitas Pelayanan Angkutan LLAJ Kemenhub 48.30 11.38 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.

c Rehabilitasi Jalan Nasional 1.956,2 km 36.11% Program Rehabilitasi/Pemeliharaan

Jalan dan Jembatan Kemen PU 3,834.90 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.

d Pemeliharaan Jalan Nasional 32.463 km 36.11% Program Rehabilitasi/Pemeliharaan

Jalan dan Jembatan Kemen PU 1,447.60 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.

e Rehabilitasi Jembatan Ruas Jalan

Nasional 15.148,8 m 36.11% Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kemen PU 740.10 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.

f Pemeliharaan Jembatan Ruas Jalan Nasional

69.041 m 36.11% Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

Kemen PU 36.90 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.

g Pengadaan dan pemasangan fasilitas

keselamatan LLAJ di 32 Provinsi Marka jalan sepanjang 1.707.440m; Guardrail 61.200m, Rambu lalulintas 10.894 Bh, Delineator 20.730m, RPPJ 726 Bh, LPJU 650 BH, ATCS 1 pkt, Traffic light solar cell 62 unit, Warning light 54 unit; cermin tikungan 448 bh; Paku marka 31.300 bh. (menjadi Marka jalan sepanjang 1.605.499 m; Guardrail 59.770 m, Rambu lalulintas 9.914 Bh, Delineator 20.630m, RPPJ 605 Bh, LPJU 700 BH, ATCS 2 pkt, cermin tikungan 149 bh; Paku marka 23 600 bh

29.98% Program Pembangunan Prasarana

dan Fasilitas LLAJ Kemenhub 329.90 47.77 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

h Pelayanan Angkutan Laut Perintis Pelayanan angkutan laut perintis sebanyak 60 trayek,

(dengan total 578 voyage)

0.47% Program Pembangunan Transportasi

Laut Kemenhub 274.00 102.30 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah tetapi dengan penyerapan anggaran yang besar maka kegiatan prioritas cenderung menyerap anggaran besar pada periode awal. i Pelayanan Angkutan Penyeberangan

Perintis

92 lintasan untuk 49 kapal (menjadi 111 lintasan untuk 43 kapal)

47.12% Program Pembangunan Prasarana dan Sarana ASDP

Kemenhub 166.43 22.24 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.

j Pelayanan Angkutan Udara Perintis dan Angkutan BBM Penerbangan Perintis

Pelayanan angkutan udara perintis (118 rute sdh termasuk dr 2 rute yg tdk terlayani yaitu Naha dan Rokot krn tdk ada operatornya) dan angkutan BBM penerbangan perintis (3.766 drum)

0.00% Program Pembangunan Transportasi

Udara Kemenhub 249.95 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

k Pengadaan dan Pemasangan SBNP dan Rambu Sungai Transportasi Penyeberangan

SBNP terdiri dari 6 unit tersebar di 4 propinsi yaitu Ilwaki, Saumlaki, Larat, Wahai

0.00% Program Pembangunan Prasarana

dan Sarana ASDP Kemenhub 5.40 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

l Pengadaan dan pemasangan fasilitas keselamatan penerbangan

Terpasangnya fasilitas keselamatan penerbangan (4.000 paket/unit)

35.00% Program Pembangunan Transportasi Udara

Kemenhub 359.80 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.

d. Infrastruktur Energi a Koordinasi dan Pengembangan

Energi Perdesaan Terselenggaranya workshop biofuel pedesaan, Terselenggaranya koordinasi pengembangan DME, meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pemanfaatan listrik, tersedianya percontohan peralatan energi terbarukan non listrikdi pulau kecil terluar

41.63% Program Peningkatan Aksesibilitas Pemerintah Daerah, Koperasi, dan Masyarakat terhadap Jasa Pelayanan Sarana dan Prasarana Energi

Kemen ESDM 109.05 22.02 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Pagu Definitif

(Rp Miliar) Capaian

sd. Juni 2010 Pelaksana Instansi Fokus/

Kegiatan Prioritas Keluaran Analisis Fokus Analisis Prioritas

No. Program Realisasi Anggaran sd. Juni 2010 Analisis KP

a Listrik Perdesaan Terwujudnya pembangunan sistem distribusi dan pembangkit energi baru terbarukan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik berupa : Gardu Distribusi = 715 Unit/ 42.600 KVA; JTM = 2125 kms ; JTR = 1930 kms PLTS 50 Wp Tersebar = 73.

0.00% Program Peningkatan Kualitas Jasa Pelayanan Sarana dan Prasarana Ketenagalistrikan

Kemen ESDM 1,158.49 28.96 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

b Pengembangan Ketenagalistrikan

Sosial (1) Tersusunnya pedoman pembuatan FS dan DD untuk pembangunan PLTMH; (2) Terlaksananya pembinaan dan koordinasi dengan Pemda, koperasi dan PLN Wilayah/Distribusi dalam perencanaan, pengembangan dan pembangunan sarana dan prasarana listrik perdesaan;

0.00% Program Penyempurnaan Restrukturisasi dan Reformasi Sarana dan Prasarana Ketenagalistrikan

Kemen ESDM 3.00 1.37 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah tetapi dengan penyerapan anggaran yang besar maka kegiatan prioritas cenderung menyerap anggaran besar pada periode awal.

f. Pos dan Telematika a Penyediaan Infrastruktur Pos dan

Telematika di Daerah Non Ekonomis (1) Jasa akses telekomunikasi di 31.824 desa, internet di 4.218 kecamatan, dan layanan internet exchange di ibukota propinsi ; Pemancar TV di 10 lokasi blank spot (2) Jasa layanan pos di 2.363 kantor pos cabang luar kota sebagai pelaksanaan program PSO pos

(3) Infrastruktur TVRI dan RRI

41.48% Program Pengembangan, Pemerataan dan Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Pos dan Telematika

Depkominfo, PT Pos Indonesia, LPP TVRI, LPP RRI

1,329.50 126.75 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.

g. Perumahan dan Permukiman a Peningkatan Pengelolaan

TPA/Sanitary Landfill/Sistem Regional 7 TPA regional pada 24 Kab/Kota dan peningkatan TPA di 25 Kab/Kota

33.47% Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan dan Drainase

Kemen PU 176.21 57.09 Kegiatan prioritas memiliki capaian yang tinggi dengan penyerapan anggaran yang juga tinggi. Kegiatan prioritas cenderung memiliki kinerja yang baik.

b Penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah

2 Provinsi 100.00% Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan

Kemen PU 124.90 26.29 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.

c Bantuan Pembangunan dan Perbaikan Rumah di Kawasan Bencana

800 unit 0.00% Program Pemberdayaan Komunitas

Perumahan Kemenpera 29.30 0.28 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

d Perbaikan lingkungan pemukiman 210 kawasan 8.89% Program Pemberdayaan Komunitas

Perumahan Kemen PU 246.84 6.36 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

e Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa beserta Prasarana dan Sarana Dasarnya

40 Twin Blok 10.00% Program Pengembangan Perumahan Kemen PU 289.54 1.32 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

f Pembangunan Rumah Susun Sederhana Beserta Prasarana dan Sarana Dasarnya

25 Twin Blok dan 200 unit

rumah sewa 46.16% Program Pengembangan Perumahan Kemenpera 205.46 72.16 Kegiatan prioritas memiliki capaian yang tinggi dengan penyerapan anggaran yang juga tinggi. Kegiatan prioritas cenderung memiliki kinerja yang baik.

g Penyediaan Infrastruktur Primer bagi Kawasan RSH

200 Kawasan 100.00% Program Pengembangan Perumahan Kemen PU 94.50 33.86 Kegiatan prioritas memiliki capaian yang tinggi dengan penyerapan anggaran yang juga tinggi. Kegiatan prioritas cenderung memiliki kinerja yang baik.

h Penyediaan Prasarana dan Sarana Dasar Untuk RSH/S dan Rumah Susun

12.000 Unit 0.00% Program Pengembangan Perumahan Kemenpera 50.24 0.04 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

i Pembangunan Sarana dan Prasarana

Pemukiman di Pulai Kecil/Terpencil 35 Kawasan 100.00% Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan Kemen PU 33.29 11.37 Kegiatan prioritas memiliki capaian yang tinggi dengan penyerapan anggaran yang juga tinggi. Kegiatan prioritas cenderung memiliki kinerja yang baik.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 (Rp Miliar)

sd. Juni 2010 Pelaksana

Kegiatan Prioritas sd. Juni

2010

j Fasilitasi dan Stimulasi Pembangunan Perumahan Swadaya bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah

12.000 unit 0.00% Program Pemberdayaan Komunitas

Perumahan Kemenpera 83.40 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

k Fasilitasi dan Stimulasi Penyediaan Prasarana dan Sarana Dasar Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah

10.000 unit dan 10 kawasan

kumuh 0.00% Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan Kemenpera 115.00 1.36 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

l Fasilitasi dan Stimulasi Perbaikan Perumahan Swadaya bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah

10.000 unit 0.00% Program Pemberdayaan Komunitas

Perumahan Kemenpera 50.00 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

m Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Percontohan Skala Komunitas (SANIMAS)

130 lokasi 0.00% Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah

Kemen PU 20.00 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

n Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat

1.320 desa pada 110 Kab/Kota

dan 190 desa rawan air 0.00% Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah

Kemen PU 501.60 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

o Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah

70 kawasan 29.70% Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah

Kemen PU 134.13 38.41 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

Fokus 14 memiliki capaian kegiatan cenderung tinggi dan dengan penyerapan anggaran yang cenderung tinggi, sehingga mungkin tercapai pada akhir TA 2010 a Iptek utk Penanggulangan Bencana

di Indonesia

1 hasil kajian penguatan kapasitas iptek kebencanaan dan peta probabilitas gempa di Indonesia

79.29% Program Difusi dan Pemanfaatan Iptek

KRT 9.00 2.79 Kegiatan prioritas memiliki capaian yang tinggi dengan penyerapan anggaran yang juga tinggi. Kegiatan prioritas cenderung memiliki kinerja yang baik.

b Peningkatan Tunjangan fungsional Peneliti / Perekayasa

Peningkatan tunjangan fungsional untuk 2.242 orang Peneliti Pertama, 2.938 orang Peneliti Muda, 3.188 orang Peneliti Madya, 916 orang Peneliti Utama, dan 261 orang Profesor Riset.

0.00% Program Difusi dan Pemanfaatan Iptek

KRT 225.00 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

c Pembinaan dan Penguatan

Kelembagaan Iptek 150 karya siswa untuk program S2 dan 150 karya siswa untuk program S3

5.50% Program Penguatan Kelembagaan

Iptek KRT 50.00 5.27 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

d Penelitian Penyakit Menular Tropis 1 paket peralatan laboratorium penelitian untuk emerging deases sesuai standar WHO dan 13 hasil penelitian penyakit menular tropis

10.23% Program Penguatan Kelembagaan

Iptek KRT 20.00 7.76 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah tetapi dengan penyerapan anggaran yang besar maka kegiatan prioritas cenderung menyerap anggaran besar pada periode awal. e Peningkatan Penguasaan Teknologi

Produksi Bahan Bakar Nabati dan Energi Alternatif Lainnya (Pengkajian dan Penerapan Teknologi Energi Bersih)

PLTP skala kapasitas 2 MW, Gasifikasi Batubara sebagai substitusi BBG dan BBM, Tek Efisiensi Energi untuk Menurunkan Elastisitas Energy Nasional, Substitusi Bahan Bakar Nabati (BioFuel), Sistem kelistrikan dan solar termal, PLT angin, PLT arus, Optimalisa

25.00% Program Pengembangan Kapasitas

Iptek Sistem Produksi BPPT 18.00 0.79 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.

f Pengembangan Inovasi UMKM berbasis Teknologi (Pusat Inovasi UMKM Berbasis Teknologi)

Paket kegiatan UMKM Inovatif, wirausaha, audit teknologi dan SD inovasi bidang prioritas

50.00% Program Pengembangan Kapasitas

Iptek Sistem Produksi BPPT 20.00 2.06 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.

g Pengembangan Bioresource Center,

Microbial Culture Collection Pengembangan BRC, penambahan koleksi, data base; sistem pengelolaan berstandar internasional yang diakui, regulasi pertukaran pertukaran spesimen, penelitian pemanfaatan koleksi plasma nutfah, kerjasama, rintisan bank DNA, biji dan cryoopreservasi.

56.75% Program Penelitian dan

Pengembangan Iptek LIPI 10.00 4.90 Kegiatan prioritas memiliki capaian yang tinggi dengan penyerapan anggaran yang juga tinggi. Kegiatan prioritas cenderung memiliki kinerja yang baik.