MATRIKS KINERJA PRIORITAS 4: PEMULIHAN EKONOMI YANG DIDUKUNG OLEH PEMBANGUNAN PERTANIAN, INFRASTRUKTUR, DAN ENERGI
Fokus 4. Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Pagu Definitif
(Rp Miliar) Capaian
sd. Juni 2010 Pelaksana Instansi Fokus/
Kegiatan Prioritas Keluaran Analisis Fokus Analisis Prioritas
No. Program Realisasi Anggaran sd. Juni 2010 Analisis KP
a Pengembangan Agroindustri Terpadu Fasilitasi Investasi Terpadu Hortikultura (FATIH) 34 paket; Pengembangan gerbang ekspor tanaman hias 9 paket; Pengembangan komersialisasi kebun buah 29 paket; Pengembangan sapi perah 2 paket; Roda 2 Inseminator (300 unit); Peningkatan Produksi Pakan Skala Kecil Ruminansia (10 paket) ; Peningkatan Produksi Pakan Skala Kecil Ruminansia (10 paket); Manajemen P2SDS (18 propinsi); UPJA Unggas (30 klp); ULIB (200 unit); Pengembangan agroindustri tepung singkong (MOCAF) (9unit); Pengembangan mutu bokar untuk ekspor (23 unit); Pengembangan mutu biji kopi untuk ekspor (13 unit); Pengembangan agroindustri mete dan minyak atsiri. (10 unit); Pengembangan agroindustri susu sapi (8 unit); Pengembangan agroindustri hortikultura mangga dan jeruk (10 unit)
8.68% Program Pengembangan Agribisnis Kementan 150.20 8.68 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.
b Peremajaan Tanaman Perkebunan Rakyat dan Pengembangan Perkebunan Komersial (Bahan Baku Bio Energi)
Kegiatan revitalisasi perkebunan (kelapa sawit, kakao, karet, kapas, jarak, kelapa teh, rempah) (84.300 Ha); Pengembangan Komoditi Unggulan Non Revit (kelapa sawit, jambu mete, karet, kakao, kopi robusta, kina – 20.985 Ha); Revitalisasi Perbenihan; Kebun Sumber Benih Tanaman Perkebunan (690 ha); Penguatan Kelembagaan Perbenihan (67 paket); Insentif Pengawas Benih Tanaman (233 org)
0.00% Program Pengembangan Agribisnis Kementan 285.70 53.25 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.
c Mekanisasi Pertanian Pra dan Pasca
Panen Pengembangan UPJA (350 unit); Koordinasi dan pengawalan (30 unit); Terselenggaranya pengembangan Mekanisasi Pertanian (12 paket); Tersedianya alat dan mesin pertanian bagi pengembangan hortikultura (49 paket); Pengembangan mutu kakao fermentasi untuk ekspor 20 lokasi (20 pkt); Pengembangan pelayanan pengujian mutu alsintan (1 pkt)
0.71% Program Peningkatan Ketahanan
Pangan Kementan 61.30 4.75 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 (Rp Miliar)
sd. Juni 2010 Pelaksana
Kegiatan Prioritas sd. Juni
2010
d Magang, Sekolah Lapang dan Pelatihan, Pendidikan Pertanian, dan Kewirausahaan Agribisnis
Terselenggaranya Magang dan SL GAP (90 paket); Pendampingan dan Pembinaan Pelaksanaan SL GAP (33 pkt); SL- PHT perkebunan (78 klp); Pelatihan penyuluh pertanian dan pendidikan kewirausahaan bagi calon petani (30rb org); Pelatihan petugas dan pelatihan petani dibidang teknis agribisnis (10rb org); Diklat pembekalan bagi calon THL-TB PP (10rb org); Diklat enterpreunership bagi ex THL-TB PP (5.608 org); Pembinaan, pendampingan, managemen PSDMP (33 prop)
5.28% Program Peningkatan Kesejahteraan
Petani Kementan 166.00 0.31 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.
e Gerakan Peningkatan Produksi dan
Mutu Kakao Nasional Peremajaan 20 ribu ha , Rehabilitasi 100 ribu ha, Intensifikasi 65 ribu ha, Pemberdayaan Petani 7.250 orang, Operasional TKP, Kegiatan Pendukung, Pembinaan dan Pengawalan di 12 provinsi, 50 kabupaten.
9.00% Program Pengembangan Agribisnis Kementan, Kemenkeu 485.63 90.23 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.
f Pembinaan dan Pengembangan
Sistem Usaha Perikanan Bertambahnya 200 kelompok usaha bersama (KUB) perikanan tangkap di 33 provinsi; fasilitasi sertifikasi 3000 bidang tanah nelayan; Terbinanya 300 orang nelayan terlatih, Terwujudnya jaminan sosial bagi nelayan melalui asuransi di 21 pelabuhan perikanan, Terwujudnya usaha perikanan tangkap terpadu
20.21% Program Pengembangan Sumber
Daya Perikanan DKP 51.52 4.10 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.
g Pengembangan dan Penyelenggaraan Karantina Perikanan dan Sistem Pengelolaan Kesehatan Ikan
Terselenggaranya sistem pengelolaan kesehatan ikan di 33 provinsi dan berkembangnya 46 UPT Karantina Perikanan, termasuk pembangunan sarana dan prasarana UPT, terbinanya pengelolaan community based fisheries (CBF) melalui restocking, pengendalian penyebaran penyakit ikan di 33 provinsi, dan pengembangan Balai Penyidik Penyakit Ikan (BPPI)
61.90% Program Pengembangan Sumber
Daya Perikanan DKP 307.31 73.13 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.
h Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan dan Peningkatan Sistem Penyuluhan
Meningkatnya kompentensi 2.000 nelayan, pembudidaya dan pengolah ikan melalui pelatihan dan pemberdayaan masyarakat di 6 balai pendidikan dan pelatihan perikanan (BPPP); terakreditasinya 6 sarana pelatihan; 2.350 penyuluh perikanan; 5 Permen dan 1 PP t t
56.39% Program Pengembangan Sumber
Daya Perikanan DKP 54.76 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.
i Penguatan dan Pengembangan Pemasaran Dalam Negeri dan Ekspor Hasil Perikanan
Terlaksananya gemarikan dan promosi di 33 prov, terbukanya akses pemasaran di Eropa Timur dan Timur Tengah, 5 pameran internasional; tereduksinya hambatan tarif di 1 negara tujuan; terbinanya UKM berpotensi ekspor di 11 Provinsi; dan sosialisasi persyarat
1.52% Program Pengembangan Sumber Daya Perikanan
DKP 33.30 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Pagu Definitif
(Rp Miliar) Capaian
sd. Juni 2010 Pelaksana Instansi Fokus/
Kegiatan Prioritas Keluaran Analisis Fokus Analisis Prioritas
No. Program Realisasi Anggaran sd. Juni 2010 Analisis KP
j Peningkatan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Perikanan serta Input Produksi Lainnya
Berkembangnya fasilitas di 21 UPT Pelabuhan Perikanan; 8 lokasi port state measure; Pusat informasi pelabuhan perikanan di 6 pelabuhan perikanan samudra (PPS), 13 pelabuhan perikanan nusantara (PPN), 45 pelabuhan perikanan pantai (PPP)
37.92% Program Pengembangan Sumber
Daya Perikanan DKP 541.65 148.57 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.
k Peningkatan Mutu dan Pengembangan Pengolahan Hasil Perikanan
Berkembangnya sentra pengolahan di 10 lokasi, sistem rantai dingin di 33 lokasi, Terbinanya 30 UPI, berkembangnya 10 produk bernilai tambah di 10 sentra; Tersedianya 20 rancangan Standar Nasional Indonesia RSNI; terakreditasinya 3 Lab
26.67% Program Pengembangan Sumber
Daya Perikanan DKP 75.00 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.
l Penyelenggaraan Revitalisasi
Perikanan Terlaksananya percontohan usaha produksi, temu lapang dan sertifikasi cara budidaya ikan yang baik (CBIB) utk 50 lokasi kwsn budidaya air payau, 100 lokasi kwsn budidaya air tawar, 100 lokasi kwsn budidaya laut; terbangunnya 5 lokasi kawasan usaha perikanan
0.00% Program Pengembangan Sumber
Daya Perikanan DKP 213.90 0.00 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.
m Pengembangan Rekayasa Teknologi Terapan Perikanan
16 paket rekayasa dan alih teknologi pengolahan 16 paket diseminasi teknologi penangkapan; 4 UPT Budidaya air payau, 4 UPT Budidaya air tawar dan 4 UPT Budidaya laut, serta UPT Tambak Pandu Karawang
5.21% Program Pengembangan Sumber Daya Perikanan
DKP 73.11 1.41 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.
n Pengelolaan Sumberdaya Ikan Secara Bertanggung jawab dan Berkelanjutan
Tersusunnya rencana pengelolaan perikanan (RPP) di 2 wilayah pengelolaan perikanan (WPP) di Laut Cina Selatan dan Laut Arafura; tertatanya perairan pedalaman; identifikasi sumber daya ikan (SDI) terancam punah; pemacuan stok SDI
34.85% Program Pengembangan Sumber
Daya Perikanan DKP 23.85 0.57 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.
o Penyediaan Dana Alokasi Khusus
Bidang Kelautan dan Perikanan Penyediaan dan rehabilitasi sarana dan prasarana produksi perikanan tangkap, budidaya, pengolahan, peningkatan mutu, pemasaran, pengawasan pemanfaatan sumber daya, penyuluhan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.
0.00% Program Pengembangan Sumber
Daya Perikanan DKP - 10.92 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.
p Pengembangan Pengelolaan
Pemanfaatan Hutan Alam Meningkatnya produksi hasil hutan kayu/HHBK/Jasling sebesar 1% dan meningkatnya unit IUPHHK bersertifikat PHPL sebesar 10%
0.00% Program Pemantapan Pemanfaatan
Potensi Sumber Daya Hutan Kemenhut 43.70 7.30 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.
q Pengukuhan dan Penatagunaan
Kawasan Hutan Draft final peta penunjukan dan penetapan KH di propinsi Riau dan Kalteng (2 judul); Data penetapan kawasan hutan yang sudah temu gelang di 33 propinsi (33 judul); Sistem informasi pengukuhan KH; Data hasil identifikasi dan tindak lanjut permasalahan kawasan
72.30% Program Pemantapan Pemanfaatan
Potensi Sumber Daya Hutan Kemenhut 87.50 15.40 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 (Rp Miliar)
sd. Juni 2010 Pelaksana
Kegiatan Prioritas sd. Juni
2010
r Pembangunan KPH Draft SK penetapan wilayah KPHP dan KPHL di 4 propinsi (4 judul); Data fasilitasi implementasi pembangunan KPH di 33 propinsi (33 judul); Data monitoring dan evaluasi pembangunan KPH di 15 propinsi (15 judul)
55.00% Program Pemantapan Pemanfaatan
Potensi Sumber Daya Hutan Kemenhut 13.20 1.30 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.
s Pengembangan Hutan Tanaman dan
Hutan Tanaman Rakyat Terwujudnya pemberian ijin HTI/HTR kumulatif seluas 12,4 juta ha dan penanaman kumulatif seluas 6 juta ha (tahun 2010 HTI seluas 600.000 ha dan HTR seluas 200.000 ha)
20.87% Program Pemantapan Pemanfaatan
Potensi Sumber Daya Hutan Kemenhut 30.70 4.90 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.
t Restrukturisasi Industri Primer
Kehutanan Evaluasi IPHHK kapasaitas > 6.000 m3/th 40 unit; Meningkatkan produk industri hasil hutan yang bersertifikat 10%; Meningkatnya efisiensi penggunaan bahan baku industri rata-rata 60%
50.38% Program Pemantapan Pemanfaatan
Potensi Sumber Daya Hutan Kemenhut 22.70 4.10 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.
Fokus 5. Peningkatan Produktivitas dan Kompetensi Tenaga Kerja Fokus 5 memiliki capaian kegiatan cenderung
tinggi dan dengan penyerapan anggaran yang cenderung tinggi, sehingga mungkin tercapai pada akhir TA 2010
a Peningkatan fungsi dan revitalisasi BLK menjadi lembaga pelatihan berbasis kompetensi
Berfungsinya 11 BLK (UPTP) untuk penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi
100.00% Program Peningkatan Kualitas dan
Produktivitas Tenaga Kerja Kemenakertrans 237.18 4.34 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.
b Percepatan pengakuan/rekognisi Sertifikasi Kompetensi Kerja Nasional
Diakuinya sertifikat kompetensi pada 10 bidang profesi tenaga kerja di bidang industri manufaktur dan jasa oleh pengguna tenaga kerja dan profesi
70.00% Program Peningkatan Kualitas dan
Produktivitas Tenaga Kerja Kemenakertrans 8.56 2.91 Kegiatan prioritas memiliki capaian yang tinggi dengan penyerapan anggaran yang juga tinggi. Kegiatan prioritas cenderung memiliki kinerja yang baik.
c Fasilitasi pendukung pasar kerja, melalui penguatan kelembagaan, peningkatan informasi, penyelenggaraan bursa kerja
Tersedianya informasi pasar kerja on-line yang akurat, terintegrasi dan mutakhir di 2 Provinsi dan 228 Kabupaten/Kota
100.00% Program Perluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja
Kemenakertrans 108.63 33.97 Kegiatan prioritas memiliki capaian yang tinggi dengan penyerapan anggaran yang juga tinggi. Kegiatan prioritas cenderung memiliki kinerja yang baik.
d Pemberian dorongan dan penyempurnaan pelaksanaan negosiasi bipartit
Terselenggaranya proses negosiasi upah, kondisi kerja, dan penyelesaian perselisihan di 33 Provinsi
100.00% Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Tenaga Kerja
Kemenakertrans 77.22 11.60 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.
Fokus 6 memiliki capaian kegiatan cenderung tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang cenderung rendah, sehingga mungkin tercapai pada akhir TA 2010 a Penyusunan/penyempurnaan
peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan koperasi dan UMKM
1 Paket 100.00% Program Penciptaan Iklim Usaha
UMKM Kemeneg KUKM 11.99 1.31 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.
b Fasilitasi pengembangan UKM berbasis teknologi dan pengembangan industri kreatif
2.130 UMKM, 20 UKM dan 10
Koperasi 46.42% Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UKM
Kemeneg KUKM 21.44 4.16 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien.
c Penyelenggaraan Promosi KUKM 3.000 KUKM 26.93% Program Pengembangan Sistem
Pendukung Usaha bagi UMKM Kemeneg KUKM 35.98 8.97 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.
d Peningkatan kapasitas SDM Pemda dan masyarakat Transmigrasi
Terselenggaranya peningkatan kapasitas SDM Pemda dan masyarakat transmigrasi sebanyak 14.160 KK
40.00% Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh
Kemenakertrans 24.31 9.96 Kegiatan prioritas memiliki capaian yang tinggi dengan penyerapan anggaran yang juga tinggi. Kegiatan prioritas cenderung memiliki kinerja yang baik.
e Pengembangan usaha ekonomi masayarakat transmigrasi
Terwujudnya pengembangan usaha ekonomi masyarakat transmigrasi dan penduduk sekitar sebanyak 14.160 KK
24.00% Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh
Kemenakertrans 35.74 8.89 Kegiatan prioritas memiliki capaian rendah dengan penyerapan anggaran yang juga rendah maka kegiatan prioritas cenderung bermasalah.
f Koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan pemberdayaan UMKM
2 rekomendasi kebijakan, 5 laporan koordinasi kebijakan pemberdayaan UMKM
45.00% Program Penciptaan Iklim Usaha
UMKM Kemenko Perekonomian 2.50 0.50 Kegiatan prioritas memiliki capaian tinggi tetapi dengan penyerapan anggaran yang rendah, maka kegiatan prioritas cenderung efisien