• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peningkatan Pendapatan

Dalam dokumen BAB II KAJIAN PUSTAKA (Halaman 33-37)

C. BANK INDONESIA 1. Pengertian

5. Peningkatan Pendapatan

Kesejahteraan masyarakat merupakan sasaran akhir bagi program yang telah dirancang oleh suatu lembaga. Baik itu dalam lingkup negara maupun lingkup daerah. Suatu program belum bisa dikatakan berhasil sepenuhnya bila belum mampu membuat masyarakatnya hidup lebih sejahtera. Untuk itu maka perlu adanya pemahaman tentang kesejahteraan itu sendiri sehingga bisa diambil langkah-langkah untuk mencapainya.

Terdapat beberapa teori yang membahas tentang kesejahteraan Albert dan Hahnel menurut Sugiarto yang ditulis dalam jurnal Ratnawati (2018: 83) mengklasifikasikan teori kesejahteraan menjadi tiga macam, yakni classical utilitarian, neoclassical welfare theory dan new contractarian approach. Teori welfare theory juga dituliskan kembali menurut Darussalam dalam jurnal Ratnawati (2017: 60) Pendekatan classical utilitarian menekankan bahwa kesenangan (pleasure) atau kepuasan (utility) seseorang dapat diukur dan bertambah. Tingkat kesenangan yang berbeda yang dirasakan oleh

individu yang sama dapat dibandingkan secara kuantitatif. Prinsip bagi individu adalah meningkatkan sebanyak mungkin tingkat kesejahteraannya, sedangkan bagi masyarakat, peningkatan kesejahteraan kelompoknya merupakan prinsip yang dipegang dalam kehidupannya.

Neoclassical welfare theory merupakan teori kesejahteraan yang mempopulerkan prinsip Pareto Optimality. Prinsip Pareto Optimality menyatakan bahwa the community becomes better off if one individual becomes better off and non worse off. Prinsip tersebut merupakan necessary condition untuk tercapainya keadaan kesejahteraan sosial maksimun. Selain prinsip Pareto Optimality, neoclassical welfare theory juga menjelaskan bahwa fungsi kesejahteraan merupakan fungsi dari semua kepuasan individu.

Teori kesejahteraan masyarakat pada dasarnya menjelaskan ada dua perbedaan, yaitu: teori kesejahteraan sosial (welfare social) dan teori kesejahteraan ekonomi (welfare economics). Menurut Midgley dalam jurnal Jannah (2016: 341) mendefinisikan kesejahteraan sosial (welfare social) sebagai “a condition or state of human well-being.”

Kondisi sejahtera terjadi manakala kehidupan manusia aman dan bahagia karena kebutuhan dasar akan gizi, kesehatan, pendidikan, tempat tinggal, dan pendapatan dapat terpenuhi, serta manakala manusia memperoleh perlindungan dari resikoresiko utama yang mengancam kehidupannya.

Menurut Todaro dan Smith dalam jurnal Putry (2017: 28) kesejahteraan masyarakat menunjukan ukuran hasil pembangunan masyarkat dalam mencapai kehidupan yang lebih baik yang meliputi peningkatan kemampuan dan pemerataan distribusi kebutuhan dasar seperti makanan, perumahan, kesehatan, dan perlindungan, peningkatan tingkat kehidupan, tingkat pendapatan, pendidikan yang lebih baik, dan peningkatan atensi terhadap budaya dan nilai-nilai

kemanusiaan, dan memperluas skala ekonomi dan ketersediaan pilihan sosial dari individu dan bangsa.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata kesejahteraan berasal dari kata sejehtera yang berarti keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai. Konsep kesejahteraan menurut Nasikun dalam jurnal Azhari (2017: 97) Sistem Sosial Indonesia dapat dirumuskan dari 4 (empat) indikator yaitu : 1. Rasa aman (security), 2.

Kesejahteraan (welfare), 3. Kebebasan (freedom) dan 4. Jati Diri (Identity)

Menurut Todaro dalam jurnal Azhari (2017: 97) mengemukakan bahwa kesejahteraan masyarakat menengah kebawah dapat direpresentasikan dari tingkat hidup masyarakat.Tingkat hidup masyarakat ditandai dengan terentaskannya dari kemiskinan, tingkat kesehatan yang lebih baik, perolehan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dan tingkat produktivitas masyarakat.

Menurut United Nations Development Programme (UNDP) dalam jurnal Hamid (2018: 45), pembangunan manusia merupakan suatu model pembangunan yang ditujukan untuk memperluas pilihan bagi penduduk yang dapat ditumbuhkan melalui upaya pemberdayaan penduduk. Hal ini dapat dicapai melalui program pembangunan yang menitik-beratkan pada peningkatan kemampuan dasar manusia yaitu meningkatnya derajat kesehatan, berupa umur panjang dan hidup sehat, mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar dapat digunakan untuk mempertinggi partisipasi dalam kegiatan ekonomi produktif serta mendapat penghasilan yang mencukupi dengan daya beli yang layak.

Ciri bahwa sekelompok orang dinyatakan kesejahtera yaitu dilihat dari beberapa faktor diantaranya yaitu terpenuhinya makanan, perumahan, kesehatan, dan perlindungan, peningkatan tingkat kehidupan, tingkat pendapatan, pendidikan yang lebih baik. Dari

beberapa faktor tersebut yang biasa terlihat jelas menurut penulis yaitu pendapatan dimana ketika pendapatan naik maka seseorang tersebut akan bisa memenuhi kebutuhannya. Yang dinyatakan pendapatan yaitu sebagai berikut.

Menurut Sukirno dalam jurnal Hakim (2018: 5), mengatakan bahwa pendapatan adalah sebagai kelebihan penerimaan dari biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan usaha. Namun demikian bagi ekonomi kekayaan modal hanya di pandang sebagai sumber daya yang di bayar jika modal tersebut digunakan oleh suatu perusahaan.

Menurut Mubyarto dalam jurnal Hakim (2018: 5) pendapatan adalah uang yang diterima dan diberikan kepada subyek ekonomi berdasarkan prestasi-prestasinya yang diserahkan berupa pendapatan dari pekerjaan, profesi yang dilakukan sendiri atau dari usaha perorangan. Menurut Soemarso dalam jurnal Hakim (2018: 5) pendapatan adalah peningkatan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi tertentu dalam bentuk pemasukan atau penambah aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

Pendapatan merupakan hasil yang diperoleh setelah penerimaan dikurangi dengan pengeluaran meurut Gittinger dalam jurnal Pakage (2018: 198).

Disamping itu, Simangunsong dalam jurnal Anwar (2014: 48) mengemukakan bahwa, “pendapatan adalah bertambahnya aktiva perusahaan atau uang tunai, piutang, kekayaan lain yang berasal dari penjualan barang atau jasa yang mengakibatkan modal bertambah”.

Menurut Basu Swastha dalam jurnal Anwar (2014: 48), pendapatan adalah semua penghasilan yang diterima oleh setiap individu atau orang dalam kegiatan perekonomian pada suatu periode tertentu.

Setiap orang dalam melakukan aktivitas ekonomi termasuk dalam hal ini petani kakao selalu mengharapkan hasil yang maksimal. Kemudian pendapatan yang diperoleh seseorang sangat dipengaruhi oleh

faktor-faktor produksi yang dimiliki seperti jumlah modal, luas areal, tingkat kecakapan yang dimiliki. Berkaitan dengan hal tersebut menurut Komarudin dalam jurnal Anwar (2014: 48), pendapatan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: besar kecilnya usaha, kuantitas dan kualitas produksi, modal yang digunakan dan tingkat pengetahuan masyarakat. Selain dari pada itu, Sueharjo dalam jurnal Anwar (2014: 48), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pendapatan seseorang yaitu: luas lahan, biaya produksi dan tenaga kerja.

Dalam dokumen BAB II KAJIAN PUSTAKA (Halaman 33-37)

Dokumen terkait