• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penjabaran CP dengan Visi Unhas

BAB III CAPAIAN PEMBELAJARAN

3.5. Penjabaran CP dengan Visi Unhas

Visi UNHAS sebagai pusat unggulan dalam pengembangan insani, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya berbasis benua maritim Indonesia telah memberikan pedoman yang berkesesuaian dengan capaian pembelajaran Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran UNHAS. Capaian pembelajaran yang telah disusun tersebut meliputi ranah sikap, pengetahuan, keterampilan umum dan khusus dengan penambahan pada Ranah Sikap sesuai karakter Visi Unhas yaitu Cepat dan Berani mengampil keputusan serta Pantang menyerah. Sedangkan untuk Bidang

22 Pengetahuan dan Keterampilan yaitu untuk kekhususan BMI dengan adanya Keunikan dan speasialisasi Pengetahun dan Penelitian di bidang penyakit Tropis dan kelautan termasuk pemanfataan sumber hayati laut untuk gizi dan obat.

3.5.1. Sikap

Didasari nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan yang bersumber pada adat dan kebiasaan manusia Bugis Makassar sebagai Pelaut yang berani dan Pantang menyerah (Kuallenna Tallang na Toalia; Lebih baik tenggalam dari pada pulang tanpa hasil serta budaya Siri’ na Pacce1: Malu dan Setia kawan sebagai pandangan hidup telah mempengaruhi unsur sikap dalam capaian pembelajaran yaitu :

1. Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius.

2. Memiliki moral, etika, dan kepribadian yang baik didalam menyelesaikan tugasnya.

3. Memiliki kemampuan akademik tinggi, kreatif, logis, kritis, dinamis, profesional, berdaya saing tinggi dan berakhlak mulia.

4. Memiliki kemampuan akademik yang integratif – interkonektif.

5. Memiliki kemampuan menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.

6. Menguasai dasar-dasar berpikir logis dan kritis serta memiliki rasa ingin tahu yang besar.

7. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa.

8. Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan, taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

9. Memiliki sifat berani, cepat, dan pantang menyerah dalam bekerja, belajar, meneliti dan mengambil keputusan.

10. Memiliki budaya malu (Siri’) untuk melakukan perbuatan tercela dan untuk tidak menegakkan kebenaran

11. Memiliki budaya setia kawan (pacce) dalam belajar, penelitian dan melakukan pekerjaan.

Pola tingkah laku manusia Bugis Makassar yang terlihat dalam kehidupan dunia realitas mereka, merupakan suatu perwujudan tindakan yang berkaitan erat

23 dengan unsur budaya “Siri”. Leonard Andaya (1975) menyebutkan bahwa dalam istilah “Siri” terkandung dua pengertian yang tampaknya saling bertentangan. Ia dapat berarti “malu” tetapi juga “rasa kehormatan” atau “harga diri”. Nyatalah bahwa poin 1 capaian pembelajaran tentang nilai-nilai kemanusiaan dan nasionalisme yang mesti dimiliki oleh mahasiswa program Doktor dan juga semangat kemandirian, disiplin dan tanggung jawab adalah penjabaran dari nilai Siri’ yang lekat dengan manusia Bugis Makassar.

3.5.2. Pengetahuan

Pencapaian pembelajaran dari aspek pengetahuan juag terkait erat dengan visi dan nilai yang dianut Universitas Hasanuddin2. Dalam visinya terkandung tujuan universitas yaitu sebagai pusat unggulan pengembangan insani, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya. Adapun capaian pembelajaran program studi Doktor Ilmu Kedokteran Unhas terkait aspek pengetahuan meliputi :

1. Memiliki semangat belajar sepanjang waktu karena perkembangan IPTEK kedokteran berlangsung sangat cepat sehingga perlu mengupdate pengetahuan dan kemampuannya.

2. Memiliki kemampuan akademik terutama bidang kedokteran dasar dan terapan.

3. Mampu berpikir kritis.

4. Mampu belajar hal-hal yang baru

5. Memiliki keterampilan mengembangkan potensinya sebagai individu dan makhluk sosial.

6. Mampu mengembangkan teknologi dan teknik pendidikan yang maju.

7. Mampu mengembangkan dan memelihara hubungan kolegial dan kesejawatan di dalam lingkungan sendiri atau melalui jaringan kerjasama dengan komunitas peneliti di luar lembaga.

3.5.3. Keterampilan Umum

Aspek keterampilan umum ini erat kaitannya dengan nilai-nilai Universitas Hasanuddin3 dimana nilai UNHAS terdiri dari :

a. Integritas : jujur, berani, bertanggung jawab dan teguh pendirian b. Inovatif : kombinasi kreatif, orientasi mutu, mandiri dan kepeloporan.

24 c. Katalitik : berani, keteguhan hati, dedikatif dan kompetitif.

d. Arif : manifestasi kepatutan, adil dan beradab, holistik dan asimilatif.

Kesesuaian ini terlihat pada capaian pembelajaran berikut :

1. Mampu mengembangkan dan memperdalam sains dan teknologi baru di bidang ilmu kedokteran melalui riset hingga menghasilkan karya ilmiah yang kreatif, aplikatif, original, dan mendapatkan pengakuan secara nasional maupun internasional.

2. Mampu memecahkan permasalahan sains dan teknologi di bidang ilmu kedokteran menggunakan pendekatan inter, multi, dan transdisipliner yang bertumpu pada konsep teoritis ilmu kedokteran, kesehatan, dan non-kesehatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

3. Mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan riset dasar maupun terapan dibidang kedokteran memanfaatkan sains dan teknologi kedokteran untuk menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia serta terakui secara nasional maupun internasional.

3.5.4. Keterampilan Khusus

Keterampilan umum dan keterampilan khusus capaian pembelajaran tidak dapat berdiri dengan sendirinya. Ia harus terkait dengan standar Learning Outcomes4 yang ditetapkan. Keterampilan khusus ini walaupun mesti terkait dengan standar dimaksud juga menjadi keunikan tersendiri bagi perguruan tinggi karena menyangkut keunggulan dan kearifan lokal masing-masing kampus. Ahmad Amiruddin, Rektor Unhas ke 6 (periode 1973-1982) pada tahun 1975 untuk pertama kalinya menetapkan delapan sasaran UNHAS yang salah satunya adalah meningkatnya peranan UNHAS sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan mengenai “Lautan” sebagai pola ilmiah pokok di UNHAS. Inilah cikal bakal konsep

“Benua Maritim” yang dipelopori UNHAS dan berkembang hingga dewasa ini.

Adapun capaian pembelajaran yang khas Ilmu Kedokteran UNHAS meliputi :

1. Mampu berkontribusi dalam upaya peningkatan mutu SDM untuk pengembangan penelitian di bidang kedokteran dan kesehatan.

2. Mampu mengembangkan dan memelihara jaringan kerjasama dan komunitas riset dibidang kedokteran ditingkat nasional dan internasional.

3. Mampu membangun komunikasi efektif dengan tenaga kesehatan dan masyarakat baik lisan maupun tertulis.

25 4. Mampu membangun hubungan interprofesional dengan tenaga kesehatan.

5. Mampu mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan.

6. Mampu berperan aktif dalam perbaikan kebijakan dibidang kesehatan baik di tingkat institusional, regional, dan nasional.

Program Studi S3 Kedokteran Unhas mempunyai peranan yang sangat penting dengan memberikan kontribusinya dalam menciptakan sumberdaya manusia yang profesional menghadapi kompetensi pembaharuan di dunia pendidikan yang berbasis S3 kedokteran. Oleh sebab itu pertumbuhan dan perkembangan perlu selalu dilakukan dan ditingkatkan. Salah satu upaya yang selalu diupayakan secara terus menerus dan periodik adalah dengan retrukturisasi pemantapan dan aplikasi kurikulumnya.

Sesuai dengan Peraturan Rektor Universitas Hasanuddin Nomor:

18372/H4/PP.25/2011 tentang Penyelenggaraan Program Doktor Universitas Hasanuddin, kurikulum program doktor berbasis kuliah dan riset, serta pprogram doktor berbasis riset memuat beban studi sebanyak 42 SKS (dokter) dan 54 SKS (non dokter).

Kurikulum program doktor berbasis kuliah dan riset terdiri atas 30 SKS (dokter) dan 42 SKS (non dokter) dan 12 SKS penelitian, yaitu :

a. Mata kuliah wajib program studi sebanyak 24 SKS;

b. Mata kuliah penunjang disertasi sebanyak 6 sampai dengan 12 SKS;

Dokumen terkait