STRUKTUR KEKUASAN
E. PENJARINGAN CALON KETUA
1. Penjaringan Ketua PB IDI terpilih a. Kriteria Ketua PB IDI
1) Calon ketua PB IDI Terpilih ialah anggota biasa yang dibuktikan dengan KTA IDI yang masih berlaku 2) Menyatakan kesediaanya secara lisan dan terbuka,
serta menyampaikan curriculum vitae dan visi-misinya
3) Pernah menjadi Pengurus IDI
4) Tidak sedang dalam permasalahan etika disiplin dan hukum
5) Melewati proses penjaringan yang dilakukan oleh tim seleksi yang dibentuk oleh PB IDI
6) Kriteria tambahan dapat dikeluarkan oleh tim seleksi dan ditetapkan dalam rapat Pleno PB IDI. b. Tahapan pemilihan Ketua PB IDI terpilih
2) Dinyatakan memenuhi kriteria oleh tim seleksi PB IDI.
3) Pemilihan Ketua PB IDI Terpilih dilakukan pada sidang pleno muktamar dan dilakukan dalam dua tahapan pemilihan
4) Pada pemilihan tahap pertama, setiap cabang mengajukan satu nama calon ketua
5) Calon yang memperoleh dukungan minimal 20 cabang IDI berhak diajukan pada pemilihan tahap berikutnya
6) Calon dinyatakan sah apabila telah diperiksa syarat pencalonannya yaitu keterangan memenuhi kriteria dari tim seleksi ketua PB IDI terpilih, menyatakan kesediaannya secara lisan dan terbuka, serta menyampaikan curriculum vitae dan visi misinya di depan sidang muktamar selama waktu yang disediakan oleh pimpinan sidang
7) Calon yang telah dinyatakan sah pada point (5) dan (6) di atas diajukan pada tahap pemilihan selanjutnya
8) Presidium sidang mengajukan mekanisme musyawarah mufakat kepada forum muktamar untuk memilih Ketua PB IDI terpilih secara aklamasi. Jika forum tidak mencapakai kata mufakat maka dilanjutkan dengan mekanisme pemilihan tahap kedua
9) Pemilihan tahap kedua dilakukan secara bebas dan rahasia oleh peserta yang mempunyai hak suara
10) Calon yang memperoleh suara terbanyak, ditetapkan oleh sidang pleno muktamar menjadi Ketua PB IDI Terpilih (Wakil Ketua Umum PB IDI) pada masa kepengurusan yang sama dan akan menjadi Ketua Umum PB IDI pada masa kepengurusan berikutnya 11) Apabila pada pemilihan tahap pertama hanya satu
orang calon yang mendapat dukungan minimal 20 Cabang, maka calon tersebut langsung ditetapkan sebagai Ketua PB IDI untuk selanjutnya disahkan dalam sidang pleno muktamar
c. Tim seleksi penjaringan Ketua IDI
1) Berjumlah 3-7 (harus ganjil) orang yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) ketua PB IDI 2) Kriteria tim seleksi sebagai berikut:
a) Pengurus IDI yang mempunyai dedikasi dan integritas;
b) Pernah menjadi Pengurus IDI lebih dari 6 (enam) tahun; dan
c) Kriteria lain yang disepakati Pengurus 2. Penjaringan Ketua IDI Wilayah
a. Kriteria Ketua IDI Wilayah
1) Calon ketua IDI Terpilih ialah anggota biasa yang dibuktikan dengan KTA IDI yang masih berlaku 2) Menyatakan kesediaanya secara lisan dan terbuka,
serta menyampaikan curriculum vitae dan visi-misinya
4) Tidak sedang dalam permasalahan etika disiplin dan hukum
5) Melewati proses penjaringan yang dilakukan oleh tim seleksi yang dibentuk oleh IDI Wilayah
6) Kriteria tambahan dapat dikeluarkan oleh tim seleksi dan ditetapkan dalam rapat pleno IDI Wilayah. b. Persyaratan untuk dapat dicalonkan menjadi Ketua IDI
Wilayah
1) Dapat dicalonkan sebagai Ketua IDI Wilayah ialah anggota biasa yang dibuktikan dengan KTA IDI yang masih berlaku.
2) Dinyatakan memenuhi kriteria oleh tim seleksi IDI Wilayah.
3) Pemilihan Ketua IDI Wilayah dilakukan pada sidang pleno Muswil dan dilakukan dalam dua tahapan pemilihan
4) Pada pemilihan tahap pertama, setiap Cabang mengajukan satu nama calon ketua
5) Calon yang memperoleh dukungan minimal 1 cabang IDI berhak diajukan pada pemilihan tahap berikutnya
6) Calon dinyatakan sah apabila telah diperiksa syarat pencalonannya yaitu keterangan memenuhi kriteria dari tim seleksi ketua IDI Wilayah, menyatakan kesediaannya secara lisan dan terbuka, serta menyampaikan curriculum vitae dan visi misinya di depan sidang pleno Muswil selama waktu yang disediakan oleh pimpinan sidang
7) Calon yang telah dinyatakan sah pada point (5) dan (6) di atas diajukan pada tahap pemilihan selanjutnya
8) Presidium sidang mengajukan mekanisme musyawarah mufakat kepada forum Muswil untuk memilih Ketua IDI Wilayah secara aklamasi. Jika forum tidak mencapakai kata mufakat maka dilanjutkan dengan mekanisme pemilihan tahap kedua
9) Pemilihan tahap kedua dilakukan secara bebas dan rahasia oleh peserta yang mempunyai hak suara 10) Calon yang memperoleh suara terbanyak, ditetapkan
oleh sidang pleno Muswil menjadi Ketua IDI Wilayah 11) Apabila pada pemilihan tahap pertama hanya satu orang calon yang mendapat dukungan minimal 1 (satu) Cabang, maka calon tersebut langsung ditetapkan sebagai Ketua IDI Wilayah untuk selanjutnya disahkan dalam sidang pleno Muswil c. Tim seleksi penjaringan Ketua IDI Wilayah
1) Berjumlah 3-7 (harus ganjil) orang yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) ketua IDI Wilayah 2) Kriteria tim seleksi sebagai berikut:
a) Pengurus IDI yang mempunyai dedikasi dan integritas;
b) Pernah menjadi Pengurus IDI lebih dari 6 (enam) tahun; dan
3. Penjaringan Ketua IDI Cabang a. Kriteria Ketua IDI Cabang
1) Calon ketua IDI Cabang ialah anggota biasa yang dibuktikan dengan KTA IDI yang masih berlaku 2) Menyatakan kesediaanya secara lisan dan terbuka,
serta menyampaikan curriculum vitae dan visi-misinya
3) Pernah menjadi Pengurus IDI
4) Tidak sedang dalam permasalahan etika disiplin dan hukum
5) Melewati proses penjaringan yang dilakukan oleh tim seleksi yang dibentuk IDI Cabang
6) Kriteria tambahan dapat dikeluarkan oleh tim seleksi dan ditetapkan dalam rapat pleno IDI Cabang. b. Persyaratan untuk dapat dicalonkan menjadi Ketua IDI
Cabang
1) Dapat dicalonkan sebagai Ketua IDI Cabang ialah anggota biasa yang dibuktikan dengan KTA IDI yang masih berlaku.
2) Dinyatakan memenuhi kriteria oleh tim seleksi IDI Cabang.
3) Pemilihan Ketua IDI Cabang dilakukan pada sidang pleno Muscab dan dilakukan dalam dua tahapan pemilihan
4) Pada pemilihan tahap pertama, setiap anggota mengajukan satu nama calon ketua
5) Calon yang memperoleh dukungan minimal 1 anggota berhak diajukan pada pemilihan tahap berikutnya
6) Calon dinyatakan sah apabila telah diperiksa syarat pencalonannya yaitu keterangan memenuhi kriteria dari tim seleksi ketua IDI Cabang, menyatakan kesediaannya secara lisan dan terbuka, serta menyampaikan curriculum vitae dan visi misinya di depan sidang Muscab selama waktu yang disediakan oleh pimpinan sidang
7) Calon yang telah dinyatakan sah pada point (5) dan (6) di atas diajukan pada tahap pemilihan selanjutnya
8) Presidium sidang mengajukan mekanisme musyawarah mufakat kepada forum Muscab untuk memilih Ketua IDI Cabang secara aklamasi. Jika forum tidak mencapakai kata mufakat maka dilanjutkan dengan mekanisme pemilihan tahap kedua
9) Pemilihan tahap kedua dilakukan secara bebas dan rahasia oleh peserta yang mempunyai hak suara 10) Calon yang memperoleh suara terbanyak, ditetapkan
oleh sidang pleno Muscab menjadi Ketua IDI Cabang 11) Apabila pada pemilihan tahap pertama hanya satu
orang calon yang mendapat dukungan minimal 1 anggota Cabang, maka calon tersebut langsung ditetapkan sebagai Ketua IDI Cabang untuk selanjutnya disahkan dalam sidang pleno muktamar
c. Tim seleksi penjaringan Ketua IDI Cabang
1) Berjumlah 3-7 (harus ganjil) orang yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) ketua IDI Cabang 2) Kriteria tim seleksi sebagai berikut:
a) Pengurus IDI yang mempunyai dedikasi dan integritas;
b) Pernah menjadi Pengurus IDI lebih dari 6 (enam) tahun (kecuali untuk IDI Cabang yang baru terbentuk); dan