KERANGKA KELEMBAGAAN
D. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN OPERASIONAL 1. Pendapatan Negara Bukan Pajak Lainnya
Jumlah Pendapatan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah masing-masing sebesar Rp 1.678.574.375,00 dan Rp 2.258.604.218,00. Pendapatan tersebut terdiri dari:
Perbandingan PNBP Lainnya
per 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019
Uraian Realisasi 31
Desember 2020
Realisasi 31 Desember 2019
Naik (Turun)
% Pendapatan Penjualan Hasil Pertanian,
Perkebunan, Peternakan dan Budidaya
16.543.600,00 0,00 0,00
Pendapatan Anggaran Lain-lain 0,00 59.250.000,00 0,00
Pendapatan Denda Penyelesaian Pekerjaan Pemerintah
638.455.906,00 389.518.337,00 63,91
Pendapatan Jasa Lainnya 150.758.000,00 137.610.600,00 9,55 Pendapatan Jasa Lembaga Keuangan (Jasa
Giro)
721.316.869,00 1.492.925.281,00 -51,68
Pendapatan Jasa Pengawasan/Pemeriksaan 151.500.000,00 179.300.000,00 -15,50
Jumlah 1.678.574.375,00 2.258.604.218,00 -25,68
Jika dibandingkan dengan PNBP Lainnya pada Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Menurut Akun senilai Rp 2.396.044.885,00, terdapat selisih senilai Rp 717.470.510,00. Adapun penjelasan selisih nilai tersebut dapat dijelaskan sebagaimana berikut:
Kode
Akun Nama Akun LRA LO Selisih
425112
Pendapatan Penjualan Hasil Pertanian. Perkebunan. Peternakan dan Budidaya
16.543.600 16.543.600 0
425691 Pendapatan Jasa
Pengawasan/Pemeriksaan 151.500.000 151.500.000 0
425699 Pendapatan Jasa Lainnya 150.758.000 150.758.000 0
425764 Pendapatan Jasa Lembaga
Keuangan (Jasa Giro) 1.801.714.509 721.316.869 1.080.397.640 425811 Pendapatan Denda Penyelesaian
Pekerjaan Pemerintah 275.528.776 638.455.906 -362.927.130 Jumlah 2.396.044.885 1.678.574.375 717.470.510
Adapun penjelasan selisih antara LO dan LRA adalah sebagai berikut:
Uraian Nilai
UJK atas Pendapatan Jasa Giro TA 2019 yang telah disetor TA 2020 1.203.417.197 UJK atas Pendapatan Jasa Giro TA 2020 yang Masih Harus Diterima -123.021.463 Setoran Jasa Giro dari satker Dinas Perkebunan Provinsi Sumut (079133)
TA 2019 yang menjadi saldo Kas Lainnya di awal tahun 1.906 UJK atas Pendapatan Denda Penyelesaian Pekerjaan Pemerintah TA
2020 yang masih harus diterima -362.927.130
Jumlah 717.470.510
D.2. Beban Pegawai
Jumlah Beban Pegawai untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah masing-masing sebesar Rp 21.866.362.448,00 dan Rp 22.354.931.576,00. Beban Pegawai adalah beban atas kompensasi, baik dalam bentuk uang maupun barang yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang diberikan kepada pejabat negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal. Beban pegawai mengalami penurunan daripada periode sebelumnya dikarenakan terdapat pegawai yang memasuki masa pensiun dan adanya mutasi pegawai pada Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian.
Perbandingan Beban Pegawai
per 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019
Uraian Realisasi 31
Desember 2020
Realisasi 31 Desember 2019
Naik (Turun)
% Beban Gaji Pokok PNS 15.890.074.460,00 16.494.730.970,00 -3,67
Beban Pembulatan Gaji PNS 231.534,00 236.270,00 -2,00
Beban Tunj. Anak PNS 354.239.738,00 372.466.248,00 -4,89
Beban Tunj. Beras PNS 798.358.080,00 839.927.160,00 -4,95 Beban Tunj. Fungsional PNS 147.046.000,00 143.314.000,00 2,60
Beban Tunj. PPh PNS 66.837.304,00 75.246.852,00 -11,18
Beban Tunj. Struktural PNS 1.017.480.000,00 1.062.910.000,00 -4,27 Beban Tunj. Suami/Istri PNS 1.197.216.482,00 1.258.161.669,00 -4,84 Beban Tunjangan Umum PNS 578.750.000,00 622.750.000,00 -7,07
Beban Uang Lembur 315.221.000,00 346.512.000,00 -9,03
Beban Uang Makan PNS 1.500.907.850,00 1.138.464.407,00 31,84
Jumlah 21.866.362.448,00 22.354.931.576,00 -2,19
Jika dibandingkan dengan realisasi belanja pegawai untuk periode yang berakhir 31 Desember 2020 sebesar Rp 21.866.362.448,00 dengan beban pegawai sebesar Rp 21.866.362.448,00 tidak terdapat selisih beban.
D.3. Beban Persediaan
Jumlah Beban Persediaan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah masing-masing sebesar Rp 7.591.566.677,00 dan Rp 2.859.561.794,00. Beban Persediaan merupakan beban untuk mencatat konsumsi atas barang-barang yang habis pakai, termasuk barang-barang hasil produksi baik yang dipasarkan maupun tidak dipasarkan. Rincian Beban Persediaan untuk 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
Perbandingan Beban Persediaan per 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019
Uraian Realisasi 31
Desember 2020
Realisasi 31 Desember 2019
Naik (Turun)
% Beban Persediaan konsumsi 7.591.566.677,00 2.858.601.794,00 165,57 Beban Persediaan pita cukai, materai dan leges 0,00 960.000,00 0,00
Jumlah 7.591.566.677,00 2.859.561.794,00 165,48
Jika dibandingkan dengan realisasi belanja persediaan untuk periode yang berakhir 31 Desember 2020 sebesar Rp 7.576.486.477,00 dengan beban persediaan sebesar Rp 7.591.566.677,00 terdapat selisih senilai Rp 15.080.200,00 yang merupakan saldo awal persediaan pada satker pusat Ditjen PSP (633656).
D.4. Beban Barang dan Jasa
Jumlah Beban Barang dan Jasa untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah masing-masing sebesar Rp 447.619.317.894,00 dan Rp 617.541.111.448,00. Beban Barang dan Jasa adalah konsumsi atas jasa-jasa dalam rangka penyelenggaraan kegiatan entitas. Rincian Beban Barang dan Jasa untuk 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
Perbandingan Beban Barang dan Jasa per 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019
Uraian Realisasi 31
Desember 2020
Realisasi 31 Desember 2019
Naik (Turun)
% Beban Aset Ekstrakomtabel Peralatan dan
Mesin
31.556.078,00 84.865.000,00 -62,82
Beban Bahan 45.937.408.869,00 52.914.718.917,00 -13,19
Beban Barang Non Operasional Lainnya 179.437.741.160,00 173.201.254.208,00 3,60 Beban Barang Non Operasional –
Penanganan Pandemi COVID-19
46.422.541.809,00 0,00 0,00
Uraian Realisasi 31 Desember 2020
Realisasi 31 Desember 2019
Naik (Turun)
% Beban Barang Operasional Lainnya 1.137.070.050,00 57.090.000,00 1.891,71 Beban Barang Operasional – Penanganan
Pandemi COVID-19
826.369.400,00 0,00 0,00
Beban Honor Operasional Satuan Kerja 32.068.478.000,00 31.653.887.500,00 1,31 Beban Honor Output Kegiatan 73.846.304.600,00 294.934.114.700,00 -74,96 Beban Jasa Konsultan 1.089.214.700,00 447.210.700,00 143,56 Beban Jasa Lainnya 27.989.551.814,00 31.331.925.047,00 -10,67 Beban Jasa Lainnya - Penanganan Pandemi
COVID-19
6.011.192.000,00 0,00 0,00
Beban Jasa Profesi 18.895.308.100,00 19.506.745.500,00 -3,13 Beban Keperluan Perkantoran 6.325.266.349,00 6.350.523.250,00 -0,40 Beban Langganan Daya dan Jasa Lainnya 8.469.600,00 7.270.250,00 16,50 Beban Penambah Daya Tahan Tubuh 462.500.000,00 37.600.000,00 1.130,05 Beban Langganan Listrik 355.075.069,00 401.473.941,00 -11,56 Beban Langganan Telepon 100.354.003,00 108.912.935,00 -7,86 Beban Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat 500.041.813,00 259.548.500,00 92,66
Beban Sewa 6.002.399.480,00 6.243.971.000,00 -3,87
Beban Pengadaan Bahan Makanan 172.475.000,00 0,00 0,00
Jumlah 447.619.317.894,00 617.541.111.448,00 -27,31
Jika dibandingkan dengan realisasi belanja barang dan jasa untuk periode yang berakhir 31 Desember 2020 sebesar Rp 446.859.357.840,00 dengan beban barang dan jasa sebesar Rp 447.619.317.894,00 terdapat selisih senilai Rp 759.960.054,00.
Adapun penjelasan selisih realisasi belanja dengan barang dan jasa adalah sebagai berikut:
Uraian Beban Selisih Tambah Selisih Kurang Saldo Penjelasan
Beban Bahan 590.000 - 590.000
Beban TA 2019 yang dibayarkan pada tahun 2020 karena menjadi saldo kas lainnya di bendahara pengeluaran TA 2019 pada Dinas Pertanian Bengkulu (269002DK)
Beban Barang Non
Operasional Lainnya
2.541.177.230 - 2.541.177.230
Pembayaran tunggak bayar ongkir alsintan TA 2018 yang dibayarkan menggunakan akun belanja 526112
Beban Barang Non
Operasional Lainnya
- - 174.000.000 - 174.000.000
Pembayaran tunggak bayar ongkir alsintan TA 2019 yang menjadi utang pada tahun 2020.
Uraian Beban Selisih Tambah Selisih Kurang Saldo Penjelasan
Pembayaran tunggak bayar ongkir alsintan TA 2016 non operasional yang belum dilengkapi
Utang Langganan Listrik Tahun 2020 senilai
31.280.884 dan
Pembayaran Langganan Listrik Tahun 2019 senilai
Utang Langganan Telepon Tahun 2020 senilai 6.670.713 dan Pembayaran Langganan Telepon Tahun 2019 senilai 8.081.259 Beban Sewa 1.500.000 - 1.500.000
Pembayaran Sewa Tahun 2019 senilai 1.500.000 yang dibayar tahun 2020
Beban Aset Ekstrakomtabel Peralatan dan Mesin
31.556.078 - 31.556.078
Merupakan Aset
Ekstrakomtabel Peralatan dan Mesin
JUMLAH 2.612.774.905 - 1.852.814.851 759.960.054
D.5. Beban Pemeliharaan
Jumlah Beban Pemeliharaan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah masing-masing sebesar Rp 3.824.972.286,00 dan Rp 12.194.126.940,00. Beban pemeliharaan merupakan beban yang dimaksudkan untuk mempertahankan aset tetap atau aset lainnya yang sudah ada ke dalam kondisi normal. Rincian Beban Pemeliharaan untuk 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
Perbandingan Beban Pemeliharaan per 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019
Uraian Realisasi 31
Desember 2020 Beban Bahan Bakar Minyak dan Pelumas
(BMP) dan Pelumas Khusus Non Pertamina
0,00 86.019.046,00 0,00
Beban Pemeliharaan Gedung dan Bangunan 1.286.557.660,00 9.815.993.500,00 -86,89 Beban Pemeliharaan Peralatan dan Mesin 2.538.414.626,00 2.292.114.394,00 10,75
Jumlah 3.824.972.286,00 12.194.126.940,00 -68,63
Jika dibandingkan dengan realisasi belanja pemeliharaan untuk periode yang berakhir 31 Desember 2020 sebesar Rp 3.824.972.286,00 dengan beban pemeliharaan sebesar Rp 3.824.972.286,00 tidak terdapat selisih beban.
D.6. Beban Perjalanan Dinas
Jumlah Beban Perjalanan Dinas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah masing-masing sebesar Rp 254.576.272.506,00 dan Rp 328.638.875.091,00. Beban tersebut adalah merupakan beban yang terjadi untuk perjalanan dinas dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi, dan jabatan. Rincian Beban Perjalanan Dinas untuk 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
Perbandingan Beban Perjalanan Dinas per 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019
Uraian Realisasi 31
Desember 2020
Realisasi 31 Desember 2019
Naik (Turun)
% Beban Perjalanan Biasa 167.146.015.150,00 233.963.192.144,00 -28,56
Beban Perjalanan Tetap 22.500.000 0,00 0,00
Beban Perjalanan Dinas Dalam Kota 11.053.928.250,00 11.867.756.249,00 -6,86 Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam
Kota
29.571.313.545,00 30.057.303.248,00 -1,62
Beban Perjalanan Dinas – Penanganan Pandemi Covid-19
16.535.898.377 0,00 0,00
Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota
30.153.600.876,00 52.137.075.159,00 -42,16
Beban Perjalanan Lainnya - Luar Negeri 93.016.308,00 613.548.291,00 -84,84
Jumlah 254.576.272.506,00 328.638.875.091,00 22,54
Jika dibandingkan dengan realisasi belanja perjalanan dinas untuk periode yang berakhir 31 Desember 2020 sebesar Rp 254.573.362.506,00 dengan beban perjalanan dinas sebesar Rp 254.576.272.506,00 terdapat selisih senilai Rp 2.910.000,00. Adapun rincian selisih dapat dijelaskan sebagai berikut:
Uraian Beban Selisih Tambah
Selisih
Kurang Saldo Penjelasan
Beban Perjalanan
Biasa 1.320.000 0 1.320.000
Beban TA 2019 yang dibayarkan pada tahun 2020 karena menjadi saldo kas lainnya di bendahara pengeluaran TA 2019 Dinas Pertanian Bengkulu (269002DK)
Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota
1.590.000 0 1.590.000
Beban TA 2019 yang dibayarkan pada tahun 2020 karena menjadi saldo kas lainnya di bendahara pengeluaran TA 2019 Dinas Pertanian Bengkulu (269002DK)
Uraian Beban Selisih Tambah
Selisih
Kurang Saldo Penjelasan
JUMLAH 2.910.000 - 2.910.000
D.7. Beban Barang Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat
Jumlah Beban Barang Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah masing-masing sebesar Rp 2.089.716.479.678,00 dan Rp 2.795.734.779.957,00. Beban Barang untuk Diserahkan kepada Masyarakat merupakan beban pemerintah dalam bentuk barang yang diserahkan kepada masyarakat dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Rincian Beban Barang Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat untuk 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
Perbandingan Beban Barang Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat per 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019
Uraian Realisasi 31
Desember 2020
Realisasi 31 Desember 2019
Naik (Turun)
% Beban Jalan. Irigasi dan Jaringan Untuk
Diserahkan kepada Masyarakat/Pemda dalam bentuk uang
329.615.591.915,00 263.746.671.419,00 24,97
Beban Barang untuk Bantuan Lainnya yang
Memiliki Karakteristik Bantuan Pemerintah 602.774.126.429,00 1.418.932.438.003,00 -18,02 Beban Barang untuk Bantuan Lainnya untuk
Diserahkan kepada Masyarakat/Pemda dalam Bentuk Uang – Penanganan Pandemi Covid-19
200.792.010,00 0,00 0,00
Beban Persediaan tanah bangunan untuk
dijual atau diserahkan kepada Masyarakat 0,00 3.145.505.117,00 0,00 Beban Persediaan hewan dan tanaman
untuk dijual atau diserahkan kepada Masyarakat
607.612.500,00 612.465.000,00 -0,79 Beban Persediaan Peralatan dan Mesin
untuk Dijual atau Diserahkan kepada Masyarakat
1.020.733.729.209,00 1.107.222.229.100,00 -7,81 Beban Persediaan Aset Tetap Lainnya
untuk diserahkan kepada Masyarakat 0,00 65.860.000,00 0,00 Beban Persediaan Aset Lain-Lain untuk
diserahkan kepada Masyarakat 0,00 505.271.318,00 0,00
Beban Barang Persediaan Lainnya untuk
Dijual/Diserahkan ke Masyarakat 135.712.627.615,00 1.504.340.000,00 8.966,12 Beban Persediaan Jalan, Irigasi, dan
Jaringan untuk Diserahkan kepada Masyarakat
72.000.000,00 0,00 0,00
Jumlah 2.089.716.479.678,00 2.795.734.779.957,00 -5,16
Berikut analisis persediaan beban barang untuk diserahkan kepada masyarakat :
Saldo Awal Persediaan 241.207.094.861
Belanja 526 :
526112 Belanja Peralatan Dan Mesin Untuk Diserahkan kepada
Masyarakat/Pemda 756.105.474.019
526124 Belanja Jalan. Irigasi dan Jaringan Untuk Diserahkan kepada
Masyarakat/Pemda dalam bentuk uang 321.881.084.915
526132
Belanja Peralatan dan Mesin untuk Diserahkan kepada Masyarakat/Pemda dalam Bentuk Barang - Penanganan Pandemi COVID-19
4.239.987.000 526211 Belanja Barang Penunjang Kegiatan Dekonsentrasi Untuk
Diserahkan Kepada Pemerintah Daerah 595.794.445
526212 Belanja Barang Penunjang Tugas Pembantuan Untuk
Diserahkan Kepada Pemerintah Daerah 864.245.281
526311 Belanja Barang Lainnya Untuk Diserahkan Kepada
Masyarakat/Pemda 72.000.000
526312 Belanja Barang untuk Bantuan Lainnya yang Memiliki
Karakteristik Bantuan Pemerintah 865.083.127.906
526321
Belanja Barang untuk Bantuan Lainnya untuk Diserahkan kepada Masyarakat/Pemda dalam Bentuk Uang - Penanganan Pandemi COVID-19
978.697.000 526322
Belanja Barang untuk Bantuan Lainnya untuk Diserahkan kepada Masyarakat/Pemda dalam Bentuk Barang - Penanganan Pandemi COVID-19
136.927.018.590
Jumlah 2.086.747.429.156
Beban 526 :
526124 Beban Jalan. Irigasi dan Jaringan Untuk Diserahkan kepada
Masyarakat/Pemda dalam bentuk uang 329.615.591.915
526312 Beban Barang untuk Bantuan Lainnya yang Memiliki
Karakteristik Bantuan Pemerintah 602.774.126.429
526321
Beban Barang untuk Bantuan Lainnya untuk Diserahkan kepada Masyarakat/Pemda dalam Bentuk Uang - Penanganan Pandemi COVID-19
200.792.010 593123 Beban Persediaan hewan dan tanaman untuk dijual atau
diserahkan kepada Masyarakat 607.612.500
593124 Beban Persediaan Peralatan dan mesin untuk dijual atau
diserahkan kepada Masyarakat 1.020.733.729.209
593125 Beban persediaan Jalan. Irigasi dan Jaringan untuk diserahkan
kepada Masyarakat 72.000.000
593128 Beban Barang Persediaan Lainnya untuk Dijual/Diserahkan ke
Masyarakat 135.712.627.615
Jumlah 2.089.716.479.678
Saldo akhir Persediaan 18.188.638.475
Selisih 220.049.405.864
Adapun selisih tersebut dapat dijelaskan sebagaimana berikut:
Penjelasan Selisih Nilai
- UJK Persediaan TA 2019 yang dibebankan pada TA 2020 (Akun 526124) 7.734.507.000 - UJK Persediaan TA 2019 yang dibebankan pada TA 2020 (Akun 526312) 298.047.114.777 - Kesalahan akun belanja terkait tunda bayar ongkir TA 2018 yang menggunakan akun
526112, pembebanan masuk ke 521219 -2.541.177.230
- Pembayaran tunda bayar pengadaan alsintan TA 2019 -251.244.500
- UJK Ongkir 2019 yang dibebankan tahun 2020 (593124) 38.167.415.333
- UJK Persediaan TA 2020 yang belum dilengkapi pertanggungjawaban (526 Uang) 561.206.021.244
Total 220.049.405.864
D.8. Beban Penyusutan dan Amortisasi
Jumlah Beban Penyusutan dan Amortisasi untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah masing-masing sebesar Rp 80.376.108.819,00 dan Rp 151.982.245.436,00. Beban penyusutan adalah merupakan beban untuk mencatat alokasi sistematis atas nilai suatu aset tetap yang dapat disusutkan (depreciable assets) selama masa manfaat aset yang bersangkutan. Sedangkan Beban Amortisasi digunakan untuk mencatat alokasi penurunan manfaat ekonomi untuk Aset Tak Berwujud. Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasi untuk 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
Perbandingan Beban Penyusutan dan Amortisasi per 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019
Uraian Realisasi 31
Desember 2020
Realisasi 31 Desember 2019
Naik (Turun)
% Beban Amortisasi Aset Tak Berwujud yang
tidak digunakan dalam Operasional Pemerintahan
0,00 1.449.125,00 -100,00
Beban Penyusutan Aset Tetap Lainnya 5.074.375,00 0,00 0,00 Beban Amortisasi Software 566.284.935,00 185.382.500,00 205,47 Beban Penyusutan Gedung dan Bangunan 61.986.362,00 59.912.204,00 3,46 Beban Penyusutan Jaringan 10.081.800,00 2.381.800,00 323,28 Beban Penyusutan Penyusutan Aset Tetap
yang Tidak Digunakan dalam Operasional Pemerintah
29.303.215,00 13.717.461,00 113,62
Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin 79.703.378.132,00 151.719.402.346,00 -47,36
Jumlah 80.376.108.819,00 151.982.245.436,00 -47,01
D.9. Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih
Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih merupakan beban untuk mencatat estimasi ketidaktertagihan piutang dalam suatu periode. Jumlah Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 31 Desember
2019 adalah masing-masing sebesar Rp -5.905.875,00 dan Rp 982.327.742,00.
Rincian Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih untuk 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
Perbandingan Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih per 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019
Uraian Realisasi 31
Desember 2020
Realisasi 31 Desember
2019
Naik (Turun)
% Beban Penyisihan Piutang Lainnya 94.125,00 982.327.742,00 0,00 Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih – Bagian
Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi
-6.000.000,00 0,00 0,00
Jumlah -5.905.875,00 982.327.742,00 -99,39
D.10. Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional
Pos Surplus/Defisit Dari Kegiatan Non Operasional terdiri dari pendapatan dan beban yang sifatnya tidak rutin dan bukan merupakan tugas pokok dan fungsi entitas.
Surplus/Defisit Dari Kegiatan Non Operasional Tahun 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
Perbandingan Pos Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional per 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019
Uraian Realisasi 31
Desember 2020
Realisasi 31 Desember 2019
Naik (Turun)
% Beban Kerugian Pelepasan Aset -249.330.974,00 -422.393.226,00 -40,97
Pendapatan Pelepasan Aset 0,00 49.600.000,00 0,00
Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional
Lainnya 140.973.831.818,00 28.947.063.696,00 387,01
Jumlah 140.724.500.844,00 28.574.270.470,00 392,49
E. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS