• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penjelasan Istilah

Dalam dokumen d pk 0706315 chapter1 (Halaman 46-50)

Dalam rencana penelitian ini terdapat beberapa peristilahan yang berkaitan dengan tema penelitian yang dituangkan dalam perumusan masalah. Hal ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam mempermudah pemahaman terhadap istilah- istilah yang menjadi bahan kajian dalam penelitian ini, sebagai berikut:

1. Kurikulum menurut rumusan Zais (1976) dalam Sukmadinata (2001:5) bahwa “ kebaikan suatu kurikulum tidak dapat dinilai dari dokumen tertulis saja, melainkan harus dinilai dalam proses pelaksanaan fungsinya di dalam kelas”. Rumusan Kemendiknas (2006) bahwa Kurikulum ialah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum bukan hanya merupakan rencana tertulis bagi pengajaran, melainkan suatu yang fungsional yang beroperasi dalam kelas, yang memberikan pedoman dan mengatur lingkungan dan kegiatan yang berlangsung di dalam kelas. merupakan sejumlah rencana yang meliputi tujuan, isi/materi, metode dan evaluasi yang digunakan dalam proses pembelajaran. Desain kurikulum bidang pertanian memuat sekumpulan rumusan kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa. Dengan demikian, bahwa kurikulum merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran pada semua sekolah.

2. Kurikulum vokasional ialah kurikulum yang mengandung tiga kelompok mata pelajaran yakni kelompok normatif, kelompok adaptif, dan kelompok

Dartum, 2012

Kurikulum Dan Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kompetensi Dalam Bidang Pertanian Agribisnis Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

47

produktif. Kurikulum vakasional bertujuan untuk menyiapkan siswa menjadi tenaga siap kerja dengan memberikan peluang yang luas untuk mengembangkan dirinya (memberi peluang kepada siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi). Selain itu juga bahwa kurikulum vokasional ialah kurikulum yang berupaya menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam berkompetisi, beradaptasi dilingkungan kerja dam mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya.

3. Pembelajaran (Instruction) merupakan akumulasi dari konsep mengajar (teaching) dan konsep belajar (learning). Penekanannya terletak pada perpaduan antara keduanya, yakni kepada penumbuhan aktivitas subjek didik dan pengembangan kompetensi sesuai dengan rumusan tujuan kurikulum. Konsep tersebut dapat dipandang sebagi suatu sistem yang tidak dapat dipisahkan. Sistem belajar ini terdapat komponen-komponen siswa atau peserta didik, tujuan, materi untuk mencapai tujuan, fasilitas dan prosedur serta alat atau media yang harus dipersiapkan. Menurut Sukmadinata (2004:110) bahwa “pembelajaran merupakan pengembangan potensi yang didasarkan dan disesuaikan dengan jenis potensi yang dimilikinya”. Pembelajaran juga diartikan sebagai proses penguasaan atau pembentukan stimulus-respon sebanyak-banyaknya. Dengan demikian bahwa proses tersebut merupakan akumulasi dan koordinasi sejumlah komponen yang berhubungan dengan pelaksanaan pembelajaran agar satu sama lainnya berhubungan dan saling menumbuhkan kegiatan belajar seoptimal mungkin

Dartum, 2012

Kurikulum Dan Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kompetensi Dalam Bidang Pertanian Agribisnis Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

48

menuju perubahan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

4. Rumusan kompetensi menurut Spencer (1993:9) menyatakan bahwa : “ competency is an underlying characteristic of an individual that is causally related to criterion-referenced effective and/or superior performance in a job or situation. Bahwa kompetensi merupakan wujud karakteristik siswa yang dihasilkan dari hasil belajar. Dan makna kompetensi menurut SK Mendiknas No. 045/U/2002 adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat dianggap mampu oleh masyarakat untuk melaksanakan tugas tertentu. Makna tindakan cerdas dapat tergambar dalam aspek pengetahuan, afektif dan keterampilan atau skill. Kompetensi didasari sikap dan nilai dimana unsure-unsur pengetahuan, skil proses dan penyesuaian diri yang membangun indikator kemampuan kerja, dalam hal ini kecakapan siswa dalam melaksanakan tugas pada berbagai aspek kejuruan. Wujud rumusan konsep kompetensi dibangun oleh dua filosofis antara lain: “ Human Competency“ dan “ Mastery Learning “. Makna kedua filosofis tersebut diperlukan untuk membentuk suatu kemampuan individu yang sesuai dengan situasi kerja yang telah ditentukan dalam rumusan kompetensi. Peneliti menganalisa bahwa kompetensi agribisnis pertanian ialah berupa wujud kemampuan dalam memahami berbagai teori dan menerapkan dalam berbagai aspek bidang pertanian agribisnis secara komprehensif yang sesuai dengan kebutuhan dan keperluannya di lapangan. Wujud kompetensi yang dikuasai siswa secara terperinci dirumuskan oleh

Dartum, 2012

Kurikulum Dan Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kompetensi Dalam Bidang Pertanian Agribisnis Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

49

Sukmadinata (2000:29) melalui “ suatu kecakapan, kebiasaan, keterampilan, kegiatan, perbuatan/performansi yang dapat diamati dan terukur. Penulis memaknai dari definisi di atas bahwa kompetensi dalam konteks penelitian ini diartikan sebagai kemampuan yang perlu dimiliki oleh individu yang meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan tugas pekerjaannya dalam bidang kemampuan pertanian agribisnis.

Kompetensi dalam bidang pertanian agribisnis mencakup pengusaan bidang- bidang pertanian secara komprehensif yang ditunjang dengan kemampuan pengembangan kewirausahaan secara maksimal. Kompetensi tersebut berupa kemampuan dalam menerapkan teori-teori pertanian ke dalam bentuk praktisi pekerjaan dalam bidang pertanian secara optimal.

5. Bidang pertanian ialah sekumpulan mata pelajaran yang didesain dalam kajian bidang-bidang pertanian dengan tujuan keahlian dan kompetensinya pada agribisnis tanaman pangan dan holtikultura yang disesuaikan dengan ketentuan kurikulum yang berlaku serta perkembangan kebutuhan pangan masyarakat luas.

6. Agribisnis adalah suatu mata pelajaran yang menyajikan segala hal terkait dengan bidang pertanian hortikultura yang meliputi proses penanaman dan upaya pemeliharaan untuk mencapai hasil tertentu. Menurut Soekartiwi (1999:2-3), menyebutkan bahwa konsep agribisnis adalah kesatuan kegiatan usaha yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi dan pengolahan hasil yang ada hubungannya dengan pertanian. Agribisnis dipahami sebagai bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang

Dartum, 2012

Kurikulum Dan Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kompetensi Dalam Bidang Pertanian Agribisnis Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

50

mendukungnya, baik di sektor hulu maupun di hilir. Penyebutan "hulu" dan "hilir" mengacu pada pandangan pokok bahwa agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan (food supply chain). Agribisnis, dengan perkataan lain, adalah cara pandang ekonomi bagi usaha penyediaan pangan.

Dalam dokumen d pk 0706315 chapter1 (Halaman 46-50)

Dokumen terkait