• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penjelasan Spesifikasi Peralatan PMS

Bab 2 Peralatan Pemisah (PMS) / Disconnecting Switch (DS)

2.2. Penjelasan Spesifikasi Peralatan PMS

2.2.1. Manufacturer

Merupakan nama pabrikan dan tempat dimana peralatan diproduksi.

Contoh : ABB Jerman, SIEMENS China, ALSTOM India, GAE Indonesia, dll.

2.2.2. Type

Merupakan kode tipe peralatan yang diproduksi dimana kode type peralatan tersebut harus sesuai dengan type test peralatan yang dilampirkan. Selain itu kode type ini akan memudahkan identifikasi peralatan, baik untuk kepentingan operasional dan pemeliharaan.

Dalam speksifikasi tertulis to be mentioned, kata “to be mentioned” menunjukkan

Pabrikan wajib menuliskan tipe peralatan yang ditawarkan. Contoh : SDAT 170.

2.2.3. Standards

Merupakan acuan baku yang digunakan sebagai referensi dalam

penentuan/perhitungan nilai setiap variabel.

Standar yang digunakan dalam menyusun spesifikasi ini adalah IEC standar dengan pertimbangan:

Standar digunakan secara luas di dunia

Peralatan di yang terpasang di lingkungan PT PLN (Persero) mayoritas menggunakan IEC standar

Sesuai dengan kebutuhan O&M di lingkungan PT PLN (Persero)

Standar khusus untuk peralatan Pemisah yang digunakan adalah IEC 62271-102 Standard umum untuk switchgear adalah IEC 60071-1

bekerja, bekerja, bekerja…. II-73

2.2.4. Service Condition

Menjelaskan tentang lokasi pemasangan dan kondisi lingkungan, dalam hal ini dipersyaratkan mampu digunakan :

Outdoor, digunakan di luar ruangan, harus tahan terhadap sinar matahari

(UV), air hujan, angin dan debu.

Tropical Area, memiliki ketahanan terhadap iklim tropis (iklim Indonesia).

2.2.5. Type Of Designation

Menjelaskan tentang desain yang dipersyaratkan.

Vertical Break, merupakan desain pemisah yang arah gerakan open/close

vertical. Tipe PMS ini dipasang pada sistem 70 kV, 150kV, dan 275 kV.

Horizontal Break, merupakan desain pemisah yang arah gerakan

open/close horizontal. Tipe PMS ini dipasang pada sistem 70 kV, 150kV, dan 275 kV..

Knee, merupakan pemisah yang didesain mempunyai gerakan seperti siku

lengan manusia, biasanya jenis ini terpasang pada diameter arah trafo IBT di 500 kV.

Pantograph, merupakan desain pemisah mempunyai kontak diam yang

terletak pada rel dan kontak gerak pada ujung lengan pemisah, gerakan PMS ini menyerupai gerakan gunting, tipe PMS ini dipasang pada sistem 500 kV.

Pemilihan desain PMS dalam speksifikasi tertulis Horizontal break or Vertical

break, kata “or” menunjukkan angka tersebut hanya dapat dipilih salah satu sesuai dengan kebutuhan sistem dan desain.

2.2.6. Rated Frequency (Fr)

Menjelaskan tentang frekuensi nominal sistem di mana peralatan akan beroperasi. Dalam hal ini adalah frekuensi nominal sistem PLN, yaitu 50 Hz.

2.2.7. Rated Voltage (Ur)

Menjelaskan tentang kemampuan isolasi peralatan terhadap tegangan (phasa-phasa) maksimum secara terus menerus. Kemampuan yang dipersyaratkan tergantung pada system dimana peralatan tersebut akan dipasang. Satuannya dalam kVrms dan dikenal dalam istilah tegangan maksimum sistem.

Contoh : 72,5 kV, 170 kV, 300 kV, 550 kV

2.2.8. Rated Normal Current (Ir)

Menjelaskan tentang kemampuan peralatan dialiri arus nominal secara kontinu. Kemampuan yang dipersyaratkan adalah 2000 A, 3150 A atau 4000 A, hal ini dipilih dengan pertimbangan:

Kebutuhan dan perkembangan sistem

bekerja, bekerja, bekerja…. II-74

Manajemen material cadang

Pemilihan arus nominal dalam speksifikasi tertulis ≥ 2000 or ≥ 3150 or ≥ 4000, kata “or” menunjukkan angka tersebut hanya dapat dipilih salah satu sesuai dengan kebutuhan sistem, sedangkan tanda “≥” menunjukkan nilai minimum yang harus dipenuhi sehingga Pabrikan dapat menawarkan lebih tinggi.

Contoh Pemilihan:

Untuk PMS T/L Bay 150 kV, konduktor 2 x 435 mm2, dengan kapasitas arus

1600A, maka dipilih peralatan dengan Ir yang lebih besar dan paling mendekati, dalam hal ini 2000 A.

2.2.9. Rated Short Time Withstand Current (Ik)

Menjelaskan tentang kemampuan peralatan dialiri arus rms (simetris) maksimum selama durasi tertentu tanpa mengalami kerusakan.

Nilai dipilih berdasarkan hasil studi tingkat hubung singkat di Gardu Induk dimana

peralatan tersebut akan dipasang serta dengan mempertimbangkan

perkembangan system. Dalam hal ini dipilih 25 kA dan 31,5 kA untuk 70 kV, 31.5kA, 40 kA, 50 kA untuk 150 kV, 50 kA untuk 275 kV dan 500 kV.

Pemilihan kemampuan maksimum arus hubung singkat dalam speksifikasi tertulis

25 kA or 31,5 kA or 40 kA or 50 kA, kata “or” menunjukkan angka tersebut hanya

dapat dipilih salah satu sesuai dengan kebutuhan sistem.

2.2.10. Rated Peak Withstand Current (Ip)

Menjelaskan tentang kemampuan peralatan dialiri arus asimetris maksimum yang berhubungan dengan komponen dc dari sistem. Dalam hal ini, nilai Ip ditetapkan berdasarkan IEC 62271-1, besarannya adalah 2.5 x kemampuan arus hubung singkat simetris (Ik)

Contoh : untuk Ik = 40 kA, maka Ip = 2,5 x 40 kA = 100 kA

2.2.11. Rated Duration Of Short Circuit

Menjelaskan tentang durasi waktu di mana peralatan tersebut harus dapat bertahan dengan arus hubung singkat simetris (Ik), dimana waktu tersebut mengakomodir kecepatan dan kemampuan peralatan system pengaman dalam meng-isolir gangguan tanpa merusak peralatan (durasi Ik > fault time clearance) Dipersyaratkan 1 detik dengan pertimbangan gangguan diamankan oleh relai jarak dengan waktu kerja pada zone-2 (800 mili detik)

2.2.12. Rated Static Mechanical Loading

Menjelaskan tentang kemampuan pemisah untuk dapat buka/tutup dengan sempurna dengan menanggung beban mekanik terminalnya.

bekerja, bekerja, bekerja…. II-75

Pemisah dengan Ur = 170 kV, In = 2000 A memiliki kemampuan untuk open/close dengan sempurna dengan straight load minimal 800 N serta Cross Load minimal 250 N.

2.2.13. Rated Values Of Bus Transfer Current Swicthing Capability Of Disconnecting Switch

Bus Transfer Current Switching capability menjelaskan tentang

kemampuan pemisah untuk mentransfer beban dari busbar satu ke busbar lainnya tanpa interupsi beban (beban padam). Sesuai dengan IEC 62271-102 : 2001-12 untuk pemisah di atas 52 kV Nilai Rated values of bus transfer current switching harus didefinisikan dalam spesifikasi pemisah.

Bus Transfer Current menjelaskan tentang level arus di mana pemisah

dapat melakukan switching untuk mentransfer beban ke busbar lain.

Bus Transfer Voltage menjelaskan tentang level tegangan maksimal pada

pemisah setelah membuka/open ataupun sebelum menutup/close – dalam

melakukan proses manuver beban ke busbar lain.

2.2.14. Rated Values Of Mechanical Endurance For Disconnector

Menjelaskan tentang kemampuan pemisah untuk dapat beroperasi dengan baik selama x kali operasi tanpa memerlukan pemeliharaan. Terdapat beberapa class yaitu M0, M1, M2. di mana M0 adalah 1000 siklus operasi, M1 setelah 2000 siklus operasi dan M3 setelah 3000 siklus operasi.

2.2.15. Number of Pole

Menyatakan tentang jumlah pole pemisah.

2.2.16. Radio Interference Voltage

Menyatakan berapa besar tegangan yang dihasilkan dari kontak PMS yang dapat menginterferensi frekuensi radio

2.2.17. Rated Lightning Impulse Withstand Voltage

Menyatakan tentang ketahanan peralatan terhadap tegangan lebih akibat impulse petir dengan bentuk gelombang 1,2/50µs tanpa menyebabkan kerusakan isolasi, dalam hal ini peralatan disesuaikan dengan tegangan system dimana peralatan tersebut terpasang.

Contoh : 750 kVpeak untuk system 150 kV.

2.2.18. Rated Power Frequency Withstand Voltage

Menyatakan tegangan tegangan lebih maksimal akibat power frequency yang dapat diterima sistem isolasi pemutus tenaga dalam periode 1 menit tanpa menyebabkan kerusakan isolasi.

bekerja, bekerja, bekerja…. II-76

2.2.19. Creepage Distances

Menyatakan tentang Creepage distance adalah jarak antara isolasi pemisah dari fasa ke tanah, dipilih berdasarkan tingkat polusi di lokasi.

Jarak rambat isolasi dapat dipilih berdasarkan tingkat polusi di daerah di mana peralatan GI tersebut terpasang, menurut IEC standar tingkat polusi dapat dibagi menjadi medium, heavy dan very heavy, dalam hal ini dengan pertimbangan Indonesia berapa di daerah dengan tingkat kelembaban dan polusi tinggi maka, dipilih heavy (25 mm/kV) dan very heavy (31 mm/kV). Khusus untuk isolator jenis very heavy (31 mm/kV) digunakan di GI dengan tingkat polusi berat seperti GI dekat pantai, dekat pabrik kimia, atau dekat pabrik semen. Sedangkan untuk GI yang tidak berada di lokasi tersebut dapat menggunakan isolator jenis heavy (25 mm/kV).

Pemilihan jarak rambat minimal dalam speksifikasi tertulis 25 mm/kV or 31 mm/kV, kata “or” menunjukkan angka tersebut hanya dapat dipilih salah satu sesuai dengan kebutuhan sistem.

Contoh ; 31 mm/kV untuk daerah dengan tingkat polusi tinggi

2.2.20. Minimum Clearance in the air

Jarak minimum di udara antara 2 elemen konduktif atau antara elemen bertegangan dengan tidak bertegangan atau yang terhubung ke ground.

2.2.21. Type Of Operating Mechanism

Menyatakan tentang tipe meknisme yang digunakan untuk mengoperasikan PMS, apakah menggunakan motor atau manual

Main Blade

Penggerak tuas yang terhubung dengan pisau kontak utama, dalam hal ini digerakkan oleh motor tetapi dilengkapi juga dengan penggerak manual sebagai cadangan

Earthing Blade

Penggerak tuas yang terhubung dengan pisau kontak ke tanah, dengan pertimbangan keselamatan personil dan keamanan peralatan maka tuas pentanahan hanya dapat digerakkan secara manual

Penulisan dalam spesifikasi motor drive and manual, kata “and” mempunyai arti bahwa motor pengerak harus dapat digerakkan menggunakan motor ac dan manual.

2.2.22. Motor Operating Voltage (Ua)

Menjelaskan sumber daya yang digunakan untuk menggerakkan motor, dengan pertimbangan efisensi pemakaian sumber DC maka motor yang digunakan adalah motor ac dengan tegangan 240 Vac atau 400 Vac 3 fasa, dengan batas toleransi sebesar 85 – 110% dari tegangan nominal.

bekerja, bekerja, bekerja…. II-77

Penulisan dalam spesifikasi 230/400 Vac, mempunyai arti bahwa motor pengerak dapat digerakkan menggunakan sumber ac satu fasa 220 Vac atau tiga fasa 380 Vac. Tanda “/” menyatakan bahwa pabrikan dapat menyediakan motor pengerak dengan spesifikasi satu fasa atau tiga fasa atau kedua-duanya.

2.2.23. Total Time From Initiation Of Opening Operation To Isolator In Fully Open Position

Menjelaskan berapa waktu yang dibutuhkan mulai dari kontak diinisiasi hingga tuas PMS terbuka penuh, hal ini diperlukan untuk mengetahui kapan peralatan yang terhubung ke PMS tersebut sudah aman. Dalam hal ini masing-masing diminta untuk mengisi batasan yang dibutuhkan.

Motor Torque

Menjelaskan kebutuhan torsi motor yang diperlukan untuk menggerakkan tuas pisau pemisah

2.2.24. Contact Resistance

Menjelaskan tentang besarnya nilai tahanan yang harus dilewati arus pada saat kontak pisau dalam posisi tertutup/close, hal ini diperlukan untuk mengetahui berapa losses yang dapat menimbulkan panas. Dalam hal ini untuk keperluan pemeliharaan telah ditetapkan dala SK Di 114 tahun 2010 tentang panduan pemeliharaan PMS, besarnya nilai tahan kontak PMS yang dapat diterima untuk dioperasikan kembali adalah 100 ohm.

2.2.25. Degree Of Protection For Driving Mechanism Box (IP)

Menyatakan tingkat perlindungan kotak control (control box) terhadap partikel padat dan air. Dipilih IP (index of protection) 54, artinya kotak kontrol tahan terhadap debu (5x) dan percikan air dari segala arah (x4).

2.2.26. Material of enclosure (Mechanism box)

Menyatakan jenis material yang digunakan untuk kotak kontrol penggerak dalam hal ini dipilih alumunium atau stainless steel karena kuat dan tahan karat

Penulisan dalam spesifikasi Alumunium/Stainless Steel, mempunyai arti bahwa material enclosure yang digunakan harus dipilih salah satu apakah aluminum atau stainless steel. Tanda “/” menyatakan bahwa pabrikan dapat memilih aluminium atau stainless steel.

2.2.27. Poles Arrangements

Menyatakan tentang posisi dari masing-masing pole pemisah, apakah dipasang parallel atau seri, dalam hal ini dipilih parallel.

2.2.28. Seismic Condition

Menyatakan tingkat ketahanan PMT terhadap gempa. Berdasarkan peta kerawanan gempa maka dipertimbangkan tingkat kerawanan gempa di lokasi

bekerja, bekerja, bekerja…. II-78

gardu induk, maka dipilih 0.2 g untuk kondisi dengan kekuatan gempa hingga 6 SR, dan 0.3 g untuk daerah dengan kekuatan gempa hingga 9 SR.

Pemilihan tingkat ketahanan PMT terhadap gempa dalam speksifikasi tertulis 0.2 g or 0.3 g, kata “or” menunjukkan angka tersebut hanya dapat dipilih salah satu sesuai dengan kebutuhan sistem.

2.2.29. Earthing Switch Equipped With Mechanical Interlock System

Menyatakan bahwa pemisah yang terhubungan dengan penghantar harus dilengkapi dengan fasilitas pentanahan yang mempunyai fasilitas interlock untuk pemisah yang dilengkapi pentanahan (earthing switch) antara tuas pisau fasa dan tuas pisau pentanahan secara mekanik, hal ini diperlukan dengan pertimbangan keamanan peralatan dan keselamatan petugas pemeliharaan.

Untuk penghantar dengan konfigurasi double sirkit, saat salah penghantar dilepas, maka aka nada tegangan coupling dari penghantar yang lain, yang besar cukup membahyakan petugas yang sedang melakukan pemeliharaan di penghantar, untuk itu maka pemisah yang terhubng dengan penghantar harus dilengkapi dengan tuas pisau pentanahan.

Pemilihan PMT dilengkapi dengan PMS tanah atau tidak dinyatakan dapal spesifikasi YES (line, IBT, pembangkit) or NO (diameter, trafo, kapasitor), artinya harus dipilih jika PMs dipasang pada line, IBT dan pemnangkit maka harus dilengkapi dengan PMS tanah, kata “or” menunjukkan angka tersebut hanya dapat dipilih salah satu sesuai dengan kebutuhan sistem.

2.2.30. Measures To Prevent Building Of Bird’s Nests In The Drive Housing

Menyatakan bahwa pemisah harus dilengkapi dengan proteksi burung untuk tidak membuat sarang di rumah penggerak.