REPUBLIK I N DON ESIA
PER 3 1 DESEMBER 20 1 5 DAN 20 1
A. PENJELASAN UMUM
A. 1 . Proil dan Kebijakan Teknis Kantor Wilayah Akuntansi Istimewa Provinsi Papua
Kantor Wilayah Akuntansi Istimewa Provinsi Papua didirikan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas Laporan Keuangan Kementerian
Negara/ Lembaga Akuntansi dan sesuai dengan Pelaporan Peraturan Bad an Keuangan No .
2005 / BALAP. 007 / 20 1 2 tentang Organisasi dan Tata Kerj a Badan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan . Kantor Wilayah Akuntansi Istimewa Provinsi Papua mempunyai tugas dan fungsi dalam melakukan koordinasi di bidang bimbingan dan dukungan implementasi akuntansi pemerintah dengan cakupan wilayah Provinsi Papua. Melalui peran Kantor Wilayah Akuntansi Istimewa Provinsi Papua diharapkan kualitas laporan keuangan K/ L dapat ditingkatkan yang pada akhirnya Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dapat disajikan dengan akuntabel, akurat, dan transparan.
Untuk mewujudkan tujuan di atas, Kantor Wilayah Akuntansi Istimewa Provinsi Papua berkomitmen dengan
v1s1:
"mewujudkan pelaksanaan penyelenggaraan keuangan
negara yang eisien, akuntabel, dan transparan
melalui implementasi akuntansi pemerintah berbasis akual. ,,
Untuk mewjudkan visi tersebut, Kantor Wilayah Akuntansi Istimewa Provinsi Papua melakukan langkah-langkah strategis sebagai berikut:
Pendekatan Penyusunan Lapa ran Keuangan M E NTE R I KE UANGAN R E P U B L I K I N DO N ES IA - 1 3 7 -
1 . Menyelenggarakan usaha-usaha yang berkelanjutan berkaitan dengan implementasi akuntansi pemerintah berbasis akrual.
2 . Membina secara efektif Kementerian Negara/ Lembaga
dalam pemanaatan inormasi keuangan yang
dihasilkan oleh sistem akuntansi berbasis akrual yang diimplementasikan .
3 . Mengembangkan sistem inormasi yang andal lan terpercaya.
4 . Menyelenggarakan sistem dukungan pengambilan keputusan kepada para pemangku kepentingan .
A. 2 . Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan Keuangan Tahun 2 0 1 5 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Kantor Wilayah Akuntansi Istimewa Provinsi Papua. Laporan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan lan pengikhtisaran sampai dengan pelaporan pos1s1 keuangan lan operas1 keuangan pada Kementerian Negara/ Lembaga.
SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) lan Sistem Inormasi Manaj emen lan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) . SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerj a yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, lan Neraca. Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan inormasi aset tetap, persediaan, lan aset lainnya untuk penyusunan
neraca lan laporan barang milik negara serta laporan
R E P U B L I K I N DO N E S I A
- 1 38 -
Laporan Keuangan Kantor Wilayah Akuntansi Istimewa
Provinsi Papua Tahun 20 1 5 m1 merupakan laporan
konsolidasi dari seluruh jenj ang struktural di bawah Kantor Wilayah Akuntansi Istimewa Provinsi Papua yang meliputi wilayah serta satuan kerj a yang bertanggung j awab atas anggaran yang diberikan. Jumlah satuan kerj a di lingkup Kantor Wilayah Akuntansi Istimewa Provinsi Papua adalah 5 satuan kerj a. Rincian satuan kerja tersebut tersaji sebagai berikut:
Rekapitulasi Jumlah Satker UAPPA-W Ko de No Satker Wil 1 2500 Kantor Wilayah Auntansi Istimewa Provinsi Papua 2 2 500 Kntor Auntnsi Istimewa Papua 3 2500 Kantor Auntnsi Istimewa Bik 4 2500 Kantor Auntnsi Istimewa Merauke 5 2 500 Kantor Akuntnsi Isimewa Sarong 6 2 500 Kantor Auntansi Istimewa Mnokwari Jumlh / Jenis Kewenngan KP KD DK TP 1 1 1 1 1 1 Jumlah S atker 1 1 1 1 1 1
Basis Akuntansi Dasar Pengukuran M E NTE R I K E UANGAN REPUBLIK I N DO N E S IA - 1 39 - A. 3 . Basis Akuntansi
Kantor Wilayah Akuntansi Istimewa Provinsi Papua menerapkan basis akrual dalam penyusunan dan penyaj ian Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas serta basis kas untuk penyusunan dan penyaj ian Laporan Realisasi Anggaran .
Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terj adi, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayarkan .
Sedangkan basis kas adalah basis akun tansi yang yang mengakui pengaruhi transaksi atau peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. Hal ini sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 1 Tahun 2 0 1 0 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan .
A.4. Dasar Pengukuran
Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan setiap pos dalam laporan keuangan . Dasar pengukuran yang diterapkan Kantor
Wilayah Akuntansi Istimewa Provinsi Papua dalam
penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan adalah dengan menggunakan nilai perolehan historis.
Aset dicatat sebesar pengeluaran/ penggunaan sumber daya ekonomi atau sebesar nilai wj ar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset tersebut. Kewj iban dicatat sebesar nilai waj ar sumber daya ekonomi yang digunakan pemerintah untuk memenuhi kewj iban yang bersangkutan .
Kebjakan Akuntansi Pendapatan LA REPUBLIK I N DO N E S I A - 1 40 -
Pengukuran pos-pos laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah . Transaksi yang menggunakan mata uang asmg dikonversi terlebih dahulu lan dinyatakan dalam mata uang rupiah .
A. 5 . Kebijakan Akuntansi
Penyusunan lan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2 0 1 5 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) .
Kebij akan akuntansi merupakan prinsip-prinsip, dasar dasar, konvensi-konvensi, aturan-aturan, lan praktik praktik spesiik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan lan penyajian laporan keuangan . Kebij akan akuntansi yang diterapkan dalam laporan keuangan ini adalah merupakan kebij akan yang ditetapkan oleh Badan Akuntansi lan Pelaporan Keuangan. Di samping itu, dalam penyusunannya telah diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerin tahan .
Kebij akan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam penusunan Laporan Keuangan Kantor Wilayah Akuntansi Istimewa Provinsi Papua adalah sebagai berikut:
(1 ) Pendapatan- LA
• Pendapatan-LRA diakui pada saat kas diterima pada
Kas Umum Negara (KUN) .
• Akuntansi pendapatan-LRA dilaksanakan
berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penenmaan bruto , lan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran) .
Pendapatan LO Belanja M E NTE R I K E U A N GAN R E P U B L I K I N DO N E S IA - 1 4 1 - • Pendapatan-LRA disajikan sumber pendapatan. (2) Pendapatan- LO menurut klasiikasi
• Pendapatan-LO adalah hak pemerintah pusat yang
diakui sebagai penambah ekuitas dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan dan tidak perlu dibayar kembali.
• Pendapatan-LO diakui pada saat timbulnya hak atas
pendapatan dan / a tau Pendapatan direalisasi, yaitu adanya aliran masuk sumber daya ekonomi. Secara khusus pengakuan pendapatan-LO pada Badan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan adalah sebagai berikut:
o Pendapatan Jasa Pelatihan diakui setelah pelatihan
selesai dilaksanakan
o Pendapatan Sew a Gedung diakui secara
proporsional antara nilai dan periode waktu sewa.
o Pendapatan Denda diakui pada saat
dikeluarkannya surat keputusan denda atau dokumen lain yang dipersamakan
• Akuntansi pendapatan-LO dilaksanakan berdasarkan
azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran) .
• Pendapatan disajikan menurut klasiikasi sumber pendapatan.
(3) Belanja
• Belanj a adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas
Umum Negara yang mengurang1 Saldo Anggaran
Lebih dalam peride tahun anggaran yang
bersangkutan yang tidak akan diperoleh
pembayarannya kembali oleh pemerintah . ·
Be ban
As et
Aset Lancar
REPUBLIK I N DO N E S I A
- 1 42 -
• Belanj a diakui pada saat terj adi pengeluaran kas dari
KUN.
• Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran,
pengakuan belanj a terj adi pada saat
pertanggunjawaban atas pengeluaran tersebut
disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) .
• Belanj a disajikan menurut klasiikasi ekonomi/jenis
belanja dan selajutnya klasiikasi berdasarkan organisasi dan fungsi akan diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan .
(4) Behan
• Beban adalah penurunan manaat ekonomi atau
potensi J asa dalam periode pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban .
• Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban;
terj adinya konsumsi aset; terj adinya penurunan manaat ekonomi atau potensi j asa.
• Beban disajikan menurut klasiikasi ekonomi/j enis
belanja dan selanjutnya klasiikasi berdasarkan organisasi dan fungsi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
(5) Aset
Aset diklasiikasikan menj adi Aset Lancar, Aset Tetap, Piutang Jangka Pajang dan Aset Lainnya.
a. Aset Lancar
• Aset Lancar mencakup kas dan setara kas yang
diharapkan segera untuk direalisasikan, dipaai, atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 1 2 (dua belas) bulan sej ak tanggal pelaporan .
M E N T E R I K E U A N GAN R E P U B L I K I N DO N E S IA
- 1 43 -
• Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai
nominal. Kas dalam bentuk valuta asing disaj ikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca.
• Piutang dinyatakan dalam neraca menurut nilai yang timbul berdasarkan hak yang telah dikeluarkan surat keputusan penagihan atau yang dipersamakan, yang diharapkan diterima pengembaliannya dalam waktu
1 2 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan .
• Piutang disajikan dalam neraca pada nilai yang dapat
direalisasikan (net realzable value) . Hal m1
diwujudkan dengan membentuk penyisihan piutang tak tertagih . Penyisihan tersebut didasarkan atas kualitas piutang yang ditentukan berdasarkan j atuh
tempo dan upaya penagihan yang dilakukan
pemerintah. Perhitungan penyisihannya adalah
sebagai berikut: Kualitas
Uraian
Aset Tetap
R E P U B L I K I N DO N E S IA
- 1 44 -
• Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan
Ganti Rugi (TGR) yang akan j atuh tempo 1 2 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai Bagian Lancar TPA/TGR.
• Nilai Persediaan dicatat berdasarkan hasil
perhitungan isik pada tanggal neraca dikalikan dengan :
• harga pembelian terakhir, apabila diperoleh
dengan pembelian;
• harga standar apabila diperoleh dengan
memproduksi sendiri;
• harga waj ar atau estimasi nilai penjualannya
apabila diperoleh dengan cara lainnya.
b. Aset Tetap
• Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang
dimanaatkan oleh pemerintah maupun untuk
kepentingan publik yang mempunyai masa manaat lebih dari 1 tahun .
• Nilai Aset tetap disjikan berdasarkan harga perolehan
atau harga waj ar.
• Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan
minimum kapitalisasi sebagai berikut:
a . Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin
dan peralatan olah raga yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp300. 000 (tiga ratus ribu rupiah) ;
b . Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp l 0 . 000 . 000 (sepuluh juta rupiah) ;
Penyusutan Aset Tetap
M E N T E R I K E UANGAN R E P U B L I K I N DO N E S IA
- 1 45 -
c. Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan
nilai mm1mum kapitalisasi tersebut di atas, diperlakukan se bagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah, jalan/ irigasi/jaringan, dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak kesenian .
• Aset Tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan
operasional pemerintah yang disebabkan antara lain karena aus, ketinggalan j aman, tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi yang makin berkembang, rusak berat, tidak sesuai dengan rencana umum tata ruang (RUTR) , a tau masa kegunaannya telah berakhir direklasiikasi ke Aset Lain-Lain pada pos Aset Lainnya.
• Aset tetap yang secara permanen dihentikan
penggunaannya, dikeluarkan dari neraca pada saat ada penetapan dari entitas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang pengelolaan BMN/ BMD .
c. Penyusutan Aset Tetap
• Penyusutan aset tetap adalah penyesuaian nilai
sehubungan dengan penurunan kapasitas dan
manaat dari suatu aset tetap . Kebij akan penyusutan aset tetap didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan No . 0 1 / PMK. 06 / 20 1 3 sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan
No . 9 0 / PMK. 06 / 20 1 4 tentang Milik Negara Berupa Aset Pemerintah Pusat.
Penyusutan Tetap pada
Barang Entitas
• Penyusutan aset tetap tidak dilakukan terhadap :
a. Tarah
b . Konstruksi dalam Pengerj aan (KDP)
R E P U B L I K I N D O N E S IA - 1 46 -
c . Aset Tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan dokumen sumber sah atau dalam kondisi rusak berat dan/ atau usang yang telah diusulkan kepada Pengelola Barang un tuk dilakukan penghapusan
• Penghitungan dan pencatatan Penyusutan Aset
Tetap dilakukan setiap akhir semester tanpa
memperhitungkan adanya nilai residu.
• Penyusutan Aset Tetap dilakukan dengan
menggunakan metode gans lurus yaitu dengan
mengalokasikan nilai yang dapat disusutkan dari Aset Tetap secara merata setiap semester selama Masa Manaat.
• Masa Manaat Aset Tetap ditentukan dengan
berpedoman Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 59 / KMK. 06 / 2 0 1 3 tentang Tabel Masa Manaat Dalam Rangka Penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset
Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat. Secara
umum tabel masa manaat adalah sebagai berikut:
Penggolongan Masa Manfaat Aset Tetap
iutang Jangka Panjang Aset Lainnya M E NT E R I K E U A N GAN R E P U B L I K I N DO N E S IA - 1 4 7 -
d. Piutang Jangka Pajang
• Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang
diharapkan/ dij adwalkan akan diterima dalam j angka waktu lebih dari 1 2 (dua belas ) bulan setelah tanggal pelaporan .
• Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) , Tagihan Tuntutan
Perbendaharaan/ Tuntutan Gan ti Rugi (TP / TGR)
dinilai berdasarkan nilai nominal dan disaj ikan sebesar nilai yang dapat direalisasikan.
e . Aset Lainnya
• Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset
lancar, aset tetap, dan piutang j angka panJ ang. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah aset tak berwujud, tagihan penjualan angsuran yang j atuh tempo lebih dari 1 2 (dua belas) bulan, aset kerj asama dengan pihak ketiga (kemitraan) , dan kas yang dibatasi penggunaannya.
• Aset Tak Bewjud (ATB) disjikan sebesar nilai
tercatat neto yaitu sebesar harga perolehan setelah dikurangi akumulasi amortisasi.
• Amortisasi ATB dengan masa manaat terbatas
dilakukan dengan metode garis lurus dan nilai sisa nihil. Sedangkan atas ATB dengan masa manaat tidak terbatas tidak dilakukan amortisasi .
• Aset Lain-lain berupa aset tetap pemerintah disajikan
sebesar nilai buku yaitu harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan .
Kewajiban
R E P U B L I K I N D O N E S IA
- 1 48 -
(6) Kewajiban
• Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa
masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah .
• Kewajiban pemerintah diklasiikasikan kedalam
kewajiban j angka pendek dan kewaj iban j angka pan Jang.
a . Kewajiban Jangka Pendek
Suatu kewjiban diklasiikasikan sebagai
kewjiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau j atuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan .
Kewajiban j angka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga, Belanj a yang Masih Harus Dibayar, Pendapatan Diterima di Muka, Bagian Lancar Utang Jangka Panj ang, dan Utang Jangka Pendek Lainnya.
b. Kewjiban Jangka Panj ang
Kewajiban diklasiikasikan sebagai kewajiban
jangka panj ang jika diharapkan untuk dibayar atau j atuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan .
• Kewjiban dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar
nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung.
Ekuitas Implementasi Akuntansi Pemerintah Ber basis Akrual Pertama Kali (7) Ekuitas M E NT E R I K E UAN GAN R E P U B L I K I N D O N E S IA - 1 49 -
Ekuitas merupakan merupakan selisih antara aset
dengan kewj iban dalam satu periode .
Pengungkapan lebih lanjut dari ekuitas disjikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas
(8) Implementasi Akuntansi Berbasis Akrual Pertama Kali
Mulai tahun 20 1 5 Pemerintah mengimplementasikan
akuntansi berbasis akrual sesuai dengan amanat PP No .
7 1 Tahun 2 0 1 0 tentang ·Standar Akuntansi
Pemerintahan. Implementasi tersebut memberikan pengaruh pada beberapa hal dalam penyaj ian laporan keuangan.
Pertama, Pos- pos ekuitas dana pada neraca per 3 1 Desember 2 0 1 4 yang berbasis cash toward accrual
direklasiikasi menj adi ekuitas sesuai dengan akuntansi berbasis akrual. Kedua, keterbandingan penyaJ ian akun- akun tahun berj alan dengan tahun sebelumnya dalam Laporan Operasional dan Laporan Perubahan Ekuitas tidak dapat dipenuhi. Hal ini diakibatkan oleh penyusunan dan penyaj ian akuntansi berbasis akrual pertama kali mulai dilaksanakan tahun 2 0 1 5 .
Realisasi
Pendapatan Rp 720. 000. 000
R E P U B L I K I N DO N E S I A - 1 50 -
B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPOAN REALISASI