• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penjualan kepemilikan saham

Dalam dokumen BAHAN AJAR (AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1) (Halaman 129-138)

BAB PERUBAHAN KEPEMILIKAN

3. Penjualan kepemilikan saham

Bila seorang investor menjual kepemilikan saham, biasanya kita menghitung laba /rugi dari penjualan tersebut sebagai selisih antara nilai tercatat investasi dengan nilai jualnya. Nilai tercatat dari investasi seharusnya mencerminkan metode ekuitas bila kepemilikan saham tersebut mempunyai pengaruh yang signifkan. Bila investor memiliki sahamnya melalui beberapa kali pembelian, maka penjualan saham akan harus diidentifikasi berasal dari pembelian yang mana. Hal ini dilakukan dengan meggunakan specific identification method atau FIFO.

Bila yang menjual saham adalah induk perusahaan, penghitungan laba atau rugi atas penjualan saham tersebut akan tergantung kepada seberapa banyak penjualannya. Bila penjualan tersebut berakibat kepada hilangnya kendali dan induk menjadi tidak harus menyusun laporan konsolidasi, maka kita baru mencatat adanya laba/rugi atas penjualan saham. Sebaliknya bila penjualan tersebut tidak mengakibatkan hilangnya kendali, maka investor tidak akan mencatat adanya laba/rugi atas penjualan saham, penjualan tersebut akan diperlakukan sebagai transaksi ekuitas

Pelepasan sebagian kepemilikan saham di perusahaan anak dimana induk kehilangan kendali, tetapi sisa kepemilikannya dikelompokkan sebagai investasi pada perusahaan asosiasi, akan menimbulkan pengakuan laba/rugi atas keseluruhan

kepemilikan. Laba atau rugi, diakui atas kepemilikan yang telah dijual. Sedangkan laba atau rugi atas kepemilikan yang masih tersisa, masuk ke dalam other comprehensive income. Laba atau rugi dihitung sebagai selisih antara fair value dan nilai tercatat investasi.

Contoh penjualan yang mengakibatkan hilangnya kendali dan sisa kepemilikan diklasifikasikan sebagai Investasi di perusahaan asosiasi

1 Januari 2009, P membeli 90% saham S senilai $80,000 kas. IAset neto S yang bisa diidentifikasi saat itu $74,000; Fair Value NCI $6,000, sehingga ada goodwill $80,000 + $6,000 – $74,000 = $12,000.

31 Des 2009, P menjual 65% saham S secara tunai $65,000 (sehingga P hanya tinggal memiliki 25% dari saham S, dan tidak ada lagi investor lain yang menguasai S); net asset S pada 31 Desember 2009 tersebut $83,000. Dari kenaikan dalam aset neto $9,000 ($83,000 – $74,000), $6,000 telah dilaporkan sebagai di dalam laba rugi dan $3,000 telah dilaporkan dalam comprehensive income. Nilai wajar sisa kepemilikan saham adalah $25,000. Setelah pelepasan tersebut, investasi di S diklasifikasikan sebagai Investasi di perusahaan asosiasi.

Tunjukkan laba atau rugi dari pelepasan saham S!

FV dari imbalan yang diterima $ 65,000 FV dari kepemilikan sisa yang akan diakui sebagai investasi di asosiasi 25,000 Laba yang dilaporkan dalam comprehensive income 3,000 Nilai NCI (10% x 83,000) 8,300 $101,300 Dikurangi: aset neto dan goodwill yang di derecognized

Net assets 83,000

Goodwill 12,000 ( 95,000) Gain on disposal to profit or loss $ 6,300

Jurnal yang dibuat P adalah:

Kas $ 65,000 Investment in S 25,000

Keuntungan pelepasan saham 6,300 Investment in S 80,000

OCI 3,700

Total keuntungan ($65,000 + $ 25,000 - $80,000) = $10,000; dari total keuntungan $10,000 ini, $6,300 diakui sebagai laba pelepasan saham, sisanya masuk OCI

Bila kepemilikan saham pada anak perusahaan dijual dan sisa kepemilikan saham tidak menjadi investasi dalam asosiasi atau ventura bersama, maka

investasi harus disajikan sesuai PSAK 55 (sebagai Trading atau Available for sale securities). Investasi yang tersisa tersebut akan dinilai berdasarkan fair valuenya, dan selisih antara nilai tercatat dan nilai wajar tersebut akan diakui sebagai laba/rugi pelepasan saham.

Berdasarkan contoh soal di atas, jika sisa kepemilikan dikelompokkan sebagai Trading atau Available for sale securities, maka jurnal yang dibuat adalah

Kas $ 65,000 Investment in S 25,000

Keuntungan pelepasan saham 10,000 Investment in S 80,000

Contoh penjualan yang tidak mengakibatkan hilangnya kendali (hanya mempengaruhi % kepemilikan saja)

1 Jan 2010, P membeli 70% saham S senilai Rp. 720.000.000 secara kas. Nilai wajar aset neto S yang dapat diidentifikasi adalah Rp.960.000.000. Nilai wajar dari kepentingan non pengendali Rp.420.000.000. Dari transaksi ini, timbul goodwill sebesar Rp.180.000.000 (720.000.000 + 420.000.000 – 960.000.000). 31 Des 2010, P menjual

lagi 10% saham S ke NCI senilai Rp.130.000.000. Nilai tercatat aset neto pada saat itu Rp.1.070.000. Bagaimana P akan memperlakukan transaksi ini?

Aset neto S 1 Januari 2010 Rp. 960.000.000 kenaikan 110.000.000 Aset neto S 31 Desember 2010 Rp.1.070.000.000 Nilai wajar imbalan yang diterima Rp. 130.000.000 transfer ke NCI 10% x ($1.070.000 + goodwill 180.000.000) 125.000.000 pergerakan positif ekuitas Rp. 5.000.000

Induk perusahaan telah menjual 10% dari nilai tercatat investasi (termasuk goodwill) seharga Rp.130.000.000 tunai, sedangkannilai saham yang dijual $125,000 sehingga transaksi ini memberikan keuntungan Rp.5.000.000 yang diakui di dalam ekuitas.

Jurnal yang dibuat adalah sbb:

Cash 130.000.000

Investment in S 125.000.000 Add PIC 5.000.000

Contoh pembelian yang tidak mempengaruhi kendali (hanya mempengaruhi % kepemilikan saja)

1 Jan 2010, P membeli 70% saham S senilai $ 720,000 secara kas. Nilai wajar dari asset neto S yang dapat diidentifikasi adalah $960,000. Nilai wajar dari kepentingan non pengendali $Rp.420,000. Dari transaksi ini, timbul goodwill sebesar $180,0000 (720,000 + 420,000 – 960,000). 31 Des 2010, P membeli lagi 10% saham S dari NCI senilai $170,000. Nilai tercatat asset neto pada saat itu $1,070,000. Bagaimana P memperlakukan tambahan perolehan kepemilikan saham yang 10% tsb?

Aset neto S naik sebesar Rp. 110.000.000 (dari Rp.960.000.000 menjadi Rp. 1.070.000), sehingga NCI naik 30% x Rp.110.000.000 = Rp. 33.000.000. P telah

membeli tambahan 10% dari saham NCI tersebut, tidak ada penyesuaian atas goodwill atas perolehan saham berikutnya.

NCI 1 Januari 2010 Rp.420.000.000 kenaikan Rp.110.000.0000 x 30% 33.000.000 Rp.453.000.000 dibeli oleh P 10%nya (10/30 x Rp.453.000.000) 151.000.000 saldo NCI per 31 Desember 2010 Rp.302.000.000

Nilai wajar dari imbalan yang diberikan Rp.170.000.000 dibebankan ke NCI ( 151.000.000) Pergerakan negatif dari ekuitas Rp. 19.000.000

Hal ini berarti P telah membeli saham dari NCI dengan harga premium. Jurnal yang dibuat adalah sbb:

Investment in S 151.000.000 Add PIC 19.000.000

Kas 170.000.000

Deemed disposals

Yang dimaksud dengan deemed disposal adalah hilangnya kendali induk perusahaan atas anak perusahaan yang terjadi karena anak perusahaan menjual lagi sahamnya ke pihak luar, si induk tidak memanfaatkan preemptive rightnya ketika anak perusahaan menerbitkan sahamnya, atau pemegang surat berharga anak perusahaan ada yang mengexercise stock warrant atau stock optionnya sehingga % kepemilikan si induk berkurang.

Contoh deemed disposal melalui penerbitan saham oleh anak perusahaan:

P memiliki 600,000 lembar dari 1,000,000 lembar saham S (kepemilikan P 60%). Nilai tercatat net asset S $120,000; goodwill $15.000. S menerbitkan 500.000 lembar saham kepada investor baru senilai $80,000 (1/3 kepemilikan). Akibatnya, kepemilikan P sekarang menjadi 6/15 = 40%. Dari transaksi ini, net aset S setelah

penjualan saham menjadi $120,000 + $80,000 = $200,000. Berapa laba/rugi bagi P dari transaksi ini?

Kepemilikan P di S setelah S menerbitkan saham $90,000* Kepemilikan P di S sebelum S menerbitkan saham 87,000**

Laba deemed disposal $ 3,000

*40% (120,000 + 80,000) + (goodwill 40/60 x 15,000) **60% x 120,000 + goodwill 15,000

jurnal yang dibuat atas pelepasan saham adalah

Investment in P $3,000

Gain on disposal of investment $3,000

Transaksi saham treasury oleh anak perusahaan

Perolehan saham treasury dari NCI oleh anak perusahaan, akan menyebabkan penurunan ekuitas anak dan penurunan saham anak yang beredar. Bila perolehan saham treasuri tersebut dilakukan pada nilai tercatatnya (book value), maka tidak ada perubahan dalam bagian induk atas ekuitas anak, meskipun % kepemilikan induknya mengalami kenaikan. Bila perolehan saham treasuri tersebut dilakukan pada nilai di atas atau di bawah nilai tercatatnya, maka bagian induk atas ekuitas anak akan mengalami penurunan atau kenaikan dan % kepemilikan induknya mengalami kenaikan. Hal ini akan mengharuskan induk untuk membuat jurnal penyesuaian atas akun investasinya. Contoh:

Per 31 Desember 2010, S yang sahamnya dimiliki 80% oleh P, mempunyai 10,000 lembar saham yang beredar. Pada 1 Januari 2011, S membeli kembali sahamnya sebanyak 400 lembar dari NCI. Pengaruh dari pembelian saham treasuri ini tampak sbb:

Sebelum pembelian T/S Setelah pembelian T/S dgn harga $20 Setelah pembelian T/S dgn harga $30 Setelah pembelian T/S dgn harga $15 Capital stock $10 par $100,000 $100,000 $100,000 $100,000 Ret. Earnings 100,000 100,000 100,000 100,000 $200,000 $200,000 $200,000 $200,000 Less: T/S (cost) - 8,000 12,000 6000 Total Equity $200,000 $192,000 $188,000 $194,000 % kepemilikan P 4/5 5/6 5/6 5/6 Bagian P atas ekuitas S $160,000 $160,000 $156,667 $161,667

Bila S membeli saham treasurinya dengan harga $20/lembar, maka tidak ada jurnal yang dibuat P karena bagian P atas ekuitas S tetap sama seperti ketika S belum membeli saham treasurinya.

Bila S membeli saham treasurinya dengan harga $30/lembar, maka P akan membuat jurnal:

Additional Paid in Capital $3,333

Investment in S $3,333

(untuk mencatat penurunan nilai investasi karena S membeli kembali sahamnya dengan harga di atas nilai bukunya)

Bila S membeli saham treasurinya dengan harga $15/lembar, maka P akan membuat jurnal:

Investment in S $1,667

Additional Paid in Capital $1,667

(untuk mencatat kenaikan nilai investasi karena S membeli kembali sahamnya dengan harga di bawah nilai bukunya)

RANGKUMAN

1. Bila induk perusahaan membeli saham anak dalam tahun berjalan, maka harus dibuat penyesuaian untuk laba dan dividend yang dilaporkan anak perusahaan yang tidak menjadi bagian/hak induk perusahaan.

2. Kombinasi bisnis melalui kepemilikan saham secara bertahap yang mengakibatkan diperolehnya kendali, mengharuskan investor untuk mengukur ulang investasinya pada nilai wajarnya dan mengakui adanya laba/rugi di dalam laporan laba rugi. Sekali kendali diperoleh, semua kenaikan atau penurunan kepemilikan berikutnya, diperlakukan sebagai transaksi antar pemegang saham dan dilaporkan dalam ekuitas (tidak ada goodwill dalam kenaikan % kepemilikan saham dan tidak ada laba/rugi dari penurunan % kepemilikan saham).

3. Penjualan saham oleh induk perusahaan yang berakibat kepada hilangnya kendali,

akan menimbulkan pengakuan laba/rugi penjualan saham.

4. Penjualan saham oleh induk perusahaan, tetapi tidak mengakibatkan kepada hilangnya kendali, tidak akan menimbulkan pengakuan laba/rugi penjualan saham; penjualan tersebut akan diperlakukan sebagai transaksi ekuitas

5. Penambahan jumlah saham beredar oleh anak perusahaan akan mempengaruhi % kepemilikan induk perusahaan; kalau perubahan tersebut tidak mengakibatkan hilangnya kendali, maka tidak ada pengakuan gain/loss.

6. Pembelian kembali saham oleh anak perusahaan (saham treasuri), akan menyebabkan penurunan ekuitas anak dan penurunan saham anak yang beredar. Bila perolehan saham treasuri tersebut dilakukan pada nilai tercatatnya (book value), maka tidak ada perubahan dalam bagian induk atas ekuitas anak, meskipun % kepemilikan induknya mengalami kenaikan. Bila perolehan saham treasuri tersebut dilakukan pada nilai di atas atau di bawah nilai tercatatnya, maka bagian induk atas ekuitas anak akan mengalami penurunan atau kenaikan dan % kepemilikan induknya mengalami kenaikan. Hal ini akan mengharuskan induk untuk membuat jurnal penyesuaian atas akun investasinya.

LATIHAN

1. P membeli 80% saham S pada 1 September 2010 senilai $1,000,000. Ekuitas S saat itu terdiri dari Capital stock $1,000,000 dan Retained earnings $250,000. Net income S untuk 2010 $240,000 dan dividend dibayar 1 April dan 1 Oktober masing-masing $60,000. Berapa preacquisition income, NCI expense yang akan disajikan di dalam laporan laba rugi konsolidasian? berapa NCI yang akan disajikan di dalam neraca konsolidasian?

2. P membeli 100% saham S pada 1 Januari 2010 senilai $4,400,000. Ekuitas S saat itu $4,000,000. Nilai buku aset neto S sama dengan nilai wajarnya. Untuk tahun 2010 S melaporkan net income $600,000 dan tidak membagikan dividen. 1 April 2010, P menjual 15% kepemilikannya secara tunai $750,000. Buat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut.

3. P membeli 100% saham S pada 1 Januari 2010 senilai $4,400,000. Ekuitas S saat itu $4,000,000. Nilai buku aset neto S sama dengan nilai wajarnya. Untuk tahun 2010 S melaporkan net income $600,000 dan tidak membagikan dividen. 31 Desember 2010, P menjual 75% kepemilikannya secara tunai $3,750,000. Sisa kepemilikan akan dikelompokkan sebagai Available for sale securities dan mempunyai nilai wajar $750,000. Hitunglah laba/rugi pelepasan saham dan buat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut!

BAB

Dalam dokumen BAHAN AJAR (AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1) (Halaman 129-138)

Dokumen terkait