2.2 Struktur Cerita Novel Secara Umum
2.2.4 Penokohan
Tokoh berhubungan dengan seseorang dan memiliki gambaran yang jelas tentang tokoh tersebut. Menurut Nurgiyantoro (1995 : 173-174), tokoh dapat dibagi sebagai berikut:
21
1. Berdasarkan Segi Peranan atau Tingkat Pentingnya.
a. Tokoh Utama, yaitu tokoh yang kisahnya dominan dan penceritaannya lebih diutamakan dibandingkan dengan tokoh yang lain. Dalam sebuah cerita tokoh utama dapat menentukan perkembangan jalan cerita secara keseluruhan.
b. Tokoh Tambahan, yaitu tokoh yang pemunculannya lebih minor dan tokoh tambahan hadir hanya jika ada hubungannya dengan tokoh utama secara langsung ataupun tidak langsung.
2. Berdasarkan Segi Fungsi Penampilan Tokoh
a. Tokoh Protagonis,yaitu tokoh utama yang memiliki dan menunjukan moral yang baik dalam cerita, sehingga menjadi karakter yang disukai oleh pembaca.
b. Tokoh Antagonis, yaitu tokoh yang biasanya kurang disukai oleh pembaca karena, memiliki tempramental yang buruk dan kurang diterima dalam masyarakat sehingga dapat menyebabkan terjadinya konflik dalam peristiwa.
Sedangkan menurut Aminuddin, Ditinjau dari peranan dan keterlibatan dalam cerita, tokoh dapat dibagi atas (a) tokoh primer (tokoh utama) adalah tokoh yang selalu hadir dalam setiap peristiwa, (b) tokoh sekunder (tokoh bawahan) adalah tokoh yang mendukung tokoh utama, (c) tokoh komplementer (tokoh tambahan) adalah tokoh figuran yang membantu tokoh utama, dan tidak begitu aktif. Ditinjau dari perkembangan kepribadian tokoh, tokoh dapat dibagi menjadi tokoh dinamis dan tokoh statis. jika diperhatikan dari segi masalah yang dihadapi oleh tokoh, tokoh dapat dibagi menjadi tokoh yang mempunyai karakter sederhana dan kompleks. Tokoh dinamis adalah tokoh yang kepribadiannya selalu berkembang. Tokoh statis adalah tokoh yang mempunyai kepribadian tetap.
Aminuddin dalam Siswanto (2008 : 142-144) dilihat dari watak yang dimiliki oleh tokoh, dapat dibedakan atas tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Tokoh protagonis adalah tokoh yang karakternya disukai pembaca. Biasanya, karakter seperti ini adalah karakter yang baik, dan positif. Tokoh antagonis adalah tokoh yang karakter dan perilakunya dibenci oleh pembacanya. Tokoh ini biasanya digambarkan sebagai tokoh yang memiliki karakter buruk dan negatif.
Maka saya memaparkan tokoh dan penokohan dalam novel karya Akiyoshi Rikako yang berjudul ”Silence” berdasarkan tiga jenis yaitu:
A. Berdasarkan segi peranan atau tingkat pentingnya a. Tokoh primer (utama) : Niiyama Miyuki
b. Tokoh sekunder (bawahan) : ayah Niiyama Miyuki, ibu Niiyama Miyuki, Fujisaki Toshiaki, Tatsuya, Tomoko, Yayoi, Yuzo, Yukina.
c. Tokoh komplementer (tambahan) : Harumi, Mizuho, Hiroko, Yumie, Mochitsuki, Kazuma, Rikuto, Yoriko, Kazuma, Yuuji.
B. Berdasarkan segi fungsi penampilan tokoh
a. Tokoh protagonist dalam novel ini tidak ada.
b. Tokoh antagonis : Fujusaki Toshiaki, ayah Niiyama Miyuki, Miyahara Kaori.
C. Berdasarkan segi perkembangan watak tokoh
a. Statis : ayah Niiyama Miyuki, ibu Niiyama Miyuki, nenek Niiyama Miyuki, Tatsuya, Tomoko, Yayoi, Yuzo,Yukina, Harumi, Mizuho, Hiroko, Yumie, Mochitsuki, Kazuma, Rikuto, Yoriko, Kazuma, Yuuji.
b. Dinamis : Fujusaki Toshiaki, Niiyama Miyuki
23 2.2.5 Sudut Pandang
Sudut pandang merupakan kedudukan pengarang atau situasi pengarang dalam cerita rekaan tersebut, dengan kata lain pengarang memposisikan dirinya dalam posisi tokoh dalam cerita tersebut. Apakah pengarang terlibat langsung atau hanyalah sebagai pengamat yang berada diluar cerita.
Dalam Nurgiyantoro (1995 : 256-266) sudut pandang dapat menjadi tiga yaitu:
a. Sudut pandang persona ketiga: “dia”, yaitu menceritakan peristiwa dengan menggunakan sudut pandang persona ketiga, gaya ”dia”. Posisi pengarang, dalam situasi ini adalah ada diluar cerita. Untuk menampilkan tokoh-tokoh dalam cerita, dapat menyebutnya dengan nama atau gantinya.
b. Sudut pandang persona pertama: ”aku”, yaitu menceritakan peristiwa dengan menggunakan sudut pandang persona pertama, gaya ”aku”. Kedudukan pengarang dalam situasi ini ikut terlibat dalam cerita, cerita tersebut mengisahkan pemikirannya sendiri, kesadarannya sendiri atau berdasarkan pengalaman.
c. Sudut pandang campuran, yaitu penggunaan sudut pandang lebih dari satu teknik. Pengarang dapat bergnti-ganti menggunakan sudut pandangnya. Penulis
dapt menggunakan sudut pandang persona ketiga kemudian dalam cerita berikutnya pengarang menggunakan persona pertama.
Berdasarkan penjelasan tersebut sudut pandang dalam novel “Silence” karya Akiyoshi Rikako adalah sudut pandang persona pertama.
2.2.6 Amanat
Amanat adalah pemikiran yang menjadi patokan dalam sebuah karya sastra yang berisikan pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar.
Amanat yang disampaikan oleh pengarang melalui novel “Silence” karya Akiyoshi Rikako kepada pembaca adalah maka untuk menjadi seseorang yang sukses jangan pernah berhenti untuk menggapai mimpi, harus berani mengambil segalah resiko yang akan diterima seperti kata pepatah mengatakan “gantungkanlah cita-citamu setinggi langit jika engkau akan jatuh diantara bintang-bintang”, dan juga tidak menutupi kebohongan dengan kebohongan, karena pada akhirnya akan ketahuan juga seperti pepatah mengatakan “sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya akan tercium juga”.
25 2.3 Kajian Struktural dalam Karya Sastra
Junus dalam Siswanto (2008: 183) mengatakan bahwa pendekatan objektif adalah pendekatan kajian sastra yang menitik beratkan analisisnya pada karya sastra. Sebagai bentuk perkembangan formalisme dalam analisis sastra, lahir
kajian strukturalisme. Menurut Selden dalam Siswanto (2008: 185) Strukturalisme, menganalisis sastra harus berpatokan pada karya sastra itu sendiri, tanpa memperhatikan sastrawan sebagai pencipta atau pembaca sebagai penikmat.
2.4 Biografi Pengarang
Akiyoshi Rikako merupakan seorang penulis yang lulus dari Fakultas Sastra Universitas Waseda. Akiyoshi mendapatkan gelar master dari universitas Loloya Marymount dalam bidang layar lebar dan televisi, di Los Angeles. Akiyoshi Rikako mendapatkan penghargaan melalui naskahnya yang berjudul Yuki No Hana pada tahun 2008. Pada tahun 2009, dia memulai debutnya dengan kumpulan cerpennya yang berjudul Yuki No Hana.
Akiyoshi Rikako memiliki beberapa novel yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yaitu, Girl‟s In tHe Dark, The Dark Returns, Holy Mother, dan Scheduled Suicide Day.
Saat berada di Amerika Serikat, Akiyoshi pernah bekerja dalam film animasi anak anak.
Dari kecil Akiyoshi sudah diajarkan oleh orangtuanya untuk sering membaca novel dan cerpen.
Oleh karena itu Akiyoshi sangat menyukai novel. Akiyoshi memang tidak memiliki uang saku yang cukup, namun ia bekerja dan berusaha sangat keras bahwa bukan hal yang tidak mungkin baginya untuk mendapatkan peluang dari mengarang novel.
BAB III
ANALISIS STRUKTURAL NOVEL “SILENCE” KATYA AKIYOSHI RIKAKO
3.1 Sinopsis Novel Silence
Miyuki, seorang wanita yang dilahirkan di sebuah pulau terpencil (Yuki-no-Shima).
Sejak kecil dia suka bernyanyi dan memiliki impian menjadi seorang artis terkenal. Setelah melewati banyak tantangan dalam hidupnya, akhirnya Miyuki keluar dari pulau itu dan tinggal di Tokyo, meskipun ditentang oleh orang tuanya.
Setelah itu perjalanan Miyuki dari kecil hingga menempuh karir membuahkan hasil yang luar biasa di Jepang Daratan (Tokyo). Miyuki pun menjadi seorang manajer idola di Tokyo.
Miyuki pun bertemu dengan Toshiaki pada musim panas tahun kelima dia kerja. Pertemuan Miyuki dengan Toshiaki membuatnya jatuh hati pada lelaki itu. Toshiaki adalah Lelaki pekerja keras, sukses, kaya, juga tampan.
Hanya saja Toshiaki agak kekanakan. Karena itu Toshiaki tidak pernah membawa hubungannya dengan Miyuki lebih jauh dan serius. Miyuki akhirnya merasa khawatir karena hubungannya dengan Toshiaki hanya sebatas pacaran saja. Maka dari itu, saat liburan akhir tahun Miyuki mengajak Toshiaki untuk bertemu keluarganya.
Liburan akhir tahun pun tiba, saatnya Miyuki dan Toshiaki pergi ke kota Niigata atau Yuki no shima (pulau terpencil). Pulau tersebut bagaikan ungags yang mati, bergelimpang di atas lautan. Putihnya salju seperti riasan mayat yang menyelimuti jasadnya. Jurang dan ngarai yang berdiri tegak lurus bahkan pepohonan yang mongering terlihat seperti timbunan tulang.
27
Turunnya salju semakin bertambah deras seiring dengan semakin mendekatnya pulau, seolah menjerat tubuh Miyuki dan Toshiaki dengan jala. Feri merapatkan tubuhnya perlahan ke pelabuhan, seolah menyerahkan tubuh Miyuki dan Toshiaki yang gemetar ketakutan karena kondisi pulau.
Salju ada dimana mana ketika Toshiaki dan Miyuki turun dari feri sambil membaca kalimat yang tertulis pada papan sambutan. Miyuki dan Toshiaki pun akhir nya dijemput oleh ayah Miyuki di pelabuhan feri.
Toshiaki membungkuk dengan hormat dihadapan ayah Miyuki dan memperkenalkan diri dengan sopan. Tetapi ayah Miyuki tidak menjawabnya bahkan tidak menoleh kearahnya sedikit pun. Toshiaki mencoba menyapa sekali lagi, kali ini dengan volume yang lebih kencang. Namun ayah Miyuki tetap membisu, lebih memilih memandangi laut yang diselimuti kabut putih.
Akhirnya mereka pun sampai di rumah Miyuki dengan perasaan kesal yang dialami Toshiaki.
Jika memang Toshiaki mencintai wanita itu, jika memang dia ingin Miyuki jadi miliknya, dia pasti bias bertahan meski diperlakukan buruk seperti itu. Namun, Toshiaki sendiri sejak awal tidak memiliki hasrat untuk memiliki Miyuki, makanya dia hanya merasakan kemarahan. Raut wajah Miyuki pun tampak ragu ketika dilirik oleh Toshiaki. Toshiaki bertanya Tanya,
sebenarnya kehadirannya ini sedang disambut baik, atau tidak?
Keesokan harinya, teman-teman Miyuki pun dating kerumah Miyuki untuk menemui Miyuki dan Toshiaki. Miyukhi pun memperkenalkan Toshiaki kepada Tatsuya. Tatsuysa mengajak Miyuki dan Toshiaki untuk dating ke pesta akhir tahun, dan Miyuki menanyakan kepada Tatsuya apakah Harumi dan Tomoko dating di acara tersebut.
Sampai di acara akhir tahun, Miyuki tak henti-hentinya dikerumuni oleh teman lamanya begitu memasuki ruangan pesta. Semua teman-teman Miyuki menanyakan kapan acara upacara pernikahannya, dan Toshiaki pun menjawab mungkin pertengahan tahun depan. Tetapi teman-teman Miyuki sangat mencurigain Toshiaki.
Ternyata Toshiaki mempunyai rencana tersendiri untuk menikahi Miyuki. Pernikahan dengan Miyuki punya banyak keuntungan. Miyuki tidak hanya berguna untuk kelancaran
hubungannya dengan Miyahara Kaori. Akan tetapi, ada sebuah rahasia besar dalam diri Toshiaki yang tak pernah dia bicarakan dengan orang lain. Tetapi bukankah Shimatama san akan
melindungi Miyuki yang jelas jelas penduduk asli dari Yuki no shima? Ternyata anak anak akan dianggap sebagai Shimatama san pada setiap tahun baru.
Tatsuya yang sudah dari dulu suka terhadap Miyuki pun akhirnya menyelidiki Toshiaki yang sikapnya mencurigakan. Tatsuya sudah berulang kali memberitahu Miyuki tetapi Miyuki tidak mempercayainya. Tatsuya mengungkapkan perasaan nya dan mencium Miyuki. Tatsuya adalah orang yang berpendirian teguh dan sangat baik kepada semua orang juga perhatian.
Sekalipun Miyuki tak pernah merasa bahwa Tatsuya memiliki perasaan padanya.
Tatsuya berjanji akan membahagiakan Miyuki, tetapi Miyuki menolaknya. Miyuki tetap memilih Toshiaki. Miyuki pun meminta maaf, tetapi Tatsuya tidak menanggapi permohonan maaf Miyuki. Pria itu hanya mengembangkan senyuman yang kesepian.
29
Sifat buruk Toshiaki pun akhirnya terbongkar. Awalnya Miyuki tak menyangkah
percintaannya akan berakhir seperti ini. Dari awal pertemuan Toshiaki dengan orang tua Miyuki, Ayah dan Ibu Miyuki tidak menyukai Toshiaki. Akhirnya Miyukipun menikah dengan Tatsuya di daerah Yuki no Shima. Akan tetapi sampai detik itu misteri tentang Simatama san dewa penjaga pulau di Yuki no Shima belum terpecahkan. Bahkan masyarakat setempat pun hanya mengetahuinya dari cerita cerita leluhur mereka.
3.2 Analisis Struktural Novel Silence 3.2.1 Tema
- Cuplikan 1 halaman 8
Bahkan ketika masih tinggal di pulau pun, Miyuki ingin ke Tokyo meskipun keinginan tersebut masih belum jelas. Keinginannya semakin besar ketika mimpi untuk menjadi artis mulai tampak jelas dibenaknya.
Saat kelas 2 SMP, Miyuki mengikuti Audisi penambahan anggota grup idola yang terkenal di seluruh penjuru Jepang.
Analisis
Cuplikan diatas menjelaskan bahwa keinginan seorang anak perempuan yang sudah ditekatkan sejak kecil ingin menjadi seseorang yang terkenal di Tokyo. Bahkan saat masih tinggal disebuah pulau pun, Miyuki sudah berpikiran untuk mengikuti audisi yang akan
mengantarkan dirinya untuk pergi ke Tokyo dan dapat keluar dari pulau terpencil tempat Miyuki tinggal.
- Cuplikan 2 halaman 20
Akhirnya, sembari kuliah, dimulailah kehidupannya sebagai trainee untuk belajar bernyanyi, menari, seni peran disebuah talent school. Dia
bersaing mati matian bersama teman sekelas yang memiliki cita cita yang sama, saling berkompetis. Miyuki tidak memedulikan teman temannya jika mereka bertemu di sebuah audisi. Dia sibuk membanggakan
keunggulannya jika berhasil lolos ke seleksi tahap berikutnya. Dia mengikuti semua audisi.
Analisis
Cuplikan diatas menjelaskan bahwa apapun akan dilakukan untuk menggapai sebuah impian yang diinginkan sejak kecil. Bahkan kegiatan dan aktivitas yang sangat sibuk di perkuliahan, Miyuki tidak akan berhenti untuk berusaha. Entah siapapun saingan yang menurutnya sebagai penghalang impiannya, Miyuki akan tetap terus melangkah tanpa memperdulikan siapapun yang akan menjadi saingannya.
- Cuplikan 3 halaman 55-56
Pekerjaan Miyuki pun sebagai seorang manejer untuk tahun ini berakhir setelah mengantarkan Miyahara Kaori pulang dari lokasi syuting drama televise ke rumahnya. Setelah itu Miyuki bergegas pergi kepusat
31
perbelanjaan di Tokyo. Bahkan di sela-sela kesibukannya yang ada di kantor sebagai manejer disalah satu stasiun Televisi yang cukup terkenal di Tokyo, Miyuki harus menyempatkan diri untuk berbelanja.
Analisis
Cuplikan diatas menjelaskan bahwa keinginan keras Miyuki untuk menggapai segala cita-citanya pun akhirnya tercapai. Segala usaha yang dilakukannya sejak dulu membuahkan hasil, hingga kini Miyuki menjadi seorang yang terkenal di Tokyo. Miyuki bekerja sebagai manejer di salah satu stasiun Televisi terkenal di Tokyo. Akhirnya Miyuki menjalankan karirnya di Tokyo sesuai harapannya sejak kecil yang ingin tinggal di Tokyo.
Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan bahwa tema dalam novel ini adalah keinginan seorang anak perempuan remaja yang ingin keluar dari sebuah pulau terpencil dan ingin tinggal di Tokyo untuk menggapai impiannya. Karena dalam novel ini, Miyuki selaku tokoh utama melakukan semua cara untuk berhasil meraih apa yang dia inginkan sejak kecil dan bisa keluar dari sebuah pulau terpencil tempat dia tinggal. Dengan semua usaha yang dilakukan Miyuki selama ini, akhirnya Miyuki berhasil mencapai semua keinginannya sejak kecil.
3.2.2 Latar a. Latar Tempat
- Cuplikan 1 halaman 7-8
Miyuki dari dulu ingin menjadi seorang idola. Dia mirip ibunya. Dulu ibunya pun menjadi buah bibir karena memiliki kecantikan nomor satu di daerah tempat tinggalnya yaitu Yuki no Shima. Sejak kecil Miyuki dikagumi oleh penduduk pulau Yuki no Shima sebagai seorang gadis cantik. Miyuki dibesarkan dipulau tersebut.
Yuki no Shima= sebuah pulau terpencil yang konon katanya dilindungi oleh Shimatama san, dewa penjaga pulau.
Analisis
Cuplikan diatas menjelaskan bahwa latar tempat dimana peristiwa tersebut terjadi adalah di Yuki no Shima yaitu pulau terpencil yang ada di jepang tempat dimana penduduk lain dan Miyuki tinggal. Kehidupan dipulau yang jauh dari kota membuat Miyuki memiliki rasa ingin menjadi sukses yang sangat tinggi.
- Cuplikan 2 halaman 144
Seketika Miyuki teringat akan paman dan bibinya, serta keluarga lainnya bahkan ayah dan ibunya. Jika dilihat seperti itu, keberadaan keluarga sangat besar artinya. Baru kali ini Miyuki berpikiran seperti ini. Miyuki berpikir bahwa keberhasilannya selama ini bekerja di Tokyo sesuai dengan apa yang
diinginkannya sejak awal. Tetapi kerinduan akan tempat daerah asalnya yaitu Yuki no Shima
33 Analisis
Cuplikan diatas menjelaskan bahwa tempat Miyuki bekerja adalah di Tokyo . Sebab sejak kecil Miyuki sangat ingin keluar dari pulau terpencil tempat dimana dia tinggal dan dilahirkan. Maka tempat kejadian pada novel Silence adalah tepatnya pulau terpencil Yuki no Shima dan Tokyo.
b. Latar Waktu
- Cuplikan 1 halaman 57
Wanita itu membangunkan Toshiaki pukul delapan pagi, kemudian menyuruhnya serapan dengan nasi, sup, miso dan ikan salmon bakar.
Miyuki berganti pakaian dengan terburu-buru.
Analisis
Cuplikan diatas menjelaskan bahwa waktu terjadinya peristiwa adalah Saat serapan pagi, yaitu tepatnya pada pukul delapan pagi hari.
- Cuplikan 2 halaman 120
Saat dia tidur-tidur ayam, suara genta tengah malam berbunyi menggetarkan gendang telinganya. Suara bergema beberapa saat, kemudian menghilang.
Analisis
Cuplikan diatas menjelaskan bahwa waktu terjadinya peristiwa adalah saat dia tertidur, yaitu tepatnya pada malam hari.
c. Latar Sosial
- Cuplikan 1 halaman 129-132
Kami langsung datang kemari setelah menyelesaikan Hatsumade. Bibi Miyuki yang rambutnya tertata rapid an memakai kimono kaga-yuuzen menyesap tehnya dengan santai.
Miyuki dengan terampil memasang tabi, hadagi, dan nagajuban,
kemudian mengenakan furisode pada tubuhnya. Dia sempat bingung, obi-nya harus diikat seperti apa. Karena jarang jarang dia menggudakan furisode, lebih baik diikat dengan cara mencolok. Hana-man? Atau kochoran? Ah, karena Tahun Baru, lebih baik Bosuit.
Analisis
Cuplikan diatas menjelaskan latar sosial pada novel Silence, dari segi berpakaian yang digunakan masyarakat Yuki no Shima adalah bergaya mengikuti tradisi jepang seperti menggunakan kimono yang diwarnai menggunakan teknik Yuuzen dan memakai merek Kaga-yuuzen pada kimono yang mereka gunakan. Di tambah memakai Tabi (kaus kaki tradisional Jepang), Hadagi (pakaian dalam jepang), Nagajuban (kain panjang yang dipakai dibagian dalam kimono), dan Obi (ikat pinggang tradisional jepang). Lalu mereka melakukan Hatsumode ( kunjungan perta ke kuil Buddha atau Shinto) setiap
penyambutan Tahun Baru di Jepang. Hal ini selalu dilakukan di dalam keluarga masyarakat jepang karena sudah dianggap sebagai tradisi setiap tahunnya.
35 - Cuplikan 2 halaman 284
Pulau yang berwarna hijau pekat itu pun mulai terlihat di ujung feri. Ada dua orang pemuda memakai happi yang sedang mengibarkan bendera besar di pelabuhan.
Analisis
Pada cuplikan diatas juga menjelaskan bahwa latar sosial pada novel tersebut dilihat dari gaya hidup para tokoh adalah bergaya Jepang.
4 Alur
Alur berdasarkan tahapan yaitu alur menurut teori Montage dan Hensaw:
a. Exposition
- Cuplikan halaman 7
Saat dipastikan pindah ke Tokyo, Miyuki berjanji kepada kedua orang tuannya, “ Aku akan pulang dua kali setahun kok”. Namun dia hanya menepati janjinya setelah beberapa tahun bekerja. Awal dia pulang membawa Toshiaki ke kampung halamannya, untuk bertemu kedua orang tuannya dan teman teman yang lain. Tahun-tahun berikutnya, kadang pulang kadang tidak. Kehidupan di Tokyo benar benar keras.
Analisis
Cuplikan diatas adalah tahapan peristiwa exposition yakni tahap awal, yang berisi penjelasan tentang perkenalan tokoh pada cerita, dan situasi pada cerita. Tokoh pemeran yang diperkenalkan pada tahapan ini adalah Miyuki sebagai seorang anak remaja perempuan yang sukses dan tinggal di Tokyo dan pada kesempatan akhir tahun dia ingin memperkenal kan Toshiaki sebagai tunangannya kepada orang tua dan teman temannya di kampong halamannya Yuki no Shima. Situasi saat terjadinya peristiwa tersebut yaitu kehidupan di Tokyo yang benar benar keras membuat Miyuki jadi jarang bertemu keluarganya di kampong halamannya tempat Miyuki di lahirkan.
b. Inciting Force
- Cuplikan 1 halaman 15-16
Namun, kekhawatiran Miyuki bukan hanya masalah biaya. Lebih dari itu, apakah kedua orang tuannya akan mengiizinkan?
“Kau hanya boleh pergi ke Tokyo kalau kau lulus Universitas dengan reputasi baik. kau tidak mungkin menjadi orang terkenal. Pertama kau hanya perlu pergi ke SMA dan belajar dengan benar. Itulah yang utama.”
Ayahnya memuntahkan semua dengan getir. Ibu Miyuki pun ikut mengeluarkan suara dengan nada tegas. Padahal selama ini dia piker ibunya berada di pihaknya.
37 Analisis
Cuplikan diatas adalah tahapan peristiwa inciting force, yang menjelaskan dimana tahapan ketika timbul kekuatan, kehendak, maupun prilaku yang bertentangan dari pelaku. Pada cuplikan ini menjelaskan bahwa ada keinginan Miyuki yang sangat kuat ingin pergi ke Tokyo tetapi tidak mendapatkan izin dari ayah dan ibunya dikarenakan Miyuki yang masih harus melanjutkan pendidikannya di Yuki no Shima sesuai keinginan ayah dan ibu Miyuki. Miyuki hanya bisa pergi ketika dia sudah menyelesaikan pendidikannya.
- Cuplikan 2 halaman 79
Karena kau tidak mencintai Miyuki, makanya kau jadi sebal dengan ayahnya. Ditinya yang lain berbisik. Jika memang dia mencintai wanita itu, dia pasti bertahan meski diperlakukan buruk seperti ini. Dia paham akan hal itu. Dirinya tidak mencintai Miyuki dan hanya membutuhkannya saja.
Analisis
Pada cuplikan ini menjelaskan bahwa Toshiaki yang selam ini bersama Miyuki tidak benar benar mencintai Miyuki. Dia hanya bermain topeng di belakang Miyuki karena Toshiaki membutuhkan Miyuki untuk bisnisnya, hingga Toshiaki pun harus mengiikuti kemauan Miyuki untuk membuat Miyuki percaya bahwa Toshiaki benar benar serius dan mencintainya.
Dalam penjelasan dari kedua cuplikan ini, yang merupakan hal bertentangan dengan perilaku antar tokoh adalah apakah ayah dan ibu Miyuki akan tetap selalu melarang Miyuki untuk menggapai impiannya pergi ke Tokyo dan keluar dari pulau Yuki no Shima. Setelah Miyuki sukses di Tokyo apakah Toshiaki akan tetap bermain di belakang Miyuki dengan cara yang baik untuk menutupi segala kebohongan yang diperbuat oleh Toshiaki.
c. Rissing Action
- Cuplikan 1 halaman 111-113
Toshiaki memandang Miyuki, memohon supaya wanita itu melakukan sesuatu. Namun dia malah berkata seolah olah keadaan ini tidak terlalu buruk. Toshiaki merasa tidak nyaman karena karakter Miyuki tiba tiba berubah pada suasana seperti ini.
“Sekarang ini, kami sedang membicarakan shima-okoshi. Kami
sedang kebingungan bagaimana cara
mempromosikannya.Toshiaki, kau professional, kan?” kata Miyuki dengan hidung terangkat bangga. Sikap itu membuat Toshiaki sangat jengkel. Semua orang memandang Toshiaki.
Tak disangka Toshiaki berbicara sampai semarah itu karena ulah
Tak disangka Toshiaki berbicara sampai semarah itu karena ulah