HUKUM (DWI) KEWARGANEGARAAN DI ITALIA
B. Penolakan secara resmi kewarganegaraan Italia.
Seorang warga negara Italia akan hilang kewarganegaraan Italianya apabila secara resmi menolak atau melepaskan kewarganegaraan Italianya tersebut, dalam kondisi-kondisi berikut:
1. Yang bersangkutan diadopsi di usia dewasa yg kemudian pengadopsian tersebut dicabut atas kemauan sendiri, namun ia masih memegang atau memperoleh kewarganegaraan negara asing (Pasal 3, paragraf 4).
2. Yang bersangkutan tinggal di luar negeri dan memiliki atau memperoleh kewarganegaraan negara asing(Pasal 11).
3. Yang bersangkutan sudah dewasa secara hukum yang memperoleh kewarganegaraan Italia sejak usia kecil, yang kemudian mengambil atau masih memiliki kewarganegaraan asing dari salah satu dari kedua orangtuanya (Pasal 14).
Deklarasi atau pernyataan melepas kewarganegaraan Italia, harus dibuat di Kantor Catatan
Kependudukan (Anagrafe) di kota tempat yang bersangkutan tinggal atau, jika berada di luar negeri, di kantor perwakilan Italia di negara tersebut. Dokumen yang diperlukan adalah sbb:
1. Akte kelahiran yang dikeluarkan oleh kota kelahirannya dan di mana kelahiran terdaftar; 2. Sertifikat kewarganegaraan Italia;
3. Surat keterangan tentang kepemilikan kewarganegaraan asing; 4. Surat keterangan domisili di luar negeri, jika diminta.
Anak-anak dibawah umur, TIDAK akan kehilangan kewarganegaraan Italianya, sekalipun salah satu atau kedua orang tuanya kehilangan warganegara Italia atau memperoleh kewarganegaraan asing. Wanita Italia yang menikah dengan suami berwarganegara asing setelah 1 Januari 1948, yang secara otomatis memperoleh kewarganegaraan asing suaminya, tidak akan kehilangan kewarganegaraan Italianya.
Sejak tanggal 1 Januari 1948, seorang wanita Italia juga tidak akan kehilangan kewarganegaraan Italianya, meskipun suami yang berkewarganegaraan Italia sejak lahir mendapatkan kewarganegaraan asing secara naturalisasi. Sekalipun demikian demi memelihara laporan statistik kependudukan, maka wanita tersebut wajib mengajukan keinginannya untuk tetap memegang kewarganegaraan Italia di Kantor Catatan Kependudukan atau Kantor Perwakilan Negara yang berwenang, bagi yang berdomisili di luar negeri.
Seperti terlihat dari uraian diatas, dalam perihal kehilangan kewarganegaraan Italia, seorang warga negara Italia tidak akan kehilangan kewarganegaraan Italianya jika ia memiliki kewarganegaraan negara asing. Pada dasarnya, dalam keadaan normal, tidak ada hal yang dapat menyebabkan seorang warga negara Italia kehilangan kewarganegaraan Italianya, kecuali yang bersangkutan menyatakan dengan
HUKUM (DWI) KEWARGANEGARAAN DI ITALIA Hal 33 dari 64
resmi melepaskannya. Dengan demikian seorang warga negara Italia secara hukum tidak dilarang untuk memiliki dwi maupun multi kewarganegaraan.
2.3. Mendapatkan kembali Kewarganegaraan Italia
Seorang ex warganegara Italia dapat memperoleh kembali kewarganegaraan Italianya dalam kondisi- kondisi sebagai berikut:
1. Bergabung di Angkatan Bersenjata Italia,
2. Menjadi pegawai pemerintahan Italia baik itu di Italia atau perwakilan luar negeri,
3. Setelah menjadi penduduk tetap di Italia dalam kurun waktu 1 tahun harus mengajukan perolehan kembali kewarganegaraan Italia (paragraf 1, bagian c).
4. Yang bersangkutan adalah seorang wanita Italia yang menikah dengan warganegara asing sebelum tanggal 1 Januari 1948, yang akibat pernikahan tersebut mendapatkan kewarganegaraan suami secara otomatis, dan kehilangan kewarganegaraan Italianya. Yang bersangkutan dapat memperoleh kembali kewarganegaraan Italianya, sekalipun berdomisili di luar negeri dengan cara membuat pernyataan. Pernyataan perolehan kewarganegaraan kembali tersebut dilakukan di kantor perwakilan Italia tempat ia tinggal.
Dokumen yang diperlukan:
1. Sertifikat kelahiran yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat (Comune) 2. Dokumen yang membuktikan sebelumnya kepemilikan warganegara italia 3. Dokumen yang membuktikan kewarganegaraan asing atau status
stateless
4. Sertifikat keluarga atau yang sebanding dengannya.
Seperti terlihat dari uraian mengenai perolehan kembali kewarganegaraan Italia diatas, seorang warga negara asing ex warganegara Italia dapat memiliki warganegara Italianya kembali tanpa keharusan
melepaskan kewarganegaraan yang dimilikinya pada saat itu. Dengan demikian seorang warga negara Italia secara hukum tidak dilarang untuk memiliki dwi maupun multi kewarganegaraan.
3.
Kesimpulan
Hukum Kewarganegaraan Italia berazas ganda. Baik dalam hal perolehan kewarganegaraan Italia, kehilangan kewarganegaraan Italia maupun perolehan kembali kewarganegaraan Italia tidak disebutkan pelarangan memiliki kewarganegaraan lebih dari satu. Jika tidak karena melanggar hukum, seorang warga negara Italia tidak akan pernah dapat kehilangan kewarganegaraan Italia yang dimilikinya kecuali jika yang bersangkutan secara resmi menyatakan melepaskannya.
Hukum kewarganegaraan di Italia telah mengalami banyak perubahan. Perubahan yang paling drastis adalah dari azas kewarganegaraan tunggal menjadi azas kewarganegaraan ganda. Jika dicermati, banyaknya perubahan itu tak lain tak bukan adalah untuk kepentingan Italia maupun untuk warga negaranya sendiri. Sebagai salah satu negara anggota Uni Eropa, maka seorang Warga Negara Italia secara otomatis adalah Warga Negara Uni Eropa. Kewarganegaraan Uni Eropa merupakan pelengkap atas kewarganegaraan Italia yang dimiliki.
Sebagai Warga Negara Uni Eropa, seorang Warga Negara Italia, memiliki kebebasan bergerak dan tinggal di negara-negara anggota Uni Eropa, memiliki hak untuk memilih dan dipilih dalam pemilihan lokal dan pemilihan parlemen Eropa di negara tempat yang bersangkutan tinggal, memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan diplomatik dan perlindungan konsuler yang lebih luas (perlindungan oleh negara-negara anggota Uni Eropa jika yang bersangkutan memerlukan bantuan sementara perwakilan negaranya tidak
HUKUM (DWI) KEWARGANEGARAAN DI ITALIA Hal 34 dari 64
ada), kesempatan berkarir yang luas baik di Italia maupun di perusahaan-perusahaan Eropa, serta memiliki kesetaraan hak dan kewajiban dengan warga negara Italia lainnya, diantaranya dalam bidang pendidikan, kesehatan dan jaminan sosial.
Seiring dengan globalisasi yang menyebabkan dunia terasa semakin tak mengenal batas-batas negara, jumlah Diaspora Indonesia di luar negeri pun semakin meningkat. Baik itu dikarenakan oleh pernikahan, belajar maupun bekerja. Berkat globalisasi kesempatan bagi warga negara Indonesia untuk berkarir lebih tinggi, mencari penghidupan yang lebih baik maupun berpartisipasi lebih banyak di kancah dunia internasional, menjadi semakin terbuka luas.
Warga Negara Indonesia di luar negeri berikut keturunanannya ini yang kemudian dikenal dengan sebutan Diaspora Indonesia bahkan dapat turut mengharumkan dan memajukan nama Indonesia di dunia
internasional, sebagai duta bangsa. Melalui Indonesian Diaspora Network, sebuah jejaring sosial Diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh dunia, peran sebagai duta bangsa ini terasakan semakin kuat dan semakin penting. Tidak saja sebagai duta, Diaspora Indonesia juga dapat turut serta memberikan sumbangsih mereka di pelbagai bidang, demi kemajuan Indonesia.
Memberlakukan Dwi Kewarganegaraan dalam hukum Kewarganegaraan Indonesia akan dapat melipatgandakan peran Diaspora Indonesia tersebut bagi Indonesia.