• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI ANALISIS KELAYAKAN USAHA

2. Biaya Tenaga Kerja (Pemilik)

6.5 Analisis Sensitifitas

6.4.1 Penurunan SR Sebesar 10 Persen

Besarnya perubahan SR yang digunakan sebesar 10 persen dari SR awal sebesar 70 persen pada KJA 2 kotak, 64 persen pada KJA 4 kotak, dan 54 persen pada KJA 6 kotak. Nilai penurunan sebesar 10 persen dipilih karena menurut informasi yang didapatkan dari Sudin Perikanan Kepulauan Seribu SR minimum agar usaha budidaya ikan kerapu macan menghasilkan keuntungan sebesar 40 persen. Dari nilai SR terendah yang didapatkan di tempat penelitian (54 persen), maka apabila terjadi penurunan SR sebesar 10 persen usaha tersebut sudah tidak mendatangkan keuntungan berdasarkan informasi yang didapatkan.

a. KJA 2 Kotak

Apabila SR turun menjadi 60 persen untuk KJA 2 kotak, banyaknya jumlah ikan yang dipanen 120 ekor. Total pemasukan yang didapatkan sebesar Rp 10.920.000. Hasil pengolahan data yang dilakukan untuk KJA 2 kotak didapatkan nilai NPV sebesar Rp 24.172.937. Nilai ini didapatkan dari nilai total inflow

dikurangi nilai total outflow yang telah dikalikan nilai discount rate. Nilai inflow yang didapat sebesar Rp 47.688.487 dan nilai outflow sebesar Rp 23.515.550. Nilai NPV yang positif ini menunjukkan bahwa poyek ini layak untuk dilaksanakan karena memberikan tambahan manfaat dari nilai sekarang.

Nilai IRR sebesar 170,61 persen juga menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan karena nilainya lebih besar dari tingkat diskonto sebesar 5,25 persen. Nilai IRR ini juga menunjukkan bahwa usaha ini akan memberikan tingkat pengembalian modal yang ditanamkan sebesar 170,61 persen.

Net B/C yang didapat sebesar 2,03 yang berarti setiap pengeluaran usaha sebesar Rp 1 akan menghasilkan manfaat sebesar Rp 2,03. Nilai ini didapatkan dari nilai total inflow dibagi nilai total outflow yang telah dikalikan nilai discount rate. Nilai inflow yang didapat sebesar Rp 47.688.487 dan nilai outflow sebesar Rp 23.515.550.

Payback periode (PP) usaha ini selama 7,23 bulan. Hal ini menunjukkan keuntungan usaha yang diperoleh akan dapat menutupi biaya investasi setelah 7,23 bulan. Jika dilihat dari periode budidaya ikan kerapu macan yang berkisar kurang lebih sepuluh bulan, maka PP didapat sebelum masa panen ikan kerapu macan dilakukan. Hal ini disebabkan oleh keuntungan bersih yang didapatkan sangat besar jika dibandingkan biaya investasi. Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan bahwa secara nyata seluruh biaya investasi baru didapatkan setelah satu periode budidaya walaupun secara perhitungan didapatkan PP sebelum masa pemanenan.

Penurunan SR sebesar 10 persen untuk KJA 4 kotak membuat jumlah ikan yang dipanen 216 ekor. Total pemasukan yang didapatkan sebesar Rp 18.792.000. Nilai NPV yang didaptkan sebesar Rp 38.049.297. Nilai ini didapatkan dari nilai total inflow dikurangi nilai total outflow yang telah dikalikan nilai discount rate. Nilai inflow yang didapat sebesar Rp 81,923,011 dan nilai outflow sebesar Rp 43,873,713. Nilai NPV yang positif ini menunjukkan bahwa poyek ini layak untuk dilaksanakan karena memberikan tambahan manfaat dari nilai sekarang.

Nilai IRR sebesar 168,19 persen juga menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan karena nilainya lebih besar dari tingkat diskonto sebesar 5,25 persen. Nilai IRR ini juga menunjukkan bahwa usaha ini akan memberikan tingkat pengembalian modal yang ditanamkan sebesar 168,19 persen.

Dari perhitungan yang dilakukan didapatkan nilai Net B/C 1,87 yang berarti setiap pengeluaran usaha sebesar Rp. 1,- akan menghasilkan manfaat sebesar Rp 1,87. Nilai ini didapatkan dari nilai total inflow dibagi nilai total outflow yang telah dikalikan nilai discount rate. Nilai inflow yang didapat sebesar Rp 81.923.011 dan nilai outflow sebesar Rp 43.873.713. Nilai Net B/C ini menunjukkan usaha budidaya ikan kerapu macan ini layak untuk diusahakan.

Payback periode usaha ini selama 7,27 bulan. Hal ini menunjukkan keuntungan usaha yang diperoleh akan dapat menutupi biaya investasi setelah 7,27 bulan. Jika dilihat dari periode budidaya ikan kerapu macan yang berkisar kurang lebih sepuluh bulan, maka PP didapat sebelum masa panen ikan kerapu macan dilakukan. Hal ini disebabkan oleh keuntungan bersih yang didapatkan sangat besar jika dibandingkan biaya investasi. Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan bahwa secara nyata seluruh biaya investasi baru didapatkan setelah

satu periode budidaya walaupun secara perhitungan didapatkan PP sebelum masa pemanenan.

c. KJA 6 Kotak

Apabila SR turun menjadi 60 persen untuk KJA 6 kotak, banyaknya jumlah ikan yang dipanen 264 ekor. Total pemasukan yang didapatkan sebesar Rp 23.430.000. Nilai NPV yang didapat sebesar Rp 59.878.739. Nilai ini didapatkan dari nilai total inflow dikurangi nilai total outflow yang telah dikalikan nilai discount rate. Nilai inflow yang didapat sebesar Rp 101.942.536 dan nilai outflow sebesar Rp 42.063.797. Nilai NPV yang positif ini menunjukkan bahwa poyek ini layak untuk dilaksanakan karena memberikan tambahan manfaat dari nilai sekarang.

Nilai IRR sebesar 148,62 persen juga menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan karena nilainya lebih besar dari tingkat diskonto sebesar 5,25 persen. Nilai IRR ini juga menunjukkan bahwa usaha ini akan memberikan tingkat pengembalian modal yang ditanamkan sebesar 148,62 persen.

Net B/C yang didapat sebesar 2,42 yang berarti setiap pengeluaran usaha sebesar Rp 1 akan menghasilkan manfaat sebesar Rp 2,42. Nilai ini didapatkan dari nilai total inflow dibagi nilai total outflow yang telah dikalikan nilai discount rate. Nilai inflow yang didapat sebesar Rp 101.942.536 dan nilai outflow sebesar Rp 42.063.797. Nilai Net B/C ini menunjukkan usaha budidaya ikan kerapu macan ini layak untuk diusahakan.

Hasil perhitungan pada KJA 6 kotak didapatkan payback periode usaha ini selama 8,17 bulan. Hal ini menunjukkan keuntungan usaha yang diperoleh akan

dapat menutupi biaya investasi setelah 8,17 bulan. Jika dilihat dari periode budidaya ikan kerapu macan yang berkisar kurang lebih sepuluh bulan, maka PP didapat sebelum masa panen ikan kerapu macan dilakukan. Hal ini disebabkan oleh keuntungan bersih yang didapatkan sangat besar jika dibandingkan biaya investasi. Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan bahwa secara nyata seluruh biaya investasi baru didapatkan setelah satu periode budidaya walaupun secara perhitungan didapatkan PP sebelum masa pemanenan.

6.4.2 Kenaikan Harga Bibit Ikan Kerapu Macan 10 Persen

Dokumen terkait