BAB II LANDASAN TEORI
B. Penurunan Tinggi Fundus Uteri
a. Defenisi
Rahim atau uterus adalah organ reproduksi betina yang utama pada kebanyakan mamalia, termasuk manusia.Salah satu ujungnya adalah serviks, membuka ke dalam vagina, dan ujung satunya yang lebih luas, yang dianggap badan rahim, disambung di kedua pihak dengan tabung Fallopian.Rahim terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran di organisme yang berbeda.Pada manusia adalah berbentuk buah pir.Beberapa organisme seperti kelinci, kambing dan kuda mempunyai rahim bipartite atau "bertanduk".Campbell (2004:158) dalam bukunya “Biologi” Jilid ke tiga menyatakan, Uterus adalah organ tebal dan berotot yang dapat mengembang selama kehamilan untuk menampung fetus dengan bobot 4 kg.
Dari setiap pengertian di atas masing-masing mempunyai pengertian yang hampir sama. Masing-masing pengertian bisa saling melengkapi. Jadi bisa diartikan bahwa rahim atau uterus adalah salah
satu organ reproduksi dari betina yang dimiliki oleh mamalia terutama manusia sebagai tempat fetus atau janin saat berkembang yang bentuknya menyerupai buah pir, yang di dalamnya terdapat rongga dan berotot dan terhubung oleh saluran rahim atau serviks menuju vagina.
b. Anatomi dan Uterus
Besarnya Rahim berbeda-beda, bergantung pada usia dan pernah melahirkan anak atau beluum. ukurannya kira-kira sebesar telur ayam kampung. pada nulipara ukurannya 5,5-8 cm x 3,5-4 cm x 2-2,5 cm ; pada multipara 9-9,5 cm x 5,5-6 cm x 3-3,5 cm. beratnya 40-50 gram pada nulipara dan 60-70 gram pada multipara. korpus uteri yaitu bagian utama rahim, merupakan 2/3 dari rahim. pada kehamilan bagian ini berfungsi sebagai tempat utama bagi janin untuk hidup dan berkembang.
Rahim terletak di dalam panggul segera dorsal (dan biasanya agak rostral) ke kandung kemih dan ventral ke rektum.Di luar kehamilan, ukuran dalam manusia adalah beberapa sentimeter dengan diameter. Rahim adalah organ berbentuk buah pir otot yang dapat dibagi menjadi empat segmen anatomis: The fundus, corpus, leher rahim dan os internal. Sikap dan letak rahim dalam rongga panggul terfiksasi dengan baik karena disokong dan dipertahankan oleh : 1) tonus rahim sendiri
2) tekanan intra abdominal 3) otot-otot dasar panggul 4) ligament-ligament:
a) lig. kardinal kanan dan kiri (mackenrodt) b) lig. sakro uterine
c) lig. Rotundum d) lig. Latum
e) lig. infundibulopelvikum
Rahim ditempatkan di pelvis dan dorsal (dan biasanya agak kranial) ke kandung kemih dan ventral ke rektum.Rahim ditahan pada tempatnya oleh beberapa ligamen.Di luar kehamilan, ukuran garis tengahnya adalah beberapa sentimeter.Rahim kebanyakan terdiri dari otot.Lapisan permanen jaringan itu yang paling dalam disebut endometrium.Pada kebanyakan mamalia, termasuk manusia, endometrium membuat lapisan pada waktu-waktu tertentu yang, jika tak ada kehamilan terjadi, dilepaskan atau menyerap kembali.(wikipedia.org, 2009)
c. Letak Uterus
Dari luar ke dalam, jalan menuju rahim adalah sebagai berikut: 1) Kemaluan wanita
2) Vagina
3) Serviks uteri - "leher rahim" a) Eksternal lubang rahim b) Kanal serviks
c) Internal lubang rahim d) corpus uteri - "Badan rahim"
e) Rongga tubuh rahim f) Fundus
Letak rahim dalam keadaan fisiologis adalah anterofleksi. letak-letak lainnya adalah antefleksi (tengadah kedepan), retrofleksi (tengadah ke belakang), anteversi (terdorong kedepan), retroversi (terdorong kebelakang). suplai darah rahim dialiri oleh a. uterina yang berasal dari a iliaka interna (a.hipogastrika) dan a. ovarika.
d. Lapisan Uterus
Lapisan, dari terdalam hingga terluar, pada dinding rahim adalah sebagai berikut:
1) Endometrium: Lapisan rongga rahim disebut "endometrium". Lapisan dalam rahim tempat menempelnya sel telur yang sudah dibuahi. lapisan ini terdiri dari lapisan kelenjar yang berisi pembuluh darah. Setelah menstruasi, permukaan dalam uterus menjadi lebih tebal karena hormone estrogen.Merupakan lapisan terdalam yang kaya akan sel darah merah. Kemudian terjadi ovulasi diikuti dengan keluarnya cairan karena pengaruh hormone progesteron. Bila tidak terjadi pembuahan maka lapisan tadi bersama sel telur akan terlepas (meluruh) dan keluar melalui vagina dan biasa disebut dengan menstruasi. Ini terdiri dari endometrium fungsional dan endometrium basal dari yang terdahulu lahir.Kerusakan hasil endometrium basal dalam pembentukan adhesi dan / atau fibrosis (sindrom Asherman).Pada
kebanyakan mamalia, termasuk manusia, endometrium membangun lapisan berkala yang ditumpahkan atau diserap kembali jika kehamilan tidak terjadi.Penumpahan lapisan endometrium fungsional pada manusia bertanggung jawab untuk perdarahan haid (bahasa sehari-hari dikenal sebagai "periode" seorang wanita) sepanjang tahun subur seorang perempuan dan untuk beberapa waktu di luar. Pada mamalia lain mungkin ada siklus ditetapkan sebagai luas terpisah seperti enam bulan atau sesering beberapa hari.
2) Miometrium: Rahim kebanyakan terdiri dari otot polos, yang dikenal sebagai "miometrium." Lapisan paling dalam miometrium dikenal sebagai zona junctional, yang menjadi tebal dalam adenomiosis. Lapisan myometrium merupakan lapisan yang berfungsi mendorong bayi keluar pada proses persalinan (kontraksi).
3) Perimetrium yaitu lapisanyang terluar yang berfungsi sebagai pelindung uterus. Miometrium yaitu lapisan yang kaya akan sel otot dan berfungsi untuk kontraksi dan relaksasi uterus dengan melebar dan kembali ke bentuk semula setiap bulannya.
2. Involusi Masa Nifas a. Definisi
Masa nifas (postpartum / puerperium) berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata “puer” yang artinya bayi dan “parious” yang berarti melahirkan. Masa nifas merupakan masa dimulai setelah plasenta dan berakhir ketika alat kandung kembali seperti semula sebelum hamil, yang berlangsung selama 6 – 8 minggu atau dalam agama islam disebut 40 hari (Mochtar R, 1998).Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6 minggu setelah melahirkan (Pusdiknakes, 2003)
Pada masa nifas ini terjadi proses involusi yaitu Involusi uteri adalah mengecilnya kembali rahim setelah persalinan kembali ke bentuk asal (Ramali, 2003). Involusi uteri adalah perubahan retrogreaf pada uterus yang menyebabkan berkurangnya ukuran uterus, involusi puerperium dibatasi pada uterus dan apa yang terjadi pada organ dan struktur lain hanya dianggap sebagai perubahan puerperium.
b. Periode Masa Nifas
1) Periode Immediate Postpartum : Masa segera setelah plasenta lahir sampai dengan 24 jam. Pada masa ini sering terdapat banyak masalah seperti perdarahan.
2) Periode Early Postpartum (24 jam – 1 minggu) : Masa dimana involsi uterus harus dipastikan dalam keadaan normal, tidak ada pendarahan, lokea tidak berbau busuk, tidak demam, ibu cukup
mendapatkan makanan dan cairan, serta ibu dapat menyusui dengan baik.
3) Periode Latei Postpartum (1 – 5 minggu) : Masa dimana perawatan dan pemeriksaan kondisi sehari-hari, serta konseling KB.
c. Jenis-Jenis Masa Nifas
1) Peurperium Dini : kepulihan dimana ibu telaah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan
2) Peurperium Intermedial : kepulihan menyeluruh alat-alat genitalis yang lamanya 6-8 minggu
3) Remote Peurperium : waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi.
d. InvolusiUterus
Involusiuterus atau pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil. Proses involusi uterus adalah sebagai berikut:
1) Iskemia Miometrium – Hal ini disebabkan oleh kontraksi dan
retraksi yang terus menerus dari uterus setelah pengeluaranplasenta sehingga membuat uterus menjadi relatif anemi dan menyebabkan serat ototatrofi.
2) Atrofi jaringan – Atrofi jaringan terjadi sebagai reaksi penghentian
3) Autolysis – Merupakan proses penghancuran diri sendiri yang
terjadi di dalam ototuterus. Enzim proteolitik akan memendekkan jaringan otot yang telah mengendur hingga panjangnya 10 kali panjang sebelum hamil dan lebarnya 5 kali lebar sebelum hamil yang terjadi selama kehamilan. Hal ini disebabkan karena penurunan hormonestrogen dan progesteron.
4) Efek Oksitosin – Oksitosin menyebabkan terjadinya kontraksi dan
retraksiototuterus sehingga akan menekan pembuluh darah yang mengakibatkan berkurangnya suplai darah ke uterus. Proses ini membantu untuk mengurangi situs atau tempat implantasiplasenta serta mengurangi perdarahan.
Tabel 2.1 Involusi Uterus
Involusi Tinggi Fundus Uteri Berat Uterus
Bayi lahir 1 minggu 2 minggu 6 minggu 8 minggu
Setinggi pusat / 1-2 jari bawah pusat Pertengahan pusat-simfisis
Tidak teraba diatas simpisis Normal
Normal tapi sebelum hamil
1.000 gram 750 gram 500 gram 50 gram 30 gram
Sumber :Sitti Saleha, 2009
Tinggi Fundus Uteri Pada Masa Nifas
e. Involusi Plasenta
Uterus pada bekas implantasiplasenta merupakan luka yang kasar dan menonjol ke dalam kavum uteri. Segera setelah plasenta lahir, dengan cepat luka mengecil, pada akhir minggu ke-2 hanya sebesar 3-4 cm dan pada akhir nifas 1-2 cm. Penyembuhan luka bekas plasenta khas sekali. Pada permulaan nifas bekas plasenta mengandung banyak pembuluh darah besar yang tersumbat oleh thrombus.Luka bekas plasenta tidak meninggalkan parut.Hal ini disebabkan karena diikuti pertumbuhanendometrium baru di bawah permukaan luka.Regenerasi endometrium terjadi di tempat implantasiplasenta selama sekitar 6 minggu.Pertumbuhan kelenjar endometrium ini berlangsung di dalam decidua basalis.Pertumbuhan kelenjar ini mengikis pembuluh darah yang membeku pada tempat implantasiplasenta hingga terkelupas dan tak dipakai lagi pada pembuangan lokia.
Lochea adalah cairan sekret yang berasal dari cavum uteri dan vagina selama masa nifas.
Adapun jenis-jenis lochea yaitu, sbb : 1) Lochia rubra
Berisi darah segar dan sisa – sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, verniks kaseosa, lanugo, dam mekonium, selama 2 hari post partum.
2) Lochia Sanguilenta
Berwarna kuning berisi darah dan lendir, hari 3 – 7 post partum. 3) Lochia serosa
Berwarna kuning cairan tidak berdarah lagi, pada hari ke 7 – 14 post partum.
4) Lochia alba
Cairan putih, yang muncul setelah 2 minggu masa nifas. 5) Lochia purulenta
Telah terjadi infeksi, yang mana keluar cairan seperti nanah berbau busuk.
6) Lochiastasis
Yaitu lochea yang keluarnya tidak lancar.
3. Penurunan Tinggi Fundus a. Definisi
Uterus mulai mengecil segera setelah plasenta lahir. Uterus biasanya berada pada 1-2 jari di bawah pusat. Pada 24 jam pertama,
uterus mungkin membesar sampai mencapai pusat. Setelah itu, uterus akan mengecil dan mengencang. Pada akhir minggu kedua setelah persalinan ukurannya telah kembali ke keadaan sebelum hamil. Ibu yang telah mempunyai anak biasanya uterusnya sedikit lebih besar dari pada ibu yang belum mempunyai anak (Depkes, 2000).
Penurunan tinggi fundus uteri (TFU) (Involution) adalah degenerasi progresif yang terjadi secara alamiah sesuai usia, berakibat pada penciutan organ atau jaringan (Kumala, 2003).Alat-alat genetalia interna dan eksterna akan berangsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil, yang disebut penurunan tinggi fundus uteri (TFU)(Kapita Selekta, 2000).
b. Beberapa Faktor Kondisi Yang Menghambat Penurunan Tinggi Fundus Uteri (TFU)
a. Kehamilan multiple b. Hidramnion
c. Kelelahan akibat persalinan yang panjang dan kesulitan melahirkan d. Multipara atau efek fisiologis akibat kelebihan analgesic
e. Ada bagian plasenta atau membran yang tertahan f. Kandung kemih penuh