tahun 2015 berupa permasalahan dan tindak lanjut; dan saran.
8
BAB II PERENCANAAN KINERJA
Sesuai dengan dinamika organisasi yang berkembang pada saat ini, BPOL melakukan upaya perbaikan pengelolaan kinerja organisasi, yaitu berupa penggunaan metode/pendekatan dan strategi balanced scorecard (BSC), hal ini dilakukan untuk menggapai efektifitas organisasi dengan penekanan pada 4 (empat) perspektif yang saling berimbang dan di cascading (diturunkan) sampai level staf/individu (pegawai). Berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) menetapkan bahwa Rencana Strategis (Renstra) Kementerian/Lembaga memuat: visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja-KL) disusun dengan berpedoman pada Rencana Strategis Kementerian/Lembaga (Renstra-KL) dan mengacu pada prioritas pembangunan nasional, pagu indikatif serta memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan dorongan partisipasi masyarakat.
Menggunakan metode/pendekatan dan strategi BSC maka dilakukan restrukturisasi SAKIP yang dimulai dari level Renstra-KL sampai level monitoring, yaitu:
1. Renstra 2015 – 2019 yang memuat visi, misi, tujuan, 9 sasaran strategis (SS) dan 19 IKU pembangunan kelautan dan perikanan
2. Penyesuaian Penetapan Kinerja (Tapja) Tahun 2015, sebagai perjanjian kinerja antara Balitbang KP dengan Eselon II dan Eselon III;
3. Sistem monitoring capaian kinerja kementerian termasuk di dalamnya sistem pengumpulan data kinerja berbasis internet;
4. Cascading indikator kinerja sampai level individu/staf; 5. Sistem penilaian kinerja individu/pegawai (SIPKINDU); dan
6. Menteri KP sudah mengusulkan melalui surat ke Bappenas dan Kemenkeu untuk penyelarasan target program dan kegiatan pada dokumen RKA-KL sesuai BSC.
2.1 VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN
Dalam melaksanakan penelitian dan observasi laut BPOL mempunyai Visi Menjadi pusat unggulan dalam kegiatan penelitian dan observasi sumberdaya laut. Sehingga untuk menjawab Visi dijabarkan dalam bentuk Misi antara lain menciptakan sumberdaya penelitian dan observasi laut yang handal dan mandiri; menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi observasi laut yang didukung oleh sistem data dan informasi yang handal; meningkatkan pemanfaatan hasil penelitian dan observasi laut untuk mendukung misi KKP dalam mensejahterakan masyarakat kelautan dan perikanan. Upaya menjawab Misi disusun
Tujuan pencapaian misi antara lain mewujudkan kapasitas dan kompetensi sumberdaya
9 responsif; meningkatkan keakuratan dan pemanfaatan Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) untuk mendukung rencana strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan; memanfaatkan IPTEK secara optimal dan tepat guna dalam penelitian dan observasi di bidang sumberdaya laut, terutama dalam rangka mewujudkan sistem observasi kelautan terpadu dan mendukung implementasi Indonesia Global Ocean Observing System (InaGOOS); melakukan kegiatan penelitian dan observasi di bidang sumberdaya laut terkait dengan isu perubahan iklim dan pemanasan global; memperluas jejaring kerjasama nasional dan internasional dalam penelitian dan observasi di bidang sumberdaya laut. Berdasarkan tujuan maka disusun Sasaran-sasaran kegiatan antara lain tersedianya SDM yang handal dan profesional serta fasilitas penelitian dan observasi yang memadai dan didukung oleh sistem manajemen yang efisien dan akuntabel dalam menghasilkan IPTEK yang bermanfaat bagi pembangunan kelautan dan perikanan di Indonesia;tersedianya PPDPI yang akurat untuk seluruh wilayah perairan Indonesia melalui proses otomatisasi dan dapat mendukung rencana strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan; terkuasainya IPTEK observasi di bidang kelautan untuk mewujudkan system observasi laut terpadu yang mendukung implementasi InaGOOS; tersedianya data dan informasi kelautan yang lengkap untuk memahami fenomena perubahan iklim dan pemanasan global serta dampaknya pada karakteristik dan dinamika perairan di Indonesia; termanfaatkannya hasil penelitian dan observasi di bidang sumberdaya laut yang dilakukan BPOL untuk mendukung pembangunan kelautan dan perikanan di Indonesia; terlibatnya BPOL secara aktif dalam jejaring kerjasama nasional dan internasional di bidang sumberdaya laut.
2.2 RENCANA STRATEGIS BPOL
Peta strategi merupakan suatu dashboard (panel instrument) yang memetakan SS ke dalam suatu kerangka hubungan sebab akibat yang menggambarkan keseluruhan perjalanan strategi BPOL. Peta strategi memudahkan BPOL untuk mengkomunikasikan keseluruhan strateginya kepada seluruh pejabat/ pegawai dalam rangka pemahaman demi suksesnya pencapaian visi, misi, dan tujuan BPOL. Peta strategi BPOL tahun 2015 yang disepakati antara Kepala BPOL dengan Kepala P3TKP ditunjukkan dalam Gambar 6 berikut:
10 Strategi untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran adalah sebagai berikut:
1. Strategi untuk mencapai sasaran 1: Menigkatnya pengelolaan SDKP yang berkelanjutan;
a. Meningkatkan kemampuan peneliti dan pejabat fungsional lainnya melalui bimbingan teknis, pendidikan dan pelatihan;
b. Meningkatkan efektifitas pemanfaatan sarana dan prasarana yang tersedia; c. Pembuatan bengkel dan sarana kerja lainnya yang menunjang kegiatan
penelitian dan observasi laut;
d. Meningkatkan manajemen penelitian dan observasi laut;
e. Meningkatkan kualitas, jumlah dan capaian hasil kegiatan penelitian dan observasi laut sesuai dengan kebutuhan pengguna (user);
f. Meningkatkan kualitas dokumen perencanaan kegiatan penelitian dan observasi laut;
g. Meningkatkan tatalaksana penganggaran dengan menerapkan system penganggaran berbasis kinerja.
2. Strategi untuk mencapai sasaran 2 : Meningkatnya hasil penyelenggaraan litbang dan layanan pengkajian dan perekayasaan teknologi KP yang mendukung daya saing produksi dan pemanfaatan SDKP;
a. Penyusunan ontology (Lingkungan dan Habitat ikan); b. Penyusunan system otomatisasi PPDPI Nasional;
c. Meningkatkan kualitas dan kuantitas data tangkapan (Respon Balik Nelayan); d. Peningkatan system akurasi PPDPI.
3. Strategi untuk mencapai sasaran 3: Tersedianya rekomendasi dan masukan kebijakan pembangunan hasil pengkajian dan perekayasaan teknologi KP yang implementatif berdasar data dan informasi ilmiah;
a. Penguasaan Teknologi Observasi Kelautan dan Perikanan melalui aplikasi teknologi penginderaan jauh;
b. Penguasaan Teknologi Observasi Kelautan dan Perikanan menggunakan pendekatan pemodelan;
c. Melakukan pemantauan dan pengumpulan data kondisi lingkungan perairan laut terkait perubahan iklim.
4. Strategi untuk mencapai sasaran 4: Terwujudnya peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya Litbang dan Layanan IPTEK Teknologi KP;
a. Penguasaan alat dan instrumentasi untuk akuisisi dan pemrosesan data oseanografi;
b. Penguasaan metode dalam pemrosesan data oseanografi.
5. Strategi untuk mencapai sasaran 5: Terselenggaranya Pengendalian Perekayasaan dan Pengkajian Tekologi KP;
11 a. Meningkatkan diseminasi hasil penelitian dan observasi melalui kegiatan pameran, seminar dan penerbitan media diseminasi (jurnal, bunga rampai, proseding, leaflet dan brosur), perpustakaan online, situs BPOL dan multimedia
centre;
b. Mendokumentasikan seluruh kegiatan penelitian dan observasi dengan menyusun database hasil litbang.
6. Strategi untuk mencapai sasaran 6 : Tersedianya ASN IPTEK Teknologi KP;
a. Meningkatkan kegiatan kerjasama nasional dalam bidang penelitian dan observasi laut;
b. Meningkatkan kegiatan kerjasama internasional dalam bidang penelitian dan observasi laut.
7. Strategi untuk mencapai sasaran 7 : Tersedianya informasi yang valid, handal dan mudah diakses;
a. Meningkatkan system pengendalian mutu dan peningkatan mutu layanan; b. Meningkatkan aksesibilitas informasi.
8. Strategi untuk mencapai sasaran 8 : Terwujudnya Reformasi Birokrasi;
a. Penerapan program Reformasi Birokrasi secara menyeluruh di BPOL.
9. Strategi untuk mencapai sasaran 9 : Terkelolanya anggaran pembangunan secara efisien;
a. Menyelenggarakan pemantauan pelaksanaan dan pengelolaan anggaran bulanan di BPOL;
b. Melaksanakan pengelolaan anggaran yang professional di BPOL.
2.3 RENCANA KINERJA DAN ANGGARAN TA 2015
Pada Tahun Anggaran 2015 BPOL mempunyai rencana kerja dan anggara yang tertuang dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), adapun output kegiatan terdiri dari:
1. 2 paket data dan/atau informasi fenomena alam laut dan perubahan iklim 2. 3 paket data dan informasi teknologi kelautan dan perikanan serta hasil
observasi laut
3. 2 dokumen perencanaan dan penatalaksanaan pengkajian dan perekayasaan teknologi kelautan dan perikanan
4. 1 dokumen pengendalian dan pelaporan pengkajian dan perekayasaan teknologi kelautan dan perikanan
5. 1 dokumen penatausahaan keuangan, BMN dan rumah tangga pengkajian dan perekayasaan teknologi kelautan dan perikanan
6. 1 dokumen pengembangan SDM dan penataan organisasi pengkajian dan perekaysaan teknologi kelautan dan perikanan
7. 8 dokumen layanan litbang dan hasil iptek pengkajian dan perekayasaan teknologi kelautan dan perikanan
8. 12 bulan layanan perkantoran
12 10. 38 unit peralatan dan fasilitas perkantoran
11. 702 m2
gedung/bangunan
Anggaran yang dikelolah untuk 11 output kegiatan antara lain:
1. Rp 4.163.985.000,- kegiatan fenomena alam laut dan perubahan iklim
2. Rp 835.889.000,- kegiatan teknologi kelautan dan perikanan serta hasil observasi laut
3. Rp 364.453.000,- kegiatan perencanaan dan penatalaksanaan pengkajian dan perekayasaan teknologi kelautan dan perikanan
4. Rp 141.660.000,- kegiatan pengendalian dan pelaporan pengkajian dan perekayasaan teknologi kelautan dan perikanan
5. Rp 341.270.000,- kegiatan penatausahaan keuangan, BMN dan rumah tangga pengkajian dan perekayasaan teknologi kelautan dan perikanan
6. Rp 362.430.000,- kegiatan pengembangan SDM dan penataan organisasi pengkajian dan perekaysaan teknologi kelautan dan perikanan
7. Rp 1.327.124.000,- kegiatan layanan litbang dan hasil iptek pengkajian dan perekayasaan teknologi kelautan dan perikanan
8. Rp 7.017.000.000,- kegiatan layanan perkantoran
9. Rp 423.051.000,- kegiatan pengadaan perangkat pengolah data dan informasi 10. Rp 202.675.000,- kegiatan pengadaan peralatan dan fasilitas perkantoran 11. Rp 10.374.274.000,- kegiatan pengadaan gedung/bangunan
Sehingga total anggaran pada DIPA 2015 Rp. 25.553.811.000,- untuk menghasilkan 11 output kegiatan di BPOL.
2.4 PENETAPAN KINERJA TA 2015
Pada tahun 2015 BPOL telah menetapkan target kinerja program dan kegiatan dalam dokumen Penetapan Kinerja (Tapja) Tahun 2015 yang disusun secara berjenjang. Dokumen tersebut telah ditandatangani oleh pejabat Eselon III (yaitu Kepala Balai) dengan pejabat Eselon I I (yaitu Kepala Pusat), dan pejabat Eselon II (Kepala Pusat) dengan Eselon I (Kepala Balitbang KP). Penetapan Kinerja BPOL Tahun 2015 dengan mengunakan metode/pendekatan dan strategi balanced scorecard (BSC) adalah:
Tabel 2. Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama BPOL Tahun 2015
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET 2015
CUSTOMER PERSPECTIVE 1 Meningkatnya pengelolaan
SDKP yang berkelanjutan 1
Jumlah WPP yang terpetakan potensi SDKP untuk pengembangan ekonomi maritim dan kelautan yang berkelanjutan
1
2 Meningkatnya hasil
penyelenggaraan litbang dan layanan Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi KP yang mendukung daya saing produksi dan pemanfaatan SDKP
2 Jumlah instansi yang menerima dan
mendistribusikan PPDPI kepada pengguna 3 3 Jumlah instansi yang mengaplikasikan
bioreeftek 1
4 Jumlah instansi yang menggunakan prediksi
parameter oseanografi 3
5 Jumlah penguna jasa layanan Laboratorium
13
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET 2015
INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE 3 Tersedianya rekomendasi dan
masukan kebijakan
pembangunan hasil pengkajian dan perekayasaan teknologi KP yang implementatif berdasar data dan informasi ilmiah
6 Jumlah data dan/ atau informasi fenomena
alam laut dan perubahan iklim 2
7
Jumlah Data dan/atau Informasi Teknologi Kelautan dan Perikanan, Hasil Observasi Laut dan Pengawasan Laut, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
3
8 Karya Tulis Ilmiah Bidang Pengkajian dan
Perekayasaan Teknologi KP 15
4 Terwujudnya peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya Litbang dan Layanan Iptek Teknologi KP
9
Proporsi pegawai fungsional lingkup BPOL dibandingkan total pegawai lingkup BPOL (%)
58
10
Jumlah sarana dan prasarana, serta kelembagaan Teknologi Kelautan dan Perikanan yang memadai
1
11
Jumlah jejaring dan kerjasama Teknologi Kelautan dan Perikanan yang terbentuk (buah)
3
5 Terselenggaranya Pengendalian Perekayasaan dan Pengkajian
Tekologi KP 12
Proporsi kegiatan penelitian terapan dan pengembangan eksperimental
dibandingkan total kegiatan Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi KP (minimal)
80%
LEARN AND GROWTH PERSPECTIVE 6 Tersedianya ASN Iptek
Teknologi KP 13 Jumlah SDM BPOL yang dikembangkan
kompetensinya 25
7 Tersedianya informasi yang valid, handal dan mudah diakses
14 Indeks pemanfaatan informasi KP (%) 75%
8 Terwujudnya Reformasi Birokrasi
15 Indeks RB BPOL A
16 Nilai/Skor SAKIP BPOL A
17 Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap
BPOL 70.10
18 Nilai/skor BPOL berstatus Wilayah Bebas
Korupsi (WBK) >80
9 Terkelolanya anggaran
pembangunan secara efisien 19 Nilai efisisensi anggaran (%) 90%
Penetapan Kinerja/Perjanjian Kinerja BPOL tahun 2015 merupakan bentuk komitmen yang disepakati oleh Balai Penelitian dan Observasi Laut dengan Kepala Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan. Perjanjian Kinerja BPOL Tahun 2015 ini memuat sasaran, indikator kinerja utama (IKU) dan target. Indikator Kinerja Utama (IKU) tersebut merupakan salah satu peningkatan dukungan terhadap kegiatan penelitian dan observasi laut tahun 2015 yang dianggarakan dalam DIPA sebesar Rp. 23.469.161.000,-.
14
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
Manajemen kinerja adalah suatu proses strategis dan terpadu dalam mengelola seluruh kegiatan organisasi tentang apa yang ingin dicapai, apa ukuran pencapaiannya dan bagaimana cara mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Perencanaan stratejik dan pengukuran kinerja serta evaluasinya merupakan rangkaian sistem akuntabilitas kinerja yang penting. Pengukuran kinerja adalah proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, sasaran, dan tujuan yang telah ditetapkan, dalam mewujudkan visi dan misi BPOL.
Sejak T ahun 2014, manajemen kinerja KKP telah menerapkan pendekatan BSC. Melalui pendekatan metode ini diharapkan akuntabilitas kinerja dapat terjaga dan dapat kejelasan tentang uraian tugas pada masing-masing bagian. Proses penghitungan kinerja menggunakan Manual IKU yang telah disusun sebelumnya, serta menilai capaian kinerja dari kegiatan-kegiatan yang mendukung pencapaian kinerja program. Koordinasi proses penghitungan dilakukan oleh para pengelola kinerja setiap sasaran strategis sesuai dengan tanggung jawabnya.
Langkah awal dalam menilai kinerja organisasi dengan pendekatan BSC dimulai dengan menyusun peta strategis yang memetakan setiap strategi untuk mencapai sasaran strategisnya. Peta strategi BPOL adalah sebagai berikut:
15
3.1 PENGUKURAN KINERJA
Sebelum melakukan pengukuran kinerja perlu adanya proses menurunkan (cascading ) dan
alignment indikator kinerja, dimana untuk memudahkan proses perhitungan pencapaian
kinerja dari bawahan ke atasan. Pengukuran kinerja digunakan sebagai alat dasar untuk menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan program sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi BPOL. Pengukuran kinerja yang dimaksud merupakan hasil dari suatu penilaian yang didasarkan pada Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah diidentifikasi agar sasaran dan tujuan strategis pada peta strategi yang dituangkan pada penetapan kinerja BPOL tahun 2015 yang dapat tercapai.
Capaian indikator kinerja utama (IKU) BPOL tahun 2015 pada stakeholders perspective,
customer perspective, internal process perspective dan learn & growth perspective
mengalami perubahan dan penyesuaian yang mengacu pada Balanced Scorecard (BSC). Berdasarkan penetapan target pada setiap indikator kinerja tersebut, berikut adalah pencapaian Sasaran Strategis (SS) BPOL TA 2015 :
Tabel 3. Capaian IKU BPOL Triwulan III TA 2015
SASARAN
STRATEGIS URAIAN IKU
CASCADING IKU
KLASIFIKASI VALIDASI FREKUENSI PERHITUNGAN SATUAN
Meningkatnya pengelolaan SDKP yang berkelanjutan
IK1
Jumlah WPP yang terpetakan potensi SDKP untuk pengembangan ekonomi maritim dan kelautan yang berkelanjutan
Maximize Lag
outcome Tahun Kontribusi WPP
Meningkatnya hasil penyelenggaraan litbang dan layanan pengkajian dan perekayasaan teknologi KP yang mendukung daya saing dan pemanfaatan SDKP
IK2
Jumlah instansi yang menerima dan mendistribusikan PPDPI kepada pengguna
Maximize Lead
process Tahun KPI sendiri Instansi
IK3 Jumlah instansi yang
mengaplikasikan bioreeftek Maximize
Lead
process Tahun KPI sendiri Instansi IK4
Jumlah instansi yang menggunakan prediksi parameter oseanografi
Maximize Lead
process Tahun KPI sendiri Instansi
IK5
Jumlah penguna jasa layanan
Laboratorium Kualitas Perairan Maximize Lead
process Tahun KPI sendiri Instansi Tersedianya rekomendasi dan masukan kebiajakan hasil pengkajian dan perekayasaan teknologi KP yang implementatif berdasar data dan informasi ilmiah IK6
Jumlah data dan/atau informasi feneomena alam laut dan perubahan iklim
Maximize Lead
process Tahun Kontribusi Paket
IK7
Jumlah Data dan/atau Informasi Teknologi Kelautan dan Perikanan, Hasil Observasi Laut dan Pengawasan Laut, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
Maximize Lead
process Tahun Kontribusi Paket
IK8
Karya Tulis Ilmiah Bidang Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi KP
Maximize Lead
process Semester Dipersempit KTI
Terwujudnya peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya litbang dan layanan iptek teknologi KP IK9
Proporsi pegawai fungsional lingkup BPOL dibandingkan total pegawai lingkup BPOL (%)
Maximize Lead
input Triwulan Rata-rata %
IK10
Jumlah sarana dan prasarana, serta kelembagaan Teknologi Kelautan dan Perikanan yang memadai
Maximize Lead
process Tahun Kontribusi Paket
IK11
Jumlah jejaring dan kerjasama Teknologi Kelautan dan Perikanan yang terbentuk (buah)
Maximize Lag
16
SASARAN
STRATEGIS URAIAN IKU
CASCADING IKU
KLASIFIKASI VALIDASI FREKUENSI PERHITUNGAN SATUAN
Terselenggaranya pengendalian perekayasaan dan pengkajian teknologi KP IK12
Proporsi kegiatan penelitian terapan dan pengembangan eksperimental dibandingkan total kegiatan Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi KP (minimal)
Maximize Lead
process Semester Dipersempit %
Tersedianya ASN iptek teknologi KP
IK13 Jumlah SDM BPOL yang
dikembangkan kompetensinya Maximize
Lead process Semester Dipersempit *dicascading hingga pegawai Orang Tersedianya informasi yang valid, handal dan mudah diakses
IK14 Indeks pemanfaatan informasi
KP (%) Maximize
Lead
process Semester Kontribusi %
Terwujudnya reformasi birokrasi
IK15 Indeks RB BPOL Maximize Lag
output Semester Dipersempit Nilai IK16 Nilai/Skor SAKIP BPOL Maximize Lag
output Tahun Sama persis Nilai IK17 Indeks Kepuasan Masyarakat
Terhadap BPOL Maximize
Lag
output Tahun Sama persis Nilai IK18 Nilai/skor BPOL berstatus
Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Maximize
Lead
process Tahun Kontribusi Nilai Terkelolanya
anggaran pembangunan secara efisien
IK19 Nilai efisisensi anggaran (%) Maximize Lead
process Bulan/triwulan Dipersempit %
Pengukuran kinerja digunakan sebagai alat dasar untuk menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan program sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi BPOL. Pengukuran kinerja dimaksud merupakan hasil daru suatu penilaian yang didasarkan pada indikator kinerja utama (IKU) yang telah diidentifikasi agar sasaran dan tujuan strategis pada peta strategis yang dituangkan pada Penetapan Kinerja BPOL tahun 2015 dapat tercapai.
3.2 CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Dalam implementasi pengukuran kinerja BPOL tahun 2015 menggunakan aplikasi ki erjaku.kkp.go.id di a a pe gukura ya ha ya e cakup Nilai Pe capaia “asara Strategis (NPSS). NPSS adalah nilai yang menunjukan konsolidasi dari seluruh IKU di dalam satu Sasaran Strategis (SS). Status capaian SS yang ditunjukan dengan warna merah/kuning/hijau (buruk/sedang/baik) ditentukan oleh NPSS. Untuk menghitung NPSS perlu diperhatikan bobot masing-masing IKU terhadap SS tersebut dengan indeks toleransi 0%. Sistem pembobotan yang digunakan didasarkan atas tingkat validitas IKU seperti Tabel berikut :
Tabel 4. Bobot IKU terhadap SS
No Validitas IKU Bobot 1 Lead input 0,1 2 Lead proses 0,2 3 Lag output 0,3 4 Lag outcome 0,4
17 Status capaian NPSS ditentukan oleh nilai indeks sebagai berikut:
Tabel 5. Status capaian NPSS
Baik Sedang Buruk
Indeks Capaian >100 % Indeks Capaian = 100% Indeks Capaian <100 %
Untuk melakukan pengukuran kinerja dilakukan dengan cara menentukan dan mensepakati standar status kinerja untuk NSS, NKP, dan NPSS.
Tabel 6. Standar Status Kinerja untuk NSS, NKP, dan NPSS
KLASIFIKASI STATUS
NSS/NKP/NPSS
MAXIMIZE MINIMIZE STABILIZE
X<100% X>90% X>90% atau X<90% Buruk
X=100% X=90% - Sedang
X 100% X 90% X=90% Baik
Dalam melakukan pengukuran kinerja harus menentukan klasifikasi target indikator kinerja diantaranya adalah :
a. Maximixe adalah semakin tinggi pencapaian dari target maka kinerja semakin baik; b. Minimize adalah semakin rendah pencapaian dari target maka kinerja semakin baik; c. Stabilize adalah semakin stabil (tidak naik dan tidak turun) pencapaian dari target maka
kinerja semakin baik.
Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) BPOL tahun 2015 pada Customer Perspective,
Internal Process Perspective dan Learn & Growth Perspective mengacu pada Balanced Score Card (BSC). Berdasarkan penetapan target pada setiap indikator kinerja tersebut,
sebagian besar telah berhasil tercapai. pencapaian Sasaran Strategis (SS) dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2015 yang mengacu Balanced Score Card (BSC). Capaian kinerja masing-masing perspektif BPOL Triwulan III tahun 2015 adalah sebagai berikut:
a. Perspektif pelanggan (customer perspective) dengan bobot 40%, capaian kinerja sebesar 347%.
b. Perspektif internal (internal process perspective) dengan bobot 30%, capaian kinerja sebesar 39%.
c. Perspektif learn and growth (learn and growth perspective) dengan bobot 30%, capaian kinerja sebesar 76%.
18
Tabel 7. Capaian Kinerja Sasaran Strategis BPOL Triwulan III TA 2015
No Perspektif Bobot Perspektif Kode SS SS NSS BOBOT NSS NSS x Bobot STATUS NKP NPSS STATUS NPSS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 Customer 40% 1 Meningkatnya pengelolaan SDKP yang berekelanjutan 100% 50% 50% 173% 2 Meningkatnya hasil penyelenggaraan litbang dan layanan pengkajian dan perekayasaan teknologi KP yang mendukung daya saing produksi dan pemanfaatan SDKP
593% 50% 297%
Total per perspektif 100% 347%
2 Internal Process
30% 3
Tersedianya rekomendasi dan masukan kebijakan
pembangunan hasil pengkajian dan perekayasaan teknologi KP yang implementatif berdasar data dan informasi ilmiah
0% 33% 0%
4
Terwujudnya peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya Litbang dan Layanan Iptek Teknologi KP
17% 33% 6%
5
Terselenggaranya Pengendalian Perekayasaan dan Pengkajian Tekologi KP
100% 33% 33%
Total per perspektif 100% 39%
3
Learning and growth
30%
6 Tersedianya ASN Iptek
Teknologi KP 205% 25% 51%
7 Tersedianya informasi yang
valid, handal dan mudah diakses 69% 25% 17% 8 Terwujudnya Reformasi
Birokrasi 31% 25% 8% 9 Terkelolanya anggaran
pembangunan secara efisien 0% 25% 0%
Total per perspektif 100% 76%
3.2.1 CUSTOMER PERSPECTIVE
Capaian kinerja BPOL pada perspektif pelanggan (customer perspective) di Triwulan III TA 2015 berasal dari 2 sasaran strategis yaitu :
SASARAN STRATEGIS 1 : Meningkatnya pengelolaan SDKP yang berkelanjutan
Sasaran strategis meningkatnya pengelolaan SDKP yang berkelanjutan Triwulan III TA 2015 terdiri 1 (satu) indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran strategis tersbut yaitu jumlah WPP yang terpetakan potensi SDKP untuk pengembangan ekonomi maritim dan kelautan yang berkelanjutan.
IKU 1 : Jumlah WPP yang terpetakan potensi SDKP untuk pengembangan ekonomi maritim dan kelautan yang berkelanjutan (WPP)
Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yang ditetapkan sebagai fokus litbang untuk selanjutnya dihasilkan data informasi dan rekomendasi terpadu bagi pengembangan ekonomi wilayahnya; WPP terpilih yang menjadi sasaran Balitbang KP dengan strategi optimasi pemanfaat sumberdaya KP. Tujuan dari IKU ini adalah sebagai bentuk kontribusi hasil litbang KP dalam pembangunan ekonomi maritime Indonesia dan memberikan dukungan strategis pada tujuan kinerja Balitbang KP dan KKP. Teknik menghitungnya yaitu
19 jumlah WPP yang ditetapkan dan sifatnya terintegrasi antar kelompok peneliti. IKU ini menggunakan klasifikasi maximize dimana capaian yang diharapkan adalah melebihi target yang ditetapkan. Adapun capaian IKU ini adalah sebagai berikut:
Tabel 8. Capaian Jumlah WPP yang Terpetakan Potensi SDKP untuk Pengembangan Ekonomi
Maritim dan Kelautan yang Berkelanjutan (WPP)
IKU Target Tahunan Target TW 3 Realisasi Tahunan Realisasi TW 3 Nilai Sasaran Strategis / NSS