Selama tahun 2021, BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Tengah berhasil melaksanakan seluruh kegiatan, serta memenuhi target yang telah ditetapkan. Berikut ringkasan pencapaian indikator kinerja dan kinerja keuangan.
Tahun 2021
Dari hasil evaluasi kinerja, beberapa hal yang perlu mendapat perhatian antara lain:
1. Kebijakan pelaksanaan anggaran,
2. peningkatan kompetensi SDM baik internal maupun eksternal sesuai bidang yang diampu,
3. peningkatan kualitas dukungan Teknologi Informasi internal untuk mendukung efektivitas kinerja ditengah situasi pandemi saat ini,
4. penguatan koordinasi internal agar terjadi keselarasan dan ketertiban dalam administrasi dan pelaksanaan program,
5. pelaksanaan kegiatan yang telah berbasis prosedural baku.
Untuk meningkatkan kinerja organisasi, beberapa fokus perbaikan yang akan dilakukan ke depan antara lain :
1. Keterlibatan aktif dari seluruh pegawai dalam penyusunan program kerja Balai.
2. Penguatan koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan dinas terkait sehubungan dengan penyuksesan program Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak.
3. Penguatan koordinasi dan kolaborasi dengan pihak terkait dalam meningkatkan mutu satuan pendidikan nonformal yang sesuai dengan Standar Nasional
Capaian Indikator Kinerja Kinerja keuangan Kemendikbud 2017
96,33%
Gambar 18 Ringkasan Capaian Indikator Kinerja Gambar 17 Ringkasan Capaian Kinerja Keuangan
Pendidikan, untuk menghasilkan data pokok pendidikan anak usia dini yang akurat, terbarukan dan berkelanjutan.
4. Peningkatan kompetensi dan intergritas sumber daya manusia internal serta kualitas sarana dan prasarana teknologi informasi yang dimiliki untuk mendukung daya saing di era digital.
LAMPIRAN
Revisi Perjanjian Kinerja Tahun 2021 Kepala BP PAUD dan Dikmas Provinsi
Sulawesi Tengah Dengan
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Dalam rangka mewujudkan kinerja pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertandatangan di bawah ini:
Nama : Dra. Hj. Agustina Ernawati, M.Pd.
Jabatan : Kepala BP PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Tengah
untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA Nama : Jumeri, S.TP.,M.Si.
Jabatan : Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
selaku atasan pihak pertama, selanjutnya disebut PIHAK KEDUA
PIHAK PERTAMA berjanji akan mewujudkan target kinerja yang seharusnya sesuai lampiran perjanjian kinerja ini, dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami.
PIHAK KEDUA akan melakukan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja dari perjanjian kinerja ini dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam rangka optimalisasi pencapaian target Perjanjian Kinerja tersebut, baik dalam bentuk penghargaan maupun teguran.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Jumeri, S.TP.,M.Si.
Palu,29 November 2021
Kepala BP PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Tengah
Dra. Hj. Agustina Ernawati, M.Pd.
# Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Target Perjanjian Kinerja 2021 1 [SK 1] Meningkatnya
penjaminan mutu PAUD dan Dikmas
[IKK 1.1] Persentase lembaga PAUD dan Dikmas yang telah dipetakan mutu pendidikannya
50
[IKK 1.2] Persentase lembaga PAUD dan Dikmas
yang telah disupervisi mutu pendidikannya 50 [IKK 1.3] Persentase lembaga PAUD dan Dikmas
yang telah difasilitasi mutu pendidikannya berdasarkan SNP
40
[IKK 1.4] Persentase kab/kota yang memiliki data pokok PAUD akurat, terbarukan dan berkelanjutan 90
2 [SK 2] Menguatnya tata kelola dan sistem
pengendalian manajemen di lingkungan Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen
[IKK 2.1] Rata-rata predikat SAKIP Satker minimal BB
BB
[IKK 2.2] Rata-rata nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKAKL masing-masing Satker minimal 80
82
No Kode Nama Kegiatan Alokasi 1 6397 Layanan Penjaminan Mutu Pendidikan jenjang PAUD, Dikdas,
Dikmen dan Dikmas
Rp. 3.406.143.000
2 2005 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
Ditjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Rp. 9.005.446.000
TOTAL Rp. 12.411.589.000
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Jumeri, S.TP.,M.Si.
Palu,29 November 2021
Kepala BP PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Tengah
Dra. Hj. Agustina Ernawati, M.Pd.
Rencana Aksi
BALAI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT
SULAWESI TENGAH Tahun 2021
Rencana Aksi Perjanjian Kinerja
No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Target Perjanjian PAUD dan Dikmas yang telah dipetakan mutu
pendidikannya
50 0 10 45 50
[IKK 1.2] Persentase lembaga PAUD dan Dikmas yang telah disupervisi mutu
pendidikannya
50 0 0 5 50
[IKK 1.3] Persentase lembaga PAUD dan Dikmas yang telah difasilitasi mutu
2 [SK 2.0] Menguatnya tata kelola dan sistem
Rencana Aksi Rincian Output
No RO / Komponen Volume Satuan Rencana Aksi Anggaran
TW
1 Gaji dan Tunjangan 1 Layanan 0 0 0 1 Rp. 6.822.606.000
2 [001] Gaji dan Tunjangan 12 Bulan Layanan
5 Dukungan Manajemen Satker 1 Layanan 0 0 0 1 Rp. 437.000.000
6 [051] Pengelolaan Kepegawaian
5 Kegiatan 1 3 4 5 Rp. 178.000.000
7 [052] Pengelolaan Keuangan
11 [058] Pengelolaan Data dan Informasi
dan Fasilitas Perkantoran 14 Unit 0 2 14 14 Rp. 225.500.000
16 Satuan PAUD dan Dikmas yang difasilitasi penjaminan mutunya
3509 Lembaga 0 0 0 3509 Rp. 5.528.462.000
17 [051] Penyusunan Peta Mutu dan Pengolahan Data Mutu
2 Kegiatan 0 2 2 2 Rp. 115.800.000
19 [053] Penyusunan Rekomendasi Peningkatan Mutu
2 Kegiatan 0 2 2 2 Rp. 55.600.000
20 [054] Diseminasi hasil
pemetaan mutu 2 Kegiatan 0 0 2 2 Rp. 55.600.000
21 [055] Sosialisasi Penjaminan
Mutu Pendidikan 2 Kegiatan 0 0 2 2 Rp. 2.054.520.000
22 [061] Sosialisasi Fasilitasi
Berdasarkan SNP 2 Kegiatan 0 2 2 2 Rp. 55.600.000
23 [062] Bimbingan Teknis Fasilitasi Berdasarkan SNP
2 Kegiatan 0 0 2 2 Rp. 111.200.000
24 [063] Pendampingan Fasilitasi Berdasarkan SNP
2 Kegiatan 0 0 2 2 Rp. 665.728.000
25 [064] Diseminasi Hasil Fasilitasi Berdasarkan SNP
2 Kegiatan 0 0 2 2 Rp. 55.600.000
26 [065] Monitoring dan Evaluasi Fasilitasi Berdasarkan SNP
2 Kegiatan 0 0 2 2 Rp. 203.092.000
27 [071] Penyusunan Program Supervisi Penjaminan Mutu Pendidikan
2 Kegiatan 0 0 2 2 Rp. 55.600.000
28 [072] Bimbingan Teknis
Supervisi 2 Kegiatan 0 0 2 2 Rp. 55.600.000
29 [073] Supervisi Satuan
Pendidikan 4 Kegiatan 0 0 2 4 Rp. 831.200.000
30 [074] Analisis Supervisi Mutu
Pendidikan 2 Kegiatan 0 0 0 2 Rp. 55.600.000
31 [075] Diseminasi dan Evaluasi
Hasil Supervisi 2 Kegiatan 0 0 0 2 Rp. 55.600.000
32 [081] Penyusunan Bahan
Verifikasi 2 Kegiatan 0 0 0 2 Rp. 55.600.000
33 [082] Bimbingan Teknis
3509 Lembaga 0 0 0 3509 Rp. 668.806.000
35 [084] Verifikasi dan Validasi
Data Mutu Pendidikan 2 Kegiatan 0 0 0 2 Rp. 266.516.000
TOTAL JUMLAH PAGU Rp.
14.050.871.000
Jakarta,25 Maret 2021
Kepala BP PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Tengah
H. Saprullah, S.Sos., M.M.
Pengukuran Indikator Kinerja Kegiatan
BALAI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT SULAWESI TENGAH
Pada TW 1 kegiatan pemetaan mutu masih dalam tahap persiapan. Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kab/Kota terkait rencana pelaksanaan pemetaan mutu pendidikan telah dilakukan, sembilan dari 13 Kab/Kota telah memberikan data sasaran satuan PAUD dan Dikmas yang akan dipetakan mutu pendidikannya. Sesuai jadwal, program/kegiatan pemetan mutu akan dilaksanakan mulai pada TW 2 sampai TW 4.
Kendala / Permasalahan :
Belum ada arahan dan juknis/juklak terbaru tentang pelaksanaan pemetaan mutu tahun 2021 yang dikeluarkan oleh eselon 1 Strategi / Tindak Lanjut :
1. Menunggu dan berkonsultasi dengan eselon 1 mengenai juknis pelaksanaan pemetaan mutu yang dijadikan acuan pada tahun 2021;
2. Membangun koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kab/Kota terkait rencana pelaksanaan pemetaan mutu pendidikan; 3. Melakukan pendataan satuan PAUD Dikmas yang akan menjadi sasaran pemetaan mutu
TW2 :
Progress / Kegiatan :
Pada TW 2 kegiatan pemetaan mutu masih dalam tahap persiapan yaitu (a) memetakan satuan PAUD dan Dikmas per kabupaten/kota se Sulawesi Tengah melalui data DAPODIK; (b) Menyusun instrumen pemetaan mutu satuan PAUD Dikmas; (c) Telah melaksanakan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di 13 Kab/Kota terkait data satuan PAUD dan Dikmas yang akan dipetakan mutunya.
Kendala / Permasalahan :
Pelaksanaan pemetaan mutu satuan PAUD dan Dikmas belum dapat dilaksanakan karena belum ada arahan dan juknis/juklak terbaru tentang pelaksanaan pemetaan mutu tahun 2021 yang dikeluarkan oleh Ditjend PAUD Dikdas Dikmen karena juknis pemetaan mutu tahun 2020 menggunakan juknis dari Dirjend PAUD dan Dikmas.
Strategi / Tindak Lanjut :
1.Mendorong terbitnya Perdirjend PAUD Dikdasmen tentang juknis pelaksanaan pemetaan mutu satuan PAUD Dikmas. 2. Berkoordinasi dengan PP/BP PAUD dan Dikmas lainnya. 3. Membentuk tim pelaksana pemetaan mutu satuan PAUD dan Dikmas per Kabupaten/Kota.
TW3 :
Progress / Kegiatan :
1. Kegiatan Penyusunan dan Pengolahan Peta Data Mutu telah dilaksanakan melalui zoom meeting tanggal 28 September 2021, dengan mengundang unsur dari Dinas Pendidikan di 13 kabupaten/kota, dengan jumlah perwakilan masing-masing kabupaten/kota 2 orang; 2. Kegiatan Analisis Peta Data Mutu telah dilaksanakan melalui zoom meeting pada tanggal 30 September 2021, dengan mengundang unsur dari Dinas Pendidikan di 13 kabupaten/kota, dengan jumlah perwakilan masing-masing kabupaten/kota 2 orang 3.
Tersedianya data satuan PAUD dan Dikmas per wilayah kecamatan yang tersebar di 13 Kabupaten/Kota se Provinsi Sulawesi Tengah yang di update dari Dapodik pada tanggal 21 September 2021 4. Tersedianya rekapitulasi data satuan PAUD dan Dikmas di 13 Kabupaten/kota se Provinsi Sulawesi Tengah 5. Tersedianya rekapitulasi jumlah sasaran minimal data mutu satuan PAUD dan Dikmas yang akan menjadi sasaran pengumpulan data mutu di 13 kabupaten/kota se Sulawesi Tengah 6. Tersusunnya instrumen manual pengumpulan data mutu satuan PAUD dan Dikmas 7. Berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk membentuk dan menerbitkan SK panitia pengumpulan data mutu satuan PAUD dan Dikmas, yang terdiri dari: 1 orang penanggungjawab, 1 orang ketua, 1 orang wakil ketua, 1 orang sekretaris, dan 5 orang anggota 8. Berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk menunjuk dan menugaskan petugas pengumpulan Data mutu satuan PAUD dan Dikmas, dengan jumlah personil disesuaikan kebutuhan kabupaten/kota
Kendala / Permasalahan :
1. Durasi penyampaian materi pada kegiatan zoom meeting terbilang pendek membuat penyampaian materi kurang maksimal. 2. Data mutu satuan PAUD dan Dikmas yang menjadi sasaran pengumpulan data mutunya sejumlah 3509 satuan PAUD Dikmas, sehingga tidak efektif dan efisien jika menggunakan instrumen manual 3. Belum tersedianya juknis/perdirjen tentang pengumpulan data mutu satuan PAUD dan Dikmas, sehingga belum adanya acuan instrumen data mutu dan Kabupaten/kota kesulitan membuat SK panitia
pengumpulan data mutu satuan PAUD dan Dikmas Strategi / Tindak Lanjut :
1. Hal maupun penyampaian yang kurang jelas pada saat zoom meeting dibahas lebih lanjut melalui group whatsapp dan rangkaian kegiatan selanjutnya. 2. membuat instrumen online pengumpulan data mutu satuan PAUD dan Dikmas 3. instrumen pengumpulan data mutu disusun menggunakan acuan instrumen prasyarat pengajuan akreditasi (PPA) dan untuk mengatasi kesulitan pihak kabupaten kota, membuatkan draft SK panitia dan RAB pengumpulan data mutu Satuan PAUD dan Dikmas sebagai acuan bagi Kabupaten/kota TW4 :
Progress / Kegiatan :
Target lembaga PAUD dan Dikmas yang dipetakan mutu pendidikannya, minimal 50% dari 3.509 satuan PAUD Dikmas yang tersebar di 13 Kabupaten/Kota se Provinsi Sulawesi Tengah, dengan rincian berikut: 3342 satuan PAUD, 152 PKBM dan 15 SKB. Sampai dengan TW 4, realisasi Lembaga PAUD dan Dikmas yang telah dipetakan mutu pendidikannya sejumlah 2819 satuan atau 80,34%, dengan rincian 2.696 PAUD, 111 PKBM, dan 12 SKB. Hal ini dapat disimpulkan target Lembaga PAUD dan Dikmas yang telah dipetakan mutu pendidikannya berdasarkan Perjanjian Kinerja (PK) minimal 50% telah tercapai.
Kendala / Permasalahan :
1. Kondisi di lapangan baik cuaca maupun kondisi geografis di daerah dan waktu pelaksanaan pemetaan yang dilakukan oleh dinas pendidikan terkait menyebabkan hasil pemetaan mutu tidak maksimal;
Strategi / Tindak Lanjut :
1. Untuk kedepannya, dilakukan koordinasi dengan dinas pendidikan terkait agar dilakukan koordiansi dengan kepala satuan di tiap kecamatan terpencil untuk menjadi pendamping lapangan sehingga instrumen dapat terdistribusi secara menyeluruh di satuan PAUD dan Dikmas.
2 [SK 1.0]
sesuai jadwal kegiatan ini akan mulai dilaksanakan pada TW 3 sampai TW 4, Kegiatan supervisi satuan PAUD Dikmas akan dilaksanakan dengan menyesuaikan proses kegiatan pemetaan mutu
Kendala / Permasalahan :
belum adanya arahan atau juknis dari eselon 1 terkait tentang pelaksanaan supevisi Strategi / Tindak Lanjut :
1. menunggu arahan dari pihak eselon 1 tentang waktu pelaksanaan kegiatan supervisi 2. berkoordinasi dengan Pihak terkait baik Dinas Pendidikan Kota/Kab dan BAN Provinsi mengenai rencana pelaksanaan supervisi satuan PAUD dikmas
TW2 :
Progress / Kegiatan :
Pada TW 2 kegiatan Supervisi satuan PAUD dan Dikmas masih dalam tahap perencanaan kegiatan, yaitu menyusun jadwal pelaksanaan supervisi satuan PAUD Dikmas.
Kendala / Permasalahan :
Pelaksanaan Supervisi satuan PAUD Dikmas belum dapat dilaksanakan karena belum adanya hasil analisis data pemetaan mutu satuan PAUD dan Dikmas.
Strategi / Tindak Lanjut :
1. Mendorong terbitnya Perdirjend PAUD Dikdasmen tentang juknis pelaksanaan supervisi satuan PAUD Dikmas; 2. Berkoordinasi dengan PP/BP PAUD dan Dikmas lainnya; 3. Berkoordinasi dengan Pihak terkait antara lain pihak BAN Provinsi mengenai instrumen supervisi satuan PAUD Dikmas.
TW3 :
Progress / Kegiatan :
Pada TW 3 kegiatan Supervisi satuan PAUD dan Dikmas, yaitu: 1. tersusunnya jadwal pelaksanaan kegiatan supervisi satuan PAUD dan Dikmas 2. terbentuknya panitia pelaksana kegiatan webinar (a) penyusunan program supervisi penjaminan mutu pendidikan; (b) bimbingan teknis supervisi; (c) Analisis Supervisi pendidikan; dan (d) diseminasi dan evaluasi hasil supervisi tersusunnya instrumen manual kegiatan supervisi satuan PAUD dan Dikmas 3. telah berkoordinasi dengan Dinas pendidikan Kabupaten/Kota untuk mempersiapkan pembentukan tim supervisi satuan pendidikan
Kendala / Permasalahan :
Kendala/Permasalahan: 1. Pelaksanaan Supervisi satuan PAUD dan Dikmas belum dapat dilaksanakan karena belum adanya hasil analisis data mutu satuan PAUD dan Dikmas. 2. Belum adanya juknis/perdirjen PAUD Dikdasmen tentang supervisi satuan PAUD dan Dikmas 3. Belum adanya instrumen online kegiatan supervisi satuan PAUD dan Dikmas
Strategi / Tindak Lanjut :
1. Mendorong terbitnya Perdirjend PAUD Dikdasmen tentang juknis pelaksanaan supervisi satuan PAUD Dikmas; 2. Berkoordinasi dengan PP/BP PAUD dan Dikmas lainnya; 3. Berkoordinasi dengan Pihak terkait antara lain pihak BAN Provinsi mengenai instrumen supervisi satuan PAUD Dikmas; 4. membuat instrumen online kegiatan supervisi satuan PAUD dan Dikmas
TW4 :
Progress / Kegiatan :
Target lembaga PAUD dan Dikmas yang disupervisi mutu pendidikannya, minimal 50% dari 3.509 satuan PAUD Dikmas yang tersebar di 13 Kabupaten/Kota se Provinsi Sulawesi Tengah, dengan rincian berikut: 3342 satuan PAUD, 152 PKBM dan 15 SKB. Realisasi Lembaga PAUD dan Dikmas yang telah disupervisi mutu pendidikannya tahun 2021 sejumlah 1.981 satuan dengan persentase sebesar 56,45%, yang terdiri dari 1.919 satuan PAUD serta 62 PKBM dan SKB. Data tersebut diperoleh dari: (1) Ketercapaian satuan PAUD Dikmas yang disupervisi mutu pendidikannya menggunakan anggaran supervisi BP PAUD dan Dikmas sebanyak 390 satuan PAUD dan Dikmas (luring); (2) Kolaborasi antara BP PAUD dan Dikmas dengan BAN PAUD telah melakukan supervisi sebanyak 25 satuan PAUD untuk setiap kota/kab se Sulawesi Tengah sebanyak 325 satuan PAUD (luring); (3) Jumlah satuan yang sedang dalam proses akreditasi pada awal tahun 2021 disupervisi mutu pendidikannya sebanyak 367 satuan (daring dan luring); (4) Jumlah satuan PAUD dan Dikmas yang telah diakreditasi pada tahun sebelumnya disupervisi mutu pendidikannya sebanyak 899 satuan PAUD dan Dikmas (daring). Hal ini dapat disimpulkan target Lembaga PAUD dan Dikmas yang telah disupervisi mutu pendidikannya berdasarkan Perjanjian Kinerja (PK) minimal 50% telah tercapai.
Kendala / Permasalahan :
Adanya refocusing anggaran sehingga jumlah anggaran satuan yang disupervisi berkurang dari 780 satuan PAUD dan Dikmas menjadi 390 satuan
Strategi / Tindak Lanjut :
1.Semua pihak yang berkenaan dengan program balai akan dilibatkan dalam refocusing sehingga pemotongan anggaran lebih tepat. 2.
Berkolaborasi dengan BAN-PAUD dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan kegiatan supervisi satuan PAUD dan Dikmas baik secara daring maupun luring
3 [SK 1.0]
kegiatan fasilisitasi secara umum belum dilaksanakan. kegiatan yang dilaksanakan masih terfokus pada Program Sekolah Penggerak dan Bantuan Pendidik/Tutor Bantu
Kendala / Permasalahan :
Belum ada juklak/juknis terbaru tentang pelaksanaan pemetaan mutu, supervisi dan fasilitasi dalam penjaminan mutu.
Strategi / Tindak Lanjut :
1. berkoordinasi dengan pihak eselon 1 mengenai jadwal dan teknis pelaksanaan kegiatan fasilitasi mutu pendidikan; 2. Meminta data kepada Dinas Kab/kota tentang satuan PAUD Dikmas yang akan menjadi sasaran
TW2 :
Progress / Kegiatan :
Kegiatan fasilitasi mutu pendidikan satuan PAUD dan Dikmas berdasarkan SNP TW 2 yang dilaksanakan: 1) Bimtek Sekolah Penggerak secara online, tahapan yang dilakukan: menetapkan panitia pelaksanaan kegiatan, menetapkan moderator dan narasumber, menyusun bahan bimtek, sosialisasi dengan 3 kabupaten/kota sasaran program sekolah penggerak (kota Palu, Kab. Morowali, dan Kab. Banggai);
2) Pendampingan Fasilitasi berdasarkan SNP, yaitu: (a) Pendampingan persiapan pelaksanaan Assesmen Nasional (AN) melalui verval TIK dengan langkah: membentuk tim helpdesk dan pelaksana verval TIK, melaksanakan pendampingan dan pemantauan pelaksanaan verval TIK pada SKB/PKBM di 13 kabupaten/kota yang dilakukan pada tanggal 3-8 Juni 2021 serta memantau progres update verval TIK melalui aplikasi; (b) Bantuan pendidik/ tutor bantu; tahapan yang dilakukan yaitu: menyusun juklak terkait bantuan tutor bantu, menyusun instrumen monitoring dan evaluasi kinerja tutor bantu tahun 2020, menganalisis hasil monitoring dan evaluasi kinerja tutor bantu tahun 2020, menetapkan kuota tutor bantu per kabupaten/kota berdasarkan hasil monev kinerja tutor bantu tahun 2020, menetapkan panitia tutor bantu tahun 2021, menetapkan tim seleksi tutor bantu tahun 2021, sosialisasi bantuan tutor bantu kepada SKB dan Dinas Pendidikan 13 Kabupaten/Kota secara online, menerima berkas proposal pengajuan calon tutor bantu tahun 2021 dan laporan kegiatan pembelajaran bulan Januari sampai Maret 2021 bagi tutor bantu lama dalam bentuk softcopy maupun hardcopy, menyeleksi berkas proposal calon tutor bantu, menetapkan tutor bantu tahun 2021. (c) Pelaksanaan kemitraan dan Implementasi Program kerjasama telah dilakukan persiapan untuk program (1) Advokasi dan sosialisasi serta Pendampingan Implementasi pedoman mitigasi resiko, PHBS, dengan merancang timeline pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan secara daring dengan tema "PHBS Virtual Roadshow", membentuk tim kreatif kegiatan kampanye "PHBS Virtual Roadshow", membentuk panitia kegiatan, untuk pelaksanaan kegiatan akan dilakukan pada TW 3 sesuai timeline yang direncanakan. (d) Sosialisasi sekolah penggerak yang dilakukan dengan tahap: menetapkan tim pendamping kota Palu, Kab. Morowali, dan Kab. Banggai yang merupakan sasaran program sekolah penggerak, menugaskan tim pendamping kabupaten/kota untuk melaksanakan pendampingan pendaftaran kepala sekolah PAUD calon PSP.
Kendala / Permasalahan :
Program Advokasi dan sosialisasi Literasi dan Numerasi, Pendampingan Implementasi pedoman peningkatan kompetensi literasi dan numerasi ke sekolah, Pemetaan kemampuan sarana telekomunikasi per wilayah, dan Analisis kebutuhan penguatan sarana per wilayah dan potensi lokal, serta Advokasi implementasi program penguatan sarana PJJ belum dilaksanakan karena belum ada pedoman dan pelaksanaan bimtek terkait dari pusat.
Strategi / Tindak Lanjut :
1. Berkoordinasi dengan Ditjend PAUD Dikdas Dikmen. 2. Merancang bentuk kegiatan dan timeline pelaksanaan kegiatan Advokasi dan sosialisasi serta pendampingan kegiatan Literasi dan Numerasi serta PJJ sesuai pedoman pelaksanaan. 3. Menetapkan panitia, narasumber kegiatan Advokasi dan sosialisasi serta pendampingan kegiatan Literasi dan Numerasi serta PJJ. 4. pelaksanaan kegiatan Advokasi dan sosialisasi serta pendampingan kegiatan Literasi dan Numerasi serta PJJ. 5. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan.
TW3 :
Progress / Kegiatan :
1) Kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pedoman Mitigasi Resiko, PHBS, Literasi dan Numerasi dilakukan via zoom meeting dengan peserta yang berasal dari Dinas Kesehatan Kab/Kota dan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kab/Kota se Sulawesi Tengah. Dilakukan pada akhir bulan Juli 2021 dengan pemateri dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, psikolog, serta Sub Koordinator PMP Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen. 2) PHBS Virtual Roadshow dilakukan secara daring melalui zomm meeting. Peserta dari unsur guru, tenaga kependidikan dan orang tua peserta didik satuan PAUD dan Dikmas se Sulawesi Tengah. Kegiatan dilakukan selama 3 hari yang dibagi dalam tiga gelombang. 3) Pendampingan Implementasi Pedoman Mitigasi Resiko dan PHBS ke sekolah: yang dilakukan dengan dua metode yaitu pemeriksaan lapangan dengan mengunjungi beberapa satuan dan pengumpulan data dengan menyebarkan instrumen secara daring. Hasil yang diperoleh yaitu 90% satuan pendidikan di 13 Kab/Kota di Sulawesi Tengah siap dalam menyelenggarakan PTM Terbatas; 4) Pendampingan Implementasi Pedoman Peningkatan Kompetensi Literasi dan Numerasi ke Sekolah dilakukan dengan turun langsung membagikan instrumen fisik sebagai bahan sampel ke 13 Kota/Kab di Sulawesi Tengah. Sampel tersebut digunakan untuk mengukur penerapan Literasi dan Numerasi di Satuan pendidikan.
Hasilnya sebagian besar satuan pendidikan sudah menerapkan Literasi dan Numerasi yang ditunjukkan dengan adanya ruang baca dan poster Numerasi, namun masih harus ditunjang dengan fasilitas yang lebih memadai. 5) Advokasi Implementasi Program Penguatan Sarana PJJ dilakukan pada tanggal 7 dan 8 September 2021 melalui zoom meeting yang diikuti oleh peserta dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab/Kota, Dinas Komunikasi dan Informatika Kab/Kota, Sekretaris Pemerintah Daerah Kab/Kota, SKB Kab/Kota, Forum Mitra dari HIMPAUDI, IGTKI, PKBM dan TBM Kab/Kota se Sulawesi Tengah, Radio, Jurnalis, Pegiat Literasi Kab/Kota se Sulawesi Tengah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab/Kota se Sulawesi Tengah. 6). Tutor Bantu: SK tutor bantu tahap 2 dikeluarkan tanggal 16 Agustus sebanyak 14 orang peserta. untuk tahap 2 ini peserta harus mengirimkan laporan pembelajaran dari bulan Juli-Desember.
Kemudian laporan tersebut diperiksa oleh tim seleksi untuk dilakukan revisi atau tidak. Kemudian laporan tersebut diajukan ke bagian keuangan untuk dilakukan proses pencairan dana tutor bantu. 7) Program Sekolah Penggerak tahap 2 : yaitu tanggal 22-23 September 2021, kegiatan yang dilakukan yaitu koordinasi efektif dengan Kabid PAUD dan Dikmas dua hari sebelum turun lapangan membahas mengenai tahapan teknis yang akan dilaksanakan, berapa satuan PAUD yang diundang, peran operator dinas dalam membantu mengurus SIM PKB kepala TK, lokasi yang akan dijadikan pertemuan, bagaimana teknis mendampingi pendaftaran PSP dan memotivasi satuan–satuan PAUD untuk mendaftar PSP, persiapan jaringan internet baik maupun menggunakan data, laptop, printer dan perangkat lainnya, menyiapkan berkas atau dokumen yang diunggah dalam memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta dalam pendaftaran PSP. Kemudian tim dari BP PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Tengah melakukan coaching clinic secara tatap muka dengan para kepala sekolah, setalah kegiatan usai tim membentuk grup WA untuk mempermudah koordinasi dan konsultasi. Untuk Sulawesi Tengah, pendaftar PSP sebanyak 244 peserta. Bantuan Bencana Alam sudah didistribusikan ke Kabupaten Sigi yang mengalami bencana alam banjir bandang dan gempa bumi di Kabupaten Tojo Una Una.
Kendala / Permasalahan :
Penerapan PPKM level 4 oleh pemerintah membuat terbatasnya pelaksanaan kegiatan yang seharusnya dapat dilakukan secara luring.
Penerapan PPKM level 4 oleh pemerintah membuat terbatasnya pelaksanaan kegiatan yang seharusnya dapat dilakukan secara luring.