• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENUTUP

Dalam dokumen Contoh Studi Kasus Bimbingan dan (Halaman 18-46)

Kesimpulan

Identifkasi kasus merupakan langkah awal untuk menemukan peserta didik yang diduga memerlukan layanan bimbingan dan konseling. Pada tahap ini, dilakukan identifkasi terhadap apa yang akan dijadikan subjek studi kasus. Dalam langkah ini dapat digunakan berbagai teknik pengumpulan data, seperti analisis raport, analisis dokumentasi, wawancara dengan konselor, sosiometri atau instrumen lain yang tersedia dan dibutuhkan.

Penyebab Anak malas dalam belajar yaitu :

Faktor Intrinsik (dalam diri anak sendiri)

Kurangnya waktu yang disediakan untuk bermain

kelelahan dalam beraktiftas (misal, terlalu banyak bermain)

sedang sakit

 Faktor ekstrinsik

Sikap orang tua yang tidak memperhatikan anak dalam belajar atau sebaliknya..

Sedang punya masalah di rumah

Bermasalah disekolah (phobia sekolah, sehingga apapun yang berhubungan

dengan sekolah jadi enggan untuk dikerjakan).

Tidak mempunyai sarana yang menunjang belajar (misal tidak tersedianya ruang

belajar khusus, meja belajar, buku pejunjang, dan penerangan yang bagus, alat tulis, buku, dll)

Suasana rumah misalnya rumah penuh dengan kegaduhan, keadaan rumah yang

berantakan ataupun kondisi udara ynag pengap Cara Mengatasi Malas Belajar Anak :

1. Berikan Motivasi Belajar atau dorongan pada anak

2. Melakukan pendekatan pada anak

3. Menanamkan pengertian yang benar tentang belajar pada anak sejak dini.

4. Berikan contoh belajar pada anak.

5. Berikan insentif jika anak belajar.

6. Sering mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang diajarkan di sekolah pada

anak (bukan dalam keadaan mengetes anak, tapi misalnya sembari mengisi tts atau ikut menjawab kuis ).

7. Komunikasi

8. Menciptakan disiplin.

9. Menegakkan kedisiplinan.

10. Pilih waktu belajar terbaikuntuk anak, ketika anak merasa segar.

11. Kenali pola kemampuan dan perkembangan anak kemudian susunlah suatu

jadwal belajar yang sesuai.

12. Menciptakan suasana belajar yang baik dan nyaman.

DAFTAR PUSTAKA

arasmunandar.wordpress.com/identifkasi-kasus/ http://belajaryuk89.blogspot.com/2011/02/penyebab-dan-cara-mengatasi-anak-yang.html http://kumpulanmakalahjajang.blogspot.com/2011/12/makalah-study-kasus-serta- contohnya.html

Dra.Sri Herlina.2011. Diktat Profesi Kependidikan .Palembang: Universitas PGRI Palembang

H. Sunarno, dan Ny. B. Agung Hartono.2008. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Rineka Cipta.

Prof.Dr.H.Prayitno,M.sc.Ed.dan Drs. Erman Amti. 2008. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta:PT.Rineka Cipta

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Era globalisasi merupakan suatu tantangan bagi bangsa Indonesia. Bagaimana kita dapat mempersiapkan siswa agar mereka dapat hidup produktif dan sukses di masa depan? Salah satu penyelesaiannya adalah dengan

mempersiapkan siswa menghadapi perubahan-perubahan, yaitu menitikberatkan pada keterampilan-keterampilan tertentu seperti keterampilan pemecahan

masalah, keterampilan menganalisa data, berpikir secara logis, membuat keputusan, menyelesaikan masalah nyata dan lain-lain.

Sebagai guru matematika, tugas kita adalah mempersiapkan siswa dengan kegiatan-kegiatan yang bermakna yang akan merangsang pemikiran

mereka, dan membantu mereka menguasai keterampilan-keterampilan yang dapat mereka bangun untuk kehidupan yang sukses dan menguntungkan di masa depan.

Pengajaran yang berorientasi pada potensi dan kebutuhan siswa menjadi perhatian utama ahli pendidikan saat ini. Pendekatan pengajaran yang

menempatkan guru sebagai sentral kegiatan belajar mengajar sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan. Arah angin berpihak pada suatu system pengajaran yang menempatkan siswa pada posisi “diberdayakan” secara maksimalkan, yaitu mendidik mereka berdasarkan potensi yang mereka miliki.

Secara teoritis, jika proses pembelajaran di kelas kondusif dan metode yang digunakan guru dapat diterima siswa maka hasil belajar di kelas tersebut akan baik/sesuai target yang diharapkan. Tetapi kenyataannya tidak demikian karena factor penunjang hasil belajar yang bagus tidak hanya pembelajaran di kelas yang baik, tetapi ada factor dari siswa sendiri meliputi motivasi dan minat terhadap suatu bidang studi. Selain itu, factor lingkungan keluarga (perhatian orang tua), guru dan teman dalam pergaulan. Tidak kalah pentingnya yang menjadi penunjang

keberhasilan dalam belajar adalah sarana dan prasarana (buku, kondisi sekolah). Siswa yang kurang berhasil dalam belajar hendaknya juga diperhatikan oleh guru dan disini peran guru sangat penting sebagai motivator, sehingga anak bisa menemukan factor apa saja yang mempengaruhi ketidakberhasilannya dalam belajar dan bersama siswa, guru dan orang tua (bila perlu) mencari solusi sehingga anak bisa kembali meraih prestasi yang diharapkan.

B. Batasan Masalah

Agar permasalahan yang dibahas tidak terlalu meluas, maka pada laporan ini hanya membahas hal – hal apa saja yang menyebabkan siswa kesulitan belajar dalam belajar matematika khususnya pada penguasaan standar kompetensi

tentang menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah serta tindakan apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi kesulitan atau masalah yang dihadapi siswa.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat diambil permasalahan yang mungkin timbul :

1. Apa saja masalah yang dihadapi siswa dalam belajar matematika?

2. Bagaimana siswa bergaul dengan temannya?

3. Bagaimana kondisi lingkungan keluarga siswa?

4. Tindakan apa saja yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi siswa?

5. Bagaimana minat siswa terhadap pelajaran matematika?

D. Tujuan Penausunan

Tujuan penyusunan laporan ini meliputi :

1. Untuk mengenal keadaan/pribadi siswa yang dianggap mempunyai masalah dalam

belajar matematika

2. Digunakan sebagai bahan untuk menentukan jalan keluar/pemecahan masalah

siswa

3. Melatih calon guru untuk berfungsi sebagai tenaga pembimbing dan konseling

4. Melatih calon guru agar dapat berfkir analitis, integratis, dan komprehensif

khususnya dalam membantu menangani masalah siswa.

Penyusunan menggunakan metode diskriptif komprehensif, yaitu memeriksa semua aspek yang berhubungan dengan siswa sehingga diketahui kondisi siswa secara akurat dan menyeluruh. Langkah-langkah metode tersebut meliputi :

1. Identifkasi data

Penyusun memeriksa data-data yang diperoleh secara keseluruhan 2. Sintesis

Penyusun memadukan data-data atau informasi yang diperoleh untuk memperoleh gambaran global dan sementara tentang masalah yang dihadapi siswa

3. Diagnosa

Menentukan masalah yang dihadapi siswa dan faktor-faktor penyebab timbulnya masalah

4. Prognosa

Memprediksi (meramalkan) hal-hal negatif yang mungkin timbul apabila siswa tersebut tidak segera memperoleh bantuan. Dari hal tersebut diambil alternatif pemecahannya.

5. Treatment

Implementasi alternative pemecahan yang telah direncanakan 6. Follow-Up

Menindaklanjuti langkah-langkah sebelumnya dan mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan itu sudah tepat atau belum

F. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data tentang siswa, penyusun menggunakan teknik : 1. Interview

Mencari data dengan mengadakan wawancara langsung dengan siswa 2. Observasi

Mengadakan pengamatan langsung terhadap tingkah laku siswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas

3. Angket

Dengan memberikan angket akan didapatkan informasi tentang kesulitan belajar siswa dalam pelajaran matematika

BAB II

IDENTIFIKASI KASUS

A. DATA DIRI SISWA

I. Identitas Siswa

1. Nama Lengkap : Ade Irwan Susanto

2. Tempat dan tanggal lahir : Jombang, 29 November 1991 3. Jenis Kelamin : Laki – laki

4. Agama : Islam

5. Alamat : Ds. Mancilan, Kec. Mojoagung 6. Sekolah : SMA Negeri Bareng

7. Kelas : XI IPA

8. Asal Sekolah : SMP Negeri 2 Mojoagung 9. Jarak ke sekolah :  9 km

10. Ke sekolah naik : Sepeda Motor 11. Jumlah saudara : 3 orang 12. Anak ke : 4

13. Status keluarga : Anak kandung 14. Tinggal bersama : Orang tua

II. Identitas orang tua siswa Ayah

1. Nama : Achmad Basar (Alm.) 2. Agama : Islam

3. Pekerjaan : 4. Alamat :

5. Pendidikan terakhir : SD Negeri Ibu

1. Nama : Susiati 2. Agama : Islam

3. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

4. Alamat : Ds. Mancilan, Kec. Mojoagung 5. Pendidikan terakhir : MTs. Negeri

III. Hobba dan cita – cita siswa

1. Hobi : Olahraga ( basket ), bermain alat musik 2. Cita – cita : Dokter / Pemain Band

IV. Latar Belakang Pendidikan Siswa

TK : 1 tahun

SD : 6 tahun

SMP : 3 tahun

Pernah tidak naik kelas : tidak pernah

Prestasi yang pernah didapat

TK : tidak ada

SD : tidak ada

SMP : Dalam bidang kesenian khususnya Teater (menjadi aktor terbaik di sekolah)

Kebiasaan belajar

Terbiasa untuk belajar malam – malam : ya

Belajar rutin setiap hari : kadang – kadang

Merasa malas dalam belajar : kadang – kadang

Belajar jika ada ulangan : ya

Tidak tahu cara belajar yang baik : kadang – kadang

Belajar dengan cara menghafal : ya

Sukar dalam mengemukakan pendapat : kadang – kadang

Belajar jika sempat : kadang – kadang

Belajar dengan cara membaca saja : tidak

Belajar dengan cara mengerjakan latihan soal : kadang – kadang

Pelajaran yang disenangi : olahraga (basket) dan Biologi

Alasan : karena mempunyai banyak tantangan dan menambah pengetahuan

Pelajaran yang tidak disenangi : tidak ada Alasan : -

Penggunaan waktu belajar

Tidak dapat memanfaatkan waktu luang : tidak

Waktu habis untuk membantu orang tua : ya

Tidak dapat membagi waktu : ya

Waktu habis untuk kegiatan ekstrakurikuler : ya

Kegiatan Belajar siswa

Ruang belajar khusus : tidak ada ruang khusus

Orang yang membantu dalam belajar : ada yang membantu

Lama belajar :  1,5 jam

Buku penunjang : punya buku penunjang

BAB III

DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR

Dari hasil pengamatan hasil ulangan harian, angket wawancara (interview) serta konsultasi dapat diketahui masalah yang dihadapi siswa dan factor penyebab timbulnya masalah.

A. Masalah aang Dihadapi Siswa

Dari hasil sintesis diperoleh masalah siswa sebagai berikut :

1. Siswa mengalami kesulitan dalam belajar matematika

2. Siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal – soal matematika

3. Kurangnya motivasi dalam belajar

4. Kurangnya dukungan dari keluarga

B. Faktor Penaebab Timbulnaa Masalah

1. Masalah kesulitan dalam belajar matematika

Semenjak SD siswa tidak terlalu mengalami kesulitan dalam belajar, tetapi semenjak SMA siswa merasa kesulitan dalam belajar khususnya belajar matematika.

a. Waktu belajar tidak teratur dan terbiasa untuk belajar malam – malam

b. Tidak tahu cara belajar yang baik

c. Tidak dapat membagi waktu

Siswa tidak bisa membagi waktu antara waktu untuk belajar, membantu pekerjaan orang tua di rumah dan melakukan kegiatan ekstrakurikuler (dalam hal ini bermain basket dan bermain band)

d. Waktunya habis untuk membantu orang tua dan melakukan kegiatan

ekstrakurikuler

2. Kesulitan menyelesaikan soal – soal matematika

Penyebabnya :

a. Siswa kurang memahami konsep-konsep matematika

b. Siswa jarang mengerjakan latihan – latihan soal matematika di rumah dan

cenderung belajar dengan cara dibaca saja

3. Kurangnya motivasi dari orang tua

Penyebabnya :

a. Sebenarnya siswa menyukai pelajaran matematika, tetapi kurang tahu bagaimana

cara belajar matematika yang baik

b. Siswa kurang mengetahui tentang pentingnya matematika dalam kehidupan

sekarang dan yang akan datang

Penyebabnya :

a. Sibuknya orang tua sehingga perhatian orang tua tidak maksimal

b. Orang tua kurang bisa menjadi tempat curhat bagi siswa

C. Prognosa/Pemecahan Masalah/Alternatif Penaelesaian Masalah Beberapa alternatif pemecahan masalah yang dapat diambil :

1. Siswa harus optimis bahwa dia bisa seperti teman-temanya yang berhasil

2. Menambah waktu belajar

3. Belajar untuk membagi waktu

4. Guru harus selalu memberikan dorongan/motivasi untuk belajar

5. Siswa bisa konsultasi masalahnya dengan guru bidang studi atau guru BK/BP

6. Siswa diharapkan untuk berbicara langsung dengan orang tuanya tentang masalah

yang dihadapinya

D. Treatment

Dari alternatif penyelesaian tersebut, yang sudah di implementasikan kepada siswa, yakni :

1. Memberikan dorongan dan nasehat agar siswa mempunyai motivasi untuk belajar

2. Siswa sudah mulai mengatur waktu untuk belajar, membantu orang tua dan melakukan kegiatan ekstrakurikuler

3. Siswa sudah mulai untuk curhat dengan sahabat atau teman dekat tentang

masalah yang dihadapinya

4. Siswa berusaha untuk berbicara dengan orang tua (ibu) tentang masalah yang

dihadapi

E. Follow Up

Meskipun alternatif pemecahan masalah belum dilaksanakan semuanya, ada beberapa alternatif pemecahan masalah yang dilaksanakan dan hasilnya cukup efektif untuk mengatasi masalah yang dihadapi siswa. Ini dapat dilihat dari ungkapan siswa yang merasa beban masalahnya agak berkurang dan sudah mulai bisa belajar seperti dulu.

Adapun tindakan yang dilakukan oleh penyusun untuk membantu memecahkan masalah yang dimiliki siswa dengan memberikan masukan – masukan atau bimbingan kepada siswa.

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari beberapa uraian sebelumnya dapat diambil kesimpulan meskipun minat siswa dengan pelajaran matematika cukup dan bisa berinteraksi dengan teman, semua itu tidak dapat menjamin siswa tersebut akan memiliki prestasi yang bagus, karena factor dari diri siswa (motivasi) dan lingkungan terutama keluarga memiliki peran cukup besar dalam menunjang prestasi siswa.

Namun semua permasalahan tersebut bisa diatasi, jika seseorang yang peduli dengan siswa tersebut terutama guru dan orang tua terdekatnya (sahabat dan keluarganya). Kalau permasalahan tesebut tidak segera diatasi maka prestasi siswa khususnya pada pelajaran matematika akan kurang memuaskan.

B. Saran

a. Sebagai guru kita harus dengan cepat dan tanggap terhadap perubahan

prestasi/perilaku siswa

b. Siswa tersebut harus didekati secara baik baik tanpa harus menyinggung

c. Laporan studi kasus ini diharapkan dapat dijadikan motivator guru agar tidak hanya sebagai fasilitator dalam proses belajar di kelas tetapi juga motivator dan tempat sharing (berbagi) dengan siswa

DAFTAR PUSTAKA

1. Out line, Pembekalan Program Pengalaman Lapangan. 2008. Jombang : STKIP PGRI JOMBANG.

2. Mulyasa, E. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung : PT Remaja Rusdakarya.

3. Janet, TM. 2003. Portofolio Dalam Pembelajaran Matematika. Makalah disampaikan dalam Seminar Jurusan Matematika FMIPA Universitas Surabaya.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh...

Zazuli's Blog - Pada postingan pemrograman sebelumnya saya telah memposting tentang Pengertian Algoritma Pemrograman, dan kali ini saya akan share tentang Pengertian Flowchart beserta contoh simbol dan kegunaannya.

Pengertian dan Definisi Flowchart

Flowchart atau Bagan alir adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir (flowchart) digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi.

Jenis jenis Flowchart

Ada beberapa jenis flowchart diantaranya: 1. Bagan alir sistem (systems flowchart). 2. Bagan alir dokumen (document flowchart). 3. Bagan alir skematik (schematic flowchart). 4. Bagan alir program (program flowchart). 5. Bagan alir proses (process flowchart).

System Flowchart

System flowchart dapat didefinisikan sebagai bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem.

Document Flowchart

Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir formulir (form flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.

Schematic Flowchart

Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. Perbedaannya adalah, bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem, juga menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Maksud penggunaan gambar-gambar-gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang paham dengan simbol-simbol bagan alir. Penggunaan gambar-gambar ini memudahkan untuk dipahami, tetapi sulit dan lama menggambarnya.

Program Flowchart

Bagan alir program (program flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program dibuat dari derivikasi bagan alir sistem.

Bagan alir program dapat terdiri dari dua macam, yaitu bagan alir logika program (program logic flowchart) dan bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart). Bagan alir logika program digunakan untuk menggambarkan tiap-tiap langkah di dalam program komputer secara logika. Bagan alat- logika program ini dipersiapkan oleh analis sistem. Gambar berikut menunjukkan bagan alir logika program. Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flow-chart) digunakan untuk menggambarkan instruksi-instruksi program komputer secara terinci. Bagan alir ini dipersiapkan oleh pemrogram.

Process Flowchart

Bagan alir proses (process flowchart) merupakan bagan alir yang banyak digunakan di teknik industri. Bagan alir ini juga berguna bagi analis sistem untuk menggambarkan proses dalam suatu prosedur.

Simbol dan Notasi Flowchart

Dipakai sebagai alat Bantu menggambarkan proses di dalam program. Dan dibagi menjadi tiga kelompok :

♦ Flow Direction Symbols ♦

dipakai untuk menggabungkan antara symbol yang satu dengan symbol lainnya

Symbol Off-line Connector ( Simbol untuk keluar/masuk prosedure atau proses dalam lembar/halaman yang lain)

Symbol Connector (Simbol untuk keluar/masuk prosedur atau proses dalam lembar/halaman yang sama)

♦ Processing symbols ♦

Symbol Process (Simbol yang menunjukkan pengolahan yang dilakukan oleh komputer)

Symbol Manual Operation (Simbol yang menunjukkan pengolahan yang tidak dilakukanoleh komputer)

Symbol Decision (Simbol untuk kondisi yang akan menghasilkan beberapa kemungkinan jawaban/aksi)

Symbol Predefined Process (Simbol untuk mempersiapkan penyimpanan yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan di dalam storage)

Symbol Terminal (Simbol untuk permulaan atau akhir dari suatu program)

-Symbol Off-line Storage (Simbol yang menunjukkan bahwa data di dalam symbol ini akan disimpan)

-Symbol Manual Input (Simbol untuk pemasukan data secara manual on-line keyboard)

Symbol Keying Operation (Simbol operasi dengan menggunakan mesin yang mempunyai keyboard)

♦ Input-output symbols ♦

menyatakan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input atau output.

Symbol input-output (Symbol yang menyatakan proses input dan output tanpa tergantung dengan jenis peralatannya)

Symbol magnetic-tape unit (Symbol yang menyatakan input berasal pita magnetic atau output disimpan ke pita magnetic)

output ditulis ke kartu)

-Symbol disk and on-line storage (Symbol untuk menyatakan input berasal dari disk atau output disimpan ke disk)

Symbol display (Symbol yang menyatakan peralatan output yang digunakan yaitu layar, plotter, printer, dan sebagainya)

Symbol dokumen (symbol yang menyatakan input berasal dari dokumen dalam bentuk kertas atau output dicetak ke kertas)

Pedoman Membuat Flowchart

Bila seorang analis dan programmer akan membuat flowchart, ada beberapa petunjuk yang harus diperhatikan, seperti:

1. Flowchart digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri kekanan.

2. Aktivitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya.

3. Kapan aktivitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas.

4. Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata kerja 5. Setiap langkah dari aktivitas harus berada pada urutan yang benar.

6. Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harusditelusuri dengan hati-hati. Percabangan-percabangan yang memotong aktivitas yang sedang digambarkan tidak perlu digambarkan pada flowchart yang sama. Simbol konektor harus digunakan dan percabangannya diletakan pada halaman yang terpisah atau hilangkan seluruhnya bila percabangannya tidak berkaitan dengan sistem.

7. Gunakan simbol-simbol flowchart yang standar.

Contoh-contoh Flowchart

Contoh Flowchart Program – Menentukan Bilangan Ganjil/Genap

Penggunaan predefined processes dapat digunakan untuk menyederhanakan flowchart system yang complex

Flowchar Sistem untuk predefined process yang diberi nama Check shipment untuk Flowchart diatas

Download pdf:Disini

Demikianlah pengertian flowchart dan contoh simbol dan fungsinya, semoga posting kali ini bermanfaat dan dapat membantu sobat dalam mengerjakan tugas kuliah

Pengenalan Flowchart

Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.

Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. Dengan adanya flowchart urutan poses kegiatan menjadi lebih jelas. Jika ada penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart selesai disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program dengan bahsa pemrograman. Pengenalan Flowchart

Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.

Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. Dengan adanya flowchart urutan poses kegiatan menjadi lebih jelas. Jika ada penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart selesai disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program dengan bahsa pemrograman. Simbol-simbol flowchart

Flowchart disusun dengan simbol-simbol. Simbol ini dipakai sebagai alat bantu menggambarkan proses di dalam program. Simbol-simbol yang dipakai antara lain :

Flow Direction symbol

Yaitu simbol yang digunakan untuk menghubungkan antara simbol yang satu dengan simbol yang lain. Simbol ini disebut juga connecting line.

Terminator Symbol

Connector Symbol

Yaitu simbol untuk keluar – masuk atau penyambungan proses dalam lembar / halaman yang sama.

Connector Symbol

Yaitu simbol untuk keluar – masuk atau penyambungan proses pada lembar / halaman yang berbeda.

Processing Symbol

Simbol yang menunjukkan pengolahan yang dilakukan oleh komputer

Simbol Manual Operation

Simbol yang menunjukkan pengolahan yang tidak dilakukan oleh komputer

Simbol Decision

Simbol pemilihan proses berdasarkan kondisi yang ada.

Simbol Input-Output

Simbol Manual Input

Simbol untuk pemasukan data secara manual on-line keyboard

Simbol Preparation

Simbol untuk mempersiapkan penyimpanan yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan di dalam storage.

Simbol Predefine Proses

Simbol untuk pelaksanaan suatu bagian (sub-program)/prosedure

Simbol Display

Simbol yang menyatakan peralatan output yang digunakan yaitu layar, plotter, printer dan sebagainya.

Simbol disk and On-line Storage

Simbol yang menyatakan input yang berasal dari disk atau disimpan ke disk.

Dalam dokumen Contoh Studi Kasus Bimbingan dan (Halaman 18-46)

Dokumen terkait