menjelaskan kesimpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah
di masa mendatang yang akan dilakukan untuk meningkatkan kinerjanya.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
- Lampiran Form Rencana Kinerja Tahunan (RKT)
BAPPEDA Kota Lubuklinggau | LKjIp Tahun 2015 23
BAB
PERENCANAAN KINERJA
2.1 RENCANA STRATEGIS
alam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, perencanaan strategis merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu menjawab tuntutan lingkungan strategis lokal, nasional, global dan tetap berada dalam tatanan Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan pendekatan perencanaan strategis yang jelas dan sinergis, instansi pemerintah lebih dapat menyelaraskan visi dan misinya dengan potensi, peluang, dan kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan akuntabilitas kinerjanya.
Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2013–2017 merupakan dokumen perencanaan strategis yang disusun dan dirumuskan setiap lima tahun (perencanaan jangka menengah) yang menggambarkan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Program dan kegiatan daerah Renstra secara sistematis mengedepankan isu-isu lokal, yang diterjemahkan kedalam bentuk strategi kebijakan dan rencana pembangunan yang terarah, efektif dan berkesinambungan sehingga dapat diimplementasikan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran pembiayaan.
1. Visi – Misi 1) Visi
Dengan berpedoman kepada Visi dan Misi Kota Lubuklinggau Tahun 2013-2017, maka Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau memiliki Visi:
“TERWUJUDNYA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH YANG BERKUALITAS” Makna dari visi tersebut adalah produk perencanaan pembangunan yang dihasilkan oleh BAPPEDA Kota Lubuklinggau harus dapat diandalkan sebagai alternatif solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan daerah melalui upaya yang sinergis, terintegrasi dan sesuai dengan kondisi regional maupun sektoral. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, BAPPEDA Kota Lubuklinggau melaksanakan perencanaan pembangunan
BAPPEDA Kota Lubuklinggau | LKjIp Tahun 2015 24 daerah berdasarkan kompetensi, profesionalisme, dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Disamping itu, BAPPEDA Kota Lubuklinggau secara proaktif berperan dalam menentukan arah pencapaian tujuan pembangunan daerah melalui pelaksanaan analisis kebijakan/kajian pembangunan, pelaksanaan koordinasi, dan integrasi perencanaan
pembangunan serta menjalankan konsultasi, advokasi, pendampingan dalam
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. b. Misi
Agar Visi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau
“TERWUJUDNYA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH YANG BERKUALITAS” dapat diwujudkan, dan dapat mendorong alokasi sumberdaya di seluruh unsur organisasi, maka dirumuskan misi BAPPEDA Kota Lubuklinggau sebagai berikut :
1. Meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah.
2. Mewujudkan profesionalisme aparatur perencana.
2. Tujuan dan Sasaran Strategis 1. Tujuan
Tujuan pembangunan jangka menengah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah tahun 2013-2017 yaitu:
1. Misi 1: Meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan, dengan tujuan:
1.1 Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah
1.2 Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi kinerja serta keuangan SKPD
2. Misi 2: Mewujudkan profesionalisme aparatur perencana, dengan tujuan:
2.1 Meningkatnya kualitas SDM perencana b. Sasaran Strategis
Adapun sasaran dari pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu :
1. Tujuan 1: Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah, dengan sasaran: 1.1 Terwujudnya perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah yang partisipatif
dan berkualitas
1.2 Terwujudnya sinkronisasi program pembangunan antar sektor dan antarwilayah yang mengacu kepada RTRW
BAPPEDA Kota Lubuklinggau | LKjIp Tahun 2015 25 1.3 Terpenuhinya data statistik dan informasi perencanaan pembangunan daerah 2. Tujuan 2: Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi kinerja serta keuangan
SKPD, dengan sasaran:
2.1 Terpenuhinya dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja serta keuangan 3. Tujuan 3: Meningkatnya kualitas SDM perencana, dengan sasaran:
3.1 Meningkatnya kompetensi dan kinerja aparatur perencana pembangunan daerah
3. Strategi dan Arah Kebijakan
Strategi yang ditempuh dalam mewujudkan visi misi Bappeda Kota Lubuklinggau adalah:
1. Penguatan sistem perencanaan pembangunan daerah. 2. Penguatan sistem pengendalian pembangunan daerah.
3. Meningkatkan kualitas rencana tata ruang dan mengoptimalkan peran kelembagaan untuk mewujudkan rencana tata ruang sebagai acuan dalam pelaksanaan pembangunan.
4. Menyempurnakan data statistik dan informasi perencanaan pembangunan daerah. 5. Peningkatan efektifitas dan efisiensi perencanaan dan evaluasi kinerja serta
keuangan SKPD Bappeda.
6. Peningkatan efektifitas dan efisiensi pengelolaan internal SKPD Bappeda.
Adapun kebijakan program perencanaan pembangunan Bappeda Kota Lubuklinggau yang ditempuh melalui:
1. Pengkoordinasikan para pelaku pembangunan
2. Penelitian dan pengembangan perencanaan pembangunan daerah
3. Meningkatkan koordinasi Perencanaan di bidang Ekonomi
4. Meningkatkan koordinasi Perencanaan di bidang Sosial Budaya
5. Pemantauan, evaluasi kinerja pelaksanaan rencana pembangunan
6. Penyusunan regulasi rencana tata ruang yang komprehensif dan partisipatif
BAPPEDA Kota Lubuklinggau | LKjIp Tahun 2015 26
8. Mengoptimalkan pengawasan penyelenggaraan penataan ruang termasuk
didalamnya melalui pengendalian pemanfaatan ruang
9. Meningkatkan koordinasi Perencanaan di bidang Urusan Penataan Ruang
10. Pengembangan metode pengumpulan data dan informasi pembangunan
11. Menyempurnakan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja serta keuangan
12. Mengoptimalkan kedisiplinan aparatur
13. Mengoptimalkan pemenuhan sarana dan prasarana aparatur
14. Peningkatan kompetensi dan profesionalitas SDM perencana
15. Mengoptimalkan pelayanan administrasi perkantoran
4. Program dan kegiatan pokok
Untuk mencapai sasaran-sasaran sebagaimana tersebut dalam Rencana Strategik Bappeda Kota Lubuklinggau 2013-2017, maka pada tahun 2015 Bappeda Kota Lubuklinggau merencanakan akan melaksanakan beberapa program dan kegiatan. Baik program dan kegiatan utama maupun program dan kegiatan yang bersifat rutin. Adapun Program yang wajib dilaksanakan untuk strategi pencapaian, yaitu :
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, yang didukung oleh kegiatan – kegiatan
sebagai berikut :
a. Penyediaan jasa surat menyurat
b. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik
c. Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional
d. Penyediaan jasa administrasi keuangan e. Penyediaan jasa kebersihan kantor
f. Penyediaan alat tulis kantor
g. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan
h. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor
i. Penyediaan peralatan rumah tangga
j. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan
BAPPEDA Kota Lubuklinggau | LKjIp Tahun 2015 27
l. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah
2. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, yang didukung oleh kegiatan
sebagai berikut :
a. Pendidikan dan pelatihan formal
3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, yang didukung oleh
kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a. Pengadaan kendaraan dinas/operasional b. Pengadaan peralatan gedung kantor
c. Pengadaan mebeleur
d. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional e. Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor
f. Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor
g. Pemeliharaan rutin/berkala peralatan jaringan internet kantor
4. Program Peningkatan Disiplin Aparatur
5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan,
yang didukung oleh kegiatan sebagai berikut:
a. Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD b. Penyusunan ikhtisar realisasi keuangan SKPD
6. Program pengembangan data/informasi, yang didukung oleh kegiatan-kegiatan sebagai
berikut :
a. Pengelolaan data dan informasi berbasis teknologi informasi b. Penyusunan buku selayang pandang dan leaflet kota Lubuklinggau
7. Program pengumpulan data-data statistik
8. Program perencanaan pembangunan daerah, yang didukung oleh kegiatan-kegiatan
sebagai berikut :
a. Penyelenggaraan musrenbang RKPD
b. Penyusunan rencana kerja pemerintah daerah
BAPPEDA Kota Lubuklinggau | LKjIp Tahun 2015 28 d. Penyusunan KUPA dan PPAS-P
e. Penetapan kinerja kota dan SKPD
f. Koordinasi perencanaan program litbang, data dan informasi pembangunan
g. Fasilitasi penyusunan laporan rencana aksi daerah bidang pemerintahan
9. Program Perencanaan Prasarana Wilayah Dan Sumber Daya Alam, yang didukung oleh
kegiatan sebagai berikut :
a. Fasilitasi program air minum dan penyehatan lingkungan
10. Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis Dan Cepat Tumbuh, yang
didukung oleh kegiatan sebagai berikut :
a. Koordinasi perencanaan pengembangan kota
11. Program Perencanaan Pengembangan Kota-Kota Menengah dan Besar, yang didukung
oleh kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a. Koordinasi perencanaan pengembangan kawasan perumahan b. Pengumpulan dan analisis data dan informasi bidang infrastruktur
12. Program perencanaan pembangunan ekonomi, yang didukung oleh kegiatan-kegiatan
sebagai berikut :
a. Koordinasi perencanaan pembangunan bidang industri, perdagangan, koperasi dan UKM
b. Koordinasi perencanaan pembangunan bidang pariwisata dan agribisnis
c. Koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah
d. Pengumpulan dan analisis data dan informasi Bidang Ekonomi
13. Program perencanaan sosial dan budaya, yang didukung oleh kegiatan-kegiatan sebagai
berikut :
a. Koordinasi perencanaan pembangunan bidang pendidikan dan kebudayaan b. Pengumpulan dan analisis data informasi bidang sosial budaya
c. Koordinasi perencanaan pembangunan bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial
d. Penyusunan laporan evaluasi capaian MDGS
BAPPEDA Kota Lubuklinggau | LKjIp Tahun 2015 29
14. Program Perencanaan Tata Ruang, yang didukung oleh kegiatan-kegiatan sebagai
berikut:
a. Rapat koordinasi tentang rencana tata ruang b. Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan
15. Program Pemanfaatan Ruang, yang didukung oleh kegiatan sebagai berikut:
a. Monitoring, evaluasi dan pelaporan
16. Program pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah, yang didukung
oleh kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
a. Pengendalian dan evaluasi terhadap rencana pembangunan b. Koordinasi pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah
c. Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan rencana pembangunan d. Pengendalian dan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan rencana pembangunan
2.2 RENCANA KINERJA TAHUN 2015
Sebagai penjabaran lebih lanjut dari Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2013-2017, disusun suatu Rencana Kinerja (Perfomance Plan) setiap tahunnya. Rencana kinerja yang harus dicapai dalam satu tahun pelaksanaan yang menunjukkan nilai kuantitatif yang melekat pada setiap indikator kinerja, baik pada tingkat sasaran strategis maupun tingkat kegiatan, dan merupakan pembanding bagi proses pengukuran keberhasilan organisasi yang dilakukan akhir periode pelaksanaan.
Sasaran strategis tahun 2015 ditetapkan sebanyak 5 (Lima) sasaran dengan target indikator kinerja sasaran sebanyak 29 (Dua puluh sembilan) indikator kinerja sasaran, secara rinci dapat dilhat dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT) pada lampiran.
2.3 PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015
Perjanjian kinerja pada dasarnya merupakan salah satu komponen dari Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP), yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja
BAPPEDA Kota Lubuklinggau | LKjIp Tahun 2015 30 Instansi Pemerintah. Penyusunan kontrak kinerja ini diharapkan dapat mendorong keberhasilan peningkatan kinerja instansi pemerintah.
Perjanjian kinerja ini merupakan tekad dan janji rencana kinerja tahunan yang akan dicapai antara pimpinan unit kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau yang menerima amanah/tanggungjawab/kinerja dengan pihak yang memberikan amanah/tanggungjawab/kinerja dalam hal ini selaku Kepala Daerah Kota Lubuklinggau. Dengan demikian, penetapan kinerja ini merupakan suatu janji kinerja yang akan diwujudkan oleh seorang pejabat penerima amanah kepada atasan langsungnya. Penetapan kinerja ini akan menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh suatu instansi pemerintah/unit kerja dalam suatu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya.
Ruang lingkup penetapan kinerja mencakup seluruh tugas pokok dan fungsi suatu organisasi dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia. Surat Pernyataan Penetapan Kinerja dan tabel penetapan kinerja dapat dilihat pada lampiran.
a. Pernyataan Perjanjian Kinerja
Dokumen Perjanjian Kinerja tahun 2015 merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja yang berisikan/kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja antara Walikota Lubuklinggau dan Pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dalam hal ini Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau untuk mewujudkan target kinerja yang telah dituangkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau.
Dokumen Perjanjian Kinerja tahun 2015 disusun setelah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau menerima Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang telah ditandatangani oleh Walikota Lubuklinggau, pimpinan SKPD/unit kerja setempat dan telah disahkan oleh Pejabat Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Lubuklinggau.
Dokumen Penetapan Kinerja pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau dimanfaatkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau selaku pengguna anggaran yang berguna untuk, yaitu: a. Memantau dan mengendalikan pencapaian kinerja Badan Perencanaan
BAPPEDA Kota Lubuklinggau | LKjIp Tahun 2015 31 b. Melaporkan capaian realisasi dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj IP)
2015 kepada Walikota Lubuklinggau;
c. Menilai keberhasilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota
Lubuklinggau di Tahun 2015 dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Lubuklinggau dibidang manajemen kepegawaian.
Berikut ini pada halaman lampiran terdapat Pernyataan Perjanjian Kinerja Tahun 2015 tingkat SKPD Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau yang telah ditandatangani oleh Kepala Badan Kepegawaian Darah Kota Lubuklinggau sebagai Pihak Pertama dan Walikota Lubuklinggau sebagai Pihak Kedua.
b. Perjanjian Kinerja
Dalam dokumen Perjanjian Kinerja terdapat pernyataan yang dilampirkan dengan formulir yang memuat kolom sasaran strategis, indikator kinerja utama, target kinerja dan pagu anggaran yang digunakan pada program kegiatan tahun anggaran 2015. Penyusunan Dokumen Perjanjian Kinerja tahun 2015 ini ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan, antara lain :
1. Kontrak 1 (satu) tahun anggaran memuat Pernyataaan Perjanjian Kerja antara
Walikota Lubuklinggau dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau dalam menjalankan anggaran tahun 2015 pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau;
2. Dokumen Perencanaan Strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Lubuklinggau tahun 2013-2017;
3. Dokumen Perencanaan Kinerja Tahunan 2015 pada Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau;
4. Dokumen pengganggaran atau Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pada
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau tahun 2015; Dokumen pernyataan penetapan kinerja tahun 2015 yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau dapat dilihat pada halaman lampiran berikut. Sedangkan Perjanjian Kinerja yang akan dicapai untuk tahun 2015 adalah sebagai berikut:
BAPPEDA Kota Lubuklinggau | LKjIp Tahun 2015 32
Sasaran Indikator Kinerja Satuan Target
1.1.1 Terwujudnya perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah yang partisipatif dan berkualitas
1
Regulasi tentang perencanaan pembangunan daerah yang ditetapkan dengan Perda dan /atau Perkada
% 100
2 Tersedianya dokumen perencanaan RPJPD
yang telah ditetapkan dengan PERDA % 100
3 Tersedianya Dokumen Perencanaan RPJMD
yang ditetapkan PERDA/PERKADA % 100
4 Tersedianya dokumen RKPD yang ditetapkan
dengan Perkada % 100
5 Prosentase sinkronisasi program daerah dan
pusat % 100
6 Penjabaran Program RPJMD tahunan ke dalam
RKPD % 100
7 Penjabaran Program RKPD ke dalam APBD % 100
8 Prosentase Pencapaian Target RPJMD % 100
9 Dokumen perencanaan pengembangan kota Dok 5
10 Dokumen perencanaan prasarana wilayah dan
sumber daya alam Dok 2
11 Dokumen perencanaan pengembangan
wilayah strategis dan cepat tumbuh Dok 2
12 Dokumen perencanaan pembangunan
ekonomi yang mendukung RPJMD Dok 7
13 Dokumen perencanaan pembangunan sosial
budaya yang mendukung RPJMD Dok 8
1.1.2 Terwujudnya Sinkronisasi proram pembangunan antar sektor dan antarwilayah yang mengacu kepada RTRW
1 Jumlah Dokumen RDTR dan/atau RRTR Dok 10
2 Ketersediaan Perda RTRW % 100
3
Ketersediaan informasi mengenai Rencana Tata Ruang (RTR) wilayah kabupaten/kota beserta rencana rincinya melalui peta analog (SPM)
% 100
4
Tersedianya informasi mengenai Rencana Tata Ruang (RTR) wilayah kabupaten/kota beserta rencana rincinya melalui peta digital (SPM)
% 100
5 Terlaksananya penjaringan aspirasi masyarakat
melalui forum konsultasi publik (SPM) % 100
6
Terlayaninya masyarakat dalam pengurusan izin pemanfaatan ruang sesuai dengan Peraturan Daerah tentang RTR wilayah (SPM)
% 100
7 Ketaatan terhadap Rencana Tata Ruang
Wilayah % 55
1.1.3 Terpenuhinya data statistik dan informasi perencanaan pembangunan daerah
1 Tingkat Ketersediaan data statistik daerah % 100
2 Ketersediaan data dan informasi
pembangunan % 100
1.2.1 Terpenuhinya dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja serta keuangan
1 Tingkat ketersediaan dokumen perencanaan
SKPD % 100
2 Tingkat ketersediaan laporan capaian kinerja
SKPD % 100
3 Tingkat ketersediaan laporan keuangan SKPD % 100 2.1.1 Meningkatnya kompetensi
dan kinerja aparatur perencanaan pembangunan daerah
1 Tingkat kedisiplinan aparatur % 100
2 Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana
aparatur % 100
3 Prosentase aparatur yang mempunyai
kompetensi perencana % 100
4 Tingkat pemenuhan jasa administrasi
BAPPEDA Kota Lubuklinggau | LKjIp Tahun 2015 33
BAB
AKUNTABILITAS KINERJA
Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah melaksanakan kewajiban
berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Kinerja Pemerintah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Laporan tersebut memberikan gambaran penilaian tingkat pencapaian target sasaran dari masing-masing indikator kinerja sasaran yang ditetapkan dalam dokumen Renstra 2013-2017 maupun Renja Tahun 2014. Sesuai ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan misi dan visi instansi pemerintah.
3.1 KERANGKA PENGUKURAN KINERJA
Mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, Kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah diukur berdasarkan Tingkat Pencapaian Sasaran dan indikator sasaran serta menggambarkan pula tingkat capaian pada program/kegiatan.
Untuk mengetahui gambaran mengenai Tingkat Pencapaian Sasaran dan Program/Kegiatan dilakukan melalui media Rencana Kinerja yang dibandingkan dengan
BAPPEDA Kota Lubuklinggau | LKjIp Tahun 2015 34 realisasinya. Pencapaian Sasaran diperoleh dengan cara membandingkan target dengan Realisasi Indikator Sasaran melalui media Formulir Pengukuran Kinerja.
Untuk mempermudah interprestasi atas pencapaian sasaran dan program/kegiatan serta indikator makro diberlakukan nilai disertai makna dari nilai tersebut yaitu:
- 85 s.d. 100 = Baik Sekali - 70 s.d. <85 = Baik - 55 s.d. <70 = Cukup - < 55 = Kurang
Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisis pencapaian kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-sebab tercapai atau tidak tercapainya kinerja yang diharapkan.
Indikator Kinerja
Indikator Kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan, dengan memperhitungkan indikator masukan (inputs), keluaran (outputs), dan hasil (outcomes).
Indikator Kinerja Sasaran
Indikator Kinerja Sasaran adalah sesuatu yang dapat menunjukkan secara signifikan mengenai keberhasilan atau kegagalan pencapaian sasaran. Indikator Kinerja Sasaran dilengkapi dengan target kuantitatif dan satuannya untuk mempermudah pengukuran pencapaian sasaran.
A. METODOLOGI PENGUKURAN PENCAPAIAN KINERJA
Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan rencana dan realisasi sebagai berikut:
1) Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja, digunakan rumus:
Realisasi
Capaian indikator kinerja = x 100% Rencana
BAPPEDA Kota Lubuklinggau | LKjIp Tahun 2015 35 2) Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja atau
semakin rendah realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja, digunakan rumus:
Rencana – (Realisasi – Rencana)
Capaian indikator = x 100% kinerja Rencana
Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran. Pengukuran dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran digunakan untuk menunjukkan secara langsung kaitan antara sasaran dengan indikator kinerjanya, sehingga keberhasilan sasaran berdasarkan rencana kinerja tahunan yang ditetapkan dapat dilihat dengan jelas. Selain membandingkan rencana dan realisasi, pengukuran kinerja juga dilakukan dengan membandingkan realisasi tahun ini dengan realisasi tahun lalu serta membandingkan realisasi sampai dengan tahun ini dengan target sampai akhir tahun Renstra.
3.2 ANALISIS CAPAIAN KINERJA
Indikator Kinerja Utama (IKU) merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis Instansi Pemerintah. Dokumen Indikator Kinerja Utama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau telah ditetapkan dan digunakan dalam mengukur pencapaian sasaran. Indikator tersebut tercantum dalam Renstra, Renja maupun Perjanjian Kinerja. Target pencapaian indikator kinerja tersebut ditetapkan dalam dokumen perjanjian kinerja setiap tahun secara definitif. Sedangkan pengukuran kinerja atas keberhasilan sasaran diukur pada tiap akhir tahun dengan formulir Pengukuran Kinerja. Pengukuran Kinerja sasaran sekaligus menggambarkan pencapaian kinerja indikator kinerja utama.
Pengukuran tingkat capaian kinerja Bappeda Kota Lubuklinggau tahun 2015 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing-masing indikator kinerja sasaran. Rincian tingkat capaian kinerja masing-masing indikator kinerja sasaran tersebut dapat diilustrasikan dalam tabel pada lampiran.
Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian sasaran strategis berikut indikator kinerjanya, namun demikian juga terdapat beberapa sasaran strategis yang masih perlu terus ditingkatkan target dan realisasinya dimasa yang akan datang. Terhadap sasaran maupun target indikator kinerja yang belum maksimal dapat diwujudkan tersebut, Bappeda
BAPPEDA Kota Lubuklinggau | LKjIp Tahun 2015 36 Kota Lubuklinggau melakukan beberapa analisis dan evaluasi agar terdapat perbaikan penanganan di masa mendatang. Analisis capaian kinerja masing – masing sasaran tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
Tujuan 1.1 “Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah”
Untuk mewujudkan tujuan 1 telah ditetapkan 3 (tiga) sasaran strategis. Dalam tahun 2015 telah dilaksanakan upaya pencapaian 3 (tiga) sasaran dengan tingkat pencapaian dijelaskan dibawah ini.
Sasaran 1.1.1 “Terwujudnya perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah
yang partisipatif dan berkualitas”
Indikator kinerja, target, dan realisasinya dapat digambarkan sebagai berikut:
Indikator Kinerja Target Tahun 2015 (%) Realisasi Tahun 2015 (%) Capaian (%)
Regulasi tentang perencanaan pembangunan daerah
yang ditetapkan dengan Perda dan /atau Perkada 100 100 100
Tersedianya dokumen perencanaan RPJPD yang telah
ditetapkan dengan PERDA 100 100 100
Tersedianya Dokumen Perencanaan RPJMD yang
ditetapkan PERDA/PERKADA 100 100 100
Tersedianya dokumen RKPD yang ditetapkan dengan
Perkada 100 100 100
Prosentase sinkronisasi program daerah dan pusat 100 100 100
Penjabaran Program RPJMD tahunan ke dalam RKPD 100 97,42 97,42
Penjabaran Program RKPD ke dalam APBD 100 74,45 74,45
Prosentase Pencapaian Target RPJMD 100 96,03 96,03
Dokumen perencanaan pengembangan kota 5 5 100
Dokumen perencanaan prasarana wilayah dan sumber
daya alam 2 2 100
Dokumen perencanaan pengembangan wilayah
BAPPEDA Kota Lubuklinggau | LKjIp Tahun 2015 37 Indikator Kinerja Target Tahun 2015 (%) Realisasi Tahun 2015 (%) Capaian (%)
Dokumen perencanaan pembangunan ekonomi yang
mendukung RPJMD 7 7 100
Dokumen perencanaan pembangunan sosial budaya
yang mendukung RPJMD 8 8 100
Dengan menindaklanjuti urusan perencanaan pembangunan yang merupakan salah satu urusan wajib Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau, Bappeda memiliki salah satu sasarannya yaitu Terwujudnya perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah yang partisipatif dan berkualitas. Dengan berpedoman pada Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional bahwa tahapan perencanaan pembangunan nasional meliputi penyusunan rencana, penetapan rencana, pengendalian pelaksanaan rencana dan evaluasi pelaksanaan rencana, maka ditetapkan beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran ini.