• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENUTUP

Dalam dokumen DINAS PERHUBUNGAN KOTA BANDA ACEH (Halaman 12-67)

“Memberikan layanan transportasi dan

komunikasi yang handal dan akurat berbasis

informasi dan teknologi”

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

2.1 Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2017-2022

Rencana Strategis Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh merupakan pedoman, yang akan memberikan arah dan langkah untuk pembangunan sektor LLAJ dan Pelayaran di Kota Banda Aceh dalam kurun waktu 2017-2022. Dokumen ini disusun berdasarkan proses konsultasi dengan pihak terkait serta berazaskan kaidah-kaidah perencanaan seperti keselarasan, keserasian, keterpaduan, kelestarian dan kesinambungan dalam lingkup Kota Banda Aceh.

Ruang lingkup dokumen Renstra Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh ini mencakup visi, misi, tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan serta program dan kegiatan di sektor infrastruktur pada masa lima tahun kedepan dan satu tahun transisi.

A. VISI

Adapun visi Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh dalam mencapai kinerja pembangunan adalah :

Visi tersebut mengandung arti apa yang akan kami lakukan secara jelas, yang mampu membangun inspirasi dan motivasi, fokus dan menjadi pengungkit sekaligus pendorong untuk memberikan arah yang benar dan peluang bagi organisasi. Visi Dinas Perhubungan merupakan bagian integral dari visi Pemerintah Kota Banda Aceh secara keseluruhan.

B. Misi

seluruh pegawai di lingkungan Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh dan pihak berkepentingan lainnya dapat mengenal dan mengetahui peran dan program serta hasil yang akan diperoleh. Misi Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh mengacu pada misi Pemerintah Kota Banda Aceh terutama untuk periode tahun 2017-2022, yaitu Misi 6 “Membangun infrastruktur kota yang ramah lingkungan dan

berkelanjutan”, yang dijabarkan sebagai berikut :

1. Meningkatkan kapasitas aparatur dan sumber daya manusia yang mandiri dan bertanggungjawab serta berakhlak mulia.

2. Meningkatkan Pelayanan, sarana & prasarana angkutan sungai dan penyeberangan.

3. Menciptakan ketertiban dan kenyamanan berlalu lintas dalam Kota Banda Aceh/

4. Meningkatkan pelayanan jasa angkutan Kota Banda Aceh.

Dalam rangka mencapai visi dan misi dari Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh perlu dijabarkan keadaan dalam bentuk yang lebih terarah berupa pembuatan tujuan dan sasaran organisasi.

2.2 Tujuan dan sasaran

A. Tujuan

Untuk mewujudkan visi dan misi maka tujuan Dinas Perhubungan Kota Banda

Aceh disusun berdasarkan kebutuhan bidang perhubungan kota yang

terpadu,terintegrasi dan berkelanjutan. Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 5 tahun ke depan. Adapun yang menjadi tujuan program jangka menengah Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh adalah :

1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana perhubungan yang memadai

2. Mewujudkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan berlalu lintas dalam Kota Banda Aceh

B. Sasaran

Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh Instansi pemerintah dalam rumusan yang lebih specifik, terukur, dapat dicapai, realistis dan tepat waktu. Sasaran program jangka menengah yang telah ditetapkan dan berkaitan dengan tupoksi Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh adalah:

1. Meningkatnya cakupan layanan transportasi publik

2. Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana transportasi angkutan darat dan pelabuhan penyeberangan

3. Meningkatnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas dalam Kota Banda Aceh

4. Meningkatnya kelancaran arus lalu lintas dalam Kota Banda Aceh.

2.3. Cara mencapai tujuan dan Sasaran

Sesuai dengan visi dan misi Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh tersebut diatas perlu ditetapkan arah kebijakan yang tepat, jelas dan terarah, agar visi dan misi, tujuan dan sasaran dimaksud benar-benar dapat terwujud dan terlaksana sebagaimana yang diharapkan dan dengan melaksanakan kebijakan, program dan kegiatan sebagai strategi dalam pencapaian tujuan dan sasaran.

Kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh yang berwenang untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk dalam pengembangan ataupun pelaksanaan program/kegiatan guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam perwujudan sasaran, tujuan, serta visi dan misi instansi pemerintah.

Adapun kebijakan Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh yang akan dilaksanakan sebagai berikut :

1. Meningkatkan jumlah armada penghubung (feeder) transkoetaradja & mengembangkan sistem transfortasi massal yang terintegrasi.

2. Pengadaan Fasilitas Terminal

3. Pengadaan Fasilitas Pelabuhan Penyeberangan

4. Adanya Peraturan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ menambah fasilitas keselamatan jalan.

5. Peningkatan kelaikkan penoperasian kenderaan bermotor

6. Adanya Peraturan Walikota Tentang Pengembokkan larangan parkir

7. Adanya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2014 Tentang Rambu Lalu lintas.

8. Adanya Qanun RTRW Kota Banda Aceh

Pada tahun anggaran 2020 Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh telah melaksanakan program-program dan kegiatan–kegiatan yang telah diintegrasikan

akan dicapai pada akhir tahun 2020. Dengan tetap mengacu pada tujuan, sasaran dan kebijakan dari Renstra Dinas Perhubungan 2017 – 2022, maka program-program yang dilaksanakan dalam rangka pencapaian Tujuan dan Sasaran Dinas Perhubungan di tahun 2020 adalah :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran;

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur; 3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur;

4. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan;

5. Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ; 6. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan;

7. Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan;

8. Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas; dan

9. Program Peningkatan Kelaikan Pengoperasian Kendaraan Bermotor.

2.4. Rencana Kerja Tahun 2020

Rencana kerja tahunan merupakan proses penetapan kegiatan tahunan dan indikator kinerja berdasarkan program, kebijakan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategik. Hasil dari proses ini berupa rencana kinerja (performance plan) tahunan, komponen rencana kinerja adalah sasaran, program, kegiatan dan indikator kinerja (input, output, outcome, benefits, impact).

Rencana kerja ini merupakan penjabaran target kerja yang harus dicapai dalam satu tahun pelaksanaan. Target kinerja ini menunjukkan nilai kualitatif yang melekat pada setiap indikator kinerja baik pada tingkat sasaran strategik maupun tingkat kegiatan, dan merupakan pembanding bagi proses pengukuran keberhasilan pembangunan kesehatan yang dilakukan pada setiap akhir periode pelaksanaan.

Rencana kerja tahun 2020 ini merupakan komitmen seluruh pegawai di lingkungan Dinas Perhubungan untuk mencapai kinerja sebaik-baiknya dan sebagai tagihan dari upaya memenuhi misi dari Dinas Perhubungan Banda Aceh. Dengan demikian, seluruh perencanaan dan pengendalian aktivitas operasional Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, seluruhnya merujuk pada rencana kerja tahun 2020 seperti yang dijabarkan berikut ini :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

1.1. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik; 1.2. Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor;

1.4. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan;

1.5. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor; 1.6. Penyediaan Makanan dan Minuman;

1.7. Rapat-rapat Koordinasi dan konsultasi keluar Daerah ;

1.8. Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung Administrasi/Teknis Perkantoran.

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 2.1. Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor;

2.2. Pengadaan Peralatan Gedung Kantor; 2.3. Pengadaan Mebeleur;

2.4. Pemeliharaan Rutin/ Berkala Kendaraan Dinas/Operasional; 2.5. Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Gedung Kantor; 2.6. Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor.

3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur

3.1. Pengadaan Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Perlengkapannya; 3.2. Pengadaan Pakaian Kerja Lapangan.

4. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan

4.1. Perencanaan Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan; 4.2. Peningkatan Pengelolaan Terminal Angkutan Sungai, Danau dan

Penyeberangan.

5. Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ

5.1. Rehabilitasi/Pemeliharaan Sarana Alat Pengujian Kendaraan Bermotor; 5.2. Rehabilitasi/Pemeliharaan Terminal/Pelabuhan;

5.3. Rehabilitasi/Pemeliharaan Rambu-rambu Lalu Lintas.

6. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan

6.1. Kegiatan Uji Kelayakan Sarana Transportasi Guna Keselamatan Penumpang;

6.2. Kegiatan Pengendalian Disiplin Pengoperasian Angkutan Umum di Jalan Raya;

6.3. Kegiatan Penciptaan Keamanan dan Kenyamanan penumpang dilingkungan Terminal;

6.4. Pengumpulan dan analisis data base pelayanan jasa angkutan; 6.5. Sosialisasi/Penyuluhan Ketertiban Lalu lintas dan Angkutan.

7. Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan 7.1. Pembangunan halte bus, taxi gedung terminal.

8. Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas 8.1. Pengadaan Rambu-rambu Lalu Lintas;

8.2. Pengadaan Marka Jalan;

8.3. Pengamanana Lapangan dan Penertiban Juru Parkir; 8.4. Pembagunan Zona Keselamatan Lalu Lintas Jalan.

9. Program Peningkatan Kelaikan Pengoperasian Kendaraan Bermotor 9.1. Pengadaan alat pengujian kendaraan bermotor.

2.5. Penetapan Kinerja

Penetapan Kinerja adalah merupakan tekad janji yang akan diwujudkan oleh pejabat penerima amanah kepada atasan langsungnya atau merupakan gambaran capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh suatu unit kerja dalam suatu tahun dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya.

Adapun Penetapan Kinerja Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh tahun 2020 adalah sebagai berikut :

Sasaran strategis: Meningkatnya Sumber daya aparatur dan pelayanan publik

Indikator Kinerja dan targetnya adalah sebagai berikut :

 Penyediaan administrasi perkantoran dengan 1 Jenis Program dan 8 Kegiatan untuk mencapai sasaran strategis tersebut adalah sebagai berikut ::

 Program Pelayanan Adminstrasi Perkantoran dengan anggaran sebesar

Rp.3.608.345.905,-Persentase pemenuhan kebutuhan penunjang perangkat daerah dengan target indikator kinerja 100%

 Penyediaan sarana dan prasarana Aparatur dengan 1 Program dan 7 Kegiatan untuk mencapai sasaran strategis tersebut sebagai berikut :

 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dengan anggaran sebesar

Rp.460.756.540,-Persentase pemenuhan kebutuhan penunjang perangkat daerah dengan target indikator kinerja 100%

 Penyedian Pakaian Dinas kantor dengan 1 Program dan 2 Kegiatan untuk mencapai sasaran strategis tersebut sebagai berikut :

 Program Peningkatan Disiplin Aparatur dengan anggaran sebesar

Rp.105.560.000,-Persentase pemenuhan kebutuhan penunjang perangkat daerah dengan target indikator kinerja 100%

Sasaran Strategis 1 : Meningkatnya Cakupan Layanan Transportasi Publik;

Indikator Kinerja dan targetnya adalah sebagai berikut :

 Jumlah plat, kartu uji dan sticker uji yang disediakan dengan target 1500 plat, 3000 kartu dan 1400 sticker uji;

 Jumlah Penertiban Kendaraan dan pengendalian Disiplin Angkutan Jalan yang dilaksanakan dengan target 360 kali;

 Jumlah Keamanan dan Kenyamanan Penumpang di Terminal yang

dilaksanakan dengan target 360 kali;

 Jumlah pengumpulan dan analisis data base pelayanan jasa angkutan yang dilaksankan dengan target 1 kali;

 Jumlah Sosialisasi Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan Umum Kepada Sekolah yang dilaksanakan dengan target 3 kali.

Program untuk mencapai sasaran strategis 1 tersebut adalah sbb :

 Program Peningkatan Pelayanan Angkutan

Rp.1.844.044.500,-Persentase Pelayanan Jasa Angkutan dan Menurunnya Jumlah

Kecelakaan serta Tertibnya Lalu lintas 100 %.

Sasaran Strategis 2 : Meningkatnya Kualitas Sarana dan Prasarana transportasi Angkutan Darat Pelabuhan Penyeberangan

Indikator Kinerja dan Targetnya adalah sebagai berikut :

 Jumlah Dokumen Perencanaan Pembangunan Prasarana dan Fasilitas

Perhubungan yang disusun dengan target 2 dokumen;

 Jumlah Kegiatan Pengelolaan Terminal Angkutan Sungai, danau dan

Program untuk mencapai sasaran strategis 2 tersebut adalah sbb :

 Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan

Rp.375.750.000,-Persentase Bertambahnya Jumlah prasarana dan fasilitas Perhubungan guna Peningkatan Pengelolaan Terminal Darat dan ASDP target kinerja 20 %.

Indikator Kinerja dan Targetnya adalah sebagai berikut :

 Jumlah halte bus, taxi gedung terminal dengan target 1 unit.

Program untuk mencapai sasaran strategis tersebut adalah sbb :

 Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan

Rp.300.250.000,-Persentase Bertambahnya Jumlah prasarana dan Prasarana

Perhubungan guna Peningkatan Pengelolaan Terminal Darat dan ASDP target kinerja 100 %.

Sasaran Strategis 3 : Meningkatnya Keselamatan dan Ketertiban Berlalu Lintas dalam Kota Banda Aceh

Indikator Kinerja dan Targetnya adalah sebagai berikut :

 Jumlah Pemeliharaan Sarana Alat Pengujian Kendaraan Bermotor yang dilaksanakan dengan target 12 Kali;

 Jumlah Pemeliharaan balai pengujian kendaraan bermotor yang dilaksanakan dengan target 1Kali;

 Jumlah Pemeliharaan terminal/pelabuhan dengan target 3 Lokasi;

 Jumlah Pemeliharaan Rambu-Rambu Lalu Lintas yang dilaksanakan dengan target 48 Kali.

Program untuk mencapai sasaran strategis 4 tersebut adalah sbb :

 Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ

Rp.788.300.000,-Persentase Bertambahnya Umur Prasarana dan Fasilitas LLAJ Guna Peningkatan Keselamatan Pengguna Jasa Jalan dengan target kinerja 100 %.

Indikator Kinerja dan Targetnya adalah sebagai berikut :

 Jumlah alat pengujian kendaraan bermotor dengan target 4 unit.

Program untuk mencapai sasaran strategis tersebut adalah sbb :

 Program Peningkatan Kelaikan Pengoperasian Kendaraan Bermotor

Rp.151.050.000,-Persentase Bertambahnya Umur Prasarana dan Fasilitas LLAJ Guna Peningkatan Keselamatan Pengguna Jasa Jalan dengan target kinerja 82 %.

Sasaran Srategis keempat : Meningkatnya kelancaran arus lalu lintas dalam Kota Banda Aceh.

Indikator Kinerja dan Targetnya adalah sebagai berikut :

 Jumlah Rambu Lalu Lintas yang disediakan dengan target 83 unit;

 Jumlah Marka Jalan dalam Kota Banda Aceh yang disediakan dengan target 1000 M1;

 Jumlah Juru Parkir yang disediakan dengan target sasaran 400 orang;

 Jumlah Zona Keselamatan Lalu Lintas Jalan dengan target 4 kawasan.

Program untuk mencapai sasaran strategis 4 tersebut adalah sbb :

 Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas dengan anggaran sebesar

Rp.7.957.135.500,-Persentase Bertambahnya fasilitas perlengkapan jalan guna

peningkatan keselamatan pengguna jalan dengan target kinerja 95 %.

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Setiap akhir periode instansi melakukan pengukuran pencapaian target kinerja yang ditetapkan dalam dokumen penetapan kinerja Pengukuran pencapaian target kinerja dilakukan dengan membandingkan antara target kinerja dengan menggunakan indikator kinerja yang telah ditetapkan dan realisasi kinerja yang telah dicapai dan dilaksanakan.

Proses ini lebih lanjut dimaksudkan untuk menilai pencapaian tujuan dan sasaran strategis organisasiyang bersifat hasil (outcome) dan atau keluaran (output) penting dari masing-masing program/kegiatan sebagaimana ditetapkan dalam dokumen Penetapan Kinerja yang menjadi tolok ukur keberhasilan organisasi. Dengan demikian pengukuran kinerja ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang keberhasilan atau kegagalan organisasi dalam pencapaian tujuan/sasaran stategis Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh sebagaimana yang telah ditetapkan pada awal tahun 2020 di dalam dokumen penetapan kinerja.

3.1. Indikator Kinerja

Pengukuran kinerja mencakup penetapan indikator kinerja dan target yang direncanakan untuk dicapai pada tahun yang bersangkutan. Indikator dan target kinerja tersebut dituangkan dalam formulir Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2020 dan Penetapan Kinerja tahun 2020. Indikator kinerja yang dituangkan adalah indikator kinerja sasaran sasaran strategis sesuai dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh yang telah ditetapkan dan merupakan Indikator outcome atau output penting.

Pada LKjIP tahun 2020, sasaran strategis yang ingin dicapai sebanyak 4 sasaran dengan 7 indikator. Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh ditetapkan sebagaimana Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/09/M.PAN/5/2007 tanggal 31 Mei 2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah. yang telah mewajibkan setiap instansi pemerintah untuk menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) di lingkungan masing-masing. Pemilihan indikator tersebut dengan mempertimbangkan signifikansi kegiatan terhadap pencapaian sasaran dan tingkat keterukuran (measurability) dari indikator yang bersangkutan.

3.2. Capaian Kinerja

A. Kerangka Pengukuran Kinerja

Pengukuran Kinerja merupakan pembandingan antara target kinerja (Performance Plan) yang telah ditetapkan dengan realisasinya (Performance Result). Dengan perbandingan tersebut dapat diketahui celah kinerja (Performance Gap) yang kemudian dianalisa untuk mengetahui penyebab keberhasilan atau kegagalan jika ada, dan selanjutnya terhadap kegagalan atau kelemahan yang terjadi akan ditetapkan strategi untuk peningkatan kinerja dimasa datang (Performance Improvement).

Pengukuran ini menetapkan kategori pencapaian kinerja ke dalam empat kategori berikut :

Tabel 3.1 Kategori Pencapaian Kinerja

Urutan Rentang Capaian Kategori Capaian

I II III IV Lebih dari 85% 70% sampai 85% 55% sampai 69% Kurang dari 55% Sangat Baik Baik Cukup Kurang

Dinas Perhubungan telah berusaha secara maksimal untuk mencapai seluruh target dari sasaran dan kegiatan yang ditetapkan dalam Rencana Kinerja Tahun 2020 dan Penetapan Kinerja Tahun 2020. Uraian target dan realisasi dari pencapaian sasaran strategis ini secara rinci dapat dilihat pada Formulir Pengukuran Pencapaian Kinerja.

B. Capaian Kinerja Indikator Utama

Hasil Pengukuran Indikator Kinerja Utama Sebagai berikut:

Tabel 3.2 Pengukuran Indikator Kinerja Utama

No Indikator Kinerja

Tahun 2020

Target Realisasi Capaian

1. Persentase gampong yang terkoneksi transportasi publik 65 % 75 % 100% 2. Persentase terminal transportasi darat

yang sesuai standar

60 % 65 % 100%

3. Persentase standar

4. Jumlah penurunan angka kecelakaan lalu lintas 195 Kejadian 190 Kejadian 95% 5. Persentase angkutan

umum yang laik jalan 80 % 80% 100%

6. Jumlah penurunan

tingkat pelanggaran rambu parkir

96 tilang 19 tilang 85 %

7. Tingkat kepadatan lalu

lintas 0,31 % 0,30 % 98 %

Jika dibandingkan dengan realisasi capaian kinerja tahun lalu maka terjadi peningkatan dan penurunan realisasi capaian kinerja pada beberapa indikator kinerja dengan uraian sebagai berikut :

Tabel 3.3 Perbandingan Realisasi Capaian Kinerja

No Indikator Kinerja Realisasi

Capaian Thn 2019 Realisasi Capaian Thn 2020 Keterangan

1. Persentase gampongyang terkoneksi transportasi publik

65 % 75% ↑

2. Persentase terminal

transportasi darat

yang sesuai standar

60 % 65% ↑ 3. Persentase standar fasilitas pelabuhan penyeberangan yang terpenuhi - 78% ↑ 4. Jumlah penurunan

angka kecelakaan lalu lintas 195 Kejadian 190 Kejadian ↑ 5. Persentase angkutan

umum yang laik jalan - 80%

6. Jumlah penurunan

tingkat pelanggaran rambu parkir

17 tilang 19 tilang ↑

7. Tingkat kepadatan lalu

lintas 0,31 % 0,30 %

Indikator Kinerja Dinas Perhubungan dalam mewujudkan misi 6 (enam) Pemerintah Kota Banda Aceh dapat ditunjukan dari capaian indikator selama 2 tahun dapat dicapai bahkan realisasi capaian tahun 2020 mengalami peningkatan seperti yang terlihat dalam tabel diatas sesuai dengan target kinerja yang telah ditetapkan. Dengan demikian dapat disimpulkan sasaran strategis pada tahun 2019 sampai tahun 2020 dapat diwujudkan.

C. Capaian Kinerja Sasaran Strategis

Dari 4 (empat) sasaran strategis dengan indikator sebanyak 7 (tujuh) indikator kinerja/sasaran, maka rincian tingkat capaian rata-rata untuk masing-masing sasaran dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.4 Capaian Kinerja Sasaran Strategis

No. Sasaran Strategis Jumlah Indikator Tingkat Capaian (%) Katagori Capaian 1. Meningkatnya Cakupan layanan transportasi publik 1 100 Sangat Baik 2. Meningkatnya Kualitas

sarana dan prasarana transportasi angkutan darat 2 100 Sangat Baik 3. Meningkatnya keselamatan dan

ketertiban berlalu lintas

dalam Kota Banda

Aceh

3 93 Sangat

Baik

4 Meningkatnya

kelancaran arus lalu

lintas dalam Kota

Banda Aceh

1 98 Sangat

Baik

D. Evaluasi Kinerja Sasaran Strategis

Analisis pencapaian kinerja dimaksudkan untuk menggambarkan keterkaitan pencapaian kinerja pencapaian sasaran strategis dalam rangka mewujudkan misi, visi dan tujuan sebagaimana ditetapkan dalam rencana strategis (Renstra). Instansi pemerintah melaksanakan análisis dan evaluasi kinerja dengan memperhatikan capaian indikator kinerja untuk melengkapi informasi yang dihasilkan dalam pengukuran kinerja dan digunakan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja. Analisis dan evaluasi kinerja tersebut dilakukan secara berkala dan sederhana dengan meneliti fakta-fakta yang ada baik berupa kendala, hambatan maupun informasi lainnya. Kinerja Dinas Perhubungan tahun 2020 tergambar dari pengukuran kinerja pencapaian strategis tersebut di atas, yang dicapai melalui pelaksanaan 9 program dan 34 kegiatan sebagaimana telah ditetapkan dalam dokumen Penetapan Kinerja tahun 2020.

Rincian capaian kinerja sasaran kegiatan Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh di tahun 2020 dapat diuraikan sebagai berikut:

Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran meningkatnya kualitas sarana dan prasarana transportasi angkutan darat dan pelabuhan penyeberangan dengan 1 (satu) indikator kinerja sasaran memperlihatkan capaian kinerja sebesar 100% dengan katagori capaian Sangat Berhasil

Tabel 3.5 Indikator Kinerja Sasaran

No Indikator Kinerja Tahun 2020 Target (%) Realisasi (%) Capaian (%) 1. Persentase gampong yang terkoneksi transportasi publik 65 % 75 % 100

Perbandingan realisasi capaian kinerja dari tahun sebelumnya sebagai berikut:

Tabel 3.6 Perbandingan Indikator Kinerja Sasaran Tahun 2019 dan Tahun 2020 No Indikator Kinerja Target Tahun 2019 Realisasi Capaian Thn 2019 Target Tahun 2020 Realisasi Capaian Thn 2020 1. Persentase gampong yang terkoneksi transportasi publik 45 % 65 % 65 % 75 %

Perbandingan realisasi kinerja dari tahun 2020 sampai dengan akhir periode RPJMD sebagai berikut:

Tabel 3.7 Perbandingan Realisasi Kinerja

No Indikator Kinerja Target Akhir RPJMD Realisasi Thn 2020 Tingkat Kemajuan 1. Persentase gampong yang terkoneksi transportasi publik 94 % 75 % 75 %

 Persentase Gampong yang terkoneksi transportasi publik realisasinya adalah 75 % dari target 94 %, Dengan demikian capaian kinerja untuk indikator sasaran ini adalah 75 %.

2. Meningkatnya Kualitas sarana dan prasarana transportasi angkutan darat dan Pelabuhan penyeberangan.

Hasil evaluasai capaian kinerja sasaran meningkatnya Kualitas sarana dan prasarana transportasi angkutan darat dan Pelabuhan penyeberangan. dengan 2 (dua) indikator kinerja sasaran memperlihatkan capaian kinerja sebesar 100% dengan katagori capaian Sangat Berhasil

Tabel 3.8 Indikator Kinerja Sasaran

No Indikator Kinerja Tahun 2020

Target Realisasi Capaian

1. Persentase terminal

transportasi darat

yang sesuai standar 60 % 65 % 100

2. Persentase standar

fasilitas pelabuhan penyeberangan yang terpenuhi

76 % 78 % 100

Perbandingan realisasi capaian kinerja dari tahun sebelumnya sebagai berikut:

Tabel 3.9 Perbandingan Indikator Kinerja Sasaran Tahun 2019 dan Tahun 2020 No Indikator Kinerja Target Tahun 2019 Realisasi Capaian Thn 2019 Target Tahun 2020 Realisasi Capaian Thn 2020 1. Persentase terminal transportasi darat

yang sesuai standar 55 % 60 % 60 % 65 %

2. Persentase standar fasilitas pelabuhan penyeberangan yang terpenuhi

74% - 76 % 78 %

Perbandingan realisasi kinerja dari tahun 2020 sampai dengan akhir periode RPJMD sebagai berikut:

Tabel 3.10 Perbandingan Realisasi Kinerja No Indikator Kinerja Target Akhir RPJMD Realisasi Thn 2020 Tingkat Kemajuan 1. Persentase terminal transportasi darat

yang sesuai standar 70% 65% 65%

2. Persentase standar fasilitas pelabuhan penyeberangan yang terpenuhi

80 % 78% 78%

 Persentase terminal transportasi darat yang sesuai standar realisasinya adalah 65% dari target 70%. Dengan demikian capaian kinerja untuk indikator sasaran ini adalah 65%.

 Persentase standar fasilitas pelabuhan penyeberangan yang terpenuhi realisasinya adalah 78% dari target 80%. Dengan demikian capaian kinerja untuk indikator sasaran ini adalah 78%.

3. Meningkatkan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas dalam Kota Banda Aceh

Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Meningkatkan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas dalam Kota Banda Aceh dengan 3 (tiga) indikator kinerja sasaran memperlihatkan capaian kinerja sebesar 93 % dengan katagori capaian Sangat Berhasil

Tabel 3.11 Indikator Kinerja Sasaran

No Indikator Kinerja Tahun 2020 Target (%) Realisasi (%) Capaian (%) 1. Jumlah penurunan

angka kecelakaan lalu lintas 195 Kejadian 190 Kejadian 190 kejadian 2. Persentase angkutan

umum yang laik jalan 80 % 80 % 80 %

3. Jumlah penurunan

tingkat pelanggaran

rambu parkir

96 tilang 19 tilang 19 tilang

Perbandingan realisasi capaian kinerja dari tahun sebelumnya sebagai berikut:

Tabel 3.12 Perbandingan Indikator Kinerja Sasaran Tahun 2019 dan Tahun 2020 No Indikator Kinerja Target Tahun 2019 Realisasi Capaian Thn 2019 Target Tahun 2020 Realisasi Capaian Thn 2020 1. Jumlah penurunan angka kecelakaan lalu lintas 200 Kejadian 195 kejadian 195 Kejadian 190 Kejadian 2. Persentase angkutan umum

yang laik jalan

78 % - 80 % 80 %

3. Jumlah penurunan

tingkat pelanggaran rambu parkir

98 tilang 17 tilang 96 tilang 19 tilang

Perbandingan realisasi kinerja dari tahun 2020 sampai dengan akhir periode RPJMD sebagai berikut:

Tabel 3.13 Perbandingan Realisasi Kinerja

Dalam dokumen DINAS PERHUBUNGAN KOTA BANDA ACEH (Halaman 12-67)

Dokumen terkait