Menjelaskan kesimpulan menyeluruh dari LAKIP Direktorat Kapal Pengawas tahun 2013 dan merekomendasikan perbaikan kinerja ke depan.
LakilLToshiLLaporan Akuntabilitas Kinerja - Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013 10
III-10
BAB II
PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA
Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya agar efektif, efisien dan akuntabel, Direktorat Kapal Pengawas berpedoman pada dokumen perencanaan yang terdiri dari:
(1) Renstra Ditjen. PSDKP 2010-2014; dan (2) Penetapan Kinerja Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013 yang telah disempurnakan dengan pendekatan sistem pengelolaan kinerja berbasis Balance Scorecards (BSC).
A. Rencana Strategis Ditjen. PSDKP 2010-2014
Rencana Strategis (Renstra) Ditjen. PSDKP 2010-2014 merupakan perencanaan jangka menengah yang berisi tentang gambaran sasaran atau kondisi hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun beserta strategi yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran sesuai tugas dan fungsi yang diamanatkan. Renstra tersebut disusun selaras dengan arah kebijakan strategis nasional bidang kelautan dan perikanan 2010-2014 sebagaimana tertuang dalam Renstra KKP 2010-2014. Renstra tersebut juga disusun dengan menggunakan berbagai asumsi serta kombinasi pendekatan bottom up dan top down dengan keterlibatan Eselon I, Eselon II, Eselon III dan Eselon IV lingkup Ditjen PSDKP. Pendekatan top down mengandung makna bahwa perencanaan ini memperhatikan pula ketersediaan anggaran sesuai dengan estimasi APBN. Sedangkan pendekatan bottom up dilakukan untuk memperoleh gambaran kebutuhan pendanaan guna mewujudkan kondisi ideal.
Sejalan dengan perkembangan dan dinamika organisasi di tingkat KKP, Renstra Ditjen. PSDKP mengalami revisi yang ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan nomor: KEP.162/DJ-PSDKP/2012 tentang Perubahan atas Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan nomor: KEP.01/DJ-PSDKP/2011 tentang Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Perubahan ini tentunya untuk dapat menyelaraskan dengan visi, misi dan arah kebijakan KKP. Secara ringkas substansi Renstra Ditjen. PSDKP hasil revisi diuraikan sebagai berikut:
LakilLToshiLLaporan Akuntabilitas Kinerja - Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013 11
III-11
1. Pernyataan Visi dan Misi
Dalam rangka memberikan arah pandangan kedepan terkait dengan kinerja dan peranan Ditjen. PSDKP serta untuk memberikan gambaran tentang kondisi masa depan yang ingin diwujudkan oleh Ditjen. PSDKP, maka dirumuskan visi Ditjen. PSDKP yang mencerminkan keadaan yang ingin dicapai pada akhir periode perencanaan.
Visi :
“Indonesia Bebas Illegal Fishing dan Kegiatan yang Merusak Sumber Daya Kelautan dan Perikanan”
Sejalan dengan visi Ditjen. PSDKP, diperlukan rumusan mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi yang mencerminkan apa yang akan dapat dicapai (pada level dampak) dan bagaimana mencapainya dalam periode tertentu, beserta ukuran-ukuran pencapaiannya. Misi yang dirumuskan menggambarkan tindakan atau upaya sesuai dengan tugas dan fungsi Ditjen. PSDKP.
Misi :
a. Melaksanakan pengawasan dan perlindungan sumber daya kelautan dan perikanan dalam rangka melestarikan sumber daya kelautan dan perikanan.
b. Melaksanakan penegakan peraturan perundang-undangan di bidang kelautan dan perikanan.
2. Tujuan
Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 s/d 5 tahun. Perumusan tujuan menggambarkan hasil-hasil serta manfaat yang akan diberikan oleh Ditjen. PSDKP. Berdasarkan pada hasil analisis lingkungan internal dan
eksternal, maka tujuan Ditjen. PSDKP dirumuskan sebagai berikut:
Tujuan Strategis :
a. Terwujudnya ketaatan terhadap peraturan perundangan bidang kelautan dan perikanan.
LakilLToshiLLaporan Akuntabilitas Kinerja - Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013 12
III-12
b. Terlindunginya sumber daya kelautan dan perikanan dari pengrusakan dan kegiatan illegal.
3. Sasaran Strategis
Berdasarkan perumusan tujuan Kapal Pengawas, telah dirumuskan sasaran strategis dalam rangka mewujudkan visi dan misi pengawasan SDKP. Sasaran strategis yang ingin dicapai oleh Direktorat Kapal Pengawas adalah ‘’Terselenggaranya Pengawasan dan Penegakan Hukum Pengelolaan PSDKP’’. Untuk mewujudkannya, telah ditetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Direktorat Kapal Pengawas, yaitu Meningkatnya cakupan Wilayah Pengelolaan Perikanan yang terawasi dari kegiatan penangkapan ikan ilegal
(illegal fishing).
Sasaran tersebut bermuara pada satu sasaran yaitu:
“Perairan Indonesia Bebas Illegal Fishing dan Kegiatan yang Merusak Sumber Daya Kelautan dan Perikanan”.
4. Program Kerja Direktorat Kapal Pengawas
Program kerja Direktorat Kapal Pengawas yang dilaksanakan pada tahun 2013 yaitu ‘’Peningkatan Operasional dan Pemeliharaan Kapal Pengawas’’, guna mendukung pelaksanaan program tersebut, Direktorat Kapal Pengawas melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:
1. Meningkatkan persentase cakupan operasional kapal pengawas di WPP-NRI yang rawan terhadap kegiatan illegal fishing;
2. Meningkatkan persentase kemampuan dan profesionalisme Awak Kapal Pengawas sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan;
3. Meningkatkan persentase kesiapan dan kelaikan kapal pengawas untuk melaksanakan operasi pengawasan SDKP.
B. Penetapan Kinerja Tahun 2013 Hasil Implementasi Balanced
Scorecard (BSC)
Penetapan Kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya
LakilLToshiLLaporan Akuntabilitas Kinerja - Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013 13
III-13
yang dikelola. Tujuan khusus penetapan kinerja adalah untuk: (1) Meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah; (2) Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi; (3) Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja.
Direktorat Kapal Pengawas telah menyusun penetapan kinerja tahun 2013 secara berjenjang sesuai dengan kedudukan, tugas, dan fungsinya serta menyempurnakannya melalui penerapan sistem pengelolaan kinerja berbasis BSC. Implementasi BSC dalam pengelolaan kinerja di lingkungan Direktorat Kapal Pengawas, selain merupakan pemenuhan amanat kebijakan pengelolaan kinerja yang telah ditetapkan oleh KKP, juga ditujukan untuk:
1. Menterjemahkan strategi organisasi ke dalam rencana operasional dengan baik, sehingga manajemen kinerja organisasi akan sekaras dengan strategi orginisasi; 2. Membangun organisasi yang terus menerus melakukan perbaikan (countinous
improvement)
3. Membangun keselarasan antar unit kerja dan meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi.
BSC Direktorat Kapal Pengawas mengunakan 4 (empat) perspektif dalam BSC, yaitu:
Stakeholder Perspective, Customer Perspective, Internal Process Perspective , dan Learn and Growth Perspective. Digunakannya seluruh perspective dalam BSC
menunjukkan bahwa Direktorat Kapal Pengawas merupakan unit kerja utama dalam BSC (Core Unit of Balance Scorecard), bukan unit kerja pendukung dalam BSC (supporting unit of Balance Scorecard).
Sebagai implikasi penerapan BSC, Sasaran Strategis Ditjen. PSDKP beserta IKU nya mengalami perubahan sebagai berikut :
Tabel 2.1.
Penetapan Kinerja Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013
SASARAN STRATEGIS URAIAN IKU TAHUN 2013 TARGET
STAKEHOLDER PERSPECTIVE
1 Menigkatnya Kesejahteraan
masyarakat KP 1 Pertumbuhan PDB Perikanan (%) 7.00%
LakilLToshiLLaporan Akuntabilitas Kinerja - Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013 14
III-14
2 Meningkatnya pengelolahan
SDKP yang berkelanjutan 2 Proporsi tangkapan perikanan laut berada dalam batasan jumlah
tangkapan yang diperbolehkan (JTB) <100%
INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE
3 Tersedianya kebijakan bidang Kapal Pengawas sesuai kebutuhan
3 Jumlah kebijakan publik bidang
Kapal Pengawas yang diselesaikan 1 dok
4 Terselenggaranya
moderenisasi sitem kelautan dan perikanan pengolahan pemasaran produk kelautan dan perikanan
4 Persentase Kapal Perikanan yang masuk Kemitraan UPI dan Unit usaha Penangkapan ikan yang terawasi
75%
5 Terselenggaranya
pengawasan dan penegekan hukum pengelolahan SDKP
5 Persentase WPPNRI yang terawasi
dari illegal fishing 31%
LEARNING & GROWTH PERSPECTIVE
6 Tersedianya SDM Dit Kapal Pengawas yang kompeten dan frofesional
6 Indeks Kesenjangan Kompetensi Eselon II, III dan IV di lingkup Dit Kapal Pengawas
60%
7 Tersedianya data Informasi pengawasan SDK di Lingkup Dit. Kapal Pengawas yang valid handal dan mudah diakses
7 Persepsi user terhadap kemudahan
akses (skala likert 1-5) 4,0
8 Terwujudnya good
governance dan clean government di Dit Kapal
Pengawas
8 Jumlah Rekomendasi Aparat Pengawas Internal dan Eksternal Pemerintah (APIEP) yang ditindaklanjuti di banding total rekomendasi
100%
9 Tingkat kualitas Akuntabilitas
kinerja Dit. Kapal Pengawas A
10 Nilai integritas Dit. Kapal Pengawas 6,5 11 Nilai Inisiatif anti korupsi Dit Kapal
Pengawas 7,5
12 Nilai Penerapan RB Dit Kapal
Pengawas 75
9 Pengelolahan anggaran Dit
LakilLToshiLLaporan Akuntabilitas Kinerja - Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013 15
III-15
C. Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2013
Pengukuran tingkat capaian Indikator Kinerja Utama dilakukan dengan berpedoman pada formula penghitungan yang telah ditetapkan dalam Manual IKU BSC. Selanjutnya nilai capaian tersebut dihitung dengan membandingkan antara realisasi capaian dengan target yang telah ditetapkan.
Pengukuran capaian kinerja dilakukan secara berkala melalui penyusunan Laporan Kinerja Triwulanan yang didukung dengan implementasi aplikasi SiMETA (Sistem Monitoring dan Evaluasi Penetapan Kinerja) dan Aplikasi BSC “Kinerjaku” yang merupakan aplikasi khusus BSC berbasis informasi teknologi.
LakilLToshiLLaporan Akuntabilitas Kinerja - Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013 16
III-16
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU)
Sebagaimana telah diuraikan pada Bab sebelumnya, berdasarkan implementasi BSC dalam pengelolan kinerja, pada Tahun 2013 Direktorat Kapal Pengawas telah menyempurnakan dan menetapkan 9 (sembilan) Sasaran Strategis (SS) dengan 13 Indikator Kinerja Utama (IKU), Capaian IKU 9 (sembilan) SS Direktorat Kapal Pengawas ditabulasikan seperti Tabel 3.1.
Tabel 3.1.
Capaian Sasaran Strategis dan Kinerja Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013
SASARAN STRATEGIS NO INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TARGET REALISASI % Notifikasi Capaian SS Sasaran Strategis 1 : Meningkatnya kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan 1 Pertumbuhan PDB Perikanan (%) 7,00% 6,57% 93,86% Sasaran Strategis 2 : Meningkatnya pengelolaan SDKP yang berkelanjutan 2 Proporsi tangkapan
perikanan laut berada dalam batasan jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB)
<100% 83% 83%
Sasaran Strategis 3 :
Tersedianya kebijakan bidang Kapal Pengawas sesuai kebutuhan
3 Jumlah kebijakan publik
bidang pengawasan SDKP yang diselesaikan 1 dok 1 dok 100% Sasaran Strategis 4 : Terselenggaranya modernisasi sistem produksi kelautan dan perikanan, pengolahan dan pemasaran produk kelautan dan perikanan
4 Persentase Kapal Perikanan
yang masuk Kemitraan UPI dan Unit usaha Penangkapan ikan yang terawasi
75% 143,98% 191,97% Sasaran Strategis 5 : Terselenggaranya Pengawasan dan penegakan hukum Pengelolaan SDKP
5 Persentase WPPNRI yang
terawasi dari illegal fishing 31% 36,21% 116,81%
Sasaran Strategis 6 :
Tersedianya SDM Dit. Kapal Pengawas yang kompeten dan profesional
6 Indeks Kesenjangan
Kompetensi Eselon II, III dan IV di lingkup Dit. Kapal Pengawas
LakilLToshiLLaporan Akuntabilitas Kinerja - Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013 17
III-17
Sasaran Strategis 7:
Tersedianya informasi pengawasan SDKP di lingkup Dit. Kapal Pengawas yang valid, handal & mudah diakses
7 Persepsi user terhadap kemudahan akses (skala likert 1-5)
4,00 3,93% 98,20%
Sasaran Strategis 8 :
Terwujudnya good
governance & clean government di Dit. Kapal
Pengawas
8 Jumlah Rekomendasi Aparat
Pengawas Internal dan Eksternal Pemerintah (APIEP) yang ditindaklanjuti di banding total rekomendasi
100% 100% 100%
9 Tingkat kualitas Akuntabilitas
kinerja Dit. Kapal Pengawas A A 100%
10 Nilai Integritas Dit. Kapal
Pengawas 6,5 7,12 105,48%
11 Nilai Inisiatif anti korupsi Dit.
Kapal Pengawas 7,5 7,92 105,6%
12 Nilai Penerapan RB Dit. Kapal
Pengawas 75 69,00 94,40%
Sasaran Strategis 9:
Pengelolaan anggaran Dit. Kapal Pengawas yang optimal
13 Persentase penyerapan DIPA > 95% 96,94% 96,94%
B. Evaluasi dan Analisis Kinerja
Selama periode tahun 2013 Direktorat Kapal Pengawas telah melaksanakan seluruh kegiatan yang menjadi tugas dan fungsinya dalam rangka membantu dan mendukung Ditjen. PSDKP untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Evaluasi dan analisis pada setiap Sasaran Strategis (SS) diuraikan sebagai berikut:
1. Sasaran Strategis 1 : Meningkatnya kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan
Kontribusi Direktorat Kapal Pengawas dalam kaitannya dengan pencapaian IKU ini sejalan dengan kontribusi yang diberikan Ditjen. PSDKP yaitu melakukan koordinasi dan dukungan kepada Ditjen. Perikanan Tangkap yang menjadi penanggung jawab utama pencapaian IKU “Pertumbuhan PDB Perikanan” untuk memastikan tercapainya IKU dimaksud sesuai target.
PDB perikanan diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa perikanan yang diproduksi dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). Adapun angka persentase pertumbuhan PDB Perikanan diperoleh dengan
LakilLToshiLLaporan Akuntabilitas Kinerja - Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013 18
III-18
membandingkan nilai PDB Perikanan (berdasarkan harga konstan) tahun 2013 dibandingkan dengan nilai PDB Perikanan tahun 2012.
Sampai dengan Desember 2013 pencapaian nilai PDB Perikanan telah tercapai sebesar 6,77% dari target yang ditetapkan sebesar 7,00% (persen pencapaian 96,76%). Dengan menggunakan toleransi pengukuran kinerja sebesar 10% (80%≤X≤100), status capaian tersebut dapat dikategorikan sedang dengan indikator warna hijau.
2. Sasaran Strategis 2 : Meningkatnya Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang Berkelanjutan
Pencapaian Sasaran Strategis “Meningkatnya pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan” diidentifikasikan ke dalam 1 (satu) IKU, yaitu “Proporsi tangkapan perikanan laut berada dalam batasan jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB)”. Walaupun tidak secara langsung bertanggungjawab pada pencapaian IKU tersebut, Direktorat Kapal Pengawas berkontribusi dengan memberikan dukungan penuh kepada Ditjen. PSDKP yang diberikan amanat oleh KKP untuk berkontribusi memberikan dukungan terhadap Unit kerja Eselon I sesuai tugas dan fungsinya, sebagaimana ditunjukkan oleh Tabel berikut:
Tabel 3.2. Kontribusi Dit. Kapal Pengawas dalam Pencapaian SS-2 KKP
INDIKATOR KINERJA
UTAMA DUKUNGAN UNIT KERJA YANG DIDUKUNG
Proporsi tangkapan perikanan laut berada dalam batasan jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB)
Melakukan operasi pengawasan di laut dengan
Kapal Pengawas
Ditjen Perikanan Tangkap
Sampai dengan Desember 2013 pencapaian masing-masing IKU dari SS-2 sebagai berikut:
a. Proporsi tangkapan perikanan laut berada dalam batasan jumlah tangkapan yang diperbolehkan. telah tercapai sebesar 83% dari target sebesar <100% (klasifikasi nilai indikator minimize, yaitu semakin kecil semakin baik). Dengan toleransi pengukuran kinerja sebesar 10% (100%<X≤120%), status capaian dikategorikan “Sedang” dengan indikator warna “Hijau”.
LakilLToshiLLaporan Akuntabilitas Kinerja - Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013 19
III-19
3. Sasaran Strategis 3 : Tersedianya Kebijakan Bidang Kapal Pengawas Sesuai Kebutuhan
Terkait dengan SS-3, Direktorat Kapal Pengawas mengikuti dan mendukung Ditjen PSDKP telah mengidentifikasi 1 (satu) IKU, yaitu Jumlah kebijakan publik bidang Kapal Pengawas yang diselesaikan. Penyusunan kebijakan bidang Kapal Pengawas dimaksudkan untuk membangun perangkat hukum dan perundang-undangan yang menjadi dasar operasional kegiatan pengawasan SDKP oleh Kapal Pengawas. Uraian mengenai IKU tersebut seperti pada Tabel 3.3.
Tabel 3.3. Capaian IKU pada SS-3 “Tersedianya Kebijakan Bidang Kapal Pengawas Sesuai Kebutuhan”.
a. Jumlah kebijakan publik bidang Kapal Pengawas yang diselesaikan
Kebijakan publik bidang Kapal Pengawas didefinisikan dengan Surat Keputusan (SK) yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal PSDKP. Selama tahun 2013 Jumlah kebijakan publik bidang Kapal Pengawas yang diterbitkan telah tercapai sesuai target yang ditetapkan. Status capaian dikategorikan “Baik” dengan indikator warna “Hijau”. Rincian kebijakan publik diuraikan sebagai berikut:
1) Keputusan Direktur Jenderal PSDKP Nomor: 43/DJ-PSDKP/2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kapal Pengawas Perikanan Berprestasi Di Lingkungan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.
Pencapaian IKU tersebut diupayakan melalui kegiatan penyiapan substansi teknis rancangan kebijakan publik bidang Kapal Pengawas di tingkat Ditjen. PSDKP, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan pihak terkait (Biro Hukum KKP dan Unit Eselon I KKP sesuai dengan susbtansi kebijakan yang dibahas).
4. Sasaran Strategis 4 : Terselenggaranya Modernisasi Sistem Produksi Kelautan dan Perikanan, Pengolahan dan Pemasaran Produk Kelautan dan Perikanan
INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET REALISASI %
Jumlah kebijakan publik bidang Kapal Pengawas yang diselesaikan
LakilLToshiLLaporan Akuntabilitas Kinerja - Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013 20
III-20
Modernisasi sistem produksi kelautan dan perikanan, merupakan perubahan sistem dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang terarah dan didasarkan atas prinsip efisiensi produksi hulu dan hilir. Dalam pencapaian Sasaran Strategis ini, Direktorat Kapal Pengawas mengidentifikasikan 1 (satu) IKU, yaitu Persentase Kapal Perikanan yang masuk kemitraan UPI dan Unit Usaha Penangkapan Ikan yang terawasi.
Kontribusi Direktorat Kapal Pengawas dalam pencapaian SS-4 adalah pada Inisiatif Strategis (IS) untuk pencapaian IKU “Persentase Kapal Perikanan yang masuk kemitraan UPI dan Unit Usaha Penangkapan Ikan yang terawasi”. Sampai dengan akhir Desember 2013, Capaian IKU pada SS-4 dapat dilihat pada Tabel 3.4.
Tabel 3.4. Capaian IKU pada SS-4 “Terselenggaranya Modernisasi Sistem Produksi Kelautan dan Perikanan, Pengolahan dan Pemasaran Produk Kelautan dan Perikanan”.
IKU Persentase Kapal Perikanan yang masuk kemitraan UPI dan Unit Usaha Penangkapan Ikan yang terawasi telah tercapai melebihi target yaitu sebesar 143,98% dari target 75% dengan persentase capaian sebesar 191,97% (formula perhitungan terlampir). Pencapaian tersebut diupayakan melalui pelaksanaan kegiatan strategis, yaitu:
a) Pengawasan dan Pemantauan atas kapal perikanan yang melakukan kemitraan dengan UPI agar memenuhi ketentuan pengelolaan PSDKP;
b) Penghentian dan Pemeriksaan terhadap kapal perikanan yang melakukan kemitraan dengan UPI sesuai dengan ketentuan;
5. Sasaran Strategis 5 : Terselenggaranya Pengawasan dan Penegakan Hukum Pengelolaan SDKP
Dalam rangka pencapaian SS-5 “Terselenggaranya Pengawasan dan Penegakan Hukum Pengelolaan SDKP”, Direktorat Kapal Pengawas berkontribusi dengan mengidentifikasi dan mengusahakan pencapaian 1 (satu) IKU, yaitu IKU-5
INDIKATOR
KINERJA UTAMA TARGET REALISASI %
Persentase Kapal Perikanan yang masuk Kemitraan UPI dan Unit Usaha Penangkapan Ikan yang terawasi
LakilLToshiLLaporan Akuntabilitas Kinerja - Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013 21
III-21
‘’Persentase Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia Yang Terawasi dari illegal fishing’’. Capaian hasil pengukuran IKU sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 3.5.
Tabel 3.5. Capaian IKU-5 pada SS-5 “Terselenggaranya Pengawasan dan Penegakan Hukum Pengelolaan SDKP”.
INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET REALISASI %
Persentase cakupan Wilayah Pengelolaan Perikanan [WPP-NRI] yang Terawasi dari
Illegal Fishing
31% 36,21% 116,81%
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa tingkat capaian IKU-5 “Persentase Cakupan Wilayah Pengelolaan Perikanan [WPP-NRI] yang Terawasi dari Illegal Fishing” telah tercapai sebesar 36,21% melebihi target yang ditetapkan sebesar 31% dengan persentase capaian sebesar 116,81% (formula perhitungan IKU-5 terlampir).
Pencapaian target indikator kinerja ini diupayakan melalui pencapaian Sub IKU yang diwujudkan dalam kegiatan operasi kapal pengawas di Wilayah Barat dan Timur, Pelatihan/pengembangan Kemampuan dan Keterampilan Awak Kapal Pengawas (AKP) serta Pemeliharaan Kapal Pengawas, adapun capaian Sub IKU yaitu sebagai berikut:
Tabel 3.6. Capaian Sub IKU pada IKU-5 “Persentase Cakupan Wilayah Pengelolaan Perikanan [WPP-NRI] yang Terawasi dari Illegal Fishing”.
No. Indikator Kinerja Target Realisasi %
1.
Persentase Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) wilayah Barat yang terawasi dari illegal fishing
20,07% 27,83% 134,4%
2.
Persentase Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) wilayah Timur yang terawasi dari illegal fishing
17,06% 22,94% 134,5%
3. Persentase kesiapan kapal pengawas untuk melaksanakan operasi
LakilLToshiLLaporan Akuntabilitas Kinerja - Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013 22
III-22
pengawasan SDKP
4. Persentase pemenuhan kebutuhan awak kapal pengawas yang profesional sesuai kualifikasi
72,00% 73,57% 102,18%
Bobot Sub IKU Persentase Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) wilayah Barat yang terawasi dari illegal fishing terhadap capaian IKU-5 adalah 26% sedangkan bobot Persentase Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) wilayah Timur yang terawasi dari illegal fishing adalah 59%. Rincian kegiatan yang telah dilaksanakan dalam pencapaian Sub IKU tersebut yaitu:
a) Operasi Kapal Pengawas
Direktorat Kapal Pengawas merupakan unit Eselon II di bawah Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) yang bertanggung jawab melaksanakan kegiatan Pengawasan SDKP dengan sasaran meningkatkan persentase cakupan WPP-NRI yang terawasi dari kegiatan illegal fishing.
Dengan terlaksananya kegiatan pengawasan SDKP di WPP-NRI baik Wilayah Barat maupun Wilayah Timur maka Direktorat Kapal Pengawas secara langsung telah berkontribusi terhadap upaya pencapaian SS-5 (Terselenggaranya Pengawasan dan Penegakan Hukum Pengelolaan SDKP) khususnya dalam pencapaian IKU-5.
Operasi Kapal Pengawas di Wilayah Barat:
Capaian Persentase Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) wilayah Barat yang terawasi dari illegal fishing sebesar 27,83% dari target 20,07% atau mencapai 1134,4% dari target yang ditetapkan (formula perhitungan terlampir). Operasi kapal pengawas di Wilayah Barat dilaksanakan dengan mengerahkan 13 unit Kapal Pengawas Ditjen. PSDKP dalam berbagai ukuran. Selama tahun 2013, di Wilayah Barat telah dilakukan pemeriksaan terhadap 1.952 kapal perikanan yang terdiri dari 1.920 Kapal Ikan Indonesia (KII) dan 32 Kapal Ikan Asing (KIA). Dari
LakilLToshiLLaporan Akuntabilitas Kinerja - Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013 23
III-23
jumlah tersebut, telah ditangkap 41 kapal yang diduga melakukan tindak pelanggaran bidang perikanan yang terdiri dari 6 KII dan 35 KIA.
Operasi Kapal Pengawas di Wilayah Timur:
Capaian Persentase Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) wilayah Barat yang terawasi dari illegal fishing sebesar 22,94% dari target 17,06% atau mencapai 134,5% dari target yang ditetapkan (formula perhitungan terlampir). Operasi kapal pengawas di Wilayah Timur dilaksanakan dengan mengerahkan 13 unit Kapal Pengawas Ditjen. PSDKP dalam berbagai ukuran. Selama tahun 2013, di Wilayah Timur telah dilakukan pemeriksaan terhadap 1.691 kapal perikanan yang terdiri dari 1.682 KII dan 9 KIA. Dari jumlah tersebut, telah ditangkap27 kapal yang diduga melakukan tindak pelanggaran bidang perikanan yang terdiri dari 18 KII dan 9 KIA.
Rekapitulasi hasil operasi kapal pengawas di Wilayah Barat dan Timur selama kurun waktu 2010-2013 seperti dapat dilihat pada Tabel 3.7.
Tabel 3.7. Hasil Operasi Kapal pengawas Ditjen. PSDKP Tahun 2010-2013
TAHUN DIPERIKSA DI TANGKAP (Kapal)
(unit kapal) KII KIA KII+KIA
2010 2.253 24 159 183
2011 3.348 31 75 106
2012 4.326 42 70 112
2013 3.871 24 44 68
JUMLAH 13.798 121 348 469
Selama kurun waktu tahun 2010 s/d 2012 terjadi peningkatan unit kapal ikan yang diperiksa, adapun pada tahun 2013 terjadi penurunan jumlah kapal yang diperiksa dibandingkan dengan tahun 2012. Penurunan tersebut dianalisis sebagai akibat dari menurunnya jumlah hari operasi kapal pengawas dari 180 hari operasi pada tahun 2012 menjadi 115 hari operasi pada tahun 2013.
Namun demikian dari analisis rasio jumlah kapal yang ditangkap terhadap jumlah kapal diperiksa, dapat diasumsikan adanya peningkatan ketaatan KII
LakilLToshiLLaporan Akuntabilitas Kinerja - Direktorat Kapal Pengawas Tahun 2013 24
III-24
terhadap peraturan perundangan yang berlaku yang didukung oleh fakta berikut:
1) Menurunnya jumlah KII yang ditangkap karena terbukti melakukan pelanggaran, yaitu 24 KII dari 3.602 KII yang diperiksa (0,67%). Menurun sebesar 0,32% (42 ditangkap dari 4.252 diperiksa) dari tahun 2012;
2) Meningkatnya ketaatan kapal perikanan laik operasi di Wilayah Barat (99,80%) dan Wilayah Timur (98,10%).
b) Pelatihan/Pengembangan Kemampuan dan Keterampilan Awak Kapal Pengawas (AKP)
Kapal pengawas sebagai unit kerja mandiri memerlukan pengaturan yang khusus, teliti dan terkoordinasi. Agar dapat berfungsi sesuai dengan tujuannya sebagai sarana pengawasan SDKP, maka kapal pengawas membutuhkan awak kapal yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang memadai dan professional sesuai dengan kualifikasi.
Kecakapan dan keterampilan AKP sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengawasan SDKP di WPP-NRI (IKU-5), khususnya dalam operasional kapal pengawas karena pada dasarnya kapal pengawas hanyalah sarana/alat (tools) yang sangat bergantung kepada kemampuan dan keterampilan penggunanya (operator skill’s) yaitu AKP.
Untuk memenuhi kebutuhan Awak Kapal Pengawas yang professional sesuai