• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENUTUP

Dalam dokumen Kecamatan Regol Kota Bandung (Halaman 20-103)

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

9

Kecamatan Regol Kota Bandung

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

Pada penyusunan laporan kinerja tahun 2014 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

2.1 Perencanaan Strategis Sebelum Review 2.1.1 Rencana Strategis

Rencana Strategis Kecamatan Regol Kota Bandung merupakan dokumen yang disusun melalui proses sistematis dan berkelanjutan serta merupakan penjabaran dari pada visi dan misi kepala daerah yang terpilih dan terintegrasi dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh daerah yang bersangkutan, dalam hal ini Kecamatan Regol Kota Bandung. Rencana Strategis Kecamatan Regol Kota Bandung yang ditetapkan untuk jangka waktu lima tahun yaitu dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2018 ditetapkan dengan Surat Keputusan Kecamatan Bandung Regol Kota Bandung No. 08/06/SKKECRGL/2014 Tahun 2014 tentang Penetapan Rencana Strategis Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2013 – 2018.

Penetapan jangka waktu lima tahun tersebut dihubungkan dengan pola pertanggung jawaban walikota terkait dengan penetapan/ kebijakan bahwa Rencana Strategis Kecamatan Regol Kota Bandung dibuat pada masa jabatannya, dengan demikian akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah daerah akan menjadi akuntabel.

RENSTRA Kecamatan Regol Kota Bandung tersebut ditujukan untuk mewujudkan visi dan misi daerah sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung Tahun 2013 -2018.

Penyusunan RENSTRA Kecamatan Regol Kota Bandung telah melalui tahapan - tahapan yang simultan dengan proses penyusunan RPJMD Kota Bandung Tahun 2013 – 2018 dengan melibatkan stakeholders pada saat dilaksanakannya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD, Forum SKPD sehingga RENSTRA Kecamatan Regol Kota Bandung merupakan hasil kesepakatan bersama antara Kecamatan Regol Kota Bandung dan stakeholder.

Selanjutnya, RENSTRA Kecamatan Regol Kota Bandung tersebut akan

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

10

Kecamatan Regol Kota Bandung

dijabarkan ke dalam Rencana Kerja (RENJA) Kecamatan Regol Kota Bandung yang merupakan dokumen perencanaan SKPD untuk periode satu tahun. Di dalam RENJA Kecamatan Regol Kota Bandung dimuat program dan kegiatan prioritas yang diusulkan untuk dilaksanakan pada satu tahun mendatang.

2.1.1.1 Visi Kecamatan Regol Kota Bandung

Visi dalah gambaran kondisi ideal yang diinginkan pada masa mendatang oleh pimpinan dan seluruh staf Kecamatan Regol Kota Bandung.

Visi tersebut mengandung makna bahwa Kota Bandung dengan potensi, keragaman dan kompleksitas masalah yang tinggi harus mampu dibangun menuju Bandung sebagai Kota Jasa yang Bermartabat serta Unggul, Nyaman dan Sejahtera, “Bandung Juara”.

Visi Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2013 – 2018 adalah :

“TERWUJUDNYA PELAYANAN YANG PRIMA MENUJU MASYARAKAT MAJU DAN SEJAHTERA DI KECAMATAN REGOL KOTA BANDUNG“

Pernyataan visi tersebut terkandung pengertian sebagai berikut:

1. Pelayanan yang prima

Pelayanan yang prima berarti pelayanan yang dilakukan oleh aparat pemerintah sebagai upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat yang dilakukan dengan ramah, cepat, transparan, mudah dan biaya relatif terjangkau (ringan) serta dilandaskan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Masyarakat maju dan sejahtera

Suatu keadaan dimana secara fisik dan non-fisik kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi, baik dari segi sosial, ekonomi, budaya dan agama.

2.1.1.2 Misi Kecamatan Regol Kota Bandung

Dalam rangka mewujudkan visi kecamatan sebagaimana tersebut di atas, maka dirumuskan dalam bentuk misi sebagai berikut :

Misi :

1. Mewujudkan pelayanan publik yang professional, berbasis teknologi informasi.

2. Meningkatkan kinerja Pemerintah kecamatan dan kelurahan yang

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

11

Kecamatan Regol Kota Bandung

efektif, efisien, akuntabel dan transparan

2.1.1.3 Tujuan dan Sasaran

Tujuan :

1. Meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di kecamatan dan kelurahan se-Kecamatan Regol Kota Bandung.

2. Meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas umum pemerintahan kecamatan.

Sasaran :

1. Meningkatnya kualitas pelayanan publik.

2. Meningkatnya kinerja penyelenggaraan tugas umum pemerintahan kecamatan.

3. Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja kecamatan.

Upaya untuk meningkatkan akuntabilitas, Pemerintah Kota Bandung juga melakukan review terhadap indikator kinerja, baik tingkat pemerintah daerah maupun tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah, dalam melakukan review dengan memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan isu-isu strategis yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi.

2.2 Perencanaan Strategis Setelah Review

Dalam rangka meningkatkan akuntabilitas kinerja kecamatan dilakukan review terhadap perencanaan strategis, indikator kinerja utama dan perjanjian kinerja kecamatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bandung dengan narasumber dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Hasil review tersebut selanjutnya menjadi dasar penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014.

Hasil review pada rencana strategis kecamatan terutama merevisi indikator kinerja pada seluruh sasaran, selain bertambahnya jumlah indikator juga merevisi penempatan indikator kinerja strategis menjadi lebih menggambarkan keberhasilan tujuan dan atau sasaran. Hasil review selanjutnya menjadi lembar kerja tambahan pada Rencana Strategis Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2013 - 2018.

Beberapa cacatan dan rekomendasi yang diperoleh dalam pelaksanaan review rencana strategis Kecamatan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung antara lain :

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

12

Kecamatan Regol Kota Bandung

1. Rekomendasi Bappeda Kota Bandung

 Pada formulasi pengukuran untuk tiap-tiap kriteria indikator dibuat rumus masing-masing.

 Indikator yang merupakan output kegiatan disarankan untuk dihapus.

2. Rekomendasi Narsumber Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

 Penggabungan beberapa indikator menjadi indikator yang dapat menggambarkan cakupan kinerja sasaran penyelenggaraan tugas umum pemerintahan kecamatan.

 Beberapa indikator dihapus karena merupakan output kegiatan.

 Kriteria indikator lembaga kemasyarakatan yang aktif perlu ditambah kriteria yang lainnya.

 Penggabungan kriteria dalam satu indikator kinerja.

Cascading pada semua indikator harus dibagi habis ke masing kepala seksi dan lurah dengan penghitungan bobot dari masing-masing capaian kinerja.

Berdasarkan hasil review tersebut, selanjutnya diuraikan pada tabel di halaman selanjutnya :

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

13

Kecamatan Regol Kota Bandung

Tabel 2.1

Tujuan, Sasaran, Indikator dan Target Kinerja Sebelum Review dan Setelah Review Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

NO TUJUAN INDIKATOR

TUJUAN SASARAN

SEBELUM REVIEW SETELAH REVIEW

INDIKATOR

KINERJA TARGET KINERJA PADA TAHUN INDIKATOR

KINERJA TARGET KINERJA PADA TAHUN 2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

14

TARGET KINERJA PADA TAHUN INDIKATOR

KINERJA TARGET KINERJA PADA TAHUN 2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

15

Kecamatan Regol Kota Bandung

NO TUJUAN INDIKATOR

TUJUAN SASARAN

SEBELUM REVIEW SETELAH REVIEW

INDIKATOR KINERJA

TARGET KINERJA PADA TAHUN INDIKATOR

KINERJA TARGET KINERJA PADA TAHUN 2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15)

Pemerintah

Kecamatan n Regol Kecamatan 4. Persentase temuan BPK / Inspektorat yang sudah ditindaklanj uti

100% 100% 100% 100% 100% 11. Persentase temuan BPK / Inspektorat yang sudah ditindaklanju ti

100% 100% 100% 100% 100%

5. Tertib administrasi barang/Aset Daerah

100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

16

Kecamatan Regol Kota Bandung

2.2.1 Indikator Kinerja Utama

Salah satu upaya untuk memperkuat akuntabilitas dalam penerapan tata pemerintahan yang baik di Indonesia diterbitkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah. Indikator Kinerja Utama merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Pemerintah Kota Bandung telah menetapkan Indikator Kinerja Utama untuk tingkat pemerintah daerah dan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah melalui Keputusan Camat Regol Kota Bandung No. 12/SK KEC REGOL/2015 Tahun 2015 tentang Indikator Kinerja Utama Kecamatan Bandung Regol Bandung Tahun 2013 – 2018.

Bersamaan dengan review rencana strategis kecamatan juga dilakukan review Indikator Kinerja Utama (IKU) kecamatan serta menghasilkan penjelasan tentang indikator berupa formulasi pengukuran dan kriteria indikator kinerja agar berorientasi hasil.

Ada beberapa indikator kinerja yang tidak dimasukan ke Indikator Kinerja Utama antara lain nilai standar kepatuhan pelayanan publik versi ombudsman RI, rasio anggota LINMAS dan nilai AKIP kecamatan karena merupakan unsur penunjang dan merupakan tupoksi SKPD lain sehingga tidak masuk indikator kinerja utama di kecamatan yang tertuang pada SK IKU Kecamatan Regol Kota Bandung No. 13/SK KEC REGOL/Tahun 2014 (SK terlampir).

Indikator Kinerja Utama (IKU) Kecamatan Bandung Regol Kota Bandung tahun 2014 sebelum dan setelah review dapat dilihat pada uraian tabel halaman selanjutnya :

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

17

Kecamatan Regol Kota Bandung

Tabel 2.2

Indikator Kinerja Utama Sebelum dan Setelah Review Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

NO SASARAN STRATEGIS

SEBELUM REVIEW SETELAH REVIEW

INDIKATOR KINERJA TARGET INDIKATOR KINERJA TARGET

1 Meningkatnya Kualitas

Pelayanan Publik 1. Indeks Pelayanan / Indeks Kepuasan Masyarakat 75,40

1. Indeks Pelayanan / Indeks Kepuasan Masyarakat 75,40

2. Persentase keluhan/pengaduan pelayanan administratif yang

ditindaklanjuti 100 %

2

Meningkatnya kinerja penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan Kecamatan

2. Capaian Kinerja TUP Kecamatan: Bidang pemerintahan, perekonomian, Pembangunan, Lingkungan Hidup, Pendidikan dan kemasyarakatan, ketentraman dan ketertiban serta pelayanan

0,7

3. Persentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu

69 % 4. Persentase waktu pelayanan adm. Umum lainnya tepat waktu

69 % 5. Jumlah Kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik

2 6. Persentase RW Juara

68 % 7. Persentase Lembaga kemasyarakatan Aktif

68 % 3 Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Kecamatan 3. Nilai AKIP Kecamatan 55,00

4. Presentase Temuan BPK/Inspektorat yang

ditindaklanjuti 100 %

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

18

Kecamatan Regol Kota Bandung

NO SASARAN STRATEGIS

SEBELUM REVIEW SETELAH REVIEW

INDIKATOR KINERJA TARGET INDIKATOR KINERJA TARGET

5. Tertib administrasi barang/Aset Daerah 100 %

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

19

Kecamatan Regol Kota Bandung

2.2.2 Perjanjian Kinerja 2014

Perjanjian kinerja sebagai tekad dan janji dari perencana kinerja tahunan sangat penting dilakukan oleh pimpinan instansi di lingkungan pemerintahan karena merupakan wahana proses tentang memberikan perspektif mengenai apa yang diinginkan untuk dihasilkan. Perencanaan kinerja yang dilakukan oleh instansi akan dapat berguna untuk menyusun prioritas kegiatan yang dibiayai dari sumber dana yang terbatas. Dengan perencanaan kinerja tersebut diharapkan fokus dalam mengarahkan dan mengelola program atau kegiatan instansi akan lebih baik sehingga diharapkan tidak ada kegiatan instansi yang tidak terarah. Penyusunan Perjanjian Kinerja Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014 mengacu pada dokumen RENSTRA Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2013 - 2018, dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2014, dokumen Rencana Kerja (RENJA) Tahun 2014 dan dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2014. Kecamatan Bandung Regol Kota Bandung telah menetapkan Perjanjian Kinerja Tahun 2014 dengan uraian yang dijelaskan pada uraian tabel halaman selanjutnya :

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

20

Kecamatan Regol Kota Bandung

Tabel 2.3

Perjanjian Kinerja Kecamatan Regol Kota Bandung Sebelum dan Setelah Review Tahun 2014

No Sasaran Strategis

Sebelum Review Setelah Review

Indikator Kinerja Target Indikator Kinerja Target

1

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

21

Kecamatan Regol Kota Bandung

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/ pemberi amanah. Kecamatan Regol Kota Bandung selaku pengemban amanah masyarakat melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Kinerja Kecamatan Regol Kota Bandung yang dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden No.

29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Keputusan Kepala LAN No. 239/IX/618/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Laporan tersebut memberikan gambaran penilaian tingkat pecapaian target masing-masing indikator sasaran srategis yang ditetapkan dalam dokumen RENSTRA Tahun 2013 – 2018 maupun Rencana Kerja Tahun 2014. Sesuai dengan ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang ditetapkan untuk mewujudkan misi dan visi Kecamatan Regol Kota Bandung.

3.1 Kerangka Pengukuran Kinerja

Pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi instansi pemerintah. Pengukuran kinerja dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Kepala LAN No. 239/IX/618/2004 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

22

Kecamatan Regol Kota Bandung

Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerjanya masing-masing, sedangkan capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis, cara penyimpulan hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran strategis dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator kinerja sasaran.

Predikat nilai capaian kinerjanya dikelompokkan sebagai berikut :

No Capaian Kinerja Interpretasi

1.

2.

3.

> 100 %

= 100 %

< 100 %

Melebihi/Melampaui Target Sesuai Target

Tidak Mencapai Target

Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja, dilakukan analisis pencapaian kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-sebab tercapai atau tidak tercapainya kinerja yang diharapkan.

Dalam laporan ini, Kecamatan Regol Kota Bandung dapat memberikan gambaran penilaian tingkat pencapaian target kegiatan dari masing-masing kelompok indikator kinerja kegiatan dan penilaian tingkat pencapaian target sasaran dari masing-masing indikator kinerja sasaran yang ditetapkan dalam dokumen Rencana Strategis (RENSTRA) Tahun 2013 – 2018 maupun Rencana Kerja (RK) Tahun 2014. Sesuai ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi dan misi instansi pemerintah.

Pelaporan kinerja ini berdasarkan pada hasil review Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENTERIAN PANRB) mengenai Indikator Kinerja Kecamatan se-Kota Bandung sebanyak 11 indikator (Indeks Pelayanan/ Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), persentase keluhan/ pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti, nilai standar kepatuhan pelayanan publik versi Ombudsman RI, persentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu, persentase waktu pelayanan administrasi umum lainnya tepat waktu, persentase kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik, persentase Rukun Warga (RW) juara, persentase lembaga kemasyarakatan

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

23

Kecamatan Regol Kota Bandung

aktif, rasio anggota Perlindungan Masyarakat (LINMAS), nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) kecamatan dan persentase temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)/ Inspektorat yang ditindaklanjuti) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kecamatan se-Kota Bandung sebanyak tujuh indikator (Indeks Pelayanan/ Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), persentase keluhan/ pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti, persentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu, persentase waktu pelayanan administrasi umum lainnya tepat waktu, persentase kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik, persentase Rukun Warga (RW) juara dan persentase lembaga kemasyarakatan aktif). Berdasarkan hasil review tersebut, Walikota Bandung menandatangani Perjanjian Kinerja Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014 pada tanggal 20 Juni 2014 dan dituangkan dalam Keputusan Camat Regol Kota Bandung No. 13/SK KEC REGOL/2014.

Berdasarkan review Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENTERIAN PANRB) mengenai Indikator Kinerja Kecamatan dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kecamatan se-Kota Bandung, telah

ditetapkan tiga sasaran dengan rincian sebagai berikut :

 Sasaran 1 yaitu meningkatnya kualitas publik.

Terdiri dari tiga indikator (Indeks Pelayanan/ Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), persentase keluhan/ pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti dan nilai standar kepatuhan pelayanan publik versi Ombudsman RI).

 Sasaran 2 yaitu meningkatnya kinerja penyelenggaraan tugas umum pemerintahan.

Terdiri dari enam indikator (persentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu, persentase waktu pelayanan administrasi umum lainnya tepat waktu, persentase kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik, persentase Rukun Warga (RW) juara, persentase lembaga kemasyarakatan aktif, dan rasio anggota Perlindungan Masyarakat (LINMAS)).

 Sasaran 3 yaitu meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja kecamatan.

Terdiri dari dua indikator (nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) kecamatan dan persentase temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)/ Inspektorat yang ditindaklanjuti).

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

24

Kecamatan Regol Kota Bandung

3.2 Capaian Indikator Kinerja Utama

Dalam rangka mengukur peningkatan kinerja serta meningkatkan akuntabilitas kinerja pemerintah, maka setiap instansi pemerintah perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU). Untuk itu hal pertama yang perlu dilakukan oleh instansi pemerintah adalah menentukan kinerja utama dari instansi pemerintah yang bersangkutan.

IKU merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah, dimana kinerja utama terkandung dalam tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Kecamatan Regol Kota Bandung telah menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melalui Keputusan Camat Regol Kota Bandung No. 12/SK KEC REGOL/2015 tentang Indikator Kinerja Utama (IKU) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung Tahun 2013 – 2018.

Dalam upaya untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja, Kecamatan Regol Kota Bandung melakukan review terhadap IKU dengan memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan isu-isu strategis yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi. Hasil pengukuran atas indikator kinerja utama Kecamatan Regol Kota Bandung tahun 2014 menunjukan hasil sebagai berikut yang dapat dilihat pada halaman selanjutnya :

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

25

Kecamatan Regol Kota Bandung

Tabel 3.1

Capaian Indikator Kinerja Utama

Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

No. Indikator

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

26

Kecamatan Regol Kota Bandung

Rata-rata capaian IKU Kecamatan Regol Kota Bandung tahun 2014 sebesar 111,54 %. Dapat dilihat pada diagram di bawah ini :

Diagram 3.1

Capaian Indikator Kinerja Utama Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

Berdasarkan tabel 3.1, terdapat beberapa indikator capaian kinerja yang belum mencapai target yang direncanakan, diantaranya Indeks Pelayanan/ Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 95,19 % dan persentase lembaga kemasyarakatan aktif sebesar 98,04 %.

Indikator capaian kinerja yang sesuai target ditunjukan pada persentase keluhan/ pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti sebesar 100 % dan jumlah kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik 100 %.

Indikator capaian kinerja yang pencapaiannya melebihi target yang direncanakan diantaranya persentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu sebesar 142,83 %, persentase waktu pelayanan administrasi umum lainnya tepat waktu sebesar 144,19 % dan persentase RW juara sebesar 100,49 %.

Berdasarkan diagram 3.1, besarnya porsi capaian IKU Kecamatan Regol Kota Bandung yang sesuai dengan target sebesar 31 %, porsi capaian indikator kinerja yang melebihi target sebesar 39 % dan porsi capaian indikator kinerja yang masih di bawah target sebesar 30 %.

31%

30%

39%

SESUAI TARGET DI BAWAH TARGET MELEBIHI TARGET

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

27

Kecamatan Regol Kota Bandung

3.3 Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja serta Akuntabilitas Keuangan

Sesuai dengan salah satu tujuan RENSTRA Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2013 – 2018, yaitu menetapkan indikator kinerja sebagai tolak ukur dalam melakukan evaluasi bagi semua stake holders (pemangku kepentingan) dalam menilai kinerja pemerintah Kecamatan Regol Kota Bandung, maka pada Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) tahun 2014 Kecamatan Regol Kota Bandung dilakukan evaluasi dan analisa terhadap capaian kinerja 11 indikator menurut review Kementerian PANRB.

Terdapat tiga sasaran yang ditetapkan dalam upaya mencapai visi dan misi Kecamatan Regol Kota Bandung tahun 2013 – 2018, yaitu meningkatnya kualitas pelayanan publik, meningkatnya kinerja penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja kecamatan. Dari ketiga sasaran yang telah ditetapkan tersebut, maka pencapaian kinerja sasaran Kecamatan Regol Kota Bandung dapat dilihat pada tabel 3.3 halaman selanjutnya :

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

28

Kecamatan Regol Kota Bandung

Tabel 3.2

Capaian Indikator Kinerja Sasaran Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

No. Indikator Kinerja Utama Satuan Target Realisasi Capaian (%)

Berdasarkan tabel 3.2, terdapat lima indikator kinerja yang pencapaian kinerjanya sudah sesuai dengan target yaitu persentase keluhan/ pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti sebesar 100 %, jumlah kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik sebesar 100

% dan persentase temuan BPK/ Inspektorat yang ditindaklanjuti sebesar 100 %.

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

29

Kecamatan Regol Kota Bandung

Terdapat lima indikator yang pencapaian kinerjanya melebihi target yang direncanakan yaitu nilai standar kepatuhan pelayanan publik versi Ombudsman RI sebesar 105,13 %, persentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu sebesar 142,83 %, persentase waktu pelayanan administrasi umum lainnya tepat waktu sebesar 144, 19 %, persentase RW juara sebesar 100, 49% dan nilai AKIP kecamatan sebesar 101,47 %.

Selain itu terdapat dua indikator yang pencapaian kinerjanya di bawah target yang direncanakan yaitu Indeks pelayanan/ Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 95,19 % dan persentase lembaga kemasyarakatan aktif sebesar 98,04 %. Pada indikator rasio anggota LINMAS tidak didapatkan hasil karena pada tahun 2014 tidak dilakukannya penghitungan rasio anggota LINMAS.

Dari sebelas indikator kinerja di atas, diperoleh data mengenai tingkat pencapaian indikator kinerja tiap sasaran terhadap target yang sudah direncanakan sebagai berikut:

Tabel 3.3

Pencapaian Target Sasaran

No. Sasaran Jumlah Indikator

Sasaran

Tingkat Pencapaian Melampaui target

(>100%) Sesuai Target

(100%) Belum Mencapai Target (<100%)

Jumlah % Jumlah % Jumlah %

1. Sasaran 1 3 1 33,33 1 33,33 1 33,33

2. Sasaran 2 6 1 16,67 1 16,67 4 66,67

3. Sasaran 3 2 1 50,00 1 50,00 - -

Jumlah 11 3 33,33 3 33,33 5 33,33

LKIP Kecamatan Regol Kota Bandung Tahun 2014

30

Kecamatan Regol Kota Bandung

Tabel 3.4

Kategori Pencapaian Indikator Sasaran

No. Kategori Jumlah Indikator Persentase (%) Sasaran 1

1. Melebihi/ melampaui target 1 33,33

2. Sesuai target 1 33.33

3. Tidak mencapai target 1 33,33

Sasaran 2

1. Melebihi/ melampaui target 1 16,67

2. Sesuai target 1 16,67

3. Tidak mencapai target 4 66,67

Sasaran 3

1. Melebihi/ melampaui target 1 50,00

2. Sesuai target 1 50,00

3. Tidak mencapai target - -

Berdasarkan tabel 3.3 dan tabel 3.4, diketahui bahwa pada sasaran 1 yang terdiri dari tiga indikator kinerja terdapat satu indikator yang pencapaian kinerjanya melebihi target yaitu nilai standar kepatuhan pelayanan publik versi Ombudsman RI (105,13 %); terdapat satu indikator yang pencapaian kinerjanya telah sesuai dengan target yaitu persentase keluhan/ pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti (100 %);

dan terdapat satu indikator yang pencapaiannya tidak mencapai target yaitu Indeks Pelayanan/ Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) (95,19 %).

Pada sasaran 2 yang terdiri dari enam indikator kinerja, terdapat tiga indikator kinerja yang pencapaian kinerjanya melebihi target yaitu

Pada sasaran 2 yang terdiri dari enam indikator kinerja, terdapat tiga indikator kinerja yang pencapaian kinerjanya melebihi target yaitu

Dalam dokumen Kecamatan Regol Kota Bandung (Halaman 20-103)

Dokumen terkait