7 BAB II
TINJAUAN ORGANISASI
2.1 Sejarah SMKN 3 TANGERANG
Pada tahun 1974 di Tangerang belum terdapat Sekolah Menengah Kejuruan, yang pada saat itu bernama Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas (SKKA), sehingga perwakilan P dan K DKI Jakarta perlu mengadakan kelas jauh (filial) dari SKKA II Pakubowono Jakarta, rencana tersebut disambut baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang yang diperkuat dengan pernyataan Bupati pada tanggal 10 Juli 1975 yang isisnya menyatakan bersedia menyediakan lahan untuk lokasi sekolah tersebut. Sementara belum memiliki gedung maka proses belajar mengajar diselenggarakan di SKKP Negeri Tangerang. Adapun tenaga edukatif utntuk sementara dibantu oleh tenaga edukatif SKKP Negeri Tangerang dan beberapa tenaga edukatif dari SKKA II Jakarta, untuk itu SKKA II Jakarta merupakan sekolah induk. Sebagai tindak lanjut dari pernyataan Bupati Kepala Dati.II Tangerang, maka untuk mendapatkan lokasi yang resmi dikirimkanlah surat kepada Menteri Kehakiman pada tanggal 28 januari 1975 Nomor 112/PB.03/031-2/75 mengenai hak pakai tanah. Surat ini mendapat tanggapan positif dari meneri kehakiman melalui surat balasannya tertanggal 10 Juli 1975.
Dengan demikian mulailah direncanakan pembangunan gedung SKKA Tangerang (Filial) SKKA.II Jakarta. Rencana pembangunan tersebut juga mendapatkan dukungan dari Kepala Subdit Pembangunan Kabupaten Tangerang yang saat ini dijabat oleh Bapak HMA.Tharudin BA, melalui nota dinasnya tanggal 29 Januari 1976. Nota dinas ini mendapat dukungan dari Bapak HE. Muchdi selaku Bupati Kepala Daerah Kabupaten Tangerang. Berkat usaha dari berbagai pihak, maka pada tanggal 30 November 1976 SKK.II (Filial) Jakarta telah mempunyai gedung sendiri dan dengan surat keputusan nomor : 16/RP/2B/78 dilakukan serah terima gedung tersebut kepada Kepala Sekolah SKK.II, yang pada saat itu dijabat oleh Ibu Noer Aini
8
Amirudin sebagai salah satu yang memperjuangkan berdirinya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Tangerang.
Setelah status Filial berjalan selama 4 tahun, maka perlu di pikirkan untuk berdiri sendiri, sehingga tidak terikat lagi kepada SKK.II Pakubuwono Jakarta. Usaha kearah manunggal telah dilakukan oleh berbagai pihak, khususnya oleh kepala SKKA Tangerang yang pada saat itu dengan mengajukan permohonan kepada Bupati Kepala Daerah Kabupaten Tangerang. Berkaitan dengan hal tersebut, maka dukungan Bupati semakin kuat dengan dikeluarkannya surat permohonan Kepala KASUBDIT P2K3 P dan K Direktorat DKI Jakarta Nomor : 3502/Ks-241/78 agar memberikan perlengkapan yang di[perlukan dalam rangka menunjang proses belajar mengajar. Pada tanggal 9 Mei 1978 peninggalan SKKA (filial) Tangerang mendapat restu dari Bupati Kepala Daerah Kabupaten Tangerang yang pada saat itu dijabat oleh Bapak H. Moh. Syukur melalui suratnya nomor : 1318/Ks-241/78 agar memberikan perlengkapan yang diperlukan dalam rangka menunjang rencana penunggalan SKKA.II filial Jakarta.
Sebagai tindak lanjut hal tersebut diatas, maka pada tanggal 4 Juli 1978 nomor :145/C42/1978 Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kejuruan, resmi mengeluarkan surat Keputusan mengenai penunggalan SKKA.II filial Tangerang. Seiring dengan bergulirnya waktu, maka pengembangan dari segi edukatif maupun non edukatif terus berkembang. Demikian pula perubahan nama dari SKKA (Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas) menjadi SMKK (Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga) dan sejak Kurikulum tahun 1994 berubah nama menjadi SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Kelompok Pariwisata sekarang.
9 2.2 Visi dan Misi
2.2.1 Visi
Visi dari SMKN 3 TANGERANG sebagai berikut :
a. Membentuk peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan menjadi insan profesional
c. Mempersiapkan tenaga menengah yang unggul kompetitif dan profesional di bidang pariwisata dan teknologi
d. Mengembangkan sistem pembelajaran yang berbasis IT dan bahasa internasional serta berwawasan lingkungan
e. Menggali potensi siswa melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler yang berbudaya lingkungan
f. Terwujudnya sekolah yang bersih, hijau dan sehat (Dedih, S.Pd:2017)
2.2.2 Misi
Misi dari SMKN 3 TANGERANG adalah untuk mencerdaskan peserta didik melalui sikap pengetahuan, keterampilan yang unggul berbasis nasional bertaraf internasional berlandaskan akhlakul karimah, serta peduli terhadap lingkungan. (Dedih, S.Pd:2017)
2.3 Logo dan Filosofi SMKN 3 TANGERANG
10 2.3.1 Makna bentuk
a. Bentuk segilima yang mempunyai arti dari pancasila.
b. Bentuk setengah rumah dan dengan lonceng yang mempunyai makna akan kedisiplinan waktu dalam proses belajar mengajar.
c. Bentuk buku yang mempunyai arti tentang kegiatan belajar mengajar yang sesuai dengan standar nasional dan internasional.
d. Bentuk bintang yang mempunyai arti kepatuhan terhadap tuhan yang maha esa.
(Dedih, S.Pd:2017) 2.3.2 Makna warna
a. Putih melambangkan akan kesucian, religi, dan bersih b. Hitam melambangkan kekuatan dan tanggung jawab. c. Kuning melambangkan pengetahuan yang luas. (Dedih, S.Pd:2017)
11 2.4 Struktur Organisasi
Gambar 2.2 Struktur Organisasi SMKN 3 TANGERANG (Dedih, S.Pd:2017)
Kepala Sekolah
Peserta Didik
Komite Tata Usaha
Waka Kurikulum Waka Kesiswaan Waka Sarana dan Prasarana Waka Humas Waka Staff Kurikulum Pembina OSIS
Staff Sarana dan Prasarana Waka Humas Kepala Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan Kepala Jurusan Akomodasi Kepala Jurusan Tata Boga Kepala Jurusan Kecantikan Kulit Kepala Jurusan Kecantikan
12 2.5 Identitas Sekolah
Tabel 2.1 Identitas Sekolah
1. Nama Sekolah : SMK NEGERI 3 Kota
Tangerang
2. NSS/ NPSN : 661026401001/20606899
3. Alamat : Jalan : Moch Yamin Kota Tangerang Desa/Kelurahan : Babakan Kecamatan : Tangerang Tlp : 021-5521213 4. Tahun Didirikan : 1974
5. Status Sekolah : Negeri
(Dedih, S.Pd:2017) 2.6Tugas dan Wewenang
2.6.1 Kepala Sekolah
Kepala Sekolah adalah penanggung jawab pelaksaan pendidikan sekolah, termasuk didalamnya adalah penaggung jawab pelaksana administrasi sekolah. Kepala Sekolah mempunyai tugas merencanakan, mengorganisasikan, mengawasi, dan mengevaluasi seluruh proses pendidikan di sekolah, meliputi aspek edukatif dan administratif.
(Dedih, S.Pd:2017) 2.6.2 Wakil Kepala Sekolah
Tugas Wakil Kepala Sekolah adalah membantu tugas dari Kepala Sekolah dan dalam hal tertentu mewakili Kepala Sekolah baik kedalam mau pun keluar, apabila Kepala Sekolah berhalangan dengan banyaknya cakupan tugas, 7 (tujuh) urusan yang perlu penangan terarah disekolah yaitu:
13
a. Urusan Kesiswaan,ruang lingkupnya mencakup:
a) Pengarahan dan pengendalian siswa dalam rangka menegakan kedisiplinan dan tata tertib sekolah.
b) Pembimbing dan pelaksana koordinasi keamanan, kebersihan, ketertiban keindahan, kekeluargaan, dan kerindangan (6K). c) Pengabdian masyarakat.
b. Urusan Kurikulum,ruang lingkup meliputi pengurusan kegiatan belajar-mengajar, baik kurikuler, ekstrakurikuler, maupun kegiatan pengembangan kemampuan guru melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) atau pendidikan dan pelatihan (diklat), serta pelaksaan penilaian kegiatan sekolah.
c. Urusan Ketenagaan, ruang lingkupnya mencakup merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), dan mengevaluasi (evaluation) hal-hal yang berkaitan pada sarana prasarana sekolah.
d. Urusan Keuangan, ruang lingkup mencakup merencanakan (planning), mengorganisasikan (coordinating), mengawasi (controling), dan mengevaluasi (evaluation) hal-hal yang berkaitan dengan keuangan/pendanaan sekolah.
e. Urusan Hubungan dengan Masyarakat (Humas), ruang lingkupnya mencakup:
a) Memberikan penjelasan tentang kebijakan sekolah, situasi, dan perkembangan sekolah sesuai dengan pendelegasian Kepala Sekolah;
b) Menampung saran-saran dan pendapat masyarakat untuk memajukan sekolah;
c) Membantu mewujudkan kerjasama dengan lembaga-lembaga yang berhubungan dengan usaha dan kegiatan pengabdian masyarakat.
f. Urusan Kegiatan Belajar Mengajar, ruang lingkupnya mencakup mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, dan
14
mengawasi hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan belajar dan mengajar yang akan dilaksanakan oleh guru.
(Dedih, S.Pd:2017) 2.6.3 Guru
Tugas tersebut meliputi bidang profesi, bidang kemanusiaan dan bidang kemasyarakatan.Tugas guru sebagai profesi meliputi sebagai pendidik, pengajar, dan pelatih. Mendidik berarati meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup dan kehidupan,mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan pada siswa. (Dedih, S.Pd:2017)
2.7 Identitas dan Riwayat Kepala Sekolah 2.7.1 Identitas Kepala Sekolah
Nama : Hj. Endah Resmiati, S.Pd.
M.Si
NIP : 19640410 198903 2 008
Tempat, tanggal lahir : Mojokerto, 10 April 1964 Pangkat, Golongan, TMT : Pembina, IV/a
Agama : Islam
Ijazah Terakhir/Jurusan/Tahun Lulus : S2 / Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial / 1986
Kepala Sekolah Sekarang di
Pertama di SMK Negeri 8 Kota Tangerang {dari tahun 2012 s.d 2014} Kedua di SMK Negeri 3 Kota Tangerang {dari tahun 2015 s.d sekarang.}
15
2.7.2 Riwayat Kepala Sekolah yang pernah menjabat Tabel 2.2 Riwayat Kepala Sekolah
N a m a Tahun Menjabat
1. Hj. Nuraeni Amirudin 2. Neneng Dasmawati
3. Drs. H. Mamat Kandawibawa 4. Drs. H. Surya Mulyana
5. Hj. Endah Resmiati, S.Pd. M.Si
1974 – 1995 1995 – 2000 2000 - 2010 2010 - 2015 2015 – sekarang (Dedih, S.Pd:2017) 2.8 Ketenagaan
2.8.1 Wakil Kepala Sekolah
Tabel 2.3 Jajaran Wakil Kepala Sekolah
No Nama Jabatan Pangkat/Gol Pendidikan
1 Dedih, S.Pd WMM III.d SI
3 Bambang Setyo, S.Pd Waka Kurikulum IV.a SI
4 Dra. Emma
Sukmayati
Waka Humas IV.a SI
5 Retno Andayani, S.Pd. M. Pd
Waka Kesiswaan IV.a S2
6 Dra. Hj. Eriwati Waka Sarana IV.a SI
(Dedih, S.Pd:2017) 2.8.2 Ketua Program Keahlian
Tabel 2.4 Ketua Program Keahlian
No Nama Jabatan Pangkat/
Gol
Pendidikan
1 Dra. Hj. Nunun Nurlena Jasa Boga IV.d SI
2 Dra. Artati Tata Kecantikan IV.a SI
16
4 Dra. Mubarakah Akomodasi
Perhotelan IV.a SI 5 Respati Hanantyo, S.Kom Teknik Komputer dan Jaringan III.b S1 (Dedih, S.Pd:2017) 2.9 Data Pegawai Dan Siswa
2.9.1 Data Pegawai dan Staff
Tabel 2.5 Jumlah Pegawai dan Staff
No Guru dan Pegawai Jumlah
1 Guru PNS 59 2 Guru Non PNS 21 3 Staff TU PNS 2 4 Staff TU non PNS 17 Jumlah 99 (Dedih, S.Pd:2017) 2.9.2 Data Siswa
Tabel 2.6 Jumlah Siswa SMKN 3 TANGERANG
No Kompetensi Keahlian Kelas Jumlah
X XI XII
1 Akomodasi Perhotelan 70 67 63 200
2 Jasa Boga 106 101 90 297
3 Tata Busana 101 98 89 288
4 Tata Kecantikan 72 63 52 187
5 Teknik Komputer Jaringan 70 65 59 194
Total 1166
17 2.10 Data Sarana dan Prasarana
2.10.1 Data Sarana
Tabel 2.7 Sarana SMKN 3 TANGERANG (Dedih, S.Pd:2017)
No Nama Ruang/Kantor Jumlah
1 Kepala Sekolah 1 2 Tata Usaha 1 3 Rapat 1 4 Tamu 1 5 Lobby 1 6 Piket 1
7 Praktik Sweet Room 1
8 Praktik Double Room 1
9 Laundry 1
10 Guru Akomodasi Perhotelan 1
11 Pantry 1
12 Gallery Busana 1
13 Praktik Tata Busana 1 1
14 Toko Busana 1
15 Praktik Tata Busana 2 1
16 Guru Tata Busana 1
17 Ruang Teori Busana 1
18 Ruang Guru Tata Busana 1
19 Praktik Tata Busana 3 1
20 Praktik Tata Busana 4 1
21 Guru TKJ dan ICT 1
22 Server 1
23 Guru Umum 1
24 Guru Kecantikan 1
25 Praktik Kecantikan Rambut 1 1
18
27 Praktik Kecantikan Kulit 1 1
28 Praktik Kecantikan Kulit 2 1
29 Osis 1
30 Lab Bahasa 1
31 Praktik AkomodasiPerhotelan 1
30 Praktik Jasa Boga 1 1
31 Praktik Jasa Boga 2 1
32 Praktik Jasa Boga 3 1
33 Praktek Agama Islam 1
34 Restaurant 1
35 Dapur Restaurant 1
36 Ruang Display Tata Boga 1
37 Aula 2
38 Guru Tata Boga 1
39 Praktik Jasa Boga 4 1
40 Presentasi Jasa Boga 1
41 Lab Simulasi Digital 1
42 Lab TKJ 3
43 Perpustakaan 1
44 Kurikulum 1
45 Wakil Kepala Sekolah 1
46 Bendahara 1 47 Ruang Teori 28 48 Musholla 1 49 Kamar mandi 14 49 Gudang 3 50 IT Club 1 51 PMR 1 52 UKS 1 Jumlah Ruang 100
19 2.10.2 Data Prasarana
Tabel 2.8 Prasarana SMKN 3 TANGERANG
No Prasarana Jumlah 1 Upacara 1 2 Basket 1 3 Volley Ball 1 4 Badminton 1 5 Footsal 1 6 Tennis meja 1 7 Terbuka hijau 1 Jumlah 7 (Dedih, S.Pd:2017)
20
BAB III
LANDASAN TEORI
3.1 Pengertian Analisa
Menurut Gors Keraf (2010:1) Analisa adalah sebuah proses untuk memecahkan sesuatu ke dalam bagian-bagian yang saling berkaitan satu sama lainnya.
3.2 Perancangan Sistem
Kenneth dan Jane (2006:612) menjelaskan bahwa perancangan sistem adalah kegiatan merancang detail dan rincian dari sistem yang akan dibuat sehingga sistem tersebut sesuai dengan requirement yang sudah ditetapkan dalam tahap analisa sistem.
O’Brien dan Marakas (2009:639) menjelaskan bahwa perancangan sistem adalah sebuah kegiatan merancang dan menentukan cara mengolah sistem informasi dari hasil analisa sistem sehingga dapat memenuhi kebutuhan dari pengguna termasuk diantaranya perancangan user interface, data dan aktivitas proses.
3.3 Konsep Dasar Sistem
Terdapat dua kelompok pendekatan di dalam pendefinisian sistem (Sutabri,2012), yaitu kelompok yang menekankan pada prosedur dan kelompok yang menekankan pada elemen atau komponennya. Pendekatan yang menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai suatu jaringan kerja prosedur-prosedur yang saling berhubungan dengan satu tujuan yang sama. Sedangkan pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponen mendefinisikan sistem sebagai kumpulan elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
3.3.1 Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa latin (Systema) dan bahasa Yunani (Sustema) adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen
21
yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energy. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set identitas yang berinteraksi, dimana suatu model matematika sering kali bisa dibuat.
Sistem adalah suatu jaringan kerja yang terdiri dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu (Rudinar,2014).
Menurutnya sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
3.3.2 Syarat-syarat Sistem
Menurut (Rudinar,2014) sistem mempunyai persyaratan yaitu : a. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan masalah. b. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan. c. Adanya hubungan diantara elemen sistem.
d. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energy dan material) lebih penting daripada elemen sistem.
e. Tujuan organisasi lebih penting dari tujuan elemen. 3.3.3 Karakteristik Sistem
Berikut ini adalah karakteristik-karakteristik dari sistem (Sutabri,2012), yaitu:
a. Komponen sistem (Components)
Suatu sistem terdirir dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang bekerja sama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar atau sering disebut “supra sistem”.
22 b. Batasan sistem (Boundary)
Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sisrtem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dipisahkan.
c. Lingkungan luar sistem (Environtment)
Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus dijaga dan dipelihara.
d. Penghubung sistem (Interface)
Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung tersebut.
e. Masukan sistem (Input)
Energi yang dimasukan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemelihara (maintenance input) dan sinyal (signal input).
f. Keluaran sistem (Output)
Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain seperti sistem informasi.
g. Pengolahan sistem (Proses)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.
h. Sasaran sistem (Objective)
Suatu sitem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat
23 3.3.4 Klasifikasi Sistem
Menurut Tata Sutabri (2012 : 27) yang dimaksud degan klasifikasi sistem adalah suatu bentuk integrasi antara suatu komponen dengan komponen lain karena sistem memliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi yang ada di dalam sistem tersebut. Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang diantaranya :
a. Sistem abstrak dan sistem fisik
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.
b. Sistem alamiah dan sistem buatan manusia
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam. Sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebut human machine sistem.
c. Sistem deterministik
Sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi disebut sistem deterministik. Sedangkan sistem yang bersifat probabilistik adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi, karena mengandung unsur probablilitas.
d. Sistem terbuka dan sistem tertutup
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa ada campur tangan dari pihak luar. Sedangkan Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya, yang menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk subsistem lainnya.
3.3.5 Konsep Dasar Informasi
Menurut Sutabri (2012) Informasi merupakan proses lebih lanjut dari data yang sudah memiliki nilai tambah, informasi dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu:
24 a.Informasi strategis
Digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang yang mencakup informasi eksternal, rencana perluasan perusahaan, dan sebagainya.
b.Informasi taktis
Informasi ini dibutuhkan untuk mengambil keputusan jangka menengah, seperti informasi penjualan yang dapat dimanfaatkan untuk menyusun rencana penjualan.
c.Informasi teknik
Informasi ini dibutuhkan untuk keperluan operasional sehari-hari, seperti informasi persediaan stock, retur penjualan, dan laporan kas harian.
3.3.6 Pengertian Informasi
Tata Sutabri (2012:22) Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
Sedangkan menurut Gordon B. Davis (dalam Al-Bahra Bin Ladjamudin, 2013:8) Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berguna dan nyata atau berupa nilai yang dapat dipahami dalam keputusan sekarang maupun yang akan datang.
Berdasarkan pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Informasi adalah sebuah data yang telah diproses sehingga menjadi bentuk yang memiliki nilai yang bermanfaat.
3.3.7 Pengertian Sistem Informasi
Tata Sutabri (2012:38) Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi organisasi yang bersifat manajerial dalam kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan – laporan yang diperlukan.
25
Sedangkan menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin (2013:13) mendeskripsikan Sistem informasi sebagai sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk mengendalikan organisasi.
3.4 Sistem Informasi Akademik
3.4.1 Pengertian Sistem Informasi Akademik
Akademik merupakan suatu kegiatan yang memberikan layanan yang berupa data dan memiliki tahapan-tahapan didalam melakukan pemrosesannya guna menghasilkan informasi yang berhubungan dengan kegiatan pendidikan.
Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaks-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka (Febry Ratnita,2013).
Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan penerapan sistem informasi akademik menurut Febry Ratnita (2013) adalah :
a. Kemudahan bagi siswa untuk memperoleh informasi tanpa harus melakukan interaksi langsung dengan bagian administrasi karena informasi tersebut dapat diperoleh dengan melakukan pencarian data melalui komputer yang terkoneksi dengan internet.
b. Kemudahan bagi bagian administrasi dikarenakan berkurangnya interaksi secara langsung dan lebih dilakukan interaksi terhadap data-data yang di input kan oleh siswa yang merupakan kebutuhan untuk proses penglahan data.
c. Penyimpanan data yang terstruktur dikarenakan sistem informasi akademik menggunakan database yang tersimpan didalam komputer.
d. Pada sistem ini dapat mereduksi waktu yang dilakukan pada sistem akademik secara manual.
3.4.2 Nilai
Nilai adalah sesuatu yang dijadikan sebagai panduan dalam hal mempertimbangkan keputusan yang akan diambil kemudian. Nilai
26
merupakan sesuatu yang bersifat abstrak, karena mencakup pemikiran dari seseorang. Penilaian yang dilakukan oleh individu yang satu belum tentu sama dengan individu lainnya.(Muhammad Ali dan Muhammad Asrori,2010).
3.4.3 Jadwal
Jadwal didefinisikan sebagai sesuatu yang menjelaskan dimana dan kapan orang-orang dan sumber daya berada pada suatu waktu. Berdasarkan kamus besar bahasa indonesia, jadwal merupakan pembagian waktu berdasarkan rencana pengaturan urutan kerja. Jadwal juga didefinisikan sebagai daftar atau tabel kegiatan pembagian waktu pelaksanaan yang terperinci (Chambers,2009).
3.5 Web
Yang dimaksud dengan aplikasi Web atau aplikasi berbasis Web (Web-based application) menurut Janner Simarmata (2010 : 47) adalah apikasi yang dijalankan melalui browser. Aplikasi seperti ini pertama kali dibangun hanya dengan mengunakan bahasa yang disebut HTML (HyperText Markup Language) dan protokol yang digunakan dinamakan HTTP (HuperText Transfer Protocol). Namun, tentu saja hal seperti ini memiliki kelemahan. Semua perubahan harus dilakukan pada level aplikasi. Pada perkembangan berikutnya, sejumlah skrip dan objek dikembangkan untuk memperluas kemampuan HTML.
Konsep yang mendasari aplikasi Web sebenarnya sederhana. Operasi yang melatarbelakanginya melibatkan pertukaran informasi antara komputer yang meminta informasi, yang disebut klien, dan komputer yang menyediakan informasi (atau disebut server). Secara lebih detail, server yang melayani permintaan dari klien yang sesungguhnya berupa suatu perangkat lunak yang dinamakan Web server.
27 3.6 PHP
PHP atau yang memeiliki kepanjangan PHP Hypertext Processor merupakan suatu bahasa pemrograman yang berfungsi untuk membangun suatu website dinamis. PHP menyatu dengan kode HTML, dimana HTML digunakan sebagai pembangun kerangka layout website dan sedangkan PHP difungsikan sebagai prosesnya sehingga dengan adanya PHP tersebut, sebuah website akan sangat mudah dikelola. PHP berjalan pada sisi server sehingga PHP disebut juga sebagai bahasa Server Side Scripting yang berarti bahwa dalam menjalankan PHP harus menggunakan webserver (Saputra, 2011). 3.7 MySQL
SQL (Structured Query Languange) adalah bahasa yang digunakan untuk mengelola data pada RDBMS atau relasi manajemen basis data. SQL awalnya dikembangkan berdasarkan teori aljabar relasional dan kalkulus. (Rosa dan M.Shalahuddin,2013).
3.8 UML (Unified Modeling Languange)
Pada perkembangan teknologi perangkat lunak, diperlukan adanya bahasa yang digunakan untuk memodelkan perangkat lunak yang akan dibuat dan perlu adanya standarisasi agar orang di berbagai negara dapar mengerti permodelan perangkat lunak. Seperti kita ketahui bahwa menyatukan banyak kepala untuk menceritakan sebuah ide dengan tujuan untuk memahami hal yang sama tidaklah mudah, oleh karena itu diperlukan sebuah bahasa pemodelan perangkat lunak yang dapat dimengerti oleh banyak orang (Shalahuddin, 2013).
3.8.1 Konsep Pemodelan Unified Modeling Languange(UML)
Menurut Nugroho (2010:10), Sesungguhnya tidak ada batasan yang tegas diantara berbagai konsep dan konstruksi dalam UML, tetapi untuk menyederhanakannya, kita membagi sejumlah besar konsep dan dalam UML menjadi beberapa view.
28
pemodelan UML yang merepresentasikan suatu aspek tertentu dari sistem atau perangkat lunak yang sedang kita kembangkan.
Pada peringkat paling atas, view-view sesungguhnya dapat dibagi menjadi tiga area utama, yaitu: klasifikasi struktural (structural classification), perilaku dinamis (dinamic behaviour), serta pengolahan atau manajemen model (model management).