Mengemukakan tentang tinjauan secara umum dengan mengemukakan keberhasilan/kegagalan, permasalahan/kendala yang berkaitan dengan kinerja BPS Kabupaten Ngawi, dan strategi atau tindak lanjut pemecahan masalah untuk meningkatkan kinerja periode yang akan datang.
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
2.1 Reviu Rencana Strategis (Renstra) BPS Kabupaten Ngawi 2015-2019
Dalam rangka memberikan arah dan sasaran yang jelas, serta sebagai pedoman dan tolok ukur kinerja dalam pelaksanaan pembangunan statistik yang diselaraskan dengan arah kebijakan dan program pembangunan nasional sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2005-2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi dalam menetapkan Renstra Tahun 2015-2019 mengacu pada Renstra BPS RI 2015-2019.
Badan Pusat Statistik mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang statistik sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugasnya BPS melakukan koordinasi dan kerjasama untuk membangun pembakuan konsep, definisi, klasifikasi dan ukuran dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional.
Tuntutan terhadap penyelenggaraan kegiatan pemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintah yang bersih (clean government), merupakan hal mutlak bagi kepercayaan masyarakat yang harus diterapkan dalam kegiatan pemerintahan. Keterbukaan atau setidaknya transparansi instansi pemerintah di bidang informasi (termasuk informasi statistik) mengharuskan pemerintah menyajikan informasi yang obyektif, akurat, tepat waktu, terpercaya, dan lengkap. Untuk itu, BPS Kabupaten Ngawi perlu menyusun suatu perencanaan strategis (Renstra) pembangunan di bidang statistik yang komprehensif dan mampu mengemban tugas pokok dan fungsinya yang secara tidak langsung dapat mempercepat terwujudnya good governance dan clean goverment tersebut.
Rencana Strategis Pembangunan Statistik BPS Kabupaten Ngawi adalah dokumen perencanaan pembangunan di bidang statistik yang berskala Kabupaten Ngawi yang berlaku selama kurun waktu 2015-2019.
2.1.1. Visi Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi :
“Pelopor data statistik terpercaya untuk semua” “The Agent of trustworthy statistical data for all”
“Pelopor” mempunyai makna bahwa BPS sebagai pencetus ide penyedia statistik terpercaya, sekaligus sebagai pelaku dalam penyediaan statistik terpercaya. “Data statistik yang terpercaya” yaitu statistik yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya. “Untuk semua” dimaksudkan bahwa semua pihak mempunyai hak yang sama untuk mengakses data BPS (impartial) baik pengguna data nasional maupun internasional. Eksistensi BPS sebagai penyedia data dan informasi statistik menjadi semakin penting, karena dapat dipercaya semua pihak.
2.1.2. Misi Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi :
Untuk mencapai visi tersebut, ditetapkan misi BPS Kabupaten Ngawi yang mengarahkan program dan kegiatan yang harus dilaksanakan sesuai tugas pokok. Misi dari BPS Kabupaten Ngawi dapat dirumuskan sebagai berikut :
1). Menyediakan data statistik berkualitas melalui kegiatan statistik yang terintegrasi dan berstandar nasional maupun internasional.
2). Memperkuat Sistem Statistik Nasional yang berkesinambungan melalui pembinaan dan koordinasi di bidang statistik
3). Membangun insan statistik yang profesional, berintegrasi dan amanah untuk kemajuan perstatistikan
Gambar 1. Visi dan Misi BPS 2015-2019
Menyediakan data statistik …
“Badan Pusat Statistik merupakan penyelenggara statistik dasar, yaitu statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas, baik bagi pemerintah maupun masyarakat (Perpres No.86 tahun 2007)”.
… berkualitas …
“Berkualitas berarti data statistik yang dihasilkan BPS memenuhi dimensi kualitas yakni relevan, akurat, disajikan tepat waktu, koheren, dapat diakses, dan dapat diinterpretasikan ”.
… melalui kegiatan statistik yang terintegrasi …
“Kata terintegrasi bermakna bahwa penyelenggarakan kegiatan statistik perlu lebih mengedepankan pendekatan fungsional, serta mengurangi pelaksanaan yang bersifat terkotak-kotak (silo thinking). Pendekatan fungsional berarti alur proses dari pengumpulan data, pengolahan data hingga diseminasi data dilakukan secara terintegrasi antar subject matter.
Terintegrasi juga berarti penyelenggaraan statistik yang dilakukan bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat harus saling mengisi dan saling memperkuat dalam memenuhi kebutuhan statistik, serta menghindari terjadinya duplikasi kegiatan”. (UU no. 16 tahun 1997)”.
… dan berstandar internasional…
“Setiap penyelenggaraan kegiatan statistik, BPS akan selalu berpedoman kepada konsep, standar dan metode yang berlaku secara universal dan berstandar internasional, mengikuti kaidah yang digariskan dalam Fundamental Principle of
Official Statistics”.
Memperkuat Sistem Statistik Nasional yang berkesinambungan …
“Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur yang secara teratur saling berkaitan, sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik. Sistem Statistik Nasional perlu diwujudkan secara terus menerus dan berkelanjutan. (UU no. 16 tahun 1997)”.
… pembinaan dan koordinasi …
“BPS memiliki mandat untuk melakukan pembinaan terhadap instansi lain terkait dengan pelaksanaan kegiatan statistik sektoral. BPS juga memiliki mandat untuk melakukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi dengan instansi pemerintah untuk membangun pembakuan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran ukuran. (UU no. 16 tahun 1997).
Dalam rangka perencanaan pembangunan nasional pada khususnya, dan pembangunan sistem rujukan informasi statistik nasional pada umumnya, penyelenggaraan kegiatan statistik perlu didukung upaya-upaya koordinasi dan kerjasama serta upaya pembinaan terhadap seluruh komponen masyarakat statistik (PP No.51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik).
Dalam melakukan pembinaan statistik, BPS dapat bekerja sama dengan instansi pemerintah, perguruan tinggi, lembaga swasta, dan atau unsur masyarakat lainnya. Upaya pembinaan statistik yang dilakukan BPS sesuai PP No. 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik, meliputi :
• Peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik;
• Pengembangan statistik sebagai ilmu;
• Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik;
• Perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerjasama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya;
• Pengembangan sistem informasi statistik;
• Peningkatan penyebarluasan informasi statistik;
• Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional;
• Peningkatan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik.
Koordinasi dan kerjasama penyelengaraan statistik meliputi hal-hal yang berkaitan dengan :
• Pelaksanaan kegiatan statistik;
• Pembakuan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran.
Koordinasi dan atau kerjasama penyelenggaraan statistik antara BPS, instansi pemerintah, dan masyarakat dilaksanakan atas dasar prinsip kemitraan. Koordinasi dan/atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik dilakukan dalam rangka membangun satu pusat rujukan informasi statistik nasional. Koordinasi
dan atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik mencakup perencanaan, pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan/atau analisis statistik”.
… Membangun insan statistik …
“Pembangunan insan statistik dilakukan untuk mewujudkan pengejawantahan nilai-nilai organisasi Badan Pusat Statistik, yakni profesional, berintegritas dan amanah”.
… yang profesional…
“Dalam menyelenggarakan kegiatan statistik, insan statistik yang harus memiliki kapasitas dan kapabilitas yang diperlukan untuk menghasilkan data statistik yang berkualitas”.
…berintegritas …
“Insan statistik yang menyelenggarakan kegiatan statistik harus memiliki integritas yaitu memiliki sikap dan perilaku dalam melaksanakan profesi/tugasnya seperti dedikasi (pengabdian yang tinggi terhadap profesi yang diemban), disiplin (melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan), konsisten (satunya kata dengan perbuatan), terbuka (menghargai ide, saran, pendapat, masukan, dan kritik-kritik dari berbagai pihak), dan akuntabel (bertanggung jawab dan setiap langkahnya terukur)”.
…amanah…
“Amanah merujuk kepada sikap yang selalu mengedepankan kejujuran di dalam melaksanakan kegiatan statistik”.
2.1.3. Tujuan dan Sasaran Strategis Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi
Untuk mendukung terwujudnya visi dan misi BPS 2015-2019, maka ditetapkan tujuan yang harus dicapai. Masing-masing tujuan memiliki sasaran strategis pencapaian. Sasaran merupakan target jangka pendek atau tahunan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. BPS Kabupaten Ngawi mempunyai 3 (tiga) tujuan yang dicanangkan dalam rencana strategis periode 2015 sampai dengan 2019. Tujuan BPS Kabupaten Ngawi yang telah ditetapkan selanjutnya dijabarkan ke dalam beberapa sasaran yang merupakan tahapan untuk memudahkan mengukur dan
mencapai tujuan tersebut. Masing-masing tujuan dan sasaran strategis memiliki indikator yang terukur agar dapat diketahui sejauh mana tingkat pencapaiannya. Sasaran strategis dari masing-masing tujuan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2. Tujuan dan Sasaran Strategis BPS 2015-2019
TUJUAN SASARAN STRATEGIS
T1. Peningkatan kualitas data statistik
SS1. Meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap kualitas data BPS
SS2. Meningkatnya kualitas hubungan dengan sumber data (respondent engagement) T2. Peningkatan pelayanan prima
hasil kegiatan statistik
SS3. Meningkatnya kualitas hubungan dengan pengguna data (user engagement) T3. Peningkatan penyelenggaraan
/pelaksanaan birokrasi yang akuntabel
SS4. Meningkatnya kualitas manajemen sumber daya manusia BPS
SS5. Meningkatnya pengawasan dan akuntabilitas kinerja aparatur BPS
2.1.4. Kebijakan Pembangunan Statistik BPS Kabupaten Ngawi
Arah kebijakan penyelenggaraan Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi mengacu pada strategi pembangunan statistik yang terkait dengan visi dan misi Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 40 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Pembangunan Statistik Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi Tahun 2015-2019, sebagai berikut:
1). Peningkatan ketersediaan data dan informasi statistik yang berkualitas. 2). Peningkatan response rate.
3). Peningkatan kualitas dan kuantitas penyebaran data dan informasi statistik kepada masyarakat.
4). Peningkatan kemudahan dan kecepatan akses tehadap data dan informasi statistik BPS.
5). Penguatan fungsi yang terkait dengan sistem Manajemen SDM aparatur, pengawasan, akuntabilitas kinerja dan Penyelarasan kegiatan yang terkait dengan reformasi birokrasi BPS khususnya yang terkait dengan Sistem Manajemen SDM aparatur, pengawasan, akuntabilitas kinerja.
6). Penguatan fungsi yang terkait dengan Sistem Manajemen SDM aparatur, pengawasan, akuntabilitas kinerja dan Penyelarasan kegiatan yang terkait dengan reformasi birokrasi BPS khususnya yang terkait dengan Sistem Manajemen SDM aparatur, pengawasan, akuntabilitas kinerja.
2.1.5. Program yang dilaksanakan oleh BPS Kabupaten Ngawi
Untuk dapat mencapai visi dan misi BPS Kabupaten Ngawi maka untuk tahun 2016 telah ditetapkan tiga program, yaitu :
1) Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPS (DMPTTL), dengan anggaran sebesar Rp. 3.462.374.000,-
2 ) Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur BPS (PSPA), dengan anggaran sebesar Rp. 113.820.000,-
3). Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (PPIS), dengan anggaran sebesar Rp. 5.625.589.000,-
2.2. Perjanjian Kinerja (PK) BPS Kabupaten Ngawi Tahun 2016
Pada awal tahun ditetapkan target dari masing-masing indikator tujuan dan sasaran strategis yang harus dicapai oleh BPS Kabupaten Ngawi selama setahun. Penetapan target tersebut tertuang dalam dokumen Perjanjian Kinerja. Target yang dicanangkan menjadi tolok ukur Indikator Kinerja yang akan dievaluasi pada akhir tahun yakni dengan membandingkan capaian atau realisasi sampai dengan akhir tahun terhadap target. Perjanjian Kinerja BPS Kabupaten Ngawi Tahun 2016 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3. Perjanjian Kinerja
Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi Tahun 2016
Tujuan/Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target
(1) (2) (3) (4)
1. Peningkatan kualitas data
statistik Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik
Persen 100
1.1Meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap kualitas data BPS
Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik
Tujuan/Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target
(1) (2) (3) (4)
Persentase konsumen yang selalu menjadikan data dan informasi statistik BPS sebagai rujukan utama
Persen 100
Persentase pemutakhiran
data MFD dan MBS Persen 100
Jumlah publikasi/laporan
yang terbit tepat waktu Publikasi 43 1.2 Meningkatnya kualitas
hubungan dengan sumber data (Respondent
Engagement)
Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan rumah tangga
Persen 100
Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan usaha
Persen 100
Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan non rumah tangga non usaha
Persen 100
2. Peningkatan pelayanan
prima hasil kegiatan statistik Persentase Kepuasan Konsumen terhadap pelayanan data BPS
Persen 96
2.1 Meningkatnya kualitas hubungan dengan pengguna data (User Engagement)
Persentase Kepuasan Konsumen terhadap pelayanan data BPS
Persen 96
Jumlah pengunjung
eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui website BPS
Pengunjung 10.000
Persentase Konsumen yang puas terhadap akses data BPS
Persen 89
Persentase konsumen yang menggunakan data bBPS dalam perencanaan dan
Tujuan/Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target
(1) (2) (3) (4)
evaluasi pembangunan nasional
Persentase pengguna layanan yang merasa puas terhadap pemenuhan sarana dan prasarana BPS
Persen 89
3. Peningkatan
penyelenggaraan/pelaksana an birokrasi yang akuntabel
Hasil Penilaian SAKIP oleh
Inspektorat Poin 70
3.1 Meningkatnya kualitas manajemen sumber daya manusia BPS
Persentase pegawai yang menduduki jabatan fungsional tertentu
Persen 56
Persentase pegawai yang berpendidikan minimal Diploma IV atau Strata I
Persen 59
3.2 Meningkatnya pengawasan dan akuntabilitas kinerja aparatur BPS
Hasil Penilaian SAKIP oleh
Inspektorat Poin 70
Keberhasilan pencapaian target sangat didukung oleh penganggaran di BPS Kabupaten Ngawi. Dukungan penganggaran tersebut diwujudkan melalui 3 (tiga) program, yaitu: (1) Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas teknis Lainnya (DMPTTL), (2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPS (PSPA), dan (3) Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (PPIS).
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik memberi amanat kepada BPS untuk menyelenggarakan statistik dasar dan mengumumkan hasilnya secara teratur dan transparan kepada masyarakat. Keputusan Presiden Nomor 166 Tahun 2000, menetapkan BPS sebagai salah satu Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang menjalankan kewenangan di bidang statistik dasar baik di pusat maupun di daerah-daerah.
Akuntabilitas kinerja BPS Kabupaten Ngawi merupakan perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan misi BPS dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui media pertanggungjawaban secara periodik selama satu tahun. Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi BPS dilakukan sesuai dengan rencana strategis BPS Kabupaten Ngawi.
Analisis pencapaian kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh BPS Kabupaten Ngawi Secara umum, BPS Kabupaten Ngawi berhasil dalam melaksanakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya di bidang statistik
3.1 Capaian Kinerja BPS Kabupaten Ngawi Tahun 2016
Sebagai salah satu bentuk transparansi dan akuntabilitas serta untuk memudahkan pengelolaan kinerja, data kinerja dikumpulkan dan dirangkum sesuai dengan indikator kinerja dari tujuan dan sasaran strategis yang telah ditetapkan. Capaian kinerja dihitung berdasarkan perbandingan antara realisasi dengan target PK 2016 yang telah ditetapkan pada awal tahun . Selanjutnya dilakukan pengukuran capaian kinerja dan dianalisis antara target kinerja dan realisasi capaian kinerja, permasalahan dan kendala yang dihadapi, serta solusi mengatasi permasalahan dan kendala yang dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menjamin adanya peningkatan dalam rangka pelayanan publik dan meningkatkan akuntabilitas dengan melakukan klarifikasi output dan outcome yang akan dan seharusnya dicapai, serta evaluasi dan pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja. Capaian kinerja dari masing-masing tujuan dan sasaran strategis dapat dilihat pada ulasan berikut.
Capaian Kinerja Tujuan Pertama
Tujuan pertama adalah “peningkatan kualitas data statistik”, diukur dengan indikator Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik. Tujuan pertama dicapai dengan dua sasaran strategis, yaitu: (1) Meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap kualitas data BPS, (2) Meningkatnya kualitas hubungan dengan sumber data (Respondent Engagement),. Capaian kinerja dari indikator yang mengukur tujuan dan sasaran strategis tersebut dapat dilihat pada table 4 di bawah ini :
Tabel 4. Capaian Kinerja Tujuan: Peningkatan Kualitas Data Statistik
Tujuan/Sasaran Strategis/Indikator Satuan Target Realisasi
Capaian Kinerja
(%)
(1) (2) (3) (4) (5)
T1. Peningkatan kualitas data statistik Persentase konsumen yang merasa puas
dengan kualitas data statistik Persen 100,00 100,00 100,00 SS1. Meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap kualitas data BPS
Persentase konsumen yang merasa puas
dengan kualitas data statistik Persen 100,00 100,00 100,00 Persentase konsumen yang selalu
menjadikan data dan informasi statistik BPS sebagai rujukan utama
Persen 100,00 100,00 100,00 Persentase pemutakhiran data MFD dan
MBS Persen 100,00 100,00 100,00
Jumlah publikasi/laporan Statistik yang
terbit tepat waktu Publikasi 43 45 104,65
SS2. Meningkatnya kualitas hubungan dengan sumber data (Respondent Engagement) Persentase pemasukan dokumen (response
rate) survei dengan pendekatan rumah
tangga Persen 100 95,29 95,29
Persentase pemasukan dokumen (response
rate) survei dengan pendekatan usaha Persen 100 100 100,00
Persentase pemasukan dokumen (response
rate) survei dengan pendekatan non rumah
tangga non usaha Persen 100 99,66 99,66
Tujuan pertama telah tercapai dengan tingkat capaian sebesar 100,00 persen. Rata-rata capaian indikator sasaran strategis tujuan pertama sebesar 99,94 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan sasaran strategis tujuan pertama telah tercapai, meskipun tidak dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Namun pada sasaran strategis pertama ada dua indikator yang tidak ada datanya karena memang tidak melakukan kegiatan yaitu Jumlah release data statistik yang tepat waktu dan laporan sensus yang terbit tepat waktu.
Realisasi indikator “Persentase konsumen yang selalu menjadikan data dan informasi statistik BPS sebagai rujukan utama” tercapai sesuai target yang telah ditetapkan. Indikator ini baru dilaksanakan pada tahun 2016, sehingga tidak memiliki data dasar (baseline) dalam menentukan target.
Pada tahun 2016 realisasi tingkat pemasukan dokumen tidak semuanya bisa memenuhi target yang telah ditetapkan. Hal ini ditunjukan dengan persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan rumah tangga dari target 100 persen dapat tercapai 95,29 persen, sementara itu persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan usaha bisa memenuhi target yang telah ditetapkan, yaitu 100 persen dan persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan non rumah tangga non usaha sebesar 99,66 persen dari target 100 persen.
Meskipun tujuan pertama telah tercapai, namun upaya peningkatan kualitas data statistik terus dilakukan oleh BPS. Upaya peningkatan kualitas data dilakukan melalui pembenahan tatalaksana (bussiness process reengineering) dan pemanfaatan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK).
Capaian Kinerja Tujuan Kedua
Tujuan utama yang ingin dicapai BPS Kabupaten Ngawi adalah pelayanan prima dalam rangka mewujudkan SSN yang andal, efektif dan efisien. Keinginan pemerintah dan masyarakat terhadap data berkualitas, mendorong BPS Kabupaten Ngawi tidak hanya menyajikan data dan informasi statistik yang dapat dipercaya tetapi juga memberikan pelayanan prima dalam memenuhi kebutuhan pengguna data.
Terwujudnya sistem statistik nasional yang andal, efektif dan efisien mutlak diperlukan dalam menunjang kelancaran tugas dan fungsi lembaga-lembaga statistik yang ada di instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat.
Dengan mengusung visi BPS sebagai “Pelopor data statistik terpercaya untuk semua” maka penyebarluasan data kepada pemangku kepentingan menjadi ukuran yang sangat
penting. Tujuan kedua “peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistik”, diukur dengan indikator Persentase konsumen yang puas akan layanan data BPS. Tujuan kedua dicapai dengan satu sasaran strategis, yaitu Meningkatnya kualitas hubungan dengan pengguna data
(User Engagement). indikator yang digunakan adalah Persentase kepuasan konsumen
terhadap pelayanan data BPS yaitu tercapai sebesar 96 persen, jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui website BPS Kabupaten Ngawi sebesar 17.928 atau 179,28 persen dari target 10.000 pengunjung. Dan persentase konsumen yang puas terhadap akses data BPS Kabupaten Ngawi adalah 89 persen. Konsumen data ini ada yang mencari informasi baik tatap muka langsung ataupun melalui media komunikasi lainnya. Sementara itu tingkat pencapaian Persentase pengguna layanan yang merasa puas terhadap pemenuhan sarana dan prasarana BPS adalah 97,78 persen.
Capaian kinerja dari indikator yang mengukur tujuan dan sasaran strategis tersebut dapat dilihat pada tabel 5 berikut ini :
Tabel 5. Capaian Kinerja Tujuan: Peningkatan Pelayanan Prima Hasil Kegiatan Statistik
Sasaran Strategis/Sasaran
Strategis/Indikator Satuan Target Realisasi
Capaian Kinerja
(%)
(1) (2) (3) (4) (5)
T2. Peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistik Persentase kepuasan konsumen terhadap
pelayanan data BPS Persen 96,00 97,47 101,53
SS3. Meningkatnya kualitas hubungan dengan pengguna data (User Engagement) Persentase kepuasan konsumen terhadap
pelayanan data BPS Persen 96,00 97,47 101,53
Jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui website BPS
Pengunjung 10.000 17.928 179,28 Persentase Konsumen yang puas terhadap
akses data BPS Persen 89,00 94,44 106,11
Persentase konsumen yang menggunakan data BPS dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan nasional
Persen 100,00 20,00 20,00 Persentase pengguna layanan yang merasa
puas terhadap pemenuhan sarana dan prasarana BPS
Persen 89,00 97,78 109,87
Tujuan kedua juga tercapai dengan tingkat capaian sebesar 101,53 persen. Adapun capaian tingkat kepuasan terhadap pelayanan data BPS diperoleh dari survei kepuasan konsumen yang dilakukan oleh Universitas Merdeka Madiun. Rata-rata capaian indikator sasaran strategis tujuan kedua sebesar 103,36 persen. Capaian indikator sasaran strategis tujuan kedua ini sebagian besar sudah tercapai bahkan melebihi dari target, meskipun sasaran strategis “konsumen yang menggunakan data BPS dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan nasional” hanya tercapai 20 persen dari target 100 persen. Dari hasil survei yang dilakukan pihak ke tiga (Universitas Merdeka Madiun), pengguna data yang menggunakan data BPS paling banyak untuk kegiatan sekolah dan kuliah seperti untuk skripsi/tesis/Disertasi sebanyak 40 persen, sedangkan untuk penelitian hanya 6,67 persen dan tugas sekolah/kuliah sebesar 20 persen.
Capaian Kinerja Tujuan Ketiga
Tujuan ketiga adalah “peningkatan penyelenggaraan/pelaksanaan birokrasi yang akuntabel”, diukur dengan hasil penilaian SAKIP oleh inspektorat. Tujuan ketiga dicapai dengan dua sasaran strategis, yaitu: (1) Meningkatnya kualitas manajemen sumber daya manusia BPS, dan (2) Meningkatnya pengawasan dan akuntabilitas kinerja aparatur BPS.
Untuk mencapai tujuan tersebut sudah menjadi keharusan bahwa SDM yang mengelola kegiatan di suatu organisasi adalah SDM yang berkualitas. Tahun 2016 di BPS Kabupaten Ngawi, pegawai yang menduduki jabatan fungsional tertentu sebanyak 13 orang atau 48 persen. Sementara itu persentase pegawai yang berpendidikan minimal D IV/Strata 1 atau lebih sebanyak 15 orang atau 56 % dari total pegawai 27 orang.
Pengawasan dan pertanggungjawaban kinerja aparatur BPS Kabupaten Ngawi dapat dilihat dari Indikator Kinerja Utama, yaitu hasil penilaian SAKIP oleh Inspektorat, yang pada tahun 2016 ini sebesar 70,74 poin.
Berdasarkan tabel di bawah, tujuan ketiga tercapai dengan tingkat capaian sebesar 101,06 persen. Namun rata-rata capaian indikator sasaran strategis tujuan ketiga belum mencapai 100 persen yaitu hanya 93,90 persen . Hal ini disebabkan karena capaian kinerja pada persentase pegawai yang menduduki jabatan fungsional tertentu hanya sebesar 85,71 persen. Masih ada 2 orang pegawai yang memenuhi syarat bisa diajukan sebagai fungsional yang belum mengajukan sebagai pejabat fungsional.
Capaian kinerja dari indikator yang mengukur tujuan dan sasaran strategis tersebut