A. Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa hasil pengukuran capaian berdasarkan 18 IKU KBRI Manama, capaian kinerja KBRI Manama tahun 2020 adalah rata-rata 100%, dan mengalami kenaikan dibanding capaian tahun 2019. Berbagai kegiatan telah terlaksana sesuai dokumen perencanaan dan telah dapat diselesaikan mendekati target yang ditetapkan.
Adapun kesimpulan umum atas capaian kinerja organisasi Perwakilan RI di Manama yang dapat disampaikan, antara lain:
1. Dinamika hubungan politik Indonesia-Bahrain secara umum telah dapat dikelola dengan baik dan telah berjalan dengan kondusif.
2. Hubungan antarpejabat tinggi kedua negara yang sudah terjalin sangat erat telah berkontribusi positif dalam pembangunan citra Indonesia di Bahrain.
3. Hubungan ekonomi dan perdagangan masih relatif menghadapi tekanan akibat kondisi ekonomi regional dan global yang belum sepenuhnya pulih. Belum stabilnya perekonomian Bahrain antara lain disebabkan oleh anjloknya harga komoditas utama yakni minyak bumi.
4. Tantangan dalam pengembangan aspek ekonomi dan budaya, antara lain disebabkan kecenderungan warga Bahrain berkiblat ke Eropa atau Amerika serta ketiadaan penerbangan langsung dari Bahrain ke Indonesia dapat berakibat kurang optimalnya diseminasi dan promosi mengenai Indonesia di Bahrain. Hal ini ditambah dengan kenyataan bahwa Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang menjadi pemasok tenaga kerja domestik, sehingga dapat menciptakan citra yang kurang positif terhadap upaya promosi Indonesia, khususnya sebagai destinasi wisata.
5. Kemajuan sektor pendidikan di Bahrain khususnya dalam keuangan dan perbankan Islam merupakan peluang untuk kerja sama di bidang pendidikan
LAPORAN KINERJA KBRI MANAMA 2020 dengan program pertukaran dosen/mahasiswa maupun pemberian beasiswa bagi mahasiswa Indonesia.
6. Pembentukan Bahrain - Indonesia Business and Friendship Society (BIBFS) sebagai asosiasi persahabatan Bahrain - Indonesia diharapkan mampu menjembatani hubungan di kalangan pelaku bisnis dan masyarakat umum kedua negara serta mendukung peningkatan kualitas hubungan bilateral di level formal.
7. Pelaksanaan fungsi pembinaan masyarakat meskipun sudah berjalan cukup baik, namun masih perlu diperluas untuk menjangkau kelompok-kelompok masyarakat lainnya. Pembinaan masyarakat dengan melibatkan seluruh komunitas perlu terus diperkuat.
8. KBRI masih perlu terus meningkatkan desiminasi informasi Indonesia dengan memanfaatkan berbagai media yang selama ini telah ada seperti website KBRI, media sosial KBRI Manama seperti facebook dan twitter, serta media lainnya.
9. Dalam Pelindungan kepada WNI/TKI secara umum telah berjalan baik. Hal yang masih perlu ditingkatkan adalah kecepatan penyelesaian kasus-kasus sehingga memerlukan pengawasan dan pengendalian yang lebih intensif untuk memastikan setiap kasus telah tertangani dengan baik dan tepat waktu.
10. Meskipun Pemerintah Indonesia telah menghentikan dan melarang penempatan TKI pada pengguna perseorangan ke negara-negara di wilayah Timur Tengah sejak tahun 2015 melalui Permenaker No. 260 Tahun 2015, pada kenyataanya masih banyak dijumpai TKI yang diberangkatkan dari Indonesia ke Bahrain secara nonprosedural. Hal ini menandakan masih lemahnya pengawasan terhadap penerapan kebijakan tersebut di Indonesia. Disamping itu, penindakan oleh instansi berwenang terhadap pelaku penempatan TKI secara nonprosedural juga masih perlu ditingkatkan.
11. Berbeda dengan masa sebelum diterbitkannya Permenaker No. 260 Tahun 2015, penempatan TKI PLRT saat ini banyak dilakukan oleh orang-perorangan. Dalam proses perektrutan TKI PLRT, orang-perorangan dimaksud menggunakan modus jeratan hutang berupa‘uang fit’ kepada calon TKI ataupun keluarganya. Setelah direkrut, para TKI informal tersebut diberangkatkan ke Bahrain tanpa terlebih
LAPORAN KINERJA KBRI MANAMA 2020 dahulu dibekali dengan kontrak kerja ataupun diberikan pelatihan dan pemeriksaan kesehatan. Hal ini menyebabkan posisi TKI dimaksud semakin rentan terhadap eksploitasi.
12. Tantangan terbesar dalam perlindungan WNI khususnya TKI di Bahrain yaitu pemberlakuan sistem sponsorship/kafalah bagi tenaga kerja asing dan tidak terlindunginya tenaga kerja domestik oleh UU Ketenagakerjaan Bahrain.
13. Pelaksanaan fungsi Kekanseleraian secara umum juga telah berjalan baik.
Dalam hasil audit keuangan serta verifikasi hasil laporan keuangan Tahun Anggaran 2015 sampai dengan 2018 oleh BPKP, Inspektorat Jenderal, maupun BPK serta Kesekjenan tidak ditemukan penyimpangan keuangan negara yang mengarah pada tindak pidana korupsi ataupun penyalahgunaan wewenang.
14. KBRI Manama merupakan perwakilan RI yang relatif masih baru dengan anggaran yang sangat terbatas, perlu dilakukan berbagai kreativitas dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.
B. Kendala Utama
Kendala utama yang dihadapi KBRI dalam memenuhi target pada tahun 2020 adalah sebagai berikut:
1. Pandemi COVID-19 yang mulai merebak sejak bulan Maret 2020. Virus corona telah menghancurkan sendi-sendi perekonomian semua negara di dunia, termasuk Bahrain. Virus ini telah memaksa terjadinya perlambatan perekonomian global dan membuat banyak negara jatuh kedalam jurang resesi.
Kondisi ini semakin diperburuk dengan anjloknya harga minyak dunia yang pada akhirnya turut berdampak buruk pada perekonomian dan daya beli masyarakat di Bahrain.
2. Letak geografis yang cukup jauh antara Indonesia dan Bahrain dan belum terdapatnya jalur transportasi langsung yang menunjang percepatan koneksi antara kedua negara.
LAPORAN KINERJA KBRI MANAMA 2020 3. Masih tingginya tarif masuk impor barang-barang Indonesia ke Bahrain karena
belum terealisasikannya kesepakatan bidang ekonomi antara lain MoU Penghindaran Pajak Berganda.
4. Masih kurangnya respon dan prioritas serta komitmen pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti kesepakatan dan kesepakatan pertemuan antara pejabat tinggi kedua negara masih mengalami hambatan pada tataran implementasi.
5. Di samping itu sejumlah kendala lainnya yang dihadapi pada tahun 2020 yaitu dari sisi jumlah dukungan SDM yang kurang dalam menangani kegiatan KBRI Manama, khususnya untuk pegawai setempat yang dirasa masih kurang, sementara volume kegiatan KBRI Manama semakin meningkat dari waktu ke waktu.
C. Alternatif Pemecahan Masalah
Sebagai langkah perbaikan untuk tahun mendatang, KBRI Manama akan melaksanakan hal-hal sebagai berikut:
1. Terus berkoordinasi dengan Pusat dalam penyampaian kondisi terkini di negara akreditasi
2. Terus mendorong Pusat untuk membantu penyelesaian berbagai isu strategis yang harus segera dilaksanakan, utamanya terkait dengan isu perlindungan dan isu anggaran.
3. Terus melakukan berbagai pendekatan dengan pejabat tinggi dan jajarannya di negara akreditasi untuk isu perlindungan.
4. SDM di bidang Tata Usaha untuk selalu siap dan handal dalam menerapkan aplikasi-aplikasi baru dalam rangka menunjang pertanggungjawaban dan akuntabilitas kegiatan yang dilaksanakan oleh KBRI.