Pada bab ini disajikan kesimpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukan organisasi untuk meningkatkan kinerjanya
Bab II
Perencanaan Kinerja
2.1 Rencana Strategis BPSPL Pontianak
Rencana Strategis BPSPL Pontianak Tahun 2015-2019 disusun untuk mendukung Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut. Visi Direktorat Jenderal PRL adalah: “Pengelolaan Ruang Laut yang Berdaulat dan Mensejahterakan Secara Berkelanjutan”. Misi Direktorat Jenderal PRL adalah:
a. Mewujudkan perencanaan ruang laut pesisir dan pulau-pulau kecil yang terpadu.
b. Mendayagunakan, melindungi dan melestarikan sumberdaya laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil serta pengelolaan keanekaragaman hayati.
c. Meningkatkan tata kelola dan pengendalian ruang laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil.
d. Mengendalikan pemanfaatan ruang laut secara berdaulat untuk kesejahteraan masyarakat.
Dalam dokumen Renstra BPSPL Pontianak Tahun 2015 – 2019, termuat garis besar visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis yang akan dicapai organisasi. Sasaran strategis tersebut mendukung capaian Direktorat Jenderal PRL yang tertuang dalam Rencana Strategis Direktorat Jenderal PRL Tahun 2015 -2019. Adapun visi dan misi BPSPL Pontianak Tahun 2015 – 2019 adalah sebagai berikut:
A. Visi
Visi merupakan gambaran masa depan yang hendak diwujudkan BPSPL Pontianak. Visi bersifat praktis, realistis untuk dicapai, dan memberikan tantangan serta menumbuhkan motivasi yang kuat bagi pegawai BPSPL Pontianak untuk mewujudkannya. Visi BPSPL Pontianak adalah:
“Mewujudkan Pengelolaan Ruang Laut yang Berdaulat dan
Mensejahterakan Secara Berkelanjutan di Wilayah Kerja”.
Visi tersebut mengandung pengertian yang mendalam dan menunjukkan tekad kuat dari BPSPL Pontianak untuk dapat mengelola sumberdaya laut, pesisir dan pulau-pulau kecil guna mensejahterakan masyarakat di regional Kalimantan.
B. Misi
Misi merupakan peran yang diambil organisasi ditengah gambaran masa depan. Sesuai dengan bidang tugas dan kewenangan BPSPL Pontianak, misi tersebut adalah:
1. Mewujudkan perencanaan ruang laut pesisir, dan pulau-pulau kecil yang terpadu;
2. Mendayagunakan, melindungi dan melestarikan sumberdaya laut, pesisir dan pulau-pulau kecil serta pengelolaan keanekaragaman hayati;
3. Meningkatkan tata kelola dan pengendalian ruang laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil;
4. Mengendalikan pemanfaatan ruang laut secara berdaulat untuk kesejahteraan masyarakat.
C. Tujuan
Tujuan adalah sesuatu (apa) yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahunan. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisis strategis. Tujuan tidak harus dinyatakan dalam bentuk kuantitatif, akan tetapi harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai di masa mendatang. Adapun tujuan pengelolaan ruang laut adalah sebagai berikut:
1. Mempercepat pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya pesisir, laut dan pulau-pulau kecil serta ekosistemnya secara terpadu dan berkelanjutan; 2. Mengelola konservasi jenis dan genetika ikan dengan karakteristik tertentu
yang dalam pelaksanaanya tidak dapat didelegasikan ke daerah;
3. Menyelenggarakan komitmen Indonesia dalam menindaklanjuti gratifikasi konvensi dan perjanjian Internasional dibidang konservasi sumberdaya ikan dan lingkungannya (CBD, WHS, dan CITES);
4. Pemberdayaan pulau-pulau kecil termasuk pulau-pulau kecil terluar; 5. Meningkatkan tata kelola ruang laut, pesisir dan pulau-pulau kecil; 6. Meningkatkan dayaguna wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil; 7. Menata dan memanfaatkan jasa-jasa kelautan;
8. Meningkatkan pengelolaan sumberdaya hayati, non hayati dan buatan; 9. Melestarikan kawasan konservasi dan meningkatkan kualitas nilai dan
keanekaragaman hayati laut, pesisir dan pulau-pulau kecil.
D. Sasaran
Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh BPSPL Pontianak dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Dalam sasaran dirancang pula indikator sasaran atau indikator kinerja utama, yang dimaksud dengan indikator sasaran atau indikator kinerja utama adalah ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun 2019. Setiap indikator sasaran atau indikator kinerja utama disertai dengan rencana tingkat capaiannya (targetnya) masing-masing.
2.2 Perencanaan Kinerja Tahun 2019
Perencanaan kinerja merupakan proses penyusunan rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran yang memuat kebijakan dan program yang telah ditetapkan dalam rencana strategis, yang akan dilaksanakan oleh BPSPL
Pontianak melalui berbagai kegiatan tahunan. Di dalam rencana kinerja ditetapkan rencana capaian kinerja tahunan untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan. Penyusunan rencana kinerja dilakukan seiring dengan agenda penyusunan dan kebijakan anggaran, serta merupakan komitmen BPSPL Pontianak untuk mencapainya dalam tahun 2019.
Dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) memuat informasi tentang: sasaran strategis yang ingin dicapai dalam tahun yang bersangkutan; indikator kinerja utama, rencana capaiannya (target), program, dan kegiatan. Selain itu dimuat pula keterangan yang antara lain menjelaskan keterkaitan kegiatan dengan sasaran, kebijakan dengan programnya, serta keterkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi/sektor lain.
Dokumen RKT 2019 tersebut kemudian diimplementasikan dalam Penetapan Kinerja (TAPJA) Tahun 2019 yang telah berbasis pada Balanced Scorecard
(BSC). TAPJA BPSPL Pontianak ditandatangani oleh Kepala BPSPL Pontianak
dengan Direktur Jenderal PRL. Rencana Kinerja BPSPL Pontianak tahun 2019 telah dikelompokkan ke dalam 2 (dua) perspektif Balanced Scorecard (BSC), yaitu: [A]. Perspektif Internal (Internal Process); dan [B]. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan (Learning and Growth).
BPSPL Pontianak memiliki 7 sasaran strategis dan 14 Indikator Kinerja Utama (IKU). Secara lengkap sasaran dan indikator kinerja utama BPSPL Pontianak tahun 2019 adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama BPSPL Pontianak 2019
No. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
COSTUMER PERSPECTIVE 1 Terwujudnya pengelolaan SDKP di wilayah kerja BPSPL Pontianak yang partisipatif, bertanggungjawab, dan berkelanjutan
1 Jumlah kawasan konservasi Perairan di wilayah kerja BPSPL Pontianak yang meningkat kualitas pengelolaan efektifnya (kawasan)
1
INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE
2 Terselenggaranya pengendalian dan pengawasan SDKP di wilayah kerja BPSPL Pontianak yang profesional dan partisipatif 2 Jumlah keanekaragaman hayati laut di wilayah kerja BPSPL Pontianak yang telah dilakukan upaya konservasi (jenis) 3 3 Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan SDKP di wilayah kerja BPSPL Pontianak yang berdaya saing dan berkelanjutan
3 Jumlah Provinsi yang memiliki rencana zonasi di wilayah kerja BPSPL Pontianak ditetapkan melalui peraturan perundangan
1
4 Jumlah penambahan luas kawasan konservasi di wilayah kerja BPSPL Pontianak (Ha)
5 Jumlah kemitraan dan kerjasama dengan kelompok masyarakat yang mendukung
pengelolaan efektif kawasan konservasi
dan/atau keanekaragaman hayati (kemitraan
kelompok)
4
6 Jumlah kelompok di Pesisir dan Pulau-pulau kecil pada wilayah kerja BPSPL Pontianak yang terverifikasi kebutuhan bantuan sarana prasarananya (kelompok) 1
LEARNING AND GROWTH PERSPECTIVE
4 Terwujudnya aparatur sipil negara BPSPL Pontianak yang kompeten, profesional dan berintegritas
7 Indeks Profesionalitas ASN BPSPL Pontianak 71 5 Tersedianya manajemen pengetahuan BPSPL Pontianak yang handal dan mudah diakses
8 Persentase unit kerja BPSPL Pontianak yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar 80 6 Terwujudnya birokrasi BPSPL Pontianak yang efektif, efisien dan
berorientasi pada layanan prima 9 Persentase pemenuhan dokumen Reformasi Birokrasi lingkup BPSPL Pontianak 100
11 Persentase pemenuhan dokumen Maturitas SPIP lingkup BPSPL Pontianak
100
12 Unit Kerja yang berpredikat menuju WBK lingkup BPSPL Pontianak 1 7 Terkelolanya anggaran pembangunan BPSPL Pontianak secara efisien dan akuntabel
13 Nilai kinerja
pelaksanaan anggaran BPSPL Pontianak (%)
Baik (87)
14 Batas Tertinggi Persentase Nilai Temuan LHP BPK Atas LK BPSPL Pontianak dibandingkan Realisasi Anggaran BPSPL Pontianak TA. 2018 (%) 1
Bab III
Akuntabilitas Kinerja
3.1 Capaian Kinerja Organisasi
Berdasarkan Dokumen Perjanjian Kinerja antara Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan laut (BPSPL) Pontianak dengan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) yang ditandatangani pada Januari 2019, dilakukan pengukuran capaian kinerja Tahun 2019 dengan cara membandingkan antara target (rencana) dan realisasi berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU). Untuk IKU yang capaiannya diukur secara tahunan diperhitungkan sesuai dengan karakteristik IKU dimaksud.
Pelaksanaan pengukuran kinerja pada BPSPL Pontianak, sebagaimana unit kerja lain di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, menggunakan aplikasi database online melalui www.kinerjaku.kkp.go.id. Proses penghitungan kinerja menggunakan Manual IKU dan Pedoman Pengukuran Kinerja yang telah disusun sebelumnya, serta menilai capaian kinerja dari kegiatan-kegiatan yang mendukung pencapaian kinerja program. Koordinasi proses penghitungan dilakukan oleh para pengelola kinerja setiap sasaran strategis sesuai dengan tanggung jawabnya.
Secara rinci capaian masing-masing sasaran strategis dan indikator kinerja utama BPSPL Pontianak Tahun 2019 adalah sebagai berikut:
Tabel 3. Capaian Kinerja BPSPL Pontianak Tahun 2019
No. SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA TARGET TW 1 TW 2
COSTUMER PERSPECTIVE 1 Terwujudnya pengelolaan SDKP di wilayah kerja BPSPL Pontianak yang partisipatif, bertanggungjawab, dan berkelanjutan 1 Jumlah kawasan konservasi Perairan di wilayah kerja BPSPL Pontianak yang meningkat kualitas pengelolaan efektifnya (kawasan) 1 0 0
INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE
2 Terselenggaranya pengendalian dan pengawasan SDKP di wilayah kerja BPSPL Pontianak yang profesional dan partisipatif 2 Jumlah keanekaragaman hayati laut di wilayah kerja BPSPL Pontianak yang telah dilakukan upaya konservasi (jenis) 3 0 0 3 Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan SDKP di wilayah kerja BPSPL Pontianak yang berdaya saing dan berkelanjutan 3 Jumlah Provinsi yang memiliki rencana zonasi di wilayah kerja BPSPL Pontianak ditetapkan melalui peraturan perundangan 1 0 0 4 Jumlah penambahan luas kawasan konservasi di wilayah kerja BPSPL Pontianak (Ha) 24.000 0 0
5 Jumlah kemitraan dan kerjasama dengan kelompok masyarakat yang mendukung pengelolaan efektif kawasan konservasi dan/atau keanekaragama n hayati (kemitraan kelompok) 4 0 0 6 Jumlah kelompok di Pesisir dan Pulau-pulau kecil pada wilayah kerja BPSPL Pontianak yang terverifikasi kebutuhan bantuan sarana prasaranan ya (kelompok) 1 0 0
LEARNING AND GROWTH PERSPECTIVE
4 Terwujudnya
aparatur sipil negara BPSPL Pontianak yang kompeten, profesional dan berintegritas 7 Indeks Profesionalitas ASN BPSPL Pontianak 71 0 0 5 Tersedianya manajemen pengetahuan BPSPL Pontianak yang handal dan mudah diakses 8 Persentase unit kerja BPSPL Pontianak yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar (%) 80 85,83 95 6 Terwujudnya birokrasi BPSPL Pontianak yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima 9 Persentase pemenuhan dokumen Reformasi Birokrasi lingkup BPSPL Pontianak 100 100 100 10 Nilai AKIP BPSPL Pontianak A (85) 0 0
11 Persentase pemenuhan dokumen Maturitas SPIP lingkup BPSPL Pontianak 100 0 0
12 Unit Kerja yang berpredikat menuju WBK lingkup BPSPL Pontianak 1 0 0 7 Terkelolanya anggaran pembangunan BPSPL Pontianak secara efisien dan akuntabel 13 Nilai kinerja pelaksanaan anggaran BPSPL ()()()Pontiana k (%) Baik (87) 91 90.55 14 Batas Tertinggi Persentase Nilai Temuan LHP BPK Atas LK BPSPL Pontianak dibandingkan Realisasi Anggaran BPSPL Pontianak TA. 2018 (%) 1 0 0 A. Capaian Kinerja
IKU.1 Jumlah Kawasan Konservasi Perairan yang Meningkat Kualitas
Pengelolaan Efektifnya
Jumlah kawasan konservasi perairan meningkat kualitas pengelolaan efektifnya jika telah dilakukan upaya pengelolaan berupa penyediaan data series, pengamanan kawasan, penyusunan NSPK pengelolaan kawasan, penguatan kelembagaan, peningkatan peran serta masyarakat sekitar kawasan konservasi, penyediaan sarana dan prasarana, dan/atau rehabilitasi ekosistem.
Untuk IKU 1 ini di dukung oleh komponen kegiatan yaitu penyediaan data series keanekaragaman hayati dan sumberdaya ikan yang dilakukan di kawasan konservsi perairan pulau Derawan dan perairan sekitarnya. Untuk tahap survey sudah dilakukan pada tanggal 4 - 9 Maret 2019. Target pada triwulan II untuk IKU
ini belum tercapai, karena merupakan adopsi langsung dari eselon I dan akan tercapai sampai dengan akhir tahun.
IKU.2 Jumlah keanekaragaman hayati laut yang dilindungi, dilestarikan
dan/atau dimanfaatkan (jenis)
Untuk mencapai target yang dibebankan BPSPL Pontianak telah menyusun baik berupa komponen kegiatan utama maupun sebagai komponen kegiatan pendukung dalam pengelolaan jenis ikan terancam punah, antara lain:
Sosialisasi Perlindungan, Pelestarian dan Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Laut
Pelayanan Perijinan Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Laut
Monitoring Biota Laut dilindungi
Dari kegiatan pelayanan perizinan pada periode bulan Aprili 2019 telah terbit 20 surat rekomendasi, dengan berat total sebesar 19.593,66 Kg; pada periode bulan Mei 2019 telah terbit 46 surat rekomendasi, dengan berat total sebesar 33.566,37 Kg; Pada periode bulan Juni 2019 telah terbit 30 surat rekomendasi, dengan berat total sebesar 44.074,63 Kg.
Selama Triwulan II juga dilakukan pendataan Populasi Penyu di Kalimantan Barat dan di Kalimantan Selatan; Penyediaan Data Series Populasi Hiu dan Pari di Kalimantan Barat, di Kalimantan Timur, dan di Kalimantan Selatan.
IKU.3 Jumlah Provinsi yang memiliki rencana zonasi ditetapkan melalui
peraturan perundangan
Untuk memenuhi target indikator jumlah yang memiliki rencana zonasi ditetapkan melalui peraturan perundangan, BPSPL Pontianak telah menyusun kegiatan Pendampingan Penyusunan RZWP3K Provinsi di Wilayah Kerjanya.
Diharapkan dengan adanya pendampingan penyusunan dokumen RZWP3K Provinsi dapat dipercepat.
Pada awal tahun 2019 telah ditetapkan Perda RZWP3K Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan tengah. Dari 5 provinsi di Kalimantan, hanya provinsi Kalimantan Timur yang belum selesai proses perda RZWP3K. Sampai dengan triwulan II telah disusun dokumen antara dan rancangan peraturan daerah serta akan diadakan konsultasi publik di bulan April 2019.
IKU.4 Jumlah penambahan luas kawasan konservasi (Ha)
Jumlah penambahan luas kawasan konservasi adalah dengan melakukan inventarisasi dan menjumlahkan luas kawasan konservasi baru yang telah dicadangkan melalui SK Gubernur.
Pada triwulan II kegiatan tersebut tidak dibebani target sehingga tidak terdapat capaian. Kegiatan tersebut direncanakan akan tercapai pada triwulan IV. Adapun komponen kegiatan yang mendukung IKU ini adalah Identifikasi pontensi dan pencadangan kawasan konservasi di Bulungan, Kalimantan Utara. Kegiatan survey sudah dillakukan pada tanggal 25 - 30 Maret 2019. Pada triwulan II telah dilakukan rapat inisiasi pembentukan POKJA dalam rangka penyusunan RPZ untuk Kawasan konservasi di Bulungan pada tanggal 1 Juli 2019.
IKU.5 Jumlah jejaring, kemitraan dan kerjasama konvensi, yang mendukung
pengelolaan efektif konservasi dan keanekaragaman hayati
Untuk menghitung capaian IKU 5 ini adalah dengan menjumlahkan seluruh kelompok masyarakat yang peduli terhadap konservasi yang telah diberikan bantuan untuk menunjang kegiatan konservasi. Pada triwulan I IKU tersebut belum dibebani target sehingga tidak terdapat capaian. IKU tersebut ditargetkan selesai paling lambat pada triwulan III. Sampai dengan triwulan II tahapan yang sudah
dilaksanakan untuk mencapai IKU ini adalah proses pengadaan barang yang akan diberikan kepada kelompok penerima bantuan (terlampir) dan sudah diserahkan 1 paket bantuan kepada kelompok AGSD Berau berupa 1 unit Speed boat dan 1 paket alat selam dasar (snorkeling) pada tanggal 2 Mei 2019.
IKU.6 Jumlah Kelompok di Pesisir dan Pulau-pulau kecil yang dibangun sarana prasarananya (kelompok)
Pesisir dan Pulau-pulau kecil yang dibangun sarana prasarananya adalah wilayah pesisir dan PPK/PPKT (khususnya PPKT berpenduduk) dimana dilakukan pengadaan sarana prasarana dasar (jetty/dermaga) dan sarana prasarana pendukung ekonomi produktif (misalnya: alat selam, jukung, cool box, alat tangkap ramah lingkungan, mesin pengola sampah, dan sarana lainnya yang mendukung
Pada triwulan II IKU tersebut tidak dibebani target sehingga tidak terdapat capaian. IKU tersebut ditargetkan selesai pada triwulan III. Pada tahun 2019 lokasi kegiatan diadakan di kabupaten Kotabaru, provinsi Kalimantan Selatan.
IKU.7 Indeks Profesionalitas ASN BPSPL Pontianak
Nilai indeks kompetensi dan integritas BPSPL Pontianak pada triwulan II belum dapat diketahui karena target IKU tersebut merupakan target tahunan dan akan tercapai pada triwulan IV. Nilai tersebut dibentuk oleh tiga komponen, yaitu: - Nilai kualifikasi pendidikan formal ASN BPSPL Pontianak
- Nilai SKP ASN BPSPL Pontianak - Nilai Disiplin ASN BPSPL Pontianak
IKU.8 Persentase unit kerja BPSPL Pontianak yang menerapkan sistem
manajemen pengetahuan yang terstandar
Sistem manajemen pengetahuan adalah suatu rangkaian yang memanfaatkan teknologi informasi yang digunakan oleh instansi pemerintah ataupun swasta untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui dan dipelajari. Salah satu poin penting dalam penilaian manajemen pengetahuan adalah pimpinan eselon I dan II memberikan apresiasi/penghargaan kepada individu/unit kerja di bawahnya melalui aplikasi Sistem informasi Manajemen Pengetahuan berstandar (https://kinerjakkp.bitrix24.com) atas capaian/prestasi dalam mendukung kinerja KKP/Unit kerja eselon I/Unit kerja eselon II. Capaian IKU penerapan manajemen pengetahuan yang terstandar pada tahun 2019 Triwulan II sebesar 95%. Aspek penilaian IKU manajemen pengetahuan terstandar antara lain: kelengkapan dokumen, keikutsertaan dan keaktifan dalam aplikasi bitrix.
Dibandingkan dengan triwulan 1, untuk triwulan II ini mengalami kenaikan untuk capaian IKU Sistem Manajemen Pengetahuan dan juga sudah melampaui target yang sudah ditentukan yaitu sebesar 60%. Hal ini dikarenakan semakin aktifnya dalam pengisian aplikasi bitrix.
IKU.9 Presentase pemenuhan dokumen RB lingkup BPSPL Pontianak
Target IKU dimaksud pada tahun 2019 sebesar 100, artinya semua dokumen terpenuhi, target tersebut merupakan target tahunan akan tercapai pada triwulan IIV, nilai capaian tersebut mengadopsi nilai capaian Ditjen PRL karena penilaian Reformasi Birokrasi oleh Kemenpan RB baru sampai level Eselon I belum sampai level UPT.
IKU.10 Nilai AKIP BPSPL Pontianak
Sampai dengan triwulan II belum dilakukan penilaian AKIP oleh Itjen KKP sehingga belum dapat diketahui nilai AKIP. Target nilai AKIP ditargetkan akan tercapai pada triwulan IV karena merupakan target tahunan.
IKU.11 Presentase pemenuhan dokumen Maturitas SPIP lingkup BPSPL
Pontianak
Untuk capaian indikator kinerja ini nilai capaian BPSPL Pontianak mengadopsi langsung capaian Ditjen PRL karena perhitungan maturitas SPIP pada Tahun 2019 belum dilaksanakan di UPT.
IKU.12 Unit Kerja yang berpredikat menuju WBK lingkup BPSPL Pontianak
Wilayah Bebas dari Korupsi yang selanjutnya disingkat WBK adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas
kinerja. Pada tahun 2017 UPT BPSPL Pontianak telah dilakukan penilaian oleh Inspektorat Jenderal KKP untuk unit kerja yang berpredikat WBK/ WBBM dengan mendapatkan nilai sebesar 96,16. Pada tahun 2018 dilakukan evaluasi oleh inspektorat jenderal dan didapatkan nilai sebesar 91. Pada tahun 2019 ini BPSPL Pontianak akan diusulkan untuk dilakukan penilaian oleh Tim Penilai Nasional dari Kementerian PAN-RB.
IKU. 13 Nilai kinerja anggaran BPSPL Pontianak
Cara menghitung nilai kinerja anggaran mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan No.249/PMK.02/2011 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Atas Pelaksanaan RKA-K/L. atau untuk lebih mudahnya kementerian keuangan sudah menyediakan aplikasi Om SPAN yang dapat digunakan sebagai acuan untuk melihat kinerja anggaran suatu instansi. Nilai kinerja anggaran merupakan IKU yang ditargetkan tahunan atau akan tercapai akhir tahun (triwulan IV). Nilai kinerja anggaran pada triwulan II aplikasi Om SPAN sebesar 90, 55, nilai tersebut telah memperhitungkan capaian output.
Gambar 6. Nilai kinerja anggaran sesuai aplikasi Om SPAN
Adapun target nilai kinerja anggaran pada triwulan II ini adalah sebesar 86. Target ini berhasil dicapai pada triwulan II, sedangkan untuk target tahunan adalah
sebesar 87. Realisasi pada triwulan II ini telah jauh melampaui target tahunan yang telah ditentukan
IKU. 14 Batas tertinggi persentase nilai temuan LHP BPK atas LK BPSPL
Pontianak dibandingkan realisasi anggaran BPSPL Pontianak T.A 2018
Nilai temuan atas aporan keuangan yang ditampilkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Atas LK SETJEN merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada empat kriteria yakni kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan (adequate disclosures), kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern.
Pada triwulan II tahun 2019 belum dilakukan audit oleh BPK atas laporan keuangan BPSPL Pontianak TA. 2018,
3.2 Realisasi Anggaran
Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya, Tahun 2019 BPSPL Pontianak didukung oleh anggaran yang bersumber dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Awal Tahun 2019 Nomor: SP-DIPA 032.07.477425.09/2019 sebesar Rp. 8.660.556.000,- (Delapan Milyar Enam ratus Enam Puluh Juta Lima Ratus Lima Puluh Enam Ribu Rupiah). Adapun pagu dan realisasi per kegiatan pada triwulan II tahun 2019 sebagaimana pada tabel dibawah ini:
Tabel 4. Realisasi Anggaran s/d Triwulan II Tahun 2019
No Nama Kegiatan Pagu (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (%) 1 (2362) Perlindungan dan Pemanfaatan Kawasan Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut 2.050.000.000 1.112.028.375 54,23 2 (2365) Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil 100.000.000 - 0,00 3 (2366) Perencanaan Ruang Laut 50.000.000 33.213.038 66,43 4 (2367) Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut
6.470.556.000 3.661.433.481 56,59
Grand Total
Bab IV
Penutup
Upaya pembangunan perlu terus ditingkatkan dan perbaikan kualitas pelayanan harus dilaksanakan lebih konsisten dan secara terus menerus oleh semua jajaran aparatur pada semua tingkatan, sehingga pelayanan selalu dapat diberikan secara tepat, cepat dan mudah dilaksanakan serta tidak diskriminatif.
Berdasarkan hasil evaluasi kinerja dan analisis pencapaian akuntabilitas kinerja triwulan II tahun 2019, BPSPL Pontianak telah melaksanakan kegiatannya berdasarkan pada program untuk mencapai sasaran, sesuai dengan pengukuran kinerja terlihat bahwa target-target dari sasaran yang ingin dicapai pada triwulan II, secara umum tercapai walaupun sebagian besar kegiatan tidak terbebani target pada triwulan II.
Dari capaian diatas dapat disimpulkan bahwa capaian kinerja BPSPL Pontianak triwulan II tahun 2019 adalah 15,28 % itu sesuai dengan aplikasi
kinerjaku, sementara realisasi keuangan BPSPL Pontianak pada triwulan II tahun 2019 sebesar Rp. 4.806.674.894,- atau sebesar 55,43% dari Pagu Rp. 8.660.556.000,-. Untuk capaian indikator kinerja yang yang sudah ditetapkan adalah sebagai berikut:
Jumlah kawasan konservasi perairan yang meningkat kualitas pengelolaan efektifnya (kawasan) dengan capaian 0%.
Jumlah keanekaragaman hayati laut yang dilindungi, dilestarikan dan/atau dimanfaatkan (jenis) dengan capaian0%.
Jumlah Provinsi yang memiliki rencana zonasi ditetapkan melalui peraturan perundangan dengan capaian 0%.
Jumlah jejaring kemitraan dan kerjasama konvensi, yang mendukung pengelolaan efektif konservasi dan keanekaragaman hayati (kelompok konservasi) dengan capaian 0%.
Jumlah pesisir dan pulau-pulau kecil yang dibangun sarana prasaranya (pulau) dengan capaian 0%.
Indeks kompetensi dan integritas BPSPL Pontianak dengan capaian0%. Persentase unit kerja BPSPL Pontianak yang menerapkan sistem manajemen
pengetahuan yang terstandar dengan capaian 95%
Presentase pemenuhan dokumen RB lingkup BPSPL Pontianak dengan