2016 berupa permasalahan dan tindak lanjut; dan saran.
8
BAB II PERENCANAAN KINERJA
Sesuai dengan dinamika organisasi yang berkembang pada saat ini, BPOL melakukan upaya perbaikan pengelolaan kinerja organisasi, yaitu berupa penggunaan metode/pendekatan dan strategi balanced scorecard (BSC), hal ini dilakukan untuk menggapai efektifitas organisasi dengan penekanan pada 4 (empat) perspektif yang saling berimbang dan di “cascading” (diturunkan) sampai level staf/individu (pegawai). Berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) menetapkan bahwa Rencana Strategis (Renstra) Kementerian/Lembaga memuat: visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja-KL) disusun dengan berpedoman pada Rencana Strategis Kementerian/Lembaga (Renstra-KL) dan mengacu pada prioritas pembangunan nasional, pagu indikatif serta memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan dorongan partisipasi masyarakat.
Menggunakan metode/pendekatan dan strategi BSC maka dilakukan restrukturisasi SAKIP yang dimulai dari level Renstra-KL sampai level monitoring, yaitu:
1. Renstra 2015 – 2019 yang memuat visi, misi, tujuan, 9 sasaran strategis (SS) dan 16 IKU pembangunan kelautan dan perikanan;
2. Penyesuaian Perjanjian kinerja (Tapja) Tahun 2016, sebagai perjanjian kinerja antara Balitbang KP dengan Eselon II dan Eselon III;
3. Sistem monitoring capaian kinerja kementerian termasuk di dalamnya sistem pengumpulan data kinerja berbasis internet;
4. Cascading indikator kinerja sampai level individu/staf;
5. Menteri KP sudah mengusulkan melalui surat ke Bappenas dan Kemenkeu untuk penyelarasan target program dan kegiatan pada dokumen RKA-KL sesuai BSC.
2.1 VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN
Dalam melaksanakan penelitian dan observasi laut BPOL mempunyai Visi Menjadi pusat unggulan dalam kegiatan penelitian dan observasi sumberdaya laut. Sehingga untuk menjawab Visi dijabarkan dalam bentuk Misi antara lain menciptakan sumberdaya penelitian dan observasi laut yang handal dan mandiri; menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi observasi laut yang didukung oleh sistem data dan informasi yang handal; meningkatkan pemanfaatan hasil penelitian dan observasi laut untuk mendukung misi KKP dalam mensejahterakan masyarakat kelautan dan perikanan. Upaya menjawab Misi disusun Tujuan pencapaian misi antara lain mewujudkan kapasitas dan kompetensi sumberdaya penelitian dan observasi di bidang sumberdaya laut yang mandiri, handal, dinamis dan responsif; meningkatkan keakuratan dan pemanfaatan Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) untuk mendukung rencana strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan; memanfaatkan IPTEK secara optimal dan tepat guna dalam penelitian dan observasi di bidang
9
sumberdaya laut, terutama dalam rangka mewujudkan sistem observasi kelautan terpadu dan mendukung implementasi Indonesia Global Ocean Observing System (InaGOOS); melakukan kegiatan penelitian dan observasi di bidang sumberdaya laut terkait dengan isu perubahan iklim dan pemanasan global; memperluas jejaring kerjasama nasional dan internasional dalam penelitian dan observasi di bidang sumberdaya laut. Berdasarkan tujuan maka disusun Sasaran-sasaran kegiatan antara lain tersedianya SDM yang handal dan profesional serta fasilitas penelitian dan observasi yang memadai dan didukung oleh sistem manajemen yang efisien dan akuntabel dalam menghasilkan IPTEK yang bermanfaat bagi pembangunan kelautan dan perikanan di Indonesia;tersedianya PPDPI yang akurat untuk seluruh wilayah perairan Indonesia melalui proses otomatisasi dan dapat mendukung rencana strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan; terkuasainya IPTEK observasi di bidang kelautan untuk mewujudkan system observasi laut terpadu yang mendukung implementasi InaGOOS; tersedianya data dan informasi kelautan yang lengkap untuk memahami fenomena perubahan iklim dan pemanasan global serta dampaknya pada karakteristik dan dinamika perairan di Indonesia; termanfaatkannya hasil penelitian dan observasi di bidang sumberdaya laut yang dilakukan BPOL untuk mendukung pembangunan kelautan dan perikanan di Indonesia; terlibatnya BPOL secara aktif dalam jejaring kerjasama nasional dan internasional di bidang sumberdaya laut.
2.2 RENCANA STRATEGIS BPOL
Peta strategi merupakan suatu dashboard (panel instrument) yang memetakan SS ke dalam suatu kerangka hubungan sebab akibat yang menggambarkan keseluruhan perjalanan strategi BPOL. Peta strategi memudahkan BPOL untuk mengkomunikasikan keseluruhan strateginya kepada seluruh pejabat/ pegawai dalam rangka pemahaman demi suksesnya pencapaian visi, misi, dan tujuan BPOL. Peta strategi BPOL tahun 2016 ditunjukkan dalam Gambar 5 berikut:
10
Strategi untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran berdasarkan penambahan APBNP adalah sebagai berikut:
1. Strategi untuk mencapai sasaran 1: Terwujudnya pengelolaan SDKP yang bertanggung jawab dan berkelanjutan;
a. Meningkatkan kemampuan peneliti dan pejabat fungsional lainnya melalui bimbingan teknis, pendidikan dan pelatihan;
b. Meningkatkan efektifitas pemanfaatan sarana dan prasarana yang tersedia; c. Pembuatan bengkel dan sarana kerja lainnya yang menunjang kegiatan
penelitian dan observasi laut;
d. Meningkatkan manajemen penelitian dan observasi laut;
e. Meningkatkan kualitas, jumlah dan capaian hasil kegiatan penelitian dan observasi laut sesuai dengan kebutuhan pengguna (user);
f. Meningkatkan kualitas dokumen perencanaan kegiatan penelitian dan observasi laut;
g. Meningkatkan tatalaksana penganggaran dengan menerapkan system penganggaran berbasis kinerja.
2. Strategi untuk mencapai sasaran 2 : Meningkatnya hasil penyelenggaraan litbang dan layanan IPTEK yang mendukung produktivitas usaha dan pendapatan negara dari sektor KP;
a. Penyusunan ontology (Lingkungan dan Habitat ikan); b. Penyusunan system otomatisasi PPDPI Nasional;
c. Meningkatkan kualitas dan kuantitas data tangkapan (Respon Balik Nelayan);
d. Peningkatan system akurasi PPDPI.
3. Strategi untuk mencapai sasaran 3: Tersedianya rekomendasi dan masukan kebijakan pembangunan yang efektif;
a. Penguasaan Teknologi Observasi Kelautan dan Perikanan melalui aplikasi teknologi penginderaan jauh;
b. Penguasaan Teknologi Observasi Kelautan dan Perikanan menggunakan pendekatan pemodelan;
c. Melakukan pemantauan dan pengumpulan data kondisi lingkungan perairan laut terkait perubahan iklim.
4. Strategi untuk mencapai sasaran 4: Terwujudnya peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya Litbang dan Layanan IPTEK KP;
a. Penguasaan alat dan instrumentasi untuk akuisisi dan pemrosesan data oseanografi;
11 5. Strategi untuk mencapai sasaran 5: Terselenggaranya pengendalian litbang
KP;
a. Meningkatkan diseminasi hasil penelitian dan observasi melalui kegiatan pameran, seminar dan penerbitan media diseminasi (jurnal, bunga rampai, proseding, leaflet dan brosur), perpustakaan online, situs BPOL dan
multimedia centre;
b. Mendokumentasikan seluruh kegiatan penelitian dan observasi dengan menyusun database hasil litbang.
6. Strategi untuk mencapai sasaran 6 : Terwujudnya ASN BPOL yang kompeten, professional dan berkepribadian;
a. Meningkatkan kegiatan kerjasama nasional dalam bidang penelitian dan observasi laut;
b. Meningkatkan kegiatan kerjasama internasional dalam bidang penelitian dan observasi laut.
7. Strategi untuk mencapai sasaran 7 : Tersedianya manajemen pengetahuan BPOL yang handal dan mudah diakses;
a. Meningkatkan system pengendalian mutu dan peningkatan mutu layanan; b. Meningkatkan aksesibilitas informasi.
8. Strategi untuk mencapai sasaran 8 : Terwujudnya Birokrasi lingkup BPOL yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima;
a. Penerapan program Reformasi Birokrasi secara menyeluruh di BPOL.
9. Strategi untuk mencapai sasaran 9 : Terkelolanya anggaran pembangunan BPOL secara efisien dan akuntabel;
a. Menyelenggarakan pemantauan pelaksanaan dan pengelolaan anggaran bulanan di BPOL;
b. Melaksanakan pengelolaan anggaran yang professional di BPOL.
2.3 RENCANA KINERJA DAN ANGGARAN TA 2016
Pada Tahun Anggaran 2016 BPOL mempunyai rencana kerja dan anggaran yang tertuang dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), adapun output kegiatan terdiri dari:
1. 4 kawasan penelitian kawasan pesisir yang terpetakan sumberdayanya; 2. 4 paket data dan informasi sumber daya laut dan pesisir;
3. 1 dokumen perencanaan dan penganggaran litbang sumberdaya laut dan pesisir;
4. 15 Karya Tulis Ilmiah bidang IPTEK kewilayahan, dinamika dan sumberdaya laut dan pesisir;
5. 1 dokumen pengendalian dan pelaporan litbang sumber daya laut dan pesisir;
6. 1 dokumen penatausahaan keuangan, BMN dan rumah tangga litbang sumber daya laut dan pesisir;
12
7. 1 dokumen pengembangan SDM dan penataan organisasi litbang sumber daya laut dan pesisir;
8. 1 dokumen pelayanan dan pengelolaan sarana dan jasa litbang sumberdaya laut dan pesisir;
9. 1 dokumen pengelolaan data, informasi dan publikasi hasil litbang sumberdaya laut dan pesisir;
10. 1 dokumen pengembangan kerjasama litbang sumber daya laut dan pesisir; 11. 36 unit sarana dan prasarana IPTEK kewilayahan, dinamika dan
sumberdaya laut dan pesisir; 12. 12 bulan layanan perkantoran; 13. 150 m2 gedung/bangunan.
Anggaran yang dikelola untuk 13 output kegiatan antara lain:
1. Rp. 1.332.740.000,- kegiatan kawasan penelitian kawasan pesisir yang terpetakan sumberdayanya;
2. Rp. 3.446.723.000,- kegiatan data dan informasi sumber daya laut dan pesisir;
3. Rp. 161.716.000,- kegiatan perencanaan dan penganggaran litbang sumberdaya laut dan pesisir;
4. Rp. 55.362.000,- kegiatan Karya Tulis Ilmiah bidang IPTEK kewilayahan, dinamika dan sumberdaya laut dan pesisir;
5. Rp. 364.937.000,- kegiatan pengendalian dan pelaporan litbang sumber daya laut dan pesisir;
6. Rp. 256.817.000,- kegiatan penatausahaan keuangan, BMN dan rumah tangga litbang sumber daya laut dan pesisir;
7. Rp. 247.868.000,- kegiatan pengembangan SDM dan penataan organisasi litbang sumber daya laut dan pesisir;
8. Rp. 477.333.000,- kegiatan pelayanan dan pengelolaan sarana dan jasa litbang sumberdaya laut dan pesisir;
9. Rp. 201.832.000,- kegiatan pengelolaan data, informasi dan publikasi hasil litbang sumberdaya laut dan pesisir;
10. Rp. 115.850.000,- kegiatan pengembangan kerjasama litbang sumber daya laut dan pesisir;
11. Rp. 135.838.332.000,- kegiatan pengadaan sarana dan prasarana IPTEK kewilayahan, dinamika dan sumberdaya laut dan pesisir;
12. Rp. 5.979.095.000,- kegiatan layanan perkantoran;
13. Rp. 730.000.000,- kegiatan pembangunan gedung/bangunan.
Sehingga total anggaran pada DIPA 2016 Rp. 153.198.001.000,- untuk menghasilkan 13 output kegiatan di BPOL.
2.4 PERJANJIAN KINERJA TA 2016
Pada tahun 2016 BPOL telah menetapkan target kinerja program dan kegiatan dalam dokumen Perjanjian kinerja (Tapja) Tahun 2016 yang disusun secara berjenjang. Dokumen tersebut telah ditandatangani oleh pejabat Eselon III (yaitu Kepala Balai) dengan pejabat Eselon I I (yaitu Kepala Pusat), dan pejabat Eselon II (Kepala Pusat) dengan Eselon I (Kepala Balitbang KP). Perjanjian Kinerja BPOL Tahun 2016 adalah sebagai berikut:
13
Tabel 2. Perjanjian Kinerja BPOL Tahun Anggaran 2016
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET 2016
CUSTOMER PERSPECTIVE
1
Terwujudnya pengelolaan SDKP yang partisipatif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan
1
Jumlah WPP yang terpetakan potensi sumberdaya KP untuk pengembangan ekonomi maritim dan kelautan yang berkelanjutan (WPP)
1
2
Meningkatnya hasil
penyelenggaraan litbang dan layanan IPTEK yang
mendukung produktivitas usaha dan pendapatan negara dari sektor KP
2 Jumlah instansi yang menggunakan hasil litbang dan inovasi BPOL (instansi) 3
3
Jumlah penguna jasa layanan
Laboratorium Kualitas Perairan BPOL (instansi)
5
INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE
3
Tersedianya rekomendasi dan masukan kebijakan KP yang efektif
4 Jumlah data dan informasi ilmiah KP
(buah/paket) 8
5 Jumlah Karya Tulis Ilmiah yang
diterbitkan (KTI) 15
4
Terwujudnya peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya Litbang dan Layanan IPTEK KP
6
Proporsi pegawai fungsional lingkup BPOL dibandingkan total pegawai lingkup BPOL (%)
60
7
Jumlah sarana dan prasarana, serta kelembagaan litbang KP yang ditingkatkan kapasitasnya (buah)
1
8 Jumlah jejaring dan kerjasama litbang
yang terbentuk (buah) 2
5 Terselenggaranya
Pengendalian litbang KP 9
Proporsi kegiatan riset aplikatif
dibandingkan total kegiatan riset litbang KP (minimal)
100%
LEARN AND GROWTH PERSPECTIVE
6
Terwujudnya ASN BPOL yang berkompeten, profesional dan berkepribadian
10 Indeks kompetensi dan integrasi di BPOL
(%) 77
11 Jumlah ASN BPOL yang ditingkatkan
kompetensinya 25
7
Tersedianya manajemen pengetahuan BPOL yang handal dan mudah diakses
12 Presentase penerapan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar (%) 50
8
Terwujudnya birokrasi BPOL yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima
13 Nilai kinerja Reformasi Birokrasi BPOL 84
14 Nilai SAKIP BPOL 83
9
Terkelolanya anggaran pembangunan lingkup BPOL secara efisien dan akuntabel
15 Nilai kinerja anggaran BPOL (%) 90 16 Presentase kepatuhan terhadap SAP BPOL (%) 100
Perjanjian Kinerja BPOL tahun 2016 merupakan bentuk komitmen yang disepakati oleh Balai Penelitian dan Observasi Laut dengan Kepala Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan. Perjanjian Kinerja BPOL Tahun 2016 ini memuat sasaran, indikator kinerja utama (IKU) dan target.
14
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
Manajemen kinerja adalah suatu proses strategis dan terpadu dalam mengelola seluruh kegiatan organisasi tentang apa yang ingin dicapai, apa ukuran pencapaiannya dan bagaimana cara mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Perencanaan stratejik dan pengukuran kinerja serta evaluasinya merupakan rangkaian sistem akuntabilitas kinerja yang penting. Pengukuran kinerja adalah proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, sasaran, dan tujuan yang telah ditetapkan, dalam mewujudkan visi dan misi BPOL.
Sejak T ahun 2014, manajemen kinerja KKP telah menerapkan pendekatan BSC. Melalui pendekatan metode ini diharapkan akuntabilitas kinerja dapat terjaga dan dapat kejelasan tentang uraian tugas pada masing-masing bagian. Proses penghitungan kinerja menggunakan Manual IKU yang telah disusun sebelumnya, serta menilai capaian kinerja dari kegiatan-kegiatan yang mendukung pencapaian kinerja program. Koordinasi proses penghitungan dilakukan oleh para pengelola kinerja setiap sasaran strategis sesuai dengan tanggung jawabnya.
Langkah awal dalam menilai kinerja organisasi dengan pendekatan BSC dimulai dengan menyusun peta strategis yang memetakan setiap strategi untuk mencapai sasaran strategisnya. Peta strategi BPOL adalah sebagai berikut:
15 3.1 CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Pengukuran kinerja digunakan sebagai alat dasar untuk menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan program sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi BPOL. Pengukuran kinerja yang dimaksud merupakan hasil dari suatu penilaian yang didasarkan pada Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah diidentifikasi agar sasaran dan tujuan strategis pada peta strategi yang dituangkan pada perjanjianan kinerja BPOL tahun 2016 yang dapat tercapai.
Capaian indikator kinerja utama (IKU) BPOL tahun 2016 pada stakeholders perspective,
customer perspective, internal process perspective dan learn & growth perspective
mengalami perubahan dan penyesuaian yang mengacu pada Balanced Scorecard (BSC). Berdasarkan penetapan target pada setiap indikator kinerja tersebut, berikut adalah pencapaian IKU BPOL tahun 2016 :
Tabel 3. Capaian IKU BPOL Tahun Anggaran 2016
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET REALISASI
TINGKAT CAPAIAN (%) CUSTOMER PERSPECTIVE 1 Terwujudnya pengelolaan SDKP yang partisipatif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan
1
Jumlah WPP yang terpetakan potensi sumberdaya KP untuk
pengembangan ekonomi maritim dan kelautan yang berkelanjutan (WPP)
1 1 100
2
Meningkatnya hasil
penyelenggaraan litbang dan layanan IPTEK yang mendukung produktivitas usaha dan
pendapatan negara dari sektor KP 2
Jumlah instansi yang menggunakan hasil litbang dan inovasi BPOL (instansi)
3 9 333,33
3
Jumlah penguna jasa layanan Laboratorium Kualitas Perairan BPOL (instansi)
5 16 280 INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE
3 Tersedianya rekomendasi dan masukan kebijakan KP yang efektif
4 Jumlah data dan informasi ilmiah KP (buah/paket) 8 8 100 5 Jumlah Karya Tulis Ilmiah yang
diterbitkan (KTI) 15 9 60
4
Terwujudnya peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya Litbang dan Layanan IPTEK KP
6
Proporsi pegawai fungsional lingkup BPOL dibandingkan total pegawai lingkup BPOL (%)
60 77,78 129,33
7
Jumlah sarana dan prasarana, serta kelembagaan litbang KP yang ditingkatkan kapasitasnya (buah)
1 1 100
8 Jumlah jejaring dan kerjasama
litbang yang terbentuk (buah) 2 2 100 5 Terselenggaranya Pengendalian
litbang KP 9
Proporsi kegiatan riset aplikatif dibandingkan total kegiatan riset litbang KP (minimal)
100% 100% 100 LEARN AND GROWTH PERSPECTIVE
6
Terwujudnya ASN BPOL yang berkompeten, profesional dan berkepribadian
10 Indeks kompetensi dan integrasi di
BPOL (%) 77 86,18 111,92 11 Jumlah ASN BPOL yang ditingkatkan
kompetensinya 25 41 164 7
Tersedianya manajemen pengetahuan BPOL yang handal dan mudah diakses
12
Presentase penerapan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar (%)
50 68 136
8
Terwujudnya birokrasi BPOL yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima
13 Nilai kinerja Reformasi Birokrasi
BPOL 84 79,89 95,11 14 Nilai SAKIP BPOL 83 74,44 89,69 9
Terkelolanya anggaran pembangunan lingkup BPOL secara efisien dan akuntabel
15 Nilai kinerja anggaran BPOL (%) 90 118 138,82 16 Presentase kepatuhan terhadap SAP
16
Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) BPOL tahun 2016 pada Customer Perspective,
Internal Process Perspective dan Learn & Growth Perspective adalah sebagai berikut:
a. Perspektif pelanggan (customer perspective) dengan bobot 40%, capaian kinerja sebesar 205%.
b. Perspektif internal (internal process perspective) dengan bobot 30%, capaian kinerja sebesar 92%.
c. Perspektif learn and growth (learn and growth perspective) dengan bobot 30%, capaian kinerja sebesar 119%.
Hasil perhitungan capaian NPSS BPOL TA 2016 dapat dilihat di Tabel 4. Tabel 4. Hasil Perhitungan Capaian NPSS BPOL TA 2016
No Perspektif Perspektif Bobot Kode SS SS NSS BOBOT NSS Bobot NSS x STATUS NPSS NPSS STATUS NPSS
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Customer 40% 1
Terwujudnya pengelolaan SDKP yang partisipatif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan 100% 50% 50% 146% 2 Meningkatnya hasil penyelenggaraan litbang dan layanan IPTEK yang mendukung produktivitas usaha dan pendapatan negara dari sektor KP
310% 50% 155%
Total per perspektif 100% 205%
2 Internal Process
30% 3
Tersedianya rekomendasi dan masukan kebijakan KP yang efektif
83% 50% 41%
4
Terwujudnya peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya Litbang dan Layanan IPTEK KP
104% 25% 26%
5 Terselenggaranya
Pengendalian litbang KP 100% 25% 25%
Total per perspektif 100% 92%
3 Learning and growth 30% 6
Terwujudnya ASN BPOL yang berkompeten, profesional dan berkepribadian
139% 25% 35%
7
Tersedianya manajemen pengetahuan BPOL yang handal dan mudah diakses
136% 25% 34%
8
Terwujudnya birokrasi BPOL yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima
95% 25% 24%
9
Terkelolanya anggaran pembangunan lingkup BPOL secara efisien dan akuntabel
107% 25% 27%
17 3.2.1 CUSTOMER PERSPECTIVE
Capaian kinerja BPOL pada perspektif pelanggan (customer perspective) di TA 2016 berasal dari 2 sasaran strategis yaitu :
SASARAN STRATEGIS 1 : Terwujudnya pengelolaan SDKP partisipatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan
Nilai sasaran strategis meningkatnya pengelolaan SDKP yang berkelanjutan TA 2016 adalah 100% yang terdiri 1 (satu) indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran strategis tersebut yaitu jumlah WPP yang terpetakan potensi SDKP untuk pengembangan ekonomi kelautan yang berkelanjutan.
IKU 1 : Jumlah WPP yang terpetakan potensi SDKP untuk pengembangan ekonomi kelautan yang berkelanjutan (WPP)
Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yang ditetapkan sebagai fokus litbang untuk selanjutnya dihasilkan data informasi dan rekomendasi terpadu bagi pengembangan ekonomi wilayahnya; WPP terpilih yang menjadi sasaran Balitbang KP dengan strategi optimasi pemanfaatan sumber daya KP. Tujuan dari IKU ini adalah sebagai bentuk kontribusi hasil litbang KP dalam pembangunan ekonomi maritime Indonesia dan memberikan dukungan strategis pada tujuan kinerja Balitbang KP dan KKP. Teknik menghitungnya yaitu jumlah WPP yang ditetapkan dan sifatnya terintegrasi antar kelompok peneliti. IKU ini menggunakan klasifikasi maximize dimana capaian yang diharapkan adalah melebihi target yang ditetapkan. Adapun capaian IKU ini adalah sebagai berikut:
Tabel 5. Capaian Jumlah WPP yang Terpetakan Potensi SDKP untuk Pengembangan Ekonomi
Kelautan yang Berkelanjutan (WPP)
IKU Satuan Target Realisasi Tingkat Capaian (%)
Jumlah WPP yang terpetakan potensi SDKP untuk pengembangan ekonomi kelautan yang berkelanjutan (WPP)
WPP 1 1 100%
Frekuensi perhitungan IKU tersebut adalah tahunan dan jumlah WPP yang terpetakan merupakan realisasi pada triwulan IV. Pada triwulan sebelumnya yaitu triwulan III, IKU ini sudah tercapai, namun masih terdapat proses penyempurnaan data sumber daya KP yang akan disajikan. IKU ini didukung oleh kegiatan Kajian Dinamika Laut untuk Mendukung Pemetaan Potensi Sumber Daya Kelautan. Berdasarkan kegiatan yang sudah berjalan, WPP yang terpetakan potensi sumberdaya kelautan dan perikanan berlokasi di Pulau Lirang yang termasuk kedalam WPP RI 714 (meliputi Teluk Tolo dan Laut Banda). Pulau Lirang merupakan pulau kecil yang terdapat di Kecamatan Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya.
Secara umum, kegiatan yang mendukung target jumlah WPP yang terpetakan potensi SDKP untuk pengembangan ekonomi kelautan yang berkelanjutan mengalami kendala dalam menghasilkan output peta tematik kesesuaian lahan dan perairan. Sehingga pada tahun ini hanya dihasilkan 1 paket peta tematik yang terdiri dari 20 parameter baik parameter fisik, kimia, biologi maupun ekosistem sumber daya pesisir. Oleh karena itu, pada tahun 2017 kegiatan tersebut masih akan dilanjutkan berupa penyusunan analisis kesesuaian lahan dan perairan untuk daerah penangkapan ikan, daerah budidaya laut, daerah wisata bahari dan pemetaan sumber daya laut dan pesisir lainnya.
18
Jika dibandingkan dengan capaian IKU tahun sebelumnya, WPP yang terpetakan potensi sumberdaya kelautan dan perikanan berlokasi di WPP RI 716 (Laut Sulawesi dan Utara Pulau Halmahera) yang berlokasi di Taman Nasional Laut Bunaken, Sulawesi Selatan. Adapun potensi SDKP yang terpetakan didapatkan dari kegiatan Studi Implikasi Pengasaman Laut pada Ekosistem Terumbu Karang di Kawasan Coral Triangle Initiative (CTI). Berdasarkan kegiatan penelitian tersebut dihasilkan data SST, salinitas, pH, suhu, dan data pertumbuhan karang.
SASARAN STRATEGIS 2 : Meningkatnya hasil penyelenggaraan litbang dan layanan IPTEK yang mendukung produktivitas usaha dan pendapatan negara dari sektor KP
Nilai sasaran strategis meningkatnya hasil penyelenggaraan litbang dan layanan IPTEK yang mendukung produktivitas usaha dan pendapatan negara dari sektor KP adalah 310% yang terdiri dari 2 (dua) indikator kinerja yang ditetapkan yaitu:
IKU 2 : Jumlah instansi yang menggunakan hasil litbang dan inovasi BPOL
Definisi dari IKU tersebut adalah instansi baik pemerintah pusat maupun daerah, perguruan tinggi, LSM maupun instansi lainnya yang menggunakan hasil litbang dan inovasi BPOL. IKU ini bertujuan untuk memberikan gambaran tingkat pemanfaatan hasil litbang layanan operasional oleh stakeholders baik pusat maupun daerah.
Tabel 6. Capaian Jumlah Instansi yang Menggunakan Hasil Litbang dan Inovasi BPOL
IKU Satuan Target Realisasi Tingkat Capaian (%)
Jumlah instansi yang menggunakan
hasil litbang dan inovasi BPOL Instansi 3 9 333,33
Kegiatan yang mendukung IKU jumlah instansi yang menggunakan hasil litbang dan inovasi BPOL berupa kegiatan operasional laboratorium alam, observasi laut dan penginderaan jauh serta diseminasi hasil litbang KP. Target tahunan jumlah instansi yang menggunakan hasil litbang dan inovasi BPOL adalah 3 instansi, dan dijadikan target pada setiap triwulannya. Realisasi tahunan jumlah instansi yang menggunakan hasil litbang dan inovasi BPOL adalah 9 instansi. Sedikitnya jumlah instansi yang menggunakan hasil litbang dan inovasi litbang BPOL tidak berbanding lurus dengan jumlah hasil litbang dan inovasi litbang BPOL yang digunakan. Hal ini dikarenakan, nama instansi yang sudah dihitung di triwulan sebelumnya tidak dihitung kembali ditriwulan selanjutnya apabila instansi tersebut menggunakan hasil litbang dan inovasi BPOL.
Tabel 7. Instansi yang Menggunakan Hasil Litbang dan Inovasi BPOL
No. Nama Instansi
1 Universitas Jendral Soedirman 2 Universitas Diponegoro 3 Universitas Tanjungpura 4 Universitas Brawijaya 5 Universitas Udayana 6 Institut Petanian Bogor