• Tidak ada hasil yang ditemukan

: PENUTUP

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA TAHUN 2020 (Halaman 27-63)

 Menguraikan secara singkat isi LKj Poltekkes Kemenkes Surabaya

 Menguraikan Latar belakang, gambaran tupoksi Poltekkes Kemenkes Surabaya, serta penulisan Lkj

 Bab ini menguraikan tantang tujuan dan sasaran, rencana kinerja tahunan, serta perjanjian kinerja Poltekkes Kemenkes Surabaya

 Bab ini menguraikan tentang pengukuran kinerja, analisis akuntabilitas kinerja, serta sumber daya di Poltekkes Kemenkes Surabaya

 Bab ini menguraikan kendala dan saran dalam penyelesaian kendala tersebut IKHTISAR EKSEKUTIF

BAB. I PENDAHULUAN

BAB. II PERENCANAAN KINERJA

BAB.III AKUNTABILITAS KINERJA

BAB.IV PENUTUP

LAPORAN KINERJA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN 2020 23

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

I. RENCANA STRATEGIS ( RENSTRA )

Dalam pencapaian tujuan atas program kerja selama tahun 2020 ini, Poltekkes Kemenkes Surabaya memiliki acuan kerja yang tertuang didalam dokumen rencana aksi kegiatan atau yang sering dipersamakan dengan rencana strategis ( renstra ). Dimana didalam renstra tersebut terdapat program kerja, sasaran, dan tujuan Poltekkes Kemenkes Surabaya untuk menunjang kebijakan Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan RI pada khususnya dan visi misi Presiden RI pada umumnya. Pelaksanaan fungsi dan tujuan Poltekkes Kemenkes Surabaya adalah menghasilkan tenaga Ahli Madya Kesehatan dan Sarjana Sains terapan Bidang Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Lingkungan, Keperawatan Gigi, Teknik Elektromedik, Analis Kesehatan, dan Gizi sebagai tenaga professional yang memiliki kualifikasi beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjiwa Pancasila, berperilaku, berperibahasa, berperiakal, kreatif, dinamis, inovatif, memiliki integritas dan kepribadian tinggi terbuka dan tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi (IPTEK) serta tanggap terhadap seni dan berbagai masalah di masyarakat khususnya yang berkaitan dengan bidang Kesehatan. Mampu mendidik dan meningkatkan keikutsertaan masyarakat untuk meningkatkan taraf kesehatannya. Tujuan dan fungsi tersebut diatas sebagai penunjang tujuan strategis BPPSDM Kesehatan RI pada dokumen Renacan Aksi Program BPPSDMK RI tahun 2020-2024 yakni Peningkatan Sumber Daya Manusia dengan sasaran strategis ke-10 yaitu Meningkatnya Pemenuhan SDM Kesehatan dan Kompetensi Sesuai Standar, dengan 8 kegiatan yang akan dilakukan oleh satuan kerja dibawah Badan PPSDMK RI yaitu kegiatan perencanaan dan pendayaan SDM Kesehatan, Kegiatan Pendidikan SDM Kesehatan, Kegiatan Pelatihan SDM Kesehatan, Kegiatan Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan, Registrasi Standardisasi Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kesehatan, Pelaksanaan Intensip Tenaga Kesehatan, Pembinaan dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi, dan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya.

Poltekkes Kemenkes Surabaya dan 37 Poltekkes lainnya berperan dalam memantapkan dukungan manajemen dalam bentuk memenuhi jumlah, jenis, dan mutu sumber daya manusia ( tenaga kesehatan ) sesuai dengan kriteria, kualitas, dan kuantitas yang telah direncanakan dan dibutuhkan demi terlaksananya program pemerintah Republik Indonesia. Mengacu pada sasaran strategis BPPSDM Kesehatan RI maka visi Poltekkes Kemenkes Surabaya sebagai berikut :

“Poltekkes Kemenkes Surabaya menjadi rujukan pendidikan tinggi bidang kesehatan yang memiliki moralitas dan integritas dengan keunggulan kualitas

global pada tahun 2025”

LAPORAN KINERJA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN 2020 24

Gambar.2.1 Keterkaitan Visi, Misi Presiden RI dengan Sasaran Strategis Kemenkes, BPPSM Kesehatan, dan Poltekkes Kemenkes Surabaya

VISI

“Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, Mandiri, dan BerkepribadianBerlandasakan Gotong Royong”

MISI 1)Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia,

2)Struktur Ekonomi yang Produktif, Merata, dan Berdaya Saing, 3)Pembangunan yang merata dan berkeadilan,

4)Mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan,

5)Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa,

6)Penegakan system hokum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya, 7)Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga, 8)Pengelolaan pemerintah yang bersih, efektif, dan terpercaya

9)Sinergi pemerintah daerah dalam kerangka Negara kesatuan

SASARAN STRATEGIS PROGRAM PPSDMK 2020-2024 ( No.4 )

“ Tersedianya SDM Kesehatan yang Ditingkatkan Kompetensinya Sebanyak 167.742 orang “ SASARAN STRATEGIS KEMENKES 2020-2024 ( No.10 )

“ Mneingkatkan Pemenuhan SDM Kesehatan dan Kompetensi Sesuai Standar “

SASARAN STRATEGIS POLTEKKES KEMENKES SURABAYA 2020-2024 ( No.4 )

“ Meningkatnya Komptensi, Ketrampilan, dan SDM Yang Unggul Pada Pendidikan Vokasi dan Profesi “

LAPORAN KINERJA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN 2020 25

Adapun tujuan dan sasaran Poltekkes Kemenkes Surabaya untuk menunjang semua hal diatas adalah : 1. Tujuan Pertama

Melaksanakan pendidikan dan pengajaran secara komprehensif untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan dalam kompetensinya di bidang kesehatan

Sasaran :

1) Meningkatnya kualitas pendidikan sesuai dengan perkembangan iptek pada pendidikan vokasi dan profesi

Indikator :

1) Persentase lulusan tepat waktu

2) Persentase lulusan tepat waktu dengan IPK ≥ 3,25 3) Persentase lulus uji kompetensi

4) Persentase serapan lulusan di pasar kerja < 6 bulan 5) Persentase serapan lulusan di pasar kerja ≤ 1 tahun 6) Materi pengajaran up to date (Evidence Based Practice )

7) Persentase Mata Kuliah Teori yang pembelajarannya berbasis e- learning/daring 8) Terlaksananya pembelajaran IPE

9) Adanya Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pendidikan Tinggi Kesehatan (Center of Excellence)

10) Ratio Jumlah pendaftar dan yang diterima 11) Jumlah Pendaftar Sipenmaru

12) Jumlah mahasiswa baru 13) Persentase mahasiswa Drop out

14) Jumlah mahasiswa penerima beasiswa prestasi per tahun 15) Waktu penerimaan ijazah

16) Jumlah kegiatan alumni

17) Jumlah kegiatan mahasiswa yang menunjang kompetensi 18) Frekuensi review Kurikulum secara periodic

19) Persentase ketersedian RPS (Rencana Program Semester) 20) Persentase ketersediaan RPP (Rencana Program Pembelajaran) 21) Persentase pencapaian materi kuliah yang sesuai dengan RPP

22) Persentase jumlah mahasiswa yang memiliki TOEFL/ HPSEPT lebih dari 400 23) Persentase Prodi menggunakan kurikulum Perguruan Tinggi

24) Persentase tingkat kehadiran dosen dalam proses pembela jaran 25) Persentase kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan

26) Persentase ketersediaan modul ajar teori tiap mata kuliah 27) Persentase ketersediaan modul Ajar Praktek tiap mata kuliah 28) Penambahan program studi baru

29) Jumlah kegiatan yang menunjang kegiatan PUI PK 30) Jumlah UKM Kemahasiswan

31) Jumlah mahasiswa berprestasi tingkat nasional 32) Jumlah mahasiswa berprestasi tingkat internasional 33) Jumlah mahasiswa yang mengikuti kegiatan kewirausahaan 34) Pelaksanaan Training English Proficiency Test

35) Pelaksanaan English Proficiency Test

LAPORAN KINERJA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN 2020 26

2) Meningkatnya kompetensi, ketrampilan, dan SDM yang unggul pada pendidikan vokasi dan profesi Indikator :

1) Persentase dosen dengan kualifikasi pendidikan S3

2) Persentase tenaga kependidikan dengan kualifikasi pendidikan D4/S1

3) Tersedianya tenaga pendidik yang memiliki sertifikasi pendidikan dan pelatihan sesuai kompetensi 4) Rasio dosen dan mahasiswa

5) Rasio jumlah pegawai tenaga kependidikan dengan mahasiswa 6) Persentase pegawai yang mengikuti diklat administrasi

7) Persentase dosen yang memiliki jabatan akademik lektor kepala 8) Persentase Dosen yang mengikuti pelatihan

3) Meningkatnya sarana prasarana yang terstandar untuk menunjang pendidikan sesuai dengan perkembangan iptek pada pendidikan vokasi dan profesi

Indikator :

1) Terwujudnya cyber campus

2) Terwujudnya layanan proses pendidikan yang berbasis sistem informasi 3) Penambahan koleksi buku / bahan pustaka

4) Upgrade system informasi

5) Update system informasi manajemen

6) Kunjungan rata-rata mahasiswa ke perpustakaan

7) Persentase ketersediaan ABBM bagi mahasiswa di masing2 Prodi 8) Lembaga diklat Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

9) Jumlah kegiatan diklat Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya yang tersertifikasi 10) Lembaga/ Pusat Studi Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

11) Jumlah kegiatan Pusat Studi Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya 12) Persentase KTI/ Skripsi/ Tesis yang di upload di e-library/repository

13) Persentase Hasil penelitian /artikel dosen yang di upload di e-library/repository 14) Standarisasi Laboratorium Multimedia yang terstandar

15) Jumlah pembangunan gedung Kampus Terpadu

16) Terlaksananya Penggabungan Prodi Keperawatan yang berlokasi di Surabaya

4) Meningkatnya kerjasama pendidikan baik dengan institusi di dalam negeri maupun di luar negeri Indikator :

1) Jumlah kerja sama yang mendukung proses Pendidikan dan pengajaran dalam Negeri 2) Jumlah kerja sama yang mendukung proses Pendidikan dan pengajaran luar Negeri 3) Meningkatnya kemitraan dan unit bisnis yang mendukung pembiayaan Poltekkes

4) Meningkatnya kerja sama dalam recruitment lulusan baik dengan lembaga pelayanan kesehatan maupun industri

2. Tujuan Kedua

Menghasilkan penelitian dasar, terapan, dan pengembangan di bidang kesehatan yang menjadi rujukan di level nasional maupun internasional

Sasaran :

1) Meningkatnya kualitas penelitian sesuai dengan perkembangan iptek pada pendidikan vokasi dan profesi

LAPORAN KINERJA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN 2020 27

Indikator :

1) Dihasilkannya Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI)/Paten melalui kegiatan tri dharma perguruan tinggi

2) Jumlah kegiatan penelitian yang dilakukan dosen dalam satu tahun

3) Jumlah karya ilmiah yang dipublikasikan di Jurnal Internasional bereputasi (minimal accepted) 4) Jumlah karya ilmiah yang dipublikasikan di Jurnal Internasional

5) Jumlah karya ilmiah yang dipublikasikan di Jurnal Nasional terakreditasi dalam satu tahun 6) Jumlah karya ilmiah yang dipublikasikan di Jurnal Nasional ISSN dalam satu tahun 7) Jumlah karya ilmiah yang dipublikasikan melalui Prosiding Terindeks

8) Persentase penelitian yang memperoleh dana DIPA Poltekkes Surabaya 9) Jumlah buku monograf yang dihasilkan dosen

10) Jumlah hak paten yang dihasilkan institusi

2) Meningkatnya sarana prasarana yang terstandar untuk menunjang penelitian dan sesuai dengan perkembangan iptek pada pendidikan vokasi dan profesi

Indikator :

1) Terwujudnya cyber campus

2) Terwujudnya layanan proses penelitian yang berbasis sistem informasi

3) Meningkatnya kerjasama penelitian baik dengan institusi di dalam negeri maupun di luar negeri Indikator :

1) Jumlah kerjasama yang mendukung kegiatan penelitian dalam Negeri 2) Jumlah kerjasama yang mendukung kegiatan penelitian luar negeri 3) Adanya Joint Research dengan institusi dalam negeri

4) Adanya Joint Research dengan institusi luar negeri

3. Tujuan Ketiga

Meningkatkan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis riset yang mampu mendorong keberlanjutan pemberdayaan masyarakat

Sasaran :

1) Meningkatnya kualitas pengabdian kepada masysrakat sesuai dengan perkembangan iptek pada pendidikan vokais dan iptek

Indikator :

1) Jumlah kegiatan pengabdian masyarakat berbasis wilayah/kemitraan dengan melibatkan mahasiswa dalam satu tahun

2) Jumlah kegiatan pengabdian masyarakat yang menerapkan teknologi tepat guna dengan melibatkan mahasiswa dalam satu tahun

3) Persentase kegiatan pengabdian masyarakat yang berbasis riset / penelitian dengan melibatkan mahasiswa dalam satu tahun

4) Jumlah kegiatan pengabdian masyarakat yang berbasis non riset dengan melibatkan mahasiswa dalam satu tahun

5) Jumlah karya pengabdian masyarakat terpublikasi pada Jurnal Internasional 6) Jumlah karya pengabdian masyarakat terpublikasi pada Jurnal Nasional 7) Jumlah HKI dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat

LAPORAN KINERJA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN 2020 28

8) Persentase Pengabdian masyarakat yang memperoleh dana dari DIPA Poltekkes Surabaya

2) Meningkatnya sarana dan prasarana yang terstandar untuk menunjang pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan perkembangan iptek pada pendidikan vokasi dan profesi

Indikator :

1) Terwujudnya cyber campus

2) Terwujudnya layanan proses pengabdian kepada masyarakat yang berbasis sistem informasi

3) Meningkatnya kerjasama pengabdian kepada masyarakat baik dengan institusi di dalam negeri maupun di luar negeri

Indikator :

1) Jumlah kerjasama yang mendukung kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam Negeri 2) Jumlah kerjasama yang mendukung kegiatan pengabdian masyarakat luar negeri

4. Tujuan Keempat

Menerapkan sistem penjaminan mutu internal untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang berkualitas global.

Sasaran :

1) Meningkatnya system penjaminan mutu diseluruh program studi dan institusi Indikator :

1) Persentase ketersediaan dokumen SPMI di Direktorat dan di masing-masing Program Studi 2) Jumlah auditor AMI tiap Jurusan

3) Diraihnya Prestasi pelayanan publik dari pemerintah

4) Persentase ketersediaan jumlah SOP pada tiap bidang pelayanan 5) Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap proses pembelajaran

6) Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pela-yanan administrasi akademik 7) Indeks Kepuasan Masyarakat

2) Meningkatnya system pengawasan Audit Mutu Internal ( AMI ) Indikator :

1) Frekuensi pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) akademik tiap tahun 2) Rata-rata Indeks kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan akademik

3) Rata-rata Indeks kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan penunjang akademik 4) Rata-rata Indeks kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen tiap semester tiap prodi 5) Persentase pembinaan dosen untuk serdos

6) Jumlah dosen dan tenaga kependidikan berprestasi tingkat nasional 7) Jumlah dosen dan tenaga kependidikan berprestasi tingkat Internasional

3) Meningkatnya pemanfaatan system informasi manajemen akademik dan non akademik Indikator :

1) Layanan speed internet per-user/waktu

2) Persentase pemanfaatan SIM Akademik oleh Prodi 3) Persentase pemanfaatan SIM Non Akademik oleh Prodi

LAPORAN KINERJA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN 2020 29

4) Kecepatan pengumuman nilai ujian melalui SIAKAD sesuai jadual pengisian nilai pada kalender akademik < 7 hari

5) Implementasi Aplikasi system layanan moving class 5. Tujuan Kelima

Meningkatkan kesejahteraan civitas akademika dan kepercayaan masyarakat melalui tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan

Sasaran :

1) Meningkatnya tata kelola pendidikan tinggi kesehatan yang profesional, akuntabel, transparan, krdibel, dan adil pada pendidikan vokasi dan profesi

Indikator :

1) Jumlah prodi terakreditasi unggul 2) Akreditasi institusi

3) Persentase pendapatan BLU terhadap biaya operasional 4) Realisasi pendapatan BLU

5) Realisasi pendapatan dan optimlaisasi asset

6) Persentase penyelesaian modernisasi pengelolaan BLU

7) Persentase mahasiswa dari masayrakat berpenghasilan rendah yang mendapat bantuan dana pendidikan

8) Persentase ketersediaan sistem pelaporan keuangan 9) Persentase penyerapan realisasi anggaran

10) Persentase pembiayaan sumber APBN (rupiah murni)

11) Persentase pembiayaan sumber BLU untuk kegiatan akademik 12) Persentase pembiayaan sumber BLU untuk kegiatan non akademik 13) Frekuensi revisi DIPA RKAKL

6. Tujuan Keenam

Meningkatkan pelaksanaan kerja sama dan pemberdayaan masyarakat dengan mitra untuk pengembangan program Tri Dharma Perguruan Tinggi

Sasaran :

1) Meningkatnya kerjasama pendidikan baik dengan institusi di dalam negeri maupun di luar negeri

Indikator :

1) Jumlah kerja sama yang mendukung proses Pendidikan dan pengajaran dalam Negeri 2) Jumlah kerja sama yang mendukung proses Pendidikan dan pengajaran luar Negeri 3) Meningkatnya kemitraan dan unit bisnis yang mendukung pembiayaan poltekkes

4) Meningkatnya kerja sama dalam recruitment lulusan baik dengan lembaga pelayanan kesehatan maupun industri

2) Meningkatnya kerjasama penelitian baik dengan institusi di dalam negeri maupun di luar negeri Indikator:

1) Jumlah kerjasama yang mendukung kegiatan penelitian dalam Negeri

2) Jumlah kerjasama yang mendukung kegiatan penelitian luar negeri 3) Adanya Joint Research dengan institusi dalam negeri

4) Adanya Joint Research dengan institusi uar negeri

LAPORAN KINERJA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN 2020 30

3) Meningkatnya kerjasama pengabdian kepada masyarakat baik dengan institusi di dalam negeri maupun di luar negeri

Indikator:

1) Jumlah kerjasama yang mendukung kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam Negeri 2) Jumlah kerjasama yang mendukung kegiatan Pengabdian Masyarakat luar Negeri

4) Meningkatnya kerjasama dalam Tri darma Perguruan Tinggi berbasis Pemberdayaan masyarakat

Indikator :

1) Jumlah kerjasama dalam pelaksanaan pendidikan yang berbasis pemberdayaan masyarakat 2) Jumlah kerjasama dalam pelaksanaan penelitian yang berbasis pemberdayaan masyarakat 3) Jumlah kerjasama dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian Masyarakat yang berbasis

pemberdayaan masyarakat II. PERJANJIAN KINERJA

Perjanjian kinerja merupakan kesepakatan antara Poltekkes Kemenkes Surabaya dan Badan PPSDM Kesehatan RI untuk mewujudkan target inerja tertentu berdasarkan sumber daya yang dimiliki Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam rentang 1 ( satu ) tahun anggaran. Perjanjian kinerja juga berfungsi untuk menilai keberhasilan / kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran serta sebagai dasar pemberian reward dan punishment.

Perjanjian kerja Poltekkes Kemenkes Surabaya tahun 2020 ini memuat sasaran, indikator kinerja, dan target.

Dimana sasaran dan target indikator tersebut mengacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencermnkan tupoksi Poltekkes Kemenkes Surabaya sebagai lembaga pendidikan. Indikator Kinerja Utama ( IKU ) Poltekkes Kemenkes Surabaya dijelaskan pada tabel berikut :

Tabel.2.1 Target dan Capaian Indikator Kinerja Utama Layanan Prima tahun 2020

SASARAN INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET

2020

Layanan Prima

Rasio Dosen terhadap mahasiswa Rasio 1:20

Serapan lulusan < 1 tahun % 85

Pembinaan wilayah berkelanjutan Jumlah 56

Karya yang diusulkan mendapat HAKI Nilai 190

Penelitian yang dipublikasikan Nilai 330

Jumlah penelitian yang dihasilkan Jumlah 75

LAPORAN KINERJA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN 2020 31

Prosentase dosen tetap berkualifikasi S3 % 13

Dosen yang berprestasi nasional dan internasional Jumlah 2

Indeks Kepuasan Masyarakat Indeks 3,55

Persentase Mahasiswa dari masyarakat

berpenghasilan rendah % 6,5

Meningkatnya kelulusan uji kompetensi % 85%

Prestasi Mahasiswa yang mendapat penghargaan

nasional dan internasional Jumlah 20

Tabel.2.2 Target dan Capaian Indikator Kinerja Utama Kinerja Pengelolaan Keuangan Efektif, Efisien, dan Akuntabel tahun 2020

SASARAN INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET

2020

Kinerja Pengelolaan keuangan efektif, efisien, dan akuntabel

Persentase pendapatan PNBP terhadap biaya

operasional % 48

Jumlah pendapatan PNBP /BLU Rp 46.674.390.000,-

Jumlah pendapatan dari optimalisasi aset Rp 3.000.000.000,-

Persentase penyelesaian modernisasi pengelolaan

keuangan BLU % 100

Berdasarkan rencana kinerja yang telah disusun dengan dukungan pembiayaan yang telah disetujui dalam bentuk DIPA maka ditetapkanlah kinerja yang akan dicapai. Dengan diterbitkannya Inpres No. 5/2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi dan Surat Sekretaris Badan PPSDMK RI nomor : PR.05.04/1/5030/2018 tentang Penetapan target Indikator TA.2019 balai Besar, Bapelkes, dan Poltekkes Kemenkes RI tanggal 03 oktober 2018, Poltekkes Kemenkes Surabaya telah membuat Penetapan kinerja tahun 2020 secara berjenjang sesuai dengan kedudukan tugas dan fungsi yang ada.

Penetapan kinerja ini merupakan tolak ukur akuntabilitas kinerja pada tahun 2020 yang disusun dengan berdasarkan pada Rencana Kerja Tahun 2020 yang telah ditetapkan, sehingga secara substansial Penetapan Kinerja tahun 2020 tidak ada perbedaan dengan Rencana Kinerja Tahun 2019. Berikut ini adalah definisi operasional dan cara penghitungan atas indikator kinerja utama Poltekkes Kemenkes Surabaya.

LAPORAN KINERJA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN 2020 32

Tabel.2.3 Definisi Operasional dan Cara pengghitungan Indikator Kinerja Utama Poltekkes Kemenkes Surabaya tahun 2020

No. Sasaran Program / Kegiatan

Indikator Kinerja Definisi Operasional Cara Penghitungan

1 Meningkatnya

( capaian internasional )+( capaian nasional )+(capaian propinsi )+ ( capaian

kabuoaten/kota)

2 Meningkatnya kelulusan Uji Kompetensi

Persentase kelulusan uji kompetensi

Persentase peserta ujian kompetensi First Taker yang dinyatakan kompeten dari seluruh peserta ujian kompetensi First Taker

Jumlah peserta first taker kompeten dibagi jumlah total peserta Ukom first taker pada tahun yang sama dikali 100%

3 Rasio Dosen terhadap mahasiswa

Rasio Dosen terhadap mahasiswa

Dosen tetap adalah tenaga pengajar yang telah NIDN sesuai dengan Borang BAN PT

Jumlah dosen NIDN pada tahun 2020 dibagi dengan jumlah mahasiswa pada tahun yang sama yang dilakukan pada tahun 2020

Jumlah pembinaan wilayah berkelanjutan yang dilakukan pada tahun 2020 5 Serapan lulusan ≤ 1

tahun

Serapan lulusan < 1 tahun Persentase serapan lulusan Poltekkes yang bekerja dibidang kesehatan dan atau sesuai dengan bidangnya dalam 1 tahun ( T-1 ) dari keseluruhan lulusan pada tahun yang sama

jumlah lulusan T-1 yang terserap di lapangan kerja dibagi dengan jumlah lulusan pada tahun yang sama dikali 100%

Jumlah penelitian yang diselesaikan oleh dosen pada tahun 2020

Absolut jumlah penelitian pada tahun 2020

7 Meningkatnya publikasi

Jumlah karya ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2020

1. Penelitian yang menghasilkan PNBP bagi BLU ( poin 10 )

2. Publikasi Jurnal Interansional Bereputasi ( poin 7 ) 3. Publikasi jurnal internasional

Internasional ( poin 5 )

4. Publikasi jurnal nasional terakreditasi ( poin 3 )

5. Publikasi Prosiding Terindex ( poin 2 ) 6. Publikasi jurnal nasional ISSN ( poin 1 ) 7. Penelitian yang diseminarkan dengan

melibatkan pihak eksternal ( poin 0,5 )

( ax10 )+(bx7)+(cx5)+(dx3)+(ex2)+(fx1)+(gx0,5) dibagi dengan target dikali 100%

8 biaya operasional baik dari RM maupun PNBP selain belanja modal

Pendapatan Operasional dibagi dengan biaya operasional X 100%

Jumlah Pendapatan PNBP ( Rp. )

Pendapatan yang diperoleh sebagai imbalan atas barang / jasa yang diberikan kepada masyarakat termasuk pendapatan dari hibah, hasil kerjasama, dengan pihak lain, sewa, jasa lembaga keuangan, dan lain-lain pendapatan yang tidak berhubungan secara langsung dengan pelayanan sesuai dengan pola tarif, tidak termasuk pendapatan dari rupiah murni ( RM )

Jumlah Pendapatan BLU dibagi target dikali 100%

Realisasi pendapatan dari optimalisasi aset ( Rp. )

Pendapatan yang diperoleh hasil pengelolaan aset baik aset tetap maupun aset lancar pada BLU meliputi pelaksanaan pengelolaan aset BLU dan pelaksanaan pengelolaan aset pihak lain ( 80% ) BLU memiliki system informasi penatausahaan PNBP ( 20% )

( Pendapatan optimalisasi aset dibagi target ) dikali 80% ditambah 20% ( jika memiliki sistem informasi penatausahaan PNBP )

Persentase penyelesaian modernisasi pengelolaan

Persentase penyelesaian pengembangan sistem informasi pada tahun 2020

Realisasi dibagi target dikali 100% dikali bobot IKU

LAPORAN KINERJA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN 2020 33 keuangan BLU sebagaimana maksud pasal 21 dan 22

Peraturan Direktur Jenderal

Perbendaharaan Nomor PER-53/PB/2016 tentang Pedoman Penggunaan Aplikasi Badan Layanan Umum Integrated Online System yang telah diubah dengan peraturan direjn Perbendaharaan nomor 29/PB/2017 tentang pedoman penggunaan aplikasi Badan Layanan Umum Integrated Online System

1. Publikasi BLU kepada masayrakat ( 20% )

2. BLU membuat inovasi layanan yang memberi dampak efisiensi dan peningkatan kualitas layanan BLU ( 20 % )

3. BLU mengisi data profil, layanan, dan keuangan periode 2015-2020 pada BIOS secara lengkap dan tepat waktu ( 10%)

4. BLU mengisi menindaklanjuti rekomendasi monev tahun sebelumnya dan mengisi tindak lanjut tersebut pada BIOS ( 30 % )

5. BLU menggunakan modul Office Automation ( OA ) (20% )

6. Komputerisasi prosedur penerimaan PNBP hingga belanja PNBP ( 30 % ) 7. BLU punya website yang representatif

dan up to date ( 20% )

8. BLU mempunyai database layanan terpusat ( 10% )

9. Tersedianya webservice untuk transfer data dari BLU ke kementerian keuangan ( 20% )

10. Tersedianya Dashboard untuk kebutuhan manajerial BLU ( 10% ) 11. Tersedianya proses bisnis terkait

layanan dan keuangan BLU yang berbasis teknologi yang terintegrasi ( 30% )

9 Layanan Prima Jumlah dosen yang berprestasi nasional dan internasional

Dosen yang memperoleh prestasi sesuai bidangnya yang dibuktikan dengan dokumen tertulis

(Jumlah dosen berprestasi nasional + jumlah dosen berprestasi internasional ) dibagi target dikali 100%

Karya yang diusulkan dan atau mendapatkan HaKI dan atau produk inovasi

Karya HaKI : Karya yang diusulkan dan/atau mendapatkan HAKI pada tahun berjalan, sesuai dengan UU No 28 Tahun 2014 dan UU No 14 Tahun 2001 dan PP RI No 37 Tahun 2009 tentang Dosen, dapat berupa Hak Cipta dan Hak kekayaan Industri (Hak Paten, Hak Merek, Hak Desain Industri, Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Hak Rahasia Dagang, Hak Indikasi)

Produk Inovasi : Karya produk yang dihasilkan dari kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan dan/atau perekayasaan oleh lembaga/unit, yang menghasilkan kebaruan yang diterapkan dan bermanfaat secara komersial, ekonomi dan atau sosial budaya.

a. Karya yang diusulkan ( nilai 1 ) b.Karya mendapatkan HaKI ( nilai 3 ) c. Produk Inovasi yg dihasilkan (nilai 5 ) d. Karya yang mendapatkan hak paten (nilai 7 )

Jumlah HaKI dan produk inovasi dikali nilai ( ax1)+(bx3)+(cx5)+(dx7)

Persentase jumlah dosen berkualifikasi S3

Persentase dosen tetap berkualifikasi S3 Jumlah dosen tetap berkualifikasi S3 dibagi jumlah dosen tetap pada tahun berjalan dikali

LAPORAN KINERJA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA TAHUN 2020 34 100%

Indeks Kepuasan Masyarakat ( Indeks )

Penilaian layanan oleh pihak eksternal yang dilaksanakan sesuai dengan standar PerMenpan RB no.16 tahun 2014 tentang pedoman survey kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik dengan sasaran stakeholder

Indeks hasil survey kepuasan masyarakat (

Indeks hasil survey kepuasan masyarakat (

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA TAHUN 2020 (Halaman 27-63)

Dokumen terkait