Kesimpulan dan saran yang akan di bahas di bab ini dari hasil praktek kerja nyata yang telah dilakukan oleh mahasiswa.
6 BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Tinjauan Umum
Pada dasarnya untuk mendapatkan suatu ilmu yang menyeluruh di perlukan keterpaduan antara teori dan praktek, teori yang didapat pada masa perkuliahan sangat penting untuk bekal observasi secara langsung, sehingga dapat kita pahami bahwa antara teori dengan praktek harus seimbang. Dengan demikian arti dan tujuan observasi dapat dimengerti dan dikuasai dengan baik.
Hasil teori dan observasi kemudian diterapkan melalui praktek secara nyata kepada masyarakat umum, mengenai pentingnya suatu cara kerja yang efektif dan efisien, sehingga proses produksi dapat berjalan secara lancar dan dapat menghasilkan hasil yang optimal.
Observasi ini merupakan aplikasi secara langsung antara tori dan sistem kerja yang digunakan sehingga diperlukan penyesuaian pada teori yang tepat. Ketelitian serta ketekunan yang tinggi dapat mengoperasikan dan sekaligus memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan pekerja.
2.2 Sejarah Perusahaan
PT. Inti Luhur Fuja Abadi (ILUFA) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan hasil perikanan yaitu dalam proses
7
pembekuan ikan. PT. ILUFA berdiri pada tanggal 14 April 1988 dan mulai beroperasi pada tanggal 2 Januari 1990 dengan nama PT. Bumi Mas Indah yang merupakan perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Produk-produk yang dihasilkan antara lain Fillet, Whole (Whole Round, Whole Gutted, Whole Gilled and Gutted, dan Whole Gillet Gutted and Scaled), serta Loin. Ikan yang diproduksi akan di ekspor ke Negara-negara Asia seperti Jepang , Cina, Korea , Vietnam, Malaysia. Selain itu juga ke Amerika dan Eropa.
Sekitar tahun 1998 tepatnya pada tanggal 18 September 1995 perusahaan ini berganti nama menjadi PT. ILUFA. Orientasi pemasaran PT. ILUFA ini tetap pada tujuan ekspor dimana PT. ILUFA mendapat kepercayaan untuk mengekspor ke negara-negara Uni Eropa dengan nomor Register ( Approval Number) 242.13 B, Korean Register : 15.54, China Register : CR-056.16, USA Register : FDA REG No. 18705728712, serta Vietnam Register : VR. B-083-16 juga mendapatkan validasi (pengesahan) terhadap penerapan HACCP untuk produk-produk frozen fillet fish, frozen blue crabs, frozen cutle fish dan frozen squids. Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) serta HACCP memperoleh nilai A (Excellent) dari Director General of Fish Quarantine And Inspection Agency (FQIA) Kementrian Kelautan dan Perikanan.
2.3 Lokasi Perusahaan
PT. ILUFA mengambil lokasi di jalan raya Cangkringmalang Km 6 Beji Kabupaten Pasuruan Propinsi Jawa Timur. Perusahaan ini berjarak 38
8
km dari kota Surabaya ke arah timur. Lokasi yang dipilih untuk mendirikan perusahaan ini tepat karena pemasok bahan baku yang berasal dari sepanjang pantai Jawa, Bali, dan Madura. Lokasi PT. ILUFA dapat dilihat pada Lampiran 1.
PT. ILUFA terletak di Jalan Raya Surabaya-Pasuruan yang merupakan kawasan industri. Beberapa pertimbangan yang digunakan dalam pemilihan lokasi pabrik adalah sebagai berikut :
Dekat dengan pemukiman penduduk sehingga tenaga kerja, tempat kos serta rumah makan yang dapat diperoleh dengan mudah.
Transportasi bahan baku mudah dan lancer karena dengan adanya jalan raya yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Probolinggo dan Pelabuhan Banyuwangi.
Transportasi untuk produk akhir (ekspor) juga mudah dan lancer karena dekat dengan jalanraya yang bebas dari hambatan , yang menghubungkan PT. ILUFA dengan Pelabuhan Tanjung Perak yang berjarak
Lokasi PT. ILUFA merupakan kawasan industri.
Luas areal yang ditempati PT ILUFA adalah seluas 18.850 m2 , sedangkan bangunan pabrik menempati luas tanah 7886 m2. Luas tersebut termasuk didalamnya adalah pabrik pengolahan, kantor , mess karyawan, halaman, dan tempat parkir kendaraan.
Dalam pemilihan lokasi perusahaan harus memperhatikan beberapa aspek yang berkaitan dengan higiene, yaitu :
1. Perkiraan sumber kontaminasi yang potensial 2. Kecukupan dan mutu pasokan air
9 3. Pembuangan air limbah
4. Kecukupan listrik
5. Ketersediaan tenaga kerja
Begitu juga dengan PT. ILUFA, faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi perusahaan adalah sebagai berikut : Adanya sarana transportasi karena berdekatan dengan jalan raya sehingga
memperlancar distribusi bahan baku dan pemasaran.
Adanya fasilitas listrik, telepon, air dan tenaga kerja serta kemudahan dalam pembuangan air limbah yang sangat menunjang aktivitas kerja PT. ILUFA .
10
Gambar 2.2 Layout Perusahaan
2.4 Struktur Organisasi
Struktur organisasi yang digunakan oleh PT. ILUFA merupakan struktur garis atau directing. Directing adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberikan bimbingan, saran-saran, dan perintah-perintah atau intruksi-intruksi kepada bawahan dalam pelaksanaan tugasnya masing-masing agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju kepada tujuan yang telah ditetapkan.
Struktur ini mempunyai kelebihan antara lain : sistemnya sederhana, terdapat batasan yang jelas dalam kekuasaan dan tanggung jawab, lebih menjamin disiplin kerja, terdapat kesatuan dalam pimpinan serta pengambilan keputusan dapat dilakukan secara cepat. Struktur organisasi pada PT. ILUFA dapat dilihat sebagai berikut:
11
Gambar 2.3 Organization Plant
Adapun Job Description di masing-masing jabatan adalah sebagai berikut :
1. President Direktur
Adalah pemimpin perusahaan dimana tugasnya adalah mengatur dan memimpin segala permasalahan yang ada dalam perusahaan baik keluar maupun kedalam demi kemajuan perusahaan. Dalam menjalankan tugasnya seorang presiden direktur dibantu oleh seorang kepala pabrik.
12 2. Direktur
Membantu presiden direktur dalam pelaksanaan tugasnya terutama yang terjadi di lapangan.
Mengelola agar perusahaan tetap berjalan dengan lancar.
3. Manajer Pemasaran
Bertugas merancang pemasaran semua produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
Sebagai distributor antara pembeli dan perusahaan.
Memiliki wewenang untuk mempromosikan produk kesehatan.
4. Accounting Manager
Mengatur lalu lintas keuangan perusahaan.
Bertanggung jawab terhadap sistem manajemen keuangan perusahaan. Bertanggung jawab terhadap proses pembukuan dan pencatatan
transaksi perusahaan.
5. Bagian Personalia
Bertanggung jawab pada pelaksanaan peraturan perusahaan, keselamatan dan kesehatan kerja, hubungan kerja antara karyawan dan perusahaan serta pelaksanaan sistem pengamanan perusahaan. Kepala bagian personalia bertugas dalam penyediaan karyawan, pengelolaan alat transportasi dan mess karyawan.
13 6. Bagian Produksi
Mengatur jalannya bahan baku sampai produk akhir.
Menyusun rencana produksi yang akan datang berdasarkan pesanan atau penjualan yang diperkirakan.
Mengawasi proses produksi yang sedang berjalan.
7. Bagian Teknik
Bertugas untuk memelihara dan menyediakan peralatan produksi yang dapat dibuat atau dibeli dengan harga yang serendah-rendahnya. Kepala bagian teknik juga bertanggung jawab terhadap pengoperasian mesin dan peralatan pabrik yang digunakan untuk proses produksi.
8. Bagian Quality Control
Bertanggung jawab terhadap pengendalian mutu hasil produksi, analisa dan pengujian laboratorium, penelitian dan pengembangan peralatan dan perlengkapan yang digunakan dilaboratorium dan sanitasi perusahaan.
9. Sanitasi Logistik
Bertugas merencanakan dan melakukan pembelian atas bahan-bahan dan alat-alat untuk kepentingan produksi.
10.Bagian Processing
14 Mengadakan evaluasi pada proses.
Mengadakan evaluasi terhadap proses akhir.
11.Bagian Gudang Beku (Cold Storage)
Bertanggung jawab mulai dari proses cold storage sampai pengiriman produk kepada konsumen. Selain itu kepala bagian cold storage juga mengatur keluar masuknya bahan baku diruang cold storage.
12.Bagian Sanitasi dan Higiene
Bertanggung jawab pada kebersihan lingkungan pabrik, ruangan proses, peralatan dan prasarana produksi.
13.Bagian IPAL
Bertanggung jawab pada proses pengolahan air limbah sehingga ketika dialirkan keluar air menjadi air jernih yang tidak membahayakan lingkungan sekitar.
2.5 Ketenagakerjaan
2.5.1 Klasifikasi Tenaga Kerja
PT. ILUFA merupakan perusahaan berskala besar di bidang perikanan. Sebagian besar karyawan di PT. ILUFA berasal dari daerah sekitar pabrik seperti Desa Beji. Karyawan-karyawan dalam melaksanakan kerjanya dibagi menjadi beberapa golongan pekerjaan, dimana golongan-golongan tersebut nantinya akan menentukan
15
wewenang pekerjaan dan besarnya upah yang diterima. Berikut merupakan data karyawan PT ILUFA tahun 2015.
Tabel 2.1 Data Karyawan PT Intiluhur Fuja Abadi
No. Bagian/ Jabatan Kelompok 1 Kelompok fillet 2 Jumlah Keterangan Laki-Laki Wanita Laki-Laki Wanita
1 Direktur 2 2
2 Plant Manager 1 1
3 Acounting 5 5
4 Logistik 2 2
5 Export & Import 2 1 3
6 Personalia & Umum 5 4 9 7 Satpam 9 9 8 Teknik 5 5 9 Quality&Higiene a. Kabag QA 1 1 b. QC Lab 2 2 c.QC Penerimaan 1 1 2 d. QC Proses 2 2 e. QC Packing 1 1 f. QC Export 1 1 g. Sanitasi Produksi 4 5 9 h. Sanitasi Umum & IPAL 3 3 10 Produksi a.Kabag Produksi b.Pengawas produksi c. Penerimaan d. Filleting Timbang BB 1 1 Pencucian BB 1 1 Penyisikan 4 2 Pencucian setelah sisik 1 1 Filleting 6 4 Cabut tulang 4 3 Skinning 4 1 Trimming 4 3
Cek sisik dan tulang
2 2
Sizing 1 1
16 cutting Penimbangan 1 1 Pencucian 4 1 1 Labelling 2 2 Bagging (pewadaan) 2 3 Tally Fillet 2 2 Pengelapan Fillet 2 2 Warping ( bungkus ) 3 4 CO 2 e. Retouching Pengecekan Fillet 4 4 Pengecekan Sisik & Duri
4 4 Grading 3 3 Sizing 1 1 Penimbangan 1 1 Pencucian 5 1 1 Pengelapan 2 2 Pewadahan 3 3 Pemvakuman 2 2 Perapihan 2 2 Tally 2 2 Penanganan Avalan (PK) 3 1 Pembekuan ABF 2 Packing produk 4 5 Packing Avalan 5 4 Cold storage 9 1 Sub Jumlah Karyawan Produksi 57 64 10 26 155 Jumlah 92 86 10 26 212
Berikut ini merupakan penjelasan dari tugan dan wewenang karyawan di PT Intiluhur Fuja Abadi :
1. Karyawan Tetap
Adalah karyawan yang dipekerjakan untuk jangka waktu yang tidak dapat ditentukan, yang sistem upahnya tetap dan dilakukan tiap
17
bulan serta bila dalam penjualan pendapatan laba lebih besar maka mendapat bonus.
2. Karyawan Bulanan Tetap (KBT)
Adalah karyawan yang dipekerjakan untuk jangka waktu yang tidak dapat ditentukan, yang sistem pembayaran upahnya tetap dan dilakukan tiap bulan.
3. Karyawan Harian Tetap (KHT)
Adalah karyawan yang pengupahannya berdasarkan jumlah kerja dan absensi, gaji dibayar tiap bulan.
4. Karyawan Harian Lepas (KHL)
Adalah karyawan yang bekerja berdasarkan jumlah hari kerja dan absensi, namun sewaktu-waktu tertentu ada yang diliburkan, sistem pembayaran upahnya berdasarkan hari kerja dan absensi kerja.
5. Karyawan Borongan
Adalah karyawan yang bekerja pada perusahaan untuk melakukan pekerjaan tertentu bergantung pada permintaan buyer, sistem pembayaran upah berdasarkan volume kerja, hari kerja dan absensi karyawan, hanya saja pada kondisi tertentu perusahaan berhak untuk tidak memperkerjakan karyawan sementara waktu.
2.5.2 Sistem Penggajian
Adapun sistem penggajian yang dilakukan oleh PT. ILUFA adalah sebagai berikut:
18
a. Bulanan, diberikan kepada tenaga kerja tetap per bulan besarnya bergantung dari jabatan dan lamanya kerja.
b. Harian, diberikan kepada tenaga kerja tidak tetap setiap bulannya sebesar.
c. Borongan, diberikan kepada tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan proses produksi diberlakukan bila persediaan bahan baku melimpah.
Berikut ini merupakan data dan perhitungan penggajian karyawan di PT Intiluhur Fuja Abadi :
Tabel 2.2 Data UMR Kabupaten Pasuruan
No Tahun UMR (Rp.) Upah perhari (Rp.) Upah Lembur perjam (Rp.) Keterangan 1 2010 1.005.000 33.500 5.810 Upah Lembur 2 2011 1.107.000 36.900 6.400 = UMR / 173 3 2012 1.252.000 41.730 7.240 4 2013 1.720.000 57.330 9.940 5 2014 2.190.000 73.000 12.650 6 2015 2.700.000 90.000 15.600 Catatan :
1. Cara penghitungan jumlah jam kerja 1 Bulan
- 173 adalah jumlah jam kerja selama satu bulan (30 Hari kerja) - 1 Minggu = 40 Jam kerja
- 1 Hari = 7 jam kerja (Sistem 6 Hari Kerja / Minggu) - 1 Hari = 8 jam kerja (Sistem 5 Hari Kerja / Minggu)
19
= 5 Hari 7 Jam Kerja + 1 Hari 5 Jam Kerja - 1 Bulan = 4 Minggu (28 Hari) + 2 Hari Kerja
- 2 Hari Kerja = 1 Hari 7 Jam Kerja + 1 Hari 6 Jam Kerja = 13 Jam - Jadi 173 = (4 Minggu x 40 Jam) + 13 Jam = 160 Jam + 13 Jam
2. Perhitungan Upah Lembur : a. Hari Kerja Normal :
Jam pertama = 1,5 x Upah Lembur perjam = 1,5 x Rp. 15.600,-
Jam kedua dan seterusnya = 2,0 x Upah Lembur perjam = 2,0 x RP. 15.600,-
b. Hari Minggu atau Hari Libur Resmi Nasional :
Jam pertama dan seterusnya = 2,0 x Upah Lembur perjam = 2,0 x RP. 15.600,-
c. Hari Raya Idul Fitri :
Jam pertama dan seterusnya = 3,0 x Upah Lembur perjam = 3,0 x RP. 15.600,-
3. Jam Kerja di PT. Inti luhur fuja abadi
a. Bagian produksi dan terkait produksi (Qc, Teknik, Umum): Hari Senin – Kamis : Pukul 08.00 sd Pukul 16.00
Istirahat Pukul 11.30 sd 12.30 (1 Jam)
Hari Jum’at : Pukul 08.00 sd Pukul 15.30
20
Hari Sabtu : Pukul 08.00 sd Pukul 15.00
Istirahata Pukul 11.30 sd 12.30 (1 Jam)
b. Bagian Accounting, Adm Personalia Dan Logistik Hari Senin –Jum’at : Pukul 08.00 sd Pukul 16.00
Istirahat Pukul 11.30 sd 12.30 (1 Jam) Hari Sabtu : Pukul 08.00 sd Pukul 13.00
Tanpa istirahat c. Bagian Satpam :
Dibagi 3 (tiga) shift :
Shift 1 (Pagi) : Pukul 07.00 sd Pukul 15.00
Istirahat Pukul 11.30 sd 12.30 (1 Jam) Shift 2 (Sore) : Pukul 15.00 sd Pukul 21.00
Istirahat Pukul 17.30 sd 18.30 (1 Jam) Shift 3 (Malam) : Pukul 21.00 sd Pukul 07.00
Istirahat Pukul 04.00 sd 05.00 (1 Jam)
2.6 Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana produksi pada suatu perusahaan sangat dibutuhkan sebagai penunjang kelancaran operasional produksi. Dengan adanya sarana dan prasarana tersebut, maka proses produksi pada perusahaan akan berjalan dengan lancar. PT. ILUFA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perikanan, sehingga perusahaan tersebut harus mempunyai
21
sarana dan prasarana yang cukup memadai untuk memperlancar proses produksi yang dilakukan perusahaan.
2.6.1 Sarana
Sarana adalah berbagai macam peralatan yang digunakan untuk proses pembekuan fillet ikan kakap merah. Sarana yang dimiliki oleh Unit Pembekuan Ikan di PT. ILUFA antara lain adalah :
1. Meja yang terbuat dari stainless stell , yang digunakan untuk penyortiran bahan baku, pemfilletan, penyisikan dan retouching. 2. Basket, digunakan sebagai wadah ikan setelah disortir dan pada
saat penimbangan, pencucian sampai pada penyusunan dalam pan. 3. Keranjang plastik yang digunakan untuk tempat dalam proses
pencucian , penimbangan dan tempat hasil fillet.
4. Box penampungan, digunakan untuk penampungan sementara bahan baku.
5. Selang air , digunakan sebagai salah satu media dalam pencucian baik bahan baku , peralatan maupun membersihkan lantai ruang proses.
6. Bak stainless steel digunakan sebagai media penampung air untuk pencucian bahan baku.
7. Pinset yang digunakan untuk pencabutan duri dan pengecekan ulang ikan yang sudah dilakukan pemfilletan.
8. Pisau yang digunakan untuk penyisikan, pemfilletan , trimming, pada bahan baku.
22
9. Gayung, digunakan untuk pengambilan air dengaan cara disiramkan ke tubuh ikan/bahan baku secara merata.
10. Timbangan duduk untuk menimbang bahan baku
11. Timbangan digital, digunakan untuk menimbang ikan setelah difillet.
12. Pan pembeku, digunakan sebagai tempat penyusunan ikan yang akan dibekukan. Pan terbuat dari stainless steel dengan panjang 80 cm, lebar 40cm, dan tinggi 8cm.
13. Sealer / vacuum, digunakan untuk merekatkan plastik pembungkus. 14. Kereta dorong, digunakan untuk mengangkat bahan baku pada sterofoam dan untuk mengangkut produk yang telah dikemas untuk dimasukkan ke dalam container.
2.6.2 Prasarana
Prasarana digunakan untuk menunjang kegiatan yang ada di PT. ILUFA. Dengan prasarana pekerja dapat menyelesaikan proses pembekuan fillet ikan kakap dengan baik.
Adapun prasarana yang terdapat pada PT. ILUFA adalah sebagai berikut :
1. Ruang proses produksi
Digunakan sebagai tempat penyortiran, pencucian, penyiangan, penimbangan, penyusunan bahan baku.
23 2. Ruang pengepakan
Berada di depan ruang cold storage beserta meja untuk pengepakan.
3. Ruang Pembekuan (ABF)
Air Blast Freezer (ABF) berfungsi untuk membekukan ikan tanpa adanya air dalam suatu ruangan. Keunggulan dari ABF yaitu dapat membekukan berbagai jenis dan bentuk produk. Terdapat tiga unit ruang pembekuan (ABF) dengan kapasitas 20 ton.
4. Bak penampung ikan
Bak penampung ikan ini digunakan untuk menampung bahan baku yang datang penyimpanan sebelum diproses .
5. Cold Storage
Terdapat tiga ruang cold storage dengan kapasitas penyimpanan masing masing 60 ton.
6. Footh bath
Merupakan tempat yang digunakan untuk media sanitasi pekerja sebelum masuk ke ruang proses dan mempunyai kapasitas air sebanyak 140 liter air bersih.
7. Pintu dan curtain
Adapun pintu ini dilengkapi dengan tirai plastik berwarna putih bening yang berfungsi untuk menahan serangga yang masuk ke dalam ruang proses dan untuk mengurangi fluktuasi suhu pada ruang proses.
24 8. Ruang ganti karyawan
Ruangan ini bersebelahan dengan toilet khusus wanita. Ruang ini juga digunakan untuk menyimpan perlengkapan karyawan.
9. Perlengkapan anti serangga
Pada alat ini menggunakan insect lamp dengan kapasitas 40 watt yang terdapat pada ruang proses.
10. Perlengkapan karyawan
Adapun macam-macam perlengkapan seperti pakaian seragam, penutup kepala yang dilengkapi masker, sarung tangan, dan sepatu boot.
11. Toilet
Toilet ini terpisah dari unit pembekuan tetapi jaraknya cukup dekat.
12. Kantor
Terdapat dua ruang kantor yaitu kantor operasional dan kantor produksi. Kantor operasional oleh manager operasional dan bagian administrasi. Sedangkan kantor produksi ditempati oleh kepala bagian produksi, pengawas mutu (QC), dan kepala seksi yang lain.
13. Gudang
Tempat ini berfungsi untuk menyimpan bahan-bahan penunjang seperti bahan pengepak , label dan juga peralatan produksi.
25 14. Forkflift
Berbentuk seperti mobil yang dilengkapi dengan katrol untuk membawa barang. Biasanya digunakan saat memindahkan produk yang telah dikemas untuk dimasukkan ke dalam container.
26 BAB III
PROSES PENGOLAHAN LIMBAH CAIR
3.1Proses Pengolahan Limbah Cair
Limbah cair yang dihasilkan PT. ILUFA berasal dari sisa air yang digunakan untuk proses produksi fillet ikan dan bekas keperluan MCK (Mandi Cuci Kakus). Limbah cair memiliki karakteristik berbau amis, berwarna coklat agak keruh dan ada sedikit limbah pada yang terikut. Oleh karena itu, sebelum dibuang ke saluran sungai atau irigasi, limbah cair harus diolah dulu untuk mereduksi bahan pencemar yang terkandung didalamnya.
Limbah cair yang berasal dari proses produksi termasuk limbah organik sehingga dapat diolah maupun diproses ulang dengan water treatment. Pada prinsipnya pengolahan limbah cair yang dilakukan oleh PT. ILUFA menggunakan metode sedimentasi, aerasi dan adsorbs. Proses sedimentasi dan aerasi cocok diterapkan dalam proses pengolahan limbah cair di PT. ILUFA karena penerpan kedua proses tersebut mudah, sederhana dan tidak mengeluarkan biaya besar. Metode adsorbs yang di terapkan oleh PT. ILUFA dalam proses pengolahan limbah cair menggunakan adsorben berupa batu zeolit. Menurut Sujarwadi (1997), zeolit merupakan Kristal alumina silika dengan struktur tiga dimensi yang terbentuk dari tetrahedral alumina dan silika dengan rongga-rongga didalam yang berisi ion-ion logam, berupa alkali atau alkali tanah dan molekul air yang dapat bergerak bebas.
Beberapa tahap pengolahan limbah cair di PT. ILUFA dapat di lihat melalui diagram berikut ini:
27
DIAGRAM ALIR PROSES PENGOLAHAN LIMBAH
Gambar 3.1 Diagram Alir IPAL
Dari diagram diatas dapat dijelaskan proses diagram alir dan fungsi dari tahapan-tahapan sebagai berikut :
1. Penyaringan Tahap 1 2. Pengendapan tahap 1
4. Aerasi dan pengandapan 2 3. Penyaringan tahap 2
28 1. Penyaringan tahap 1
Air limbah yang berasal dari proses produksi dikeluarkan melalui selokan, kemudian disaring dengan papan fiberglass bertujuan agar limbah padat sisa hasil produksi yang berupa sisik, duri dan sisa trimming tidak terikut limbah cair yang akan diproses ulang dengan water treatment. Setelah melalui papan tersebut, air dialirkan ke saringan yang lebih rapat untuk mengurangi benda benda padat yang tidak tersaring. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan kawat kasa agar limbah yang selain limbah cair tidak ikut kedalam proses selanjutnya.
Gambar 3.2 Penyaringan Tahap 1
2. Pengendapan tahap 1
Pengendapan merupakan salah satu bagian proses pengolahan limbah cair yang cukup sederhana dan termasuk perlakuan pendahuluan sebelum dilakukan tahapan selanjutnya. Tujuan proses pengendapan pertama adalah mengurangi partikel-partikel terlarut yang terdapat pada limbah cair sisa produksi. Salah satu syarat agar proses pengendapan limbah cair agar berjalan dengan lancar adalah keadaan air harus tenang dan tidak dilakukan pengadukan. Proses pengendapan yang dilakukan oleh
29
PT. ILUFA menggunakan tiga bush kolam yang berbentuk seperti sumur dengan diameter masing-masing 0,75 meter dan kedalaman 2,5 meter. Setiap bak pengendapan memiliki pipa penyalur pada bagian atasnya sehingga air limbah yang telah melalui tahapan ini dapat di alirkan dan dipompa ke proses pengolahan selanjutnya.
Gambar 3.3 Pengendapan Tahap 1
3. Penyaringan Tahap 2
Dari kolam penampungan maka air limbah akan keluar melalui saringan yang berisi batu zeloit. zeloit dapat di gunakan untuk mengendapkan patikel-partikel dalam air maupun limbah cair agar tampak lebih jernih. Salah satu sifat zeolit adalah sebagi adsorben dan penyaring molekul. Sifat tersebut disebabkan struktur zeloit yang berongga, sehingga zeolit mampu menyerap sejumlah besar molekul yang berukuran lebih kecil atau sesuai dengan ukuran rongganya. Selain itu, zeolit juga berfungsi sebagai penukar ion karena zeolit mengandung kation logam alkali dan alkali tanah. Kation tersebut dapat bergerak bebas didalam rongga dan dapat dipertukarkan dengan kation oagam yang lain dengan jumlah yang sama. Akibat struktur zeolit berongga, anion atau molekul berukuran lebih kecil atau sama dengan rongga dapat masuk dan terjebak.
30
Setelah proses adsorbs dengan menggunakan batu zeolit, dilakukan penyaringan akhir dengan menggunakan arang, ijuk dan kawat baja. Batu arang merupakan karbon aktif yang berfungsi sebagai penyerap warna air sehingga IPAL (Instalansi Pengolahan Air Limbah) menghasilkan air yang jernih dan tidak berwarna. Penyaringan kedua telah menghasilkan air yang jernih sehingga dapat di alirkan selokan yang langsung menuju ke sawah dan sungai tempat budidaya ikan lele yang dikembangkan oleh warga sekitar. Salah satu parameter keberhasilan IPAL yang diterapkan oleh PT. ILUFA adalah tanaman di sawah sekitar warga tetap tumbuh subur dan budidaya ikan lele tidak terganggu.
Gambar 3.4 Penyaringan Tahap 2
4. Aerasi dan Pengendapan Tahap 2
Proses aerasi yang diterapkan oleh PT. ILUFA menggunakan alat sederhana namun efektif dan efisien untuk menambahkan oksigen secara optimal pada air limbah. Fungsi aerasi adalah untuk menyediakan gas oksigen bagi kehidupan mikroba, ditunjukkan dengan penurunan BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) serta sesuai dengan persyaratan air departemen kesehatan. Air limbah dari
31
sumur akan di pompa dengan mesin diesel dan dialirkan ke menara aerasi yang berbentuk persegi panjang dengan rak yang berlubang lubang dan disusun bertingkat sebanyak 9 buah.
Air limbah dari menara aerasi akan jatuh kekolam yang terbagi atas tiga bagian dan pada kolam yang terakhir diberi tawas yang berfungsi menjernihkan serta bubuk kaporit yang berfungsi untuk membunuh kuman. Kemudian air limbah dialirkan ke bak terakhir melalui saluran yang terdapat pada bagian atas kolam. Pada pengolahan ketiga ini juga