• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENUTUP

Dalam dokumen LAPORAN TA EKSAN 2 JUNI (1) (Halaman 23-172)

Bab ini menjelaskan kesimpulan dari seluruh implementasi sistem yang telah dibuat dan saran untuk pengembangan sistem.

6 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka

Penelitian yang dilakukan oleh Wisnu Yoga Sadgotra dan Erik Hadi Saputra(2013) yang berjudul PERANCANGAN ONLINE MARKETPLACE UNTUK USAHA KECIL DAN MENENGAH(UKM) DI KABUPATEN PUWOREJO dengan permasalahan kurangnya pemasaran produk UKM di Purworejo ke keluar daerah . Oleh karena itu penulis merancang sebuah website UKM Kabupaten Purworejo sebagai media informasi, periklanan dan juga diharapkan mampu meningkatkan kredibilitas UKM yang bertujuan untuk membantu memperkenalkan produk UKM di Purworejo ke luar daerah. Dengan menggunakan konsep pemodelan sistem yaitu flowchart , DFD (Data Flow Diagram), ERD (Entity Relationship Diagram), konsep basis data , pengertian internet , konsep dasar website , dan perangkat lunak yang di gunakan . Website UKM Kabupaten Purworejo dapat memberikan informasi kepada konsumen atau calon pembeli produk yang jauh dari lokasi UKM, karena informasi melalui internet jangkauannya lebih luas dan Website UKM Kabupaten Purworejo juga memberikan fitur yang mudah untuk melihat sebelum membeli produk, karena calon pembeli dapat mengakses website setiap saat secara online.

Penelitian yang dilakukan oleh Joko Triyono dan Erfanti Fathkiyah(2014) yang berjudul PENGGUNAAN JEJARING SOSIAL TWITTER UNTUK MENGELOLA STOK SIMPLISIA DI ASSOSIASI BIOFARMAKA AS-SYIFA FARMA TEMPURAN KECAMATAN TEMPURAN KABUPATEN MAGELANG . Penelitian ini dilakukan dengan mengkombinasikan teknologi antara handpone, jejaring sosial twitter dan sistem informasi web on-line berbasis PHP dan MySQL dengan menerapkan teknologi Cron dan API (Application Programming Language). Penelitian dilakukan dari skala laboratorium untuk selanjutnya

diimplementasikan ke objek penelitian yaitu petani anggota dari asosiasi. Dengan menggunakan device yang sudah akrab di tangan petani yaitu handpone, jejaring sosial twitter dipilih karena dapat berjalan pada handpone sekelas smartphone, maka twitter dapat berjalan melalui SMS. Teknologi ini membantu petani / kelompok tani melakukan transaksi serta memberikan informasi kepada assosiasi dan atau pembeli tentang kondisi stok simplisia secara mudah, murah dan cepat melalui sebuah sistem informasi.

Sistem yang akan di buat adalah “E-MARKETPLACE BATIK “ dengan menambahkan fitur API Twitter dapat membantu memudahkan toko batik di solo melakukan transaksi penjualan dan pemasaran dengan lebih efektif dan efisien. E-MARKETPLACE BATIK juga membantu konsumen untuk melihat-lihat batik solo

2.2Landasan Teori 2.2.1 Raja Ongkir

RajaOngkir merupakan sebuah situs dan web service (API) yang menyediakan informasi ongkos kirim dari berbagai kurir di Indonesia seperti POS Indonesia, JNE, TIKI, PCP, ESL, dan RPX. Secara umum, RajaOngkir ditujukan kepada pengguna yang ingin mengetahui dan membandingkan ongkos kirim dari berbagai kurir dan secara khusus bagi pemilik toko online, maupun bagi orang yang sering berbelanja online.

Keunikan dari sistem RajaOngkir adalah data yang terpadu. Anda cukup sekali saja menginputkan nama kota asal, kota tujuan, dan berat, sistem RajaOngkir otomatis melakukan pengecekan ke semua kurir yang didukung. RajaOngkir menghemat waktu dan tenaga Anda!

RajaOngkir menyediakan API ongkos kirim yang bisa dimanfaatkan oleh para developer untuk mengembangkan aplikasi untuk berbagai platform, seperti Android, BlackBerry, iOS, desktop, dan lain-lain. (Rajaongkir.com)

2.2.2 E-Marketplace

Dunia maya yang tercipta karena berkembangnya teknologi internet, secara tidak langsung membentuk sebuahpasar atau arena perdagangan tersendiri yang kerap dinamakan sebagai e-Marketplace (beberapa praktisimanajemen menyebutnya sebagai Marketspace). Sebagaimana pasar dalam pengertian konvensional, yaitu tempatbertemunya penjual dan pembeli, di dalam e-Marketplace berinteraksi pula berbagai perusahaan-perusahaan di dunia tanpa dibatasi oleh teritori ruang (geografis) maupun waktu. Beragam produk dan jasa dalam berbagaibentuknya dicoba ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan yang telah “go internet” ini dalam berbagai domain industri, sehingga menghasilkan suatu nilai dan volume perdagangan yang tidak kalah besar dari pasarkonvensional. (Idrajid).

2.2.3 Batik

Negara Indonesia adalah negara yang kaya akan keaneka ragaman budaya, tempat yang indah, hasil cipta karya bangsa yang begitu terkenal, dll. Banyak wisatawan mancanegara yang tidak enggan untuk berkunjung ke Indonesia untuk melihat hasil cipta karya bangsa yang beraneka ragam, salah satunya adalah “Batik”. Batik adalah proses penulisan gambar atau ragam hias pada media apapun dengan menggunakan lilin batik (wax / malam) sebagai alat perintang warna. Batik berasal dari bahasa proto-austronesia “becik” yang artinya membuat tato dan berasal dari bahasa Jawa yaitu “amba” atau menulis dan “titik”. Batik Indonesia telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non-bendawi pada tanggal 2 Oktober 2009. Pengakuan UNESCO ini meliputi teknik, teknologi serta motif Batik Indonesia.

Membatik dapat ditempuh dengan berbagai cara. Berdasarkan cara pembuatannya, batik dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu (1).

Batik tulis : Proses penggambaran lilin batik pada kain menggunakan canting. (2). Batik cap : Proses penggambaran lilin batik pada kain menggunakan cap yang dibentuk sesuai dengan motif yang diinginkan. (3). Batik kombinasi cap tulis : Proses penggambaran malam pada pada kain menggunakan canting dan cap. (4). Batik print : seiring dengan perkembangan teknologi tekstil dan kebutuhan akan adanya produksi massal, saat ini banyak beredar kain bermotif batik atau yang terkenal dengan nama batik print.

Cara pembuatan batik yang paling tradisional dan terkenal di dalam dan luar negeri saat ini adalah Batik Tulis. Motif kain yang dicorak menggunakan canting ini merupakan suatu kegiatan tradisional yang memiliki keunikan tahapan tersendiri mulai dari Mbathik / Nglowong, Nembok, Medel, Ngerok & Ngirah, Mbironi, Nyoga, Nglorot. Cara tradisional tersebut merupakan cara membatik daerah Solo – Yogyakarta dan sekitarnya berbeda tipis dengan daerah Pekalongan. Batik merupakan kreativitas yang tak pernah selesai dan memiliki latar sejarah panjang di Indonesia. Sebuah sekolah mode tertua asal Roma, Italia, buktinya memasukan desain mode dengan bahan kain batik solo ke dalam kurikulum pelajarannya. Sekolah mode Koefia memandang bahwa batik sebagai warisan budaya dunia yang diakui UNESCO dari Indonesia dapat menjadi tren fashion baru dunia nantinya. Sekolah mode Koefisia akan mengajarkan desain batik solo dan hasilnya akan diikutsertakan dalam berbagai pagelaran fashion week di Italia. Hal ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Italia untuk mengembangkan kebudayaan Indonesia dan memperkenalkan kepada generasi muda Italia. Selain itu, upaya ini sekaligus untuk menggabungkan budaya Solo dengan budaya Eropa.

Melalui sekolah mode Koefia, batik Solo akan diperkenalkan sebagai salah satu warisan budaya yang diakui oleh UNESCO kepada

masyarakat terutama kalangan muda Italia. Sekolah mode ini akan mengajarkan desain fashion batik kepada siswanya selama tiga tahun.

Adapun ragam batik sejak awal kemunculannya di Indonesia telah tumbuh dan berkembang seiring dengan pengaruh zaman dan lingkungan. Batik Indonesia, khususnya di Pulau Jawa dengan sendirinya dapat mengungkapkan berbagai hal, seperti asal, siapa yang mengenakan, kapan dikenakan dan makna dibalik pola dan ragam hiasnya. Beberapa ragam batik meliputi Batik Kraton, Batik Pengaruh, Batik, Batik, Batik Pengaruh India, Batik Rifa’iyah, Batik, Batik, Batik Jawa, Batik Indonesia, Batik Modern.

Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada Dani Norma Khamzani / Canopy 3 (1) (2014)

Masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta. Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang.

Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Batik Solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya batik dalam proses cap maupun dalam batik tulisnya. Bahan-bahan yang dipergunakan untuk pewarnaan masih tetap banyak memakai

bahan-bahan dalam negeri seperti soga Jawa yang sudah terkenal sejak dari dahulu. Polanya tetap antara lain terkenal dengan “Sidomukti” dan “Sidoluruh”. Ke Timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulung Agung. Selain itu juga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkem-bang di Banyumas, Pekalongan, Tegal, Cirebon.

Perkembangan pembatikan di daerah-daerah luar selain dari Yogyakarta dan Solo erat hubungannya dengan perkembangan sejarah kerajaan Yogya dan Solo. Corak batik di daerah baru ini disesuaikan pula dengan keadaan daerah sekitarnya.

Daerah pembatikan yang terkenal sekarang salah satunya di daerah Kampung laweyan Solo. Desa Laweyan yang terletak di tepi Sungai Laweyan ini, dulunya adalah pusat perdagangan Lawe (bahan baku tenun). Bahan baku kapas dipasok dari daerah Juwiring, Pedan dan Gawok. Proses distribusi barang di Pasar Lawe dilakukan melalui bandar Kabanaran yang tak jauh dari Pasar Lawe. Dulu terdapat banyak Bandar di tepi sungai, seperti Bandar Kabanaran, dan Bandar Laweyan. Melalui Bandar inilah yang menghubungkan Desa Laweyan menuju Sungai Bengawan Solo.

Dari sinilah, batik terhubung dengan daerah pesisir. Kampung Laweyan merupakan kawasan sentra industri batik yang unik, spesifik dan bersejarah. Berdasarkan sejarah yang ditulis oleh R.T. Mlayadipuro desa Laweyan (Kampoeng Laweyan) sudah ada sebelum munculnya kerajaan Pajang. Sejarah Laweyan barulah berarti setelah Kyai Ageng Hanis bermukim di desa Laweyan. Pada tahun 1546 M, tepatnya di sebelah utara pasar Laweyan (sekarang Kampung Lor Pasar Mati) dan membelakangi jalan yang menghubungkan antara Mentaok dengan desa Sala (sekarang jalan Dr. Rajiman). Kyai Ageng Henis adalah putra dari Kyai Ageng Sela yang merupakan keturunan raja Brawijaya V. Kyai Ageng Henis atau Kyai Ageng Laweyan adalah juga “manggala

pinatuwaning nagara” Kerajaan Pajang semasa Jaka Tingkir menjadi Adipati Pajang pada tahun 1546 M. Setelah Kyai Ageng Henis meninggal dan dimakamkan di pasarean Laweyan (tempat tetirah Sunan Kalijaga sewaktu berkunjung di desa Laweyan), rumah tempat tinggal Kyai Ageng Henis ditempati oleh cucunya yang bernama Bagus Danang atau Mas Ngabehi Sutowijaya. Sewaktu Pajang di bawah pemerintahan Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) pada tahun 1568 M Sutowijoyo lebih dikenal dengan sebutan Raden Ngabehi Loring Pasar (Pasar Laweyan). Kemudian Sutowijaya pindah ke Mataram (Kota Gede) dan menjadi raja pertama Dinasti Mataram Islam dengan sebutan Panembahan Senopati yang kemudian menurunkan raja – raja Mataram. Masih menurut RT. Mlayadipuro Pasar Laweyan dulunya merupakan pasar Dani Norma Khamzani / Canopy 3 (1) (2014)

Lawe (bahan baku tenun) yang sangat ramai. Bahan baku kapas pada saat itu banyak dihasilkan dari desa Pedan, Juwiring, dan Gawok yang masih termasuk daerah Kerajaan Pajang. Adapun lokasi pasar Laweyan terdapat di desa Laweyan (sekarang terletak diantara kampung Lor Pasar Mati dan Kidul Pasar Mati serta di sebelah timur kampung Setono). Di selatan pasar Laweyan di tepi sungai Kabanaran terdapat sebuah bandar besar yaitu bandar Kabanaran. Melalui bandar dan sungai Kabanaran tersebut pasar Laweyan terhubung ke bandar besar Nusupan di tepi Sungai Bengawan Solo. Pada jaman sebelum kemerdekaan kampung Laweyan pernah memegang peranan penting dalam kehidupan politik terutama pada masa pertumbuhan pergerakan nasional. Sekitar tahun 1911 Serikat Dagang Islam (SDI) berdiri di kampung Laweyan dengan Kyai Haji Samanhudi sebagai pendirinya. Dalam bidang ekonomi para saudagar batik Laweyan juga merupakan perintis pergerakan koperasi dengan didirikannya “Persatoean Peroesahaan Batik Boemi Putera Soerakarta” pada tahun 1935.

Berdasarkan arti Batik bagi Indonesia, berbagai aneka ragam dan cara membatik, serta lokasi bersejarah untuk mendukung kelestarian batik itu sendiri, Di Kota Solo memerlukan sebuah wadah/tempat dengan konsep melestarikan yang berarti memberikan pembelajaran bagi masyarakat awam dalam & luar negeri umumnya serta para desainer khususnya tentang cara membatik tradisional / batik tulis solo, menyimpan & memberitahukan informasi sejarah segala tentang batik, yang kemudian agar merangsang pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia agar makmur & sejahtera umumnya dan khususnya bagi pengusahan batik. Dari hal tersebut diatas penulis memperoleh judul “Batik Center – Pusat Pelatihan Batik Tulis, Peragaan, dan Penjualan Batik di Kota Solo dengan penekanan desain Arsitektur Vernakular(Khamzani, 2014).

2.2.4 Sistem Informasi

Sistem informasi adalah sistem informasi yang berbasis komputer. Sistem informasi mencakup sejumlah komponen (manusia, komputer,teknologi informasi,dan prosedur kerja), ada sesuatu yang di proses (data menjadi informasi), dan di maksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan.(Kadir, 2003)

2.2.5 MySQL

MySQL merupakan DBMS yang pertama kali mulai di kembangkan tahun 1994 oleh sebuah perusahaan software bernama TeX Data Konsult AB yang di kemudian hari berganti label menjadi MySQL-AB. “My” pada kata MySQL aebenarnya bukan berarti MY dalam Bahasa inggris, tetapi konon merupakan putri dari Michaek Widenius, pemrogram dari “Monty” , yang merupakan julukan untuk Michael Widenius.

MySQL di gunakan oleh sebagian besar Web Server yang ada di jagat internet. Di samping karena di anggap simple, juga dapat di_porting pada berbagai Sistem Operasi sekelas server, seperti Windows, Linux

,Solaris,Mac OS,BSD,Unix,IBM,AIX.walaupun relative simple, MySQL memiliki fitur-fitur yang sangat baik, sehingga sangat cocok untuk digunakan dalam implementasi aplikasi basis data, khususnya yang berbasis Web.(Fathansyah, 2012)

2.2.6 Basis Data

Basis Data terdiri atas 2 kata , yaitu Basis dan Data. Basis kurang lebih dapat di artikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang/berkumpul. Sedangkan Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai,siswa,pembeli,pelanggan) , barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan , dan sebagainya, yang mewujudkan dalam bentuk angka, huruf , simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya.

Sebagai satu kesatuan istilah, Basis Data (Database) sendiri dapat di definisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti :

 Himpunan kelompok data(arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat di manfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.

 Kumpulan data yang saling berhubungan yang di simpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

 Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang di simpan dalam media penyimpanan elektronis. (Fathansyah, 2012).

2.2.7 PHP

Jika diartikan , sebernanya PHP memiliki beberapa pandangan dalam mengartikannya , akan tetapi kurang lebih PHP dapat kita ambil arti sebagai PHP:Hipertext Preeprocesor. Ini merupakan Bahasa yang hanya dapat berjalan pada server dan hasilnya dapat di tampilkan pada Client.

Interpreter PHP dalam mengeksekusi kode PHP pada sisi server (disebut server-side), sedangkan tanpa adanya interpereter PHP , maka semua skrip dan aplikasi PHP yang di buat tidak dapat di jalankan pada sever dan hasilnya dapat di tampilkan pada Client.

PHP adalah produk Open Source yang dapat digunakan secara gratis tanpa harus membayar untuk menggunakannya. Interpreter PHP dalam mengeksekusi kode PHP pada sisi server (disebut server-side), sedangkan tanpa adanya interpreter PHP, maka semua skrip dan aplikasi PHP yang dibuat tidak dapat dijalankan.

PHP merupakan bahasa standar yang di gunakan dalam dunia website, PHP adalah bahasa program yang berbentuk skrip yang diletakkan di dalam server web. Jika kita lihat dari sejarah mulanya PHP diciptakan dari ide Rasmus Lerdof untuk kebutuhan pribadinya, skrip tersebut sebenrnya di maksudkan untuk digunakan sebagai keperluan membuat web site pribadi, akan tetapi kemudian dikembangkan lagi sehingga menjadi bahasa yang disebut “Personal Home Page” , inilah awal mulanya PHP sampai saat ini(Nugroho, 2008).

2.2.8 CSS

CSS atau Cascading Style Sheet saat ini adalah sebuah elemen penting dalam pembuatan sebuah web. Sama pentingnya saat kita mendesaign bentuk web pada Photoshop. Dengan SCC, kita dapat mendesaign

Sejumlah halaman dengan aturan yang sama tanpa mengubah halaman-halaman tersebut satu persatu. Bayangkan saja anda mempunyai ratusan halaman dan anda harus mendesaign halam tersebut satu persatu, wah, akan hanya menghabiskan waktu. Dengan CSS, masalah tersebut akan mudah diatasi. Dengan membuat sebuah file CSS kemudian meng-inportnya ke dalam file halaman web. Kita dapat memformat style semua halaman web yang kita buat.

Saat ini CSS merupakan aturan style yang banyak digunakan dikarekan fleksibilitas dari tag, kemudahan dan lengkapnya atribut yang dimilikinya(Nugroho, 2008).

2.2.9 Model Entity-Relationship (Model Keterhubungan-Entitas)

Pemakaian istilah ‘Model Keterhubungan-Entitas’ dalam bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai pandanan dari istilah asing. Entity Relationship Model (E-R Model). Akan tetapi , istilah Model Entity Relationship telah demikian popular/umum digunakan dalam berbagai pembahasan tentang analisi/perancangan Basis Data.

Pada Model Entity-relationship, semesta data yang ada di ‘dunia nyata’ diterjemahkan dengan memanfaatkan sejumlah perangkat konseptual menjadi sebuah diagram data, yang umum disebut sebagai Diagram Entity-Relationship (Diagram E-R). sesuai dengan namanya, ada 2 (dua) komponen utama pembentuk Model Entity-Relationship, yaitu Entitas (Entity) dan Relasi (Relation). Kedua komponen ini disedkripsikan lebih jauh memulai sejumlah atribut/property. (Fathansyah ,2012)

2.2.9.1Entitas (Entity) dan Himpunan Etitas (Entity Set)

Entitas merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Sebuah kursi yang kita duduki, sesorang yang menjadi pegawai di sebuah perusahaan dan sebuah mobil yang melintas di depan kita adalah Entitas. Sekelompok Entitas yang sejenis dan berada dalam lingkup yang sama membentuk sebuah Himpunan Entitas (Entity Set). Sederhanya , Entitas menunjuk pada individu suatu objek, sedangkan Himpunan Entitas menunjuk pada rumpun (family) dari individu

tersebut. Seseorang memang dapat menjadi sebuah entitas, tapi dapat berbeda pada Himpunan Entitas yang berbeda dengan seseorang yang lain. Seorang pasien, misalnya akan dimasukkan dalam Himpunan Entitas Pasien. Dalam berbagai pembahasan/literature, penyebutan Himpunan Entitas (yang kurang praktis) ini seringkali digantikan dengan Entitas saj. Karena itu, sering kita temui, penggunaan istilah Entitas (Entity) di sebuah literature sebenarnya menunjuk pada Himpunan Entitas. (Fathansyah ,2012)

2.2.9.2Atribut (Attributesl Properties)

Setiap Entitas pasti memiliki Atribut yang mendeskripsikan karakteristik (property) dari Entitas tersebut. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, penentuan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah Entitas merupakan hal penting lainnya dalam pembentukan model data. Penetapan atribut bagi sebuah entitas umunya memang didasarkan pada fakta yang ada. Tetapi tidak selalu seperti ini. Kelak akan kita lihat, karena proses normalisasi atau petimbangan-pertimbangan tertentu, ada sejumlah atribut yang tidak ada di ‘dunia nyata’ tapi perlu kita tambahkan. (Fathansyah ,2012)

2.2.9.3Relasi (Relatinship) dan Himpunan Relasi (Relationship Set) Relasi menunjukkan adanya hubungan di antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Misalnya, entitas seorang mahasiswa dengan nim=’100001’ dan nama_mhs = ‘Ali Akbar’ (yang ada di himpunan entitas Mahasiswa) mempunyai relasi dengan entitas sebuah mata kuliah dengan kode_kul = ‘IF-110’ dan nama_kul = ‘Struktur data’. Relasi di antara kedua entitas tadi mengandung arti bahwa mahasiswa tersebut sedang mengambil/mempelajari mata kuliah tersebut di sebuah perguruan tinggi yang kita tinjau.

Kumpulan semua relasi di antara entitas-entitas yang terdapat pada himpunan entitas-himpunan entitas tersebut membentuk

Himpunan Relasi (Relationship Sets). Sebagaimana istilahnya Himpunan Entitas yang banyak sekali disingkat menjadi Entitas (walaupun sebenarnya memiliki perbedaan makna), istilah Himpunan Relasi jarang sekali digunakan dan lebih sering disingkat dengan Relasi saja. (Fathansyah, 2012)

2.2.9.4Kardinalitas/Derajat Relasi

Kardinalitas Relasi menunjukkanjumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Pada contoh sebelumnya, dapat kita lihat bahwa entitas-entitas pada himpunan entitas Mahasiswa dapat berelasi dengan satu entitas, banyak entitas atau bahkan tidak satupun entitas dari himpunan entitas Kuliah.

Dari sejumlah kemungkinan banyaknya hubungan antar-entitas tersebut, Kardinalitas relasi merujuk kepada hubungan maksusmum yang terjadi dari himpunan entitas yang satu ke himpunan entitas yang lain dan begitu juga sebaliknya. Kardinalitas Relasi yang terjadi di antara dua himpunan entitas (miasalnya A dan B) dapat berupa : 2.2.9.4.1 Satu ke Satu (One to One)

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dnegan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, dan begitu juga sebaliknya setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A. (Fathansyah, 2012)

2.2.9.4.2 Satu ke Banyak (One to Many)

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan

entitas B, tetapi tidak sebalinya, di mana setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dnegan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A. (Fathansyah, 2012)

2.2.9.4.3 Banyak ke Satu (many to One)

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dnegan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B. (Fathansyah, 2012)

2.2.9.4.4 Banyak ke Banyak (Many to Many)

yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, dan demikian juga sebaliknya, di mana setiap entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dnegan banyak entitas pada himpunan entitas A.

Kardinalitas Relasi Satu ke Banyak dan Banyak ke Satu

Dalam dokumen LAPORAN TA EKSAN 2 JUNI (1) (Halaman 23-172)

Dokumen terkait