• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab ini berisi kesimpulan dari pelaksanaan Kerja Praktek dan

saran-saran untuk penyempurnaan sistem di masa yang akan datang.

STIKOM

6

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perusahaan

Tahun 2005 merupakan awal perjalanan usaha CV. Anugrah Stainless Steel Surabaya menjadi perusahaan penyedia ornamen stainless steel. Pada Tahun 2005 CV. Anugrah Stainless Steel Surabaya bertempat di Jalan Kupang Surabaya dimana luasnya masih 2 m x 15 m. Berselang 2 tahun kemudian tepatnya pada Tahun 2007 CV. Anugrah Stainless Steel Surabaya mengalami perkembangan yang pesat dimana permintaan customer semakin tinggi. Dengan permintaan yang semakin tinggi tersebut maka pada tahun 2009 CV. Anugrah Stainless Steel Surabaya berpindah ke Jalan Kedung Klinter I no 90 Surabaya.

Saat ini CV. Anugrah Stainless Steel Surabaya telah berkembang menjadi salah satu perusahaan besar di Indonesia. Dimana yang awalnya CV. Anugrah Stainless Steel Surabaya memasarkan produknya di wilayah Jawa Timur, kini pemasaran produknya meluas ke seluruh wilayah Indonesia.

Untuk mendukung pendistribusian yang semakin luas, CV. Anugrah Stainless Steel Surabaya melakukan penyebaran produknya melalui retailer dan pengecer untuk memudahkan kegiatan operasional dalam penyebaran produk tersebut.

STIKOM

7

2.2 Alamat Perusahaan

CV. Anugerah Stainless Steel Surabaya yang bertempat di Jl. Kedung Klinter I No 90 No. Telp (031) 5347727 Surabaya Jawa Timur 60261.

2.3 Struktur Organisasi

Dalam rangka mencapai tujuan dari organisasi dalam hal ini perusahaan, dibutuhkan koordinasi yang baik antara bagian dalam kegiatan yang ada pada instansi yang bersangkutan. Oleh karena itu dibutuhkan struktur organisasi agar tercipta hubungan yang baik dan harmonis satu sama lain. Berikut struktur organisasi pada CV. Anugerah Stainless Steel Surabaya yang dijelaskan pada gambar 2.1 :

Gambar 2.1 Struktur Organisasi CV. Anugerah Stainless Steel Surabaya

STIKOM

2.4 Bidang Kerja Organisasi CV. Anugerah Stainless Steel Surabaya

Dalam kegiatannya, Organisasi CV. Anugerah Stainless Steel Surabaya memiliki komponen-komponen sebagai berikut:

a. Pimpinan CV. Anugerah Stainless Steel Surabaya

Bagian ini bertanggung jawab atas perencanaan dan pengelolaan CV. Anugerah Stainless Steel Surabaya

b. Admin CV. Anugerah Stainless Steel Surabaya

Bagian ini bertanggung jawab merekap laporan yang ada pada CV. Anugerah Stainless Steel Surabaya.

c. Accounting CV. Anugerah Stainless Steel Surabaya

Bagian ini bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pelaporan yang berhubungan dengan transaksi keuangan pada CV. Anugerah Stainless Steel Surabaya.

d. Gudang CV. Anugerah Stainless Steel Surabaya

Bagian ini bertugas menangani pengelolaan dan persediaan barang pada CV. Anugerah Stainless Steel Surabaya.

e. Marketing CV. Anugerah Stainless Steel Surabaya.

Bagian ini bertanggung jawab memasarkan produk berdasarkan target yang ditentukan oleh pimpinan pada CV. Anugerah Stainless Steel Surabaya. f. Produksi CV. Anugerah Stainless Steel Surabaya

Bagian ini bertanggung jawab atas produksi barang pada CV. Anugerah Stainless Steel Surabaya.

STIKOM

9 BAB III LANDASAN TEORI

3.1 Penjualan

Penjualan merupakan suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Beberapa ahli menyatakan sebagai ilmu dan sebagai seni, adapula yang memasukkannya kedalam masalah etika dalam penjualan. Pada pokok istilah penjualan dapat diartikan sebagai berikut:

Menurut Philip Kotler (2009:22) konsep penjualan adalah meyakini bahwa para konsumen dan perusahaan bisnis, tidak akan secara teratur membeli cukup banyak produk-produk yang ditawarkan oleh organisasi tertentu. Oleh karena itu, organisasi yang bersangkutan harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif. Dasar-dasar pemikiran yang terkandung dalam konsep penjualan adalah sebagai berikut:

a. Tugas utama dari perusahaan adalah mendapatkan penjualan cukup dari produknya.

b. Para konsumen tidak akan mungkin membeli barang dengan jumlah yang cukup banyak tanpa mendapat dorongan.

Bauran pemasaran menurut Philip Kotler (2002:18), adalah sekumpulan alat pemasaran yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasaran.

STIKOM

Penjelasan arti dari 4P sebagai berikut : 1. Product (produk).

Adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh dan digunakan atau dikonsumsi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan meliputi barang fisik, jasa, orang, tempat, organisasi, gagasan dan ide. 2. Price (harga).

Yaitu jumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk memperoleh produk atau jasa untuk memperoleh satu buah produk dan hendaknya harga akan dapat terjangkau oleh konsumen.

3. Place (saluran distribusi/tempat).

Termasuk aktivitas perusahaan untuk menyalurkan produk atau jasa tersedia bagi konsumen. Kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk Serta merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk.

4. Promotion (promosi).

Berarti aktivitas yang meliputi berbagai metode, yaitu iklan, promosi penjualan, mengkomunikasikan produk dan membujuk pelanggan, Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen. Penjualan tatap muka dan hubungan masyarakat, mengkomunikasikan produk dan membujuk pelanggan, Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen.

STIKOM

1. Product : Costumer need and want

Produk yang dihasilkan harus melihat kebutuhan dan keinginan para penggunanya. Penilaian pengguna merupakan pandangan yang menguntungkan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna dan juga merupakan salah satu kunci dalam strategi pemasaran.

2. Price : Cost to costumer

Harga selalu berhubungan dengan biaya pelanggan yang akan ditentukan. Oleh karena itu, lembaga yang memproduksi informasi harus mempertimbangkan keseimbangan antara informasi yang diberikan dengan biaya pelanggan. Menentukan harga informasi selalu berdasarkan atas analisis kemampuan dan kelemahan pengguna dalam segi ekonomi dan sosial budaya terutama minat baca masyarakat untuk membuat berimbangan (tidak merugikan) dengan perpustakaan sebagai lembaga pemberi jasa.

3. Place : Convenience

Tempat berhubungan dengan kemudahan keberadaan tempat pemasaran, seperti :

a.Lokasi gedung yang strategis dengan penempatan perabot yang tidak mengganggu kelancaran (layout) tugas petugas (karyawan dan pustakawan) serta aktivitas pengguna yang datang.

b.Penempatan bahan pustaka di rak-rak filling dapat dijangkau serta penyajian dan sumber-sumber informasi melalui jaringan kerja perpustakaan untuk menjangkau masyarakat yang tidak dapat datang ke perpustakaan. Hal-hal

STIKOM

yang dapat memberikan kemudahan kepada pengguna merupakan penawaran dalam kegiatan pemasaran perpustakaan.

4. Promotion : Communication

Promosi harus dikomunikasikan kepada pengguna bahwa salah satu cara berhubungan dengan pembeli dalam suatu pemasaran ialah pustakawan yang professional harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, secara Iisan maupun tulisan untuk mengkomunikasikan informasi yang dimilikinya. Secara lisan, yaitu berintegrasi langsung dengan pengguna lewat penawaran informasi yang sama tetapi dari sumber yang berbeda dengan yang dicari pengguna juga dengan menyampaikan melalui forum-forum resmi seperti seminar, diskusi dan lokakarya. Secara tulisan, yaitu lewat brosur, leaflet,

karya tulis oleh pustakawan dan lain-lain.

Pemasaran modern tidak hanya memikirkan cara mengembangkan produk yang baik dengan pemberian harga yang menarik dan menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap dengan segala kemudahannya, tetapi juga harus memikirkan cara mempromosikannya. Perpustakaan tidak cukup hanya membangun jasa informasi kemudian mengharapkan masyarakat datang mengunjungi perpustakaan tanpa adanya pemberitahuan. Hal tersebut merupakan hal yang mustahil. Oleh karena itu promosi tidak akan lepas dengan komunikasi.

STIKOM

3.2 Sistem Informasi Penjualan

Suatu system pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Mulyadi (2001:2) Ada juga yang menuliskan bahwa sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. McLeod (2001:11) Bisa diartikan bahwa sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan Sedangkan informasi adalah data sederhana yang memiliki arti tertentu di dalam keadaan tertentu. Informasi bisa juga berarti data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti. McLeod (2001:15).

Informasi juga merupakan data yang sudah dibentuk menjadi bentuk yang berarti dan berguna bagi manusia. Jadi yang dimaksud dengan informasi adalah data sederhana yang telah dibentuk sehingga mempunyai arti dan berguna di dalam keadaan tertentu. Dengan demikian system informasi adalah sekumpulan komponen yang saling berhubungan yang mengumpulkan (mendapatkan kembali), memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian dalam organisasi.

Pendapat lain tentang sistem informasi adalah suatu kerangka kerja dari seluruh kegiatan transaksi penjualan yang dikoordinasikan untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan untuk manajemen. Komponen utama sistem informasi terdiri dari enam blok atau disebut dengan information system building block: masukan, model, keluaran, teknologi, basis data, dan pengendalian. Mulyadi (2001:11) Penjualan merupakan sumber pendapatan pokok bagi perusahaan dimana hasil

STIKOM

pendapatan yang diperoleh dalam membiayai kelangsungan hidup produksinya. Kegiatan penjualan dapat berupa penjualan produk kepada konsumen yang disertai dengan penyerahan imbalan dari pihak penerima barang atau jasa sebagai timbal balik atas penyerahan tersebut. Sadeli dan Ukas (2000:8) mendefinisikan bahwa penjualan adalah suatu proses yang dapat memenuhi kebutuhan dan untuk memenuhi kebutuhan itu harus mengeluarkan uang dengan tidak menimbulkan ketidakpuasan, sehingga kita perlu menyesuaikan hasil dari pelayanan dengan kebutuhan itu dengan tidak merugikan dan keuntungan akan kita raih setelah setiap masalah terjawab dan setiap keberatan telah teratasi yang mengakibatkan terjadinya pesanan.

Aktivitas penjualan dalam perusahaan secara umum dibagi menjadi dua bagian, yaitu, Mulyadi (2001:204):

1. Penjualan tunai

Penjualan yang dilakukan dengan cara pelangan membayar harga barang yang terlebih dahulu sebelum barang yang diserahkan oleh perusahaan kepada pelanggan. Setelah uang diterima oleh perusahaan, barang kemudian diserahkan kepada pelanggan dan transaksi penjualan tunai dicatat oleh perusahaan.

2. Penjualan kredit

Penjualan yang dilakukan dengan cara mengirim barang sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati kedua belah pihak.

Sistem informasi penjualan diartikan sebagai suatu pembuatan pernyataan penjualan. Kegiatan akan dijelaskan melalui prosedur-prosedur yang meliputi

STIKOM

urutan kegiatan sejak diterimanya. Pesanan dari pembeli, pengecekan barang ada atau tidak ada dan diteruskan dengan pengiriman barang yang disertai

dengan pembuatan faktur dan mengadakan pencatatan atas penjualan yang berlaku.

3.3 Konsep Dasar Sistem Informasi

Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. (Jogiyanto, 2001:1). Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah lanjut. (Jogiyanto, 2001:8).

Robert A. Leitch dan K.Roscoe Davis mendefenisikan bahwa konsep dasar sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat managerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan, sehingga dengan adanya sistem informasi dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkat manajemen (Mcleod, 2001).

STIKOM

3.4 Analisis dan Perancangan Sistem

Analisis Sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya Jogiyanto, (2001:129). Berdasarkan penjelasan diatas, analisa sistem adalah sebuah tahap yang paling penting dalam suatu pemrograman dimana tahap ini untuk mengevaluasi permasalahan yang ada dan kendala-kendala yang dihadapi. Tahap analisis sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahap desain sistem atau perancangan sistem.

Di dalam tahap anlisis sistem terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan oleh seorang analis sistem, yaitu :

1. Identify, merupakan langkah awal yang dilakukan dalam analisis sistem. Mendefinisikan masalah yang menyebabkan sasaran dari sistem tidak tercapai yang kemudian untuk dipecahkan.

2. Understand, memahami kerja dari sistem yang ada dengan cara mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang ada beroperasi sebelum mencoba untuk menganalisi permasalahan, kelemahan, dan kebutuhan dari pemakai sistem untuk dapat memberikan rekomendasi pemecahannya.

3. Analyze, langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan.

STIKOM

4. Report, laporan ini dibuat sebagai dasar untuk pemecahan masalah dan pencarian solusi dari permasalahan yang ada.

Perancangan adalah proses merancang atau menyusun atau mengembangkan sistem informasi yang lama menjadi sistem informasi yang baru. Dalam tahap ini dipastikan bahwa semua persyaratan untuk menghasilkan sistem informasi dapat dipenuhi. Seluruh sistem yang dirancang harus sesuai dengan kebutuhan pengguna untuk mendapatkan informasi.

3.5 Data Flow Diagram (DFD)

Menurut Dhanta (2009:138), Data Flow Diagram (DFD) yaitu salah satu alat dalam perancangan sistem yang menggunakan simbol-simbol untuk menggambarkan aliran data melalui serangkaian proses yang saling berhubungan. DFD merupakan alat yang cukup popular sekarang ini, karena dapat menggambarkan arus data didalam sistem dengan terstruktur dan jelas. Lebih lanjut DFD juga merupakan dokumentasi yang baik.

STIKOM

Akunting

Gambar 3.1 Simbol Data Flow Diagram (DFD)

No Simbol Keterangan

1 Entitas

Objek aktif yang mengendalikan aliran data dengan memproduksi serta mengkonsumsi data.

2 4

Membuat Nota Konsumen

Proses

Sesuatu yang melakukan transformasi terhadap data

3

[Identitas Konsumen]

Aliran Data

Aliran data menghubungkan keluaran dari suatu objek atau proses yang terjadi pada suatu masukkan 4

1 Konsumen

Data Store

Objek pasif dalam DFD yang menyimpan data untuk penggunaan lebih lanjut.

3.6 Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Dhanta (2009:189), Entity Relationship Diagram (ERD) yaitu model konseptual yang menjabarkan hubungan antar penyimpanan data dan hubungan data. Pada Entity Relationship Diagram (ERD) terdapat simbol-simbol dengan himpunan relasi yang masing-masing memiliki atribut untuk menjelaskan suatu relasi secara keseluruhan atau melakukan aktivitas permodelan data.

STIKOM

Gambar 3,2 Simbol Entity Relationship Diagram (ERD)

No Simbol Keterangan

1 Entitas adalah sebuah kesatuan objek lain, setiap entitas dibatasi oleh atribut.

2 Atribut merupakan sifat atau karakteristik dari suatu entitas yang menyediakan penjelasan secara rinci

3 Relasi, belah ketupat menyatakan himpunan relasi

4 Garis/Link, sebagai penghubungan antara himpunan relasi dan himpunan entitas dengan atributnya.

3.7 Database

Menurut Chendramata (2009:106), Database adalah sebuah perangkat lunak yang dirancang dan diperuntukkan sebagai media untuk menyimpan data-data transaksi yang dihasilkan pada sebuah proses bisnis. Database minimal terdiri dari satu file yang cukup untuk dimanipulasi oleh komputer sedemikian rupa. Sedangkan menurut Nugroho (2005:75). Database adalah sebuah bentuk media yang digunakan untuk menyimpan sebuah data. Database dapat diilustrasikan sebagai rumah atau gudang yang akan dijadikan tempat menyimpan berbagai macam barang. Dalam

STIKOM

database, barang tersebut adalah data. Dari kedua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa database merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk menyimpan data.

3.8 Basis Data

Menurut Marlinda (2004:1), sistem basis data adalah suatu sistem menyusun dan mengelola record-record menggunakan komputer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara dan operasional lengkap sebuah organisasi atau perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi optimal yang diperlukan pemakai untuk proses mengambil keputusan.

Pada sebuah sistem basis data terdapat komponen-komponen utama yaitu Perangkat Keras (Hardware), Sistem Operasi (Operating Sistem), Basis Data (Database), Sistem (Aplikasi atau Perangkat Lunak) lain (bersifat opsional).

Keuntungan sistem basis data adalah :

1. Mengurangi kerangkapan data, yaitu data yang sama disimpan dalam berkas data yang berbeda-beda sehingga update dilakukan berulang-ulang.

2. Mencegah ketidakkonsistenan.

3. Keamanan data dapat terjaga, yaitu data dapat dilindungi dari pemakai yang tidak berwenang.

4. Integritas dapat dipertahankan.

5. Data dapat dipergunakan bersama-sama. 6. Menyediakan recovery.

7. Memudahkan penerapan standarisasi. 8. Data bersifat mandiri (data independence).

STIKOM

9. Keterpaduan data terjaga, memelihara keterpaduan data berarti data harus akurat. Hal ini sangat erat hubungannya dengan pengontrolan kerangkapan data dan pemeliharaan keselarasan data.

Kerugian sistem basis data adalah :

1. Diperlukan tempat penyimpanan yang besar.

2. Diperlukan tenaga yang terampil dalam mengelola data. 3. Perangkat lunaknya mahal.

4. Kerusakan sistem basis data mempengaruhi departemen yang terkait.

3.9 SQL (Structure Query Language)

SQL merupakan singkatan dari Structured Query Language. Dalam dunia database istilah query dapat diartikan “permintaan data”. SQL juga merupakan bahasa tingkat empat yang berfungsi menampilkan hasil atau melakukan sesuatu pada data yang kita inginkan. Saat ini SQL merupakan bahasa query standart di berbagai software database. Berbagai software database dapat diakses menggunakan bahasa SQL. Anda dapat mengunakan SQL di software database apapun. Cakupan SQL sebenarnya cukup luas. Dalam pembahasan ini, kita hanya membahas perintah – perintah SQL yang penting dan sering digunakan. Jika Anda ingin lebih memperdalam menguasai bahasa SQL, anda dapat membacanya di dokumentasi SQL di internet.

SQL merupakan bahasa standar yang digunakan untuk manipulasi dan memperoleh data dari sebuah basis data relasional.

STIKOM

SQL dapat digunakan untuk hal sebagai berikut: a. Mengubah struktur basis data

b. Mengubah pengaturan keamanan sistem

c. Memberikan hak akses kepada user untuk mengakses basis data atau tabel d. Pembaharuan isi basis data

e. Mendapatkan informasi dari basis data

Perintah SQL dikelompokkan menjadi dua macam: 1. Data Definition Language (DDL)

Adalah perintah SQL yang digunakan untuk menjelaskan objek dari basis data, dengan kata lain DDL digunakan untuk membuat kerangka basis data. Perintah yang digunakan pada DDL:

a. CREATE : Digunakan untuk membuat objek database b. ALTER : Digunakan untuk memodifikasi objek database c. DROP : Digunakan untuk menghapus objek database 2. Data Manipulation Language (DML)

Adalah perintah yang digunakan untuk mengoperasikan atau memanipulasi isi basis data. Perintah yang digunakan pada DML:

a. SELECT : Digunakan untuk mengambil data dari basis data

b. INSERT : Digunakan untuk menambahkan data ke dalam basis data c. DELETE : Digunakan untuk menghapus data pada database

d. UPDATE : Digunakan untuk memodifikasi data pada basis data

STIKOM

23 BAB IV

RANCANG BANGUN SISTEM

4.1 Analisis Sistem

Masalah yang ada pada CV. Anugrah Stainless Steel Surabaya ini adalah proses dan pengelolaan data penjualan masih dilakukan secara manual. Acuan untuk merekap hasil pendapatan dan stok barang hanya mengacu pada nota penjualan .Pengolahan data penjualan menjadi kurang efektif dan efisien, sehingga laporan penjualan yang dihasilkan besar kemungkinan terjadi kesalahan. Pengolahan data dan proses penjualan merupakan hal penting bagi perusahaan terutama bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur seperti CV. Anugrah Stainless Steel Surabaya.

Aplikasi penjualan ini dibutuhkan untuk mengelola proses penjualan yang meningkatkan kinerja sistem dalam pengolahan data dan mempermudah dalam menyusun laporan. Dalam aplikasi penjualan diharapkan dapat mengoptimalkan proses penjualan, sehingga proses penjualan dapat dikelola secara efektif dan efisien..

4.2 Pembahasan Masalah

Sesuai dengan masalah yang telah dibahas pada analisis sistem di atas, maka dibuat document flow untuk menggambarkan proses penjualan yang dilakukan secara manual saat ini dan system flow untuk menggambarkan aplikasi penjualan terkomputerisasi.

STIKOM

4.2.1 Document Flow Penjualan

Gambar 4.1Document Flow Penjualan

STIKOM

Berdasarkan document flow penjualan dijelaskan bahwa pelanggan melakukan pemesanan barang. Bagian admin menerima data pemesanan dari pelanggan dan membuat data permintaan. Bagian penjualan memeriksa stok barang berdasarkan permintaan pelanggan. Apabila stok barang tidak mencukupi maka permintaan tidak diproses, apabila stok barang mencukupi maka bagian penjualan membuat rincian permintaan barang yang selanjutnya diproses oleh bagian admin untuk dibuatkan nota penjualan tiga rangkap. Nota penjualan rangkap satu diarsipkan, rangkap dua diberikan pada bagian penjualan untuk merekap stok barang, rangkap tiga diberikan kepada pelanggan untuk pembayaran.

4.2.2 Document Flow Retur Penjualan

Gambar 4.2Document Flow Retur Penjualan

STIKOM

Pada document flow retur penjualan dijelaskan bahwa pelanggan mengembalikan nota penjualan kepada bagian penjualan untuk dibuatkan surat pengajuan retur barang. Surat pengajuan tersebut diterima oleh bagian gudang yang digunakan untuk memeriksa barang. Apabila tidak ada kerusakan maka surat pengajuan tersebut tidak diproses, apabila barang rusak maka bagian gudang membuat surat retur dua rangkap. Rangkap satu diarsipkan, rangkap dua diberikan kepada bagian penjualan untuk direkap dua rangkap. Rangkap satu diarsipkan, rangkap dua diberikan kepada pelanggan.

4.2.3 System Flow Penjualan

Gambar 4.3 System Flow Penjualan

STIKOM

Berdasarkan document flow penjualan dijelaskan bahwa pelanggan melakukan pemesanan barang. Bagian admin menerima data pemesanan dari pelanggan dan membuat data permintaan. Bagian penjualan memeriksa stok barang berdasarkan permintaan pelanggan. Apabila stok barang tidak mencukupi maka permintaan tidak diproses, apabila stok barang mencukupi maka bagian penjualan membuat rincian permintaan barang yang selanjutnya diproses oleh bagian admin untuk dibuatkan nota penjualan tiga rangkap. Nota penjualan rangkap satu diarsipkan, rangkap dua diberikan pada bagian penjualan untuk merekap stok barang, rangkap tiga diberikan kepada pelanggan untuk pembayaran. Selanjutnya pelanggan melakukan pembayaran secara tunai kepada admin.Admin menginputkan pembayaran pelanggan yang selanjutnya akan diproses untuk meng-update data penjualan.Update data penjualan oleh admin di update juga dalam database penjualan.Database penjualan ter-update dan nota penjualan rangkap dua akan diproses lagi untuk membuat laporan penjualan yang ditujukan kepada manager.

STIKOM

4.2.4 System Flow Retur Penjualan

Gambar 4.4System Flow Retur Penjualan

STIKOM

Dokumen terkait