Berisi kesimpulan dan saran dalam membahas pelaksanaan kerja praktek serta evaluasi kerja praktek selama melakukan praktek kerja industri di CV. Indah Makmur.
7
BAB II
GAMBARAN UMUM
PERUSAHAAN
2.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan Nama Usaha : C.V. Indah Makmur
Alamat : Jl. Klampis Semolo Timur VI/12, Surabaya No. Telpon : 031-5948808
Berawal pada tahun 1995, perusahaan percetakan yang sederhana ini hanya memiliki 1 mesin cetak, 1 mesin lilin, 1 mesin potong, dan 1 mesin plong. Namun seiring dengan berjalannya waktu, perusahaan ini semakin mengembangkan kinerjanya dengan menambahkan 3 mesin cetak, 1 mesin lilin, 1 mesin potong, 1 mesin plong, dan 1 mesin varnish pada deretan mesin-mesin perlengkapan produksinya.
Pada masa-masa awal berdirinya, perusahaan ini tidak berlokasi di tempatnya sekarang ini. Sejak tahun 2000, perusahaan ini mengalihkan lokasi kegiatannya di Perumahan Klampis Semolo, di tempatnya berdiri sekarang ini.
CV ini dinamakan Indah Makmur disebabkan karena perusahaan percetakan ini berangan-angan untuk selalu menghasilkan cetakan yang indah, sehingga membawa kemakmuran bagi perusahaan itu sendiri maupun
8
bagi pelangannya. Sebab dengan desain yang indah pada hasil cetakan perusahaan ini, akan meningkatkan daya jual dari produk tersebut.
Klien dari perusahaan ini mayoritas merupakan pengusaha-pengusaha lokal di Surabaya. Misalnya seperti Restoran Primarasa yang mempercayakan inner box-nya kepada CV Indah Makmur, iSTTS yang sering meng-order CV ini dengan pencetakan buku proficiat wisudanya atau buku agenda acara dengan dijilid soft cover, serta PT Surya Alam Tunggal yang sering mencetakkan company profile-nya di CV ini.
2.2 Visi dan Misi Perusahaan Visi :
• Menjadi perusahaan percetakan terbesar yang berkelas internasional dan berwawasan global dengan karya – karya terbaik untuk pelanggannnya.
Misi :
• Memberikan produk – produk terbaik sesuai dengan kebutuhan konsumen
• Service Excellent (mengutamakan mutu dan pelayanan)
• Menjadi perusahaan yang professional, profitable, tepat dalam pengiriman, serta mampu bersaing dalam pasar global.
2.3 Pekerjaan Cetak
Jenis pekerjaan cetak yang bisa dikerjakan:
buku, majalah, brosur, packaging (inner box), undangan, label, kalender, stiker, sablon, label produk
Jenis pekerjaan cetak yang sering dikerjakan: packaging (inner box).
2.4 Struktur Organisasi
10
2.5
Pembagian Tug
as
2.6 Peralatan Percetakan Mesin cetak Merk mesin Spesifikasi Jumlah Kondisi Jam operasional THOMSON L52 (52 x 38) 1 warna 1 buah (tahun 1990) siap cetak rata-rata 8 jam/hari Merk mesin Spesifikasi Jumlah Kondisi Jam operasional KOMORI 125 (65 x 50) 1 warna 1 buah (tahun 1995) siap cetak rata-rata 8 jam/hari Merk mesin Spesifikasi Jumlah Kondisi Jam operasional GETSTETNER 311 (25 x 33) 1 warna
2 buah (tahun 1995 dan 1999) siap cetak
rata-rata 8 jam/hari Total jumlah mesin 4 buah
12
2.7 Foto mesin-mesin dan peralatan yang ada :
Gambar 2.3 Mesin Genstetner
Gambar 2.4 Mesin Heidelberg
Gambar 2.5 Mesin Komori 125 Speed Master
14
Gambar 2.7 Mesin Hot Print
16
BAB III
METODE KERJA PRAKTEK
3.1 Waktu dan Lokasi Kerja praktek dilaksanakan di :
Nama perusahaan : CV. Indah Makmur
Divisi : Pre-press
Tempat : Jl. Klampis Semolo Timur VI/14 – AB 151 Surabaya Jawa
Timur.
Kerja praktek dilaksanakan oleh penulis selama 4 minggu, dimulai pada tanggal 27 Februari 2012, dan berakhir pada tanggal 14 April 2012, dengan alokasi waktu per minggu sebagai berikut :
- Senin , Jumat , Sabtu : 08.00 WIB – 17.00 WIB (Dengan waktu istirahat
pukul 12.00 hingga pukul 13.00)
3.2 Landasan Teori
Berdasarkan ilmu yang didapat selama kuliah di Program Studi DIII Komputer Grafis dan Cetak STIKOM Surabaya, terdapat beberapa teori atau materi yang berhubungan erat dengan pokok bahasan yang di tulis pada laporan kerja praktek di CV. Indah Makmur yaitu proses cetak. Beberapa teori yang menjadi landasan penulis untuk menulis laporan kerja praktek di CV. Indah Makmur sebagai berikut:
3.2.1 Teknik Cetak
Berdasarkan aspek teknisnya, pengertian kata “cetak” secara umum
berarti menduplikasi sekumpulan teks maupun gambar yang terdapat dalam suatu objek dan menjadi bahan cetakan sejumlah yang kita inginkan.
Pada suatu proses cetak, pengertian kata tersebut dapat terjadi
dengan cara mengirimkan tinta kemedia atau subsrate dengan menggunakan peralatan dan media tertentu. Penggunaan peralatan dan media-media tersebut tergantung dari jenis teknik cetaknya. Oleh karena perbedaan teknik cetak tersebut,menghasilkan berbagai jenis barang cetakan yang sangat bervariasi, dengan media cetak yang beragam pula.
3.2.2 Elemen Dasar Proses Cetak
Dalam setiap proses cetak, teknik cetak yang digunakan pada dasarnya selalu mengacu pada 4 elemen dasar. Elemen dasar tersebut merupakan kunci pokok dalam proses cetak, karena adanya elemen-elemen tersebut. Karena dengan adanyaa keempat elemen-elemen dasar tersebut hasil cetakan yang baik akan terwujud.
Elemen-elemen dasar proses cetak tersebut antara lain: a. Tinta
Tinta adalah penghantar warna pada suatu proses cetak. Terbentuk dari bahan pewarna atau disebut juga pigment, sarana pengangkut warna akdiktif atau perekat. Pigment
18
merupakan kumpulan suatu partikel yang membentuk menjadi bahan padat yang bisa larut. Pigmen membawa suatu informasi warna yang nantinya akan ditranfer kemedia cetakan atau substrate. Sarana pengangkut warna merupakan suatu media yang berupa cairan untuk mengangkut pigment sehingga dapat dipindahkan kemedia cetak. Aditif merupakan salah satu bahan campuran sebagai perekat warna kedalam media cetak atau substrate. Aditi lah unsur yang merupakan sebagai pengatur tingkat kepekatan, kualitas tinta dan waktu pengeringatan. b. Media Cetak ( substrate )
Media cetak atau disebut juga substrate adalah bahan dasar yang akan dicetak dari suatu proses cetak. Macam dari media cetak sangat beragam jenisnya, tergantung pula dari jenis proses cetaknya yang akan mengolah media cetak tersebut. Disamping itu suatu teknik proses cetak juga mampu menggunakan beberapa macam media cetak. Kertas dan plastik adalah bahan cetak yang paling sering digunakan.
c. Plate Film
Plate cetak merupakan salah satu unsur yang penting dalam
proses cetak terutama di bidang cetak offset, karena berfungsi
sebagai pembawa informasi yang nantinya akan disampaikan
kemedia cetak(substrate). Diarea permukaan dari suatu plate
cetak tergambar semua data informasi yang sudah didesain sebelumnya. Data-data tersebut meliputi teks, gambar dan
semua pernak pernik desain yang siap untuk dicetak. Semua
informasi yang tergambar dipermukaan plate cetak tersebut
yang akan dijadikan media untuk mentranfer tinta kesubstrate. Plate cetak pada dasarnya dibagi menjadi dua area, yaitu area cetak dan area non-cetak. Dimana area cetak berfungsi sebagai penerima atau pengikat tinta, sedangkan area non-cetak sebaliknya yakni tidak sebagai penerima atau pengikat tinta. d. Media Penekan
Media penekan berfungsi sebagai alat bantu dalam
menghasilkan cetakan dimedia cetak (substrate). media ini
memberikan tekanan anatara substrate dengan palte cetak, sehingga tinta yang melekat diplate cetak(sesuai dengan pola desain yang telah dibuat) dapat ditranfer dengan sempurna
(apabila tidak ada kesalahan) kedalam media cetak/substrate.
Model media penekan ini dan penempatannya sangat bergantung dari model mesin cetak dan juga teknik cetak itu sendiri, jadi setiap mesin berbeda-beda.
20
Pada bagian ini penulis hanya akan membahas tentang teknik cetak datar/
offset printing, karena di tempat penulis melakukan kerja praktek mesin yang banyak digunakan dan menjadi mesin utama dalam melakukan proses cetak
adalah mesin offset.
3.2.3 Cetak Datar ( Offset Printing )
Bagian Utama Mesin Cetak Offset
Setiap mesin cetak Offset dapat dibagi atas beberapa bagian yaitu:
a. Unit penghisap atau suction unit:
Untuk pengumpulan kertas lembar per lember atau
single sheet feeder memakai:
• Tipe penghisap dengan menggunakan batang
penghisap batang penghisap yang menghisap kertas dibagian kepala.
• Kompresor yang berupa pompa/tanpa motor.
Untuk pengumpulan kertas susun sirip/sirih atau
steam feeder memakai:
Tipe penghisap dengan menggunakan suction head
yang menghisap kertas dibagian buntut kertas.
Kompresor dengan motor.
b. Meja penghantar/alat penghantar kertas:
Pada mesin dengan penggunaan lembar per lembar
gripper yang berfungsi membawa kertas dari tumpuka kertas kebagian depan meja penghantar.
Sedangkan pada mesin dengan pengumpan susunan
sirip/sirih kertas dihantar dengan penghisap penghantar kemudian diteruskan ke meja penghantar dan ke bagian depan dengan roda-roda yang berada diatas pita penghantar.
c. Penempatan samping atau side lay/side guide:
Pada mesin dengan pengumpan lembar per lembar
biasanya memakai penempat system dorong. Pada mesin dengan pengumpan susun sirip memakai penempat samping sistem tarik.
d. Penempatan depan atau front lay/front guilde :
Pada mesin dengan penggunaan lembar per lembar
biasanya memakai penepat depan yang bekerjanya dari atas naik/turun dan ini biasanya untuk mesin dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi, maupun ukuran kertas yang tidak terlalu panjang, dan tranfernya ke silinder tekanan
menggunakan swing gripper atau sistem ayun.
Pada mesin dengan pengumpul lembar per lembar
biasanya memakai penepat depan yang bekerjanya dapat dari atas naik/turun ataupun dari bawah naik/turun tegantung pada ukuran mesinnya.
22
e. Alat pengontrol kertas ganda :
Bekerja ada yang secara mechanical, elektro
machanical dan elektronik dengan memakai photo cell.
Pada mesin-mesin dengan kecepatan tinggi, biasanya
dipakai dua macam, elektro machanical dan photo cell,
dengan demikian bila yang satu gagal masih dapat dikontrol oleh yang lain.
f. Alat kontrol terhadap kemiringan kertas atau misalignment :
Alat ini dapat bekerja secara elektro machanical
maupun elektronik dengan photo cell. Untuk mesin-mesin
dengan kecepatan tinggi biasanya digunakan sistem
elektronik photo cell.
g. Alat penumpukan kertas cadangan atau pre loading :
Terdapat dua macam sistem, biasanya dan otomatic.
Pada mesin-mesin berkecepatan tinggi dapat dipesan
dengan menggunakan automatik preloading. Sedangkan
pada mesin berkecepatan rendah biasanya tidak terdapat
automatik pre loading tetapi non automatic, yang dimaksud
automatic disini adalah kertas dapat kita isi dan pertukaran meja dapat dilakukan tanpa harus menghentikan mesin.
Unit Cetak atau Printing Unit Pada Cetak Offset
Unit cetak dapat di bagi menjadi beberapa bagian:
a. Unit permintaan atau inking unit.
Disitu beradanya bak tanpa tinta dan rol-rol tintanya
yang akan menghantar tinta dari bak sampai ke plat. Terdapat empat rol tita yang langsung menempel ke plat
yang sering disebut sebagai roll form. Dengan garis tengah
yang berbeda-beda. Susunan rol-rol akan tergantung kepada tipe mesinnya.
b. Unit pembasah atau dampening unit
Terdapat dua macam tipe yang disebut konvesional
dan system baru seperti alcolor misalnya. Fungsinya adalah
memberikan pembasahan terhadap plat. Pada sistem konvesional terdapat dua rol pembasah yang menempel ke plat dan satu rol jilat yang berfungsi untuk mengambil air
dari bak air. Sedangkan pada sistem baru seperti alcolor,
terdapat hanya satu rol pembasah yang menempel di plat dan rol tersebut juga dihubungkan dengan rol tinta.
Untuk sistem pembasah baru, perlu ditambah
alkohol disamping fountain solution. Karena memakai
alkohol, maka perlu pendingin agar alkohol tidak mudah menguap, harus diingat alkohol yang digunakan disini
24
Pemakaian IPA disini antara 10-15% sedangkan sekali lagi pemakaian IPA tidak mempengaruhi nilai Ph, karena fungsi utamanya untuk mengurangi tegangan permukaan.
c. Unit cetak
Disini masing-masing unit cetak terdiri atas tiga
silinder yaitu:
• Silinder plat.
Pada mesin cetak Heidelberg sistem cetaknya: silinder plat dan silinder karet pinggirannya atau beareanya saling bersinggungan dimana hal itu
sering disebut sebagai bearer contact.
• Silinder karet atau blanket.
Jadi apabila kita menyetel silinder tekan menurut tabal kertas yang akan kita cetak, maka yang bergerak adalah silinder karet silinder tekan tergantung dari tebal kertas.
• Silinder tekanan(impression)
Dan ketiga silinder ini, yang mempunyai griper hanyalah silinder tekanan dan silinder pemindah atau tranfer silinder. Begitu pula pada mesin GTO Heidelberg, silinder tekanan juga 1
lapisan dengan steel jacket atau plat pelapis,yang dapat diganti seandainya rusak.
d. Bagian pengeluaran kertas tercetak atau delivery unit
Pada bagian pengeluaran ini terdapat batang-batang
griper pengambil kertas tecetak untuk dibawa ke meja
penumpukan kertas. Banyaknya batang gripper ada dua
sedangkan untuk mesin yang lebih besar terdapat lebih dari
dua batang gripper.
Disamping itu terdapat roda-roda pengerem kertas
(sheet break), yang berfungsi menahan kertas, manakalah kertas dibawah meja penumpukan. Dengan demikian
26
BAB IV
HASIL DAN EVALUASI
4.1 Prosedur Kerja Praktek
Pelaksanaan kerja praktek di CV. Indah Makmur dilakukan dalam waktu satu bulan (empat minggu) yang keseluruhannya dilakukan di bagian Pre Press sesuai penempatan yang dilakukan oleh penyelia CV. Indah Makmur.
Waktu kerja praktek dimulai pukul 08.00 -17.00 wib , dimulai dengan melakukan absensi yang terbagi menjadi dua, yaitu absensi yang diberikan dari kampus untuk ditandatangani oleh pelaksana kerja praktek dan pembimbing kerja praktek di perusahaan maupun absensi yang diberikan oleh perusahaan sebagai prosedur standard atau resmi terhadap semua karyawan perusahaan.
4.2 Pelaksanaan Kerja Praktek
Pelaksanaan kerja praktek dilakukan berdasarkan atas ketentuan yang diberikan oleh perusahaan atau instansi dalam hal ini adalah CV. Indah Makmur yang dilakukan pada bagian Pre-press. Penempatan dibagian Pre-press ini dilakukan dengan tujuan agar penulis dalam hal ini seseorang yang melakukan kerja praktek dapat lebih banyak mendapat bantuan dari pembimbing karena beliau juga bekerja pada divisi atau bagian Pre-press.
Penulis sebagai pelaku kerja praktek selama melakukan kerja praktek membantu beberapa hal dalam kegiatan pre-press, seperti pada saat staf dibagian pre-press mendapat order yang besar atau ketika staf dibagian pre-
press sedang mengerjakan orderan lain. Selain itu juga penulis melakukan banyak pengamatan langsung ke bagian press dan berinteraksi secara langsung dengan staf pada bagian press dengan tujuan untuk mendapatkan data yang lengkap tentang proses cetak pada CV. Indah Makmur yang nantinya akan ditulis pada laporan kerja praktek penulis.
4.2.1 Metode Kerja Praktek
Untuk membantu penulis dalam pengumpulan data yang nantinya akan ditulis pada laporan kerja praktek, penulis memiliki beberapa beberapa metode yaitu :
Wawancara
Wawancara dilakukan secara langsung kepada staf yang berada pada bagian press dengan tujuan :
a. Mengetahui gambaran secara umum proses produksi pada CV. Indah Makmur, khususnya pada bagian press.
b. Mengetahui apa saja yang perlu disiapkan sebelum memulai proses cetak.
c. Masalah-masalah apa yang terjadi selama proses cetak dan bagaimana cara menanggulanginya.
28
Observasi Lapangan
Metode ini dilakukan dengan cata langsung pada bagian press pada saat proses cetak atau produksi sedang berlangsung. Metode ini dilakukan agar penulis dapat mengamati langsung dan membandingkan data yang telah didapat pada proses wawancara sebelumnya. Tujuan dari metode ini adalah :
a. Berkesempatan langsung untuk melihat dan mengamati proses cetak pada CV. Indah Makmur.
b. Berkesempatan secara laangsung untuk mengamati proses persiapan mesin cetak sebelum melakukan proses cetak.
c. Berkesempatan untuk mengadakan analisa dan penyelesaian terhadap masalah-masalah yang terjadi sebelum proses cetak, saat proses cetak dan sesudah proses cetak.
Praktek
Praktek dilakukan dalam dua devisi yang berbeda. Pada divisi pre-press penulis melakukan praktek dengan tujuan membantu staf pada bagian pre-press menyiapkan beberapa hal sebelum proses cetak. Seperti membantu menerima file dari customer dan melakukan proofing kepada customer, melayout desain, menyiapkan plat cetak (mengcopier image dari film ke plat dan setelah itu mencucinya untuk nantinya siap digunakan untuk proses cetak). Sedangkan pada divisi cetak praktek dilakukan relative lebih sedikit karena pekerjaan dari staf divisi press yang sibuk karena orderan untuk CV. Indah Makmur bisa dibilang padat dan berlangsung secara continue. Praktek pada divisi press antara lain ikut
melakukan penyetelan nomer pada mesin numerator, membantu menyiapkan kertas dan tinta untuk mesin komori dan mesin genstedner, membantu melakukan penyetelan mesin komori dan genstedner sebelum melakukan proses cetak.
4.3 Evaluasi Kerja Praktek
Selama berlangsung kegiatan kerja praktek di CV. Indah Makmur, penulis melakukan berbagai pengamatan pada proses press. Pada proses cetak di CV. Indah Makmur, ada 4 mesin yang sering digunakan yaitu mesin Komori, mesin Genstetner, mesin Nomerator, dan mesin sablon. Mesin Komori dan mesin Genstedner adalah mesin yang paling banyak digunakan untuk melakukan proses press. Sedangkan mesin Nomerator dan mesin sablon jarang digunakan dan digunakan apabila ada pesanan khusus dari customer saja.
Selain melakukan pengamatan terhadap mesin yang ada di CV. Indah Makmur, penulis juga mengamati unsure-unsur utama yang ada dalam proses cetak yaitu jenis kertas yang sering digunakan, tinta yang digunakan, dan bahan penolong yang digunakan. Selain itu penulis juga melakukan pengamatan terhadap masalah-masalah yang terjadi selama proses cetak dan apa yang menyebabkan hal itu bisa terjadi serta bagaimana cara mengatasi masalah tersebut.
30
4.3.1 Proses Cetak
Pada proses cetak ada beberapa unsure utama yang ada di dalam proses cetak. Seperti mesin, kertas, tinta, dan bahan penolong yang digunakan. Berikut adalah penjelasan lebih jelasnya :
A. Mesin
Proses cetak pada CV. Indah Makmur menggunakan 4 mesin yang berbeda yaitu :
1. Mesin Komori 125
Ukuran Plat yang bisa masuk : 65 x 50 cm Warna : 1 warna
Jumlah : 1 buah.
Rata-rata jam kerja : 8 jam per hari.
Sistem Feeder • Lifting Sacker
Berfungsi untuk mengangkat kertas. • Fowarding Sacker
Berfungsi untuk menghantarkan kertas ke unit cetak. • Bagian masukan kertas dapat menerima kertas dengan
ketebalan dari 0,035 mm sampai dengan 0,6 mm. • Swing gripper
Berfungsi untuk mengatur ukuran bagian cetak kertas agar sama dengan ukuran kertas. Setiap pergantian ukuran kertas , harus menyetel kembali sesuai dengan ukuran kertas yang ada.
• Set lay(tarikan)
Berfungsi untuk mengatur tarikan pada saat nanti kertas masuk ke unit cetak.
• Unit pengontrol udara sangat akurat untuk mengirimkan udara untuk penghisapan kertas yang halus.
• Papan penumpuk kertas memungkinkan penyesuaian kiri dan kanan setelah kertas telah ditumpuk.
• Double Sheet Detector.
32
Unit Cetak
Pada unit cetak ini tidak berbeda jauh dengan mesin cetak offset pada umumnya, yang membedakan hanya sistem masuknya kertas yaitu menggunakaan sistem sirih ( buka satu satu seperti pada mesin Heidelberg GTO 52 ). Berikut adalah bagian dari unit cetak :
• Rol Air
Berfungsi untuk mentransferkan air ke roll tinta agar tinta yang duigunakan tidak banyak.
• Rol Tinta
Berfungi mengambil tinta dri bak tinta. • Form Roller
Form Roller terdiri dari lebih dari 1 rol, fungsinya adalah untuk membantu proses cetak.
• Silinder Plat
Berfungsi sebagai tempat meletakkan plat cetak. • Silinder Blanket
Berfungsi untuk memindahkan image dari plat cetak ke kertas.
• Silinder Impresi
Berfungsi menekan kertas ke blanket agar image tertransfer dengan baik.
Unit Delivery
• Sheet break/decoler
Berfungsi menghantarkan kertas ke meja penumpuk kertas. • Jogger.
Berfungsi sebagai tempat menumpuk cetakan. • Spay Powder
Berfungsi menyemprotka bedak ke cetakan agar saat ditumpuk tidak set-off.
Proses Cetak Pada Mesin Komori
• Setelah kertas ditumpuk di meja tumpuk kertas, kertas diambil oleh lifting sacker (dihisap). Pada bagian ini yang membedakan mesin komori dengan mesin GTO 52, jika pada GTO 52 kertas bejalan satu-satu pada mesin Komori kertas berjalan secara beruntun (sistem sirih). • Lalu kertas diarahkan ke forwarding sacker untuk di
bawa ke unit cetak (di jepit).
• Lalu kertas di bawa oleh beberapa rol perantara untuk ditekankan kepada blanket dengan bantuan silinder impresi.
Setelah image tertransfer ke kertas, kertas dibawa oleh decoler untuk di tempatkan di jogger ( papan penumpuk. Dan selam proses jalan dri unit cetak menuju ke bagian delivery kertas yang sudah tertransfer image tersebut akan
34
diseprot bedak, fungsinya adalah agar cetakan tidak set-off saat ditumpuk di jogger.
2. Mesin Genstetner
Ukuran Plat yang bisa masuk : 25 x 33 cm Warna : 1 warna
Jumlah : 2 buah. ( yang 1 sedang dalam perbaikan ) Rata-rata jam kerja : 8 jam per hari.
Bagian dari mesin genstetner pada dasarnya sama dengan mesin offset kebanyakan. Tetapi pada mesin Gensetner bagiannya lebih sederhana karena kapasistas cetaknya kecil, dan tidak diperuntukkan untuk mencetak dengan oplah besar.
Sistem Feeder • Lifting Sacker
Berfungsi untuk mengangkat kertas. • Fowarding Sacker
Berfungsi untuk menghantarkan kertas ke unit cetak. • Swing gripper
Berfungsi untuk mengatur ukuran bagian cetak kertas agar sama dengan ukuran kertas. Setiap pergantian ukuran kertas , harus menyetel kembali sesuai dengan ukuran kertas yang ada.
• Set lay(tarikan)
Berfungsi untuk mengatur tarikan pada saat nanti kertas masuk ke unit cetak.
• Papan penumpuk kertas memungkinkan penyesuaian kiri dan kanan setelah kertas telah ditumpuk.
36
Bagian dari mesin genstetner pada dasarnya sama dengan mesin offset kebanyakan. Tetapi pada mesin Gensetner bagiannya lebih sederhana karena kapasistas cetaknya kecil, dan tidak diperuntukkan untuk mencetak dengan oplah besar.