• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II

URAIAN TEORITIS

2.1 Pengertian Restoran

Restoran adalah suatu tempat atau bangunan yang di organisasi secara komersial, yang menyelenggarakan pelayanan dengan baik kepada semua tamunya baik berupa makanan maupun minuman.

Terdapat banyak defenisi mengenai restoran. Menurut Wojowasito dan Poerwodaminto, yang dimaksud dengan design di dalam suatu restoran adalah rencana, maksud atau tujuan (Restoran & Segala Permasalahanny : 1999, Marsum W. A). Jadi restoran sebenarnya adalah suatu bisnis yang direncanakan dengan baik yang dimaksudkan dan ditujukan untuk suatu tujuan tertentu.

Dalam suatu restoran ada tiga macam design, yaitu how to run it, howo to do it, dan how to get it. Bagaimana kita mengelolanya, bagaimana mengrjakannya dan bagaimana mendapatkannya.

Tujuan operasi restoran adalah untuk mencari untung sebagaimana tercantum dalam definisi Prof. Vanco Christian dari School Hotel Administration di Cornell University (Restoran & Segala Permasalahanny : 1999, Marsum W. A). Selain mencari untung, membuat puas para tamu pun merupakan tujuan utama restoran. Dalam bisnis ini terjadi semacam barter antara pembeli dengan penjual, dalam hal ini antara produk jasa dan uang. Barter ini tidak akan berjalan mulus kalau petugas

– petugas yang akan menangani pelayanan tidak diseleksi secara cermat, dididik, dilatih dengan baik, diajar berkomunikasi, dikoordinasikan dengan teliti serta dipersiapkan dengan sepenuh hati. Ingatlah bahwa restoran mempunyai tujuan untuk mengejar keuntungan demi kelangsungan hidup usaha tersebut.

Restoran dalah suatu usaha, karena itu kita harus tahu pasti bagaimana mengelolahnya, bagaimana membuat tamu – tamu senang dan puas sehingga mereka selalu berkeinginan untuk menjadi langganan restoran kita. banyak usaha dan upaya yang harus kita tempuh agar tujuan operasi restoran dapat terwujud dengan baik.

2.2 Peranan Restoran di Hotel

Industri jasa perhotelan disebut sebagai Hospitality Industry atau industri yang menjual jasa keramah-tamahan, terdiri dari :

1. Accomodation Industry 2. Food Service Industry

Dahulu manajemen yang dipakai oleh hotel untuk menarik para tamu agar berulang kali datang dan betah tinggal di hotel itu adalah dengan memberi makanan yang banyak dan lezat kepada para tamu. Pada waktu itu restoran pada hotel hanya disediakan untuk para tamu yang menginap di hotel tersebut. Tamu dari luar hotel tidakboleh makan di dalam restoran yang ada di hotel. Sebaliknya, tamu yang menginap disuatu hotel, tidak boleh makan di restoran yang ada di luar hotel.

Namun, kini keadaannya jauh berbeda. Restoran yang ada di suatu hotel terbuka bagi siapa saja, baik tamu yang menginap di hotel ataupun tamu yang datang dari luar dan tidak menginap di hotel. Begitu juga, para tamu yang menginap di suatu hotel bebas makan di mana saja, bisa di restoran yang ada di hotel tempat menginap, di restoran lainnya ataupun restoran yang tersebar di luar bangunan hotel. Dalam keadaan yang demikian ini, maka peranan restoran menjadi sangat penting. Restoran – restoran semakin berlomba untuk meningkatkan mutu makanan serta pelayanan yang maksimal dengan harapan bisa mendatangkan tamu sebanyak – banyaknya sehingga bisa menghasilkan tingkat penjualan dan keuntungan yang tinggi.

Namun harus selalu kita ingat bahwa dalam pengoperasian hotel maupun restoran mempunyai dua tujuan yang harus dicapai dalam waktu yang bersamaan, yakni :

1. Mendapatkan keuntungan

2. Memberikan kepuasan bagi para tamu

Sedangkan unsur yang membuat suksesnya pelayanan di ruang makan adalah: 1. Perilaku (Attitude) : unsur ini harus berpangkal dari sifat dasar asli dari staff restoran untuk berbuat semua yang layak guna memenuhi apa yang dibutuhkan dan diinginkan para tamu selama mereka menikmati makanan dan minuman di restoran.

2. Efesiensi atau ketepatgunaan : bagaimana cara staff restoran mengorganisasikan operasi pelayanan makan untuk menjual atau

mengantarkan produksi makanan secara efesien. Efesiensi juga berarti suatu restoran cepat saji dan segala sesuatu yang berkenaan dengan langkah – langkah pelayanan yang baik waktu tamu sedang sepi namun dapat menghasilkan profit rata – rata yang tinggi, di dalam restoran yang menjual hidangan ala carte. Efesiensi juga berarti mengurangi pemborosan dari suatu sumber yang mahal agar biaya tidak lebih tinggi dari yang telah ditentukan, yang akan menyebabkan kekurangannya laba atau keuntungan restoran.

Salah satu tujuan dari seorang Food and Beverage Manager adalah memberikan kesempatan kepada staff pelayanan untuk meningkatkan keahlian yang dimiliki dan meningkatkannya lebih jauh lagi. Dengan cara ini maka tamu tidak hanya akan menghargai cara pendekatan petugas restoran, tetapi operasional restoran yang akan menjadi keuntungan atau pendapatan.

2.3 Peralatan (Equipment) di Restoran

Keberhasilan dalam melaksankan suatu usaha restoran sangat ditentukan oleh adanya kelengkapan peralatan dan perlengkapan yang dapat menunjang operasional restoran. Tata letak yang menarik juga diperlukan untuk memberikan kesan pertama yang baik kepada semua tamu yang berkunjung.

Kualitas perlengkapan dan peralatan yang akan digunakan memegang peranan sangat penting. Oleh karena itu, dalam memilih pengadaannya harus disesuaikan dengan :

2. Jenis restoran dan jenis pelayanan yang akan diterapkan. 3. Lokasi dan tata letak restoran.

4. Dana yang tersedia.

Perlengkapan dan peralatan restoran dapat dibagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan jenisnya yang meliputi :

1. Furniture 2. Linen 3. Chinawares 4. Glasswares 5. Tablewares 2.3.1 Furniture

Furniture atau perabot untuk keperluan restoran harus benar – benar diseleksi secara cermat sehingga semua dapat berfungsi dengan kebutuhannya. Furniture tersebut harus praktis, nyaman dipakai, serta sedap dipandang.

Hal – hal yang harus diperhatikan waktu membeli peralatan untuk keperluan restoran ialah :

• Tipe pelayanan yang akan ditampilkan dalam restoran tersebut, • tipe tamu – tamu yang diharapkan,

• warna yang disenangi,

• mudah disimpan dan apabila rusak mudah diperbaiki, • perbandingan untuk barang yang mudah pecah, • tetap dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama, • harga dan dana yang tersedia.

a. Kursi

Kursi – kursi dalam ruang makan disusun dan diatur sedemikian rupa sehingga selalu Nampak rapi dalam barisannya, model dan warna yang menarik setiap saat. Karena kursi bervariasi bentuk dan ukurannya, tinggi dan lebarnya, maka agar ruangan itu dapat menampung banyak tamu, ruangan itu perlu diatur dengan patokan tertentu.

b. Meja

Ada bermacam – macam bentuk meja makan, dan bentuk meja makan yang umum digunakan adalah :

• bentuk bulat,

• bentuk elips atau lonjong telur, • bentuk bujur sangkar,

Restoran – restoran yang baik biasanya di atas permukaan meja ditutupi dengan kain moulton atau silent cloth terlebih dahulu sebelum dipasang taplak meja. Kain moulton atau silent cloth atau sering juga disebut silent pad, yaitu kain yang tebuat dari bahan yang mudah menyerap cairan, seperti kain flannel misalnya, atau sejenis kain busa dengan ukuran yang sedikit lebih kecil dari taplak meja yang akan dipakai untuk menutupi meja itu.

Manfaat taplak meja dan silent pad adalah :

1. Menahan panas dari barang – barang panas yang diletak di atas meja itu sehingga permukaan meja tidak cepat rusak.

2. Menahan bunyi dari benda – benda keras yang diletak di atas meja, seperti piring, pisau dan sebagainya.

3. Untuk menahan taplak meja agar tidak mudah tergelincir. 4. Untuk menyiap cairan atau minuman yang tumpah.

c. Side Stand

Side stand, side board atau meja samping ialah semacam meja atau yang di letakkan di pojok atau tepi – tepi ruang makan untuk melancarkan pelayanan.

Bagian atas atau permukaan dari side board dibuat dari bahan yang tahan panas dan mudah dibersihkan. Apabila kita menggunakan hot plate yang harus diletakkan di atas side board itu, sebaiknya jangan disimpan terlalu tinggi agar mudah untuk mengambilnya.

Alat – alat yang biasanya di simpan di side board adalah : 1. Service spoons and forks

2. Dessert spoons and forks 3. Fish knives and forks 4. Meat knives

5. Side knives.

2.3.2 Linen

Linen adalah barang – barang yang terbuat dari kain untuk keperluan operasi restoran. Persediaan linen yang masih baru dan siap dipakai disimpan oleh Housekeeping Department, di Linen Room. Linen hanya bisa dikeluarkan apabila ada permintaan yang dibubuhi tandatangan Food and Beverage Manager yang dibuat rangkap dua,yang asli disimpan oleh Housekeeping Department dan yang rangkap disimpan di buku permintaan, dan disimpan di Food and Beverage Service Area sebagai pegangan.

Cara penyimpanan linen yaitu:

1. Dikelompokkan dengan sejenisnya, misalnya serbet makan dengan serbet makan. Untuk taplak meja, pengelompokkannya berdasarkan ukurannya. 2. Ditumpuk secara rapi dengan lipatan yang menghadap ke arah luar agar

3. Kalau linen tidak dapat disimpan di lemari, haruslah diberi tutup agar permukaan terhindar dari kotoran dan debu.

Tabel 2.1 Jenis – jenis Linen di Restoran No. Jenis Linen Keterangan

1 Taplak meja Ukuran 137 cm x 137 cm, untuk meja ukuran 76 cm x 76 cm atau meja yang berdiameter 100 cm. ukuran 183 cm x 244 cm untuk meja berbentuk bujur sangkar. Ukuran 183 cm x 173 cm untuk meja berbentuk bujur sangkar.

2 Slip Cloths Ukuran 100 cm x 100 cm. Gunanya untuk menutupi a gubby table cloth (taplak meja yang hanya kotor sedikit). 3 Napkin atau serbet

makan

Ukuran 46 cm/50 cm persegi (dari kain) 36 cm/42 cm (untuk kertas). Gunanya untuk penghias meja makan, menutupi pangkuan waktu di meja makan agar apabila ada makanan yang jatuh tidak mengotori baju, untuk mengelap mulut sewaktu dan sehabis makan.

4 Buffet cloths

(taplak meja khusus untuk prasmanan)

Ukuran 200 cm x 200 cm.

5 Trolley and side board cloths

Biasanya diambil dari taplak meja yang sudah tidak dipakai lagi atau sudah robek.

6 Waiters cloths, service cloths

Kadang juga disebut dengan arm towels, yang biasnya digunakan untuk melindungi tangan agar tidak terkena panas oleh waiters.

7 Tea and glass cloths

Kadang juga disebut dengan glass towel yang biasanya digunakan untuk mengelap dan membersihkan gelas – gelas. Biasanya terbuat dari bahan kapas karena sifatnya menyerap cairan.

8 Tray cloths Biasnya terbuat dari kain flannel yang berguna untuk menjaga agar baki tidak licin dan menyerap cairan/minuman yang tumpah di atas baki.

9 Skirting Berguna untuk menutupi keliling bagian bawah meja sehingga segala sesuatu yang ada dibawah meja itu tidak kelihatan dan Nampak rapi.

Sumber : Buku Restoran & Segala Permasalahannya, Masrum W. A.

2.3.3 Chinawares

Chinaware adalah pecah belah yang terbuat dari bahan keramik, porselin atau tembikar untuk keperluan operasi restoran.

Beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam membeli pecah-belah dari keramik, perlu diingat hal-hal seperti penggunaan pecah belah dari keramik antara lain :

1. Setiap barang keramik hendaknya lengkap dengan tutupnya dan barang itu hendaknya bersifat kekaca-kacaan agar tetap tahan lama.

2. Barang keramik tersebut hendaknya berbentu gilingan pada ujung tepinya. 3. Periksalah contohnya apakah dibagian bawah dan atasnya sudah halus

mengkilap dan bersifat kekaca-kacaan.

Beberapa contoh merek keramik yang terkenal : 1. Vitreous

2. Vitrock

3. Viterx-Vitresso 4. Ironstone 5. Vitrified

Sedangkan Micratex adalah salah satu bentuk tembikar di mana kekuatannya melebihi chinawares, dibuat dari tanah liat yang diproses melalui teknik – teknik yang sedemikian rupa sehingga menambah kekuatannya tetapi tanpa menambah beratnya.

Berikut ini adalah contoh chinaware yang biasanya digunakan pada restoran di hotel yaitu :

2. Dessert plate

3. Bread & Butter plate 4. Fish plate

5. Souph plate

6. Consomme with saucer 7. Soup cup with saucer 8. Demitasse cup with saucer 9. Tea pot

10.Hot water jug 11.Cream jug 12.Milk jug 13.Egg cup 14.Ashtray 15.Sugar bowl 16.Butter dishes

17.Salt & papper shaker 18.Flower pass

2.3.4 Glasswares

Gelas merupakan salah satu peralatan pelengkap untuk ditata diatas meja yang tidak kalah penting dibandingkan peralatan lainnya dalam menunjang penampilan di

Pada umumnya ada tiga macam glassware yang biasa digunakan untuk ditata di atas meja seperti yang tertera pada gambar 2.1, yaitu :

1. Water goblet 2. Red wine glass 3. White wine glass

Gambar 2.1 (dari kiri ke kanan) : Water Goblet, White Wine Glass, Red Wine Glass (dari kiri)

Sumber :

2.3.5 Tablewares

Tableware atau peralatan makan (gambar 2.2) adalah peralatan yang biasa dipergunakan untuk makan di restoran dan biasanya ditata di atas meja makan.

Peralatan tersebut dapat dibagi dalam tiga kategori yaitu : • Flatwares : mengacu pada semua jenis sendok dan garpu.

Cutlery : mengacu pada semua jenis pisau atau alat memotong lainnya.

Hollowares : terdiri dari semua jenis peralatan yang beronggs, sperti

Gambar 2.2 : Tablewares

Sumber:http://www.chinatraderonline.com/Tableware/Fork-Knife Spoons/Tableware-115645371.htm

2.4 Tugas dan Tanggung Jawab Pegawai Restoran

Dalam suatu usaha restoran pegawai atau staff merupakan suatu elemen penting untuk memajukan dan mewujudkan suatu usaha restoran tersebut tersebut. Pegawai yang ada pada suatu restoran terbentuk dalam suatu organisasi restoran yang memiliki suatu tanggung jawab dan uraian tugas sesuai dengan jabatan.

2.4.1 Restaurant Manager

Restaurant Manager mengepalai seluruh operasi dari semua restoran atau outlet yang ada disuatu hotel, atau pimpinan tertinggi di suatu restoran di luar hotel. Secara garis besar, tugas – tugas seorang Restaurant Manager adalah :

1. Mengontrol seluruh personalia restoran 2. Mengontrol mengenai pekerjaannya 3. Mengontrol jam kerja atau absensinya

4. Selalu menjaga mutu pelayanan dan konsistensi 5. Bertanggung jawab atas operasional seluruh restoran.

2,4.2 Head Waiters dan Asistant

1. Bertanggung jawab atas semua tingkat pelayanan.

2. Memelihara ruangan restoran agar tetap bersih, nyaman, rapi, dan menarik. 3. Sebelum dining room buka, sebagian besar peralatan restoran harus dikontrol

dan diperhatikan.

5. Menerima informasi – informasi penting baik dari Chef maupun Restaurant Manager.

6. Menerima pembukuan atau pesanan tempat pada special event, tamu – tamu penting atau VIP Guests.

7. Menentukan tempat untuk tamu – tamu rombongan ataupun VIP Guests. 8. Mengatur para Captain, Waiters serta Busboy pada station masing – masing. 9. Menangani keluhan tamu yang merasa tidak puas terhadap pelayanan yang

diberikan.

2.4.3 Captain

1. Sebelum restoran dibuka, Captain harus memeriksa apakah restoran sudah ready untuk dibuka atau belum.

2. Sewaktu tamu masuk ke restoran, tamu harus disambut dengan greetings dan diantar ketempat duduknya.

2.4.4 Waiters

Tabel 2.2 : Tugas dan tanggung jawab waiters di restoran No. Jadwal Tugas Waiters Tugas – tugasnya

1. Tugas Waiters sebelum jadwal operasional restoran

1. Memeriksa tutup meja atau table setting secara keseluruhan. Apabila ada alat yang kurang, harus dilengkapi; yang cacat, flek, gempil atau retak, harus diganti; kalau

belum rapi, harus dirapikan.

2. Memeriksa meja samping atau side stand. Side stand merupakan tempat mise en place, yakni tempat persiapan alat-alat yang sudah siap pakai dan disusun secara rapi; juga tempat menaruh bumbu atau sedap-sedapan; sehingga dalam keadaan sibuk pun kelengkapan alat-alat maupun bumbu dapat diatasi demean baik

3. Memberi petunjuk kepada Busboy cara membersihkan alat-alat, sedap-sedapan, juga cara kerja lain setiap hari

4. Mempersiapkan daftar makanan, minuman, serta daftar minuman anggur

5. Melengkapi tutup meja sesuai dengan makanan yang dipesan terlebih dahulu; misalnya tamu-tamu rombongan; dan sebagainya.

2. Tugas Waiters sewaktu jadwal opersional restoran

1. Membantu Captain atau Head Waiter dalam hal menyambut dan mengantar tamu ke tempat duduk yang sesuai atau ke meja yang

sudah dipesannya.

2. Mengambil pesanan minuman ke bar atau makanan ke dapur dengan dibantu oleh

Busboy kalau perlu, serta

menghidangkannya kepada tamu yang memesannya

3. Memeriksa apakah mungkin soup sudah dapat dihidangkan karena tamunya telah selesai dengan makanan pembuka; adakah pesanan makanan untuk anak-anak yang perlu didahulukan, dan sebagainya

4. Melayani para tamu secara keseluruhan demean baik

5. Dalam waktu-waktu tertentu mengadakan penghitungan atau inventory terhadap semua alat di restoran, teramasuk juga taplak meja, serbet makan, lap gelas, dan sebagainya. 3. Tugas Waiters sesudah

jadwal operasional restoran

1. Merapikan meja-kursi serta kereta yang tadi dipakai untuk melayani tamu; mengatur dan menyusunnya di tempatnya masing-masing 2. Mengganti taplak meja yang perlu diganti

3. Membersihkan meja dan kursi Dari remah-remahan makanan

4. Membersihkan dan mengeringkan semua alat yang habis dicuci Dari tempat pencucian; gelas untuk air es, pisau, sendok, garpu, pengoles mentega, piring roti, cangkir, tatakan, dan sebagainya

5. Menutup kembali meja makan dengan lengkap dan rapi

6. Menyimpan kembali daftar makanan, minuman dan anggur di tempatnya dengan rapi

7. Membersihkan mulut botol – botol penambah rasa dan kemudian menyusunnya kembali dengan rapi di atas meja samping atau side stand

8. Merapikan dan membersihkan side stand secara keseluruhan

9. Menyingkirkan semua sisa makanan dan minuman dari daerah restoran; selain demi kerapian dan kebersihan, juga untuk

menghindari adanya tikus serta kecoa

10.Mengantarkan seluruh alat yang kotor ke tempat pencucian

11.Menghubungi Houseman untuk

membersihakan karpet serta bak-bak sampah yang ada di dalam restoran

12.Menghubungi bagian Engineering untuk mematikan AC

13.Mematikan lampu; memutuskan atau mematikan aliran listrik yang sudah tidak dipakai lagi

14.Melaporkan kepada Captain atau Head Waiter apabila terjadi kesulitan-kesulitan, pernyataan tidak puas, atau saran-saran dari tamu

15.Mengusahakan agar saat-saat berikutnya segala sesuatunya akan menjadi lebih baik dan lebih lancar.

16.Seorang waiters harus mempunyai daya ingat (Memory) tentang tamu – tamu. Hal ini dapat dilakukan dengan mencatatnya dan

mengingat apa kesukaan tamu yang sering datang ke restoran karena tamu itu akan senang dan merasa mendapat kehormatan kalau namanya di hafal oleh waiters, captain, maupun Head Waiter.

17.Sewaktu meninggalkan restoran memastikan bahwa semuanya, memeriksa semua laci dan pintu sudah dikunci dengan baik. Juga memeriksa keseluruhan di dalam restoran agar sudah teratur dengan baik.

Sumber : Buku Restoran & Segala Permasalahannya, Masrum W. A. 2.4.5 Bushboy

Bertugas membantu waiter dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari di restoran, restoran, terutama pada waktu persiapan (mise en place), mengangkat piring kotor, maupun mengambil makanan dari dapur.

2,4.6 Hostess

Bertugas sebagai nyonya rumah atau greeter demean tugas menyambut tamu yang datang ke restoran, mulai dari mengucapkan salam, membimbing tamu ke meja, membantu tamu duduk, dan mengantar tamu meninggalkan restoran sampai ke pintu

Wine butler adalah petugas restoran yang mempunyai keahlian tentang minuman anggur (wine), mulai dari cara menawarkan, membuka, mencicipi, hingga menyajikannya kepada tamu.

2.5 Hubungan Kerjasama Antara Restoran dengan Departemen Lainnya di

Hotel

1. Hubungan kerjasama antara restoran dengan Front Office Cashier : petugas restaurant cashier harus segera mengirimkan setiap bon penagihan yang dibayar oleh tamu. Baik tamu yang menggunakan kartu kredit maupun tamu yang membubuhkan tanda tangan pada restaurant bill ke Front Office Cashier, yakni untuk digabungkan pada Front Office Guest Bill tamu yang bersangkutan yang terdapat di Front Office. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya keterlambatana dalam pembayaran pada saat tamu Check Out. 2. Hubungan kerjasama antara restoran dengan Bar : bar merupakan bagian

yang khusus dalam menyediakan kebutuhan tamu akan minuman. Oleh karena itu, bar akan selalu menyediakan dan memenuhi setiap jenis minuman sesuai dengan pesanan tamu yang berada di restoran.

3. Hubungan kerjasama antara restoran dengan Kitchen : kitchen merupakan bagian yang memproduksi, menyediakan, dan memenuhi setiap jenis makanan sesuai dengan pesanan tamu yang tertulis pada Slip Order.

4. Hubungan kerjasama antara restoran dengan Pastry : dalam setiap pemesanan makanan penutup.

5. Hubungan kerjasama antara restoran dengan Linen Room : bagian linen akan menyediakan dan memenuhi berbagai jenis linen bersih yang diperlukan oleh restoran sesuai dengan permintaan yang tertulis di Requisition Sheet.

6. Hubungan kerjasama antara restoran dengan Daily Store : daily store bertugas menyediakan kebutuhan restoran berdasarkan daftar permintaan yang diajukan, seperti bumbu – bumbu, salt&papper, dan lain sebagainya yang diperlukan sehari – hari.

7. Hubungan kerjasama antara restoran dengan General Store : general store bertugas menyediakan kebutuhan bagi setiap daily store di setiap departemen. Khusus untuk restoran, general store memenuhi kebutuhan untuk barang – barang seperti serbet kertas, placemats, stirrer, toothpicks, dan lain sebagainya. Permintaan dilakukan secara periodic dengan menggunakan requisition form.

8. Hubungan kerjasama antara restoran dengan Housekeeping : housekeeping secara rutin akan membersihkan area restoran dengan menggunakan berbagai peralatan, seperti alat pel atau alat penyerap debu.

9. Hubungan kerjasama antara restoran dengan Stewarding : stewarding bertugas sebagai penyedia peralatan dan perlengkapan makanan dan minuman direstoran.

10.Hubungan kerja sama dengan Engineering : engineering akan segera memperbaiki kerusakan perlengkapan dan peralatan yang digunakan di

2.6 Struktur Organisasi Restoran

Beberapa jenis struktur organisasi restoran seperti terlihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 2.3 : Struktur Organisasi di Restoran Kecil

Gambar 2.5 : Struktur Organisasi Restoran Besar

BAB III

GAMBARAN UMUM HOTEL J.W. MARRIOTT MEDAN

3.1 Visi dan Misi J.W. Marriott Hotel

Visi dari Marriott yakni: “To be the global hospitality leader”, yang berarti

Dokumen terkait