program yang dilakukan pada saat KKN, baik yang menggambarkan keberhasilan maupun ketidakberhasilan pelaksanaan KKNdi lokasi tersebut.
Selanjutnya dibagian terakhir adalah Epilog. Bagian ini berisikan kesan-kesan masyarakat dan mahasiswa terhadap kegiatan KKN yang telah berlangsung. Kesan masyarakat merupakan hasil wawancara dengan para tokoh masyarakat maupun masyarakat yang ikut terlibat dalam kegiatan KKN-PpMM, beserta kesan mahasiswa berupa kisah inspiratif dan kesan yang diperoleh selama KKN-PpMM yang memberikan pelajaran dan memberikan inspirasi bagi pembacanya.
15 BAB II
METODE PELAKSANAAN PROGRAM A. Metode Intervensi Sosial
Menurut Ismandi intervensi sosial adalah upaya perubahan terencana terhadap individu, kelompok, maupun komunitas. Dikatakan perubahan terencana agar upaya bantuan yang diberikan dapat dievaluasi dan diukur keberhasilannya. Intervensi sosial dapat pula diartikan sebagai suatu upaya untuk memperbaiki keberfungsian sosial dari kelompok sasaran perubahan, dalam hal ini, individu, keluarga, dan kelompok. Keberfungsian sosial menunjuk pada kondisi di mana seseorang dapat berperan sebagaimana seharusnya sesuai dengan harapan lingkungan dan peran yang dimilikinya.3
Penggunaan kata „intervensi sosial‟ dari pada „intervensi‟ bertujuan menggarisbawahi dua pertimbangan: Pertama, individu merupakan bagian dari sistem social, sehingga walaupun metode bantuan utama adalah terapi psikologi yang bersifat individu, lingkungan sosialnya juga perlu diberikan „perlakuan‟ atau intervensi. Hal ini didasari pandangan bahwa klien akan dikembalikan kepada lingkungan asalnya kelak setelah sembuh. Apabila lingkungan sosialnya tidak dipersiapkan untuk menerima klien kembali, dikhawatirkan kondisi klien kembali seperti semula sebelum mendapat penanganan Kedua, intervensi sosial menunjuk pada area intervensi dan tujuan. Hal ini kemudian akan memunculkan pertanyaan siapakah yang menentukan tujuan.
Sebelum melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), hal yang terlebih dahulu dilakukan adalah menentukan program apa yang akan dilaksanakan selama pelaksanaan kegiatan KKN. Langkah awal dalam menentukan program adalah menentukan strategi intervensi berdasarkan prioritas masalah yang dihasilkan.
Ada dua strategi intervensi pemberdayaan masyarakat: 1. Gerakan Pemberdayaan
Pemberdayaan dilakukan jika akar masalah berada pada ketidakberdayaan dari masyarakat. Tujuan dan target strategi ini adalah masyarakat mengetahui, sadar, mau, dan mampu melaksanakan tindakan solutif.
3 Adi,Isbandi Rukminto Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial: Pengantar Pada
16|Membangun Asa di Desa Sukamanah
2. Bina Suasana
Pemberdayaan dilakukan apabila akar masalah berada pada Bidang Sosial dan Lingkungan untuk memperoleh kemanfaatan. Tujuan dan target strategi ini adalah menyediakan Bidang Sosial berupa membangun potensi, peluang, atau pendukung untuk tindakan solutif oleh masyarakat.
B. Pendekatan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Sebelum pendekatan dalam pemberdayaan yang digunakan untuk KKN melalui 2 pendekatan, yaitu: problem solving approach dan Asset Based
Approach. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan penulis dalam
pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata adalah: problem solving approach
Problem solving approach adalah suatu konsep pengembangan
masyarakat yang didasarkan pada manusia dan komunitasnya mampu menggabungkan masalah-masalah dan mencari solusi untuk kepentingan warga komunitas. Pendekatan masalah memandang manusia sebagai mahkluk yang rasional. Pendekatan pemecahan masalah menekankan pada tiga elemen penting, yakni : kolektivitas masyarakat, lokasi geografis dan pelembagaan yang memberikan identitas khusus pada komunitas. Asumsi yang digunakan dalam pendekatan pemecahan masalah untuk pengembangan komunitas antara lain:
1. pendekatan pemecahan masalah memandang manusia sebagai makhluk yang rasional;
2. manusia dan komunitasnya mampu menggambungkan masalah-masalah dan mencari solusi untuk warga komunitas;
3. keberhasilan pendekatan ini bergantung pada ketersedian dan kemampuan peneliti, penyebaran informasi, keahlian, dan kemampuan organisasi.
Tahap-tahap implementasi pendekatan pemecahan masalah dalam pengembangan masyarakat sebagai berikut:
a. Identifikasi masalah adalah suatu kepekaan, sebagai bagian dari komunitas yang terpengaruh oleh masalah yang ada. Terjadi perluasan masalah karena ada pertumbuhan yang tidak berisi atau lebih dominan untuk melakukan tindakan daripada melakukan solusinya.
b. Setelah masalah diidentifikasi, dipelajari dan dimengerti, langkah berikutnya adalah menggerakkan sumber daya yang diperlukan untuk mengaktifkan berbagai jenis kemampuan warga komunitas,
Membangun Asa di Desa Sukamanah|17
mengaktifkan energi dan imajinasi sebagai suatu proses penting dalam pengembangan komunitas.
c. Perencanaan program pengembangan masyarakat dengan membutuhkan semua faktor yang mempengaruhi semua komunitas. Dalam rangka perencanaan warga komunitas harus mempunyai kesempatan untuk mengkritik dan memberikan saran membangun. d. Dengan dukungan penuh warga komunitas dilakukan upaya
penggerakkan kapasitas komunitas untuk melayani dan mendukung suatu kegiatan pengembangan msyarakat diatas keragaman warga komunitas, dan ;
e. Tahap pemecahan masalah yang efektif dan membutuhkan evaluasi, yang berarti tidak ada hal terakir yang tidak penting. Bahkan sesungguhnya akir kegiatan akan tetap ada, penilaian akir harus dilakukan terhadap semua semua tahap.
Dalam hal ini, proses pemberdayaan (empowerment) ditunjukan untuk “membantu klien memperoleh daya (kuasa) untuk mengambil keputusan dan menentukan tindakan yang akan ia lakukan yang terkait dengan diri mereka, termasuk menngurangi efek hambatan pribadi dan sosial dalam melakukan tindakan. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kemampuan dan rasa percaya diri untuk menggunakan daya yang ia miliki, antar lain melalui transfer daya dari lingkungan.
Beberapa kelebihan dalam pendekatan ini antara lain ditunjukan bahwa permasalahan bukan hanya pada arti dan defenisi komunitas, tetapi cara yang efektif untuk mengembangkan masyarakat sehingga pengembangan masyarkat dapat lebih efektif dan tepat sasaran. Pengembangan masyarakat dipandang sebagai tujuan khusus, yaitu suatu proses atau tujuan untuk mengatasi masalah-masalah sosial, sehingga tujuannya lebih spesifik dan batasannya jelas.4
4 Fredian Tonny Nasdian, Pengembangan Masyarakat, (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2014), hal.89.
18|Membangun Asa di Desa Sukamanah
“Pembelajaran tidak didapat dengan kebetulan. Ia harus dicari
dengan semangat dan disimak dengan tekun”
19 BAB III
KONDISI DESA SUKAMANAH A. Sejarah Singkat Desa Sukamanah5
Di usianya yang terbilang muda, dimana hingga saat ini Desa Sukamanah baru memiliki 2dusun. Desa Sukamanah menyimpan banyak sejarah apabila dilihat dari berbagai aspek. Berawal dari pembentukan Desa Sukamanah yang merupakan hasil pemekaran dari Desa Taban pada tahun 1982. Desa Taban merupakan desa terbesar dari 9 desa lainnya se-kecamatan Jambe, sebelum dilakukan pemekaran menjadi Desa Sukamanah. Dengan potensi yang ada, warga setempat menjadikan hal-hal tersebut sebagai pertimbangan untuk membentuk desa baru atau pemekaran dari Kampung Sukamanah menjadi Desa Sukamanah. Kepala desa yang pertama kali adalah Bapak Idis pada tahun 1982-1988, selanjutnya kepala desa yang kedua terpilih oleh Bapak Sayuti pada tahun 1988-1988, selanjutnya yang ke tiga dipimpin oleh Bapak Samsudin pada tahun 1988-2005, selanjutnya kepala desa yang ke empat yaitu Bapak Tato Setiawan dari tahun 2005-2013, selanjutnya kepala desa yang kelima oleh bapak Darul dari tahun 2013 hingga saat ini.
B. Letak Geografis Data Monografi Desa:
1. Nama Desa : Sukamanah
2. Nomor Kode Pos : 15720
3. Kecamatan : Jambe
4. Kabupaten/ Kota : Tangerang
5. Provinsi : Banten
Berdasarkan hasil survei, Sukamanah memiliki luas wilayah 420 hektare dengan sebagian besar luas wilayah didominasi area persawahan. Sukamanahmemiliki batas wilayah:6
Sebelah Utara : Desa Jagabita Sebelah Selatan : Desa BitungCiletet Sebelah Barat : Desa Taban
5Profil Desa Sukamanah 2013, Dokumen tidak dipublikasikan.
6Desa Sukamanah, Desa Sukamanah: Pusat Informasi Mengenai Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tanggerang, diakses pada 28 Maret 2017 dari:
20|Membangun Asa di Desa Sukamanah
Sebelah Timur : Desa Jagabita
Selain batas daratan, desa ini juga berbatasan dengan anak Sungai Cisadane, yaitu Sungai Cimatuk yang mengalir langsung ke Sungai Cisadane.
LetakDesa Sukamanah dalam cakupan satu kabupaten adalah sebagai berikut:7
Gambar 3. 1: Peta Lokasi Desa Sukamanah
7Atep Sain, Peta Kota Jambe, diakses pada 28 Maret 2017 dari: http://info-kotakita.blogspot.com/2016/07/peta-kota-jambe.html
Membangun Asa di Desa Sukamanah|21 Gambar 3. 2: Peta Layanan Pengabdian
Keterangan:
1. Pondok Pesantren al-Falah 3. Lapangan Desa Sukamanah 4. Posko KKN AN-NAS 5. Mushalla Nurul Jannah 6. Taman Baca
7. MI Mathlaul Huda 8. Kantor Desa Sukamanah
C. Struktur Penduduk
1. Keadaan Penduduk Menurut Jenis Kelamin8
Kondisi sosial Desa Sukamanah terdiri dari masyarakat yang heterogen. Dengan jumlah penduduk 4.870 jiwa yang terdiri dari:
22|Membangun Asa di Desa Sukamanah
Gambar 3. 3: Keadaan Penduduk Menurut Jenis Kelamin
Berdasarkan jenis kelaminnya, jumlah penduduk Desa Sukamanah berjenis kelamin laki-laki berjumlah 2.543 jiwa dan jumlah penduduk Desa Sukamanah berjenis kelamin perempuan berjumlah 2.327 jiwa. Jumlah penduduk terbanyak di Desa Sukamanah adalah yang berjenis kelamin laki-laki.
2. Keadaan Penduduk Menurut Agama
Jumlah masyarakat di Desa Sukamanahsebanyak 4.870 orang keseluruhannya beragama Islam. Hal ini yang kemudian membuat kami fokus memberdayakan umat muslim dan sarana peribadatan yang ada di Desa Sukamanah dengan salah satu contohnya adalah kegiatan renovasi
Mushalla dan masjid. 2200 2250 2300 2350 2400 2450 2500 2550 Laki-Laki Perempuan 2543 2327
Membangun Asa di Desa Sukamanah|23 3. Keadaan Penduduk Menurut Mata Pencaharian
Gambar 3. 4: Keadaan Penduduk Menurut Mata Pencaharian
Secara umum dapat dijelaskan bahwa masyarakat Desa Sukamanahbermatapencaharian buruh,pegawai negeri sipil, pedagang, petani, montir, bidan,pengusaha, dan tukang yang mencakup penjahit tukang batu dan tukang kayu, meskipun secara keseluruhan desa ini merupakan wilayah yang didominasi oleh area persawahan.9
4. Keadaan Penduduk Menurut Pendidikan
Gambar 3. 5: Keadaan Penduduk Menurut Pendidikan 9Ibid 0 50 100 150 200 250 9 2 146 87 116 42 66 3 12 7 3 215 0 20 40 60 80 100 120 140 131 96 67 2 32 4 13
24|Membangun Asa di Desa Sukamanah
Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Desa Sukamanahjuga tergambar dalam tabel di bawah ini, di mana tingkat pendidikan menuju jenjang yang semakin tinggi cenderung bergerak menurun, karena hal ini juga dipengaruhi minimnya sarana pendidikan yang berada khusus di Desa Sukamanah. Hanya ada 2 SD, 1 MI, 1 MTs, dan 1 MA. Hanya sedikit masyarakat yang melanjutkannya sampai ke perguruan tinggi, hal ini pula yang kemudian menyebabkan mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebatas buruh.
D. Sarana dan Prasarana
Kondisi sarana dan prasarana yang ada di Desa Sukamanah sudah bisa tergolong cukup baik dan lengkap. Jalanan yang sudah dicor, hanya sedikit yang masih dalam keadaan paving block. Kantor desa yang sudah permanen dan rapi. Namun, adabeberapa bagian yang masih tanpa lampu penerangan jalan seperti di dekat area persawahan. Lapangan yang cukup luasbisa digunakan untuk beragam kegiatan masyarakat. Lahan pertanian yang sangat luas. Sarana pendidikan semacam SD dan SMP yang layak dan nyaman. Masjid yang bagus.10
1. Sarana Pemerintahan
Sarana dan Prasarana pada bidang pemerintahan di Desa Sukamanah sudah cukup memadai. Hal ini dapat dilihat dari adanya Kantor Desa Sukamanah yang berjarak sekitar 250 meter dari MI Mathlaul Huda di Dusun Salimah. Selain itu juga terdapat aula yang bisa digunakan untuk menyelenggarakan acara desa.
Gambar 3. 6: Kantor Desa Sukamanah
Membangun Asa di Desa Sukamanah|25
2. Sarana Pendidikan
Pada bidang pendidikan, Desa Sukamanah memiliki 1 gedung sekolah TK, 2 Sekolah Dasar (SD), 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 1 Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), serta 1 taman baca yang berada di sebelah gedung MI Mathlaul Huda. Kondisi gedung sekolah di Desa Sukamanah cukup baik secara fisik dan memiliki sarana penunjang seperti lapangan yang luas dan aula yang dapat digunakan untuk melaksanakan kegiatan sekolah.
Gambar 3. 7: Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah
3. Sarana Peribadatan
Pada bidang keagamaan, sarana dan prasarana yang dimiliki Desa Sukamanah sudah cukup memadai dengan adanya 7 masjid dan 15 mushalla. Salah satu mushalla yang dimiliki Desa Sukamanah berada di dekat posko KKN AN-NAS.
26|Membangun Asa di Desa Sukamanah
4. Sarana Kesehatan
Pada bidang kesehatan, Desa Sukamanah hanya memiliki 1 bidan dan 1 posyandu. Bidan yang ada di Desa Sukamanah terletak di Dusun Salimah dan berjarak 400 meter dari kantor desa Sukamanah. Posyandu di Desa Sukamanah berada di dekat Kantor Desa Sukamanah.
Gambar 3. 9: Posyandu Desa Sukamanah
5. Sarana Pendukung
Sarana pendukung yang dimiliki oleh Desa Sukamanah terdiri dari 1 jalan beton, 2 jembatan, dan 2 lapangan desa yang cukup luas yang dapat digunakan untuk acara desa seperti perayaan HUT RI.
Membangun Asa di Desa Sukamanah|27 Gambar 3. 11: Jembatan Bambu
28|Membangun Asa di Desa Sukamanah
“Betapa kita telah tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang
sebenarnya ingin kita lakukan karena kita tidak cukup
bersungguh-sungguh”
29 BAB IV
DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN
A. Kerangka Pemecahan Masalah
Tabel 4. 1: Matriks SWOT Bidang Pembangunan Fisik
MATRIKS SWOT 01 BIDANG PEMBANGUNAN FISIK
Eksternal STRENGTHS (S) WEAKNESS(W) Tingkat kesadaran warga dalam beribadah cukup tinggi
Antusias yang tinggi dari anak-anak untuk membaca Semangat anak-anak
dalam mengaji
Dukungan dari
kepala dusun dan warga setempat Kondisi Mushalla yang kotor Belum adanya pembatas daerah Sedikitnya koleksi
buku yang dimiliki taman baca dan sudah tidak layak. Kurangnya
pembinaan terhadap generasi usia produktif.
OPPORTUNITIES(O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Adanya bantuan dana PpMD yang disalurkan ke setiap kelompok KKN Adanya keberadaan Mahasiswa KKN AN-NAS yang membantu dan memfasilitasi programpembangun an. Adanya bantuan mushaf al-Qur‟an dari anggota Melibatkan masyarakat dalam pembuatan tugu Memanfaatkan dana PpMD untuk membangun tugu Memberikan mushaf al-Qur”an untuk TPQ di Dusun Salimah Menyediakan alat kebersihan untuk membersihkan masjid Menyediakan buku-buku dan rak untuk peremajaan taman baca Internal
30|Membangun Asa di Desa Sukamanah
kelompok KKN AN-NAS
THREATS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)
Kurangnya perhatian dari pemerintah untuk meningkatkan sarana dan prasarana desa Menanamkan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan rumah ibadah Membuatkan kode-kode untuk setiap jenis buku agar memudahkan anak-anak mengembalikan ke lokasi awal buku.
Membuat tugu perbatasan dan plang nama mushalla Meremajakan taman baca
Dari matriks SWOT di atas, maka kelompok kami menyusun program-program:
Pembangunan Tugu Perbatasan Desa Pembagian Mushaf al-Qur‟an dan Iqra Peremajaan Taman Baca
Membangun Asa di Desa Sukamanah|31 Tabel 4. 2: Matriks SWOT Bidang Pedidikan Desa Sukamanah
MATRIKS SWOT 02 BIDANG PENDIDIKAN
Eksternal
STRENGTHS (S) WEAKNESS(W)
Semangat yang tinggi
dari anak-anak
untuk mepelajari hal-hal yang baru. Dukungan dari
kepala dusun dan masyarakat setempat Antusias anak-anak yang tinggi untuk belajar hal-hal baru Adanya kerjasama
dari warga sekolah untuk memajukan sekolahnya Kurangnya tenaga pengajar disekolah Prasarana pembelajaran sekolah yang tidak memadai
Kurangnya
kesadaran dari orang tua siswa untuk
memperdalam ilmu
yang mereka
peroleh, dan hanya mengandalkan pengajar di sekolah Mayoritas warga tidak mempunyai semangat untuk melanjutkan pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi.
OPPORTUNITIES(O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Keberadaan mahasiswa-mahasiswi KKN yang dapat memberikan pelajaran tambahan kepada siswa Adanya fasilitas pendukung yang disediakan Melakukan pendekatan terhadap para siswa/i agar mereka mau menerima pelajaran dari mahasiswa KKN Melakukan pengajaran dilengkapi dengan Menempatkan setiap masing-masing individu di tempat yang sesuai dengan
keahliannya. Membuka
pengajaran di luar jam sekolah seperti Internal
32|Membangun Asa di Desa Sukamanah mahasiswa Mahasiswa memiliki keterampilan beragam yang diajarkan kepada anak-anak fasilias pendukung seperti komputer, papan tulis, spidol dan praktek langsung
bimbel dan privat
THREATS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)
Adanya pengaruh dari acara televisi
yang kurang mendidik Kurangnya perhatian pemerintah untuk memenuhi fasilitas belajar mengajar Memberikan pemahaman akan bahayanya terlalu banyak menonton tv dari pada belajar Memberikan edukasi
kepada adik-adik tentang pentingnya menuntut ilmu dan berusaha meraih cita-cita.
Memberikan
pemahaman kepada orang tua siswa untuk mengawasi tayangan tv di rumah
Memberikan edukasi yang baik untuk adik-adik di Dusun Salimah khususnya
Dari matriks SWOT di atas, maka kelompok kami menyusun program-program:
Pengajaran di Sekolah/Madrasah
Belajar Bersama Bahasa Arab, Matematika, dan Ilmu Komputer Privat Bahasa Inggris
Kelas Inspiratif Bedah Film Edukatif Chemistry for Kids
Membangun Asa di Desa Sukamanah|33 Tabel 4. 3: Matriks SWOT Bidang Agama
MATRIKS SWOT 03. BIDANG AGAMA
Eksternal
STRENGTHS (S) WEAKNESS(W)
Antusiasme warga yang baik dalam bidang keagamaan Antusiasme anak
anak desa dalam mempelajari musik Islami Peran pemuda akan kegiatan Islami yang tergolong minim Kurangnya tenaga pengajar dalam mengajarkaan ilmu Mushaf mushaf al-Qur‟an dan seni Islami
OPPORTUNITIES(O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Adanya keberadaan Mahasiswa KKN AN-NAS Kemampuan mahasiswa dalam mengajarkan ilmu seni Islami dan membaca mushaf al-Qur‟an Melakukan komunikasi dengan anak-anak desa ketika melakukan pelatihan dan pengajaran Memberikan ilmu
tentang seni Islami kepada anak-anak di Dusun Salimah Membantu tenaga pengajar untuk mengajarkan ilmu mushaf al-Qur‟an
THREATS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)
Tidak adanya dukungan dari pemerintah luar desa setempat untuk mendatangkan guru pengajar ahli Mengusahakan kepada pihak desa untuk mendatangkan guru ahli Mengajarkan kepada anak-anak mengaji dan hafalan surat pendek Internal
34|Membangun Asa di Desa Sukamanah
Dari matriks SWOT di atas, maka kelompok kami menyusun program-program:
Pendidikan TPQ
Pelatihan Musik Islami (Marawis)
Tabel 4. 4: Matriks SWOT Bidang Ekonomi MATRIKS SWOT 04. BIDANG EKONOMI
STRENGTHS (S) WEAKNESS (W)
Antusiasme warga yang baik
Adanya barang-barang sekitar yang bisa dimanfaatkan Rendahnya tingkat perekonomian masyarakat Kurangnya jiwa produktif pada masyarakat
OPPORTUNITIES (O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Adanya keberadaan Mahasiswa KKN AN-NAS Kemampuan mahasiswa dalam bidang ekonomi kreatif Adanya seorang tokoh yang ahli di bidang penglolaan ekonomi kreatif
Mensinergiskan poteni SDA dan SDM yang ada di Desa Sukamanah dengan kemampuan mahasiswa dan ahlinya untuk mengelola potensi tersebut Meberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat dalam bidang ekonomi dengan tujuan membentuk jiwa produktif pada masyarakat untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Internal Eksternal
Membangun Asa di Desa Sukamanah|35
THREATS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)
Kurangnya lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan masyarakat Menjelaskan potensi-potensi yang ada untuk menunjang hasil yang lebih baik
Memberikan motivasi kepada masyarakat untuk menjadi masyarakat yang lebih kreatif dan menyarankan untuk menggali ilmu dalam berbisnis Dari matriks SWOT di atas, maka kelompok kami menyusun program-program:
Pelatihan Kerajinan Tangan Talk Show Ekonomi Kreatif
Tabel 4. 5: Matriks SWOT Bidang Sosial MATRIKS SWOT 05. BIDANG SOSIAL
STRENGTHS (S) WEAKNESS (W) Komposisi masyarakat yang didominasi kalangan muda Tingginya antusiasme anak-anak terhadap seni
Dukungan dari tokoh desa Tingginya rasa nasionalisme warga untuk merayakan HUT RI ke 71
Sikap acuh tak
acuh masih menjadi kebiasaan di tengah-tengah masyarakat Kurangnya wadah untuk mengapresiasi potensi warga di bidang seni Internal Eksternal
36|Membangun Asa di Desa Sukamanah
OPPORTUNITIES (O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Adanya keberadaan mahasiswa KKN AN-NAS yang membantu berjalannya kegiatan Adanya dukungan dana dari PpMD yang disalurkan kepada setiap kelompok KKN Adanya anggota kelompok KKN AN-NAS yang ahli dalam bidang kesenian Bertepatan dengan
HUT RI ke 71
Melakukan
koordinasi dengan tokoh desa dan aparat desa Membantu warga menyelenggarakan HUT RI ke 71 Melakukan sosialisasi kepada kalangan muda Menyelenggaraka n acara apresiasi seni sebagai wadah menyalurkan potensi warga di bidang seni
THREATS (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)
Cuaca yang tidak
dapat diprediksi Menyelenggarakan acara diruang indoor
Menyiapkan rencana lain bersama para warga
Dari matriks SWOT di atas, maka kelompok kami menyusun program-program:
Peringatan HUT RI Ke 71 Acara Apresiasi Seni
Membangun Asa di Desa Sukamanah|37 B. Bentuk dan Hasil Kegiatan Pelayanan pada Masyarakat
1. Hasil Kegiatan Pengadaan Tugu Perbatasan
Tabel 4. 6: Hasil Kegiatan Pengadaan Tugu Perbatasan
Bidang Pembangunan Fisik
Program Membangun Bersama
Nomor Kegiatan 1
Nama Kegiatan Pengadaan Tugu Perbatasan
Tempat, Tgl
Perbatasan Kabupaten Tanggerang dengan Kabupaten Bogor, 19-25 Agustus 2016
Lama Pelaksanaan 1 Minggu
Tim Pelaksana
Muhammad Azhar. Muhammad Dimas Septeyadi, Rival Nursema, Muhammad Agustian, Bintang Tri Fajar
Tujuan
Menyediakan tugu perbatasan untuk membatasi Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor di Desa Sukamanah
Sasaran Tugu Perbatasan
Target
1 tugu perbatasan untuk membatasi Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor di Desa Sukamanah tersedia
Deskripsi Kegiatan
Kegiatan ini berawal dari beberapa aparat desa yang menceritakan sulitnya para pendatang untuk menetukan perbatasan
Kabupaten Tanggerang dengan
Kabupaten Bogor. Kemudian tim melakukan survei lapangan terkait lokasi yang tepat untuk dibangun tugu perbatasan. Selanjutnya kami bekerja sama dengan Kelurahan Sukamanah dalam proses pembangunan tugu
perbatasan yang mana, dalam
pelaksanaannya membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu hampir satu
38|Membangun Asa di Desa Sukamanah
minggu. Dalam prosesnya,kami berkerja sama dengan Pak Agus, tukang bangunan yang disediakan oleh Kelurahan Sukamanah. Pembelian material bangunan dilakukan secara bertahap, yaitu material dasar dibeli pada tanggal 19 Agustus, serta cat, pilok, dan bahan yang lain dibeli setelahnya. Kegiatan ini dapat terlaksana karena adanya bantuan dari pihak warga dan kepala desa juga turut membantu dalam kegiatan ini.
Hasil Pelayanan
1 tugu perbatasan untuk membatasi Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor di Desa Sukamanah tersedia
Keberlanjutan Program Kegiatan tidak berlanjut
Gambar 4. 1: Pembangunan Tugu Perbatasan
2. Hasil Kegiatan Pembagian Mushaf al-Qur‟an dan Iqra
Tabel 4. 7: Hasil Kegiatan Pembagian Mushaf al-Qur‟an dan Iqra
Bidang Pembangunan Fisik
Program Membangun Bersama
Nomor Kegiatan 2
Nama Kegiatan Pembagian mushaf al-Qur‟an dan Iqra