BAB II
GAMBARAN PELAYANAN
DINAS TENAGA KERJA KABUPATEN ROKAN HILIR
2.1. Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan urusan Pemerintahan Kabupaten di bidang ketenagakerjaan berdasarkan azas otonomi dan pembantuan. Sedangkan dalam pelaksanaan tugas pokok tersebut Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir menyelenggarakan fungsi :
1. Pelaksanaan tugas dan fungsi ketenagakerjaan .
2. Perumusan kebijakan Pemerintah Daerah di bidang ketenagakerjaan di
daerah.
3. Pengkoordinasian, penyelarasan dan penserasian kebijakan dan kegiatan
ketenagakerjaan di daerah.
4. Penyusunan rencana kerja dan program pembangunan di bidang
ketenagakerjaan di daerah.
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi di atas, tugas masing-masing bidang dirinci sebagai berikut :
a. Sekretariat
Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian fungsi Dinas di bidang pengelolaan kesekretariatan. Sekretariat membawahi :
Rencana Strategis Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir
Tahun 2016-2021 7
Sub Bagian Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian fungsi sekretariat di bidang umum dan kepegawaian serta keuangan.
2. Sub Bagian Perencanaan Program
Sub Bagian Perencanaan Program dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian fungsi sekretariat di bidang perencanaan dan pelaporan.
b. Bidang Pelatihan Kerja dan Produktifitas Tenaga Kerja
Bidang Pelatihan Kerja dan Produktifitas Tenaga Kerja dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian fungsi Dinas di bidang Pelatihan Kerja dan Produktifitas Tenaga Kerja.
Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja membawahi : 1. Kepala Seksi Penyuluhan dan Pelatihan
2. Seksi Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta
3. Seksi Pendaftaran dan Perizinan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta c. Bidang Penempatan Tenaga Kerja
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja mempunyai tugas membantu kepala dinas dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan dibidang penempatan tenaga kerja.
Bidang Perluasan Tenaga Kerja membawahi : 1. Seksi Pelayanan Antar Kerja
2. Seksi Pengelolaan Penempatan Tenaga Kerja 3. Seksi Perluasan dan Kesempatan Kerja d. Bidang Hubungan Industrial
Kepala Bidang yang mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan di Bidang Hubungan Industrial.
Bidang Hubungan Industrial membawahi : 1. Seksi Norma dan Syarat Kerja
2. Seksi Perselisahan Hubungan Industrial
STRUKTUR ORGANISASI
DINAS TENAGA KERJA
KEPALA DINAS
SEKSI PENYULUHAN DAN PELATIHAN
SEKSI PEMBINAAN LEMBAGA PELATIHAN KERJA SWASTA
SEKSI PENDAFTARAN DAN PERIZINAN LEMBAGA PELATIHAN KERJA SWASTA
SEKRETARIS
BIDANG PELATIHAN KERJA DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA
KELOMPOK JABATAN
SUBBAG PROGRAM DAN PERENCANAAN
BIDANG
PENEMPATAN TENAGA KERJA
SEKSI
PELAYANAN ANTAR KERJA
SEKSI PENGELOLAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA
SEKSI PERLUASAN DAN KESEMPATAN KERJA SUBBAG KETATAUSAHAAN
BIDANG HUBUNGAN INDUSTRIAL
BIDANG NORMA DAN SYARAT KERJA
SEKSI PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL
SEKSI KELEMBAGAAN DAN KERJASAMA HUBNGAN
INDUSTRIAL UPT
2.2. Kinerja Pelayanan Dinas Tenaga Kerja
Penetapan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola. Tujuan khusus penetapan kinerja antara lain adalah untuk : (1) meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur, (2) sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah, (3) sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran oganisasi, (4) menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur, (5) sebagai dasar pemberian reward atau penghargaan dan sanksi.
Pengukuran Kinerja mencakup penetapan indikator kinerja dan penetapan capaian indikator kinerja yang digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan/program sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan misi dan visinya. Dalam tahun anggaran 2015 pengukuran kinerja yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir meliputi pengukuran kinerja atas capaian kinerja sasaran stratejik dan pengukuran kinerja kegiatan.Pengukuran kinerja sasaran stratejik merupakan capaian yang dihasilkan dengan membandingkan rencana indikator kinerja sasaran stratejik yang direncanakan dengan realisasi indikator kinerja sasaran stratejik yang dapat dicapai. Pengukuran kinerja kegiatan dilakukan dengan membandingkan indikator input, output, dan outcomes yang direncanakan dengan indikator input, output, dan outcomes yang dapat dicapai dalam tahun anggaran yang bersangkutan.
Dalam tahun anggaran 2015, sasaran stratejik yang akan dicapai dalam rangka mewujudkan visi dan misi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir meliputi sasaran stratejik yang didukung oleh 7 program dan dijabarkan dalam 30 kegiatan. Pengukuran kinerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir mengacu pada PERMENPAN No. 53 TAHUN 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Secara umum, Indikator kinerja dari kegiatan yang telah dilakukan sudah dapat dirumuskan sampai dengan indikator kinerja outcome dari masing-masing kegiatan. Namun, permasalahan yang dihadapi dalam menghitung pencapaian kinerja adalah berkaitan dengan data kinerja yang mendukung pencapaian indikator outcome yang
Rencana Strategis Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir
Tahun 2016-2021 10
dipakai.Oleh karena itu, untuk beberapa kegiatan yang tidak diperoleh data kinerjanya, pengukuran pencapaian kinerja dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan satuan % dengan dasar pemikiran bahwa atas kegiatan tersebut telah dirasakan manfaatnya, tetapi tidak/belum dapat diukur secara kuantitatif.
Sementara itu untuk indikator manfaat (benefit) dan dampak (impact) belum dapat dilakukan pengukuran pencapaian kinerja, karena menurut hemat kami hal itu belum dapat dilakukan/dilihat pada tahun yang bersamaan dengan tahun pelaksanaan kegiatan. Di samping itu, diperlukan dana dan tenaga yang cukup besar untuk dapat melakukan pengumpulan data pengukuran benefit dan impact.
Untuk tahun 2015, sebagian besar kegiatan telah mencapai output 100%, kecuali sejumlah kegiatan yang tidak mencapai 100% yang terjadi karena pergeseran jadwal pelaksanaan kegiatan, laporan yang dalam proses penyelesaian. Hal ini tentu mempengaruhi capaian indicator outcome dari kegiatan tersebut disamping adanya beberapa kegiatan yang belum menghasilkan outcome karena belum dimanfaatkannya output dari kegiatan dan belum diperolehnya data yang akurat atas outcome yang diharapkan.
Pengukuran kinerja masing-masing sasaran dan kegiatan untuk menetapkan capaian akhir indikator dan realisasi pencapaiannya dapat dilihat pada tabel berikut ini
Tabel 2.1
Capaian Kinerja pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir
NO SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR TAHUN 2012 TAHUN 2013 TAHUN 2014 TAHUN 2015
TARGET REALISASI CAPAIAN
(PERSEN) TARGET REALISASI
CAPAIAN
(PERSEN) TARGET REALISASI
CAPAIAN
(PERSEN) TARGET REALISASI
CAPAIAN (PERSEN) 1 Meningkatnya Kapasitas dan Profesionalisme aparatur pemerintah daerah Persentase ketersediaan kebutuhan administrasi perkantoran
1 tahun 1 tahun 100 1 tahun 1 tahun 100 1 tahun 1 tahun 96.0 1 tahun 1 tahun 94.7
2 Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik
Persentase ketersediaan sarana dan prasarana penunjang operasional aparatur
1 tahun 1 tahun 100 1 tahun 1 tahun 100 1 tahun 1 tahun 94.9 1 tahun 1 tahun 93.6
3 Meningkatnya Sumber Daya Aparatur
Jumlah PNS yang mengikuti diklat
25 orang 25 orang 100 25 orang 35 orang 136 25 orang 25 orang 51 25 orang
1 tahun 82.0
TUJUAN STRATEGIS 1 : TERPENUHINYA KEBUTUHAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
TUJUAN STRATEGIS 2 : TERPENUHINYA SARANA DAN PRASARANA APARATUR
Rencana Strategis Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir
Tahun 2016-2021 12
4 Meningkatnya Kemampuan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah
Jumlah dokumen sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
12 Lap 12 Lap 100 26 Lap 26 Lap 100 54 Lap 54 lap 99.2 60 lap 60 lap 99.5 5 Meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja daerah
Jumlah tenaga kerja yang memenuhi ketentuan standar kompetensi kerja dan mendapatkan sertifikasi kompetensi kerja Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan - - - - - - 20 Orang
20 orang 100 30 orang 30 orang 46.5 - - 29.0
6 Meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat
Jumlah Wirausahaan baru yang terlatih
- - - 30 orang 30 orang 100 30 orang 30 orang 70.1 30 orang 30 orang 75.7
7 Meningkatnya perlindungan tenaga kerja dan kesejahteraan pekerja Tingkat derajat kesejahteraan tenaga kerja
25 orang 25 orang 100 55 orang 55 orang 100 55 orang 55 orang 86.2 85 orang 85 orang 91.9
TUJUAN STRATEGIS 4 : TERLAKSANANYA PENGELOLAAN KEUANGAN DAN KEKAYAAN DAERAH
TUJUAN STRATEGIS 5 : TERSEDIANYA TENAGA KERJA YANG PRODUKTIF DAN TERAMPIL UNTUK MEMENUHI DUNIA KERJA DAN DUNIA USAHA
TUJUAN STRATEGIS 6 : TERCAPAINYA PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENDAPATAN MASYARAKAT TRANSMIGRASI DALAM BERUSAHA
2.2. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Tenaga Kerja Setiap organisasi pada umumnya menghadapi masalah lingkungan strategis baik lingkungan internal maupun eksternal. Lingkungan internal merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh pada kinerja organisasi yang biasanya dapat dikendalikan secara langsung, sedangkan lingkungan eksternal merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kinerja organisasi yang berada di luar kendali organisasi tetapi sangat mempengaruhi kegiatan organisasi tersebut. Untuk merumuskan analisa lingkungan strategis digunakan teknik analisis SWOT (Strength, Weakness,
Opportunity, Threat) dengan sudut pandang Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan
Hilir.
1. Analisis Lingkungan Internal
Analisis lingkungan internal bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan faktor - faktor yang akan menjadi kekuatan dan kelemahan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir. Kajian internal pada hakikatnya adalah analisis dan evaluasi atas kondisi di dalam Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir yang meliputi kekuatan (strength)dan kelemahan (weakness).
a. Kekuatan (strength)
- Memiliki tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) yang jelas, yang tertuang dalam Peraturan Bupati Rokan Hilir.
- Tersedianya tenaga PNS dan Tenaga Kerja Kontrak/Honorer. - Memiliki koordinasi yang baik dengan pihak luar yang terkait.
- Memiliki rencana dan program kerja yang sudah tersusun dengan baik. b. Kelemahan (weakness)
- Pelaksanaan program yang belum optimal
- Terbatasnya sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya - Terbatasnya sarana dan prasarana
- Efektifitas komunikasi dan koordinasi antar bidang dan sub bidang belum berjalan dengan baik
Rencana Strategis Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir
Tahun 2016-2021 14
2. Analisis Lingkungan Eksternal
Analisis lingkungan eksternal dalam hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan faktor - faktor yang menjadi peluang dan ancaman bagi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir. Kajian eksternal pada hakikatnya adalah analisis dan evaluasi atas kondisi di luar Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir yang meliputi peluang (opportunity) dan ancaman (threat).
a. Peluang (opportunity)
- Tersedianya mitra kerja yang professional - Tersedianya Lembaga Latihan Swasta
- Tersedianya perusahaan-perusahaan yang beroperasi dibidang Migas dan perkebunan
- Tersedianya sumber daya alam yang memadai b. Ancaman (threat)
- Masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat - Jumlah pengangguran yang setiap saat meningkat
- Pengelola Lembaga Peatihanan Swasta belum professional
- Kurangnya kesadaran perusahaan ataupun pekerja akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja serta peraturan perundang - undangan tentang ketenagakerjaan
Dari hasil analisis lingkungan strategis, dirumuskan beberapa strategi umum yang digunakan dalam merumuskan faktor-faktor penentu keberhasilan. Perumusan strategi pada dasarnya mencakup strategi mengoptimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang, strategi mengurangi kelemahan untuk memanfaatkan peluang dan strategi mengurangi kelemahan untuk mencegah dan mengatasi ancaman, sebagai berikut :
Tabel 2.2 Analisis SWOT
(ALI)
(ALE)
Kekuatan (S)
Memiliki tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) yang jelas, yang tertuang dalam Peraturan Bupati Rokan Hilir.
Tersedianya tenaga PNS dan
Tenaga Kerja
Kontrak/Honorer.
Memiliki koordinasi yang baik dengan pihak luar yang terkait.
Memiliki rencana dan program kerja yang sudah tersusun dengan baik
Kelemahan (W)
Pelaksanaan program yang belum optimal.
Terbatasnya sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya
Terbatasnya sarana dan prasarana.
Efektifitas komunikasi dan koordinasi antar bidang dengan sub bidang belum berjalan dengan baik.
Pelayanan kepada masyarakat transmigrasi yang belum optimal.
Peluang (O)
Tersedianya mitra kerja yang profesional. Tersedianya Lembaga Latihan Swasta. Tersedianya perusahaan-perusahaan yang beroperasi dibidang Migas dan perkebunan
Tersedianya sumber daya alam yang memadai.
Strategi (S- O)
(Menggunakan S untuk memanfaatkan O)
Mengoptimalkan tugas pokok dan fungsi aparat dengan menggunakan peraturan yang jelas pada
masyarakat dan
perusahaan.
Memberdayakan mitra kerja agar ikut berperan dalam mengatasi masalah ketenaga-kerjaan yang berangkat dari kemiskinan.
Strategi (W - O)
(Penanggulangan W dengan memanfaatkan O)
Meningkatkan kualitas dan konsistensi pelaksanaan program untuk melayani masyarakat.
Mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada dan penyediaan data informasi yang jelas.
Ancaman (T)
Rendahnya Daya saing masyarakat dalam mendapatkan pekerjaan .
Jumlah pengangguran yang setiap saat meningkat.
Pengelola Lembaga Pelatihan Swasta belum professional.
Kurangnya kesadaran perusahaan ataupun pekerja akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja serta peraturan perundang –
Strategi (S- T)
(Memanfaatkan S untuk menghadapi T)
Memanfaatkan aparat dan mitra kerja dengan peraturan yang jelas pada
masyarakat dan
perusahaan.
Meningkatkan komitmen pelaksanaan tugas dengan sosialisasi peraturan yang ada. Strategi (W - T) (Perkecil W untuk menghindari T) Meningkatkan pember- dayaan SDM petugas, pencari kerja dan pengelola lembaga.
Menggunakan system informasi yang dimiliki untuk menyatukan pandangan / pemahaman.
Meningkatkan kesadaran perusahaan dan pekerja mengenai pemahaman dan pelaksanaan hak dan kewajiban.
Rencana Strategis Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir
Tahun 2016-2021 16
undangan tentang ketenagakerjaan.
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas
Tenaga Kerja
Identifikasi permasalahan berdasarkan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Rokan Hilir Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi, Kedudukan dan Tugas Pokok Dinas Daerah Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Terbatasnya aparatur teknis bidang tenaga kerja yang mampu untuk memberikan penyuluhan kepada calon tenaga kerja dan calon transmigrasi lokal.
2. Belum teridentifikasinya potensi dan kekuatan tenaga kerja produktif yang dimiliki oleh setiap distrik atau kecamatan pada Kabupaten Rokan Hilir.
3. Kurangnya kualitas tenaga kerja produktif dari segi kompetensi keahlian dalam upaya memanfaatkan peluang kerja sesuai dengan kebutuhan pasar.
4. Kurangnya program pendidikan dan pelatihan ketrampilan bagi pencari kerja produktif yang sesuai dengan peluang pasar kerja.
5. Belum adanya kerjasama dengan pihak industrial untuk melatih calon tenaga kerja lokal sesuai dengan kebutuhan pasar dan peluang kerja.
6. Rendahnya keinginan masyarakat untuk menjadi enterprenuer sebagai mata pencaharian utamanya.
7. Masih kurangnya pemanfataan tenaga kerja lokal oleh pihak industrial yang ada di wilayah Kabupaten Rokan Hilir.
8. Rendahnya keinginan masyarakat miskin untuk mengikuti kegiatan transmigrasi lokal dalam upaya merubah pola kehidupannya kearah yang lebih baik dan membuka wilayah baru yang masih kosong.
3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, yang Terkait dengan Tugas dan Fungsi Dinas Tenaga Kerja 3.2.1. Visi
Berdasarkan kondisi masyarakat Kabupaten Rokan Hilir saat ini, permasalahan dan tantangan yang dihadapi di masa depan, serta dengan memperhitungkan faktor strategis dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat, pemangku kepentingan, serta Pemerintah Daerah. Maka dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan, dicanangkan Visi Kabupaten Rokan Hilir yang dituangkan kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016 - 2021 yaitu : “Terwujudnya Rokan Hilir Sebagai Kawasan
Industri Guna Menuju Masyarakat Madani Dan Mandiri Yang Sejahtera”.
Dengan penjalasan visi sebagai berikut : a. Kawasan sentra industri
Kawasan sentra industri merupakan unit kecil kawasan yang memilik ciri tertentu dimana didalamnya terdapat kegiatan proses produksi dan merupakan area yang lebih khusus untuk suatu komoditi kegiatan ekonomi yang telah terbentuk secara alami yang ditunjang oleh sarana untuk berkembangnya produk atau jasa yang terdiri dari sekumpulan pengusaha mikro, kecil dan menengah.
b. Masyarakat madani dan mandiri
Masyarakat Madani adalah masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani dan memaknai kehidupannya. Masyarakat yang madani adalah masyarakat yang demokratis, menjunjung tinggi etika dan moralitas, transparan, toleransi, berpotensi, aspiratif, bermotifasi, sederhana dan konsisten.
c. Kemandirian daerah
Kemandirian Daerah adalah kemampuan riil atau nyata pemerintah daerah dan masyarakatnya dalam mengatur dan mengurus kepentingan daerah/ rumah tangganya sendiri menurut prakarsa dan aspirasi masyarakatnya, termasuk di dalamnya upaya yang sungguh-sungguh agar secara bertahap bisa mengurangi
Rencana Strategis Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir
Tahun 2016-2021 18
ketergantungan terhadap pihak-pihak lain (luar) tanpa kehilangan adanya kerjasama dengan daerah-daerah lain yang saling menguntungkan.
d. Masyarakat sejahtera
Masyarakat Sejahtera adalah terpenuhinya keinginan dan harapan hidup yang lebih baik yaitu kemampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar (pangan sandang dan papan), kemudahan memperoleh akses terhadap kebutuhan hidup dasar (kesehatan pendidikan sanitasi air bersih dan transportasi), adanya jaminan masa depan (investasi untuk pendidikan dan keluarga), peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan kekayaan sumber daya alam bagi masyarakat.
3.2.2. Misi
Sesuai dengan Visi RPJMD Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2016 – 2021, maka misi yang dituangkan adalah sebagai berikut :
1. Membangun masyarakat Rokan Hilir yang berbudaya melayu, berakhlak, beriman dan bertaqwa.
2. Mengembangkan industri hulu dan hilir sebagai alternatif pengganti sumber pendapatan daerah yang selama ini bersumber dari migas sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
3. Mengembangkan Sumber Daya Manusia berkualitas melalui peningkatan derajat kesehatan dan derajat pendidikan individu dan masyarakat.
4. Mengedepankan prinsip good governance untuk pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan iklim investasi.
5. Pembangunan infrastruktur untuk pengembangan perekonomian diperdesaan dan perkotaan.
Dalam implementasi seluruh jenis pelayanan dan tugas Dinas Tenaga Kerja sesuai dengan misi ketiga Kabupaten Rokan Hilir yaitu : “Mengembangkan Sumber
Daya Manusia Berkualitas Melalui Peningkatan Derajat Kesehatan dan Derajat Pendidikan Individu dan Masyarakat”.
3.2.3. Program Bupati dan Wakil Bupati
Program pembangunan daerah Bupati dan Wakil Bupati Bandung di bidang ketenagakerjaan adalah sebagai berikut :
1. Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja : 2. Program peningkatan kesempatan kerja
3. Program perlindungan pengembangan lembaga ketenagakerjaan
3.3. Penentuan Isu-isu Strategis
Isu-isu strategis dalam pelaksanaan pengawasan tugas dan fungsi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir saat ini dan ditahun mendatang terurai sebagai berikut :
1. Tingginya angka pengangguran dan kemiskinan masyarakat. 2. Pendapatan daerah dan pendapatan masyarakat yang masih rendah. 3. Investasi di daerah yang masih rendah.
4. Kurangnya ketersediaan lapangan kerja dan kesempatan tenaga kerja lokal. 5. Kurangnya pendidikan dan pelatihan keterampilaan dari angkatan kerja. 6. Rendahnya kualitas daan kompetensi tenaga kerja/pencari kerja lokal
terhadap kebutuhan pasar kerja.
7. Kompetensi tenaga kerja/pencari kerja lokal yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
8. Tidak seimbangnya pertumbuhan angkatan kerja dengan lapangan kerja yang tersedia.
9. Rendahnya motivasi tenaga kerja/pencari kerja lokal terhadap peluang kerja di luar daerah domisili.
10. Terbatasnya kemampuan SDM masyarakat dalam mengolah potensi SDA yang ada untuk menjadi sumber mata pencaharian alternatif sebagai seorang
enterprenuer.
11. Rendahnya kualitas SDM calon transmigran lokal, sehingga sulit untuk melakukan pembukaan wilayah baru sebagai lapangan pekerjaan baru.
Rencana Strategis Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir
Tahun 2016-2021 20
BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGIS
DAN KEBIJAKAN
4.1. Visi dan Misi Dinas Tenaga Kerja
Untuk dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi Dinas Tenaga Kerja merumuskan Visi “Pendorong Terwujudnya Tenaga Kerja Profesional guna mendukung terwujudnya Masyarakat Kabupaten Rokan Hilir yang Lebih Sejahtera Tahun 2021”.
Untuk dapat mewujudkan Visi tersebut, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir menurunkannya ke dalam beberapa Misi, yaitu:
1. Meningkatkan Pelayanan Kesejahteraan Tenaga Kerja. 2. Meningkatkan Pelatihan dan Penempatan Tenaga Karja
3. Meningkatkan Hubungan Industrial yang harmonis dan Perlindungan Tenaga Kerja.
4. Mewujudkan Kinerja Organisasi yang baik.
4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Tenaga Kerja
Tujuan jangka menengah Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja Melalui Pelatihan Keterampilan. 2. Meningkatkan Kesempatan Kerja.
3. Meningkatkan Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan. 4. Meningkatkan Pelayanan Publik dan Administrasi Perkantoran.
5. Meningkatkan Sarana dan Prasarana Aparatur. 6. Pembinaan dan Pengembangan Karier Pegawai.
Sasaran adalah penjabaran dari tujuan, dan merupakan suatu hal yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu bulanan, triwulan dan tahunan. Sasaran menggambarkan tindakan-tindakan dalam rangka pencapaian tujuan, dengan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki dinas secara efektif dan efisien dengan hasil optimal.
1. Meningkatnya Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja. 2. Meningkatnya Kesempatan Kerja.
3. Meningkatnya Kualitas Perlindungan dan Pengembangan Lembaga
Ketenagakerjaan.
4. Meningkatnya Pelayanan Publik dan Administrasi Perkantoran. 5. Meningkatnya Sarana dan Prasarana Aparatur.
Untuk melihat rumusan lengkap tujuan, dan sasaran Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Rencana Strategis Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir
Tahun 2016-2021 22
Tabel 4.1
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Dinas Tenaga Kerja
N
o TUJUAN
INDIKATOR
TUJUAN SASARAN INDIKATOR KINERJA FORMULA
KONDIS I KINERJ A AWAL
(2016)
TARGET KINERJA PADA TAHUN KE-
2017 2018 2019 2020 2021
TARGET KINERJA AKHIR PERIODE
MISI 1 : Meningkatkan pelatihan dan produktivitas tenaga kerja
1 Meningkatkan kualitas
dan produktivitas tenaga kerja melalui pelatihan keterampilan
Rasio Kelulusan Tenaga Kerja yang Mengikuti Pelatihan
Meningkatnya Kompetensi Tenaga Kerja
Presentase Tenaga Kerja Yang Kompeten (%)
Jumlah Tenaga Kerja yang terlatih/Jumlah Tenaga Kerja yang terdaftar x 100 %
50% 52% 54% 56% 58% 60% 60%
Jumlah Calon Wirausaha Baru (orang)
Calon Wirausaha Baru 30 org 50 org 75 org 100 org 125 org 150 org 150 org
MISI 2 : Meningkatkan Penempatan Tenaga Kerja
2 Meningkatkan
kesempatan kerja
Daya Serap Tenaga Kerja
Menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka
Jumlah Angka Pengangguran terhadap Angkatan Kerja
Jumlah Pegangguran/Jumlah Angkatan Kerja x 100 %
9% 8,8% 8,6 % 8,4% 8,2% 8% 8%
Jumlah Penempatan Tenaga Kerja Jumlah Angkatan Kerja/Jumlah
Penduduk Usia Kerja x 100 %
63,50 %
63,71% 63,9% 64% 64,15% 64,30% 64,30%
Persentase Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Jumlah Tenaga Kerja Lokal/Tenaga Kerja Keseluruhan x 100 %
20% 25% 30% 35% 40% 45% 45%
MISI 3 : Meningkatkan pembinaan Perluasan Kesempatan Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja
3 Meningkatkan perlindungan dan pengembangan lembaga ketenagakerjaan Kualitas Perlindungan Terhadap Hak-hak dasar Tenaga Kerja
Meningkatnya Perlindungan Ketenagakerja an
Persentase Perusahaan Yang