Pada bab ini penulis akan memberikan kesimpulan dan saran dari keseluruhan pembahasan sistem yang telah dirancang.
DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka berisikan sumber –sumber referensi yang digunakan penulis dalam proses pembuatan laporan ini.
LAMPIRAN – LAMPIRAN
Lampiran-lampiran berisikan tentang hal-hal pendukung seperti formulir kegiatan pelaksanaan KP, Penilaian KP, Kartu Kendali Bimbingan Serta surat bukti KP.
5
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Definisi Judul
2.1.1. Pengertian Perancangan
Menurut Whitten (2009:160) perancangan sistem adalah teknik pemecahan masalah dengan melengkapi komponen-komponen kecil menjadi kesatuan komponen sistem kembali ke sistem yang lengkap.
Menurut Ladjamudin (2005:39) perancangan memiliki tujuan untuk mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi
perusahaan yang diperoleh dari pemeliharaan alternatif yang terbaik.
2.1.2. Pengertian Aplikasi
Menurut Sutabri (2012:147), Aplikasi adalah alat terapan yang difungsikan secara khusus dan terpadu sesuai kemampuan yang dimilikinya.
Menurut Asropudin (2013:6), Aplikasi adalah software yang dibuat oleh suatu perusahaan komputer untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu, misalnya Ms.World, Ms.Excel.
2.1.3. Pengertian E-Learning
Menurut Michael (2013:27) E-learning adalah Pembelajaran yang disusun ialah dengan tujuan2 menggunakan suatu sistem elektronik atau juga komputer sehingga mampu untuk mendukung suatu proses pembelajaran .
Menurut Chandrawati (2010) E-learning adalah Suatu proses pembelajaran jarak jauh dengan cara menggabungkan prinsip-prinsip didalam proses suatu pembelajaran dengan teknologi.
2.1.4. Pengertian Web
Menurut Asropudin (2013:109), Web adalah sebuah kumpulan halaman yang diawali dengan halaman muka yang berisikan informasi, iklan, serta program aplikasi.
Menurut Ardhana (2012:3), Web adalah suatu layanan sajian informasi yang menggunakan konsep hyperlink, yang memudahkan surfer (para pemakai komputer yang melakukan browsing atau penelusuran informasi melalui internet).
6
2.2. Basis Data
Data (Sutanta, 2011:13) dapat didefinisikan sebagai bahan keterangan tentang kejadian-kejadian nyata yang dirumuskan dalam sekelompok lambing tertentu yang tidak acak serta menunjukan jumlah, tindakan, atau hal. Data dapat berupa catatan-catatan dalam kertas, buku, atau tersimpan dalam file. Data menjadi bahan dalam suatu proses pengolahan data.
Menurut Wahyudi (2012:3), Data adalah suatu file ataupun field yang berupa karakter atau tulisan dan gambar.
Menurut Sutarman (2012:15), Database sekumpulan file yang saling berhubungan dan terorganisasi atau kumpulan record-record yang menyimpan data dan hubungan diantaranya.
Menurut Ladjamudin (2013:129), Database adalah sekumpulan data store (bisa dalam jumlah yang sangat besar) yang tersimpan dalam magnetic disk, oftical disk, magnetic drum, atau media penyimpanan sekunder lainya.
Sistem basis data (Sutanta, 2011:18) adalah suatu sistem menyusun dan mengelola record–record menggunakan computer untuk menyimpan atau
merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi / perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi optimal yang diperlukan pengguna untuk proses pengambilan keputusan. Untuk mengelola basis data diperlukan perangkat lunak yang disebut DBMS yaitu perangkat lunak system yang memungkinkan para pengguna membuat, memelihara, mengontrol dan mengakses basis data dengan cara yang praktis dan efisien. Jadi basis data merupakan suatu komponen utama sistem informasi karena semua informasi untuk pengambilan keputusan berasal dari data di database.
Basis data yang lengkap, akurat, mudah digunakan, serta efisien akan meningkatkan kualitas sistem informasi. Penyusunan basis data yang baik dan benar di nilai penting agar mampumemenuhi semua/sebagian besar kebutuhan informasi bagi para pengguna dan pengambil keputusan.
Basis data dalam sistem informasi mempunyai peranan sebagai berikut (Sutanta,2011:17-20):
1. Komponen penyusun sistem informasi
Keberadaan basis data dalam sistem informasi adalah mutlak. Suatu system tidak akan berfungsi bahkan tidak akan terwujud tanpa melibatkan basis data. Hubungan antara sistem informasi dan basis data merupakan hubungan antara sistem dengan subsistem. Dalam hal ini sistem informasi adalah sebagai
7
system karena mempunyai ruang lingkup yang lebih luas dan lebih kompleks, sedangkan basis data menjadi subsistem karena menjadi bagian sistem informasi. Basis data akan menjadi bahan baku bagi sistem informasi.
2. Infrastruktur sistem informasi
Basis data dan sistem manajemen basis data menyediakan suatu sarana infrastruktur kepada organisasi-organisasi sistem informasi yang dibangun. Organisasi informasi yang dimaksud adalah sistem pengolahan transaksi, sistem informasi manajemen, sistem penunjang keputusan, otomatisasi perkantoran, serta sistem informasi eksekutif.
3. Sumber informasi bagi sistem informasi
Basis data mempunyai peran penting dalam sistem informasi, yaitu sebagai sumber penyedia data utama untuk memenuhi kebutuhan informasi seluruh pengguna atau informasi bagi para pengambil keputusan. Dengan adanya keterkaitan antara data dan informasi maka basis data berperan sebagai data dalam sistem pengolahan data. DBMS berperan melakukan manajemen basis data sehingga diperoleh bentuk yang penting berupa informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan-keputusan manajemen.
4. Sarana mencapai efisiensi sistem informasi
Basis data dirancang dan dibangun dengan orientasi kebutuhan informasi bagi seluruh pemakai dalam sistem. Selain lengkap, basis data harus dirancang agar mudah digunakan, diakses dengan cepat, dapat digunakan dengan berbagai macam cara, oleh banyak pemakai baik secara terpisah maupun bersama-sama, kerangkapan data minimal, serta menjaga integritas data di dalamnya. Penggunaan basis data akan memberikan banyak manfaat yang tidak mungkin diperoleh sebelumnya, utamanya dalam hal penggunaan waktu kertas kerja, personalia, serta biaya-biaya. Dengan demikian efisiensi sistem informasi akan diperoleh berkat basis data yang disusun dengan baik dan benar.
5. Sarana mencapai efektifitas sistem informasi
Basis data memberikan dukungan bagi tercapainya efektifitas sistem informasi karena data-data yang disimpan sebagai file-file basis data hanya memuat data yang benar. Dengan demikian, basis data dan DBMS yang ada di dalam system informasi akan memberi dukungan yang besar terhadap efektifitas system informasi.
8
2.2.1. MySQL
MySQL merupakan salah satu Relational Database Management System (RDMBS) yang dapat mengelola database dengan sangat cepat, dapat menampung banyak data dalam jumlah sangat besar, dapat diakses oleh banyak user dan dapat melakukan suatu proses secara bersamaan (Raharjo, 2011:22). Saat ini, MySQL banyak digunakan di berbagai kalangan untuk melakukan penyimpanan dan pengolahan data, mulai dari kalangan akademis sampai ke industri.
Menurut Raharjo (2011:22-23) beberapa alasan para pengembang aplikasi database memilih untuk menggunakan MySQL adalah sebagai berikut:
1. Fleksibel
MySQL dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi desktop maupun aplikasi web dengan menggunakan teknologi yang bervariasi.
2. Performa tinggi
MySQL memiliki mesin query dengan performa tinggi, dengan demikian proses transaksional dapat dilakukan dengan sangat cepat.
3. Lintas platform
MySQL dapat digunakan pada platform (dalam hal ini sistem operasi) yang beragam, baik Microsoft Windows, Linux atau UNIX yang memungkinkan proses migrasi data (bila diperlukan) antarsistem operasi dapat dilakukan lebih mudah. 4. Gratis
Meskipun demikian, ada juga software MySQL yang bersifat komersial. Biasanya sudah dilengkapi dengan kemampuan spesifik dan mendapat pelayanan dari
technical support.
5. Proteksi data yang handal
MySQL menyediakan mekanisme yang powerfull untuk menangani hal tersebut, yaitu dengan menyediakan manajemen user, enkripsi data dan lain sebagainya.
2.2.2. PhpMyAdmin
Menurut Nugroho (2010:13) PhpMyAdmin adalah aplikasi berbasis web yang dibuat dari pemrograman PHP yang dikombinasikan dengan JavaScript. PhpMyAdmin juga dapat disebut sebagai tools yang berguna untuk mengkases
database MySQL Server dalam bentuk tampilan web. PhpMyAdmin mendukung
berbagai operasi MySQL, diantaranya (mengelola basis data, tabel-tabel, bidang
9
lain-lain). Dengan adanya phpMyAdmin semua pekerjaan menjadi lebih mudah untuk memanajemen database dan data di dalamnya.
2.3. Teori Perancangan Sistem
Menurut Ladjamudin (2005:39) perancangan memiliki tujuan untuk mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi
perusahaan yang diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang terbaik. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perancangan ini meliputi perancangan output, input dan file.
2.3.1. Siklus Hidup Pengembangan Sistem
Siklus hidup pengembangan sistem menurut Gerald dalam Gaol (2008:152) dikenal sebagai metode waterfall karena tahapan menghasilkan keluaran yang digunakan dalam tahap berikutnya. Sistem yang ada dipelajari untuk masalah dan pengembangan. Rancangan yang baru dianalisis untuk memungkinkan yang akan terjadi. Siklus hidup pengembangan sistem dirancang untuk menanggulangi masalah yang timbul pada proyek berskala besar yang melibatkan banyak pengguna dan memerlukan banyak waktu dalam pengembangannya melalui banyak analisis dan pemogram. Pemikiran dasar siklushidup pengembangan sistem adalah terdapatnya proses pengenalan yang baik melalui sebuah penggunaan yang disusun, dikembangkan dan diterapkan. Dalam mengendalikan upaya pengembangan, penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan, apa yang telah dilakukan dan apa yang hendak diselesaikan. Pendekatan siklus hidup pengembangan sistem (Gaol, 2008: 156-166) meliputi lima tahap antara lain:
1. Perencanaan sistem (System Planning)
Perencanaan adalah sebuah proses dasar untuk memahami mengapa sebuah sistem harus dibangun. Pada tahapan ini diperlukan analisa kelayakan dengan mencari data atau melakukan proses pengumpulan informasi kepada pengguna. 2. Analisis sistem (System Analysis)
Tahapan yang dilakukan adalah menentukan bagaimana sistem yang ada bekerja dan dimanakah masalahnya dengan cara memecahkan sistem kedalam potongan-potongan yang lebih kecil agara lebih mudah dipahami.
10
3. Perancangan sistem (System Design)
Pada tahapan ini sistem yang baru dirancang secara khusus diatas kertas dengan tujuan menggambarkan sistem yang baru sebagai sebuah sub system. Dengan membagi keseluruhan proyek, tiap-tiap bagian dapat diberikan ke pemogram tunggal untuk pengembangannya. Bila semua telah lengkap, rancangan keseluruhan akan memastikan bahwa semua akan bekerja sama.
4. Implementasi sistem (System Implementation)
Tahap implementasi adalah proses pembangunan dan pengujian sistem, instalasi sistem, dan rencana dukungan sistem. Sistem diimplementasikan sesuai dengan bahasa pemograman dan basis data yang diinginkan.
5. Pemeliharaan sistem (System Maintenance)
Pada tahapan ini sistem baru yang berjalan digunakan sesuai dengan keperluan organisasi. Selama masa hidupnya, sistem secara periodik akan ditinjau Perubahan dilakukan jika muncul masalah atau jika ternyata ada kebutuhan baru. Selanjutnya, organisasi akan menggunakan sistem yang telah diperbaiki tersebut.
2.3.2. UML (Unified Modeling Language)
Menurut Nugroho (2010:8) UML adalah bahasa pemodelan untuk system atau perangkat lunak yang berorientasi objek yang digunkan untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sehingga lebih mudah dipahami. Adapun tujuan pemodelan (dalam kerangka pengembangan sistem/perangkat lunak aplikasi) adalah sebagai sarana analisis, pemahaman, visualisasi dan komunikasi antar anggota serta sebagai saran dokumentasi yang bermanfaat untuk melihat perilaku perangkat lunak secara seksama serta untuk melakukan pengujian terhadap perangkat lunak yang telah selesai dikembangkan. Secara umum UML mempunyai sejumlah elemen grafis yang bisa dikombinasikan menjadi diagram yaitu:
1. Use case diagram 2. Activity diagram 3. Sequence diagram 4. Class diagram 5. Data model 6. Deployment diagram 7. Kamus data 8. User Interface.
11
2.3.2.1. Use Case Diagram
Menurut Satzinger dalam Triandini dan Suardika (2012:15) use case ialah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh sistem dalam nenanggapi permintaan daripengguna sistem yang berguna untuk mendefinisikan suatu bagian perilaku system tanpa perlu menyingkapkan struktur internal sistem yang sedang dikembangkan.
Tabel 2.1. Use case diagram
(Sumber: Henderi, 2008)
2.3.2.2. Activity Diagram
Activity diagram menurut Mulyani (2016:62) adalah diagram yang
digunakan untuk menggambarkan alur kerja pada proses, logika dan hubungan antara aktor dengan alur-alur kerja use case.
12
Tabel 2.2. Activity diagram
(Sumber: Henderi, 2008)
2.3.2.3. Sequence Diagram
Sequence diagram menurut Henderi (2008:33) adalah suatu diagram yang
memperlihatkan/menampilkan interaksi-interaksi antar objek di dalam system yang disusun pada sebuah urutan atau rangkaian waktu.
13
Tabel 2.3. Sequence diagram
(Sumber: Henderi, 2008)
2.3.2.4. Class Diagram
Class diagram menurut Henderi (2008:16) adalah diagram yang
menunjukan class-class yang ada dari sebuah sistem dan hubungannya secara logika yang menggambarkan struktur statis dari sebuah sistem sehingga menjadi kekuatan dasar dari hampir setiap metode berorientasi objek.
14
Tabel 2.4. Class diagram
(Sumber: Henderi, 2008)
2.3.2.5. Data Model
Menurut Fathansyah (2012:25) model data dapat didefinisikan sebagai kumpulan penrangkat konseptual untuk menggambarkan data, hubungan data, makna data dan batasan data.
2.3.2.6. Deployment Diagram
Menurut Munawar (2005:125) deployment diagram menunjukan tata letak sebuah sistem secara fisik, menampakan bagian-bagian software yang berjalan pada bagian-bagian hardware. Diagram yang menunjukan tata letak suatu system secara fisik, dapat juga dikatakan untuk menampilkan bagian-bagian software yang terdapat pada hardware dan digunakan untuk menerapkan suatu sistem dan hubungan antara komponen hardware yang menunjukan letak software pada hardware yang digunakan sistem.
15
Tabel 2.5. Deployment diagram
(Sumber: Henderi, 2008)
2.3.2.7. Kamus Data
Menurut Jogiyanto (1999:725) kamus data merupakan daftar dari elemen –elemen yang terorganisasi dengan definisi yang sesuai dan tepat sehingga penelitian pemakai dan analisis sistem mempunyai pengertian yang sama tentang masukan dan keluaran.
2.3.2.8. User Interface
Menurut Hanif (2007:153) antarmuka pengguna merupakan tampilan dimana pengguna merupakan tampilan dimana pengguna berinteraksi dengan sistem yang memiliki tujuan untuk memungkinkan pengguna menjalankan setiap tugas dalam kebutuhan pengguna.
2.4. Teori Bahasa Pemograman
Bahasa pemograman (Utami dan Sukrisno, 2005:38) merupakan kumpulan aturan yang disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan pengguna komputer membuat program yang dapat dijalankan dengan aturan tersebut. Bahasa pemograman dapat dikelompokan dalam berbagai macam sudut
16
pandang. Salah satu pendekatan dari notasi pemograman tersebut, apakah lebih dekat ke bahasa mesin atau ke bahasa manusia.
Dengan cara ini, bahasa pemograman dapat dikelompokan menjadi dua yakni bahasa tingkat rendah dan bahasa tingkat tinggi. Bahasa tingkat tinggi merupakan bahasa yang mudah dipahami oleh manusia seperti C, Pascal, Java dan lain-lain sedangkan bahasa tingkat rendah merupakan bahasa mesin atau Bahasa assembly. Secara sederhana sebuah komputer hanya dapat mengeksekusi program yang ditulis dalam bentuk bahasa mesin. Oleh karena itu, jika suatu program ditulis dalam bentuk bahasa tingkat tinggi maka program tersebut harus diproses dahulu sebelum bisa dijalankan oleh komputer.
2.4.1. Visual Basic
Visual basic merupakan bahasa pemograman yang menawarkan
Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program
perangkat lunak berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemograman (COM). Visual basic merupakan turunan bahasa pemograman basic dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat. Adapun menu-menu yang terdapat pada microsoft visual basic adalah:
Menu Bar
Terdiri atas menu dasar untuk edit, view, project, debug dan lainnya.
Toolbar
Fasilitas ini dapat mempercepat pengaksesan perintah-perintah yang ada dalam pemograman.
Toolbox
Sebuah window yang berisi tombol-tombol kontrol yang digunakan untuk mendesain atau membangun sebuah form atau report.
Window Project Explorer
Menampilkan daftar form, modul, serta objek lain yang ada dalam project yang aktif.
Window Propeties
Window ini digunakan untuk mengatur properti sebuah objek atau kontrol yang
dipilih.
17
Sebuah window yang digunakan untuk mengontrol posisi form pada aplikasi dengan menggunakan sistem grafik dalam sebuah layar.
Form Designer
Sebuah window yang digunakan untuk mengatur tampilan aplikasi yang disusun.
2.5. Kerangka Pemikiran
Untuk menerapkan e-learning berbasis web di SMPN2 Cikarang Selatan diperlukan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan sebelumnya agar penerapan e-learning berjalan dengan efisien dan efektif. Tahapan-tahapanya adalah:
Tabel 2.6. Kerangka Berfikir
E-leaning berbasis web pada SMPN2 Cikarang
PERANCANGAN APLIKASI E-LEARNING
BERBASIS WEB PADA SMP N 2
CIKARANG SELATAN
PERANCANGAN 1. UML 2. User Interface PERENCANAAN SDM1.
Materi2.
Sosialisasi18
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Sejarah Singkat
SMPN 2 Cikarang Selatan digagas pada tahun 1986; merupakan filial atau cabang dari SMAN 1 Cikarang Selatan di bawah pimpinan Bapak Rustam Kepala SMAN 1 Cikarang Selatan. Pada saat itu belum memiliki bangunan utuh untuk belajar siswa, sehingga untuk tahun pertama (1986-1987) masih bertempat di SDN Sukaresmi 04, jumlah siswa ada 2 kelas. Tahun kedua, pendaftar ada 4 kelas, sehingga siswa dibagi dua tempat di SDN Sukaresmi dan di SMPIT. Pelulusan pertama masih dilakukan di SDN Sukaresmi 04. Sekolah baru memiliki bangunan sendiri pada tahun 1990 dan Ketika sudah berdiri sekitar tahun 1990, sekolah ini pun di sahkan oleh pemerintah.
3.2. Struktur Organisasi
Tabel 3.1 Struktur Organisasi
(Sumber: SMP N2 Cikarang Selatan, 2020)
3.3. Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) 3.3.1. Kepala Sekolah
Kepala Sekolah selaku edukator bertugas melaksanakan proses pengajaran secara efektif dan efisien. Kepala Sekolah selaku manajer mempunyai tugas:
a.
Menyusun perencanaan.b.
Mengorganisasikan kegiatan.19
d.
Mengkoordinasikan kegiatan.e.
Melaksanakan pengawasan.f.
Menentukan kebijaksanaan.g.
Mengadakan rapat mengambil keputusan.h.
Mengatur proses belajar mengajar.i.
Mengatur administrasi Katatausahaan, Kesiswaan, Ketenagaan, Sarana prasarana, Keuangan.3.3.2. Wakil Kepala Sekolah
Wakil Kepala Sekolah membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan yaitu:
a.
Penyusunan rencana, pembuatan program kegiatan dan programpelaksanaan.
b.
Pengorganisasian.c.
Pengarahan.d.
Ketenagakerjaan.e.
Pengkoordinasian.f.
Pengawasan.g.
Penilaian.h.
Identifikasi dan pengumpulan data.i.
Pengembangan keunggulan.j.
Penyusunan laporan.3.3.3. Komite Sekolah
Tugas utama komite sekolah adalah:
a.
Menyusun AD dan ART Komite Sekolah.b.
Mendorong tumbuhnya perhatiandan komitmen masyarakat.c.
Melakukan kerjasama dengan masyarakat dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.d.
Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan masyarakat.e.
Memberi masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada sekolah mengenai: kebijakan dan program sekolah, RAPBS, kriteria kinerja sekolah, kriteria tenaga kependidikan, kriteria fasilitas pendidikan, dan hal-hal lain yang20
terkait dengan pendidikan.
f.
Mendorong orang tua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan.g.
Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di sekolah.3.3.4. Kepala Tata Usaha
a.
Menyusun program kerja Tata Usaha.b.
Mengkoordinir tugas-tugas tata usaha.c.
Membina dan mengembangkan tugas-tugas ketatausahaan.d.
Mengatur pengurusan kepegawaian.e.
Meneliti dan setelah itu membuat surat, bagus surat masuk ataupun surat keluar sesuai dengan disposisi/instruksi Kepala Sekolah.f.
Memantau pelaksanakan 6K.g.
Mengawasi dan mengendalikan penggunaan alat-alat sekolah.h.
Membantu Kepala sekolah dalam penyusunan RAPBS.i.
Bertanggung jawab atas penggunaan stempel sekolah.3.3.5. PKS Sarana Kurikulum
a.
Menyusun dan menjabarkan Kalender Pendidikan.b.
Menyusun Pembagian Tugas Guru dan Jadwal Pelajaran.c.
Mengatur Penyusunan PRogram Pengajaran (Program Semester, Programd.
Satuan Pelajaran, dan Persiapan Mengajar, Penjabaran dan PenyesuaianKurikulum).
e.
Mengatur pelaksanaan program penilaian Kriteria Kenaikan Kelas, Kriteria Kelulusan dan Laporan Kemajuan Belajar Siswa serta pembagian Raport dan STTB.f.
Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan.g.
Mengatur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.h.
Mengatur Pengembangan MGMP dan Koordinator mata pelajaran.i.
Mengatur Mutasi Siswa.j.
Melaksanakan supervisi administrasi dan akademis.k.
Menyusun Laporan.21
3.3.6. PKS Kesiswaan
a.
Mengatur pelaksanaan Bimbingan Konseling.b.
Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 7K (Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Kesehatan dan Kerindangan).c.
Mengatur dan membina program kegiatan OSIS meliputi: Kepramukaan Palang Merah Remaja (PMR), Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Paskibra.d.
Mengatur pelaksanaan Kurikuler dan Ekstra Kurikuler.e.
Menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa teladan sekolah.f.
Menyelenggarakan Cerdas Cermat, Olah Raga Prestasi.g.
Menyeleksi calon untuk diusulkan mendapat beasiswa.3.3.7. PKS Sarana Dan Prasarana
a.
Merencanakan kebutuhan sarana prasarana untuk menunjang proses belajar mengajarb.
Merencanakan program pengadaannya.c.
Mengatur pemanfaatan Sarana Prasarana.d.
Mengelola perawatan, perbaikan dan pengisian.e.
Mengatur pembakuannya.f.
Menyusun laporan.3.3.8. PKS Hubungan Masyarakat
a.
Mengatur dan mengembangkan hubungan dengan komite dan peran komite.b.
Menyelenggarakan bakti sosial, karyawisata.c.
Menyelenggarakan pameran hasil pendidikan di sekolah (gebyar seni).d.
Menyusun laporan.3.4. Visi Misi Sekolah 3.4.1. Visi Sekolah
“ Terwujudnya Sekolah Yang Berwibawa, Mencerdaskan, Ramah Anak dan
Lingkungan di Tahun 2022”
3.4.2. Misi Sekolah
22
komunikasi dengan para orang tua dan komite melalui pemaparan program – program sekolah yang komprehensif.
2.
Meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dengan pengikutsertaan guru di forum MGMP dan pelatihan lainnya.3.
Memantapkan budaya salam sapa antar sesama warga sekolah.4.
Meningkatkan ketersediaan prasarana dan sarana pendidikan baik kurikuler maupun ekstrakurikuler.5.
Meningkatkan budaya literasi dengan menambah koleksi buku – buku dan sarana perpustakaan dan pembangunan tempat – tempat baca yang nyaman.3.5. Usecase Sistem yang berjalan.
Saat ini belum ada sistem pengelolaan pembelajaran sistem e-learning di SMP N2 Cikarang Selatan. Adapun alur proses yang saat ini sedang berjalan ialah:
23
Gambar 3.1 Usecase Sistem Pembelajaran yang sedang Berjalan
3.6. Analisa Kebutuhan Sistem
Sistem pembelajaran yang dilakukan di SMPN 2 Cikarang Selatan masih menggunakan metode pembelajaran secara langsung dikelas - kelas, belum adanya metode pembelajaran dengan menggunakan e-learning.
Oleh karena itu diperlukan sebuah sistem pembelajaran dengan menggunakan e-learning untuk mempermudah proses pembelajaran disaat diadakan secara tidak langsung.
3.7. Sistem yang diusulkan
Perancangan kebutuhan sistem secara garis besar membahas tentang kebutuhan sistem pembelajaran e-learning. Dalam tahap sistem yang diusulkan, Guru dapat melakukan pembelajaran e-learning dengan siswa yang didalamnya sudah temasuk materi yang diajarkan absensi sekaligus tugas untuk siswa.
24
3.7.1. Use Case Diagram
Use Case Diagram menggambarkan sebuah interaksi antara satu atau
lebih aktor dengan sistem yang akan dibuat. Berikut ini use case diagram sistem
e-learning yang diusulkan:
Gambar 3.2 UseCase Diagram Sistem E-learning yang Diusulkan
3.7.2. Activity Diagram
Activity diagram menggambarkan urutan aktifitas aktor dengan sistem.
25
Gambar 3.3 Activity Diagram Sistem E-learning Login
26
Gambar 3.5 Activity Diagram Sistem E-learning Rekap Absensi Siswa
27
Gambar 3.7 Activity Diagram Sistem E-learning Siswa Download Materi
Gambar 3.8 Activity Diagram Sistem E-learning Guru Upload Tugas
28
Gambar 3.9 Activity Diagram Sistem E-learning Siswa Download, Upload Tugas
29
Gambar 3.11 Activity Diagram Sistem E-learning Siswa Melihat dan Mendowload
Nilai