RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 5
BAB II
HASIL EVALUASI RENCANA KERJA
BAPPEDA KABUPATEN REMBANG TAHUN LALU
Evaluasi pelaksanaan Renja tahun lalu ditujukan untuk mengidentifkasi sejauh mana kemampuan perangkat daerah dalam melaksanakan program dan kegiatan, mengidentifikasi realisasi pencapaian target kinerja program dan kegiatan Renstra perangkat daerah serta permasalahan dan hambatan yang dihadapi. Evaluasi Renja/Kegiatan Bappeda Kabupaten Rembang tahun lalu pada dasarnya menyajikan pengukuran terhadap hasil kinerja program/kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Bappeda Kabupaten Rembang selama kurun waktu tahun 2020 dan 2021. Untuk mengukur kinerja diperlukan penetapan seperangkat indikator kinerja yang merupakan alat untuk mengukur pencapaian suatu kebijakan/program/kegiatan dan sekaligus merupakan indikator untuk mengevaluasi dan menilai kinerja sebuah instansi.
Menurut Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 indikator kinerja merupakan ukuran kuantitatif dan kualitatif yang secara spesifik digunakan untuk menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan yang telah ditetapkan. Penetapan indikator-indikator kinerja ini harus didasarkan pada perkiraan yang realistis dengan memperhatikan tujuan dan sasaran yang ditetapkan, serta data pendukung yang terorganisasi,sehingga keberhasilan pencapaiannya dapat mengindikasikan sejauh mana keberhasilan pencapaian sasaran pada tahun yang bersangkutan.
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2017 dan
2018 serta capaian Renstra Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021
Dalam mencapai sasaran-sasaran yang diinginkan,Bappeda Kabupaten Rembang telah menyusun anggaran yang diperlukan sesuai dengan target kinerja dan indikator program maupun sasaran. Adapun penyerapan anggaran Bappeda Kabupaten Rembang pada tahun 2017 dan 2018 sebagaimana tabel berikut :
Tabel 2.1
Penyerapan Anggaran Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2017-2018
No Program Anggaran Tahun Realisasi Tahun
2017 2018 2019 2017 2018
A. Belanja Tidak Langsung 3.497.943.000 4.293.444.000 3.635.155.011 3.405.466.139 3.634.257.643
B. Belanja Langsung 6.439.500.000 4.855.672.000 - 6.325.223.359 4.735.228.542
1 Pelayanan Administrasi
Perkantoran 846.500.000 835.672.000 775.900.000 837.660.934 828.286.126 2 Peningkatan Sarana Prasarana
Aparatur 243.000.000 205.000.000 752.500.000 240.988.317 204.941.000 3 Peningkatan Disiplin Aparatur 0 0 2.000.000 0 0 4 Peningkatan Kapasitas Sumber 20.000.000 15.000.000 172.000.000 20.000.000 14.999.900
RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 6
No Program Anggaran Tahun Realisasi Tahun
2017 2018 2019 2017 2018
Daya Aparatur
5 Peningkatan Pengembangan Sisten Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
170.000.000 70.000.000 44.500.000 169.618.906 69.998.950 6 Pemeliharaan Barang Milik
Daerah 0 0 17.000.000 0 0 7 Pengembangan Data dan
Informasi perencanaan Pembangunan 313.200.000 220.000.000 384.000.000 312.451.000 219.289.725 8 Kerjasama Pembangunan 538.800.000 0 0 536.672.300 0 Pengembangan Wilayah Perbatasan 0 0 30.000.000 0 0 9 Perencanaan Pengembangan
Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh
0 0 50.000.000 0 0 10 Perencanaan
PengembanganKota-kota Menengah dan Besar 0 0 0 0 0 Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah 0 0 500.000.000 00 11 Perencanaan Pembangunan Daerah 1.766.000.000 1.499.375.000 1.212.500.000 1.742.883.740 1.496.918.349 12 Perencanaan Pembangunan Ekonomi 535.000.000 310597.000 565.000.000 526.640.560 310.589.188 Koordinasi Evaluasi dan
keterpaduan Perencanaan Pembangunan Bidang Ekonomi
0 84.597.000 0 0 84.596.950 13 Perencanaan Pembangunan
Sosial Budaya 450.000.000 465.000.000 705.000.000 449.438.000 458.978.3000 14 Perencanaan Prasarana Wilayah
dan Sumber Daya Alam 730.000.000 241.000.000 610.000.000 707.494.472 239.722.226 15 Perencanaan Pembangunan
Daerah Rawan Bencana 0 0 20.000.000 0 0 16 Perencanaan Pemanfaatan
Pengendalian Tata Ruang 532.000.000 60.000.000 72.500.000 494.248.190 59.827.549 17 Penelitian dan Pengembangan
serta Ilmu Pengetahuan dan teknologi
295.000.000 398.550.000 793.000.000 287.126.290 398.449.762 18 Pengendalian dan Evaluasi
Perencanaan Pembangunan 0 177.625.000 480.000.000 0 177.429.792 19 Kerjasama Pembangunan 0 357.853.000 244.100.000 0 355.797.775 20 Pengembangan dan Pengelolaan
Jaringan Irigasi Rawan , Rawan dan jarungan pengairan kainnya
0 0 50.000.000 0 0 21 Perencanaan Tata Ruang 0 0 20.000.000 0 0 22 Pemanfaatan Ruang 0 0 20.000.000 0 0
JUMLAH 9.937.443.000 9.149.116.00
0 7.520.000 9.730.689.498 8.469.486.185
Persentase 97,9 92,6
Sumber : Bappeda Kab. Rembang
Dilihat dari tabel diatas dari 12 program, anggaran Bappeda Kabupaten Rembang dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 mengalami penurunan, hal ini disebabkan karena adanya rasionalisasi dari Pemerintah Pusat. Pada dasarnya semua kegiatan secara fisik dapat dilaksanakan 100%, sesuai dengan target yang direncanakan, sedangkan realisasi keuangan tidak terserap 100% dari target yang direncanakan, hal ini dikarenakan faktor efesiensi dalam pemanfaatan dana anggaran. Permasalahan penyerapan anggaran yang tidak maksimal disebabkan adanya efisensi penggunaan dana pada beberapa kegiatan atau masih kurangnya kecermatan dalam menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) yang menjadi pedoman pelaksanaan program/kegiatan baik dari sisi anggaran maupun dari indikator kinerja turut menentukan serapan dan alokasi anggaran yang dibutuhkan. Permasalahan tersebut juga berkaitan dengan belum dimilikinya Analisis
RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 7
Standar Biaya (ASB) untuk Program/kegiatan yang dilaksanakan, sehingga tidak ada standar baku yang dapat diterapkan dalam alokasi anggaran kegiatan.
RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 8
Pada tahun anggaran 2017, Bappeda Kabupaten Rembang memiliki total anggaran sebesar Rp.9.937.443.000. Dari jumlah tersebut, belanja tidak langsung sebesar Rp. 3.497.934.000 dan belanja langsung sebesar Rp 6.439.500.000. Jumlah anggaran tersebut digunakan untuk membiayai belanja tidak langsung dan belanja langsung, terdiri dari 12 program / 72 kegiatan. Anggaran yang terserap dari total anggaran pada tahun 2017 adalah sebesar Rp 9.730.689.498 atau sekitar 97,9 %.
Sedangkan pada tahun anggaran 2018, Bappeda Kabupaten Rembang memiliki total anggaran sebesar Rp. 9.149.116. Dari jumlah tersebut, belanja tidak langsung sebesar Rp. 4.293.444.000 dan belanja langsung sebesar Rp 4.855.672.000. Jumlah anggaran tersebut digunakan untuk membiayai belanja tidak langsung dan belanja langsung, terdiri dari 13 program / 60 kegiatan. Anggaran yang terserap dari total anggaran pada tahun 2018 adalah sebesar Rp 8.469.486.185 atau sekitar 92,6 %.
Secara garis besar capaian kinerja keuangan dan fisik merupakan sokongan untuk mencapai target indikator urusan dan indikator program Pencapaian indikator urusan merupakan satu hal yang penting mengingat peran Bappeda dalam fungsi penunjang urusan pemerintahan yaitu fungsi perencanaan pembangunan.
2.2 . Analisis Kinerja Pelayanan Bappeda Kabupaten Rembang
Bappeda Kabupaten Rembang sebagaimana dalam Peraturan Bupati Rembang Nomor 66 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan bidang perencanaan dan penunjang penelitian dan pengembangan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada daerah. Dalam pelaksanaan tugas dimaksud, Bappeda Kabupaten Rembang menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a. Perumusan kebijakan teknis bidang perencanaan pembangunan daerah dan bidang penelitian dan pengembangan;
b. pelaksanaan tugas dukungan teknis di bidang perencanaan dan bidang penelitian dan pengembangan;
c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas dukungan teknis bidang perencanaan dan bidang penelitian dan pengembangan;
d. pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi-fungsi penunjang bidang perencanaan dan bidang penelitian dan pengembangan;
RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 9
e. pelaksanaan fungsi kesekretariatan Bappeda Kab. Rembang.
Bappeda Kabupaten Rembang sesuai dengan tugas dan fungsinya berupaya untuk memastikan perencanaan pembangunan daerah dapat berjalan optimal, berkesinambungan dan sinergis. Upaya tersebut diwujudkan dalam kinerja pelayanan perangkat daerah dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Rembang tahun 2016-2021. Pencapaian kinerja Bappeda Kabupaten Rembang dirumuskan dan dikaji berdasarkan format tabel T-C.30 Lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.
RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 10
Berikut tabel yang memuat target dan capaian kinerja untuk urusan perencanaan pembangunan yang diampu oleh Bappeda Kabupaten Rembang sebagaimana dalam Bab IX RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016 s.d. 2021.
Tabel 2.2.
Pencapaian Kinerja Pelayanan Bappeda Kabupaten Rembang Berdasarkan urusan
Tahun 2016-2018
No Aspek
bidang/urusan/indikator Satuan 2016 2017 2018 Target Renstra Tahun 2019 2016 2017 Capaian Tahun 2018 2019 Tw II Fungsi Perencanaan Pembangunan
1 Persentase usulan masyarakat yang diakomodir dalam dokumen perencanaan. % 50 55 60 65 60 65 65.93 46 2 Persentase Penjabaran Program RPJMD kedalam RKPD % 75 80 85 90 80 83 87,19 90 3 Persentase kesesuaian
program dan kegiatan antara RKPD, KUA PPA, RAPBD dan Perda APBD
% 75 80 85 85 95 95,15 99,47 99
4 Persentase ketersediaan data dan informasi Perencanaan Pembangunan
% 90 95 100 100 80 95 100 90
Sumber : Tabel 9.1 Bab IX Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021 dan LKJiP Bappeda Tahun 2018
Tabel 2.2 di atas menunjukkan bahwa sampai tahun 2018 dari 4 indikator urudan kinerja pelayanan Bappeda sudah memenuhi target yang ditetapkan dalam Renstra hal ini dikarenakan perwujudan komitmen yang cukup baik Bappeda dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.
Pencapaian kinerja pelaksanaan program dan kegiatan dilakukan dengan pengukuran indikator kinerja terhadap program dan kegiatan. Pengukuran indikator kinerja tersebut digunakan untuk melihat keberhasilan sasaran berdasarkan rencana kinerja tahunan yang ditetapkan dapat terukur dengan jelas. Berdasarkan pengukuran dimaksud akan diketahui tingkat pencapaian kinerja.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Rembang Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Rembang Tahun 2016–2021, indikator kinerja pelayanan Bappeda Kabupaten Rembang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya adalah sebagai berikut:
1. Tersusunnya Sistem informasi Perencanaan Pembangunan terpadu 2. persentase pemanfaatan hasil penelitian/inovasi
RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 11
4. persentase pelaksanaan dokumen perencanaan yang partisipastif dan akuntabel
5. persentase pemanfaatan dokumen perencanaan pembangunan bidang ekonomi
6. persentase pemanfaatan dokumen perencanaan pembangunan bidang social budaya
7. Persentase peningkatan jumlah kemitraan dengan swasta dalam pembangunan
8. persentase nota kesepahaman kerjasama yang ditindaklanjuti 9. persentase penyelesaian masalah wilayah perbatasan
10. persentase pemanfaatan dokumen perencanaan pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh
11. persentase pemanfaatan dokumen perencanaan prasarana wilayah dan SDA 12. persentase pemanfaatan dokumen perencanaan daerah rawan bencana 13. persentase aparatur perencana bersertifikat kompetensi
14. persentase pemanfaatan dokumen perencanaan tata ruang
15. persentase pemanfaatan data survey dan pemetaaaan tata ruangpersentase pemanfaatan rekomendasi pemanfaatan ruang
16. persentase pemanfaatan dokumen perencanaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan lainnya
17. Persentase kesesuaian usulan masyarakat dengan dokumen perencanaan. 18. Persentase tindak lanjut hasil monev
Pencapaian kinerja pelayanan Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2016-2018 yang tercermin dalam pelaksanaan program dan kegiatannya dapat dilihat pada Tabel 2.2
Tabel 2.3
Pencapaian Kinerja Pelayanan Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2016-2018
No Indikator Satuan Target Renstra Tahun Capaian Tahun
2016 2017 2018 2019 2016 2017 2018 2019 TW II 1 Tersusunnya Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Terpadu % 65 70 80 85 80 80 100 75 2 persentase pemanfaatan hasil penelitian/inovasi % 55 60 65 70 55 65 70 65 3 Persentase Program RPJMD yang dijabarkan dalam RKPD tiap tahunnya
% 75 80 85 90 80 117 110 85 4 persentase pelaksanaan % 78 80 82 85 78 90 90 82
RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 12
No Indikator Satuan Target Renstra Tahun Capaian Tahun
2016 2017 2018 2019 2016 2017 2018 2019
TW II
dokumen perencanaan yang partisipastif dan akuntabel 5 persentase pemanfaatan dokumen perencanaan pembangunan bidang ekonomi % 78 80 82 85 80 80 85 82 6 persentase pemanfaatan dokumen perencanaan pembangunan bidang sosbud % 78 80 82 85 80 82 82 82 7 Persentase peningkatan jumlah kemitraan dengan swasta dalam pembangunan % 35 40 45 50 40 45 45 45 8 persentase nota kesepahaman kerjasama yang ditindaklanjuti % 80 83 86 90 80 100 100 86 9 persentase penyelesaian masalah wilayah perbatasan % 55 60 65 70 70 80 100 65 10 persentase pemanfaatan dokumen perencanaan pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh
% 73 75 77 80 80 90 100 77
11 persentase pemanfaatan dokumen perencanaan prasarana wilayah dan SDA
% 78 80 82 85 80 90 90 75
12 persentase pemanfaatan dokumen perencanaan daerah rawan bencana
% 65 70 75 80 50 60 70 70 13 persentase aparatur perencana bersertifikat kompetensi % 82 85 87 90 82 85 100 87 14 persentase pemanfaatan
dokumen perencanaan tata ruang
% 80 83 87 93 100 100 100 87 15 persentase pemanfaatan
data survey dan pemetaaaan tata ruang
% 80 83 87 93 100 100 100 87 16 persentase pemanfaatan rekomendasi pemanfaatan ruang % 83 87 93 100 100 100 87 17 persentase pemanfaatan dokumen perencanaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan lainnya
% 80 83 87 93 70 75 80 87
18 Persentase kesesuaian usulan masyarakat dengan dokumen perencanaan.
% 55 60 65 70 80 60 65 65 19 Persentase tindak lanjut
hasil monev % 80 83 87 93 100 83 87 87
Sumber : Bappeda Kab. Rembang
Tabel 2.3 di atas menunjukkan bahwa sampai tahun 2018 dari 19 indikator kinerja pelayanan Bappeda Kabupaten Rembang yang tercantum dalam Renstra Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2016 – 2021, 19 indikator diantaranya dapat mencapai target yang ditetapkan di awal periode. Bahkan 1 (satu) indikator diantaranya melampaui target (pencapaian di atas 100%), yaitu Persentase Program RPJMD yang dijabarkan dalam RKPD tiap tahunnya. Adapun indikator yang pencapaiannya tidak memenuhi target adalah persentase pemanfaatan dokumen perencanaan daerah rawan bencana, dimana program dan kegiatan yang mendukung indikator tersebut dialihkan ke Perangkat Daerah lain yaitu Badan
RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 13
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang
Pencapaian pelayanan kinerja tersebut merupakan bukti komitmen yang tinggi dari seluruh aparat Bappeda untuk mencapai target-target kinerja yang sudah disepakati di dalam Renstra Bappeda Kabupaten Rembang dengan didukung oleh sumber daya anggaran yang memadai.
Adapun bentuk pelayanan Bappeda adalah sebagai berikut :
1. Penyampaian informasi data Pembangunan Daerah bagi instansi Pemerintah Kabupaten Rembang
2. Penyiapan bahan dan penyusunan usulan prioritas pembangunan Daerah Kabupaten Rembang melalui MUSRENBANG Kabupaten Rembang ;
3. Penyiapan bahan dan penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) ;
4. Penyiapan dan penyusunan Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) ;
5. Penyampaian publikasi hasil-hasil penelitian dan pengembangannya.
Pada prinsipnya kualitas perencanaan pembangunan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, beberapa indikator peningkatan tersebut antara lain :
1. Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Hal ini dapat terlihat pada pelaksanaan kegiatan Musrenbang di tingkat desa/kelurahan, kecamatan, Kabupaten forum OPD dan kegiatan penataan lingkungan permukiman;
2. Meningkatnya konsistensi antara dokumen perencanaan dengan mekanisme penyusunan anggaran;
3. Meningkatnya efektivitas produk-produk pengembangan dan penelitian berupa hasil kajian, yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan pembangunan.
Beberapa kendala dan permasalahan yang dihadapi Bappeda kabupaten Rembang dalam peningkatan kualitas produk perencanaan pembangunan adalah sebagai berikut :
1. Kualitas dan kapasitas SDM Bappeda yang masih perlu ditingkatkan;
2. Dinamisasi regulasi dan pedoman yang mengatur mekanisme perencanaan; 3. Belum tersedianya prosedur standar operasional perencanaan untuk
menganalisa kelayakan kegiatan;
4. Masih kurangnya kapasitas kelembagaan perencana yang menyebabkan kurang efektifnya proses perencanaan sehingga berdampak pada kualitas
RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 14
produk rencana pembangunan tahunan, sebagai contoh penyusunan prioritas usulan pembangunan;
5. Kurangnya kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya terhadap mekanisme perencanaan sebagai akibat tidak adanya kepastian realisasi rencana;
6. Lebarnya kesenjangan antara kemampuan anggaran pemerintah daerah dengan banyaknya rencana kegiatan;
7. Adanya kepentingan-kepentingan yang bersifat politis yang harus diakomodasi dalam perencanaan maupun penganggaran.
RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 15
2.3 Isu–Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Bappeda Kabupaten Rembang
Perencanaan pembangunan daerah merupakan salah satu urusan dengan dinamika yang terus menerus berkembang mengikuti pergerakan beberapa variabel seperti ekonomi, sosial, politik maupun perubahan aturan hukum yang berlaku. Dengan adanya dinamika tersebut, maka muncul isu-isu penting yang harus diakomodir maupun ditindaklanjuti karena berpengaruh terhadap perencanaan pembangunan di Kabupaten Rembang. Berikut uraian isu-isu penting sebagaimana dimaksud.
A. Sejauh mana tingkat kinerja pelayanan Perangkat Daerah dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan Perangkat Daerah.
Tingkat kinerja Bappeda Kabupaten Rembang dapat dilihat berdasarkan capaian indikator sasaran dan program sebagaimana pada tabel 2.3. secara umum kinerja Bappeda tergolong baik dikarenakan mampu memenuhi target capaian indikator yang telah ditetapkan. Untuk hal kritis yang perlu dicermati adalah terkait dengan beberapa indikator yang belum sepenuhnya tercapai sesuai dengan target.
B. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi Perangkat Daerah;
Beberapa kendala dan permasalahan yang dihadapi Bappeda kabupaten Rembang dalam peningkatan kualitas produk perencanaan pembangunan maupun kelitbangan adalah sebagai berikut :
1. Kualitas dan kapasitas SDM Bappeda yang masih perlu ditingkatkan;
2. Dinamisasi regulasi dan pedoman yang mengatur mekanisme perencanaan;
3. Belum tersedianya prosedur standar operasional perencanaan untuk menganalisa kelayakan kegiatan;
4. Masih kurangnya kapasitas kelembagaan perencana yang menyebabkan kurang efektifnya proses perencanaan sehingga berdampak pada kualitas produk rencana pembangunan tahunan, sebagai contoh penyusunan prioritas usulan pembangunan;
5. Kurangnya kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya terhadap mekanisme perencanaan sebagai akibat tidak adanya kepastian realisasi rencana;
6. Lebarnya kesenjangan antara kemampuan anggaran pemerintah daerah dengan banyaknya rencana kegiatan;
RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 16
diakomodasi dalam perencanaan maupun penganggaran.
C. Dampaknya terhadap pencapaian visi dan misi kepala daerah, terhadap capaian program nasional/internasional.
Dampak yang dapat muncul sebagai akibat dari permasalahan diatas diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Rencana pembangunan yang telah disusun belum dapat direalisasikan sebagai akibat dari keterbatasan anggaran, sehingga akan berdampak pada capaian kinerja indikator makro maupun urusan dan program kegiatan;
2. Keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan di lingkup Bappeda Kabupaten Rembang, sehingga capaian program dan kegiatan tidak sesuai dengan target yang ditetapkan;
3. Kondisi yang kurang ideal dikarenakan rolling plan yang telah disusun tidak dapat terpenuhi karena adanya keterlambatan regulasi dari pusat maupun provinsi sehingga mengakibatkan perubahan perancanaan dan bergesernya waktu pelaksanaan pekerjaan yang menimbukan risiko pada rendahnya serapan anggaran dan tidak terlaksananya pekerjaan;
4. Kualitas dokumen perencanaan yang kurang memadai dikarenakan rendahnya validitas data dan waktu penyusunan yang tidak ideal, sehingga output dari rencana yang dilaksanakan akan kurang sesuai dengan yang diharapkan;
D. Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan Perangkat Daerah
Dalam rangka meningkatkan pengembangan pelayanan pada Bappeda Kabupaten Rembang, diperlukan suatu analisa faktor-faktor yang dapat mendukung dan mempengaruhi keberhasilan serta kegagalan strategi kebijakan, baik analisa tantangan maupun peluang yang dihadapi Bappeda Kabupaten Rembang, antara lain :
1. Tantangan
Setelah memperhatikan uraian tersebut di atas maka dapat disampaikan beberapa faktor penghambat yang menjadi tantangan dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Tuntutan dan aspirasi semakin beragam dengan berbagai kepentingan yang semuanya harus ditampung dan diperhatikan;
RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 17
b. Semakin meningkatnya pengawasan / kontrol dari berbagai elemen masyarakat / pemangku kepentingan dan juga DPRD terhadap berbagai kebijakan pembangunan;
c. Masih terdapat aparat pemerintahan dan juga kelompok masyarakat yang belum memahami arti penting dari proses perencanaan pembangunan parsitipatif;
d. Bervariasinya tingkat pendidikan, sosial ekonomi masyarakat yang berpengaruh pada pola pikir dan pola tindak dari masyarakat Kabupaten Rembang;
e. Adanya ketidakpercayaan sebagian masyarakat terhadap berbagai tahapan/proses perencanaan pembangunan, yang dianggap hanya sebagai formalitas belaka.
2. Peluang
Sedangkan beberapa faktor pendukung yang dapat menjadi peluang adalah sebagai berikut:
a. Penerapan otonomi daerah yang memberikan kesempatan berprakarsa seluas-luasnya bagi daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
b. Terjadinya hubungan yang harmonis dengan OPD lain dan juga dengan para pemangku kepentingan (stake holders)
c. Keleluasaan dalam akses informasi sebagai bukti keterbukaan kerjasama dengan berbagai lembaga lain baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kota/Kabupaten lain, Swasta, Lembaga Donor, LSM, lembaga-lembaga lainnya dan masyarakat luas.
E. Formulasi isu-isu penting berupa rekomendasi dan catatan yang strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang direncanakan
Rekomendasai dan catatan strategis menilik dari permasalahan, tantangan dan peluang adalah sebagai berikut :
1. Perlunya perencanaan yang matang dan komprehensif dengan dukungan data yang valid dalam rangka menghadapi kondisi perekonomian yang mengalami perlambatan serta dalam rangka memanfaatkan potensi Kabupaten Rembang secara optimal;
2. Konsistensi dan dukungan dalam penyusunan dokumen perencanaan meliputi penggunaan Sistem Informasi yang
RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 18
terpadu dalam perencanaan dan penganggaran serta peningkatan fungsi monitoring dan evaluasi;
3. Peningkatan fungsi kehumasan dalam bidang perencanaan melalui city branding untuk meningkatkan pamor Kabupaten Rembang, sehingga investasi dan pendapatan daerah dapat meningkat sekaligus dalam rangka mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Rembang.
2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD
Review terhadap Rancangan Awal RKPD Kabupaten Rembang sebagaimana dalam lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 memuat tentang perbandingan rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan Bappeda Kabupaten Rembang untuk tahun anggaran 2019. Selain itu review juga berisikan penjelasan mengenai alasan proses tersebut dilakukan dan catatan penting. Pagu indikatif dalam Rancangan awal diisi berdasarkan berdasarkan matrik indikasi rencana program dan pendanaan Bab VIII RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021. Rincian review dimuat berdasarkan format tabel T-C.31 Lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 sebagai berikut :
RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 19
Tabel 2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2020 Kabupaten Rembang
Nama Perangkat Daerah : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan
NO Program Lokasi Indikator Kinerja Program (outcames)/Kegi atan (Output) Target Capaian Pagu Indikatif (Rp)
Program Lokasi Indikator Kinerja Program (outcames)/Kegi atan (Output) Target Capaian Kebutuhan Dana Catatan Penting 1 Program Manajemen Administrasi Pelayanan Umum, Kepegawaian dan Keuangan Perangkat Daerah Kab.
Rembang Persentase ketercapaian pelayanan umum Persentase ketercukupan sarana prasarana aparatur Persentase pemenuhan pelayanan kepegawaian Persentase pemenuhan pelayanan keuangan 95 % 95 % 95 % 95 % 3.128.500.000 Program Manajemen Administrasi Pelayanan Umum, Kepegawaian dan Keuangan Perangkat Daerah Kab.
Rembang Persentase ketercapaian pelayanan umum Persentase ketercukupan sarana prasarana aparatur Persentase pemenuhan pelayanan kepegawaian Persentase pemenuhan pelayanan keuangan 95 % 95 % 95 % 95 % 27.502.797.500 2 Program Perencanaan dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah
Kab.
Rembang Persentase keselarasan perencanaan terhadap capaian kinerja perangkat daerah(formulasi jumlah capaian indikator kinerja/jumlah target indikator kinerja) Persentase ketercapaian perencanaan dan evaluasi kinerja sakip(formulasi;jumlah capaian indikator kinerja/jumlah target indikator kinerja 90 % 90 % 315.000.000 Program Perencanaan dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah Kab.
Rembang Persentase keselarasan perencanaan terhadap capaian kinerja perangkat daerah(formulasi jumlah capaian indikator kinerja/jumlah target indikator kinerja) Persentase ketercapaian perencanaan dan evaluasi kinerja sakip(formulasi;jumlah capaian indikator kinerja/jumlah target indikator kinerja 90 % 90 % 188.500.000
RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 20
Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan
NO Program Lokasi Indikator Kinerja Program (outcames)/Kegi atan (Output) Target Capaian Pagu Indikatif (Rp)
Program Lokasi Indikator Kinerja Program (outcames)/Kegi atan (Output) Target Capaian Kebutuhan Dana Catatan Penting 3 Program Peningkatan Keterbukaan Informasi Publik Kab.
Rembang Persentase Informasi Yang Disampaikan Ke Publik (Formulasi : Jumlah Informasi Yang Disampaikan
Publik/Jumlah Informasi Publik Yang Wajib Disampaikan) X 100% 90.00 % 342.000.000 Program Peningkatan Keterbukaan Informasi Publik Kab.
Rembang Persentase Informasi Yang Disampaikan Ke Publik (Formulasi : Jumlah Informasi Yang Disampaikan
Publik/Jumlah Informasi Publik Yang Wajib Disampaikan) X 100% 90.00 % 380.000.000 4 Program Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah Kab.
Rembang Persentase dokumen perencanaan yang ditetapkan tepat waktu Persentase perangkat daerah yang menyampaikan dokumen perencanaan tepat waktu Persentase kesesuaian capaian kinerja daerah
100 % 90 % 65 % 2.760.000.000 Program Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah Kab.
Rembang Persentase dokumen perencanaan yang ditetapkan tepat waktu Persentase perangkat daerah yang menyampaikan dokumen perencanaan tepat waktu Persentase kesesuaian capaian kinerja daerah
100 % 90 % 65 % 2.585.000.000 5 Program Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kab.
Rembang Persentase tingkat keselarasan RKPD terhadap RPJMD rumpun infrastruktur dan pengembangan wilayah Persentase tingkat keselarasan renja terhadap renstra rumpun infrastruktur dan pengembangan wilayah 70 % 70 % 1.750.000.000 Program Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kab.
Rembang Persentase tingkat keselarasan RKPD terhadap RPJMD rumpun infrastruktur dan pengembangan wilayah Persentase tingkat keselarasan renja terhadap renstra rumpun infrastruktur dan pengembangan wilayah 70 % 70 % 0
RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 21
Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan
NO Program Lokasi Indikator Kinerja Program
(outcames)/Kegi atan (Output)