• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA ( RENJA )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KERJA ( RENJA )"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KERJA

( RENJA )

BAPPEDA KABUPATEN REMBANG

Jl. Diponegoro No. 85

Telp. (0295) 691328 Fax. (0295) 691328

@bappeda_rembang

Bappeda_Rembang

Bappeda Rembang

BAPPEDA KABUPATEN

REMBANG

TAHUN 2020

[email protected]

Pemkab Rembang

I

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT , karena atas petunjuk-NYA , kami dapat menyusun Rancangan Akhir Rencana Kerja Bappeda Kabupaten Rembang Tahun Anggaran 2020. Rancangan Akhir Renja Bappeda Kabupaten Rembang ini disusun untuk memenuhi amanah dari Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah , Tata Cara Evaluasi Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah,Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah,dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.

Rancangan Akhir Renja Bappeda Tahun 2020 berpedoman pada RPJMD Pemerintah Kabupaten Rembang Tahun 2016 s.d 2021, Renstra Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2016 – 2021, dan RKPD Pemerintah Kabupaten Rembang Tahun 2020 dengan tujuan untuk menjamin kesesuaian antara program,mkegiatan, lokasi kegiatan, kelompok sasaran , serta perkiraan maju. Selain itu dalam Rencana Kerja memuat evaluasi hasil Renja Bappeda Tahun 2017 dan 2018 dengan tujuan untuk memastikan bahwa rumusan kegiatan alternatif dan /atau kegiatan baru yang disusun dalam Rancangan Akhir Rencana Kerja Perangkat Daerah dilakukan dalam rangka optimalisasi pencapaian sasaran Rencana Strategis Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2016 – 2021.

Dengan penyusunan Rancangan Akhir Rencana Kerja Bappeda Kabupaten Rembang Tahun Anggaran 2020, kami berharap dapat memberikan nilai manfaat dalam proses Perencanaan Pembangunan Daerah di Kabupaten Rembang.

Rembang , Juni 2019

KEPALA BAPPEDA KABUPATEN REMBANG

Ir.DWI WAHYUNI HARIYATI,MM

Pembina Utama Muda NIP.19660123 199103 2 008

(3)

DAFTAR ISI Hal HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR BAB I PENDAHULUAN ……….... 1 1.1 Latar Belakang ………. 1 1.2 Landasan Hukum ……… 3

1.3 Maksud dan Tujuan ……….. 4

1.4 Sistematika Penulisan ……… 4

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA BAPPEDA TAHUN LALU….. 5

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2017 dan 2018 serta capaian Renstra Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2016 – 2021 ……….. 5

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Bappeda Kabupaten Rembang……… 7

2.3 Isu - isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Bappeda Kabupaten Rembang ………. 14

BAB III TUJUAN DAN SASARAN BAPPEDA KABUPATEN REMBANG ……… 21

3.1 Telaahan Visi,Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih ……… 21

3.1.1 Masyarakat sejahtera ……….. 21

3.1.2 Semangat Kebersamaan ………. 21

3.1.3 Pemberdayaan Masyarakat ……… 22

3.1.4 Kewirausahaan ……….. 22

3.2 Telaahan Renstra Bappenas Tahun 2015-2019 dan Renstra Bappeda Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 – 2023 ……… 25

3.2.1 Telaahan Renstra Bappenas Tahun 2015-2019 ………. 25

3.2.2 Telaahan Renstra Bappeda Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 – 2023 ………. 27

3.3 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan kajian Lingkungan Hidup Strategis ……… 29

3.4 Penentuan Isu -isu Strategis ……… 31

3.5 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Bappeda Kabupaten Rembang ………. 35

BAB IV RENCANA KERJA DAN PENDANAAN BAPPEDA KABUPATEN REMBANG TAHUN 2020 ………... 39

(4)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penyerapan Anggaran Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2017-2018 ……….. 5 Tabel 2.2 Pencapaian Kinerja Pelayanan Bappeda Kabupaten Rembang

Berdasarkan urusan Tahun 2016-2018………. 9 Tabel 2.3 Pencapaian Kinerja Pelayanan Bappeda Kabupaten Rembang

Tahun 2016-2018……….. 10 Tabel 2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2020

Kabupaten Rembang……… 18 Tabel 3.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan BAPPEDA

Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021……….. 36 Tabel 4.1 Rencana Kerja dan Pendanaan Bappeda Kabupaten Rembang

Tahun Anggaran 2020………. 41

(5)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Tahapan Proses Penyusunan Renja Perangkat Daerah ……….. 2 Gambar 1.2 Keterkaiatan Antara Renja dengan Dokumen Perencanaan

Pembangunan Daerah ……… 3 Gambar 3.1 Program Prioritas Nawa Cita ………. 33 Gambar 3.2 Tema dan Prioritas Nasional Tahun 2020 ……….. 33

(6)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rencana Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut dengan Renja Perangkat Daerah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan Daerah, tata cara evaluasi rancangan peraturan daerah Tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah dan Rencana pembangunan jangka menengah daerah, serta tata Cara perubahan rencana pembangunan jangka panjang daerah, Rencana pembangunan jangka menengah daerah, dan rencana Kerja pemerintah daerah adalah dokumen perencanaan Perangkat Daerah untuk periode 1 (satu) tahun. Rencana kerja apabila diartikan berdasarkan frasa yakni terdiri dari kata rencana dengan definisi rancangan, konsep maupun laporan pemberitaan (KBBI, 2008:1194), sedangkan kerja dapat dimaknai sebagai kegiatan melakukan sesuatu (KBBI, 2008:703). Oleh karena itu rencana kerja juga dapat diartikan sebagai suatu rancangan terhadap kegiatan yang akan dilakukan.

Penyusunan Renja Perangkat Daerah sebagaimana termuat dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 Bagian Ketujuh yang membahas mengenai Tata Cara Penyusunan Renja Perangkat Daerah dimulai dari tahap Persiapan. Persiapan merupakan pra kondisi yang diciptakan sebagai upaya insepsi1 dengan tujuan untuk penyamaan persepsi dan memberikan pemahaman terhadap berbagai peraturan perundang-undangan berkaitan dengan perencanaan pembangunan nasional dan daerah, keterkaitannya dengan dokumen perencanaan lainnya, teknis penyusunan dokumen, dan menganalisis serta menginterpretasikan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah yang diperlukan dalam menyusun dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Selanjutnya dari persiapan yang telah dilaksanakan dan merujuk pada pasal 126 ayat 1 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, maka perangkat daerah menyusun rancangan awal Renja Perangkat Daerah. Penyusunan tersebut dengan berpedoman pada Renstra Perangkat Daerah, hasil evaluasi Renja Perangkat Daerah tahun lalu, dan hasil evaluasi Renja Perangkat Daerah tahun berjalan. Penyusunan Rancangan Awal Renja berpedoman kepada Renstra yang bertujuan untuk menjamin kesesuaian antara program, kegiatan, lokasi kegiatan, kelompok sasaran, serta prakiraan maju yang disusun dalam rancangan awal Renja Perangkat Daerah dengan Renstra Perangkat Daerah. Penyusunan Rancangan Awal Renja juga mempedomani hasil evaluasi Renja yang dilaksanakan untuk memastikan bahwa

1 Insepsi merupakan serapan kata dari inception yang berarti permulaan atau pembentukan (https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/inception)

(7)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 2

rumusan kegiatan alternatif dan/atau kegiatan baru yang disusun dalam rancangan awal Renja Perangkat Daerah dilakukan dalam rangka optimalisasi pencapaian sasaran Renstra Perangkat Daerah.

Rancangan awal Renja sebagaimana pasal 130 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 disempurnakan dengan mengacu pada surat edaran Kepala Daerah mencakup perumusan rencana program, kegiatan, indikator kinerja, pendanaan indikatif, lokasi kegiatan dan kelompok sasaran rancangan awal RKPD. Sedangkan untuk alur proses penyusunan dapat dilihat pada gambar 1.1 sebagai berikut.

Gambar 1.1 Tahapan Proses Penyusunan Renja Perangkat Daerah

Sumber : Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 (diolah).

Penyusunan Renja yang dimulai dengan Rancangan Awal sebagai suatu dokumen perencanaan pembangunan daerah tentunya tidak lepas dari Rencana Strategis Perangkat Daerah, Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Keterkaitan antar Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah tersebut dijelaskan sebagaimana gambar 1.2. Berdasarkan gambar tersebut dapat kita simpulkan bahwa Renja sebagai dokumen perencanaan tahunan mengacu serta bersumber dari Renstra serta RKPD, sehingga arah perencanaan pembangunan perangkat daerah selaras dengan pembangunan di daerah.

Renja Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2020 secara eksplisit merupakan penjabaran dalam upaya mencapai tujuan, sasaran daerah serta perangkat daerah. Secara umum pada Tahun 2020 direncanakan untuk mencapai indikator sasaran dan program sesuai dengan target pada tahun bersangkutan.

(8)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 3

Gambar 1.2 Keterkaiatan Antara Renja dengan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah

Sumber : Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 (diolah).

1.2 Landasan Hukum

Landasan hukum yang menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Kerja Bappeda Kabupaten Rembang adalah sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;

7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan Daerah, tata cara evaluasi rancangan peraturan daerah Tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah dan Rencana pembangunan jangka menengah daerah, serta tata Cara perubahan rencana pembangunan jangka panjang daerah, Rencana pembangunan jangka menengah daerah, dan rencana Kerja pemerintah daerah;

(9)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 4

10. Peraturan Daerah Kabupaten Rembang Nomor 1 Tahun 2010 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Rembang Tahun 2005 – 2025; 11. Peraturan Daerah Kabupaten Rembang Nomor 5 Tahun 2016 Tentang

Pebentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Rembang;

12. Peraturan Daerah Kabupaten Rembang Nomor 6 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Rembang Tahun 2016 – 2021;

13. Peraturan Bupati Rembang Nomor 66 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi,Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Rembang;

14. Peraturan Bupati Rembang nomor 23 tahun 2019 tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2016-2021.

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud dari penyusunan Renja Bappeda adalah sebagai Dokumen Perencanaan Tahun Anggaran 2020 yang memuat program, kegiatan, lokasi, dan kelompok sasaran disertai indikator kinerja dan pendanaan sesuai dengan tugas dan fungsi Bappeda Kabupaten Rembang. Sedangkan tujuan dari penyusunan Rancangan Renja ini adalah :

1. Sebagai bahan masukan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Rembang Tahun 2020;

2. Sebagai acuan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan Bappeda serta dalam penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP);

3. Merumuskan program dan kegiatan Bappeda Kabupaten Rembang selama tahun 2020 yang mengarah pada pencapaian indikator sasaran dan program yang telah ditetapkan.

1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Rancangan Rencana Kerja Bappeda Tahun 2020 adalah sebagai berikut :

BAB I : Pendahuluan.

BAB II : Hasil Evaluasi Renja Bappeda Kabupaten Rembang Tahun Lalu. BAB III : Tujuan dan Sasaran Bappeda Kabupaten Rembang

BAB IV : Rencana Kerja dan Pendanaan Bappeda Kabupaten Rembang BAB V : Penutup.

(10)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 5

BAB II

HASIL EVALUASI RENCANA KERJA

BAPPEDA KABUPATEN REMBANG TAHUN LALU

Evaluasi pelaksanaan Renja tahun lalu ditujukan untuk mengidentifkasi sejauh mana kemampuan perangkat daerah dalam melaksanakan program dan kegiatan, mengidentifikasi realisasi pencapaian target kinerja program dan kegiatan Renstra perangkat daerah serta permasalahan dan hambatan yang dihadapi. Evaluasi Renja/Kegiatan Bappeda Kabupaten Rembang tahun lalu pada dasarnya menyajikan pengukuran terhadap hasil kinerja program/kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Bappeda Kabupaten Rembang selama kurun waktu tahun 2020 dan 2021. Untuk mengukur kinerja diperlukan penetapan seperangkat indikator kinerja yang merupakan alat untuk mengukur pencapaian suatu kebijakan/program/kegiatan dan sekaligus merupakan indikator untuk mengevaluasi dan menilai kinerja sebuah instansi.

Menurut Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 indikator kinerja merupakan ukuran kuantitatif dan kualitatif yang secara spesifik digunakan untuk menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan yang telah ditetapkan. Penetapan indikator-indikator kinerja ini harus didasarkan pada perkiraan yang realistis dengan memperhatikan tujuan dan sasaran yang ditetapkan, serta data pendukung yang terorganisasi,sehingga keberhasilan pencapaiannya dapat mengindikasikan sejauh mana keberhasilan pencapaian sasaran pada tahun yang bersangkutan.

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2017 dan

2018 serta capaian Renstra Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021

Dalam mencapai sasaran-sasaran yang diinginkan,Bappeda Kabupaten Rembang telah menyusun anggaran yang diperlukan sesuai dengan target kinerja dan indikator program maupun sasaran. Adapun penyerapan anggaran Bappeda Kabupaten Rembang pada tahun 2017 dan 2018 sebagaimana tabel berikut :

Tabel 2.1

Penyerapan Anggaran Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2017-2018

No Program Anggaran Tahun Realisasi Tahun

2017 2018 2019 2017 2018

A. Belanja Tidak Langsung 3.497.943.000 4.293.444.000 3.635.155.011 3.405.466.139 3.634.257.643

B. Belanja Langsung 6.439.500.000 4.855.672.000 - 6.325.223.359 4.735.228.542

1 Pelayanan Administrasi

Perkantoran 846.500.000 835.672.000 775.900.000 837.660.934 828.286.126 2 Peningkatan Sarana Prasarana

Aparatur 243.000.000 205.000.000 752.500.000 240.988.317 204.941.000 3 Peningkatan Disiplin Aparatur 0 0 2.000.000 0 0 4 Peningkatan Kapasitas Sumber 20.000.000 15.000.000 172.000.000 20.000.000 14.999.900

(11)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 6

No Program Anggaran Tahun Realisasi Tahun

2017 2018 2019 2017 2018

Daya Aparatur

5 Peningkatan Pengembangan Sisten Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

170.000.000 70.000.000 44.500.000 169.618.906 69.998.950 6 Pemeliharaan Barang Milik

Daerah 0 0 17.000.000 0 0 7 Pengembangan Data dan

Informasi perencanaan Pembangunan 313.200.000 220.000.000 384.000.000 312.451.000 219.289.725 8 Kerjasama Pembangunan 538.800.000 0 0 536.672.300 0 Pengembangan Wilayah Perbatasan 0 0 30.000.000 0 0 9 Perencanaan Pengembangan

Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh

0 0 50.000.000 0 0 10 Perencanaan

PengembanganKota-kota Menengah dan Besar 0 0 0 0 0 Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah 0 0 500.000.000 00 11 Perencanaan Pembangunan Daerah 1.766.000.000 1.499.375.000 1.212.500.000 1.742.883.740 1.496.918.349 12 Perencanaan Pembangunan Ekonomi 535.000.000 310597.000 565.000.000 526.640.560 310.589.188 Koordinasi Evaluasi dan

keterpaduan Perencanaan Pembangunan Bidang Ekonomi

0 84.597.000 0 0 84.596.950 13 Perencanaan Pembangunan

Sosial Budaya 450.000.000 465.000.000 705.000.000 449.438.000 458.978.3000 14 Perencanaan Prasarana Wilayah

dan Sumber Daya Alam 730.000.000 241.000.000 610.000.000 707.494.472 239.722.226 15 Perencanaan Pembangunan

Daerah Rawan Bencana 0 0 20.000.000 0 0 16 Perencanaan Pemanfaatan

Pengendalian Tata Ruang 532.000.000 60.000.000 72.500.000 494.248.190 59.827.549 17 Penelitian dan Pengembangan

serta Ilmu Pengetahuan dan teknologi

295.000.000 398.550.000 793.000.000 287.126.290 398.449.762 18 Pengendalian dan Evaluasi

Perencanaan Pembangunan 0 177.625.000 480.000.000 0 177.429.792 19 Kerjasama Pembangunan 0 357.853.000 244.100.000 0 355.797.775 20 Pengembangan dan Pengelolaan

Jaringan Irigasi Rawan , Rawan dan jarungan pengairan kainnya

0 0 50.000.000 0 0 21 Perencanaan Tata Ruang 0 0 20.000.000 0 0 22 Pemanfaatan Ruang 0 0 20.000.000 0 0

JUMLAH 9.937.443.000 9.149.116.00

0 7.520.000 9.730.689.498 8.469.486.185

Persentase 97,9 92,6

Sumber : Bappeda Kab. Rembang

Dilihat dari tabel diatas dari 12 program, anggaran Bappeda Kabupaten Rembang dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 mengalami penurunan, hal ini disebabkan karena adanya rasionalisasi dari Pemerintah Pusat. Pada dasarnya semua kegiatan secara fisik dapat dilaksanakan 100%, sesuai dengan target yang direncanakan, sedangkan realisasi keuangan tidak terserap 100% dari target yang direncanakan, hal ini dikarenakan faktor efesiensi dalam pemanfaatan dana anggaran. Permasalahan penyerapan anggaran yang tidak maksimal disebabkan adanya efisensi penggunaan dana pada beberapa kegiatan atau masih kurangnya kecermatan dalam menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) yang menjadi pedoman pelaksanaan program/kegiatan baik dari sisi anggaran maupun dari indikator kinerja turut menentukan serapan dan alokasi anggaran yang dibutuhkan. Permasalahan tersebut juga berkaitan dengan belum dimilikinya Analisis

(12)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 7

Standar Biaya (ASB) untuk Program/kegiatan yang dilaksanakan, sehingga tidak ada standar baku yang dapat diterapkan dalam alokasi anggaran kegiatan.

(13)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 8

Pada tahun anggaran 2017, Bappeda Kabupaten Rembang memiliki total anggaran sebesar Rp.9.937.443.000. Dari jumlah tersebut, belanja tidak langsung sebesar Rp. 3.497.934.000 dan belanja langsung sebesar Rp 6.439.500.000. Jumlah anggaran tersebut digunakan untuk membiayai belanja tidak langsung dan belanja langsung, terdiri dari 12 program / 72 kegiatan. Anggaran yang terserap dari total anggaran pada tahun 2017 adalah sebesar Rp 9.730.689.498 atau sekitar 97,9 %.

Sedangkan pada tahun anggaran 2018, Bappeda Kabupaten Rembang memiliki total anggaran sebesar Rp. 9.149.116. Dari jumlah tersebut, belanja tidak langsung sebesar Rp. 4.293.444.000 dan belanja langsung sebesar Rp 4.855.672.000. Jumlah anggaran tersebut digunakan untuk membiayai belanja tidak langsung dan belanja langsung, terdiri dari 13 program / 60 kegiatan. Anggaran yang terserap dari total anggaran pada tahun 2018 adalah sebesar Rp 8.469.486.185 atau sekitar 92,6 %.

Secara garis besar capaian kinerja keuangan dan fisik merupakan sokongan untuk mencapai target indikator urusan dan indikator program Pencapaian indikator urusan merupakan satu hal yang penting mengingat peran Bappeda dalam fungsi penunjang urusan pemerintahan yaitu fungsi perencanaan pembangunan.

2.2 . Analisis Kinerja Pelayanan Bappeda Kabupaten Rembang

Bappeda Kabupaten Rembang sebagaimana dalam Peraturan Bupati Rembang Nomor 66 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan bidang perencanaan dan penunjang penelitian dan pengembangan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada daerah. Dalam pelaksanaan tugas dimaksud, Bappeda Kabupaten Rembang menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

a. Perumusan kebijakan teknis bidang perencanaan pembangunan daerah dan bidang penelitian dan pengembangan;

b. pelaksanaan tugas dukungan teknis di bidang perencanaan dan bidang penelitian dan pengembangan;

c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas dukungan teknis bidang perencanaan dan bidang penelitian dan pengembangan;

d. pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi-fungsi penunjang bidang perencanaan dan bidang penelitian dan pengembangan;

(14)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 9

e. pelaksanaan fungsi kesekretariatan Bappeda Kab. Rembang.

Bappeda Kabupaten Rembang sesuai dengan tugas dan fungsinya berupaya untuk memastikan perencanaan pembangunan daerah dapat berjalan optimal, berkesinambungan dan sinergis. Upaya tersebut diwujudkan dalam kinerja pelayanan perangkat daerah dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Rembang tahun 2016-2021. Pencapaian kinerja Bappeda Kabupaten Rembang dirumuskan dan dikaji berdasarkan format tabel T-C.30 Lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.

(15)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 10

Berikut tabel yang memuat target dan capaian kinerja untuk urusan perencanaan pembangunan yang diampu oleh Bappeda Kabupaten Rembang sebagaimana dalam Bab IX RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016 s.d. 2021.

Tabel 2.2.

Pencapaian Kinerja Pelayanan Bappeda Kabupaten Rembang Berdasarkan urusan

Tahun 2016-2018

No Aspek

bidang/urusan/indikator Satuan 2016 2017 2018 Target Renstra Tahun 2019 2016 2017 Capaian Tahun 2018 2019 Tw II Fungsi Perencanaan Pembangunan

1 Persentase usulan masyarakat yang diakomodir dalam dokumen perencanaan. % 50 55 60 65 60 65 65.93 46 2 Persentase Penjabaran Program RPJMD kedalam RKPD % 75 80 85 90 80 83 87,19 90 3 Persentase kesesuaian

program dan kegiatan antara RKPD, KUA PPA, RAPBD dan Perda APBD

% 75 80 85 85 95 95,15 99,47 99

4 Persentase ketersediaan data dan informasi Perencanaan Pembangunan

% 90 95 100 100 80 95 100 90

Sumber : Tabel 9.1 Bab IX Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021 dan LKJiP Bappeda Tahun 2018

Tabel 2.2 di atas menunjukkan bahwa sampai tahun 2018 dari 4 indikator urudan kinerja pelayanan Bappeda sudah memenuhi target yang ditetapkan dalam Renstra hal ini dikarenakan perwujudan komitmen yang cukup baik Bappeda dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.

Pencapaian kinerja pelaksanaan program dan kegiatan dilakukan dengan pengukuran indikator kinerja terhadap program dan kegiatan. Pengukuran indikator kinerja tersebut digunakan untuk melihat keberhasilan sasaran berdasarkan rencana kinerja tahunan yang ditetapkan dapat terukur dengan jelas. Berdasarkan pengukuran dimaksud akan diketahui tingkat pencapaian kinerja.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Rembang Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Rembang Tahun 2016–2021, indikator kinerja pelayanan Bappeda Kabupaten Rembang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya adalah sebagai berikut:

1. Tersusunnya Sistem informasi Perencanaan Pembangunan terpadu 2. persentase pemanfaatan hasil penelitian/inovasi

(16)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 11

4. persentase pelaksanaan dokumen perencanaan yang partisipastif dan akuntabel

5. persentase pemanfaatan dokumen perencanaan pembangunan bidang ekonomi

6. persentase pemanfaatan dokumen perencanaan pembangunan bidang social budaya

7. Persentase peningkatan jumlah kemitraan dengan swasta dalam pembangunan

8. persentase nota kesepahaman kerjasama yang ditindaklanjuti 9. persentase penyelesaian masalah wilayah perbatasan

10. persentase pemanfaatan dokumen perencanaan pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh

11. persentase pemanfaatan dokumen perencanaan prasarana wilayah dan SDA 12. persentase pemanfaatan dokumen perencanaan daerah rawan bencana 13. persentase aparatur perencana bersertifikat kompetensi

14. persentase pemanfaatan dokumen perencanaan tata ruang

15. persentase pemanfaatan data survey dan pemetaaaan tata ruangpersentase pemanfaatan rekomendasi pemanfaatan ruang

16. persentase pemanfaatan dokumen perencanaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan lainnya

17. Persentase kesesuaian usulan masyarakat dengan dokumen perencanaan. 18. Persentase tindak lanjut hasil monev

Pencapaian kinerja pelayanan Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2016-2018 yang tercermin dalam pelaksanaan program dan kegiatannya dapat dilihat pada Tabel 2.2

Tabel 2.3

Pencapaian Kinerja Pelayanan Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2016-2018

No Indikator Satuan Target Renstra Tahun Capaian Tahun

2016 2017 2018 2019 2016 2017 2018 2019 TW II 1 Tersusunnya Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Terpadu % 65 70 80 85 80 80 100 75 2 persentase pemanfaatan hasil penelitian/inovasi % 55 60 65 70 55 65 70 65 3 Persentase Program RPJMD yang dijabarkan dalam RKPD tiap tahunnya

% 75 80 85 90 80 117 110 85 4 persentase pelaksanaan % 78 80 82 85 78 90 90 82

(17)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 12

No Indikator Satuan Target Renstra Tahun Capaian Tahun

2016 2017 2018 2019 2016 2017 2018 2019

TW II

dokumen perencanaan yang partisipastif dan akuntabel 5 persentase pemanfaatan dokumen perencanaan pembangunan bidang ekonomi % 78 80 82 85 80 80 85 82 6 persentase pemanfaatan dokumen perencanaan pembangunan bidang sosbud % 78 80 82 85 80 82 82 82 7 Persentase peningkatan jumlah kemitraan dengan swasta dalam pembangunan % 35 40 45 50 40 45 45 45 8 persentase nota kesepahaman kerjasama yang ditindaklanjuti % 80 83 86 90 80 100 100 86 9 persentase penyelesaian masalah wilayah perbatasan % 55 60 65 70 70 80 100 65 10 persentase pemanfaatan dokumen perencanaan pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh

% 73 75 77 80 80 90 100 77

11 persentase pemanfaatan dokumen perencanaan prasarana wilayah dan SDA

% 78 80 82 85 80 90 90 75

12 persentase pemanfaatan dokumen perencanaan daerah rawan bencana

% 65 70 75 80 50 60 70 70 13 persentase aparatur perencana bersertifikat kompetensi % 82 85 87 90 82 85 100 87 14 persentase pemanfaatan

dokumen perencanaan tata ruang

% 80 83 87 93 100 100 100 87 15 persentase pemanfaatan

data survey dan pemetaaaan tata ruang

% 80 83 87 93 100 100 100 87 16 persentase pemanfaatan rekomendasi pemanfaatan ruang % 83 87 93 100 100 100 87 17 persentase pemanfaatan dokumen perencanaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan lainnya

% 80 83 87 93 70 75 80 87

18 Persentase kesesuaian usulan masyarakat dengan dokumen perencanaan.

% 55 60 65 70 80 60 65 65 19 Persentase tindak lanjut

hasil monev % 80 83 87 93 100 83 87 87

Sumber : Bappeda Kab. Rembang

Tabel 2.3 di atas menunjukkan bahwa sampai tahun 2018 dari 19 indikator kinerja pelayanan Bappeda Kabupaten Rembang yang tercantum dalam Renstra Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2016 – 2021, 19 indikator diantaranya dapat mencapai target yang ditetapkan di awal periode. Bahkan 1 (satu) indikator diantaranya melampaui target (pencapaian di atas 100%), yaitu Persentase Program RPJMD yang dijabarkan dalam RKPD tiap tahunnya. Adapun indikator yang pencapaiannya tidak memenuhi target adalah persentase pemanfaatan dokumen perencanaan daerah rawan bencana, dimana program dan kegiatan yang mendukung indikator tersebut dialihkan ke Perangkat Daerah lain yaitu Badan

(18)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 13

Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang

Pencapaian pelayanan kinerja tersebut merupakan bukti komitmen yang tinggi dari seluruh aparat Bappeda untuk mencapai target-target kinerja yang sudah disepakati di dalam Renstra Bappeda Kabupaten Rembang dengan didukung oleh sumber daya anggaran yang memadai.

Adapun bentuk pelayanan Bappeda adalah sebagai berikut :

1. Penyampaian informasi data Pembangunan Daerah bagi instansi Pemerintah Kabupaten Rembang

2. Penyiapan bahan dan penyusunan usulan prioritas pembangunan Daerah Kabupaten Rembang melalui MUSRENBANG Kabupaten Rembang ;

3. Penyiapan bahan dan penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) ;

4. Penyiapan dan penyusunan Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) ;

5. Penyampaian publikasi hasil-hasil penelitian dan pengembangannya.

Pada prinsipnya kualitas perencanaan pembangunan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, beberapa indikator peningkatan tersebut antara lain :

1. Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Hal ini dapat terlihat pada pelaksanaan kegiatan Musrenbang di tingkat desa/kelurahan, kecamatan, Kabupaten forum OPD dan kegiatan penataan lingkungan permukiman;

2. Meningkatnya konsistensi antara dokumen perencanaan dengan mekanisme penyusunan anggaran;

3. Meningkatnya efektivitas produk-produk pengembangan dan penelitian berupa hasil kajian, yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan pembangunan.

Beberapa kendala dan permasalahan yang dihadapi Bappeda kabupaten Rembang dalam peningkatan kualitas produk perencanaan pembangunan adalah sebagai berikut :

1. Kualitas dan kapasitas SDM Bappeda yang masih perlu ditingkatkan;

2. Dinamisasi regulasi dan pedoman yang mengatur mekanisme perencanaan; 3. Belum tersedianya prosedur standar operasional perencanaan untuk

menganalisa kelayakan kegiatan;

4. Masih kurangnya kapasitas kelembagaan perencana yang menyebabkan kurang efektifnya proses perencanaan sehingga berdampak pada kualitas

(19)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 14

produk rencana pembangunan tahunan, sebagai contoh penyusunan prioritas usulan pembangunan;

5. Kurangnya kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya terhadap mekanisme perencanaan sebagai akibat tidak adanya kepastian realisasi rencana;

6. Lebarnya kesenjangan antara kemampuan anggaran pemerintah daerah dengan banyaknya rencana kegiatan;

7. Adanya kepentingan-kepentingan yang bersifat politis yang harus diakomodasi dalam perencanaan maupun penganggaran.

(20)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 15

2.3 Isu–Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Bappeda Kabupaten Rembang

Perencanaan pembangunan daerah merupakan salah satu urusan dengan dinamika yang terus menerus berkembang mengikuti pergerakan beberapa variabel seperti ekonomi, sosial, politik maupun perubahan aturan hukum yang berlaku. Dengan adanya dinamika tersebut, maka muncul isu-isu penting yang harus diakomodir maupun ditindaklanjuti karena berpengaruh terhadap perencanaan pembangunan di Kabupaten Rembang. Berikut uraian isu-isu penting sebagaimana dimaksud.

A. Sejauh mana tingkat kinerja pelayanan Perangkat Daerah dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan Perangkat Daerah.

Tingkat kinerja Bappeda Kabupaten Rembang dapat dilihat berdasarkan capaian indikator sasaran dan program sebagaimana pada tabel 2.3. secara umum kinerja Bappeda tergolong baik dikarenakan mampu memenuhi target capaian indikator yang telah ditetapkan. Untuk hal kritis yang perlu dicermati adalah terkait dengan beberapa indikator yang belum sepenuhnya tercapai sesuai dengan target.

B. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi Perangkat Daerah;

Beberapa kendala dan permasalahan yang dihadapi Bappeda kabupaten Rembang dalam peningkatan kualitas produk perencanaan pembangunan maupun kelitbangan adalah sebagai berikut :

1. Kualitas dan kapasitas SDM Bappeda yang masih perlu ditingkatkan;

2. Dinamisasi regulasi dan pedoman yang mengatur mekanisme perencanaan;

3. Belum tersedianya prosedur standar operasional perencanaan untuk menganalisa kelayakan kegiatan;

4. Masih kurangnya kapasitas kelembagaan perencana yang menyebabkan kurang efektifnya proses perencanaan sehingga berdampak pada kualitas produk rencana pembangunan tahunan, sebagai contoh penyusunan prioritas usulan pembangunan;

5. Kurangnya kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya terhadap mekanisme perencanaan sebagai akibat tidak adanya kepastian realisasi rencana;

6. Lebarnya kesenjangan antara kemampuan anggaran pemerintah daerah dengan banyaknya rencana kegiatan;

(21)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 16

diakomodasi dalam perencanaan maupun penganggaran.

C. Dampaknya terhadap pencapaian visi dan misi kepala daerah, terhadap capaian program nasional/internasional.

Dampak yang dapat muncul sebagai akibat dari permasalahan diatas diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Rencana pembangunan yang telah disusun belum dapat direalisasikan sebagai akibat dari keterbatasan anggaran, sehingga akan berdampak pada capaian kinerja indikator makro maupun urusan dan program kegiatan;

2. Keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan di lingkup Bappeda Kabupaten Rembang, sehingga capaian program dan kegiatan tidak sesuai dengan target yang ditetapkan;

3. Kondisi yang kurang ideal dikarenakan rolling plan yang telah disusun tidak dapat terpenuhi karena adanya keterlambatan regulasi dari pusat maupun provinsi sehingga mengakibatkan perubahan perancanaan dan bergesernya waktu pelaksanaan pekerjaan yang menimbukan risiko pada rendahnya serapan anggaran dan tidak terlaksananya pekerjaan;

4. Kualitas dokumen perencanaan yang kurang memadai dikarenakan rendahnya validitas data dan waktu penyusunan yang tidak ideal, sehingga output dari rencana yang dilaksanakan akan kurang sesuai dengan yang diharapkan;

D. Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan Perangkat Daerah

Dalam rangka meningkatkan pengembangan pelayanan pada Bappeda Kabupaten Rembang, diperlukan suatu analisa faktor-faktor yang dapat mendukung dan mempengaruhi keberhasilan serta kegagalan strategi kebijakan, baik analisa tantangan maupun peluang yang dihadapi Bappeda Kabupaten Rembang, antara lain :

1. Tantangan

Setelah memperhatikan uraian tersebut di atas maka dapat disampaikan beberapa faktor penghambat yang menjadi tantangan dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Tuntutan dan aspirasi semakin beragam dengan berbagai kepentingan yang semuanya harus ditampung dan diperhatikan;

(22)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 17

b. Semakin meningkatnya pengawasan / kontrol dari berbagai elemen masyarakat / pemangku kepentingan dan juga DPRD terhadap berbagai kebijakan pembangunan;

c. Masih terdapat aparat pemerintahan dan juga kelompok masyarakat yang belum memahami arti penting dari proses perencanaan pembangunan parsitipatif;

d. Bervariasinya tingkat pendidikan, sosial ekonomi masyarakat yang berpengaruh pada pola pikir dan pola tindak dari masyarakat Kabupaten Rembang;

e. Adanya ketidakpercayaan sebagian masyarakat terhadap berbagai tahapan/proses perencanaan pembangunan, yang dianggap hanya sebagai formalitas belaka.

2. Peluang

Sedangkan beberapa faktor pendukung yang dapat menjadi peluang adalah sebagai berikut:

a. Penerapan otonomi daerah yang memberikan kesempatan berprakarsa seluas-luasnya bagi daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

b. Terjadinya hubungan yang harmonis dengan OPD lain dan juga dengan para pemangku kepentingan (stake holders)

c. Keleluasaan dalam akses informasi sebagai bukti keterbukaan kerjasama dengan berbagai lembaga lain baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kota/Kabupaten lain, Swasta, Lembaga Donor, LSM, lembaga-lembaga lainnya dan masyarakat luas.

E. Formulasi isu-isu penting berupa rekomendasi dan catatan yang strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang direncanakan

Rekomendasai dan catatan strategis menilik dari permasalahan, tantangan dan peluang adalah sebagai berikut :

1. Perlunya perencanaan yang matang dan komprehensif dengan dukungan data yang valid dalam rangka menghadapi kondisi perekonomian yang mengalami perlambatan serta dalam rangka memanfaatkan potensi Kabupaten Rembang secara optimal;

2. Konsistensi dan dukungan dalam penyusunan dokumen perencanaan meliputi penggunaan Sistem Informasi yang

(23)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 18

terpadu dalam perencanaan dan penganggaran serta peningkatan fungsi monitoring dan evaluasi;

3. Peningkatan fungsi kehumasan dalam bidang perencanaan melalui city branding untuk meningkatkan pamor Kabupaten Rembang, sehingga investasi dan pendapatan daerah dapat meningkat sekaligus dalam rangka mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Rembang.

2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD

Review terhadap Rancangan Awal RKPD Kabupaten Rembang sebagaimana dalam lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 memuat tentang perbandingan rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan Bappeda Kabupaten Rembang untuk tahun anggaran 2019. Selain itu review juga berisikan penjelasan mengenai alasan proses tersebut dilakukan dan catatan penting. Pagu indikatif dalam Rancangan awal diisi berdasarkan berdasarkan matrik indikasi rencana program dan pendanaan Bab VIII RPJMD Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021. Rincian review dimuat berdasarkan format tabel T-C.31 Lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 sebagai berikut :

(24)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 19

Tabel 2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2020 Kabupaten Rembang

Nama Perangkat Daerah : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan

NO Program Lokasi Indikator Kinerja Program (outcames)/Kegi atan (Output) Target Capaian Pagu Indikatif (Rp)

Program Lokasi Indikator Kinerja Program (outcames)/Kegi atan (Output) Target Capaian Kebutuhan Dana Catatan Penting 1 Program Manajemen Administrasi Pelayanan Umum, Kepegawaian dan Keuangan Perangkat Daerah Kab.

Rembang Persentase ketercapaian pelayanan umum Persentase ketercukupan sarana prasarana aparatur Persentase pemenuhan pelayanan kepegawaian Persentase pemenuhan pelayanan keuangan 95 % 95 % 95 % 95 % 3.128.500.000 Program Manajemen Administrasi Pelayanan Umum, Kepegawaian dan Keuangan Perangkat Daerah Kab.

Rembang Persentase ketercapaian pelayanan umum Persentase ketercukupan sarana prasarana aparatur Persentase pemenuhan pelayanan kepegawaian Persentase pemenuhan pelayanan keuangan 95 % 95 % 95 % 95 % 27.502.797.500 2 Program Perencanaan dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah

Kab.

Rembang Persentase keselarasan perencanaan terhadap capaian kinerja perangkat daerah(formulasi jumlah capaian indikator kinerja/jumlah target indikator kinerja) Persentase ketercapaian perencanaan dan evaluasi kinerja sakip(formulasi;jumlah capaian indikator kinerja/jumlah target indikator kinerja 90 % 90 % 315.000.000 Program Perencanaan dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah Kab.

Rembang Persentase keselarasan perencanaan terhadap capaian kinerja perangkat daerah(formulasi jumlah capaian indikator kinerja/jumlah target indikator kinerja) Persentase ketercapaian perencanaan dan evaluasi kinerja sakip(formulasi;jumlah capaian indikator kinerja/jumlah target indikator kinerja 90 % 90 % 188.500.000

(25)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 20

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan

NO Program Lokasi Indikator Kinerja Program (outcames)/Kegi atan (Output) Target Capaian Pagu Indikatif (Rp)

Program Lokasi Indikator Kinerja Program (outcames)/Kegi atan (Output) Target Capaian Kebutuhan Dana Catatan Penting 3 Program Peningkatan Keterbukaan Informasi Publik Kab.

Rembang Persentase Informasi Yang Disampaikan Ke Publik (Formulasi : Jumlah Informasi Yang Disampaikan

Publik/Jumlah Informasi Publik Yang Wajib Disampaikan) X 100% 90.00 % 342.000.000 Program Peningkatan Keterbukaan Informasi Publik Kab.

Rembang Persentase Informasi Yang Disampaikan Ke Publik (Formulasi : Jumlah Informasi Yang Disampaikan

Publik/Jumlah Informasi Publik Yang Wajib Disampaikan) X 100% 90.00 % 380.000.000 4 Program Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah Kab.

Rembang Persentase dokumen perencanaan yang ditetapkan tepat waktu Persentase perangkat daerah yang menyampaikan dokumen perencanaan tepat waktu Persentase kesesuaian capaian kinerja daerah

100 % 90 % 65 % 2.760.000.000 Program Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah Kab.

Rembang Persentase dokumen perencanaan yang ditetapkan tepat waktu Persentase perangkat daerah yang menyampaikan dokumen perencanaan tepat waktu Persentase kesesuaian capaian kinerja daerah

100 % 90 % 65 % 2.585.000.000 5 Program Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kab.

Rembang Persentase tingkat keselarasan RKPD terhadap RPJMD rumpun infrastruktur dan pengembangan wilayah Persentase tingkat keselarasan renja terhadap renstra rumpun infrastruktur dan pengembangan wilayah 70 % 70 % 1.750.000.000 Program Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kab.

Rembang Persentase tingkat keselarasan RKPD terhadap RPJMD rumpun infrastruktur dan pengembangan wilayah Persentase tingkat keselarasan renja terhadap renstra rumpun infrastruktur dan pengembangan wilayah 70 % 70 % 0

(26)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 21

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan

NO Program Lokasi Indikator Kinerja Program

(outcames)/Kegi atan (Output)

Target

Capaian Pagu Indikatif (Rp)

Program Lokasi Indikator Kinerja Program

(outcames)/Kegi atan (Output)

Target

Capaian Kebutuhan Dana Catatan Penting

6 Program Perencanaan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat

Kab.

Rembang Persentase tingkat keselarasan RKPD terhadap RPJMD rumpun Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Persentase tingkat keselarasan Renja terhadap Renstra Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat 80 % 80 % 1.850.000.000 Program Perencanaan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kab.

Rembang Persentase tingkat keselarasan RKPD terhadap RPJMD rumpun Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Persentase tingkat keselarasan Renja terhadap Renstra Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat 90 % 90 % 1.800.000.000 7 Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi Kab.

Rembang Persentase tingkat keselarasan RKPD terhadap RPJMD rumpun ekonomi Persentase tingkat Keselarasan Renja terhadap Renstra rumpun ekonomi 80 % 80 % 1.250.000.000 Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi Kab.

Rembang Persentase tingkat keselarasan RKPD terhadap RPJMD rumpun ekonomi Persentase tingkat Keselarasan Renja terhadap Renstra rumpun ekonomi 75 % 75 % 10.000.000 8 Program Penelitian dan Pengembangan serta Penerapan IPTEK Kab.

Rembang Persentase hasil Kelitbangan yang dimanfaatkan Persentase pertumbuhan inovasi Perangkat Daerah 20 % 20 %

1.500.000.000 Program Penelitian dan

Pengembangan serta Penerapan IPTEK

Kab.

Rembang Persentase hasil Kelitbangan yang dimanfaatkan Persentase pertumbuhan inovasi Perangkat Daerah 25 % 25 % 1.650.000.000

(27)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 22

BAB III

TUJUAN DAN SASARAN BAPPEDA KABUPATEN REMBANG

3.1. Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

Visi Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021 merupakan gambaran pernyataan kondisi Kabupaten Rembang yang dicita-citakan pada tahun 2021. Upaya untuk mencapai kondisi tersebut dijabarkan dalam misi, tujuan dan sasaran yang terukur yang menggambarkan upaya yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang dalam mewujudkan pencapaian visi tersebut. Misi selanjutnya dijabarkan lebih operasional ke dalam tujuan dan sasaran yang disertai dengan indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pencapaian visi. Adapun Visi Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021 yaitu: “TERWUJUDNYA MASYARAKAT REMBANG YANG SEJAHTERA, MELALUI PENINGKATAN PEREKONOMIAN DAN SUMBER DAYA MANUSIA, YANG DILANDASI SEMANGAT KEBERSAMAAN, PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN KEWIRAUSAHAAN”.

Adapun maksud visi tersebut dijelaskan sebagaimana dibawah ini:

3.1.1 Masyarakat sejahtera

Masyarakat dikatakan sejahtera apabila terpenuhinya kebutuhan pokok setiap individu, baik pangan, sandang, papan, pendidikan, maupun kesehatan, selain itu terjaga dan terlindunginya agama , harta, jiwa, akal, dan kehormatan manusia. Untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan terdidik dapat dicapai melalui peningkatan kualitas SDM yang memperoleh akses, kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan dan pendidikan. Selanjutnya untuk mewujudkan kemampuan ekonomi masyarakat dicapai dengan memprioritaskan pembangunan sektor pertanian, perikanan, pariwisata dan ekonomi kreatif. Disisi lain dapat diwujudkan melalui sistem hukum, politik, sosial dan budaya.

3.1.2 Semangat Kebersamaan

Semangat adalah keadaan pikiran batin tergerak untuk melakukan suatu tindakan (kekuatan/dorongan dari dalam) (Kamus besar Bahasa Indonesia). Jadi semangat itu memiliki fungsi sebagai penggerak batin untuk bertindak. Apabila kita memiliki semangat bagus maka sikap dan perilakunya biasanya terlihat dinamis.

(28)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 23

Sedangkan kebersamaan adalah ikatan yang terbentuk karena rasa kekeluargaan/persaudaraan, lebih dari sekedar bekerjasama atau hubungan profesional saja. Sehingga semangat kebersamaan disini mengandung semangat bersama dalam harmoni kerja membangun kabupaten rembang. Pembangunan yang dilaksanakan dalam mengatasi permasalahan dan tantangan, dengan membentuk perilaku yang menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan, masyarakat yang demokratis dan beradap serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu maka diperlukan kebersamaan sikap kegotongroyongan (kerjasama), keterbukaan dan saling menghargai (toleransi) yang selalu ditumbuh kembangkan. Pembangunan itu mempunyai semangat pembangunan menuju Rembang yang “madani”. dalam Falsafah Rembang Madani menjadi hal penting yang harus terus ditanamkan di berbagai lapisan masyarakat sebagai sebuah pendidikan karakter baik dalam kerangka pendidikan formal maupun pendidikan nonformal (dalam keluarga)

3.1.3 Pemberdayaan Masyarakat

Proses pembangunan dimana masyarakat menjadi subyek pembangunan yaitu masyarakat yang berinisiatif memulai proses kegiatan sosial untuk memperbaiki kondisi dan situasi secara mandiri. Membangun masyarakat bukan semata mata mengintroduksi dan mengimplementasikan permasalah ekonomi dan teknologi tetapi lebih pada persoalan harkat martabat manusia. Membangun masyarakat terkait dengan memerangi kemiskinan dan kesenjangan, juga mendorong masyarakat menjadi lebih aktif dan penuh inisiatif. Pemberdayaan atau pembangunan daerah seyogyanya diupayakan menjadi prioritas yaitu bentuk kontribusi riil untuk pelayanan dasar, aspirasi masyarakat yang terefleksi pada prioritas program pembangunan daerah, dan keterkaitan dalam perekonomian dan politik. Yang mana kesemuanya diarahkan untuk merubah kehidupan masyarakat terutama kaum miskin menjadi lebih baik.

3.1.4 Kewirausahaan

Kewirausahaan adalah suatu proses dalam melakukan atau menciptakan suatu yang baru dengan cara kreatif dan atau penuh inovasi yang memberikan manfaat bagi orang lain dan memberikan nilai tambah. Kewirausahaan memiliki proses yang dinamis untuk menciptakan sesuatu yang disertai tenggang waktu, modal, sumber daya dan juga resiko. Disini diperlukan suatu keberanian dalam diri individu untuk melakukan tindakan membangun usaha melalui proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan

(29)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 24

menemukan ide inovatif, peluang serta cara dalam menjalankan dan menciptakan usaha baru.

Untuk menjawab pembangunan kewirausaahan adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, dinamis, serta memiliki integritas dan komitmen terhadap kemajuan. Pembnagunan kewirausahaan sebagai motor penggerak untuk mengurangi pengangguran, meningkatkan taraf hidup anggota dan masyarakat lingkungannya, memajukan perekonomian daerah, memenuhi macam macam produk dan adanya jasa.

Visi Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021 memiliki keterkaitan dengan Visi RPJPD Kabupaten Rembang Tahun 2005-2025 yaitu “REMBANG MAJU, MANDIRI dan SEJAHTERA”. Makna kata SEJAHTERA dalam visi jangka panjang adalah sejahtera dalam jasmani dan rohani. Sejahtera dalam kebutuhan jasmani ini dimaksudkan bahwa seluruh masyarakat Kabupaten Rembang mampu memenuhi kebutuhan dasarnya meliputi sandang, pangan, papan dan tingkat pendidikan yang memadai. Kondisi ini terindikasikan oleh tingginya pendapatan per kapita; tingginya Angka Partisipasi Pendidikan di segala jenjang pendidikan; menurunnya jumlah penduduk miskin; tingginya persentase keluarga dengan perumahan layak; meningkatnya kesejahteraan dan perlindungan anak; dan meningkatnya perlindungan dan kesejateraan sosial. Kondisi masyarakat yang sejahtera juga ditandai oleh terciptanya kondisi aman, tenteram, tertib dan damai. Sejahtera dalam kebutuhan rohani mengandung makna kehidupan masyarakat yang agamis, yaitu terwujudnya masyarakat yang beriman, bertaqwa dalam menjalankan ibadah yang dianutnya, berilmu dan beraklak mulia dan rukun diantara sesama pemeluk agama serta memiliki toleransi yang tinggi dalam kehidupan masyarakat yang harmonis.

Dengan demikian kondisi masyarakat sejahtera yang ingin dicapai dalam RPJMD Tahun 2016-2021 ini adalah masyarakat sejahtera yang memiliki ciri ciri sebagaimana dimaksud dalam dokumen RPJPD Kabupaten Rembang Tahun 2005-2025.

Berangkat dari pemahaman diatas, maka untuk mencapai Visi Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021 tersebut, akan ditempuh melalui tujuh (7) misi pembangunan Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021 sebagai berikut:

1. Mewujudkan pemerintahan yang cepat tanggap, transparan, partisipatif dan berkeadilan sesuai prinsip pemerintahan yang amanah.

2. Membangun kemandirian ekonomi dan upaya penanggulangan kemiskinan berbasis sumberdaya daerah, maupun pemberdayaan masyarakat, serta terjaminnya kelestarian lingkungan hidup.

(30)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 25

3. Meningkatkan investasi serta mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif.

4. Melanjutkan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkualitas serta berdimensi kewilayahan.

5. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat, termasuk pendidikan keagamaan.

6. Menciptakan stabilitas politik, pemerintahan, sosial, dan mengembangkan budaya lokal serta meningkatkan upaya pengendalian penduduk dan tertib administrasi kependudukan.

7. Mewujudkan kedaulatan pangan dan kapasitas ekonomi rumah tangga berbasis pertanian dan perikanan.

Berkaitan dengan visi dan misi pembangunan daerah Kabupaten Rembang tersebut, maka Bappeda sebagai salah satu Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Rembang, dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya untuk menyusun kebijakan perencanaan pembangunan daerah, penelitian dan pengembangan, memiliki peran penting mendukung pencapaian visi dan seluruh misi pembangunan Kabupaten Rembang selama lima tahun ke depan.

Faktor-faktor pendorong yang dapat meningkatkan kinerja pelayanan Bappeda dalam upaya mendukung kinerja program pembangunan untuk pencapaian visi dan misi pembangunan Kabupaten Rembang antara lain :

a) Lembaga strategis perencanaan yang memiliki kewenangan koordinatif;

b) Terjadinya hubungan yang harmonis dengan SKPD lain dan juga dengan para pemangku kepentingan (stakeholders);

c) Kondisi stabilitas keamanan dan politik yang kondusif di Kabupaten Rembang dan sistem birokrasi yang sudah tertata dengan baik;

d) Tersedianya potensi daerah (SDA) yang belum dimanfaatkan secara optimal;

e) Penerapan otonomi daerah yang memberikan kesempatan berprakarsa seluas-luasnya bagi daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan;

Sedangkan faktor-faktor yang dapat menghambat kinerja pelayanan Bappeda dalam mendukung kinerja program pembangunan untuk pencapaian visi dan misi pembangunan Kabupaten Rembang antara lain:

a) Keterbatasan SDM yang memiliki latar belakang pendidikan perencanaan, serta minimnya tenaga fungsional perencana dan peneliti yang bersertifikasi;

b) Belum optimalnya koordinasi internal antar bidang;

c) Masih adanya pelaksanaan beban kerja yang tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi bidang/sub bidang;

(31)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 26

d) Belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mendukung tercapainya reformasi birokrasi;

e) Belum optimalnya ketersediaan, validitas, pemanfaatan, pengelolaan dan pengintegrasian data (spasial, sektoral dan statistik) berbasis Teknologi Informasi (TI) yang tersusun secara sistematis dan akurat;

f) Sistem aplikasi perencanaan yang belum terintegrasi dengan sistem penganggaran dan sistem pengendalian, monitoring dan evaluasi;

g) Belum optimalnya pengelolaan sistem database dan belum akurat-nya hasil monitoring dan evaluasi program/kegiatan pembangunan sebagai dasar penyusunan perencanaan yang akan datang;

h) Lemahnya kapasitas kelembagaan perencanaan yang mengakibatkan kurang efektifnya proses perencanaan;

i) Belum optimalnya koordinasi dan sinkronisasi proses perencanaan pembangunan sektoral dan kewilayahan.

3.2. Telaahan Renstra Bappenas Tahun 2015-2019 dan Renstra Bappeda Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023

3.2.1. Telaahan Renstra Bappenas Tahun 2015-2019

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, terdapat 5 (lima) tujuan pelaksanaan sistem perencanaan pembangunan nasional, yaitu : a) untuk mendukung koordinasi antarpelaku pembangunan; b) menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi antardaerah, antarruang, antarwaktu, dan antarfungsi pemerintah, serta antara pusat dan daerah; c) menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan; d) mengoptimalkan partisipasi masyarakat; dan e) menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan. Untuk mencapai kelima tujuan tersebut, maka Kementerian PPN/Bappenas harus melaksanakan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) secara optimal dan akuntabel.

Perpres Nomor 66 Tahun 2015 tentang Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyebutkan bahwa tugas pokok Kementerian PPN/Bappenas adalah melaksanakan tugas pemerintahan di bidang perencanaan pembangunan nasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Selanjutnya, tugas pokok tersebut dijabarkan ke dalam 12 (dua belas) fungsi, yaitu:

a. pengkajian, pengoordinasian, dan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan nasional, strategi pembangunan nasional, arah kebijakan sektoral, lintas sektor, dan lintas wilayah, kerangka ekonomi makro nasional

(32)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 27

dan regional, analisis investasi proyek infrastruktur, kerangka regulasi, kelembagaan, dan pendanaan, serta pemantauan, evaluasi dan pengendalian pelaksanaan pembangunan nasional

b. koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan perencanaan dan penganggaran pembangunan nasional;

c. penyusunan rencana pembangunan nasional sebagai acuan penetapan program dan kegiatan Kementerian/ Lembaga/Daerah;

d. penyusunan, pengoordinasian, dan pengendalian rencana pembangunan nasional dalam rancangan anggaran pendapatan belanja negara yang dilaksanakan bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional;

e. penyusunan RAPBN bersama-sama dengan Kementerian Keuangan;

f. pengoordinasian pelancaran dan percepatan pelaksanaan rencana pembangunan nasional;

g. pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan rencana pembangunan nasional; h. pengoordinasian, fasilitasi, dan pelaksanaan pencarian sumber-sumber

pembiayaan dalam dan luar negeri, serta pengalokasian dana untuk pembangunan bersama-sama instansi terkait;

i. pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan BAPPENAS;

j. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi di lingkungan BAPPENAS; k. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab

BAPPENAS; dan

l. pelaksanaan pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan BAPPENAS. Mengacu pada landasan di atas, pelaksanaan tugas Kementerian PPN/Bappenas mengerucut menjadi 4 (empat) peran yang saling terkait, yaitu peran sebagai (1) pengambil kebijakan/keputusan (policy maker), (2) koordinator, (3)

think-tank, dan (4) administrator . Keempat peran tersebut dijabarkan ke dalam

pelaksanaan berbagai kegiatan strategis. Sebagai pengambil kebijakan/keputusan, Kementerian PPN/Bappenas menentukan kebijakan dan program dalam rencana pembangunan nasional baik jangka panjang (RPJPN), menengah (RPJMN) maupun tahunan (RKP). Untuk rencana kerja pemerintah (RKP) yang bersifat tahunan, disusun berikut perkiraan anggarannya, sedangkan perkiraan anggaran untuk RPJMN dimulai sejak RPJMN 2010-2014. Selain tugas perencanaan tersebut, Kementerian PPN/Bappenas juga berperan dalam turut menentukan kebijakan-kebijakan penanganan permasalahan yang mendesak dan berskala besar, seperti penanganan pasca bencana alam dan perubahan iklim (climate change). Sebagai think tank, Kementerian PPN/Bappenas melakukan kajian/telaahan/ evaluasi kebijakan

(33)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 28

pembangunan baik sebagai masukan untuk penyusunan rencana pembangunan nasional maupun untuk perumusan kebijakan-kebijakan strategis lainnya. Sebagai koordinator, Kementerian PPN/Bappenas antara lain melakukan berbagai kegiatan koordinatif dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) baik dalam rangka pelaksanaan tugas utama di bidang perencanaan maupun tugas-tugas lainnya dari Presiden/Pemerintah seperti penanganan pasca bencana yang memerlukan koordinasi antar instansi pemerintah dan dengan lembaga lain; koordinasi perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan; koordinasi, fasilitasi dan pelaksanaan pencarian sumber -sumber pembiayaan dalam dan luar negeri, dan pengalokasian dana untuk pembangunan bersama Kementerian/ Lembaga (K/L) terkait; serta koordinasi kegiatan strategis sesuai penugasan. Kemudian, kegiatan sebagai administrator, antara lain pengelolaan dokumen perencanaan termasuk pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN); penyusunan dan pengelolaan laporan hasil pemantauan atas pelaksanaan rencana pembangunan; penyusunan dan pengelolaan laporan hasil evaluasi; serta pembinaan dan pelayanan administrasi umum.

Dalam mendukung pencapaian Renstra Kementerian PPN/ Bappenas Tahun 2015-2019, Renstra Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021 memiliki kontribusi yang cukup besar. Hal ini dapat dilihat pada salah satu sasaran pelaksanaan Renstra Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021 yaitu meningkatnya kualitas dokumen perencanaan pembangunan daerah. Dengan sasaran tersebut, secara langsung maupun tidak langsung peningkatan kualitas dokumen perencanaan pembangunan daerah yang disusun oleh Bappeda Kabupaten Rembang akan berdampak pada penyusunan perencanaan pembangunan nasional.

Secara posisi capaian kinerja Renstra Bappeda Kabupaten Rembang terhadap sasaran Renstra Kementerian PPN/Bappenas Tahun 2014-2019 adalah sama. Hal ini disebabkan karena capaian kinerja yang telah dicapai dalam pelaksanaan Renstra Bappeda Kabupaten Rembang saling mendukung keseluruhan tercapainya sasaran Renstra Kementerian PPN/Bappenas Tahun 2014-2019. Sebagaimana diketahui bahwa sasaran yang terdapat dalam Renstra Bappeda Kabupaten Rembang memiliki kesamaan yang mendekati dengan sasaran Renstra Kementerian PPN/Bappenas Tahun 2014-2019.

3.2.2. Telaahan Renstra Bappeda Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah dalam menghadapi tantangan perubahan paradigma pencapaian tata pemerintahan yang baik (good governance) perlu berpacu untuk menangkap adanya peluang yang timbul dari adanya tantangan tersebut. Dengan semakin meningkatnya tuntutan dan

(34)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 29

harapan masyarakat atas penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, dan tuntutan mampu bersaing di bidang perencanaan daerah dan statistik, maka Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah harus terus menerus melakukan perubahan ke arah perbaikan kinerja yang berkelanjutan. Perubahan tersebut harus disusun dalam tahapan yang terencana, konsisten dan inklusif sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja yang berorientasi pada tercapainya keseimbangan antara output dengan outcome dan dalam hal ini perencanaan program pembangunan daerah telah tertuang didalam RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 -2023.

Berkaitan dengan visi dan misi pembangunan daerah Jawa Tengah yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023, maka Bappeda sebagai salah satu OPD di lingkup Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah, dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya untuk menyusun kebijakan perencanaan pembangunan, penelitian dan pengembangan daerah, memiliki peran penting mendukung pencapaian visi dan seluruh misi pembangunan Jawa Tengah selama lima tahun ke depan. Namun demikian, dukungan Bappeda lebih dititikberatkan pada pencapaian misi kedua Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yaitu “Memperluas reformasi birokrasi melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah Kabupaen/Kota”.

Dengan berpedoman pada RPJMD maka Bappeda sesuai tugas dan fungsinya bertanggungjawab terhadap pelaksanaan program-program yang berkontribusi dalam menunjang keberhasilan mewujudkan target capaian program prioritas. Dalam pelaksanaan program Bappeda tentunya terdapat faktor penghambat dan pendorong dalam urusan pelayanan Bappeda. Faktor-faktor pendorong yang dapat meningkatkan kinerja pelayanan Bappeda dalam upaya mendukung kinerja program pembangunan untuk pencapaian visi dan misi pembangunan Jawa Tengah antara lain:

1. Ketersediaan SDM (fungsional perencana & peneliti) 2. Sarana & Prasarana yang cukup memadai

3. Komitmen pejabat struktural terhadap standar operasional prosedur dan tata kerja

4. Hubungan tata kerja antar ASN yang harmonis

Sedangkan faktor-faktor yang dapat menghambat kinerja pelayanan Bappeda dalam mendukung kinerja program pembangunan untuk pencapaian visi dan misi pembangunan Jawa Tengah antara lain:

1. Kualitas & kompetensi SDM

(35)

RENJA 2020 BAPPEDA KABUPATEN REMBANG 30

3. Data yang belum sesuai dengan kebutuhan perencanaan pembangunan (akurat, valid)

4. Kurangnya koordinasi dalam upaya mengoptimalkan penelitian untuk kebutuhan perencanaan.

Dalam mendukung pencapaian Renstra Bappeda Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023, Renstra Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021 memiliki kontribusi yang cukup besar. Hal ini dapat dilihat pada salah satu sasaran pelaksanaan Renstra Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021 yaitu meningkatnya kualitas dokumen perencanaan pembangunan daerah. Dengan sasaran tersebut, secara langsung maupun tidak langsung peningkatan kualitas dokumen perencanaan pembangunan daerah yang disusun oleh Bappeda Kabupaten Rembang akan berdampak pada penyusunan perencanaan pembangunan nasional.

Secara posisi capaian kinerja Renstra Bappeda Kabupaten Rembang terhadap sasaran Renstra Bappeda Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014-2019 adalah sama. Hal ini disebabkan karena capaian kinerja yang telah dicapai dalam pelaksanaan Renstra Bappeda Kabupaten Rembang saling mendukung keseluruhan tercapainya sasaran Renstra Bappeda Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023. Sebagaimana diketahui bahwa sasaran yang terdapat dalam Renstra Bappeda Kabupaten Rembang memiliki kesamaan yang mendekati dengan sasaran Renstra Bappeda Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023.

3.3. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Sesuai dengan amanat Pasal 25 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, penyusunan RTRW kabupaten mengacu pada : rencana tata ruang wilayah nasional dan rencana tata ruang wilayah provinsi; pedoman dan petunjuk pelaksanaan bidang penataan ruang; dan rencana pembangunan jangka panjang daerah.

Rencana Tata Ruang Wilayah merupakan produk perencanaan ruang yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan ruang, sehingga segala bentuk perencanaan pembangunan harus mengacu pada rencana tata ruang yang berlaku. Kabupaten Rembang telah menetapkan Perda Nomor 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Rembang Tahun 2011-2031. Penyusunan rencana tata ruang wilayah kabupaten harus memperhatikan : perkembangan permasalahan provinsi dan hasil pengkajian implikasi penataan ruang kabupaten; upaya pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kabupaten; keselarasan aspirasi pembangunan kabupaten; daya dukung dan daya tampung

Gambar

Gambar 1.1 Tahapan Proses Penyusunan Renja Perangkat Daerah
Tabel  2.2    di  atas  menunjukkan  bahwa  sampai  tahun  2018  dari  4  indikator  urudan  kinerja  pelayanan  Bappeda  sudah  memenuhi  target  yang  ditetapkan  dalam  Renstra  hal  ini  dikarenakan  perwujudan  komitmen  yang  cukup baik Bappeda dalam
Tabel 2.3 di atas menunjukkan bahwa sampai tahun 2018 dari 19 indikator  kinerja  pelayanan  Bappeda  Kabupaten  Rembang  yang  tercantum  dalam  Renstra  Bappeda Kabupaten Rembang Tahun 2016 – 2021, 19 indikator diantaranya dapat  mencapai  target  yang
Gambar 3.2 Tema dan Prioritas Nasional Tahun 2020

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 3 ayat (2), Pasal (4), Pasal (5), poligami dapat dilaksanakan dengan persyaratan tertentu dan apabila poligami lebih dari empat

Upaya untuk mendukung semua program kegiatan penyuluhan diperlukan adanya peran aktif masyarakat dan peran pemerintah kabupaten Pakpak Bharat untuk dapat merumuskan

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka pengembangan kegiatan perikanan akan diprioritaskan pada perikanan budidaya (akuakultur). Untuk pertambangan Indonesia adalah

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Trichoderma isolat bawang efektif dalam mengendalikan penyakit akar gada dan meningkatkan hasil tanaman caisin, dengan menekan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan telah ditemukan bahwa golongan jasa aeronautika tidak dimasukkan kedalam objek Pajak Penghasilan Pasal 23 atas jasa penunjang di bidang

Tujuan khusus pendidikan menengah kejuruan adalah sebagai berikut: (a) menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan

Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah membantu kami dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini.. Semoga bimbingan dan bantuan yang diberikan kepada

dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk manajemen pertanahan dalam pengendalian perubahan penggunaan tanah pertanian ke lahan non pertanian perlu dioptimalkan