• Tidak ada hasil yang ditemukan

artikel7 MODEL PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN. docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "artikel7 MODEL PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN. docx"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

MODEL PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN KONSEP DIRI Nurhaniyah Muharani (1500450)

Teknologi Pendidikan FIP

[email protected]

1. Hakekat Konsep Diri

a. Pengertian Konsep Diri

Konsep diri merupakan istilah yang menunjukkan gabungan dari ide-ide, sikap-sikap dan perasaan-perasaan yang dimiliki seseorang terhadap dirinya. Konsep diri dapat didefinisikan secara umum sebagai keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang terhadap dirinya. Pandangan seseorang tentang dirinya sendiri yang menyangkut apa yang ia ketahui dan rasakan tentang perilakunya tersebut berpengaruh terhadap orang lain.

konsep diri adalah cara seseorang memandang dan merasakan dirinya sendiri. Susunan sebagai gagasan, perasaan dan sikap yang dipunyai orang mengenai diri mereka sendiri. Konsep diri berhubungan dengan rasa percaya diri dan berbagai perasaan tentang penghargaan terhadap diri sendiri. Konsep diri merupakan dasar bagi seseorang, apakah ia akan mencintai atau membenci dirinya. Konsep diri adalah semua persepsi kita terhadap aspek diri yang meliputi aspek fisik, aspek sosial, dan aspek psikologis, yang didasarkanpengalaman dan interaksi kita dengan orang lain.

Konsep diri merupakan kesadaran batin yang tetap, mengenal pengalaman yang berhubungandengan aku dan yang membedakan aku dari yang bukan aku. Jadi, penelitidapat menarik suatu kesimpulan konsep diri merupakan keseluruhan perasaan, keyakinan, pandangan, sikap, gambaran yang dimiliki seseorangtentang dirinya, yang dibentuk melalui pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari interaksi dengan lingkungan.

b. Proses Pembentukan Konsep Diri

Konsep diri terbentuk melalui proses belajar sejak masa pertumbuhan seorang manusia dari kecil hingga dewasa. Djaali mengatakan konsep diri seseorang mula-mula terbentuk dari perasaan apakah ia diterima dan diinginkan kehadirannya oleh keluarganya. Tidak jauh berbeda dengan Djaali, tim psikologi mengemukakan bahwa lingkungan, pengalaman dan pola asuh orangtua turut memberikan pengaruh yang penting terhadap konsep diri dapat dibentuk melalui pandangan diri dan pengalaman yang positif.

(2)

Seorang anak akan tumbuhdengan baik apabila orangtua memberikan pola asuh tepat sepertimembekalinya dengan pendidikan etika, moral dan agama. Lingkungan yang kondusif dapat membentuk anak dalam lingkup pergaulan dengan teman sebaya.

c. Perkembangan Konsep Diri

Perkembangan konsep diri merupakan proses yang terus berlanjut sepanjang kehidupan manusia. Hendriati Agustini mengemukakan persepsi tentang diri tidak langsung muncul pada saat kelahiran, tetapi mulai berkembang secar bertahap dengan munculnya kemampuan perseptif. Diri (self) berkembang ketika individu merasakan bahwa dirinya terpisah dan Berbeda dari orang lain. Pad usia 6-7 tahun, batas-batas dari individu mulai Menjadi lebih jelas sebagai hasil dari eksplorasi dan pengalaman dengan tubuhnya sendiri. Selama periode awal kehidupan, konsep diri individu sepenuhnya didasari oleh persepsi tentang diri sendiri. Kemudian dengan bertambahnya usia pandangan tentang diri ini menjadi lebih banyak didasari oleh nilai-nilai yang diperoleh dari interaksi dengan orang lain.

Selama masa anak pertengahan dan akhir, kelompok teman sebaya mulai memainkan peran yang dominan, menggantikan orang tua sebagai orang yang turut berpengaruh pada konsep diri mereka. Anak makin mengidentifikasi diri dengan anak-anak seusianya dan mengadopsi bentuk-bentuk tingkah laku dari kelompok teman sebaya dari jenis kelamin yangsama. Selama masa anak akhir konsep diri yang terbentuk sudah agak stabil.

Dalam teori Psikoanalisis, proses perkembangan konsep diri disebut proses pembentukan ego, (the process of ego formation). Menurut aliran ini,ego yang sehat adalah ego yang dapat mengontrol dan mengarahkan kebutuhan primitif atau dorongan libido supaya setara dengan dorongan dari super ego serta tuntutan lingkungan.

Dalam kaitan ini, konsep diri menurut Erikson berkembang melalui lima tahap, yaitu: 1) Perkembangan dari sense of trust vs sense of mistrust,2) Perkembangan dari sense of anatomy vs shame and doubt, 3) Perkembangan dari sense of initiative vs sense of guilt, 4) Perkembangandari sense of industry vs inferiority, 5) Perkembangan dari sense of identitydiffusion.

Perkembangan dari sense of trust vs sense mistrust, pada anak usia 1,5-2 tahun. Melalui hubungan dengan orangtua anak akan mendapat kesan dasar apakah orangtuanya merupakan pihak yang dapat dipercaya atau tidak. Perkembangan dari sense of anatomy vs shame anddoubt, pada anak usia 2-4 tahun.Yang terutama berkembang pesat padausia ini adalah kemampuan motorik dan berbahasa, yang keduanya memungkinkan anak menjadi lebih mandiri (autonomy).

(3)

d. Ciri-ciri Konsep Diri

Menurut Wasty Soemanto ciri-ciri konsep diri terdiri dari terorganisasikan, multifaset, stabil berkembang (developmental) , dan evaluatif. Seorang individu mengumpulkan banyak informasi yang dipakaiuntuk membentuk persepsi tentang dirinya sendiri. Individu mengkategorikan persepsi diri itu dalam beberapa wilayah (area) misalnya: social acceptance,physical attractiveness, athletic ability and academic ability. Konsep diriberkembang sesuai dengan umur dan pengaruh lingkungan. Individu tidak hanya membentuk deskripsi dirinya pada situasi yang istimewa, tetapi juga mengadakan penilaian terhadap dirinya sendiri.

Ciri-ciri konsep diri yaitu citra diri (self image), harga diri (self esteem), dan kepercayaan diri (self confidence). Citra diri (self image) yaitu persepsi saya terhadap penampilan fisik saya. Harga diri (self esteem) menunjuk kepada perasaan dasar tentang kelayakan dan nilai, pengetahuan eksistensial tentang kapasitas mencintai dan sebagai obyek kecintaan orang lain. Kepercayaan diri (self confidence) adalah suatu pencerminan dari pertemuan antara bakat-bakat alamiah dan keterampilan-keterampilan serta teknik-teknik yang dipelajari ketika bekerja dalam bidang-bidang sosial, vokasional atau kegemaran.

Menurut Stuart dan Sudeen konsep diri memiliki ciri-ciri yaitu gambaran diri, ideal diri, harga diri, peran dan identitas diri. Gambaran diri (body image) adalah sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar dan tidak sadar. Sikap ini mencakup persepsi dan perasaan tentang ukuran, bentuk, fungsi penampilan dan potensi tubuh saat ini dan masa lalu yang secara berkesinambungan dimodifikasi dengan pengalaman baru setiap individu.Ideal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana ia harus berperilaku berdasarkan standar, aspirasi, tujuan atau penilaian personal

2. Model Pembelajaran Personal/ Konsep Diri

a. Pengertian Model Personal

Model personal menekankan pada pengembangan konsep diri setiap individu. Hal ini meliputi pengembangan proses individu dan membangun serta mengorganisasikan dirinya sendiri. Model memfokuskan pada konsep diri yang kuat dan realistis untuk membantu membangun hubungan yang produktif dengan orang lain dan lingungannya.

(4)

intelektual. Teori humanistik timbul sebagai cara untuk memanusiakan manusia. Pada teori humanistik ini, pendidik seharusnya berperan sebagai pendorong bukan menahan sensivitas peserta didik terhadap perasaanya. Implikasi teori ini dalam pendidikan adalah sebagai berikut.

a. Bertingkah laku dan belajar adalah hasil pengamatan.

b. Tingkahlaku yang ada dapat dilaksanakan sekarang (learning to do).

c. Semua individu memiliki dorongan dasar terhadap aktualisasi diri.

d. Sebagian besar tingkahlaku individu adalah hasil dari konsepsinya sendiri.

e. Mengajar adalah bukan hal penting, tapi belajar bagi peserta didik adalah sangat penting.

f. Mengajar adalah membantu individu untuk mengembangkan suatu hubungan yang produktif dengan lingkungannya dan memandang dirinya sebagai pribadi yang cakap.

Tujuan model pembelajaran personal adalah untuk meningkatkan kesehatan mental dan emosional anak-anak, dan keterlibatan anak-anak dalam menentukan/memilih apa yang ingin dipelajari dan bagaimana mempelajarinya, sehingga ada kesesuaian yang tinggi antara bahan belajar dengan kebutuhan anak, mengembangkan pemahaman diri ( self-consept),kreativitas, dan kemampuan anak dalam mengekspresikan diri dengan lebih baik. Model personal dan sosial dapat diterapkan untuk mencapai tujuan sosial dan akademis, akan tetapi masing-masing model memiliki kekuatan tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.

b. Jenis - Jenis Model Personal

1. Model Pembelajaran Tanpa Arahan (Non Direktif Teaching)

(5)

2. Model Pembelajaran Untuk Meningkatkan Rasa Percaya diri (EnhancingSelf Esteem)

a. Model Pembelajaran Latihan Kesadaran (Awareness Training)

Model ini merupakan suatu model pembelajaran yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran manusia. Model ini dikembangkan oleh Milliam Schutz. la menekankan pentingnya pelatihan interpersonal sebagai sarana peningkatan kesadaran pribadi (pemahaman diri individu). Mengapa demikian? Karena ia percaya bahwa ada empat tipe perkembangan yang dibutuhkan untuk merealisasikan potensi individu secara utuh, yaitu:

1) fungsi tubuh,

2) fungsi personal, termasuk di dalamnya akuisisi pengetahuan dan pengalaman, kemampuan berpikir logis dan kreatif dan integrasi intelektual,

3) perkembangan interpersonal dan

4) hubungan individu dengan institusi-institusi sosial, organisasi sosial dan budaya masyarakat.

b. Model Pengajaran Pertemuan Kelas (Classroom Meeting Model)

William Glasser sebagai tokoh model Pertemuan Kelas ini bertolak dari pandangan psikologis, yang berasumsi bahwa kekacauan psikologis yang dialami seseorang karena adanya campur tangan budaya atas kebutuhan vital biologis manusia berupa sex dan aggression. Kebutuhan kebutuhan vital psikologis manusia yang paling esensial ialah mencintai dan dicintai. Ketidakpuasan dalam hal cinta ini menimbulkan ber bagai sindrom seperti gejala takut tanpa alasan, depresi, dan sebagainya. Di dalam kelas cinta itu menjelma dalam bentuk tanggung jawab sosial, yaitu suatu tanggung jawab untuk membantu individu-individu lainnya. Tanggung jawab ini akan membawa kepada suatu penilaian diri sendiri dan merasakan sebagai pribadi yang capable.

DAFTAR PUSTAKA

Dr. Aunurrahman . 2010. Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Alfabeta

Referensi

Dokumen terkait

Konsep diri dapat diartikan sebagai pandangan, penilaian, dan perasaan seseorang terhadap dirinya, baik menyangkut aspek jasmani, rohani, maupun sosial.Konsep diri

Besarnya perasaan tertarik dalam diri membentuk sikap yang positif dalam diri konsumen terhadap produk tersebut, salah satunya dengan menjadikan produk kosmetik selalu menjadi

mengenai dirinya sendiri. 1 Menurut Desmita konsep diri adalah gagasan tentang diri sendiri yang mencakup keyakinan, pandangan dan penilaian seseorang.. terhadap dirinya sendiri.

Keyakinan diriyangdimaksud yaitukeyakinan terhadap dirinya sendiri atas kemampuan yang dimiliki untukbisamenyelesaikantugas-tugasdari sekolah.Keyakinan diri

Konsep diri peserta didik dapat tercermin dari indikator: kepercayaan diri yang merupakan keyakinan seseorang akan kemampuan atau kesanggupannya untuk

di verbalisakan. Harga diri adalah pandangan keseluruhan dari individu tentang dirinya sendiri. Misalnya, anak dengan penghargaan diri yang tinggi mungkin tidak hanya

Konsep diri merupakan gagasan tentang diri sendiri yang mencakup keyakinan, pandangan dan penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri (Desmita, 2009:164). Konsep diri

Besarnya perasaan tertarik dalam diri membentuk sikap yang positif dalam diri konsumen terhadap produk tersebut, salah satunya dengan menjadikan produk kosmetik selalu menjadi