BAB III ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Kantor Latihan Kerja
3.2. Telaahan Visi, Misi, dan Program RPJMD 3.3. Telaahan Renstra Kantor Latihan Kerja
3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
3.5. Penentuan Isu – isu Strategis
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1. Visi dan Misi Kantor Latihan Kerja
4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Kantor Latihan Kerja 4.3. Strategi dan Kebijakan Kantor Latihan Kerja
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
BAB VI INDIKATOR KINERJA KANTOR LATIHAN KERJA
Rencana Strategis Kantor Latihan Kerja Kab. Madina Page 9
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN KANTOR LATIHAN KERJA KABUPATEN MANDAILING NATAL
2.1. TUGAS , FUNGSI, DAN STRUKTUR ORGANISASI KANTOR LATIHAN KERJA
2.1.1. TUGAS DAN FUNGSI KANTOR LATIHAN KERJA
Sesuai dengan Peraturan Bupati Mandailing Natal Nomor 45 tahun 2011
tentang rincian Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kantor Latihan Kerja Kabupaten
Mandailing Natal adalah sebagai berikut :
1. Melaksanakan, menyusun pelaksanaan kebijakan daerah dibidang Pelatihan kerja.
2. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kantor
menyelenggarakan fungsi :
a. Perumusan kebijakan teknis dibidang Pelatihan kerja
b. Pemberian dukungan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dibidang
Latihan Kerja
c. Pembinaan pelaksanana tugas dibidang Pelatihan kerja
d. Pelaksanaan Urusan Rumah Tangga dan Administrasi Ketata usahaan Kantor
e. Pembinaan Disiplin Pegawai Kantor Latihan Kerja
f. Pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai dengan bidang tugas
dan fungsinya.
g. Pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas kepada atasan
h. Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan
Kantor Latihan Kerja dipimpin oleh Pejabat Esselon III.a membawahi :
2.1.2 Kasub Bagian Tata Usaha
(1) Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok pengkoordinasian dan
penyiapan bahan perumusan kebijakan dan program kegiatan dibidang
Latihan Kerja, serta Pelaksanaan Urusan Administrasi Ketata Usahaan,
Kepegawaian, Keuangan, Rumah Tangga dan Perlengkapan, Perencanaan,
Rencana Strategis Kantor Latihan Kerja Kab. Madina Page 10
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada point (1), Sub
Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi :
a. Koordinasi dan pengumpulan bahan perumusan kebijakan dan program
kegiatan dibidang Pelatihan kerja.
b. Pelaksanaan urusan Administrasi ketata usahaan dan kearsipan serta
urusan rumah tangga, perlengkapan dan sarana dan prasarana.
c. Pelaksanaan Urusan administrasi kepegawaian.
d. Pelaksanaan urusan pengelolaan dan pertanggung jawaban keuangan.
e. Pengkoordinasian dan penyusunan program dan kegiatan Kantor Latihan
Kerja
f. Melakukan evaluasi dan Pelaporan atas pelaksanaan Program dan
kegiatan Kantor Latihan Kerja
g. Melaksanakan pengumpulan dan penyusunan Renja, RKPD, RENSTRA,
KUA/ PPAS, LAKIP, LPPD, LKPJ serta bentuk pelaporan lainnya.
h. Pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan
fungsinya.
i. Pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas kepada
atasan.
j. Pelaksanaan tugas lainnya yang di berikan oleh atasan.
2.1.3. Kepala Seksi Pelatihan Kerja
1. Seksi pelatihan Kerja mempunyai tugas melaksanakan perumusan
kebijakan dan program serta penyelenggaraan urusan bidang pelatihan
kerja.
2. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada point (1), Seksi
Pelatihan Kerja menyelenggarakan Fungsi :
a. Menyiapkan bahan penyusunan Kebijakan dan program serta
petunjuk teknis dibidang pembinaan pelatihan kerja.
b. Pengumpulan, Pengolahan serta penyajian data untuk bahan
Rencana Strategis Kantor Latihan Kerja Kab. Madina Page 11
c. Penyiapan Administrasi Pelatihan Kerja.
d. Penyelenggaraan Pelatihan Kerja sesuai Program dan standard
SKKNI.
e. Monitoring dan evaluasi penyelenggaraan Pelatihan Kerja.
f. Penyediaan dan perawatan sarana dan prasarana Pelatihan kerja.
g. Pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas
dan fungsinya.
h. Pelaporan dan pertantanggungjawaban atas pelaksanaan tugas
kepada atasan.
i. Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.
2.1.4. Kepala Seksi Pemasaran dan Kerjasama pihak ketiga
1. Seksi Pemasaran dan Kerjasama Pihak Ketiga mempunyai tugas melaksanakan
perumusan kebijakan dan program serta penyelenggaraan urusan dibidang
pemasaran, Membangun Kemitraan dan kerja sama pihak ketiga.
2. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada point (1), Seksi
Pemasaran dan Kerjasama Pihak Ketiga menyelenggarakan Fungsi :
a. Menyiapkan bahan penyusunan kebijakan dan program serta petunjuk
teknis dibidang pemasaran, membangun kemitraan dan kerja sama
pihak ketiga
b. Pengumpulan, pengolahan dan penyajian data untuk bahan penyusunan
program, pemasaran, membangun kemitraan dan kerjasama dengan
pihak ketiga.
c. Penyelenggaraan kerjasama pelatihan kerja dengan pihak ketiga sesuai
dengan Standard SKKNI.
d. Penyelenggaraan kerjasama pendayagunaan fasilitas pelatihan kerja
dengan pihak ketiga.
e. Penyelenggaraan pemasaran lulusan pelatihan dan hasil pelatihan.
f. Penyelenggaraan kerjasama pemasaran lulusan pelatihan dengan pihak
Rencana Strategis Kantor Latihan Kerja Kab. Madina Page 12
g. Pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan
fungsinya.
h. Pelaporan pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugas kepada
atasan.
i. Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan tugas oleh atasan.
2.1.5. STRUKTUR ORGANISASI
Struktur Organisasi Kantor Latihan Kerja adalah sbb:
2. 2. SUMBER DAYA KANTOR LATIHAN KERJA a. POTENSI SDM
Dalam melaksanakan Tugas pokok dan fungsinya Kantor Latihan Kerja memiliki Sumber Daya Aparatur sebanyak 16 orang dengan rincian sebagai berikut:
Kepala Kantor : 1 orang
Kasubbag Tata Usaha : 1 orang
Kepala seksi : 2 orang
Instruktur : 6 orang Staf : 9 orang 19 orang K E P A L A KANTOR SEKSI PELATIHAN KERJA SEKSI PEMASARAN DAN KERJASAMA PIHAK KETIGA SUB BAGIAN
TATA USAHA
Rencana Strategis Kantor Latihan Kerja Kab. Madina Page 13
b. SARANA DAN PRASARANA
Sebagai pendukung terlaksananya Kegiatan Pelatihan, Kantor Latihan
Kerja Kabupaten Mandailing Natal telah menyediakan sarana dan prasarana
antara lain :
a. Luas Tanah keseluruhan 11.816 M²
b. Luas Bangunan 1.816 M² terdiri dari :
Ruang Kantor : ± 240 M²
6 ruang Workshoop : ± 956 M²
2 Ruang Kelas : ± 240 M²
Gedung Kantor : ± 240 M²
Tempat Olah Raga : 300 M²
Mobil Pelatihan Keliling : 2 Unit
c. Sarana Praktek Pelatihan/ Workshoop :
Workshoop Automotif Bidang Mobil Bensin dan Diesel
Workshoop Automotif Bidang Sepeda Motor
Workshoop Las Oxy – Asetelina dan Las Listrik
Workshoop Ketarampilan Meubel
Workshoop Ketarampilan Menjahit.
Workshoop Ketarampilan Elektronika.
Whorkshop Computer
Workshop Tata Rias
2.3. KINERJA PELAYANAN KANTOR LATIHAN KERJA
Selama periode Tahun 2006 s/d 2010, Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah
Kabupaten Mandailing Natal dalam Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kerja melalui
Balai Latihan Kerja (BLK) 2006-2007 / UPT- BLK 2008-2010 adalah melaksanakan
Rencana Strategis Kantor Latihan Kerja Kab. Madina Page 14
Pencapaian Kinerja Pelayanan Kantor Latihan Kerja Kabupaten Mandailing Natal
No Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD Target
SPM Target IKK Target Indikator Lainnya Target Renstra SKPD Tahun ke -
Realisasi Capaian Tahun ke-
Rasio Capaian pada Tahun ke-
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
A
Peningkatan Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja 320 95% Jumlah Tenaga Kerja
1. Pelatihan Berbasis Kompetensi 208
Kompoten meningkat
a. Kejuruan Mekanik Alat Berat (MAB) (orang)
b. Kejuruan Mekanik Mobil Bensin 16 16 16 16
c. Kejuruan Mekanik Mobil Diesel/ Solar
d. Kejuruan Mekanik Sepeda Motor 80 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 e. Kejuruan Teknologi Mekanik Las 16 16 16 16
f. Kejuruan Tukang Kayu / Meubler 16 16 16 16
g. Kejuruan Tukang Batu / Bangunan
h. Kejuruan Teknisi Audio Vidio /Elektonika 48 16 16 16 16 16 16 16 16 16
i. Kejuruan Teknisi Komputer 16 16 16 16
j. Kejuruan Teknisi HP /Hand Phone 16 16 16 16
k. Kejuruan Teknisi Jaringan Listrik PLN
2. Pelatihan Kompetensi Berbasis Masyarakat 112 95% Jumlah tenaga kerja
a. Kejuruan Tata Busana / Menjahit 64
Kompeten meningkat 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 b. Kejuruan Bordir (orang)
c. Kejuruan Tata Boga 16 16 16 16
d. Kejuruan Tata Rias / Salon 16 16 16 16
e. Kejuruan Prosesing / Pasca Panen 16 16 16 16
Rencana Strategis Kantor Latihan Kerja Kab. Madina Page 15
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 3. Pelatihan Kewirausahaan dan Produktivitas 0 0% Meningkatnya Produk
a. Pelatihan Pembuatan Sabun Cream
tifitas tenaga kerja
b. Pelatihan Pembuatan Tahu - Tempe
c. Pelatihan Pembuatan Makanan dan Minuman Kemasan
d. Pelatihan Anyaman
B Pelatihan Kerjasama Pihak Ketiga 0 0% Meningkatnya Kemitraan dan
a.Pelatihan Pemagangan Ke Perusahaan kerjasama
b.Pelatihan Penempatan Ke Perusahaan dengan Pihak
C Diklat Magang Instruktur dan Tenaga Kepelatihan 3 Ketiga
1. Diklat Instruktur dan magang Meningkatnya
a. Diklat Dasar Instruktur Mekanik Alat Berat ( MAB) Kompetensi b. Diklat Dasar Instruktur Mekanik Automotif 1 90% Instruktur 1 1 1
c. Diklat Dasar Instruktur Mekanik Sepeda Motor
d. Diklat Dasar Instruktur Teknologi Mekanik / Las
e. Diklat Dasar Instruktur Tukang Kayu / Meubelier
f. Diklat Dasar Instruktur Tukang Batu / Bangunan
g. Diklat Dasar Instruktur audio Vidio / Elektronika
h. Diklat DasarInstruktur Teknisi Komputer i. Diklat Dasar Instruktur Teknisi Hand phone j. Diklat Dasar Instruktur Teknisi Jaringan PLN k. Diklat Dasar Instruktur Tata Niaga 1 1 1 1
l. Diklat Dasar Instruktur Tata Busana m. Diklat Dasar Instruktur Tata Boga n. Diklat Dasar Instruktur Tata Rias o. Diklat Up Grading Tata Niaga 1 1 1 1
2. Diklat Tenaga Kepelatihan 4 85% Meningkatnya
Rencana Strategis Kantor Latihan Kerja Kab. Madina Page 16
Tenaga
b.Diklat CBT (Competensi Basic Training) 2 Kepelatihan 2 2 2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
D Ketersedian Sarana dan Prasarana Pelatihan 100% Meningkat
1. Sarana Gedung Pelatihan
Dan
tersedianya
a.Sarana Ruang Kantor 1 Sarana dan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
b.Sarana Ruang Teori 3 Pelatihan 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
c.Sarana Ruang Praktek / Work Shoop 6 Kompetensi 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6
d.Sarana Ruang Penyimpanan Bahan/ Gudang 1 Tenagakerja 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
e.Sarana Ruang Perpustakaan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
f.Sarana Ruang Asrama Peserta Pelatihan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
g.Sarana Ruang Aula Pertemuan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
h.Sarana Ruang Garasi Mobil MTU 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
i.Sarana Ruang Kamar Mandi (MCK) 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
j.Sarana Olah Raga 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
k.Sarana Ruang Makan dan Minum / Kantin 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
l.Sarana Ruang Ibada 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
2. Prasarana Pelatihan 100%
Tersedianya
Prasarana
1. Prasarana Kenderaan Pelatihan
dan Peralatan
Mesin
a.Kenderaan Pelatihan Keliling (MTU) 2
Pelatihan
Kompetensi 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
b. Mobil Pelatihan Institusi 3 Tenagakerja 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
c.Sepeda Motor Pelatihan Institusi 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
2.Prasarana Mesin Dan Peralatan Pelatihan
a.Mekanik Automotif 75% Tersedianya
1. Engine Stand 4 Prasarana Me 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
Rencana Strategis Kantor Latihan Kerja Kab. Madina Page 17
3. Dongkrak 5 ton 2 tan Pelatihan 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
4. Toolbox 2 Kejuruan Me 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
5. Tun up tester 1 Kanik Otomo 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
6. Alat Ukur / Measuring Tool 2 tif 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
b. Mekanik Sepeda Motor 75% Tersedianya
1. Engine Stand 4 Prasarana Me 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
2. Kompresor 2 sin dan Perala 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
3. Hidrolic Stand 4 tan Pelatihan 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
4. Tun Up Taster Sepeda Motor 1 Kejuruan Me 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
5. Toolbox 2 kanik Sepe 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
da Motor
c. Teknologi Mekanik/ LAS 75% Tersedianya
1. Mesin Genset Listrik 2 Prasarana Me 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
2. Mesin Las Listrik 2 sin dan Perala 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
3. LAS Oxy-Aceteline 1 tan Pelatihan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
4. Trapo Las 2 Kejuruan Tek 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
5. Las Karbit 1 nologi Meka 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
6. Grenda 2 nik / Las 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
7. Ragum 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6
8. Toolbox 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
9. Mesin Bor 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
d.Pertukangan Kayu/ Meubeuler 75% Tersedianya
1. Mesin Bubut Kayu 4 Prasarana Me 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
2. Mesin Pahat 1 sin dan Perala 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
3. Mesin Meja Gergaji Belah 1 tan Pelatihan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
4. Mesin Roter Meja 1 Kejuruan Per 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
5. Mesin Gergaji Pemotong 1 Tukangan Ka 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
Rencana Strategis Kantor Latihan Kerja Kab. Madina Page 18
7. Tool Box 1 ler 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
e.Teknisi Audio Vidio / Elektronika 75% Tersedianya
1. Televisi berwarna 6 Prasarana Me 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6
2. Dvd 2 sin dan Perala 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
3. Digital 2 tan Pelatihan 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
4. Toolbox dan Tool Kit 2 Kejuruan Elek 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
5. Multi Tester 5 Tronika 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
f.Teknisi Komputer 75% Tersedianya
1. Komputer 6 Prasarana Me 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6
2. Printer 2 sin dan Perala 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
3. CPU 6 tan Pelatihan 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6
4. Tool Box dan Tool Kit 3 Kejuruan 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
5.Stabilizer 2 Komputer 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
g.Teknisi HP / Hand Phone 75% Tersedianya
1. HP / Hand Phone 8 Prasarana Me 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8
2. Solder HP 2 sin dan Perala 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
3. Blouwer 2 tan Pelatihan 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
4. Tool Kit 8 Kejuruan HP 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8
5. Muti terster 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
h.Tata Busana / Menjahit 75% Tersedianya
1. Mesin Jahit Biasa 16 Prasarana Me 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
2. Mesin Jahit Pinggir 3 sin dan Perala 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
3. Mesin Jahit Obras 1 tan Pelatihan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
4. Mesin Jahit Hight Speed 16 Kejuruan Men 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
5. Mesin Pelobang Kancing 1 jahit 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
Rencana Strategis Kantor Latihan Kerja Kab. Madina Page 20
2.4. Tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Kantor Latihan Kerja Pendidikan tertinggi yang ditamatkan secara sederhana dapat dijadikan
indikator tingkat kecerdasan dan kondisi pendidikan penduduk. Kemampuan membaca
dan menulis penduduk tercermin dari angka melek huruf. Angka melek huruf di
Kabupaten Mandailing Natal telah mencapai 99,45% pada tahun 2008.
Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi tingginya angka pengangguran di Kabupaten Mandailing Natal.
Berdasarkan data Statistik, dari 23 (dua puluh tiga) Kecamatan yang ada, jumlah
penduduk Kabupaten Mandailing Natal tahun 2010 adalah sebesar 429.889 jiwa terdiri
dari laki-laki sebanyak 209.693 jiwa dan perempuan sebanyak 220.196 jiwa, dengan
sex ratio yaitu 95,23.
Struktur penduduk di Kabupaten Mandailing Natal menunjukkan bahwa usia
produktif (15-64) tahun sangat menonjol sebesar 54,78% dan usia ketergantungan
terdiri dari usia (0-14) tahun sebesar 42,34% dan Lansia (65+) sebesar 2,86 %, laju
pertumbuhan penduduk 1,46 % per tahun.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2009 Angkatan
Kerja (usia 15 tahun) keatas sebesar 200.852 orang dan bukan Angkatan Kerja 72.044
orang. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) merupakan ukuran yang
menggambarkan jumlah angkatan kerja untuk setiap 100 tenaga kerja. TPAK
Mandailing Natal sekitar 73,60% Kecamatan yang paling tinggi TPAK adalah
Kecamatan Bukit Malintang (86,98%) .
Disisi lain, angkatan kerja yang masih mencari pekerjaan atau biasa disebut
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2009 sebesar 5,64% yang
didominasi pekerja laki-laki yaitu 59,93 % dan perempuan 40,07%. Pekerjaan utama
penduduk Mandailing Natal didominasi sektor pertanian (71,40%), perdagangan
(12,94%), jasa (5%) dan lainya seperti Angkutan, Komunikasi, Bank, Listrik, Gas dan
Rencana Strategis Kantor Latihan Kerja Kab. Madina Page 21
Untuk mengatasi tingginya angka Pengangguran yang dihadapi saat ini
Pemerintah dan Swasta belum bisa berbuat banyak. Kondisi tersebut memerlukan
Program-program yang bertujuan dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia
(SDM) melalui Program Peningkatan Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja
berbagai kejuruan. Diharapkan lulusan-lulusan yang telah dilatih pada Kantor latihan
Kerja (KLK) memiliki pengetahuan, skill (keahlian) dan sikap, diharapkan dapat
mengisi peluang pasar kerja yang ada di dalam dan di luar Kabupaten Mandailing
Natal, maupun keluar Negeri.
Sebagai kerangka dasar mengenai arah dan rancang bangun
program-program Kegiatan Kantor Latihan Kerja Kabupaten Mandailing Natal. Adapun
tujuannya adalah :
a. Memperluas akses pelayanan pelatihan berbasis kompetensi, berbasis
masyarakat dan kewirausahaan serta produktivitas.
b. Meningkatkan mutu, relevansi, efisiensi dan efektifitas program dan hasil pelatihan kerja.
c. Meningkatkan kompetensi Tenaga Instruktur dan Tenaga Pelatihan.
d. Melengkapi sarana prasarana, Mesin dan pralatan pelatihan berbasis
kompetensi, berbasis masyarakat, kewirausahaan dan produktivitas, serta sertifikasi dan penempatan.
e. Membenahi transparansi dan akuntabilitas menejemen keuangan KLK.
f. Memperkuat kapasitas kelembagaan sesuai dengan strategi dan fungsinya
g. Memperkokoh kemitraan dan kerjasama pihakm ke tiga dengan institusi
pemeintah maupun swasta.
Rencana Strategis Kantor Latihan Kerja Kab. Madina Page 22
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1. Identifikasi permasalahan
Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Kantor Latihan Kerja Kabupaten Mandailing Natal
Aspek Kajian Capaian/Kondisi Saat ini
Faktor yang Mempengaruhi
Permasalahan Pelayanan INTERNAL (KEWENANGAN) EKSTERNAL (DILUAR KEWENANGAN ) (1) (2) (4) (5) (6) Kurangnya Ketersediaan Instruktur 4 Org 2 PNS dan 2 Honorer Kecilnya kesejahteraan yang dialokasikan bagi para Instruktur Kurangnya minat PNS lain untuk berkarir sebagai Instruktur Di Kantor Latihan Kerja Terhambatnya proses pelaksanaan pelatihan
Kurangnya memamdainya Sarana dan Prasarana yang dimiliki
80% Peralatan pelatihan perlu dilakukan
pergantian karena kondisi yang sudah tidak memadai lagi dan perlu kiranya dilakukan pengadaan yang lebih baik sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. Minimnya Alokasi Anggaran Keterbatasan Dana yang dialokasikan Minimnya Sarana alat praktek pelatihan yang dimiliki
Kurangnya minat pencari kerja
untuk mengikuti pelatihan Minimnya pencari kerja yang mendaftar setelah dibukanya Pendaftaran
Sedikitnya uang saku/transport bagi siswa yang mampu dianggarkan sebagai perangsang bagi siswa Masih rendahnya kesadaran Pencari Kerja akan pentingnya pealtihan Kurangnya minat pencari kerja
Dalam upaya Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja untuk Tahun Anggaran
2012 – 2016, permasalahan dan tantangan yang perlu mendapatkan perhatian
dijabarkan antara lain :
a. Ketersediaan Instruktur
Instruktur yang ada di Kantor Latihan kerja pada tahun 2010 hanya 2 (dua) orang yaitu instruktur otomotive jurusan mobil bensin / diesel dan Instruktur Tata Niaga. Sementara jumlah Instruktur yang dibutuhkan harus ada minimal 1 (satu) orang Instruktur PNS perkejuruan pelatihan kompetensi, Disamping itu dari segi kompetensi masih kurang, maka perlu ditingkatkan sesuai dengan perkembangan tekhnologi pada saat ini.
Rencana Strategis Kantor Latihan Kerja Kab. Madina Page 23
b. Ketersediaan Sarana dan Prasarana
Guna mendukung dan membangun peningkatan Sumber Daya Manusia masyarakat Mandailing Natal khususnya bagi para pencari kerja melalui kegiatan pelatihan yang dilaksanakan Kantor Latihan Kerja, hal yang sangat urgent adalah pembenahan sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan Kantor Latihan Kerja. Sebab sarana dan prasarana yang tersedia saat ini sangatlah tidak memadai mengingat perkembangan Tekhnologi yang semakin canggih saat ini, selain itu gedung Kantor Latihan Kerja, ruang teori dan praktek Pelatihan harus menjadi perhatian kita bersama untuk dilakukan pembenahan berupa renovasi ataupun penambahan ruangan baru berupa ruang teori dan praktek pelatihan, sebab gedung yang dipakai saat ini merupakan eks Kantor Dinas Pengairan Propinsi dengan kondisi lama dan baru satu kali dilakukan renovasi. Kondisi ruangan yang tersedia saat ini sebanyak 6 (enam) workshop/ bengkel, 1 gudang dan ruangan kantor. Diharapkan dalam upaya Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Tahun 2011-2016 perlu kiranya menjadi perhatian pembenahan ataupun penambahan ruangan antara lain :
1. Ruang Teori Workshop : 6 lokal
2. Ruang Perpustakaan : 1 Lokal
3. KM/WC : 6 pintu
4. Gudang/garasi Mobil MTU : 1 Ruangan
5. Asrama siswa : 4 Ruangan
6. Mesin peralatan bengkel : 23 Set
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya minat pencari kerja
Masih rendahnya tingkat pendidikan serta Kurangnya minat Pencari kerja
Untuk Bekerja di Perusahaan Swasta merupakan faktor utama yang mempengaruhi
semakin tingginya angka pengangguran. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pencari kerja
yang mendaftar pelatihan pada tahun 2010 hanya sebatas yang diperlukan yaitu 32
Orang untuk 2 Paket Latihan atau 100% di tahun 2011 sebanyak 97 Orang untuk 5
Paket atau 121,25 % dan dari data Pencari Kerja Yang Terdaftar di Dinas
Rencana Strategis Kantor Latihan Kerja Kab. Madina Page 24
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2009 Angkatan
Kerja (usia 15 tahun) keatas sebesar 200.852 orang dan bukan Angkatan Kerja 72.044
orang. Struktur penduduk Mandailing Natal menunjukkan bahwa usia produktif (15-64)
tahun sangat menonjol sebesar 54,78% dan usia ketergantungan terdiri dari usia
(0-14) tahun sebesar 42,34% dan lansia (65+) sebesar 2,86 %, laju pertumbuhan
penduduk 1,46 % per tahun.Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) merupakan
ukuran yang menggambarkan jumlah angkatan kerja untuk setiap 100 tenaga kerja.
TPAK Mandailing Natal sekitar 73,60% Kecamatan yang paling tinggi TPAK adalah
Kecamatan Bukit Malintang (86,98%) .
Disisi lain bagian angkatan kerja yang masih mencari pekerjaan atau biasa
disebut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2009 sebesar 5,64% yang
didominasi pekerja laki-laki yaitu 59,93 % dan perempuan 40,07%. Pekerjaan utama
penduduk Mandailing Natal didominasi 24sektor pertanian (71,40%), perdagangan
(12,94%), jasa (5%) dan lainya seperti angkutan, Komunikasi, Bank, Listrik, Gas dan
Air sebesar (10,66%).
3.2. Telaahan Visi dan Misi
Visi merupakan cara pandang jauh kedepan tentang kemana Kantor Latihan Kerja Kabupaten Mandailing Natal akan diarahkan dan apa yang akan dicapai. Dalam mengantisipasi tantangan kedepan menuju kondisi yang diinginkan, Kantor Latihan Kerja Kabupaten Mandailing Natal secara terus menerus mengembangkan peluang dan inovasi agar tetap eksis dan berperan serta untuk mengupayakan perubahan ke arah yang lebih baik.
Perubahan tersebut harus disusun dalam tahapan yang terencana, konsisten dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil. maka Renstra Kantor Latihan Kerja Kabupaten Mandailing Natal harus menyatu dan tidak terlepas dari RPJMD Kabupaten Mandailing Natal yang pada intinya merupakan penjabaran dari Visi Misi Bupati Mandailing Natal
Rencana Strategis Kantor Latihan Kerja Kab. Madina Page 25
“ Terwujudnya masyarakat yang religius, mandiri, sehat dan
sejahtera melalui peningkatan perekonomian dan kwalitas
sumber daya manusia “.
Dalam rangka mewujudkan Visi Kabupaten Mandailing Natal tersebut Kantor Latihan Kerja melalui Visi nya yaitu :
“ Terwujudnya tenaga kerja yang kompeten dan produktif yang
mampu mengisi pasar kerja maupun mandiri “
Makna dari Visi tersebut adalah berusaha turut berperan aktif melalui program-program peningkatan kompetensi dan produktivitas tenagakerja khusunya pencari kerja masyarakat Mandailing Natal, melalui kegiatan pelatihan dalam beberapa kejuruan. Untuk mewujudkan visi diatas, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal telah menjabarkannya kedalam 6 misi yang antara lain :
1. Misi 2 : Meningkatkan pembangunan manusia melalui akselerasi derajat
pendidikan, kesehatan dan pencapaian standar hidup layak bagi masyarakat dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta kearifan local.
2. Misi 6 : Membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat
dengan mengoptimalkan sumberdaya, perbaikan iklim Ketenaga Kerjaan dan kewirausahaan.
Dalam Mengimplementasi misi tersebut diatas telah disusun agenda dan sasaran yang akan dicapai antara lain pada agenda ke “5” Point (6) yaitu penurunan tingkat pengangguran terbuka 3,5 % tahun 2016 dimana tahun 2010 tingkat pengangguran terbuka adalah sebesar 5,57 % atau 11.322 Orang dan angka ini akan terus bertambah setiap tahun bila tidak dibarengi dengan perluasan lapangan kerja. Perluasan lapangan Kerja tanpa diikuti dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja tidak akan membawa dampak positif bagi tenaga kerja untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Sebaliknya tenaga kerja yang kompetensinya rendah juga sulit meningkatkan
kesejahteraan apalagi dapat mendorong kecemburuan sosial. Manakala kesempatan
kerja yang ada di Kabupaten Mandailing Natal didominasi oleh tenaga kerja asal
Rencana Strategis Kantor Latihan Kerja Kab. Madina Page 26
kerja khusus pada tingkat kompetensi semakin ketat. Salah satu usaha untuk
perluasan kesempatan kerja dan perbaikan mutu atau kompetensi tenaga kerja adalah
melalui Pelatihan Kerja.
Guna memahami arah pembangunan yang akan dilaksanakan selama
kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal serta untuk mengidentifikasi
faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan Kantor Latihan Kerja yang dapat
mempengaruhi Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati yaitu :
Visi : Mewujudkan Kabupaten Mandailing Natal yang Agamais, Cerdas, Sehat dan Sejahtera
NO MISI DAN PROGRAM BUPATI DAN WAKIL BUPATI PERMASALAHAN PELAYANAN KANTOR LATIHAN KERJA FAKTOR PENGHAMBAT PENDORONG (1) (2) (3) (4) (5)
1. Misi 1 :Meningkatkan Pembangunan manusia melalui akselerasi drajat pendidikan, kesehatan dan pencapaian hidup layak bagi masyarakat dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kearifan lokal Kurangnya