• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENUTUP

Dalam dokumen Sidik Cepat. Ancaman Banjir Bandang (Halaman 95-104)

Ancaman banjir bandang terbagi atas indikator yaitu karakteristik sungai, akumulasi air sungai dan longsor. Ketiga indikator tersebut terbagi atas 9

parameter gradien sungai, kerapatan sungai, debit puncak spesifik, volume tampungan, pembendungan, bentuk DAS, kemiringan lereng DAS, hasil erosi lahan, dan stabilitas lereng.

Dengan melakukan investigasi pada setiap parameter ancaman banjir bandang tersebut, maka akan diketahui potensi terjadinya banjir bandang yang dimiliki oleh tiap DAS/SubDAS. Dengan mengetahui potensi ancaman, maka strategi penanganannya dapat diformulasikan. Program strategi penanganannya disusun berdasarkan hasil investigasi tingkat ancaman banjir bandang tersebut.

Parameter penyusun tingkat ancaman banjir bandang diupayakan agar mudah dipahami, mudah diperoleh dan tersedia pada instansi terkait dan berbagai pihak, sehingga memudahkan aplikasinya bagi pengguna, terutama di tingkat kabupaten. Dengan kemudahan prosedur kerja tersebut diharapkan pelaksanaan kegiatan investigasi ancaman banjir bandang dapat dilakukan lebih cepat, tepat dan akurat.

DAFTAR PUSTAKA

Asdak, C., 2002, Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Azmeri, Hadihardaja, I.K., Vadya, R., 2016, Identification of flash flood Hazard Zones In Mountainous Small Watershed of Aceh Besar Regency, Aceh Province, Indonesia, The Egyptian Journal of Remote Sensing and Space Sciences (2016) 19, 143-160

Azmeri, Yulianur, A., Listia, V., 2015, Analisis Perilaku Banjir Bandang akibat Keruntuhan Bendungan Alam pada Daerah Aliran Sungai Krueng Teungku Provinsi Aceh, Jurnal Teknik Sipil ITB, Vol 22 No.3 Bowles, J.E., 1993, Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah, Erlangga. Jakarta. Chow, VT, Maidment, DR & Mays, LW., 1988, Applied Hydrology,

International Edition, McGraw-Hill Book Company, Inc, New York. Corry, M., 2009, Kajian Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Pada Penggunaan

Lahan Hortikultura di Sub DAS Lau Biang (Kawasan Hulu DAS Wampu), Skripsi Tidak Diterbitkan, Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Das, G., 2002, Hydrology and Soil Conservation Engineering, Prentice Hall

of India, Private Limited, New Delhi.

Dramis, F., Guida, D., Cestari, A., in press. Nature and aims of geomorphological mapping, in: Smith, M.J., Paron, P., Griffiths, J., 2011, Geomorphological Mapping: A Handbook of Techniques and Applications, Elsevier, Amsterdam.

Firmansyah, MN, Kadarsetia, E., 2010, Penyelidikan Potensi Banjir Bandang di Kabupaten Jember Jawa Timur.

Gabr, S., Bastawesy, M.E., 2015, Estimating the flash flood quantitative parameters affecting the oil-fields infrastructures in Ras Sudr, Sinai, Egypt, during the January 2010 event. Egypt. J. Remote Sens. Space Sci. 18, 137–149.

Habib, dkk, 2013, Identifikasi Kawasan Rawan Banjir Bandang DAS BT Marambuang Kabupaten Pasaman, Universitas Negeri Padang, Padang.

Hadisusanto, N., 2011, Aplikasi Hidrologi, Jogja Mediautama, Malang. Hardiyatmo, H.C., 2007, Mekanika Tanah II, Gadjah mada University

Press, Yogyakarta.

Montz BE, Gruntfest E., 2002, Flash flood mitigation: recommendations for research and applications, Environ Hazards 4:15–22

network: science and technology collaborative research for flash flood management. J. Disaster Res. 8 (1), 28–36.

Paimin, Sukresno & Purwanto, 2010, Sidik Cepat Degradasi Sub Daerah Aliran Sungai (SubDAS), Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor.

Pedoman Pembuatan Peta Rawan Longsor dan Banjir Bandang Akibat Runtuhnya Bendungan Alam, Pedoman Manajemen Penanggulangan Bencana Banjir Bandang, 2012, Kementerian Pekerjaan Umum.

Petunjuk Tindakan dan Sistem Mitigasi Banjir Bandang, 2012, Kementerian Pekerjaan Umum, Semarang.

Sarker, A.A., Rashid, A.K.M.M., 2013, Landslide and Flashflood in Bangladesh. In: Disaster Risk Reduction Approaches in Bangladesh, Disaster Risk Reduction. Springer, Japan.

Smith, G., 2003, Flash Flood Potential: Determining the Hydrologic Response of FFMP Basins to Heavy Rain by Analyzing Their Physiographic Characteristics, A white paper available from the NWS Colorado Basin River Forecast Center web site at http://www.cbrfc.noaa.gov/papers/ffp_wpap.pdf, 11 pp

Soedibyo, 2003, Teknik bendungan, P.T. Pradnya Paramita, Jakarta. Soewarno, 1991, Hidrologi Aplikasi Metode Statistik untuk Analisis Data

Jilid 1 dan Jilid 2, Nova, Bandung.

Sumi, T., Saber, M., Kantoush, S.A., 2013, Japan-Egypt hydro Triatmodjo, B 2009, Hidrologi Terapan, Beta Offset, Yogyakarta.

Wischmeier, W.H. dan D.D. Smith, 1978. Predicting Rainfall Erosion Losses. A Guide to Conservation Planning.Agr. Handbk No. 537. USDA, Washington, D.C.

GLOSARIUM

Ancaman adalah memberi pertanda atau peringatan mengenai kemungkinan malapetaka yang bakal terjadi.

Banjir adalah suatu aliran berlebih atau penggenangan yang datang dari sungai atau badan air lainnya dan menyebabkan atau mengancam kerusakan. Pembeda antara debit normal dan aliran banjir ditentukan oleh tinggi aliran air dimana banjir ditunjukkan aliran air yang melampaui kapasitas tampung tebing/tanggul sungai sehingga menggenangi daerah sekitarnya.

Banjir Bandang adalah suatu aliran yang memiliki debit puncak yang melonjak, memiliki volume dan kecepatan aliran yang besar dan memiliki transpor aliran dan daya erosi yang sangat besar sehingga dapat membawa material hasil erosi (kaki tebing, dasar alur sungai, bahan rombakan bendungan alam) menuju arah hilir.

Bencana adalah sesuatu yang menyebabkan (menimbulkan) kesusahan, kerugian, atau penderitaan; kecelakaan; bahaya.

Bendungan adalah bangunan yang berupa urukan tanah, urukan batu, beton, dan/atau pasangan batu yang dibangun selain untuk menahan dan menampung air, dapat pula dibangun untuk menahan dan menampung limbah tambang (tailing), atau menampung lumpur sehingga terbentuk waduk.

Bendungan alam adalah bendungan yang terbentuk secara alami, umumnya berasal dari material hasil longsoran tanah yang memiliki volume yang cukup besar, dan membendung suatu aliran sungai. Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang

merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang

batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.

Indikator adalah sesuatu yang dapat memberikan (menjadi) petunjuk atau keterangan.

Karakteristik DAS adalah gambaran spesifik mengenai DAS yang dicirikan oleh parameter yang berkaitan dengan keadaan morfometri, topografi, tanah, geologi, vegetasi penggunaan lahan, hidrologi dan manusia.

Parameter adalah ukuran seluruh populasi dalam penelitian yang harus diperkirakan dari yang terdapat di dalam contoh.

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah suatu sistem berbasis komputer yang dapat digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan memanipulasi informasi geografi.

SubDAS adalah bagian DAS yang menerima air hujan dan mengalirkannya melalui anak sungai ke sungai utama. Setiap DAS terbagi habis ke dalam SubDAS – SubDAS.

INDEKS

A ancaman, v, vi, 3, 6, 12, 23, 24, 26, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 43, 45, 53, 54, 55, 56, 57, 58, 59, 68, 69, 71, 72, 73, 74, 76, 77 B

banjir bandang, v, vi, 3, 5, 6, 9, 11, 12, 14, 15, 16, 23, 24, 26, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 43, 45, 53, 54, 55, 56, 57, 58, 59, 64, 67, 68, 69, 71, 72, 73, 74, 76, 77, 84 bendungan, 15, 30, 33, 36, 38, 43, 61, 67, 71, 80, 81 bendungan alam, 15, 30, 33, 36, 38, 43, 61, 67, 81 D

Daerah Aliran Sungai (DAS), v

I INDEKS, 83 indikator, 3, 72, 77 K karakteristik DAS, 30, 43 P parameter, 3, 24, 26, 28, 34, 35, 43, 54, 56, 73, 77, 82 S

Sistem Informasi Geografis (SIG), 82 SubDAS, 3, 24, 26, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 48, 49, 50, 52, 53, 54, 55, 56, 58, 59, 60, 61, 63, 68, 69, 71, 73, 74, 76, 77, 79, 82

TENTANG PENULIS

Azmeri, merupakan salah seorang staf pengajar pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala-Darussalam Banda Aceh. Menyelesaikan pendidikan jenjang S1 di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala tahun 1997. Pada tahun 1998 menjadi staf pengajar pada jurusan yang sama. Setelah menjadi staf pengajar di Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, pada tahun 2002 kemudian melanjutkan pendidikan jenjang S2 pada Bidang Teknik Sumber Daya Air Institut Teknologi Bandung, dan lulus pada tahun 2004. Masih pada tahun yang sama kembali melanjutkan pendidikan jenjang S3 juga pada Bidang Teknik Sumber Daya Air Institut Teknologi Bandung dan lulus pada tahun 2008. Selain sebagai staf pengajar, Beliau juga merupakan salah seorang praktisi di bidang Sumber Daya Air. Banyak hasil kajian, penelitian dan pengabdian masyarakat serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Kementerian yang melibatkan Beliau sebagai Team Leader maupun Tenaga Ahli untuk pekerjaan di bidang Sumber Daya Air. Selain itu, Beliau juga aktif dalam kegiatan seminar dan workshop, baik pada tingkat regional, nasional maupun internasional. Beliau sering menjadi narasumber di berbagai Kajian Risiko Bencana, khususnya bencana banjir bandang.

Eldina Fatimah, dilahirkan bulan Agustus tahun 1964, telah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala tahun 1988. Gelar Master of Science diterima tahun 1993 di National University of Singapore (NUS). Sementara tahun 2008, gelar Doctor dicapai di Univeristy Technology Malaysia (UTM). Selanjutnya beliau berkecimpung di dunia pendidikan sebagai staf pengajar pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Syiah

Kuala-Darussalam Banda Aceh sejak tahun 1989. Selain sebagai staf pengajar, Beliau juga pernah mengabdi sebagai Disaster Risk Assesment Specialist di Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), Banda Aceh, Aceh, Indonesia dari tahun 2009 s/d 2014. Beliaupun cukup aktif melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di berbagai konsultan baik sebagai Team Leader maupun Tenaga Ahli untuk pekerjaan di bidang Sumber Daya Air, Rekayasa Sungai, Pengelolaan Pantai, dan Perencanaan Pelabuhan. Beliau juga sering diundang menjadi narasumber di berbagai kegiatan yang terkait dengan Kajian Risiko Bencana, Sumber Daya Air, dan Perlindungan Pantai.

Dalam dokumen Sidik Cepat. Ancaman Banjir Bandang (Halaman 95-104)

Dokumen terkait